Tag: real madrid

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Adahati.com – Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Namun sebelum ada fans Barcelona yang kebakaran jenggot atau pihak lain yang riang gembira, ada baiknya tenangkan hati dan pikiran ini terlebih dahulu. Jangan langsung sewot atau riang gembira seperti orang gila.

Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions adalah sebuah prediksi yang diperkirakan cukup jitu berdasarkan hasil undian babak perempat final.

Barcelona Vs AS Roma
Sevilla Vs Bayern Muenchen
Juventus Vs Real Madrid
Liverpool Vs Manchester City

Pada tulisan sebelumnya di sini – Barcelona Terpuruk di Liga Champions Soal Waktu Saja? – ada dikatakan jika hasil undian babak perempat final nanti bertemu dengan Manchester City, Real Madrid atau Bayern Muenchen, maka Barcelona akan terpuruk, kalah, atau Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions.

Namun hasil undian babak perempat final tadi menyebutkan Barcelona akan berhadapan dengan AS Roma. Artinya kemungkinan Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions bukan terjadi di babak itu, melainkan di babak berikutnya.

Jika ada sebagian pihak yang mengatakan “bola itu bundar, bukan peang”, atau belum tentu AS Roma yang terjengkang, tapi bisa saja Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions karena begini dan begitu, maka tidak perlu dibahas lebih lanjut, karena memang benar sampai saat ini bola itu masih bundar, bukan peang.

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Tapi perhitungan di atas kertas berdasarkan prestasi, kualitas permainan dan rata-rata skill individu pemain, Barcelona masih di atas AS Roma, dan wajar saja lolos ke babak berikutnya, meski agregat skor nantinya tidak sampai 5 gol, karena pertandingan antara Barcelona dan AS Roma ini diperkirakan akan berlangsung ketat yang berujung bukan Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions.

Pada pertandingan babak perempat final lainnya juga akan berlangsung ketat, tapi yang berhasil lolos selain Barcelona diperkirakan adalah Bayern Muenchen, Real Madrid dan Manchester City. Inilah empat tim yang akan berada di babak semifinal nanti.

Tapi bukankah Liga Champios selalu menghadirkan kejutan-kejutan? Ya, tapi kejutan yang benar-benar kejutan bukan Juventus menyingkirkan Real Madrid di babak perempat final, melainkan Barcelona juara Liga Champions musim ini.

Bagaimana mungkin Barcelona yang masih memiliki 6 faktor kelemahan seperti sudah dibahas pada tulisan sebelumnya itu, tapi bisa juara? Bukannya Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions di babak semifinal karena akan berhadapan dengan Bayern Muenchen, Real Madrid, atau Manchester City?

Seandainya pun lolos ke babak final karena bertemu dengan Juventus yang sukses menendang Real Madrid, tetap saja Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions atau bukan Barcelona yang akan tampil sebagai juaranya nanti.

Kasihan Messi, jika Barcelona lolos ke babak final tapi tidak juara. Selama ini ia hanya mengalami kepahitan babak final di Piala Dunia dan Copa America saja, namun ternyata bukan hanya terjadi pada dua ajang turnamen itu, di Liga Champions juga.

Dunia ini memang panggung sandiwara, dan ceritanya bisa berubah atau lain lagi ceritanya jika Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions di babak semifinal.

Ceritanya pun makin seru dan tegang saja jika ada kejutan yang benar-benar bisa membuat orang lain terkejut, yaitu Barcelona juara Liga Champions musim ini.

Hidup adalah drama yang tak bertepi, oh yeah.

*Sumber gambar: youtube.com.


Mourinho Terkesan Cengeng dan Menolak Kenyataan?

Mourinho Terkesan Cengeng dan Menolak Kenyataan?

Adahati.com – Pelatih atau manajer Manchester United saat ini, yaitu Jose Mourinho terkesan cengeng. Sosok yang selama ini digadang-gadangkan sebagai salah satu manajer terbaik di dunia ternyata bisa cengeng atau terkesan cengeng juga.

Jose Mourinho terkesan cengeng saat menanggapi berita di media yang menurut pendapatnya tidak adil terhadap Manchester United, para pemain dan juga dirinya. Manchester United sudah bermain baik dan memenangkan banyak pertandingan, tapi media tetap saja menilainya rendah atau terkesan merendahkan.

Ia pun membesarkan hati anak asuhnya terkait perlakuan media yang tidak adil tadi. “Saya harus mengatakan, kami tim yang sangat bagus. Namun, terkadang saya membaca beberapa berita yang menunjukkan kami tidak seperti itu. Kami dianggap bukanlah tim yang hebat. Itulah realitanya,” tutur Mourinho terkesan cengeng di sini.

Media disalahkan? Entah mengapa Jose Mourinho terkesan cengeng begini. Mungkin dia lupa, selama ini namanya bisa menjadi besar karena tak luput dari peran media yang sengaja atau tidak sengaja ikut membesarkan namanya. Padahal, jika dikaji lebih dalam terkait strategi dan taktiknya selama ini cenderung biasa saja.

Jose Mourinho berperan cukup besar di saat awal kejayaan Chelsea, tapi ketika menjadi manajer Inter Milan biasa saja, meski berhasil mempersembahkan treble winner, dan boleh dibilang gagal saat menangani Real Madrid.

Taktik “parkir bus” yang diterapkannya pun menjadi bahan olok-olokan dunia, dan Mourinho terkesan cengeng saat Real Madrid kalah melawan Barcelona. Ada saja alasan yang keluar dari mulutnya. Ia pun pintar memanfaatkan media untuk menyalurkan alasannya tadi sekaligus ikut melambungkan namanya.

Dan kini Mourinho pun menyalahkan media karena menurut pendapatnya bersikap tidak adil? Benarkah Manchester United adalah tim yang hebat di bawah asuhannya?

