Tag: neymar

Barcelona Kritis dan Tipis Peluangnya Juara Liga Spanyol

Barcelona Kritis dan Tipis Peluangnya Juara Liga Spanyol

Adahati.com –Barcelona kritis, dan peluangnya menjuarai Laliga pun semakin tipis saja, meski memenangkan pertandingan ke 35 musim kompetisi 2016-17 dini hari tadi.

Bertindak sebagai tamu dalam “derby catalan” melawan Espanyol terlihat pemain Barcelona seperti kehilangan akal untuk menembus pertahanan lawan, bahkan Espanyol cenderung menekan dan bermain agresif. Trio penyerang Barcelona – Messi, Neymar dan Suarez – tidak berkutik, dan babak pertama berakhir imbang 0-0.

Jika pertandingan “derbi catalan” ini berakhir imbang, Barcelona kritis mengingat hanya tinggal sisa tiga pertandingan lagi, sementara musuh bebuyutannya Real Madrid semakin besar peluangnya menjuarai Laliga musim ini. Tidak ada kata lain selain memenangkan “derby  catalan” demi menjaga peluang Barcelona sekaligus terus menempel ketat Real Madrid di puncak klasemen.

Di babak kedua permainan Barcelona mulai berkembang dan menekan lawannya. Pertandingan baru berjalan sekitar 5 menit, Luis Suarez berhasil memanfaatkan kesalahan lawan yang melakukan back pass. Bola pun berhasil dicurinya, kemudian dengan mudah menceploskannya ke gawang lawan.

Skor sementara 0-1 sekaligus  menaikkan mental para pemain Barcelona.

Menit 76, solo run Lionel Messi dari lapangan tengah mengacaukan konsenstrasi lini pertahanan lawan. Suarez bergerak ke arah kanan mencari tempat untuk menerima bola, tapi Messi dengan cerdik mengumpan bola ke kiri dan di sana ada Rakitic yang sekali sentuh dengan kaki kirinya memperdaya kiper lawan yang mati langkah. Bola pun bergulir mulus ke pojok kiri gawang Espanyol.

Unggul dua gol tidak membuat Barcelona mengendurkan serangannya, alhasil menit 87 kembali Suarez mencetak gol, memanfaatkan kesalahan pemain belakang lawan yang hendak membuang bola, tapi bolanya justru jatuh ke kaki Suarez yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Skor akhir 0-3 untuk kemenangan Barcelona.

Meski menang, Barcelona kritis dan semakin tipis peluangnya juara Liga Spanyol mengingat sebelumnya Real Madrid yang menjamu Valencia berhasil memetik tiga poin berkat kemenangan 2-1 yang diperolehnya. Ronaldo membuka gol menit 27 lewat sundulan kepalanya setelah menerima umpan lambung dari sisi kanan yang dilepas oleh Dani Carvajal. Babak pertama pun Madrid unggul 1-0.

Namun di babak kedua tendangan bebas pemain Valencia Dani Parejo menit 82 menjebol gawang Real Madrid dan menyamakan kedudukkan menjadi imbang 1-1. Hanya sekitar 8 menit lagi sisa pertandingan, hasil imbang akan merugikan Real Madrid, tapi tak lama kemudian menit 86 Marcelo berhasil membobol gawang lawan, dan skor 2-1 ini pun bertahan hingga wasit meniup peluit terakhirnya.

Kemenangan 2-1 Madrid atas Valencia menaikkan posisinya ke peringkat pertama klasemen, tapi kemenangan 3-0 Barcelona di “derby catalan” kembali melorotkan posisinya dengan menyisakan satu pertadingan lebih dibanding Barcelona.

Berikut lawan-lawan yang akan dihadapi oleh kedua musuh bebuyutan ini di sisa pertandingan kompetisi Liga Spanyol musim 2016-17:

Barcelona Vs: Villareal (K, 6/5/17), Las Palmas (T, 14/5/17), dan Eibar (K, 21/5/17).

