Tag: messi

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions Bukan Kejutan

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions Bukan Kejutan

Adahati.com – Barcelona tersingkir dari Liga Champions? Biasa saja, bukan sebuah kejutan. Memang pada leg pertama di Stamford Brige (21/2/18) skor akhir imbang 1-1 merugikan Chelsea, tapi sekali lagi bukan kejutan jika Barcelona tersingkir dari Liga Champions dan dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri pada leg kedua nanti.

Tanda-tanda Barcelona tersingkir dari Liga Champions sudah terlihat saat menghadapi Atletico Madrid di Nou Camp tadi malam (4/3/18). Sebelumnya pertandingan ini digadang-gadangkan akan berjalan seru, tegang dan mencekam. Serangan pun akan datang silih berganti. Atletico Madrid yang memiliki tren positif diyakini bisa menyulitkan, bahkan mengalahkan Barcelona. Nama Antoine Griezmann pun disebut dan dijagokan akan mencetak gol yang membuat tuan rumah gigit jari.

Barcelona dianggap performanya menurun pada beberapa pertandingan terakhir sehingga hanya selisih 5 poin saja dengan Atletico Madrid di klasemen sementara. Terakhir melawan tim papan bawah Las Pamas ditahan imbang 1-1. Pemain Barcelona terlihat seperti mati akal mencetak gol kedua guna meraih kemenangan yang berharga, tapi hingga wasit meniup peluit terakhir skor tidak berubah juga.

Atletico Madrid dan Antoine Griezmann yang tadinya diperkirakan bisa membuat Barcelona merana dan terhina dihadapan pendukungnya sendiri ternyata tidak terbukti. Gol tendangan bebas Messi menit 26 menjadi satu-satunya gol pada pertandingan yang jauh dari kesan seru, tegang dan mencekam. Cukup satu kata untuk menggambarkan pertandingan tadi malam, yaitu membosankan!

Kreasi serangannya pun miskin, dan bola hanya berputar di lapangan tengah karena Barcelona dan tamunya terkesan tidak ngotot menembus pertahanan lawan untuk mencetak gol. Atletico Madrid lebih banyak bertahan, sepertinya kedua kesebelasan cukup puas jika hasil pertandingannya berakhir imbang.

Di babak kedua sekitar 15-20 menit menjelang pertandingan usai, baru kedua kesebelasan terlihat bergairah bermain dengan serangan yang datang silih berganti, tapi secara keseluruhan pertandingannya cenderung membosankan.

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Beberapa jam kemudian di belahan bumi lain Chelsea yang akan menjadi lawan Barcelona di leg kedua babak 16 besar Liga Champions kalah melawan tuan rumah Manchester City dengan skor akhir yang sama, 1-0.

Chelsea saat ini sedang bermasalah dan performanya pun menurun, juga belum tentu bisa tampil di Liga Champions musim depan, tapi bukan berarti tidak bisa membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions musim ini. Kesebelasan yang berada dalam posisi nothing to lose bisa sangat berbahaya.

Barcelona sebelum melawan Atletico Madrid diposisikan dalam keadaan berbahaya, tapi seperti biasa mampu keluar dari tekanan pada pertandingan tingkat tinggi. Sebaliknya melawan kesebelasan nothing to lose seperti Chelsea bukan sebuah kejutan jika Barcelona tersingkir dari Liga Champions nantinya.

Leg kedua nanti (14/3/18) diperkirakan Chelsea akan bermain menunggu seperti halnya Atletico Madrid, dan jika bisa menahan skor imbang di babak pertama, kans Chelsea cukup besar untuk membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions, entah lewat pertandingan dengan waktu normal atau adu tendangan pinalti. Mengingat pertahanan Chelsea pun cukup bagus, serta diasumsikan lebih baik dibanding Atletico Madrid, Barcelona akan kesulitan menghasilkan keunggulan gol di babak pertama, dan di babak kedua nanti menjadi babak neraka bagi tim tuan rumah.

Barcelona tersingkir dari Liga Champions bukan sebuah kejutan, tapi di sisi lain Barcelona beruntung dengan cederanya Iniesta yang sudah tua dan lamban. Pemain penggantinya Paulinho akan memberikan keseimbangan di lini tengah. Ernesto Valverde pun akan menerapkan strategi dan taktik yang sama saat melawan Atletico Madrid. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan mengingat sebelumnya ia sempat mengeluhkan padatnya jadwal pertandingan Barcelona.