Ikut Liga Champions musim ini saja karena beruntung dan Manchester United juara Liga Europa. Jangan-jangan ikut Liga Champions musim depan pun karena beruntung lagi disebabkan aturan baru mengatakan urutan 4 Liga Inggris pun langsung lolos.

Saat ini Manchester United berada di urutan 3 klasemen sementara Liga Inggris.

Mourinho Terkesan Cengeng

Mourinho Terkesan Cengeng

Apakah Jose Mourinho terkesan cengeng lagi beberapa bulan kemudian karena Manchester United yang dikatakannya sebagai tim hebat berada di urutan 4 di akhir musim kompetisi? Dan kembali media yang disalahkan, serta menolak kenyataan?

Mudah-mudahan Manchester United bisa juara Liga Inggris musim ini karena Manchester City mengalami 10 kali kekalahan beruntun, begitu juga Liverpool, Tottenham Hotspur, dan tim lainnya yang masih memiliki kans juara, supaya Jose Mourinho terkesan cengeng tadi hilang dengan sendirinya.

Tapi di sisi lain ada yang mengatakan selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi.

*Sumber gambar: youtube.com.


Lionel Messi Raih Sepatu Butut Eropa

Lionel Messi Raih Sepatu Butut Eropa

Lionel Messi Raih Sepatu Butut Eropa

Adahati.com – Siapa yang tak kenal Lionel Messi? Hanya orang yang kuper (kurang pergaulan) saja yang tak kenal pemain yang berasal dari planet lain ini.

Meski sebagian pihak mengecam prestasi yang diberikannya kepada Argentina tidak sebanding Barcelona, tapi masih banyak pihak yang menganggapnya sebagai pemain terbaik di dunia melebihi pemain Real Madrid Christian Ronaldo yang usianya sudah menua dan larinya pun mulai lamban itu.

Perbandingan atau membandingkan kehebatan antara Messi dan Ronaldo seakan tak pernah habis dibicarakan saat ini, tapi suatu saat nanti ketika kedua pemain ini sudah pensiun, dunia pun akan mengakui dan membenarkan memang Lionel Messi jauh lebih hebat dibanding Christian Ronaldo.

Baru-baru ini pun Lionel Messi raih Sepatu Butut sebagai bentuk penghargaan kepada pemain yang mencetak gol terbanyak di Eropa.

Ia mencetak 37 gol di Liga Spanyol musim kompetisi 2016-2017, terbanyak dibanding pemain-pemain lainnya.

1. Lionel Messi (Barcelona) – 37 gol – 74 poin
2. Bas Dost (Sporting CP) – 34 gol – 68 poin
3. Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund) – 31 gol – 62 poin
4. Robert Lewandowski (Bayern Munchen) – 30 gol – 60 poin
5. Edin Dzeko (AS Roma) – 29 gol – 58 poin
6. Harry Kane (Tottenham Hotspur) – 29 gol – 58 poin
7. Luis Suarez (Barcelona) – 28 gol – 56 poin
8. Dries Martens (Napoli) – 28 gol – 56 poin
9. Edinson Cavani (PSG) – 35 gol – 52,5 poin**
10. Andrea Belotti (Torino) – 26 gol – 52 poin

Sebelumnya Lionel Messi raih Sepatu Butut ini pada tahun 2010, 2012, dan 2013.

Ia pun mengatakan penghargaan Sepatu Butut ini diraih atas bantuan tim. “Tanpa rekan setim, saya tidak akan mencetak banyak gol pada musim lalu,” katanya di sini.

Membosankan? Boring…boring…boring.

Messi pun mengeluarkan pernyataan yang membosankan lainnya. Penampilan Real Madrid belakangan ini berantakan dan acak kadut, tapi ia enggan menganggap remeh.

“Saya tidak pernah mengesampingkan Real Madrid, meski mereka tidak menuai hasil positif. Saya tidak pernah meragukan jika Real Madrid akan berjuang sampai akhir untuk memenangi trofi, seperti yang mereka tunjukkan setiap musim,” katanya di sini.

Boring…boring…boring!

Demikianlah sekilas berita tentang Lionel Messi raih Sepatu Butut Eropa.

*Ralat: ternyata yang benar adalah Messi raih Trofi Sepatu Emas Eropa.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Kritis dan Tipis Peluangnya Juara Liga Spanyol

Barcelona Kritis dan Tipis Peluangnya Juara Liga Spanyol

Adahati.com –Barcelona kritis, dan peluangnya menjuarai Laliga pun semakin tipis saja, meski memenangkan pertandingan ke 35 musim kompetisi 2016-17 dini hari tadi.

Bertindak sebagai tamu dalam “derby catalan” melawan Espanyol terlihat pemain Barcelona seperti kehilangan akal untuk menembus pertahanan lawan, bahkan Espanyol cenderung menekan dan bermain agresif. Trio penyerang Barcelona – Messi, Neymar dan Suarez – tidak berkutik, dan babak pertama berakhir imbang 0-0.

Jika pertandingan “derbi catalan” ini berakhir imbang, Barcelona kritis mengingat hanya tinggal sisa tiga pertandingan lagi, sementara musuh bebuyutannya Real Madrid semakin besar peluangnya menjuarai Laliga musim ini. Tidak ada kata lain selain memenangkan “derby  catalan” demi menjaga peluang Barcelona sekaligus terus menempel ketat Real Madrid di puncak klasemen.

Di babak kedua permainan Barcelona mulai berkembang dan menekan lawannya. Pertandingan baru berjalan sekitar 5 menit, Luis Suarez berhasil memanfaatkan kesalahan lawan yang melakukan back pass. Bola pun berhasil dicurinya, kemudian dengan mudah menceploskannya ke gawang lawan.

