Tag: partai golkar

Ridwan Kamil Kalah Lawan Rumput?

Ridwan Kamil Kalah Lawan Rumput?

Adahati.com – Wali Kota Bandung dan salah satu calon gubernur pada Pilkada Jabar 2018, juga diprediksi akan memenangkan Pilkada tersebut sekaligus menjadi gubernur Jawa Barat, ternyata Ridwan Kamil kalah lawan rumput.

Menyedihkan sekali? Lawan rumput saja kalah. Jika lawan rumput saja Ridwan Kamil kalah, apa lagi lawan lulusan Harvard seperti Mayjen (Purn) Sudrajat?

Tulisan sebelumnya di sini – Prabowo Bukan Lulusan Harvard, Gosip atau Fakta? -, Partai Gerindra secara resmi telah mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon gubernur pada Pilkada Jabar 2018, dan menurut Prabowo Subianto:

“Sepak terjang beliau juga dikenal di TNI sebagai salah satu perwira paling cerdas. Beliau lulusan Harvard. Tak banyak TNI yang lulusan Harvard. Saya juga pingin ke Harvard. Saya pernah ke Harvard tapi hanya jalan-jalan saja dan enggak dapat ijazah.”

Berita terbaru mengatakan Partai Golkar yang sedang bermasalah karena Setnov menjadi tahanan KPK mencabut dukungan politiknya kepada Ridwan Kamil.

Ketua Bappilu Golkar Jawa Barat Iswara tidak tahu persis alasan pencabutan dukungan politik terhadap Ridwan Kamil tadi. Hanya informasi yang diterimanya dari Wasekjen Golkar, Ratu Diah Hatifah mengatakan bahwa sampai tanggal 25 tidak ada komunikasi dari Ridwan Kamil dengan DPD Partai Golkar.

Menurut Wasekjen Golkar Ratu Diah Hatifah, pencabutan dukungan politik terhadap Ridwan Kamil tadi dilakukan atas berbagai pertimbangan, dan Ridwan Kamil dinilai tidak menjalankan amanah yang diberikan Partai Golkar dengan baik.

Dukungan politik terhadap Ridwan Kamil pun masih menjadi polemik hingga saat ini di kalangan kader Partai Golkar. “Penolakan-penolakan di akar rumput juga jadi pertimbangan kami,” kata Ratu Diah Hatifah di sini.

Ridwan Kamil kalah lawan rumput? Menyedihkan sekali, tapi sebaiknya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tak perlu cemas atau khawatir yang berlebihan.

Saat ini rumput tetangga tak sehijau dulu.

Tulisan sebelumnya bisa disimak di bawah ini:

  1. Partai Besutan Tommy Soeharto Gagal Lolos
  2. Prabowo Bukan Lulusan Harvard, Gosip atau Fakta?
  3. Kaesang, Putra Bungsu Presiden Jokowi Jualana Pisang
  4. Ketua Umum Partai Golkar Pengganti Setnov

 


Politikus Bukan Pendukung Ahok Ditangkap karena Narkoba

Politikus Bukan Pendukung Ahok Ditangkap karena Narkoba

Adahati.com – Politikus pendukung Anies-Sandiaga di Pilkada DKI 2017 ditangkap oleh pihak kepolisian di sebuah tempat karaoke di Jakarta. Beritanya sedang hangat saat ini, dan politikus tadi termasuk seorang kader Partai Golkar.

Indra J Piliang bersama dua temannya ditangkap karena diduga memakai narkoba. Jika sebelumnya ada politikus yang ditangkap gara-gara kasus korupsi, kali ini seorang politikus yang kebetulan bukan pendukung Ahok ditangkap terkait kasus narkoba.

Indra J Piliang ini sebelumnya pernah mengatakan Ahok gila lewat akun twitternya. Memang Ahok gila. Lu pikir lahan reklamasi yang diberikan ke Podomoro itu bukan lahan negara? Bunyi tweetnya sekitar setahun lalu di sini.

Ditangkapnya politikus Indra J Piliang pendukung Anies-Sandiaga terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba ini berpotensi lucu, antara lain disebabkan:

Pertama, muncul nada heran, tak percaya dan sejenisnya bahwa politikus Indra J Piliang ditangkap karena kasus narkoba. Sekretaris Dewan Pakar Golkar Firman Soebagyo terkejut karena selama ini tak pernah melihat tanda-tanda rekannya itu menggunakan narkoba.

“Atau mungkin ketika itu Pak Indra mungkin terjebak atau dia baru pertama kali ke situ dan kemudian ada yang sengaja memberikan masukan atau memasukkan barang haram itu, kan bisa jadi. Ini faktor itu kita tunggu dulu,” katanya di sini.

Ia pun mengatakan Indra Piliang sudah jarang aktif di partai. Entahlah kalau beritanya tentang kader yang berprestasi. Mungkin dikatakannya selama ini kadernya memang aktif dan pembinaan kader pun berjalan dengan sukses.