Sekali lagi Barcelona tersingkir dari Liga Champions bukan kejutan, juga bukan kejutan jika pertandingan leg kedua antara Barcelona dan Chelsea nanti pun membosankan seperti halnya pertandingan antara Barcelona dan Atletico Madrid tadi malam.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Tertahan Bukan karena Sial?

Barcelona Tertahan Bukan karena Sial?

Adahati.com – Laju Barcelona tertahan pada pertandingan melawan Valencia yang merupakan pertandingan ke 13 bagi kedua kesebelasan di kompetisi Liga Spanyol musim 2017-18 yang baru saja berakhir.

Baik Barcelona maupun Valencia sampai saat ini belum terkalahkan dan berada di papan atas klasemen sementara Liga Spanyol.

Babak pertama masih belum ada gol yang tercipta sehingga skor sementara 0-0. Gol yang diharapkan dari pertandingan yang seru, tegang dan mencekam ini baru terjadi pada menit 60. Sontekan Rodrigo Moreno di depan mulut gawang setelah menerima umpan dari sisi kanan gawang Barcelona mengubah skor menjadi 1-0.

Setelah unggul, pemain Valencia semakin tinggi semangatnya dan sulit diatasi oleh Barcelona karena kecepatan rata-rata pemain Valencia di atas pemain Barcelona, di samping kerja sama antar pemain pun Valencia masih lebih baik.

Valencia sepertinya akan mencetak gol kedua sekaligus membenamkan Barcelona ke dasar jurang dengan membawa pulang kekalahan yang cukup memalukan.

Namun Messi dan Jordi Alba menjadi penyelamat pada pertandingan ini. Berawal dari bola yang sepenuhnya dikontrol oleh Messi di lapangan tengah, pergerakan Messi yang ingin masuk ke daerah pertahanan lawan diikuti oleh Jordi Alba yang berlari di sayap kiri. Sebuah umpan lambung yang cantik dilepas Messi ke mulut gawang dan disambut dengan sepakan Jordi Alba yang menjebol gawang Valencia menit 82.

Barcelona pun di atas angin, meski serangan Valencia masih mengancam. Gol kedua Barcelona sepertinya tinggal menunggu waktu, namun para pemain belakang Valencia yang berkoordinasi dengan baik sulit ditembus meski Barcelona sudah berusaha melancarkan serangan baik dari sisi kiri maupun kanan. Alhasil hingga peluit akhir dibunyikan wasit skor imbang 1-1 tadi tidak berubah, dan laju Barcelona tertahan.

Barcelona tertahan bukan karena sial? Messi mencetak gol di babak pertama menit 29, tapi wasit tidak mensahkan gol tersebut.

Telah terjadi sebuah drama? Seandainya wasit mensahkan bola yang telah melewati garis gawang tadi menjadi sebuah gol, maka Barcelona pun akan meraih kemenangan?

Sial atau tidak sial, skor akhir imbang 1-1.

Klasemen sementara Liga Spanyol pun seperti ini:

Barcelona Tertahan

Barcelona Tertahan

*Sumber berita: goal.com, sumber gambar: youtube.com.

 


Barcelona Kritis dan Tipis Peluangnya Juara Liga Spanyol

Barcelona Kritis dan Tipis Peluangnya Juara Liga Spanyol

Adahati.com –Barcelona kritis, dan peluangnya menjuarai Laliga pun semakin tipis saja, meski memenangkan pertandingan ke 35 musim kompetisi 2016-17 dini hari tadi.

Bertindak sebagai tamu dalam “derby catalan” melawan Espanyol terlihat pemain Barcelona seperti kehilangan akal untuk menembus pertahanan lawan, bahkan Espanyol cenderung menekan dan bermain agresif. Trio penyerang Barcelona – Messi, Neymar dan Suarez – tidak berkutik, dan babak pertama berakhir imbang 0-0.

