Tag: narkoba

Komitmen Anies Baswedan-Sandiaga Uno Diragukan?

Komitmen Anies Baswedan-Sandiaga Uno Diragukan?

Adahati.com – Komitmen? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online arti komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) mencuatkan kata komitmen ini yang ditujukan kepada Pemda DKI terkait nama 36 diskotek di Jakarta yang terlibat peredaran narkoba.

Nama 36 diskotek di atas tadi akan dibuka oleh Buwas, tapi syaratnya ada komitmen. “Kalau ada komitmen dari Pemda (DKI) kalau itu pasti ditutup, saya kasih tahu. Kalau nggak akan ditutup saya nggak kasih tahu,” begitu antara lain kata Buwas di sini.

Masalah penyalahgunaan barang haram narkoba ini sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keamanan nasional, dan lebih jelas bahayanya dibanding omongan Fahri Hamzah yang diduga korupsi oleh Nazaruddin, kemudian menuding KPK dan Nazaruddin telah bersekongkol yang membahayakan keamanan nasional.

Belakangan ini pun beberapa artis atau seleb telah ditangkap oleh pihak kepolisian karena menggunakan barang haram narkoba. Sandiaga Uno pun pernah mengatakan, “Narkoba sudah menjadi ancaman serius. Dalam beberapa hari ini ada artis yang ketangkep karena narkoba. Kita jangan mau dirusak karena narkoba.”

Klop sudah, tinggal tunggu waktunya saja Anies Baswedan-Sandiaga Uno atau Pemda DKI Jakarta bekerjasama dengan Buwas atau Badan Narkotika Nasional untuk memberantas peredaran narkoba yang terjadi pada 36 diskotek di atas tadi.

Tunggu apa lagi? Tinggal dilaksanakan saja kerjasama tadi tanpa perlu banyak omong yang tidak jelas, kelat-kelit sana sini yang membuang banyak waktu dengan percuma.

Namun di sisi lain timbul pertanyaan. Mengapa Buwas meminta komitmen terlebih dahulu? Mengapa tidak langsung saja diberikan nama 36 diskotek tadi? Apakah Buwas meragukan komitmen Anies Baswedan-Sandiaga Uno atau Pemda DKI Jakarta?

Biarlah pertanyaan di atas tadi tinggal pertanyaan, karena masih ada yang jauh lebih penting, yaitu kerjasama Pemda DKI dan Badan Narkotika Nasional bisa terjalin dalam waktu dekat ini sehingga 36 diskotek di atas tadi secepatnya ditutup.

Waktu jua yang akan membuktikan, apakah ada atau tidak komitmen yang diminta oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso (Buwas).

*Sumber gambar: youtube.com.


Artis Ini Hanya Meniru Kelakuan Elit Parpol?

Artis Ini Hanya Meniru Kelakuan Elit Parpol?

Adahati.com – Artis ini beberapa hari lalu sempat menjadi berita hangat karena bertepatan dengan hari kasih sayang atau Valentine Day ditangkap oleh pihak kepolisian di rumahnya karena diduga menggunakan barang haram narkoba.

Siapa artis ini? Dia adalah Roro Fitria seorang disk jockey (DJ), dan juga model seksi. Entah siapa lagi artis atau seleb yang akan ditangkap oleh pihak kepolisian atau Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ditangkapnya seorang artis atau seleb pun bukan peristiwa baru, tapi sudah sering terjadi. Artis ini artis itu, seleb ini seleb itu, terus berulang-ulang. Maka dari itu, tinggal tunggu waktu saja atau masih ada kemungkinan besar di kemudian hari ada artis atau seleb lain yang ditangkap karena kasus narkoba. Hal ini bisa disimak dari pernyataan Roro Fitria di sini. Menurut pengakuannya, ia sering menggunakan narkoba bareng kawan-kawannya sesama artis.

Siapa saja artis ini? “Maaf kalau itu saya tidak bisa jawab,” katanya.

Timbul pertanyaan. Adakah kemungkinan yang cukup meyakinkan bahwa pihak kepolisian dan BNN bisa memiliki daftar artis-artis yang selama ini masih menggunakan narkoba, meski Roro Fitria tadi mengatakan tidak bisa jawab, tidak tahu, atau tidak mengenalnya?

Roro Fitria pun menangis, ketika disinggung soal dirinya yang sering memberikan penyuluhan terkait pencegahan narkoba, tapi ia sendiri melanggarnya. “Saya sangat menyesal. Sekarang punya beban berat, kenapa saya yang biasanya gerakkan (anti narkoba) sekarang malah pakai. Tanggungjawab itu tidak bisa saya emban dengan baik.”

