Tag: liga champions

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris, Ini Alasannya

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris, Ini Alasannya

Adahati.com – Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini. Entah mengapa berita yang ada mengatakan Manchester City juara Liga Inggris setelah Manchester United kalah 0-1 melawan tim papan bawah WBA beberapa jam lalu.

Manchester City bukan juara Liga Inggris hanya hoaks? Tentu tidak, karena jauh hari sebelum pertandingan antara Manchester United dan WBA tadi pun sudah banyak pihak yang tahu bahwa Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini.

Apakah karena dua kali kalah berturut-turut, baik di leg pertama dan leg kedua babak perempat final Liga Champions (kalah 3-0 dan 2-1) yang menyebabkan Manchester City bukan juara Liga Inggris atau tak layak menyandang gelar tersebut?

Tentu saja tidak. Lalu apa yang menyebabkan Manchester City bukan juara Liga Inggris seperti kata media, bahkan diberitakan Pep Guardiola sedang bermain golf saat Manchester United kalah 0-1 melawan WBA penghuni dasar klasemen?

Banyak penggemar sepakbola lupa atau tidak ingat, juara Liga Inggris musim ini sebenarnya sejak awal sudah diketahui, siapa lagi kalau bukan Jose Mourinho?

Jadi jelas sudah, Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini seperti yang diberitakan, melainkan manajer “parkir bus” Jose Mourinho.

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris (flickr.com)

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris (flickr.com)

Bukankah namanya lebih sering dibicarakan dan menghiasi media dibanding yang lainnya, termasuk Manchester City dan Manchester United sendiri?

Hak-hak-hak…mungkin ada sebagian pihak yang tertawa, namun tidak tertutup kemungkinan ada juga sebagian pihak yang merasa kesal dan tertipu, lalu mengatakan sama sekali tidak lucu! Norak, kampungan, dan entah apa lagi bentuk makiannya.

Tapi kalau direnungkan lebih dalam ada benarnya juga Manchester City bukan juara Liga Inggris, melainkan Jose Mourinho yang rendah hati dan tidak sombong.

“Manchester City adalah tim terbaik dan cepat atau lambat mereka akan mendapatkan poin, jadi tidak ada drama ketika tim terbaik berhasil memenangi liga,” ujarnya di sini setelah Manchester United kalah 0-1 melawan tim penghuni dasar klasemen.

Inga-inga, Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini melainkan Jose Mourinho, bahkan perkataannya tadi, yaitu “tidak ada drama” mengingatkan orang pada drama sepakbola yang terjadi di leg kedua babak perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Juventus karena adanya penalti yang kontroversial.

Selamat untuk Jose Mourinho, juara Liga Inggris musim ini dan kemungkinan besar musim depan juga, karena meski gagal pula mempersembahkan gelar juara Piala FA, tapi diperkirakan manajemen Manchester United masih tetap mempertahankannya.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Barcelona Cuci Gudang, Siapa Saja yang Terbuang?

Barcelona Cuci Gudang, Siapa Saja yang Terbuang?

Adahati.com – Barcelona cuci gudang musim depan?

Hal yang wajar dan biasa saja jika Barcelona cuci gudang mengingat cukup banyak pemain yang tak layak berada di klub elit dunia ini, apalagi ketika menyaksikan leg kedua babak perempat final Liga Champions saat menghadapi AS Roma.

Leg pertama Barcelona menang dengan skor akhir 4-1, tapi di leg kedua dipermalukan AS Roma, kalah 0-3 yang menyebabkan Barcelona pun merana dan terhina. Makanya perlu diambil kebijakan Barcelona cuci gudang demi musim depan yang gemilang.

Banyak pengamat bola yang hanya melihat dari satu sisi saja, yakni pemain AS Roma bermain dengan semangat juang tinggi, padahal bukan baru pertama kali atau sudah cukup sering Barcelona menghadapi tim tuan rumah yang bermain seperti AS Roma tadi, tapi mampu keluar dari tekanan lawan, bahkan membalikkan keadaan.