Jika pertandingan “derbi catalan” ini berakhir imbang, Barcelona kritis mengingat hanya tinggal sisa tiga pertandingan lagi, sementara musuh bebuyutannya Real Madrid semakin besar peluangnya menjuarai Laliga musim ini. Tidak ada kata lain selain memenangkan “derby  catalan” demi menjaga peluang Barcelona sekaligus terus menempel ketat Real Madrid di puncak klasemen.

Di babak kedua permainan Barcelona mulai berkembang dan menekan lawannya. Pertandingan baru berjalan sekitar 5 menit, Luis Suarez berhasil memanfaatkan kesalahan lawan yang melakukan back pass. Bola pun berhasil dicurinya, kemudian dengan mudah menceploskannya ke gawang lawan.

Skor sementara 0-1 sekaligus  menaikkan mental para pemain Barcelona.

Menit 76, solo run Lionel Messi dari lapangan tengah mengacaukan konsenstrasi lini pertahanan lawan. Suarez bergerak ke arah kanan mencari tempat untuk menerima bola, tapi Messi dengan cerdik mengumpan bola ke kiri dan di sana ada Rakitic yang sekali sentuh dengan kaki kirinya memperdaya kiper lawan yang mati langkah. Bola pun bergulir mulus ke pojok kiri gawang Espanyol.

Unggul dua gol tidak membuat Barcelona mengendurkan serangannya, alhasil menit 87 kembali Suarez mencetak gol, memanfaatkan kesalahan pemain belakang lawan yang hendak membuang bola, tapi bolanya justru jatuh ke kaki Suarez yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Skor akhir 0-3 untuk kemenangan Barcelona.

Meski menang, Barcelona kritis dan semakin tipis peluangnya juara Liga Spanyol mengingat sebelumnya Real Madrid yang menjamu Valencia berhasil memetik tiga poin berkat kemenangan 2-1 yang diperolehnya. Ronaldo membuka gol menit 27 lewat sundulan kepalanya setelah menerima umpan lambung dari sisi kanan yang dilepas oleh Dani Carvajal. Babak pertama pun Madrid unggul 1-0.

Namun di babak kedua tendangan bebas pemain Valencia Dani Parejo menit 82 menjebol gawang Real Madrid dan menyamakan kedudukkan menjadi imbang 1-1. Hanya sekitar 8 menit lagi sisa pertandingan, hasil imbang akan merugikan Real Madrid, tapi tak lama kemudian menit 86 Marcelo berhasil membobol gawang lawan, dan skor 2-1 ini pun bertahan hingga wasit meniup peluit terakhirnya.

Kemenangan 2-1 Madrid atas Valencia menaikkan posisinya ke peringkat pertama klasemen, tapi kemenangan 3-0 Barcelona di “derby catalan” kembali melorotkan posisinya dengan menyisakan satu pertadingan lebih dibanding Barcelona.

Berikut lawan-lawan yang akan dihadapi oleh kedua musuh bebuyutan ini di sisa pertandingan kompetisi Liga Spanyol musim 2016-17:

Barcelona Vs: Villareal (K, 6/5/17), Las Palmas (T, 14/5/17), dan Eibar (K, 21/5/17).

Real Madrid Vs: Granada (T, 7/5/17), Sevilla (K, 14/5/17), Malaga (21/5/17) dan satu laga Tandang tunda melawan Celta de Vigo yang belum ditentukan jadwalnya.

Terlihat posisi Barcelona kritis. Seandainya pun Barcelona memenangkan semua pertandingan sisa, juara Laliga diraihnya jika Madrid kehilangan tiga poin, entah kalah satu kali atau imbang tiga kali di pertandingan sisanya.

Mengingat lawan berat Madrid hanya Sevilla, dan itu pun pertandingan kandang, jelas posisi Barcelona kritis dan tipis peluangnya juara Laliga musim ini.

Sumber gambar.


Argentina Melangkah ke Babak Final dengan Mulus?

Argentina Melangkah ke Babak Final dengan Mulus?

Argentina Melangkah ke Babak Final dengan Mulus?

Adahati.com – Argentina memastikan lolos ke babak selanjutnya, atau babak perempat final Copa America 2016 setelah menang  tipis dengan skor akhir 2-1 melawan Chile, dan menang telak 5-0 atas Panama.

Berikut ini klasemen sementara Grup D Copa America 2016.

