Tag: Rizieq Shihab

Ahmad Dhani Blak-blakan, tapi Cenderung Membosankan?

Ahmad Dhani Blak-blakan, tapi Cenderung Membosankan?

Adahati.com – Ahmad Dhani blak-blakan terkait status tersangka yang kini disandangnya. Berawal sebuah cuitan dari akun Twitter-nya, “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu diludahi muka nya – ADP”.

Ia dilaporkan atas tuduhan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pelapornya adalah Jack Lapian seorang mantan relawan Ahok-Djarot.

Sila baca: Ahmad Dhani Panik Setelah Bersatus Tersangka?

Meski diberitakan detik.com di sini bahwa Ahmad Dhani blak-blakan, tapi cenderung membosankan, atau tidak ada yang baru dan menakjubkan. Hanya pengulangan kata, klaim sepihak, atau sekadar “lagu lama” yang kembali diputar ulang.

Lagu ini, lagu kenangan
Yang tak kan kulupakan – Senandung Rindu.

Menurut berita Ahmad Dhani blak-blakan, antara lain seperti ini pernyataannya:

Laporan yang membuat dirinya menjadi tersangka adalah laporan yang tidak jelas, kata Ahmad Dhani blak-blakan. Tentu maksudnya bukan polisi tidak bisa membaca kata-kata dalam laporan Jack Lapian karena gelap atau buram. Namun di sisi lain, jelas atau tidak jelas, pihak kepolisian telah menetapkannya sebagai tersangka.

Ia pun merasa tidak menimbulkan kebencian atau bernuansa SARA dari cuitan akun Twitter-nya tadi. Kembali cenderung klaim sepihak seperti di atas, tapi menurut berita Ahmad Dhani blak-blakan.

Ahmad Dhani blak-blakan dan mengaitkan perkembangan kasusnya dengan acara reuni 212. Ia pun merasa dirinya adalah orang yang ditunggu-tunggu oleh massa 212 pada 2 Desember nanti. Masih cenderung klaim sepihak lagi.

Siap ditahan, kata Ahmad Dhani blak-blakan. “Ya kalau siap ditahan berarti kan siap dikriminalisasi. Kalau saya ditahan, berarti itu dikriminalisasi.”

Dikriminalisasi? Pernyataan “dikriminalisasi”, “Saya sudah dikriminalisasi” atau semacam itu bukan hal yang baru dan menakjubkan. Sebelumnya pun sudah pernah ada pihak tersangka lain yang mengatakan seperti itu.

“Pesan Habib Rizieq, mau menjadi warga yang taat hukum, tapi jangan dikriminalisasi,” begitu antara lain pernyataan Eggi Sudjana di sini.

“Saya jangan dikriminalisasi,” kata Buni Yani di sini.

Lagu ini, lagu kenangan
Yang tak kan kulupakan

Jika Buni Yani telah dijatuhi hukuman oleh pengadilan, Rizieq Shihab tersangka kasus dugaan pornografi itu menurut lelucon dari sebagian pihak, lupa jalan pulang atau masih nyasar mulu, makanya belum sempat memenuhi panggilan pihak kepolisian.

Bagaimana dengan Ahmad Dhani? Sampai saat ini ia belum diajukan ke pangadilan, atau belum ada keputusan pengadilan yang menyatakan dirinya bebas atau bersalah. Tapi di atas tadi Ahmad Dhani blak-blakan menyatakan dirinya siap ditahan.

Siap atau tidak siap, entah Ahmad Dhani atau orang lain, markimak (mari kita simak) sejenak lagu lama yang pernah populer dan dinyanyikan ulang oleh Yuni Shara.

Lagu ini, lagu kenangan
Yang tak kan kulupakan

*Sumber gambar: youtube.com.


Megawati Tetap Dukung Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

Megawati Tetap Dukung Ahok Jadi Gubernur DKI Jakarta

Adahati.com – Megawati, termasuk Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi belakangan ini kalah tenar dibanding Rizieq Shihab seperti pernah ditulis sebelumnya di sini

Namun bukan berarti nama Megawati tenggelam. Masih ada beritanya, dan judul beritanya pun cukup keren, yaitu Buku Jadi Tanda ‘Cinta’ Megawati untuk Ahok.

Rizieq Shihab pun sempat mengatakan ‘cinta’. “Besok yang dipanggil Ustaz Bachtiar Nasir dan Haji Munarman. Saya mestinya besok, tapi dimundurin tanggal 1 Februari. Kelihatannya polisi cinta sama kita, pingin kita kumpul terus.”

Mengapa jadi rajin bicara cinta? Apakah karena cinta bisa membuat dunia ini ceria, dan jauh dari ujaran kebencian? Tapi jangan sekali-kali mengatakan “cinta atau kasih sayang tak mengenal jenis kelamin”. Mungkin bisa mengamuk boss FPI tadi.