Real Madrid Vs: Granada (T, 7/5/17), Sevilla (K, 14/5/17), Malaga (21/5/17) dan satu laga Tandang tunda melawan Celta de Vigo yang belum ditentukan jadwalnya.

Terlihat posisi Barcelona kritis. Seandainya pun Barcelona memenangkan semua pertandingan sisa, juara Laliga diraihnya jika Madrid kehilangan tiga poin, entah kalah satu kali atau imbang tiga kali di pertandingan sisanya.

Mengingat lawan berat Madrid hanya Sevilla, dan itu pun pertandingan kandang, jelas posisi Barcelona kritis dan tipis peluangnya juara Laliga musim ini.

Sumber gambar.


Daftar Pemain Barcelona yang Sudah Layak Dijual

Daftar Pemain Barcelona yang Sudah Layak Dijual

Adahati.com – Barcelona musim lalu meraih treble winners, yaitu juara Liga Spanyol, Copa del Rey dan Liga Champions. Musim 2015-16 ini pun sempat digadang-gadangkan akan mengulangi kesuksesan musim lalu.

Namun apa daya, sekitar sebulan sebelum kompetisi berakhir, Barcelona keok melawan Atletico Madrid dan tersingkir dari Liga Champions di babak perempat final. Meski akhirnya berhasil menjuarai Liga Spanyol, tapi sempat mengkhawatirkan karena Madrid terus menguntil dari belakang hingga pertandingan terakhir.

Kegagalan di babak perempat final Liga Champions dan sempat mengkhawatirkan meraih gelar juara Liga Spanyol musim ini membuktikan ada yang salah dalam skuad Barcelona, atau perlu perombakan pemain untuk musim kompetisi berikutnya.

Makdarit (maka dari itu), sejumlah pemain Barcelona yang selama ini menyebalkan lebih baik dibuang secepatnya, dan memang sudah layak dijual saja. Misalnya:

1. Gerard Pique

Pemain belakang Barcelona ini dari dulu memang menyebalkan. Postur tubuhnya saja tinggi, tapi dalam duel bola atas tidak terlalu hebat. Makanya Barcelona sering kebobolan lewat sundulan pemain lawan, atau bola atas yang menyebabkan terjadinya gol. Manuvernya pun cenderung lambat saat menghadapi serangan balik.

Memang ia termasuk pemain belakang yang bisa menciptakan gol, tapi Barcelona sebenarnya tidak terlalu membutuhkan pemain belakang seperti ini.

Ia pun belakangan ini acap meledek Real Madrid lewat akun twitter atau ucapan-ucapannya. Hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Jual saja Gerard Pique secepatnya. Manchester United sepertinya tidak menolak untuk menampung pemain ini.

2. Neymar da Silva

Sejak awal didatangkan ke Camp Nou pemain ini sudah bermasalah pembeliannya. Tingkah lakunya pun menyebalkan, dan pemain yang cenderung individualistis. Tadinya diperkirakan karena usia yang masih muda, atau nanti seiring perjalanan waktu akan menjadi pemain dewasa, tapi harapan itu akan sulit terwujud.

Neymar akan tetap menjadi pemain yang tengil, dan ketengilannya itu akan terus berlangsung hingga usia emasnya berakhir. Ia tidak berkutik saat menghadapi Atletico Madrid sehingga Barcelona tersingkir dari babak perempat final Liga Champions. Maka dari itu, jika Real Madrid menginginkannya, jual saja. Penjualan Neymar ke sana akan menguntungkan Barcelona secara finansial, pun Madrid nantinya akan bermasalah menampung pemain tengil yang satu ini.

3. Lionel Messi

Si pemalas! Sering terlihat berjalan santai di lapangan bak pemain golf. Messi memang belum habis, tapi kontribusinya sudah mulai berkurang. Ia pun masih memiliki assis maut yang bisa menciptakan gol bagi rekan-rekannya, namun sebelum benar-benar habis sebaiknya Messi dijual saja ke Manchester City. Pep Guardiola diperkirakan akan mampu mengasah kembali ketajamannya di Liga Inggris sana..

