Tag: vietnam

Levon Aronian Juara FIDE World Chess Cup 2017 di Tbilisi

Levon Aronian Juara FIDE World Chess Cup 2017 di Tbilisi

Adahati.com – Levon Aronian juara Piala Dunia (FIDE World Chess Cup) 2017 yang berlangsung tanggal 2-28 September 2017 di Tblisi, Georgia.  Prediksi Levon Aronian juara turnamen catur elit ini sebelumnya sudah pernah dibahas di sini.

Pecatur Armenia berdarah Yahudi ini mengalahkan pecatur Vietnam, Ding Liren di babak final Piala Dunia 2017 melalui pertandingan tie-breaks.

Sebelumnya pada empat pertandingan catur standar kedua Grandmaster tadi hanya bermain imbang atau remis.

Perjalanan pecatur Armenia Levon Aronian juara FIDE World Chess Cup 2017 dengan lawan-lawan yang dihadapinya adalah sbb:

  • Daniel Cawdery (2449, Kolumbia), skor akhir 2-0.
  • Hou Yifan (2670, China), skor akhir 4-2.
  • Maxim Matlakov (2728, Rusia), skor akhir 4,5-3,5.
  • Daniil Dubov (2666, Rusia), skor akhir 1,5-0,5.
  • Vassly Ivanchuk (2772, Ukraina), skor akhir 1,5-0,5.
  • Maxime Vachier-Lagrave (2804, Perancis), skor akhir 5-4.
  • Ding Liren (2771, Vietnam), skor akhir 4-2.

Pada babak final FIDE World Chess Cup 2017 di Tiblisi, Georgia ini Levon Aronian memegang buah catur putih saat menghadapi Ding Liren di pertandingan pertama catur standar, dan berakhir remis pada langkah ke 37. Selanjutnya ia memegang buah catur hitam, tapi kembali remis pada langkah ke 75.

Pertandingan catur standar ketiga dan keempat pun masih berakhir imbang, masing-masing pada langkah ke 31 dan 52. Maka penentuan gelar juara lewat pertandingan tie-breaks dengan waktu kontrol (time control) yang lebih singkat.

Pada pertandingan tie-breaks pertama Levon Aronian memegang buah catur putih, dan sukses mengalahkan Ding Liren pada langkah ke 30.

Giliran Ding Liren yang memegang buah catur putih pada pertandingan tie-breaks kedua, dan wajib menang agar masih ada peluang untuk meraih gelar juara FIDE World Chess Cup 2017, tapi kembali ia menelan kekalahan.

Putih menjalankan Bf1-e1 langkah ke 31, dan diagram caturnya seperti ini:

Levon Aronian Juara

Langkah hitam selanjutnya adalah Md8-h4.

  • Be5-e8 + … Rh8-g7
  • Be1-g1 …… Rg7-f6

Levon Aronian Juara

Putih menyerah kalah di sini, dan Levon Aronian juara FIDE World Chess Cup 2017 di Tiblisi, Georgia. Prestasinya ini mengulangi kejadian sebelumnya di Khanty-Mansiysk, Rusia di mana pecatur Armenia Levon Aronian juara FIDE World Chess Cup 2005.

Notasi selengkapnya bisa dilihat di sini (juga notasi seluruh pertandingan Levon Aronian – arahkan kursor ke namanya, kemudian klik tanda “mata” -)

Hadiah sebesar USD 120.000 (net USD 90.000) diberikan kepada Levon Aronian, sedangkan Ding Liren runner up Piala Dunia 2017 mendapat hadiah sebesar USD 80.000 (net USD 64.000), dan keduanya pun berhak mengikuti Turnamen Kandidat 2018 untuk menantang juara dunia Magnus Carlsen.

Demikianlah sekilas info catur terkini.

Gens Una Sumus.

Artikel-artikel catur lainnya yang masih berkait dengan Piala Dunia (FIDE World Chess) 2017 yang berlangsung di Tiblisi, Georgia bisa dilihat di bawah ini:

Sumber berita: chess24.com, dan sumber gambar: youtube.com.


Terjadi Perkelahian antara Timnas Indonesia dan Malaysia?

Terjadi Perkelahian antara Timnas Indonesia dan Malaysia?

Terjadi Perkelahian antara Timnas Indonesia dan Malaysia Nantinya?

Adahati.com – Benarkah akan terjadi perkelahian pada pertandingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia di babak semifinal Sea Games 2017?

Sebelumnya ada 3 prediksi di sini. Prediksi pertama, Vietnam mengalahkan Thailand dan keluar sebagai juara Grup B. Prediksi kedua, Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja dan lolos sebagai runner-up Grup B sehingga bertemu Malaysia juara Grup A. Prediksi ketiga, terjadi perkelahian pada pertandingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia.