Argentina

Di pertandingan berikutnya Argentina akan menghadapi Bolivia, dan sudah bisa dipastikan tim Tango akan keluar sebagai juara Grup D, sedangkan Chile dan Panama akan memperebutkan tempat kedua atau runner up agar bisa lolos ke babak perempat final. Sebagai juara Grup D, Argentina akan bertemu dengan runner up Grup C.

Argentina

Meksiko dan Venezuela akan berhadapan esok pagi (14/6/16) pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup C. Hasil imbang sudah cukup untuk mengantarkan Meksiko sebagai juara Grup C, dan Venezuela akan menempati posisi runner up mengingat penampilan Meksiko yang menggairahkan pada dua pertandingan sebelumnya, yaitu saat Meksiko mengalahkan Uruguay (3-1) dan Jamaika (2-0).

Argentina diperkirakan tidak akan mengalami kesulitan yang berarti saat menghadapi Venezuela di babak perempat final nanti, apalagi Messi ‘si pemalas’ sepertinya akan kembali mencetak gol, meski kecil kemungkinannya ia akan mencetak hat-trick lagi.

Dengan demikian Argentina akan melangkah ke babak semifinal setelah mengalahkan Venezuela. Siapa lawan Argentina di babak semifinal nanti?

Kekalahan Kolombia 2-3 atas Kosta Rika di pertandingan babak penyisihan Grup A membawa keberuntungan juga bagi Argentina. Amerika Serikat yang keluar sebagai juara Grup A akan menghadapi runner up Grup B pagi ini (13/6/16).

Berdasarkan hitungan normal di atas kertas, di Grup B Ekuador akan mempecundangi Haiti, dan Brasil mengalahkan Peru. Dengan demikian Brasil akan keluar sebagai juara Grup B, sedangkan Ekuador peringkat kedua. Seandainya pun Peru membuat kejutan dengan mengalahkan Brasil, runner up Grup B tetap akan ditempati oleh Ekuador.

Kemungkinan Brasil runner up Grup B bisa saja, jika Ekuador menang atas Haiti minimal dengan selisih 7 gol, sementara Brasil bermain imbang dengan Peru, atau Ekuador bermain imbang/kalah melawan Haiti, dan Peru sukses mengalahkan Brasil, tapi kemungkinan Brasil menempati posisi runner up Grup B kecil sekali.

Argentina

Ekuador yang lebih besar kemungkinannya menempati posisi runner up Grup B, dan akan berhadapan dengan juara Grup A, yaitu Amerika Serikat di babak perempat final.

Argentina

Baik tuan rumah Amerika Serikat maupun Ekuador yang nantinya maju ke babak semifinal akan berhadapan dengan Argentina.

Sulitkah Messi dan kawan-kawan mengalahkan Amerika Serikat? Sedikit saja, apalagi jika Ekuador yang dihadapinya. Dengan demikian Argentina pun relatif mulus melangkah hingga ke babak final Copa America 2016. Selamat untuk tim Tango!

Tapi sekali lagi, semua perhitungan tadi masih di atas kertas saja.

Sumber gambar. 


Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Adahati.com – Argentina kembali mengukir kemenangan di Copa America 2016 setelah mengalahkan Panama dengan skor akhir 5-0. Sebelumnya tim Tango mengalahkan Chile di pertandingan pertamanya dengan skor akhir 2-1. Dua kemenangan berturut-turut ini pun mengantarkan Argentina ke babak selanjutnya. Meskipun demikian, penampilan anak asuh Tata Martino ini masih belum memuaskan.

Messi ‘si pemalas’ tidak bermain saat Argentina berhadapan dengan Chile, dan ia pun baru diturunkan di babak kedua ketika melawan Panama. Memang Messi berhasil mencetak tiga gol atau hat-trick, tapi secara keseluruhan penampilannya biasa saja.

Tujuh gol dalam dua pertandingan, bukan berarti Argentina dan Messi sudah berada pada jalur yang benar, karena terciptanya tujuh gol tadi bukan berasal dari skema serangan yang dibangun secara apik layaknya kesebelasan papan atas dunia.

Pertama, 2 gol Argentina berawal dari bola mati.

Gol ketiga Argentina berkat sundulan Otamendi berasal dari tendangan bebas yang dilepas oleh Di Maria, juga gol kelima Argentina yang dicetak oleh Messi hasil sebuah tendangan bebas, bukan dari skema serangan yang dibangun secara apik.