Skor sementara 0-1 sekaligus  menaikkan mental para pemain Barcelona.

Menit 76, solo run Lionel Messi dari lapangan tengah mengacaukan konsenstrasi lini pertahanan lawan. Suarez bergerak ke arah kanan mencari tempat untuk menerima bola, tapi Messi dengan cerdik mengumpan bola ke kiri dan di sana ada Rakitic yang sekali sentuh dengan kaki kirinya memperdaya kiper lawan yang mati langkah. Bola pun bergulir mulus ke pojok kiri gawang Espanyol.

Unggul dua gol tidak membuat Barcelona mengendurkan serangannya, alhasil menit 87 kembali Suarez mencetak gol, memanfaatkan kesalahan pemain belakang lawan yang hendak membuang bola, tapi bolanya justru jatuh ke kaki Suarez yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Skor akhir 0-3 untuk kemenangan Barcelona.

Meski menang, Barcelona kritis dan semakin tipis peluangnya juara Liga Spanyol mengingat sebelumnya Real Madrid yang menjamu Valencia berhasil memetik tiga poin berkat kemenangan 2-1 yang diperolehnya. Ronaldo membuka gol menit 27 lewat sundulan kepalanya setelah menerima umpan lambung dari sisi kanan yang dilepas oleh Dani Carvajal. Babak pertama pun Madrid unggul 1-0.

Namun di babak kedua tendangan bebas pemain Valencia Dani Parejo menit 82 menjebol gawang Real Madrid dan menyamakan kedudukkan menjadi imbang 1-1. Hanya sekitar 8 menit lagi sisa pertandingan, hasil imbang akan merugikan Real Madrid, tapi tak lama kemudian menit 86 Marcelo berhasil membobol gawang lawan, dan skor 2-1 ini pun bertahan hingga wasit meniup peluit terakhirnya.

Kemenangan 2-1 Madrid atas Valencia menaikkan posisinya ke peringkat pertama klasemen, tapi kemenangan 3-0 Barcelona di “derby catalan” kembali melorotkan posisinya dengan menyisakan satu pertadingan lebih dibanding Barcelona.

Berikut lawan-lawan yang akan dihadapi oleh kedua musuh bebuyutan ini di sisa pertandingan kompetisi Liga Spanyol musim 2016-17:

Barcelona Vs: Villareal (K, 6/5/17), Las Palmas (T, 14/5/17), dan Eibar (K, 21/5/17).

Real Madrid Vs: Granada (T, 7/5/17), Sevilla (K, 14/5/17), Malaga (21/5/17) dan satu laga Tandang tunda melawan Celta de Vigo yang belum ditentukan jadwalnya.

Terlihat posisi Barcelona kritis. Seandainya pun Barcelona memenangkan semua pertandingan sisa, juara Laliga diraihnya jika Madrid kehilangan tiga poin, entah kalah satu kali atau imbang tiga kali di pertandingan sisanya.

Mengingat lawan berat Madrid hanya Sevilla, dan itu pun pertandingan kandang, jelas posisi Barcelona kritis dan tipis peluangnya juara Laliga musim ini.

Sumber gambar.


Tata Steel Chess: Pecatur Juga Manusia Biasa

Tata Steel Chess: Pecatur Juga Manusia Biasa

Adahati.com – Tata Steel Chess 2017, sebuah turnamen catur elit dunia yang berlangsung di Wijk aan Zee, Belanda (14-29 Januari 2017). Unntuk kelompok Masters dan siapa saja 14 pecatur top yang mengikuti Tata Steel Chess 2017 bisa dilihat di sini.

Saat ini para peserta sedang istirahat sejenak, dan rangkuman hasil dari 4 babak yang dipertandingkan sebelumnya adalah seperti ini:

  • Babak pertama.

Dari 7 pertandingan yang dimainkan hanya menghasilkan satu kemenangan saja, yaitu saat Pavel Eljanov mampu mengalahkan Richard Rapport, sementara pertandingan lainnya berakhir remis. Membosankan, dan belum panas rupanya.

  • Babak kedua.

Pavel Eljanov kembali memetik kemenangan setelah sukses menundukkan lawannya, Loek Van Wely. Juara dunia Magnus Carlsen (Norwegia) pun menang atas pecatur Polandia, Radoslaw Wojtasjek. Pertandingan lainnya remis.

  • Babak ketiga.

Pecatur China, Wei Yi menundukkan pecatur Rusia, Ian Nepomniachtchi yang diikuti oleh Wesley So yang beruntung bisa mengalahkan Richard Rapport. Sebenarnya Rapport (Hongaria) bermain taktis pada pertandingan ini, dan sempat merepotkan lawannya, tapi sebuah langkah blunder yang dilakukannya menghasilkan kemenangan bagi pecatur Amerika Serikat, Wesley So. Lima pertandingan lainnya berakhir remis.

  • Babak keempat.

Juara dunia Magnus Carlsen menundukkan Wei Yi, Wesley So mengalahkan Loek Van Wely, dan Pavel Eljanov kembali memetik kemenangan setelah di babak sebelumnya bermain remis melawan Pentala Harikrishna (India). Kali ini yang menjadi korbannya adalah pecatur India lainnya, yaitu Baskara Adhiban.

Pavel Eljanov pun memimpin klasemen sementara Tata Steel Chess 2017 dengan torehan 3,5 poin setelah 4 dari 13 babak yang akan dipertandingkan berakhir. 

Pajel Eljanov (Ukraina) masih bermain bagus dan cemerlang hingga 4 babak Tata Steel Chess 2017, tapi bukan berarti mudah baginya untuk memenangkan turnamen catur elit dunia ini. Masih banyak babak pertandingan yang tersisa, dan ia pun belum bertanding melawan pecatur top dunia seperti Magnus Carlsen, Wesley So, dan lain-lain. Di babak 5 nanti ia akan bertemu pecatur tangguh Armenia, Levon Aronian.