Kemenangan 3-0 AS Roma atas Barcelona di leg kedua tadi, selain pemain AS Roma bermain dengan semangat juang tinggi, di sisi lain banyak pemain Barcelona yang tampil memalukan. Memang Messi tidak dalam kondisi fit, tapi bukan jadi alasan.

Wajar jika Barcelona cuci gudang atau membuang cukup banyak pemain yang ada saat ini, entah karena keputusan manajemen maupun atas keinginan pemain itu sendiri.

Barcelona Cuci Gudang

Barcelona Cuci Gudang

Tapi apakah perlu Barcelona cuci gudang? Ya, jika ingin meraih prestasi yang tinggi di liga domestik dan Liga Champions. Tidak adakah jalan lain selain Barcelona cuci gudang atau membuang pemain yang tidak layak tadi?

Sebaiknya Barcelona cuci gudang saja segera, jangan menunggu terlalu lama yang bisa menyebabkan Barcelona merana dan terhina lagi nantinya.

Berikut ini nama-nama yang termasuk akan dibuang akibat kebijakan Barcelona cuci gudang demi musim depan yang gemilang.

1. Iniesta, Andre Gomes, dan Samuel Umtiti.

Iniesta sudah tua dan lamban, sebaiknya dia pergi ke klub China atau klub lainnya sebelum jadi penghangat baku cadangan sepanjang musim. Pemain yang sudah frustrasi seperti Andre Gomes pun sebaiknya angkat kaki saja. Samuel Umtiti pun sebaiknya terkena kebijakan Barcelona cuci gudang karena percuma saja ditahan dengan iming-iming gaji besar, karena pemain yang sudah ingin pindah ke Manchester United ini – sehingga Messi pun menyemprotnya saat leg kedua melawan AS Roma -, lebih baik dijual daripada jadi duri dalam daging nantinya.

2. Thomas Vermaelen dan Aleix Vidal.

Sebenarnya performa kedua pemain ini tidak buruk, tapi usianya sudah tua, maka wajar saja termasuk pemain yang akan terkena kebijakan Barcelona cuci gudang. Lebih baik manajemen mencari pemain muda berbakat untuk duduk dibangku cadangan daripada mempertahankan pemain yang sudah mulai tua dan lamban.

3. Ousmane Dembele.

Pemain ini sulit menjadi pemain besar karena kurang percaya diri atau mentalnya buruk. Tapi bukankah usianya masih muda dan mentalnya masih bisa ditingkatkan seiring perjalanan waktu? Sulit, dari sorot matanya yang mengesankan seorang peragu atau tidak percaya diri pun bisa dinilai sosok pemain ini sulit bisa menjadi pemain besar. Lebih baik Ousmane Dembele pun terkena kebijakan Barcelona cuci gudang, meski harga jualnya tidak akan setinggi harga belinya yang selangit itu.

4. Lionel Messi dan Luis Suarez.

Messi pun terkena kebijakan Barcelona cuci gudang? Sebaiknya begitu, agar Barcelona tidak ketergantungan lagi dengan sosok pemain yang satu ini, juga mumpung harga jualnya masih tinggi. Luis Suarez? Sudah mulai tua, musim depan umurnya 32 tahun. Tapi kalau dijual harganya masih tinggi, dan bisa membeli penyerang muda berbakat entah dari Brasil, Argentina atau negara lainnya.

5. Ernesto Valverde.

Manajer ini pun layak terkena kebijakan Barcelona cuci gudang karena strategi dan taktiknya biasa saja, kalau tidak ingin dibilang buruk. Puncaknya saat leg kedua melawan AS Roma. Seharusnya sebagai seorang yang berada di luar lapangan, ia bisa mengamati dengan baik jalannya pertandingan dan melakukan pergantian pemain dengan cepat dan tepat, tapi semua itu tidak terlihat. Iniesta yang sudah tua dan Samuel Umtiti yang konsentrasinya sudah terpecah belah karena ingin pindah klub pun masih dimasukkan sebagai pemain utama. Sergio Busquet itu seharus sudah diganti di babak pertama karena tidak bisa meladeni kecepatan pemain lini tengah AS Roma.