Kedua, 4 gol Argentina berbau keberuntungan yang cukup besar.

Gol pertama Argentina dicetak oleh Di Maria saat berhadapan dengan Chile. Kans Di Maria untuk mencetak gol sebenarnya kurang dari 50%, tapi beruntung tendangannya dari sudut yang sempit melalui celah kaki penjaga gawang lawan. Begitupun gol kedua yang dicetak oleh Banega. Bola yang ditendangnya terlebih dahulu mengenai kaki pemain belakang Chile sehingga bola berbelok arah.

Gol keempat Argentina terjadi karena kesalahan pemain belakang Panama yang ingin menyepak bola jauh ke depan, tapi justru bolanya mengenai wajah Higuain dan jatuh di kaki Messi, kemudian dengan mudah menceploskan bola ke gawang lawan. Gol keenam berawal dari salah kirim bola pemain Panama, direbut oleh Marcus Rojo yang menyodorkan bola kepada Messi. Juga saat berhadapan dengan kapten Panama, Filipe Baloy, boleh dibilang beruntung bola liar masih bisa dikuasai Messi.

Ketiga, 1 gol tercipta ketika lawan sudah frustrasi.

Gol ketujuh Argentina adalah satu-satunya gol yang direncanakan dengan cukup baik. Messi ‘si pemalas’ yang memiliki visi bermain bola yang aduhai, dari lapangan tengah melambungkan bola jauh ke depan. Disambut oleh sundulan Rojo yang mengarahkan bola kepada Kun Aguero, dan bola kembali disundul masuk ke gawang Panama, tapi pada saat itu lawan sudah kehilangan konsentrasi dan frustrasi.

Dengan demikian proses terciptanya tujuh gol Argentina tadi cenderung bukan berasal dari skema serangan yang dibangun secara apik layaknya kesebelasan papan atas dunia. Hat-trick Messi pun terjadi pada saat Panama sudah kehilangan satu pemain.

Argentina masih belum memuaskan permainannya, dan perlu memperbaiki kinerjanya, jika tidak ingin kembali gagal meraih gelar juara Copa America 2016.

Sumber gambar.


Buang Messi, Argentina Juara Copa America 2016?

Buang Messi, Argentina Juara Copa America 2016?

Buang Messi, Argentina Juara Copa America 2016?

Adahati.com – Argentina mengawali pertandingan pertamanya di Copa America 2016 yang berlangsung di Amerika Serikat hari Selasa lalu melawan juara bertahan Chile yang menghempaskannya di babak final Copa America 2015 lewat adu penalti (1-4).

Pelatih Argentina, Tata Martino yang sempat menangani Barcelona selama satu musim memainkan formasi 4-3-3 tanpa kehadiran Messi, tapi bukan karena keberanian taktiknya, melainkan Messi ‘si pemalas’ itu sedang mengalami cedera.

Nicolas Gaitan pemain yang menempati posisi Messi memang penampilannya tidak terlalu menonjol, tapi seandainya Messi pun main, kontribusinya masih diragukan. Bagaimana mungkin Messi bisa memberikan kontribusi yang besar bagi Argentina, jika ia masih saja bertingkah bak pemain golf di lapangan bola?

Lihat saja saat babak final Piala Dunia 2014 di Brazil dan babak final Copa America 2015 di Chile. Dua kali Argentina kalah, dan Messi terlihat seperti pemain yang malas berlari. Di babak final yang menentukan justru penampilannya jauh dari mengesankan.

Buang Messi, jika Argentina kembali tampil di babak final Copa America.

Selain itu berharaplah Angel Di Maria dalam kondisi yang fit. Argentina sial saja di babak final Piala Dunia 2014 saat kalah 0-1 melawan Jerman, pun ketika gagal meraih gelar juara Copa America 2015, karena Di Maria cedera, dan tak bermain selama 2×45 menit.

Tapi kemungkinan besar Tata tidak memiliki keberanian taktik untuk membuang nama Messi dalam skuad Argentina. Belum apa-apa ia sudah berharap Messi bisa dimainkan pada pertandingan kedua (11/6/16) melawan Panama nanti.