Tapi saat ini seluruh peserta sedang istirahat sejenak yang menandakan pecatur juga manusia, bukan robot. Meski manusia jenius sekalipun butuh istirahat juga.

Apa yang dilakukan oleh mereka selama istirahat ini?

Juara dunia Magnus Carlsen seorang penggemar sepakbola dan fans berat Real Madrid. Tahun 2015 lalu pada turnamen catur elit dunia lainnya, Qatar Masters Open, ia sempat bertemu dan bersalaman dengan legenda Barcelona yang saat ini bermain untuk klub Al Saad SC, Doha, yaitu Xavi Hernandez.

Pada pertandingan sepakbola persahabatan tadi para pemain Telstar pun ikut menemani. Carlsen ditunjuk sebagai kapten tim kesebelasan, sementara kapten tim kesebelasan lainnya adalah pecatur tuan rumah, Loek Van Wely.

Magnus Carlsen mencetak satu gol dalam pertandingan ini yang menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2, dan akhirnya tim kesebelasannya pun memenangkan pertandingan sepakbola persahabatan ini dengan skor akhir 6-2.

Juara dunia Magnus Carlsen pun sempat mengunjungi simultan catur di sebuah sekolah dasar dan berfoto ria dengan pecatur-pecatur muda di wilayah sana.

Demikianlah sekilas info Tata Steel Chess 2017.

Gens Una Sumus.

Ilustrasi dan sumber berita: tatasteelchess.com, chess.com, chess24.com, wikimedia.

 

 


Pep Guardiola pun Frustrasi Setelah Manchester City Kalah

Pep Guardiola pun Frustrasi Setelah Manchester City Kalah

Adahati.com – Pep Guardiola pun frustrasi setelah pada pekan 19 kompetisi Liga Inggris, Liverpool mengalahkan Manchester City di Stadion Anfield dengan skor akhir 1-0. Satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan dini hari tadi (1/1/2017) terjadi di menit 8 babak pertama lewat sundulan kepala yang indah dari G Wijnaldun.

Kekalahan 0-1 tadi membuat posisi City berada di peringkat 3 dan tertinggal 10 poin dari pimpinan klasemen sementara Liga Inggris, yaitu Chelsea.

Kompetisi Liga Inggris musim 2016-17 masih separuh perjalanan atau masih ada19 pertandingan lagi dengan 57 poin yang bisa dikumpulkan, tapi Pep Guardiola pun frustrasi dan menolak untuk membicarakan tentang gelar juara Liga Inggris. “Jangan membicarakan target untuk menjuarai Liga Primer dan hal-hal sejenisnya,” begitu katanya seperti diberitakan oleh goal.com.

Meski Pep Guardiola pun frustrasi dan terkesan tidak peduli lagi dengan gelar juara Liga Inggris musim ini, namun ia pun berharap anak-anak asuhnya tetap fokus pada pertandingan pertandingan selanjutnya, seolah-olah pada pertandingan sebelumnya City tidak fokus yang berakibat sudah empat kali menelan kekalahan hingga saat ini.

Sementara pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tersenyum lebar menyambut kemenangan 1-0 yang berharga atas Manchester City tadi, meski menurutnya performa Liverpool secara keseluruhan pada pertandingan “big match” tersebut kurang meyakinkan atau tidak seperti yang ia harapkan. Namun pujian diberikannya untuk lini pertahanan Liverpool yang menurutnya bermain apik pada pertandingan itu.

Lini pertahanan Liverpool bermain apik, sementara serangan serangan yang dibangun oleh City terkesan memble atau tidak membahayakan, maka wajarlah hanya satu gol yang tercipta sepanjang 2×45 menit, dan Pep Guardiola pun frustrasi.

Jika di penghujung kompetisi Liga Inggris nanti terbukti City gagal juara Liga Inggris musim kompetisi 2016-17, Pep seharusnya tak perlu frustrasi. Saat pertama kali ia melatih Barcelona dan Bayern Muenchen, ia memang langsung tancap gas dan memenangkan gelar juara, mengingat kompetisi di Liga Spanyol dan Liga Jerman tidak sekeras Liga Inggris. Di sana hanya satu klub saja (Real Madrid dan Borussia Dortmund) pesaing terberatnya, namun di Liga Inggris ada 4-5 klub yang masih berpeluang juara hingga beberapa pertandingan terakhir.

Pada musim Liga Inggris berikutnya mungkin Pep Guardiola baru bisa beradaptasi dengan Liga Inggris, kemudian menjual dan membeli sejumlah pemain yang tepat sesuai skema yang ia inginkan setelah tahu kekuatan dan kelemahan para kompetitor Manchester City di musim ini. Jika musim berikutnya masih juga gagal, tidak ada salahnya Pep pulang kampung saja untuk kembali melatih Barcelona.

Sumber gambar.


El Clasico: Kasihan Sekali, Real Madrid Tumbang?

El Clasico: Kasihan Sekali, Real Madrid Tumbang?

Adahati.com – Real Madrid tumbang di Stadion Nou Camp, kandang Barcelona? Hari ini Sabtu, 3 Desember 2016 malam nanti akan terjadi El Clasico yang merupakan pertarungan yang seru, tegang dan mencekam antara dua klub rival abadi di Liga Spanyol.

Hingga pekan 13, Real Madrid belum terkalahkan dan memimpin klasemen sementara berkat 10 kali kemenangan dan tiga kali hasil imbang, atau Madrid berhasil mengumpulkan 33 poin. Sementara Barcelona tertinggal 6 poin di belakangnya dengan 27 poin (delapan kali menang, tiga kali seri dan dua kali kalah).