Memang pertandingan antara Timnas Indonesia dan Kamboja serta Vietnam dan Thailand di Grup B baru akan berlangsung beberapa jam lagi atau tepatnya pada pukul 15.00 WIB hari ini, Kamis (24/8/2017). Namun sebenarnya sudah bisa diperkirakan hasil akhir pertandingan tadi seperti pernah dibahas sebelumnya di sini.

Yakinlah, skor akhir antara Vietnam dan Thailand tidak imbang, juga tidak perlu terlalu khawatir Timnas Indonesia harus menang 3-0 atau lebih dari Kamboja. Cukup bermain menang saja. Di media massa memang kesannya ramai dengan begitu banyak analisis, ucapan atau pernyataan yang terlontar dari berbagai pihak, tapi semua itu cenderung supaya media massa tersebut laku atau banyak dibaca orang.

Bahkan ada yang bernazar seandainya Timnas Indonesia juara Sea Games 2017, tapi nazarnya bukan jalan kaki Yogya-Jakarta atau sebaliknya.

Kembali bahas prediksi ketiga, diasumsikan prediksi pertama dan kedua sudah tepat.

Prediksi akan terjadi perkelahian antara Timnas Indonesia dan Malaysia di babak semifinal latar belakangnya antara lain adanya kasus bendera terbalik, pun selama ini memang sudah cukup panas situasinya. Wajar saja jika ada prediksi akan terjadi perkelahian, entah antar pemain atau pendukung atau keduanya.

The Lohmenz Institute melihat ada potensi lucu di sini jika benar terjadi perkelahian. Apa sih yang diperebutkan? Medali emas cabang olahraga sepakbola Sea Games atau Asia Tenggara? Sudah banyak yang bicara di tingkat dunia tanpa ribut atau berisik, ini cuma Asia Tenggara saja kok sampai terjadi perkelahian?

Mudah-mudahan saja tidak terjadi perkelahian di babak semifinal nanti.

Semua prediksi di atas tadi bisa saja meleset karena bola itu bundar. Namun apabila harapan itu terpenuhi, yaitu tidak terjadi perkelahian pada pertandingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia, baik antar pemain maupun pendukung, The Lohmenz Institute akan bernazar jalan kaki dari Yogya ke Jakarta atau sebaliknya, tapi dengan catatan yang sebelumnya bernazar seperti itu sudah melakukannya.

Sumber gambar.


Timnas Indonesia Lolos, tapi Tetap Saja Tidak Juara

Timnas Indonesia Lolos, tapi Tetap Saja Tidak Juara

Timnas Indonesia Lolos, tapi Tetap Saja Tidak Juara

Adahati.com – Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal Sea Games 2017 setelah bermain imbang 0-0 melawan Vietnam tadi malam (22/8/2017).

Prediksi ini berdasarkan pada pertandingan berikutnya Timnas Indonesia yang telah mengumpulkan 8 poin hanya melawan tim lemah Kamboja, sedangkan Vietnam dan Thailand meski masing-masing memiliki 10 poin tapi salah satu dari mereka terancam gagal lolos ke babak berikutnya karena harus saling mengalahkan.

Bagaimana jika Vietnam dan Thailand bermain imbang? Bukankah Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal Sea Games 2017 hanya tinggal mimpi saja jika tidak mampu menang dengan skor 3-0 atau lebih melawan Kamboja?

Tenang saja, Timnas Indonesia cukup menang 1-0, sebab Vietnam dan Thailand kecil kemungkinannya akan bermain imbang atau salah satu dari mereka ada yang kalah.

The Lohmenz Institute sudah memprediksikan hal ini. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal Sea Games 2017 tinggal menunggu waktu saja. Yakinlah, Vietnam dan Thailand tidak akan bermain imbang. Salah satu dari mereka ada yang tersingkir, dan kemungkinan besar akan dialami oleh Timnas Thailand yang terpaksa angkat koper terlebih dahulu.

Prediksi atau ramalan The Lohmenz Institute ini mungkin saja salah atau tidak benar. Meleset, entah meleset sedikit atau meleset jauh sekali jika terjadi hal-hal yang tak terduga nantinya mengingat bola itu masih bundar.

Namun seandainya pun Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal tetap saja tidak juara atau kembali gagal lagi. Nah, jika Timnas Indonesia tidak juara, apa lagi alasan yang bisa menghibur diri? Siapa atau apa yang layak dijadikan kambing hitam? Apakah para komentator televisi yang menyiarkan langsung pertandingan Timnas Indonesia itu sering mengajak berdoa para pemirsa pada momen-momen tertentu?

Entah apa alasannya nanti jika Timnas Indonesia tidak juara, tapi seharusnya bukan sesuatu yang aneh dan baru. Sudah biasa, pun seandainya pada Sea Games berikutnya tidak juara lagi tidak perlu kaget, takjub, atau terperangah sedemikian rupa.

Santai saja, belanda masih jauh.

Sumber gambar.