Demikianlah nama-nama yang akan terkena kebijakan Barcelona cuci gudang sesuai prediksi dan keinginan penulis. Jika manajemen Barcelona tidak sependapat dan menganggap masih perlu mempertahankan sebagian pemain di atas tadi, silakan saja.

Tapi jangan harapkan Barcelona akan mendapat musim depan yang gemilang.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar. 


Alasan Wasit Memberikan Penalti untuk Real Madrid

Alasan Wasit Memberikan Penalti untuk Real Madrid

Adahati.com – Alasan wasit memberikan penalti untuk Real Madrid di masa injury time atau menit-menit akhir pada leg kedua babak perempat final Liga Champions yang berlangsung dini hari tadi (12/4/2018) masih menjadi tanda tanya.

Real Madrid menang dengan skor akhir 3-0 di leg pertama babak perempat final, tapi di leg kedua Real Madrid sempat tertinggal 0-3 di menit 61, kemudian terjadilah malapetaka bagi Juventus di masa injury time karena wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Benatia terhadap Vazquez, dan Ronaldo sukses mengeksekusi penalti tadi menjadi sebuah gol.

Madrid pun lolos ke babak berikutnya dengan agregat skor 4-3.

Sila baca: Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Hadiah penalti yang kontroversial di pertandingan yang menentukan ini mendapat kecaman dari sebagian penggemar sepakbola, terutama fans Juventus.

Benarkah telah terjadi pelanggaran berat yang dilakukan oleh Benatia terhadap Vazquez di depan mulut gawang Buffon yang menjadi alasan wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid di masa injury time?

Apakah jika wasit lain yang memimpin pertandingan maka alasan wasit pun akan sama saja? Atau alasan wasit bisa berbeda? Artinya dengan kejadian yang sama keputusan wasit bukan penalti karena alasan wasit berbeda?

Sebenarnya apa sih alasan wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid di masa injury time tadi? Benarkah ada “permainan kotor” antara UEFA dan Real Madrid agar tercipta rekor baru, yaitu Real Madrid juara Liga Champions tiga kali berturut-turut?

Diduga alasan wasit memberikan penalti karena wasit sudah lelah memimpin pertandingan setelah berlari ke sana ke mari. Kelelahan wasit ini makin bertambah saja jika terjadi perpanjangan waktu 2×15 menit, belum lagi kemungkinan ada adu penalti.

Makanya, meski berada di luar kotak penalti dan terhalang pandangannya oleh beberapa pemain Juventus, wasit yang sudah lelah tadi langsung menunjuk titik putih agar pertandingannya cepat selesai, dan wasit pun bisa segera istirahat di hotel.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar.


Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Adahati.com – Real Madrid juara Liga Champions musim ini setelah di leg kedua babak perempat final sukses mencetak satu gol di masa injury time atau menit-menit akhir, sekaligus menghempaskan Juventus ke jurang yang menyedihkan.

Sebelumnya “Tim  Zebra Jingkrak” Juventus sempat unggul 3-0 lewat gol yang dicetak oleh Mario Mandzukic (menit 2, 37) dan Blaise Matuidi (61).

Oh mama mia, mama mia, mama mia let me go
Beelzebub has a devil put aside for me – Bohemian Rhapsody (The Queen)

Oh mama mia…mengapa Real Madrid yang lolos ke babak berikutnya, kemudian Real Madrid juara Liga Champions musim ini?

Diperkirakan saat Juventus unggul 3-0 cukup banyak pecinta sepakbola, terutama fans Juventus yang sudah menyiapkan air matanya jatuh berlinang dan bercucuran karena terharu, mengingat pada leg kedua babak perempat final sebelumnya AS Roma sukses menyingkirkan Barcelona dengan agregat gol 4-4.