Penjualan Messi ke Manchester City diharapkan nantinya akan memperpanjang derita Manchester United karena puasa gelar Liga Inggris, di samping derita Liverpool, dan tentu saja Arsenal. Juara Liga Inggris untuk 5 tahun ke depan hanya berkutat pada Manchester City dan Chelsea, jika Messi bertemu kembali dengan Pep Guardiola.

Demikianlah daftar pemain-pemain Barcelona yang layak dijual, menurut keinginan penulis. Sebenarnya masih ada 2-3 pemain lagi yang mesti dijual, tapi cukup 3 pemain di atas saja yang disebutkan. Jika keinginan penulis tidak dikabulkan oleh manajemen Barcelona sebenarnya tidak ada masalah, biasa saja.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Barcelona Dibantai di Emirates Stadium Kandang Arsenal

Barcelona Dibantai di Emirates Stadium Kandang Arsenal

Adahati.com – Barcelona dibantai? Arsenal akan menjamu Barcelona di Emirates Stadium dalam lanjutan babak perempat final Liga Champions 2015-16.

Bertindak sebagai tuan rumah di leg pertama ini tentu Arsenal tak membuang peluang untuk membantai lawannya tersebut di hadapan para pendukungnya.

Arsenal memiliki play maker kelas dunia, yaitu Mezut Ozil. Umpan-umpannya terukur kepada penyerang Arsenal yang bisa menjebol gawang Barcelona lewat kaki Olivier Giroud, Alexis Sanchez atau pemain Arsenal lainnya.

Dengan kondisi pemain-pemain intinya yang masih bugar, skema permainan 4-2-3-1 dan perkiraan susunan pemain seperti ini: Cech, Monreal, Koscielny, Mertesacker, Bellerin, Ramsey, Coquelin; Sanchez, Ozil, Chamberlain dan Giroud kemungkinan besar Barcelona dibantai di Emirates Stadium nantinya.

Barcelona dengan skema 4-3-3 dan tiki-takanya cenderung dominan menguasai bola. Blunder jika Arsenal menerapkan taktik yang sama. Diperkirakan Arsenal akan fokus memperkuat lini pertahanan dan mengandalkan serangan balik yang cepat. Wenger pun akan menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan pemain Barcelona yang menguasai bola dan melewati garis tengah lapangan.

Dengan menyisakan Olivier Giroud di depan, kemudian memaksimalkan kelengahan pemain Barcelona, serangan balik Arsenal akan membuahkan gol lewat kreasi dan umpan manis Ozil kepada Giroud. 1-0 Arsenal unggul.

Barcelona berusaha menyamakan kedudukan, namun pertahanan Arsenal sangat sulit ditembus, bahkan serangan balik Arsenal lewat Sanchez yang lolos dari jebakan off-side berhasil menjebol gawang lawan. Barcelona dibantai 2-0.

Mezut Ozil pun mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan yang mengubah skor akhir menjadi 3-0. Benar benar Barcelona dibantai, dan para pemainya pulang dengan wajah lesu setelah kalah 3 gol tanpa balas di Emirates Stadium.

Skor akhir yang sulit dipercaya mengingat sebelum leg pertama babak perempat final ini Barcelona lebih difavoritkan untuk memenangkan pertandingan.

Apakah masalah paspor Luiz Suarez yang nyaris membatalkan keberangkatannya ke London adalah pertanda Barcelona dibantai atau kalah telak melawan Arsenal?

Takhayul, mimpi di siang bolong jika sampai Barcelona dibantai Arsenal.

Bisa saja Barcelona dibantai Arsenal, tapi dengan catatan trisula maut Barcelona (Messi, Suarez dan Neymar) sakit perut dan dipaksakan untuk bermain.

Tak heran jika Arsenal menang telak 3-0, tapi bagaimana jika Barcelona turun dengan susunan pemain Ter Stegen; Alves, Mascherano, Pique, Alba, Rakitic, Busquets, Iniesta, Messi, Suarez, Neymar dan trisula mautnya tidak sakit perut?