“Kami selalu menjadi tim yang lebih baik ketika Messi di tim dan peluang kami memenangi Piala selalu akan menjadi lebih tinggi ketika dia bermain.”

Terlihat jelas ketergantungan Tata Martino terhadap Messi ‘si pemalas’. Okelah, pemain pengganti Nicolas Gaitan tidak terlalu menonjol, tapi ia masih bisa merotasi pemainnya. Erik Lamela yang menggantikan Di Maria cukup bermain bagus. Posisi Di Maria bisa ditukar untuk menempati penyerang sayap kanan yang menjadi posisi Messi saat ini.

Pada pertandingan perdananya Argentina akhirnya sukses mengalahkan Chile 2-1, tapi masih cukup banyak kelemahan tim Tango ini. Dua gol yang dicetak melalui tendangan Di Maria dan Ever Banega belum memperlihatkan proses gol yang cantik.

Di Maria sebenarnya hanya memiliki kans mencetak gol di bawah 50%, tapi beruntung tendangannya dari sudut yang sempit lolos dari celah kaki penjaga gawang lawan. Begitupun gol kedua, lebih berbau keberuntungan lagi. Tendangan Banega berbelok arah karena sebelumnya mengenai kaki pemain belakang Chile.

Selain itu Argentina kebobolan di menit-menit akhir karena blunder penjaga gawangnya, Sergio Romero. Entah apa yang ada di benaknya saat ia memutuskan keluar dari sarangnya untuk menghalau bola lambung sehingga terjadilah gol balasan itu.

Argentina mencetak dua gol melawan Chile, tapi kedua gol tersebut masih berbau keberuntungan yang cukup besar, juga kebobolan satu gol karena blunder yang dilakukan oleh lini belakangnya. Pelatih Tata Martino masih harus bekerja keras untuk membenahi tim Tango ini, jika ingin mencapai babak final Copa America 2016.

Kemungkinan besar Tata Martino tidak berani membuang Messi ‘si pemalas’, jika Argentina tampil di babak final Copa America 2016. Maka dari itu, Tata berharaplah Messi bukan si pemalas lagi atau penampilannya bukan bak pemain golf di lapangan bola seperti ditunjukkannya pada saat babak final Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015. Selain itu Tata berharap juga Di Maria tidak mengalami cedera.

Jika Argentina mencapai babak final, dan Messi bukan lagi si pemalas, serta Di Maria tidak cedera, siapapun lawan yang akan dihadapinya nanti kecil kemungkinannya bisa menghalangi Argentina untuk meraih gelar juara Copa America 2016.

Sumber gambar.


Barcelona Dibantai di Emirates Stadium Kandang Arsenal

Barcelona Dibantai di Emirates Stadium Kandang Arsenal

Adahati.com – Barcelona dibantai? Arsenal akan menjamu Barcelona di Emirates Stadium dalam lanjutan babak perempat final Liga Champions 2015-16.

Bertindak sebagai tuan rumah di leg pertama ini tentu Arsenal tak membuang peluang untuk membantai lawannya tersebut di hadapan para pendukungnya.

Arsenal memiliki play maker kelas dunia, yaitu Mezut Ozil. Umpan-umpannya terukur kepada penyerang Arsenal yang bisa menjebol gawang Barcelona lewat kaki Olivier Giroud, Alexis Sanchez atau pemain Arsenal lainnya.

Dengan kondisi pemain-pemain intinya yang masih bugar, skema permainan 4-2-3-1 dan perkiraan susunan pemain seperti ini: Cech, Monreal, Koscielny, Mertesacker, Bellerin, Ramsey, Coquelin; Sanchez, Ozil, Chamberlain dan Giroud kemungkinan besar Barcelona dibantai di Emirates Stadium nantinya.

Barcelona dengan skema 4-3-3 dan tiki-takanya cenderung dominan menguasai bola. Blunder jika Arsenal menerapkan taktik yang sama. Diperkirakan Arsenal akan fokus memperkuat lini pertahanan dan mengandalkan serangan balik yang cepat. Wenger pun akan menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan pemain Barcelona yang menguasai bola dan melewati garis tengah lapangan.

Dengan menyisakan Olivier Giroud di depan, kemudian memaksimalkan kelengahan pemain Barcelona, serangan balik Arsenal akan membuahkan gol lewat kreasi dan umpan manis Ozil kepada Giroud. 1-0 Arsenal unggul.