Namun sebuah penalti yang diberikan wasit di masa injury time tadi karena menilai ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Juventus Benatia terhadap Vazquez di depan mulut gawang Buffon dan berhasil dieksekusi oleh Ronaldo menjadi sebuah gol, air mata yang jatuh berlinang dan bercucuran tadi tetap terjadi. Hanya bedanya bukan karena terharu gembira, melainkan terharu yang cenderung sedih dan sewot juga.

Real Madrid dibantu wasit, maka wajar saja Real Madrid juara Liga Champions meski masih ada babak semifinal dan final? Mengapa perlu pemain ke 12 atau wasit demi terwujudnya impian Real Madrid juara Liga Champions?

Pertanyaan di atas tadi mungkin saja terlontar dari sebagian pihak yang merasa heran dan curiga ada “permainan kotor” antara UEFA dan Real Madrid agar bisa terwujud rekor baru, yaitu Real Madrid juara Liga Champions tiga kali berturut-turut.

Tudingan ada “permainan kotor” antara UEFA dan salah satu klub Spanyol ini pernah dialami oleh Barcelona beberapa waktu silam saat Madrid masih dilatih oleh Jose Mourinho, dan sekarang entah bagaimana reaksi fans Madrid menghadapi tudingan tadi.

Apakah sudah siap menerima olokan “Madrid” menjadi “Makdirabit”?

Wasit telah membantu Madrid lolos ke babak semifinal, maka dari itu wajar saja Real Madrid juara Liga Champions musim ini adalah tudingan yang cukup nyelekit dari sebagian penggemar sepakbola, terutama fans Juventus.

Tapi benarkah wasit telah menjadi pemain ke 12 Real Madrid, makanya ada penalti di masa injury time yang mengubah skor akhir antara Real Madrid dan Juventus menjadi 1-3 dan skor agregat pun 4-3? Benarkah telah terjadi pelanggaran berat di dalam kotak penalti?

Jika melihat tayangan lambat di monitor, jawabannya bisa iya, bisa tidak.

Sepakbola adalah drama, dan di dalam drama tadi ada air mata yang jatuh berlinang dan bercucuran karena terharu, tapi bentuk terharunya seperti apa masih belum bisa dipastikan hingga wasit meniup peluit terakhir tanda usai pertandingan.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar. 


Juventus Sekarat dan Berharap Mimpi di Atas Mimpi

Juventus Sekarat dan Berharap Mimpi di Atas Mimpi

Adahati.com – Juventus sekarat setelah dibantai oleh Real Madrid di hadapan pendukungnya sendiri, dan satu hal yang menyebabkan Juventus sekarat tadi tak lain adalah lemahnya lini pertahanan tim “Kuda Jingkrak” ini.

Bukankah tim-tim dari Liga Italia terkenal dengan pertahanan grendel yang sulit ditembus oleh penyerang lawan? Ke mana perginya pertahanan grendel yang ampuh tadi sehingga membuat Juventus sekarat dini hari tadi?

Ronaldo mencetak gol menit ketiga, dan tidak ada pemain Juventus yang mengikuti pergerakannya. Lemahnya lini pertahanan Juventus pun mengakibat Ronaldo bisa mencetak gol lewat tendangan salto menit 64, ditambah lagi para pemain Madrid mudah melakukan permainan satu dua di dalam kotak penalti sehingga Marcelo pun kembali menjebol gawang Buffon menit 72, dan Juventus sekarat seketika.

Tiga gol yang membuat Juventus sekarat ini merupakan kesalahan dari para pemainnya sendiri sehingga wajar saja Juventus menangis karena tak mampu membalas kekalahan 1-4 pada babak final Liga Champions musim lalu.

Namun di sisi lain membuktikan bahwa kemenangan telak Madrid di pertandingan babak final Liga Champions musim lalu, dan kemenangan telak Madrid 3-0 yang membuat Juventus sekarat dini hari tadi bukan karena kebetulan, melainkan perbedaan kualitas pemain secara keseluruhan yang lebih menonjol di sini.