Mungkin hasil akhir pertandingannya menjadi terbalik. Bukan Barcelona dibantai, melainkan Arsenal yang dipermalukan di kandangnya sendiri.

Tapi untuk memastikan skor akhir pertandingan yang benar sebaiknya saksikan saja leg pertama babak perempat final Liga Champions antara Arsenal dan Barcelona di Emirates Stadium pada Rabu (24/2/16) pukul 02.45 WIB.

#Sumber gambar: youtube.com.


Madrid Lemas Kebobolan Empat Gol Tanpa Balas

Madrid Lemas Kebobolan Empat Gol Tanpa Balas

Adahati.com – Tuan rumah Real Madrid lemas pada El Clasico tanggal 22 November 2015 yang baru saja berakhir. Para pemainnya seperti kehilangan arah dan gairah.

Memang Barcelona bermain apik, tapi tak bisa dipungkiri Madrid tampil buruk dan lemah lini pertahanannya. Lini tengah pun porak poranda, sedangkan lini depan Madrid yang ditempati oleh Ronaldo, Benzema dan Bale tak mampu mencetak satu gol pun.

Menit 11 pemain Barcelona Sergi Roberto yang menempati posisi sayap kanan bergerak cepat dari tengah menusuk lini pertahanan Madrid dan memberi umpan matang kepada Luis Suarez yang berdiri bebas.Tanpa ampun Suarez melepaskan tendangan keras yang bersarang di pojok kanan yang tidak terjangkau oleh kiper Madrid Keylor Navas.

Kematangan seorang Suarez dalam mencetak gol lewat skill yang cukup tinggi dan bola ditembak dengan kaki kanan sebelah luar membawa Barcelona unggul 1-0 atas rival abadinya. Madrid lemas dan semakin menderita di kandangnya sendiri ketika Neymar mencetak gol tambahan menit 40. Barcelona pun unggul 2-0 hingga babak pertama usai.

Babak kedua baru berjalan kurang dari 10 menit Madrid sudah kebobolan lagi. Kali ini Iniesta dari dalam kotak pinalti lawan menembak bola yang cukup keras dan bersarang di pojok kiri yang mengantar Barcelona untuk sementara unggul 3-0 menit 53. Pemain Madrid pun semakin tenggelam dan tak berdaya di hadapan pendukungnya.

Gol kedua Barcelona terjadi berkat permainan satu dua antara Iniesta dan Neymar, begitu juga gol ketiga yang memperlihatkan buruknya lini pertahanan Madrid. Sebagian pendukungnya pun mulai melambaikan “bendera putih” tanda kecewa.

Messi yang baru sembuh dari cedera diturunkan menit 57 menggantikan Rakitic, padahal Barcelona sudah unggul 3-0. Mungkin pelatih Luis Enrique ingin memberi kesempatan kepadanya untuk “menendang bola” karena sudah lama tidak merasakan hal itu.

Madrid lemas dan semakin menderita setelah Luis Suarez yang lolos dari jebakan offside kembali mencetak gol bagi Barcelona menit 74. Hancur lebur Madrid di kandangnya sendiri, apalagi seorang pemainnya, yaitu Isco diganjar kartu merah oleh wasit menit 84 karena menendang Neymar dari belakang.

Penonton pun semakin banyak yang melambaikan “bendera putih” atas buruknya penampilan Madrid. Rafael Benitez pun merasakan panasnya kursi pelatih. Entah apa yang dicatat pada kertas di tangannya setiap Barcelona berhasil mencetak gol ke gawang Madrid.

Skor akhir pertandingan pun 4-0. Sepertinya Benitez perlu banyak kertas lagi untuk “catatan harian”nya, jika tidak ingin dipecat oleh manajemen Madrid.

Sumber gambar: youtube.com.


Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Adahati.com – Leg pertama babak semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Bayern Muenchen berakhir dengan skor 3-0 sekaligus pembalasan yang nyaris sempurna mengingat 2 tahun yang lalu Barcelona kalah 0-3 di stadion yang sama, dan Barcelona terpuruk dengan agregat skor 0-7 atas Bayern Muenchen.

Messi yang malas menjadi bintang lapangan pada pertandingan leg pertama babak semifinal ini berkat dua gol dan satu asisnya. Pujian pun berhamburan dari pemain Barcelona maupun klub lainnya. Kembali kata-kata “Messi berasal dari planet lain” menghiasi halaman media massa dan dunia maya. Segala puja puji tadi seakan melupakan Messi yang malas dan melempem pada pertandingan itu.

Pemain depan Barcelona yang terdiri dari Messi yang malas, Neymar dan Suarez sepertinya diinstruksikan oleh Luis Enrique untuk menekan pemain Bayern Muenchen yang menguasai bola. Penekanan dilakukan hingga penjaga gawang lawan.

Luis Suarez terlihat rajin berlari dan berusaha terus menekan pemain Bayern Muenchen yang menguasai bola di daerahnya sendiri. Menyenangkan melihat semangatnya merebut bola, dan Suarez patut diacungkan jempol atas semangatnya tadi.

Neymar tidak serajin Suarez, tapi yang terparah atau terkesan paling malas mengejar dan merebut bola dari kaki pemain Bayern Muenchen adalah Messi.

Entah mengapa Messi yang malas seperti kurang semangat dalam pertandingan ini, juga pada beberapa pertandingan di Liga Spanyol setelah posisinya tidak lagi sebagai penyerang tengah. Awalnya trisula Barcelona menempatkan Messi yang malas sebagai penyerang tengah yang didampingi oleh Neymar di posisi sayap kiri dan Suarez di posisi sayap kanan, dan trisula ini kurang tajam dan menyengat.

Justru pada saat Luis Enrique menempatkan Suarez  sebagai penyerang tengah serta menggeser Messi yang malas ke posisi sayap kanan, trisula ini pun semakin tajam dan menakutkan lawan, tapi di sisi lain sepertinya Messi bermain ogah-gahan, kurang semangat dan terkesan malas dengan posisinya saat ini.

Ada apa sebenarnya dengan Messi yang malas? Khawatir kalah bersaing dengan Christian Ronaldo karena posisinya bukan sebagai target man lagi dalam urusan cetak mencetak gol? Suarez memang semakin subur menyumbang gol bagi Barcelona sejak posisinya sebagai penyerang tengah, tapi di sisi lain seperti menghilangkan gairah dan kegembiraan seorang Messi.

Selama 77 menit Messi yang malas terlihat melempem dan memble pada pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions. Jauh dari performa terbaiknya beberapa tahun silam atau saat Pep Guardiola masih sebagai pelatih Barcelona.

Gol pertama yang dicetaknya dan 3 menit kemudian gol kedua yang menjadi pembicaraan hangat di dunia maya berkat aksi tipunya yang mengecoh Boateng serta asisnya kepada Neymar yang berbuah gol ketiga bagi Barcelona adalah Messi yang bergairah bermain bola, bukan Messi yang malas tak bergairah.

Kegembiraannya jelas terlihat pada saat merayakan gol ketiga. Wajahnya sumringah, memeluk Neymar dan menepuk pundaknya sambil berguling di rumput. Praktis hanya sekitar 13 menit plus 4 menit waktu tambahan adalah waktu yang dimiliki oleh Messi untuk memperlihatkan dirinya yang dulu.

Dua gol yang diciptakannya ke gawang Bayern Muenchen seakan melupakan penampilannya yang cenderung malas, melempem dan memble selama 77 menit. Hanya 17 menit terakhir yang memperlihatkan Messi meledak dan mencetak gol.

*Sumber gambar: flickr.com.