Munafik, atau semacam itu bukan sesuatu yang baru dan mengejutkan. Tapi siapa yang menularkan kemunafikan ini hingga sampai ke artis, seleb dan figur lainnya? Apakah mereka tertular “virus munafik” yang disebar oleh elit parpol?

Beberapa tahun silam ada parpol dengan jargon “Katakan Tidak Pada Korupsi”. Poster besar di jalan-jalan pun dipajang, dan juga menampilkan sosok elit kadernya, tapi ternyata elit kadernya itu korupsi. Ada lagi parpol yang koar-koar partai agama, tapi justru kelakuan orang nomor satunya, presiden, atau ketua umum parpol tersebut tidak mencerminkan sebagai seorang yang agamis, korupsi dan munafik juga.

Masih banyak contoh “virus munafik” lainnya.

Apakah artis ini artis itu, seleb ini seleb itu, dan figur lainnya yang munafik, mereka hanya meniru kelakuan elit parpol?

*sumber gambar: youtube.com.


Politikus Bukan Pendukung Ahok Ditangkap karena Narkoba

Politikus Bukan Pendukung Ahok Ditangkap karena Narkoba

Adahati.com – Politikus pendukung Anies-Sandiaga di Pilkada DKI 2017 ditangkap oleh pihak kepolisian di sebuah tempat karaoke di Jakarta. Beritanya sedang hangat saat ini, dan politikus tadi termasuk seorang kader Partai Golkar.

Indra J Piliang bersama dua temannya ditangkap karena diduga memakai narkoba. Jika sebelumnya ada politikus yang ditangkap gara-gara kasus korupsi, kali ini seorang politikus yang kebetulan bukan pendukung Ahok ditangkap terkait kasus narkoba.

Indra J Piliang ini sebelumnya pernah mengatakan Ahok gila lewat akun twitternya. Memang Ahok gila. Lu pikir lahan reklamasi yang diberikan ke Podomoro itu bukan lahan negara? Bunyi tweetnya sekitar setahun lalu di sini.

Ditangkapnya politikus Indra J Piliang pendukung Anies-Sandiaga terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba ini berpotensi lucu, antara lain disebabkan:

Pertama, muncul nada heran, tak percaya dan sejenisnya bahwa politikus Indra J Piliang ditangkap karena kasus narkoba. Sekretaris Dewan Pakar Golkar Firman Soebagyo terkejut karena selama ini tak pernah melihat tanda-tanda rekannya itu menggunakan narkoba.

“Atau mungkin ketika itu Pak Indra mungkin terjebak atau dia baru pertama kali ke situ dan kemudian ada yang sengaja memberikan masukan atau memasukkan barang haram itu, kan bisa jadi. Ini faktor itu kita tunggu dulu,” katanya di sini.

Ia pun mengatakan Indra Piliang sudah jarang aktif di partai. Entahlah kalau beritanya tentang kader yang berprestasi. Mungkin dikatakannya selama ini kadernya memang aktif dan pembinaan kader pun berjalan dengan sukses.

Kedua, sekretaris tim pemenangan Anies-Sandiaga pun kaget, kemudian melontarkan pujian bahwa Indra K Piliang orangnya baik dan cukup cerdas. Pertanyaannya, kalau memang orang baik dan cukup cerdas, mengapa bisa ditangkap karena kasus narkoba?

Ketiga, Fadli Zon pun kaget atas ditangkapnya politikus kader Partai Golkar itu yang juga pernah satu kampus, satu fakultas dan satu angkatan dengannya.

“Yang saya tahu dia adalah orang yang cerdas. Mudah-mudahan ini kekeliruan, kekhilafan, dan kalau benar perlu direhabilitasi,” katanya di sini.

Mengapa tidak dianjurkan cepat dibui saja kalau memang terbukti bersalah? Cukup menarik menunggu pernyataan Fadli Zon nanti jika ada sosok lain, entah itu artis, mahasiswa, pengusaha atau siapa saja yang ditangkap karena terlibat kasus narkoba. Adakah anjuran direhabilitasi seperti terhadap politikus itu.

Keempat, politikus Partai Golkar lainnya, yaitu Bambang Soesatyo (Bamsoet) merasa yakin Indra J Piliang cuma korban salah pergaulan.

Jadi bukan Indra J Piliang yang salah, tapi pergaulan. Nah, jika ada orang yang bernama Pergaulan, malang nian nasib orang itu. Meskipun selama ini tak pernah menggunakan narkoba, tapi tetap saja disalahkan.

The Lohmenz Institute masih mencermati dan mengkaji ditangkapnya politikus Indra J Piliang ini, sambil berharap masih ada hal lain yang berpotensi lucu.

sumber foto: youtube.com.