Barcelona berusaha menyamakan kedudukan, namun pertahanan Arsenal sangat sulit ditembus, bahkan serangan balik Arsenal lewat Sanchez yang lolos dari jebakan off-side berhasil menjebol gawang lawan. Barcelona dibantai 2-0.

Mezut Ozil pun mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan yang mengubah skor akhir menjadi 3-0. Benar benar Barcelona dibantai, dan para pemainya pulang dengan wajah lesu setelah kalah 3 gol tanpa balas di Emirates Stadium.

Skor akhir yang sulit dipercaya mengingat sebelum leg pertama babak perempat final ini Barcelona lebih difavoritkan untuk memenangkan pertandingan.

Apakah masalah paspor Luiz Suarez yang nyaris membatalkan keberangkatannya ke London adalah pertanda Barcelona dibantai atau kalah telak melawan Arsenal?

Takhayul, mimpi di siang bolong jika sampai Barcelona dibantai Arsenal.

Bisa saja Barcelona dibantai Arsenal, tapi dengan catatan trisula maut Barcelona (Messi, Suarez dan Neymar) sakit perut dan dipaksakan untuk bermain.

Tak heran jika Arsenal menang telak 3-0, tapi bagaimana jika Barcelona turun dengan susunan pemain Ter Stegen; Alves, Mascherano, Pique, Alba, Rakitic, Busquets, Iniesta, Messi, Suarez, Neymar dan trisula mautnya tidak sakit perut?

Mungkin hasil akhir pertandingannya menjadi terbalik. Bukan Barcelona dibantai, melainkan Arsenal yang dipermalukan di kandangnya sendiri.

Tapi untuk memastikan skor akhir pertandingan yang benar sebaiknya saksikan saja leg pertama babak perempat final Liga Champions antara Arsenal dan Barcelona di Emirates Stadium pada Rabu (24/2/16) pukul 02.45 WIB.

#Sumber gambar: youtube.com.


Madrid Lemas Kebobolan Empat Gol Tanpa Balas

Madrid Lemas Kebobolan Empat Gol Tanpa Balas

Adahati.com – Tuan rumah Real Madrid lemas pada El Clasico tanggal 22 November 2015 yang baru saja berakhir. Para pemainnya seperti kehilangan arah dan gairah.

Memang Barcelona bermain apik, tapi tak bisa dipungkiri Madrid tampil buruk dan lemah lini pertahanannya. Lini tengah pun porak poranda, sedangkan lini depan Madrid yang ditempati oleh Ronaldo, Benzema dan Bale tak mampu mencetak satu gol pun.

Menit 11 pemain Barcelona Sergi Roberto yang menempati posisi sayap kanan bergerak cepat dari tengah menusuk lini pertahanan Madrid dan memberi umpan matang kepada Luis Suarez yang berdiri bebas.Tanpa ampun Suarez melepaskan tendangan keras yang bersarang di pojok kanan yang tidak terjangkau oleh kiper Madrid Keylor Navas.

Kematangan seorang Suarez dalam mencetak gol lewat skill yang cukup tinggi dan bola ditembak dengan kaki kanan sebelah luar membawa Barcelona unggul 1-0 atas rival abadinya. Madrid lemas dan semakin menderita di kandangnya sendiri ketika Neymar mencetak gol tambahan menit 40. Barcelona pun unggul 2-0 hingga babak pertama usai.

Babak kedua baru berjalan kurang dari 10 menit Madrid sudah kebobolan lagi. Kali ini Iniesta dari dalam kotak pinalti lawan menembak bola yang cukup keras dan bersarang di pojok kiri yang mengantar Barcelona untuk sementara unggul 3-0 menit 53. Pemain Madrid pun semakin tenggelam dan tak berdaya di hadapan pendukungnya.

Gol kedua Barcelona terjadi berkat permainan satu dua antara Iniesta dan Neymar, begitu juga gol ketiga yang memperlihatkan buruknya lini pertahanan Madrid. Sebagian pendukungnya pun mulai melambaikan “bendera putih” tanda kecewa.

Messi yang baru sembuh dari cedera diturunkan menit 57 menggantikan Rakitic, padahal Barcelona sudah unggul 3-0. Mungkin pelatih Luis Enrique ingin memberi kesempatan kepadanya untuk “menendang bola” karena sudah lama tidak merasakan hal itu.