Kedua, sekretaris tim pemenangan Anies-Sandiaga pun kaget, kemudian melontarkan pujian bahwa Indra K Piliang orangnya baik dan cukup cerdas. Pertanyaannya, kalau memang orang baik dan cukup cerdas, mengapa bisa ditangkap karena kasus narkoba?

Ketiga, Fadli Zon pun kaget atas ditangkapnya politikus kader Partai Golkar itu yang juga pernah satu kampus, satu fakultas dan satu angkatan dengannya.

“Yang saya tahu dia adalah orang yang cerdas. Mudah-mudahan ini kekeliruan, kekhilafan, dan kalau benar perlu direhabilitasi,” katanya di sini.

Mengapa tidak dianjurkan cepat dibui saja kalau memang terbukti bersalah? Cukup menarik menunggu pernyataan Fadli Zon nanti jika ada sosok lain, entah itu artis, mahasiswa, pengusaha atau siapa saja yang ditangkap karena terlibat kasus narkoba. Adakah anjuran direhabilitasi seperti terhadap politikus itu.

Keempat, politikus Partai Golkar lainnya, yaitu Bambang Soesatyo (Bamsoet) merasa yakin Indra J Piliang cuma korban salah pergaulan.

Jadi bukan Indra J Piliang yang salah, tapi pergaulan. Nah, jika ada orang yang bernama Pergaulan, malang nian nasib orang itu. Meskipun selama ini tak pernah menggunakan narkoba, tapi tetap saja disalahkan.

The Lohmenz Institute masih mencermati dan mengkaji ditangkapnya politikus Indra J Piliang ini, sambil berharap masih ada hal lain yang berpotensi lucu.

sumber foto: youtube.com.


Ada Apa di Balik Muka Setya Novanto yang Cerah?

Ada Apa di Balik Muka Setya Novanto yang Cerah?

Adahati.com – Ketua Umum Partai Golkar, dan juga Ketua DPR RI Setya Novanto belakangan ini namanya sering disebut oleh media massa terkait kasus korupsi e-KTP.

Cukup banyak nama besar yang diduga telah menerima uang haram dari proyek bernilai sekitar Rp 5,9 triliun ini. Namun di sisi lain bukan sesuatu yang aneh dan mengejutkan jika ada bantahan sambil bersumpah, juga tak ketinggalan kata-kata magis seperti “tidak menerima sepeserpun” atau “tidak menerima satu sen pun”.

Menurut KPK, Setya Novanto terlibat, dan termasuk salah satu dari lima orang penggerak korupsi e-KTP. “Iya lima orang itu dulu,” kata Jaksa KPK, Irene Putri.

Lima orang yang dimaksud adalah Diah Anggraini (Sekjen Kementerian Dalam Negeri), Irman (mantan Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri), Sugiharto (mantan Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Dalam Negeri), Andi Agustinus alias Andi Narogong (pengusaha yang bermitra dengan Kementerian Dalam Negeri), dan Setya Novanto yang menjabat ketua fraksi Golkar.

Uang pelicin sebesar Rp 520 miliar pun mengalir ke seluruh partai politik yang dianggap terlibat proyek e-KTP ini.

1. Partai Golkar mendapat Rp 150 miliar
2. Partai Demokrat mendapat Rp 150 miliar
3. PDI Perjuangan mendapat Rp 80 miliar
4. Marzuki Ali, ketua DPR saat itu, mendapat jatah Rp 20 miliar
5. Anas Urbaningrum mendapat Rp 20 miliar
6. Chaeruman Harahap, ketua Komisi II DPR saat itu, mendapat Rp 20 miliar
7. Partai-partai lainnya mendapat Rp 80 miliar

Namun di tengah kegarongan ini, justru ada berita yang menyebut Ketua KPK Agus Rahardjo diminta mundur dari jabatannya oleh Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Meski Fahri memiliki alasan, tapi kesannya ingin mengalihkan perhatian.

Jika melihat daftar di atas tadi, Partai Golkar berada di urutan pertama. Uang sebesar Rp 150 miliar bukan jumlah yang sedikit, dan Setya Novanto pun disebut ikut terlibat kasus korupsi e-KTP. Partai Golkar pun panik?

Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Golkar, Priyo Budi Santoso saat bertemu di Gedung DPR (14/3/17) melihat wajah Setya Novanto cerah dibalut senyum lebar. “Saya menangkap wajah Novanto tak ada kesedihan apapun. Senyum dan cerah. Tanda baik saya peluk, gitu saja. Tapi hati saya enggak tahu,” katanya.

Tak ada kesedihan apapun, senyum dan cerah. Memang tidak disebutkan dunia berseri-seri, bunga-bunga mekar mewangi, dan burung-burung pun ikut bernyanyi. Tapi benarkah semua ini pertanda bahwa Ketua Umum Partai Golkar, dan juga Ketua DPR RI Setya Novanto pada dasarnya tidak terlibat kasus korupsi e-KTP?

Kalau begitu, siapa sebenarnya “wajah garong” di balik kasus korupsi e-KTP ini?

Sumber gambar, sumber berita: merdeka.com.