Tidak sedikit pengamat sepakbola yang mengatakan El Clasico nanti malam akan berlangsung ketat atau sulit ditebak hasil akhirnya. Pelatih Madrid, Zinadine Zidane pun mengatakan peluang kedua kesebelasan sama kuat, fifty-fifty.

“Bagi saya, tak ada yang difavoritkan dalam laga nanti, peluangnya 50-50. Kami sudah mempelajari penampilan Barcelona dan mereka nyaris tanpa titik kelemahan. Mereka adalah tim yang sangat kuat dan kami meyakini akan menghadapi laga sulit melawan tim yang tangguh,” kata Zidane.

Terlepas pernyataan Zidane di atas tadi sekadar basa-basi menjelang pertandingan atau bukan, tapi Barcelona masih tetap sulit dikalahkan di kandangnya sendiri, meski musim sebelumnya Madrid sempat menoreh kemenangan 2-1.

Pernyataan pelatih Barcelona, Luis Enrique pun cenderung basi-basi. Menurutnya, apapun hasil pertandingan nanti, ia tidak yakin sebagai laga penentu gelar Laliga. Alasannya, ini baru pertandingan ke 14.

Boleh saja Luis Enrique mengatakannya seperti itu, tapi ia pasti tahu, kekalahan bukan sekadar semakin banyak poin yang tertinggal, tapi mental pemain Barcelona bisa jatuh dalam melakoni pertandingan-pertandingan berikutnya. Maka dari itu, kemenangan adalah harga mati bagi Barcelona.

Motivasi, merupakan faktor penentu kemenangan Barcelona yang membuat Real Madrid tumbang untuk pertama kalinya. Cederanya Gareth Bale – pemain yang lebih berbahaya dibanding Ronaldo – dan Alvaro Morata jelas mengurangi kekuatan lini penyerang Madrid, sementara Barcelona dikhabarkan bisa memainkan gelandang kreatif Andreas Iniesta yang sebelumnya diberitakan mengalami cedera.

Motivasi yang besar agar Real Madrid tumbang pun dikatakan oleh Javier Mascherano, dan menurutnya Messi akan tampil bergairah pada pertandingan nanti.

Berapa skor akhir kemenangan Barcelona? Meski motivasi tinggi dan bermain di kandang sendiri, tapi bukan berarti Real Madrid tumbang dengan selisih gol lebih dari satu. Barcelona hanya akan menang tipis atau selisih satu gol saja (1-0 atau 2-1?).

Terlepas Real Madrid tumbang dengan skor tipis atau tebal, tetap saja patut dikasihani, sebab pengaruh buruk psikologis pada pertandingan berikutnya masih tetap terasa, dan perjalanan Madrid pun akan tersendat-sendat atau sulit meraih kemenangan lagi, setidak-tidaknya pada 2-3 pertandingan berikutnya.

Demikianlah prediksi Real Madrid tumbang di Camp Nou, kandang Barcelona, dan tentu saja prediksi ini masih bisa meleset mengingat bola itu bundar.

Sumber gambar.


Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Adahati.com – Dua pertandingan terakhir Liga Spanyol masih terjadi persaingan yang sengit antara Barcelona,  Atletico Madrid (ATM) dan Real Madrid, namun setelah ATM kalah 1-2 melawan Levante di pertandingan berikutnya, sementara Barcelona dan Real Madrid masing-masing mengalahkan Espanyol (5-0) dan Valencia (3-2), klasemen sementara Liga Spanyol pun sebagai berikut:

Real Madrid

 

Barcelona memiliki head to head yang lebih baik dari ATM dan Real Madrid, sehingga penentuan gelar juara Liga Spanyol musim ini hanya menyisakan Barcelona dan musuh bebuyutannya.

Di pertandingan terakhir Madrid wajib menang melawan Deportivo La Coruna, sambil berharap Barcelona kalah agar bisa meraih gelar juara. Barcelona yang akan menghadapi Granada tanggal 14 Mei 2016 nanti memiliki peluang yang lebih besar, tapi segalanya masih mungkin terjadi.

Masih berkait dengan 3 (tiga) klub papan atas Liga Spanyol tadi, Barcelona akan menghadapi Sevilla di babak final Copa del Rey tanggal 22 Mei 2016 di Vicente Calderon, sedangkan tanggal 29 Mei 2016, ATM akan berhadapan dengan Real Madrid di babak final Liga Champions di San Siro Milan, Italia.

Cukup banyak kemungkinan yang akan terjadi setelah tanggal 29 Mei 2016, tapi kemungkinan yang lebih mendekati kenyataan adalah Barcelona juara Liga Spanyol dan Copa del Rey, sedangkan Real Madrid dan ATM akan memperebutkan satu gelar juara Liga Champions 2016.

Real Madrid lebih memiliki mental juara dan yakin mampu mengalahkan ATM, serta menabiskan Zinadine Zidane sebagai pelatih masa depan yang menjanjikan. Ia pun diprediksi akan menjadi pesepakbola, sekaligus pelatih legendaris seperti halnya Johan Cruyff dan Franz Beckenbauer.

Jika Madrid juara Liga Champions 2016, kasihan ATM yang telah bermain apik dan mampu mengalahkan Barcelona serta menyingkirkan Bayern Muenchen.

ATM pun akan mendapat ‘simpati yang bernada kasihan’ dari seluruh penjuru dunia, apalagi di babak final nanti keputusan wasit lcenderung merugikannya.

Dunia pun terasa adil jika setelah tanggal 29 Mei 2016 Barcelona juara Liga Spanyol dan Copa del Rey, ATM juara Liga Champions, sedangkan Real Madrid gigit jari.

*Sumber gambar: youtube.com.