Nama Megawati kali ini masuk berita terkait ulang tahunnya yang ke 70. Di sinilah Ketua Umum PDIP itu mengatakan alasannya untuk tetap mendukung Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sambil memberikan buku yang berjudul “Megawati dalam catatan wartawan bukan media darling biasa” kepada Ahok, ia mengatakan:

“Itu adalah nurani saya, lho kalau cari pemimpin ya beneran saja dan saya lihat beliau bisa memimpin dan saya tetap memilih dia dan tetap mendukung dia.”

Masih ada parpol yang mencari pemimpin tidak benar atau asal cari pemimpin? Mungkin ada sebagian pihak yang heran, kemudian timbul pertanyaan seperti ini. Adakah pemimpin yang tidak benar, tapi masih berusaha keras untuk menjadi pemimpin seperti Gubernur DKI Jakarta? Megawati tidak menjelaskan maksud ucapannya “kalau cari pemimpin ya beneran saja”, juga tidak menjelaskan seperti apa kriteria pemimpin yang benar tadi.

Jangan-jangan maksudnya putri Bung Karno dan Ketua Umum PDIP tadi seperti ini. Kalau cari pemimpin jangan asal pilih, tapi pilihlah orang yang pernah memimpin dan terbukti serta teruji kemampuannya menjadi seorang pemimpin, misalnya pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta. Sudah jelas ada hasil karyanya, dapat dirasakan oleh masyarakat, bukan seperti kandidat gubernur lain yang sampai saat masih belum jelas dan teruji kemampuannya.

Sumber gambar.


Rizieq Shihab akan Dijemput Paksa

Rizieq Shihab akan Dijemput Paksa

Adahati.com – Rizieq Shihab boss FPI diadukan oleh Soekmawati Soekarnoputri atas tuduhan melecehkan Pancasila. Ia pun dituduh telah menghina kehormatan dan martabat sang proklamator, Bung Karno.

Tidak sedikit pihak yang mengira masalahnya sudah dilupakan, karena beritanya nyaris tak terdengar lagi. Menurut Kapolri, Rizieq Shihab telah dipanggil pada 5 Januari 2017 lalu, tapi tidak datang dengan alasan sakit. Rencananya pemanggilan kedua akan dilakukan 12 Januari 2017 nanti.

Bagaimana kalau Rizieq Shihab masih mangkir? Kapolri menegaskan pihaknya akan melakukan upaya paksa. “Kita lihat, datang atau tidak. Jika datang diperiksa. Jika tidak, sesuai hukum, KUHAP tentu kita lakukan surat perintah membawa,” tegasnya di sini.

Rizieq Shihab termasuk salah satu pihak yang menuntut keras supaya Ahok diproses secara hukum saat merebaknya kasus dugaan penistaan agama. Ahok pun tidak beralasan sakit, dan atas kemauannya sendiri datang ke kantor polisi

Penggemar catur yang baik hati, tidak sakit-sakitan, sehat selalu, juga gemar menabung dan tidak sombong, Tante C cukup tertarik dengan kata “paksa” terkait berita tentang Rizieq Shihab yang dituduh telah menghina Pancasila, juga kehormatan dan martabat proklamator Bung Karno di atas tadi.

Kata “paksa” ini cenderung berkonotasi negatif, tapi tidak selamanya seperti itu. Kapolri Tito Karnavian pun ada mengatakan “sesuai hukum” atau KUHAP yang menjadi dasar menerapkan kata “paksa” tadi.

Bagaimana kalau kata “paksa” ini diterapkan di catur?

Tidak masalah, bahkan bisa meraih kemenangan seperti ditunjukkan pada Trik dan Problem Catur yang Sederhana di bawah ini:

  • Hitam sudah kalah satu perwira Gajah, tapi ia memiliki keunggulan posisi.
  • Gajah hitam di petak c6 mengancam Benteng putih di petak f3.
  • Diagonal c6-f3-h1 dan e2-f1-h3 terlihat pada bentuk bangunan caturnya.

 

  • Langkah hitam selanjutnya? Mudah saja, tidak sulit dan rumit, karena hitam sampai saat ini masih sehat atau tidak sakit-sakitan atau pura-pura sakit.
  • Bg8-g4!

 

  • Langkah hitam tadi pun memaksa putih bertekuk lutut atau menyerah kalah.
  • Karena Menteri putih terhalang pandangannya ke petak f3.
  • Masih bingung juga?
  • Pegangan.

Gens Una Sumus.

sumber gambar: youtube.com.


Mempermalukan Siapa yang Dimaksud Ahok?

Mempermalukan Siapa yang Dimaksud Ahok?

Adahati.com – Siapa yang dimaksud Ahok? Mengapa ia mengeluarkan kata “mempermalukan”? Sebelumnya Ahok menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dan eksepsi pembelaannya ditolak oleh majelis hakim.