Madrid lemas dan semakin menderita setelah Luis Suarez yang lolos dari jebakan offside kembali mencetak gol bagi Barcelona menit 74. Hancur lebur Madrid di kandangnya sendiri, apalagi seorang pemainnya, yaitu Isco diganjar kartu merah oleh wasit menit 84 karena menendang Neymar dari belakang.

Penonton pun semakin banyak yang melambaikan “bendera putih” atas buruknya penampilan Madrid. Rafael Benitez pun merasakan panasnya kursi pelatih. Entah apa yang dicatat pada kertas di tangannya setiap Barcelona berhasil mencetak gol ke gawang Madrid.

Skor akhir pertandingan pun 4-0. Sepertinya Benitez perlu banyak kertas lagi untuk “catatan harian”nya, jika tidak ingin dipecat oleh manajemen Madrid.

Sumber gambar: youtube.com.


Argentina Gagal Juara Copa America 2015 di Chile

Argentina Gagal Juara Copa America 2015 di Chile

Adahati.com – Copa America 2015 berakhir sudah, dan Argentina gagal juara.

Babak final antara tuan rumah Chile dan Argentina tidak menghasilkan sebuah gol pun selama kurun waktu 2×45 menit plus babak tambahan 2×15 menit.

Chile yang didukung puluhan ribu penonton yang memadati stadion Estadio Nacional Julio Martínez Prádanos, Santiago bertarung dengan penuh semangat bak seekor singa. Penonton menjadi pemain ke 12 yang sejak awal hingga akhir pertandingan mendukung tim kesayangannya.

Luar biasa, baik dukungan penonton maupun penampilan pemain Chile di babak final Copa America 2015. Meski secara keseluruhan rata-rata kualitas pemain Chile masih di bawah Argentina, namun kekompakan dalam bermain plus semangat bertanding yang tinggi mampu membuat Argentina kocar-kacir dan tidak berkembang sama sekali di babak pertama.

Sementara pemain Argentina yang bermain luar biasa di babak semifinal saat berhadapan dengan Paraguay hilang entah ke mana bentuk permainannya.

Apa yang salah sehingga Argentina gagal juara? Tidak ada yang salah, pelatih Tata pun sudah benar memainkan skuad yang ada. Tapi mengapa penampilan Argentina cenderung buruk di babak final Copa America 2015 ini?

Meski harus diakui pemain Chile bertarung dengan semangat yang tinggi dan didukung penuh oleh penonton, tapi apabila Argentina bermain seperti di babak semifinal, dominasi Chile di lapangan tidak terlalu mencolok.

Pastore bermain seperti ingin pamer diri, Messi mati kutu, Aquero tidak membantu pertahanan – hanya lari-lari yang tak jelas -, dan lapangan tengah pun praktis dikuasai lawan. Sementara Di Maria yang bermain cukup bagus sialnya mengalami cedera di babak pertama.

Teringat di babak final Piala Dunia 2014 ketika Argentina tidak diperkuat Di Maria karena cedera yang dialaminya di babak sebelumnya.

Hancur lebur Argentina di babak pertama final Copa America 2015. Lapangan tengah seperti tak bertuan, dan para pemain Chile pun begitu leluasa memainkan bola dan mengatur serangan di sana.

Meski di babak kedua penampilan Argentina lebih baik dibanding babak pertama, tapi secara keseluruhan jalannya pertandingan masih didominasi oleh Chile.

Ada beberapa peluang emas yang bisa menghasilkan gol yang dimiliki oleh kedua kesebelasan sepanjang waktu pertandingan 2×45 menit maupun waktu tambahan 2×15 menit, tapi tak satu gol pun yang tercipta.

Adu pinalti cenderung keberuntungan yang lebih berbicara di sini, dan Chile yang menang saat dilakukan adu pinalti dengan skor akhir 4-1.

Semua mata pun memandang ke arah Messi. Hanya bagus bermain untuk Barcelona, tapi tidak untuk Argentina. Setelah Argentina gagal juara Piala Dunia 2014 di Brazil, kembali Argentina gagal juara Copa America 2015 di Cile.

Sumber gambar youtube.com.