 


Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Adahati.com – Real Madrid mengalahkan AS Roma dengan skor akhir 2-0 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2015-16 kemarin yang memastikan si putih melaju ke babak berikutnya. Leg pertama di kandang AS Roma pun Madrid menang dengan skor akhir yang sama. Dengan demikian Madrid lolos dengan agregat skor 4-0.

Namun keberhasilan Madrid melaju ke babak perempatfinal ini bukan berarti menghilangkan kejengkelan fansnya. Masih ada sebagian fans Madrid yang kecewa atas penampilan beberapa pemain Madrid selama ini, kemudian meminta kepada manajemen klub agar menjual pemain tersebut, termasuk Christian Ronaldo.

Ronaldo dijual? Ramos menyatakan ketidaksetujuan dan menganggap permintaan fans tadi sudah gila. “Bagi saya, itu gila bahwa mereka berpikir dia [Ronaldo] harus pergi meninggalkan Madrid, mengingat dia itu bersejarah.”

Sebelumnya pun sempat tersiar khabar Madrid akan menjual pemainnya yang tidak masuk dalam skenario musim depan pelatih Zinadine Zidane dan Presiden Florentino Perez, termasuk Ramos dan Ronaldo (serta sejumlah pemain bintang Madrid lainnya seperti Isco, James Rodriguez, Toni Kroos, Pepe dan Alvaro Arbeloa).

Beberapa musim terakhir ini Madrid memang sedang mengalami paceklik gelar. Diperkirakan musim ini pun akan terulang kembali mengingat Madrid sudah tersingkir dari Copa del Rey, tertinggal 10 poin dari Barcelona di Liga Spanyol, dan di Liga Champions masih banyak lawan tangguh yang bisa membuyarkan impiannya.

Kemungkinan besar Ronaldo dijual musim depan. Usianya yang sudah 31 tahun (lahir 5 Februari 1985) bukan lagi usia emas seorang pesepakbola, meski penampilannya masih relatif bagus, tapi sudah menurun. Manajemen Madrid pun memiliki strategi atau rencana untuk masa depan klub, selain mengakomodir permintaan fans yang sudah mulai kecewa dan marah atas performa pemain Madrid.

Jika Ronaldo dijual dan Madrid pun melakukan cuci gudang, apakah musim depan pun langsung meraih banyak gelar di kompetisi lokal dan Liga Champions?

Tidak juga, karena Barcelona masih memiliki trisula mautnya, yaitu Messi, Suarez dan Neymar (selain Iniesta) yang bisa meredam ambisi Madrid untuk meraih gelar juara Liga Spanyol dan Liga Champions. Selain Barcelona, di Liga Champion pun klub-klub papan atas Liga Inggris (Manchester City, Arsenal, Chelsea, Manchester United dan Liverpool) diperkirakan akan bangkit dan diperhitungkan kembali kehadirannya.

PSG dan Bayern Muenchen pun jangan dilupakan sebagai tim yang bisa menggagalkan ambisi Madrid untuk meraih gelar juara Liga Champions hingga 3-4 musim ke depan.

Jika benar Ronaldo dijual dan ada perombakan besar besaran pemain yang dilakukan oleh manajemen klub lebih merupakan strategi jangka panjang. Sekitar 4-5 tahun ke depan Madrid baru bisa memetik hasilnya. Itu pun jika pembelian pemain untuk mengganti pemain yang dijual tadi sesuai dengan skenario yang ada.

Manajemen klub menyadari untuk menjuarai kompetisi lokal pun masih sulit diraih dalam rentang waktu 2-3 tahun ke depan, meski pesaing beratnya cenderung hanya 2 klub saja, yaitu Barcelona dan Atletico Madrid, apalagi juara Liga Champions.

Namun perkiraan cuci gudang atau penjualan sejumlah pemain bintangnya tadi batal atau tidak jadi dilakukan jika Madrid berhasil meraih gelar juara Liga Champions musim ini. Seandainya pun ada pemain bintangnya yang dijual hanya 1-2 pemain saja.

Kembali bahas Christian Ronaldo yang diminta oleh sebagian fans Madrid dijual saja mulai musim depan. Ke mana Ronaldo dijual? PSG yang sudah lama tertarik untuk memboyongnya akan menawarkan harga beli dan gaji yang tinggi kepada Madrid dan Ronaldo. Selain butuh pemain bintang, PSG pun ingin menjadikan Ronaldo sebagai icon klub seperti halnya David Beckham beberapa tahun silam.

*Sumber gambar: wikimedia.org.


Jose Mourinho, Pep Guardiola, dan Liga Inggris

Jose Mourinho, Pep Guardiola, dan Liga Inggris

Adahati.com – Jose Mourinho pelatih Chelsea yang baru saja dipecat dari jabatannya karena tidak mampu mengangkat John Terry dkk dari klasemen papan bawah Liga Inggris diberitakan sedih, bahkan menangis saat harus menerima kenyataan pahit ia mesti angkat kaki dari Stamford Bridge. Bisa dimaklumi, karena Chelsea sudah dianggap oleh Mou tempat yang nyaman dan menyenangkan sepanjang karir kepelatihannya selama ini.

Sementara dari di liga lain diberitakan Pep Guardiola pelatih Bayern Muenchen sudah memutuskan tidak akan lagi melatih salah satu klub di Bundesliga tersebut.

Memang banyak rumor yang berkembang berkait hengkangnya Pep dari Jerman ini, dan sampai saat ini pun Pep belum menjelaskan alasan yang sebenarnya.

Pada saat Jose Mourinho menangani Inter Milan dan Real Madrid serta Pep melatih Barcelona beberapa kali terjadi pertarungan antara dua sosok pelatih yang berbeda karakter ini. Head to head antara keduanya menunjukkan Jose Mourinho masih kalah dibanding Pep.