Mengingat jalannya sidang nanti cukup lama, sedang cuti Ahok akan berakhir tanggal 11 Februari 2017, maka ia akan dinonaktifkan.”12 Februari, Saya nggak mungkin kembali bertugas jadi gubernur, pasti akan di non aktifkan,” kata Ahok di sini.

Ia pun meminta para pendukungnya agar tidak meragukan Djarot, karena wakilnya itu memiliki kemampuan dan pengalaman sebagai Bupati, selain dirinya pun masih bisa tetap berkoordinasi dengan Djarot nantinya.

Ahok juga berharap keadilan tetap ditegakkan. Siapa pun yang diduga melakukan penistaan agama harus diproses. “Kita harap keadilan tetap ditegakkan. Yang melakukan penistaan agama, siapa pun harus diproses,” kata Ahok di sini.

Apakah Ahok sedang menyindir kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Rizieq Shihab? Berita tersebut tidak menjelaskannya lebih lanjut.

Kembali ke pertanyaan semula. Mempermalukan siapa yang dimaksud Ahok?

“Saya harap tetap berjuang untuk menang satu putaran. Kalau kita menang satu putaran, akan mempermalukan orang-orang yang selama ini menyudutkan saya,”

Penggemar catur yang baik hati, rajin menabung dan tidak sombong, menurut pendapat Tante C, sulit bagi pasangan cagub Ahok-Djarot untuk memenangkan Pilkada DKI satu putaran saja mengingat ada kasus dugaan penistaan agama.

Bukannya tak mungkin Ahok-Djarot menang satu putaran, dan mempermalukan orang-orang yang menyudutkannya selama ini. Hari H Pilkada DKI 2017 masih sekitar satu setengah bulan lagi. Mungkin saja ada cagub lain yang melakukan blunder juga.

Sebuah blunder bisa membuat orang menyesal karena blunder itu menyakitkan, seperti blunder pada Trik dan Problem Catur yang Sederhana di bawah ini:

  • Putih masih sulit menembus pertahanan hitam, tapi memang dasarnya hitam mreki (pelit), langkah hitam selanjutnya seperti ini:
  • b7-b5?

  • Hitam terlalu pelit, takut pionnya dimakan, dan akhirnya blunder.
  • Langkah putih selanjutnya?
  • Kd6-f5!

  • Hitam pun menyerah kalah.
  • Masih bingung, kenapa putih yang menang?
  • Pegangan.

Sumber gambar. 


Ahok Mendoakan dan Minta Didoakan, Ada yang Salah?

Ahok Mendoakan dan Minta Didoakan, Ada yang Salah?

Adahati.com – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendoakan Julia Perez (Jupe) yang saat ini sedang terbaring di RS Cipto Mangunkusomo karena terkena penyakit kanker serviks stadium empat. Setelah Ahok mendoakan Jupe, ia pun berkata seperti ini: “Dan jangan lupa doain saya juga ya,” kata Ahok sambil tersenyum ramah ke Jupe yang mengamini (detik.com).

Meski berita tersebut tidak menyebut seperti apa bentuk doa Ahok kepada Jupe, tapi bisa diperkirakan Ahok mendoakan Jupe agar cepat sembuh. Mengenai Ahok minta didoakan, apakah ia minta didoakan agar terlepas dari kasus dugaan penistaan agama yang dialaminya? Berita tersebut pun tidak menjelaskannya secara rinci.

Tapi bicara tentang kasus dugaan penistaan agama, terbetik sebuah berita bahwa pentolan FPI, yaitu Rizieq Shihab dilaporkan oleh Pimpinan Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) ke Polda Metro Jaya karena ceramahnya di Pondok Kelapa pada 25 Desember 2016.

Berita selengkapnya bisa dilihat di sini.

Ada yang menarik dari permintaan para pelapor tadi, yaitu mereka meminta agar penanganan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Rizieq Shihab diproses secara cepat. Kata “cepat” ini pun pernah dilontarkan oleh sebagian pihak di awal merebaknya kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok hingga keluar pernyataan “Lebaran Kuda”. Apakah pernyataan “Lebaran Kuda” itu gaungnya pun akan kembali menggema, atau ada istilah lainnya?

Balik lagi bahas Ahok dan Jupe yang terkena kanker dan berbaring di RS Cipto Mangunkusumo. Hal yang biasa kata “cepat” terucap saat mendoakan orang yang sedang sakit, misalnya “semoga cepat sembuh”. Terasa janggal jika mengatakan “semoga penyakitnya cepat diproses oleh pihak kepolisian”.

Penyakit adalah urusan dokter, bukan polisi kecuali “penyakit sosial” seperti senang miras, berjudi, penyalahgunaan narkoba, dan seterusnya.

Ahok mendoakan Jupe, kemudian minta didoakan, ada yang salah? Tentu saja tidak, karena doa mengandung nilai yang positif. Umumnya orang yang masih waras atau normal cenderung senang didoakan, terlepas siapa yang mendoakan.

Sumber gambar, dan berita detik.com.