Kualitas memang tidak bisa dibohongi, makanya klub-klub besar seperti Real Madrid, Barcelona dan lain-lain berusaha mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Kasus PSG saat ini tidak bisa dijadikan patokan dan enteng saja mengatakan tidak perlu pemain berkualitas yang harganya selangit tapi minim prestasi.

Setelah Juventus sekarat dibantai tiga gol tanpa balas oleh Madrid dini hari tadi, apakah manajemen Juventus akan belanja banyak pemain berkualitas musim depan? Bukankah manajemen Juventus lebih pintar dalam hal menjual pemain bintangnya?

Juventus sekarat dan berharap keajaiban akan datang, dewi fortuna hadir, bola itu bundar bukan peang atau apalah istilahnya agar bisa lolos ke babak berikutnya karena harus mencetak empat gol di leg kedua nanti dan di kandang lawan pula dengan kualitas pemainnya pun masih di bawah pemain lawan.

Kalau kata Ebiet G Ade dalam lagunya “Elegi Esok Pagi” seperti mimpi di atas mimpi.


Juventus akan Menangis Dini Hari Nanti?

Juventus akan Menangis Dini Hari Nanti?

Adahati.com – Juventus akan menangis? Apa yang menyebabkan Juventus akan menangis dini hari nanti? Tak lain terkait dengan leg pertama babak perempatfinal Liga Champions yang akan berlangsung esok pagi (4/4/2018 pukul 01.45 WIB).

Pertemuan antara Juventus dan Real Madrid dini hari nanti tadi mengingatkan Juventus pada kenangan buruk yang terjadi tahun lalu. Di babak final Liga Champions tahun lalu itu bukan lagi Juventus akan menangis, tapi meraung-raung sedih setelah dibantai oleh Real Madrid dengan skor akhir 1-4.

Kenangan buruk tadi harus segera disingkirkan, caranya dengan mengalahkan Real Madrid meski hanya dengan selisih satu gol saja. Memang sulit  mengalahkan Real Madrid dengan skor akhir yang sama seperti babak final tahun lalu, tapi kemenangan tetap sebuah kemenangan terlepas sedikit atau banyak selisih golnya.

Masalahnya Juventus akan menang dan melupakan kenangan buruk tadi atau justru Juventus akan menangis lagi, meraung-raung kembali seperti tahun lalu karena Real Madrid sukses memetik kemenangan di kandang lawan?

Juventus akan menang atau sebaliknya Juventus akan menangis yang menentukan hal tersebut adalah para pemain Juventus sendiri, juga racikan strategi dan taktik yang jitu dari Massimiliano Allegri. Sang manajer “Kuda Jingkrak” ini pun memiliki keyakinan tinggi bahwa tim yang diasuhnya akan menang nantinya, bukan Juventus akan menangis atau kembali dipermalukan oleh Real Madrid.

Menurut pendapatnya mengalahkan dan menyingkirkan klub terbaik di kompetisi Liga Champions seperti Real Madrid adalah sebuah langkah yang besar bagi Juventus.

“Ambisi kami adalah bermain di level yang sama dengan mereka. Kami harus menjaga fokus dan berkomitmen untuk bisa melewati Real Madrid.” katanya di sini.

“Hal tersebut bisa mengantarkan kami semakin dekat ke gelar Liga Champions.”

Mampu menyingkirkan Real Madrid pun masih tanda tanya hingga saat ini, tapi manajer “Kuda Jingkrak” ini sudah bicara tentang gelar juara Liga Champions.

Jangan-jangan “Kuda Jingkrak” berubah menjadi “Zebra Jingkrak” karena bukan lagi Juventus akan menangis, tapi kembali meraung-raung sedih setelah dikalahkan Real Madrid, dan kali ini kalahnya di hadapan pendukungnya sendiri.

Sebenarnya Juventus akan menangis atau Juventus mampu meraih kemenangan sekaligus menghilangkan kenangan buruk yang terjadi pada babak final Liga Champions musim lalu? Tolong berikan prediksinya, karena beberapa jam lagi pertandingan antara Juventus dan Real Madrid ini akan berlangsung.