Jose Mourinho hanya menang 3x, sedangkan Pep 7x, dan 4 pertandingan sisanya berakhir dengan remis, maksud saya imbang atau draw. Jumlah gol yang dicetak oleh anak asuhnya pun Jose Mourinho masih kalah, yaitu 16 gol berbanding 26 gol.

Pep pergi dari Spanyol karena tidak ingin memperpanjang kontraknya dengan Barcelona, sedangkan Jose Mourinho dipecat oleh Real Madrid. Boleh dibilang Mou banyak kalahnya, dan saat ini pun ia kalah lagi berkait jumlah manajemen klub di Liga Inggris yang menginginkan tanda tangannya sebagai pelatih di klub tersebut.

Berdasarkan berita yang berkembang saat ini hanya klub Manchester United saja yang ingin dilatihnya, sedangkan klub Liga Inggris yang memburu tanda tangan Pep ada tiga, yaitu Manchester United, Manchester City dan Chelsea.

Kesedihan Jose Mourinho akan bertambah seandainya Pep menerima tawaran Manchester United, karena tidak ada lagi klub Liga Inggris yang menginginkannya sebagai pelatih. Mou pun akan bertambah sedih seandainya ia menjadi pelatih Manchester United, tapi di sisi lain Pep tertarik dengan tawaran Abramovich untuk menjadi pelatih The Blues, padahal Chelsea sudah dianggap seperti rumahnya sendiri.

Agar Jose Mourinho tidak bertambah sedih sebaiknya Pep melatih Manchester City saja.

Sumber gambar.


Air Mata Jose Mourinho Nyaris Jatuh Menetes

Air Mata Jose Mourinho Nyaris Jatuh Menetes

Adahati.com – Air mata Jose Mourinho nyaris jatuh menetes. Bukan air mata keharuan, tapi cenderung kemarahan setelah menyaksikan video clip saat ia diwawancara di mixed zone untuk memberikan pandangan atau pendapatnya setelah pertandingan usai.

Tiga kali jemari Mou mengusap sudut mata kirinya dalam wawancara yang berlangsung selama 54 detik itu. Meski ia berusaha tenang, tapi terlihat jelas raut wajahnya yang tegang dan keruh setelah Chelsea kalah 1-3 melawan Liverpool yang merupakan kekalahan Chelsea yang ke 6 dari 11 pertandingan Liga Inggris musim ini.

Jika air mata Jose Mourinho nyaris jatuh menetes, sebaliknya Juergen Klopp mengaku senang atas kemenangan perdananya di Liga Inggris. “Kami masih bisa tampil jauh lebih baik lagi dari hari ini. Kami telah meraih kemenangan yang pantas dan marilah pulang,”.

Menjelang pertandingan berakhir beberapa kali kamera televisi menyorot wajah muram dan kesal Jose Mourinho, sementara fans Liverpool dengan sumringah menyanyikan lagu “You’ll Never Walk Alone” di Stadion Stamford Bridge.

Kalah 1-3 di kandang sendiri melawan Liverpool, Chelsea pun terpuruk di papan bawah klasemen sementara Liga Inggris, yaitu peringkat 15 dari 20 klub yang mengikuti kompetisi. Mou pun berada di ujung tanduk. Namun bukan hanya Mou yang harus bertanggungjawab atas hasil buruk yang diperoleh Chelsea, para pemain pun ikut andil di sini.

Mou adalah seorang manajer kelas dunia, atau salah satu yang terbaik. Ia pun dikenal fanatik membela klub dan pemain. Sila simak saat ia menjadi pelatih Real Madrid. Ada saja pembelaannya ketika kalah melawan Barcelona seperti bukan sikap seorang gentleman. Tapi itulah Mou yang mencurahkan segenap hatinya untuk membela klub dan para pemainnya.

Apakah Mou sekarang sudah berubah? Atau para pemain Chelsea cenderung sudah tidak mendukungnya lagi sebagai manajer klub sehingga tidak berjuang mati-matian untuk meraih kemenangan dan mengamankan posisi Mou yang saat ini sedang berada di ujung tanduk? Ada apa sebenarnya antara Mou dan para pemain Chelsea?

Keharmonisan seorang pelatih dan pemain cenderung menghasilkan atau berbuah hasil yang baik. Kemenangan pun akan mudah diraih, tapi apabila sebaliknya patut dipertanyakan seberapa jauh keharmonisan yang ada itu. Selama ini tidak terdengar tentang ketidakharmonisan antara Mou dan para pemain, tapi di sisi lain mungkin saja kepintaran manajemen klub, Mou dan pemain Chelsea untuk menutupinya.

Benarkah? Benar, jika Mou dipecat tak lama lagi, tapi sebaliknya, jika manajemen klub tetap mempertahankannya sambil berharap performa Chelsea akan terus meningkat ke depannya nanti, tapi tak dipungkiri lagi kehadiran Chelsea di Liga Champions musim depan semakin jauh dari pandangan mata setelah kalah 1-3 dari Liverpool.

Sumber berita: kompas.com, sumber gambar.


Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Adahati.com – Barcelona untuk ke delapan kalinya secara berturut-turut maju ke babak semifinal Liga Champions 2014-15 setelah menyingkirkan Paris Saint Germain (PSG) dengan agregat gol 5-1 (1-3 dan 2-0), sedangkan satu tempat lagi milik Bayern Muenchen setelah menyingkirkan Porto dengan agregat gol 7-4 (1-3 dan 6-1).

Dua tempat semifinalis lainnya akan diperebutkan oleh Real Madrid, Atletico Madrid, Monaco dan Juventus sebentar lagi. Idealnya Real Madrid dan Juventus yang akan maju ke babak selanjutnya sehingga 4 tim semifinalis milik klub-klub besar, tapi Liga Champions selalu menghadirkan kejutan-kejutan di luar dugaan dan perkiraan.

