Washington Post Blunder Terkait Foto Presiden Jokowi

 Politik
Washington Post
Washington Post

Washington Post Blunder Terkait Foto Presiden Jokowi

Adahati.com – Presiden Jokowi sudah kembali dari lawatannya ke negara Paman Sam atau Amerika Serikat setelah bertemu dengan Presiden Barack Obama. Namun ada tersisa sebuah cerita miring yang masih berkait dengan Presiden RI ke 7 ini.

Salah satu media massa terkemuka atau memiliki nama besar di sana, juga di dunia, yaitu Washington Post telah melakukan sebuah kesalahan besar saat memberikan keterangan foto. Foto yang terlampir menunjukkan Menteri Pertahanan dan Keamanan Ryamizard Ryacudu, tapi disebutnya sebagai Presiden Jokowi. Blunder!.

Selama ini Ryamizard Ryacudu tidak pernah terdengar namanya sebagai calon Presiden RI. Paling banter calon Wakil Presiden, ketika Pemilu 2014 lalu sempat digadang-gadangkan sebagai pendamping Jokowi, tapi tak lama kemudian beritanya hilang entah ke mana.

Blunder yang dilakukan oleh Washington Post di atas tadi lucunya yang diolok-olok atau menjadi bahan gunjingan adalah Presiden Jokowi. Suara-suara miring yang bertebaran di media sosial antara lain mengatakan memang tidak pantas seorang Jokowi menjabat Presiden RI jika dilihat dari tampang atau penampilannya.

Cukup mengherankan jika masih ada sebagian pihak menjadikan tampang atau penampilan sebagai tolak ukurnya. Penampilan? Tidak tahukah penampilan itu bisa menipu?.

Seorang jenderal yang penampilannya murah senyum tidak tahunya hanya seorang diktator. Pun bisa saja seorang jenderal yang penampilannya sopan, santun dan saat bicara cenderung teratur seperti layaknya seorang yang berpendidikan tinggi, tapi apa yang dikatakannya tak lebih dari hari-hari omong kosong atau pepesan kosong saja.

Washington Post yang melakukan blunder atas salah penyebutan nama pada foto yang terlampir, dan tidak ada kaitannya dengan penampilan seorang Jokowi.

Jika masih belum paham juga hal yang sederhana seperti ini, tapi di sisi lain mengaku dirinya seorang yang terpelajar atau berpendidikan tinggi, entah apa lagi yang mesti dikatakan.

Mengapa Washington Post yang merupakan salah satu surat kabar terkemuka atau memiliki nama besar di Amerika Serikat, juga di dunia bisa melakukan sebuah kesalahan fatal atau blunder tadi? Entahlah, tapi yang jelas bukan Jokowi yang harus menjelaskannya.

Sumber berita: kompas.com, sumber gambar.