Barcelona Menang 3-1 atas Paris Saint Germain (PSG)

Barcelona Menang 3-1 atas Paris Saint Germain (PSG)

Adahati.com – Barcelona menang 3-1 atas lawannya tuan rumah PSG di babak perempat final Liga Champions 2014-15 leg pertama yang berlangsung dini hari tadi (Kamis, 16 April 2015), dan 4 gol pada pertandingan tersebut dicetak oleh Neymar (18), Luiz Suarez (67, 79) dan Jeremy Mathieu (82, gol bunuh diri).

Kemenangan ini memudahkan Barcelona untuk melangkah ke babak selanjutnya, apalagi pada leg kedua nanti akan berlangsung di kandangnya sendiri. Namun meski Barcelona menang penampilannya masih belum memuaskan.

Berikut ini beberapa catatan yang menunjukkan hal itu, antara lain:

-Barcelona menang dan lebih dominan menguasai jalannya pertandingan, tapi terasa hambar serangan yang dilakukannya saat ingin menembus pertahanan lawan.

-Bola yang dikuasai lebih banyak berputar di lapangan tengah. Jika ada tekanan yang datang dari pemain lawan, bola sering dikembalikan lagi ke belakang. Hal ini menunjukkan pergerakan pemain Barcelona di depan kurang bervariasi sehingga umpan terobosan pun jarang dilakukan

-Gol pertama yang dicetak oleh Neymar saja yang menunjukkan adanya kerja sama dan permainan tik tak dari pemain Barcelona, sedangkan gol kedua dan ketiga cenderung tercipta karena kelebihan skill individu seorang Luiz Suarez.

-Masih terlihat cepat merasa puas diri ketika Barcelona menang atau sedang unggul. Lini pertahanan mulai kehilangan konsentrasi sehingga pemain PSG memiliki kesempatan untuk menyamakan atau memperkecil ketinggalan gol.

-Gol bunuh diri Jeremy Mathieu seharusnya tidak perlu terjadi, jika pemain Barcelona tidak lengah atau cepat merasa puas diri. Hal ini bisa dilihat dari terciptanya gol ke tiga yang dicetak oleh Luiz Suarez menit ke 79 dan hanya berselang 3 menit kemudian Jeremy Mathieu mencetak gol bunuh diri.

-Messi kurang tampil gemilang, meski gol pertama yang dicetak oleh Neymar berkat assistnya yang memberikan umpan terobosan melewati pemain PSG.

-Penempatan posisi Messi di sayap kanan dan kadang bermain di tengah tidak terlalu mengekploitasi kehebatannya jika dibandingkan posisinya sebagai penyerang tengah.

-Lini tengah yang ditempati oleh Busquet, Rakitic dan Iniesta belum sepadu dan sehebat 5 tahun yang lalu ketika masih ada Xavi Hernadez di sana.

-Ketika Iniesta cedera dan digantikan oleh Xavi, tetap tidak terlihat umpan terobosan maut yang berbuah gol, dan hal ini sekali lagi memperlihatkan pergerakan pemain Barcelona di depan kurang menggigit dan variatif untuk mencari tempat yang kosong.

-Penampilan Pique masih mengkhawatirkan karena lagaknya yang cukup tengil saat menahan dan memberikan bola, tapi untunglah penampilan Javiar Mascherano yang garang dan lugas dapat menutupi lini belakang Barcelona.

-Barcelona menang, tapi PSG tampil tanpa beberapa pemain intinya, dan gol bunuh diri Barcelona menunjukkan penampilannya pada leg pertama babak perempat final ini kurang menjanjikan untuk meraih gelar juara Liga Champions.

Barcelona bisa juara Liga Champions tapi dengan catatan Real Madrid dan Bayern Muenchen tersingkir di leg kedua yang berlangsung di kandangnya sendiri, sebab sisa tim lainnya – Atletico Madrid, Juventus, Monaco dan Porto – bukan halangan yang berarti, meski babak semifinal dan final umumnya berlangsung ketat.

Sebaliknya jika Real Madrid dan Bayern Muenchen berhasil lolos ke babak selanjutnya, Barcelona sulit juara Liga Champions.

Sumber gambar: wikipedia.