Jika bukan 4 tim besar yang akan mengisi babak semifinal Liga Champions, siapa yang akan menemani Barcelona dan Bayern Muenchen?

Hal yang cukup menarik lainnya adalah di babak perempat final leg kedua tim tuan rumah berhasil memenangkan pertandingan (Barcelona – PSG 2-0, dan Bayern Muenchen – Porto 6-1).

Jika hal ini berulang, maka babak semifinal milik Barcelona, Bayern Muenchen, Real Madrid dan Monaco, tapi hal yang ideal tidak selamanya berlaku di Liga Champions. Artinya ada tuan rumah yang kalah atau tersingkir.

Mungkinkah tuan rumah tersebut AS Monaco? Leg pertama babak perempat final yang berlangsung di kandang Juve, Monaco cukup bermain baik dan Juve hanya mampu menang 1-0 saja. Motivasi pemain Monaco pun cukup tinggi untuk memenangkan pertandingan di leg kedua nanti mengingat rivalnya di Liga Perancis sudah tersingkir.

Jika Monaco berhasil maju ke babak selanjutnya merupakan kebanggaan sendiri sebagai satu-satunya klub perancis yang bisa tembus hingga babak semifinal.

Juve beberapa tahun terakhir ini secara berturut-turut juara Liga Italia, tapi saat ini Liga Italia kompetisinya kurang ketat dibanding Liga Spanyol, Inggris dan Jerman.

Apakah Juve mampu meraih kemenangan atas tuan rumah AS Monaco seperti halnya Arsenal di babak sebelumnya?

Situasi dan kondisi antara Arsenal dan Juve berbeda karena Arsenal berangkat dengan motivasi untuk menebus kekalahannya saat bertindak sebagai tuan rumah, sedangkan Juve datang dengan kemenangan 1-0 yang diraihnya di leg pertama.

Mungkinkah tuan rumah yang kalah atau tersingkir itu Real Madrid?

Situasi dan kondisi Real Madrid mirip Bayern Muenchen, yaitu beberapa pemain intinya cedera, tapi rasanya sulit Real Madrid akan menang dengan skor telak seperti kemenangan yang diraih oleh Bayern Muenchen atas tamunya Porto.

Bayern Muenchen mengamuk saat menjamu Porto setelah kalah 1-3 di leg pertama, sedangkan Real Madrid saat bertandang ke kandang Atletico Madrid mampu membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0.

Selain beberapa pemain intinya mengalami cedera dan tidak bisa diturunkan pada leg kedua nanti, Real Madrid pun dalam beberapa pertandingan terakhir melawan Atletico Madrid menuai hasil yang tidak memuaskan, meski bertindak sebagai tuan rumah.

Atletico seperti batu karang bagi Madrid, mirip saat Madrid di bawah pelatih Jose Mourinho jika berhadapan dengan Barcelona di bawah pelatih Pep Guardiola.

Siapa sebenarnya dua tim lagi yang akan menemani Barcelona dan Bayern Muenchen di babak semifinal Liga Champions 2014-15 nanti?

Sumbar gambar: flickr.com.


Barcelona Pesta Gol di Kandang Lawan

Barcelona Pesta Gol di Kandang Lawan

Adahati.com – Barcelona pesta gol, mengalahkan tuan rumah Cordoba dengan skor akhir 8-0, tapi tak lama berselang Real Madrid pun mengalahkan tuan rumah Sevilla 3-2. Maka dari itu, selisih poin antara Barcelona dan musuh bebuyutan atau rival abadinya Real Madrid masih tetap sama, yaitu 2 poin dan tinggal tersisa 3 (tiga) pertandingan lagi kompetisi Liga Spanyol musim ini.

Madrid masih memberikan tekanan secara psikologis kepada Barcelona, dan berharap klub saingannya ini terpeleset atau satu kali mengalami kekalahan dari tiga sisa pertandingan yang ada. Jika hal itu terjadi, sementara di sisi lain Madrid mampu memenangkan semua tiga pertandingan sisa tadi, Barcelona pun akan menderita karena gagal juara Liga Spanyol musim ini.

Ada pertanyaan yang cukup menarik pada pertandingan antara tuan rumah Cordoba dan Barcelona tadi, yaitu mengapa Barcelona tetap mempertahankan sebagian besar pemain intinya hingga pertandingan usai, meski sudah unggul cukup banyak gol? Apa maksud dan tujuan Barcelona memenangkan pertandingan ini dengan gol sebanyak-banyaknya atau Barcelona pesta gol?

Tekanan psikologis atau semacam itu sedang dimainkan atau dilakukan oleh Barcelona. Selain ditujukan kepada musuh bebuyutan atau rival abadinya Real Madrid yang belum bertanding melawan Sevilla, tekanan psikologis ini pun diarahkan kepada klub dari Jerman, yakni Bayern Muenchen.

Pada pertandingan berikutnya Barcelona akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg pertama babak semifinal Liga Champions tanggal 7 Mei 2015 dini hari nanti.

Tekanan psikologis atau kemenangan dengan skor sangat telak 8-0 melawan Cordoba tadi tidak berhasil menekan Madrid, apakah tekanan psikologis ini akan sukses terhadap Bayern Muenchen yang dua tahun lalu berpesta gol ke gawang Barcelona dengan skor agregat 7-0?

Pertanyaan ini akan dibahas nanti, atau menjelang pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions 2014-15 antara Barcelona dan Bayern Muenchen yang diperkirakan akan berlangsung seru, tegang dan mencekam.

Barcelona butuh kemenangan pada pertandingan tersebut, setidak-tidaknya dengan selisih dua gol, sebab Bayern Muenchen yang akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua nanti adalah tim yang sangat sulit dikalahkan.

Sumber gambar: pixabay.