Berikut ini prediksi leg pertama babak perempatfinal Liga Champions antara Juventus dan Real Madrid. Prediksi ini pun tidak mengindahkan data statistik pertemuan antara kedua tim tadi, juga tidak mengikutsertakan alasan-alasan yang canggih atau dengan kata lain sekadar prediksi saja.

Juventus 1 – 0 Real Madrid atau Juventus 2 – 1 Real Madrid.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar.


Mengapa Liverpool Kalah di Kandang Sendiri?

Mengapa Liverpool Kalah di Kandang Sendiri?

Adahati.com – Liverpool kalah di kandang sendiri? Prediksi ini bisa membuat para pendukung Liverpool pun merasa sedih, gundah dan kecewa.

Bukankah ada lagu “You’ll Never Walk Alone” yang akan berkumandang riuh di Stadion Anfield nantinya, tapi mengapa Liverpool kalah melawan Manchester City?

Leg pertama babak perempatfinal Liga Champions yang akan berlangsung lusa nanti (5/4/2018) di Stadion Anfield antara Liverpool dan Manchester City merupakan pertandingan yang cukup tragis karena Liverpool kalah secara menyakitkan.

Sila baca: Pernyataan Pemain Bayern Munchen Ini Ngawur?

Mengapa Liverpool kalah, bukan sebaliknya? Perkiraan jalannya pertandingan leg pertama babak perempatfinal Liga Champions tadi seperti ini:

Pertama, Liverpool akan mengambil inisiatif penyerangan begitu wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama. Hal yang wajar dan biasa saja mengingat Liverpool bertindak sebagai tuan rumah dan managernya Jurgen Klopp, kecuali jika managernya Jose Mourinho, babak pertama maupun babak kedua “parkir bus” sudah biasa.

Meski Liverpool tampil dengan semangat juang tinggi guna menjebol gawang City, namun para penyerangnya dibuat mati kutu dan jangan heran jika Liverpool kalah.

Bukankah ada Mane, Firmino dan terutama Salah yang sedang on fire, mengapa Liverpool kalah? Mereka memble semua saat berhadapan dengan pemain belakang Manchester City, apalagi Salah yang diharapkan bisa mencetak gol.

Jika Liverpool mampu mencetak gol, kebetulan saja, atau bukan lewat skema penyerangan yang apik. Beruntung kalau ada pemain Liverpool yang bisa mencetak gol ke gawang City pada leg pertama babak perempatfinal Liga Champions nanti.

Kedua, selain para penyerang Liverpool memble, juga barisan pertahanannya, dan hal ini tidak terlalu mengherankan karena sudah biasa terjadi. Kemenangan Liverpool atas Manchester City dengan skor akhir 4-3 (14/1/2018) di Anfield seharusnya bukan dijadikan sebuah referensi yang membanggakan, tapi justru menyedihkan.

Tiga gol tercipta di kandang sendiri dan lawan menguasai pertandingan, bukankah hal ini sesuatu yang menyedihkan? Apalagi City tidak akan mengulangi kesalahannya pada leg pertama babak perempat final Liga Champions nanti, maka wajar saja Liverpool kalah, dan bisa jadi kalahnya dengan selisih dua gol.

Ketiga, musim ini adalah musimnya Pep Guardiola dan Manchester City. Sulit tim liga Inggris manapun yang bisa meraih kemenangan, kecuali ada keberuntungan.

Demikianlah prediksi Liverpool kalah di kandang sendiri, tapi prediksi ini bisa saja ngawur, apalagi ada pameo yang mengatakan bola itu bundar, bukan peang.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar: flickr.com.


Pernyataan Pemain Bayern Munchen ini Ngawur?

Pernyataan Pemain Bayern Munchen ini Ngawur?

Adahati.com – Pemain Bayern Munchen Mats Hummels memiliki pendapat atau pernyataan yang salah, bisa jadi salah besar atau ngawur?

Hal ini terkait dengan klub Liverpool yang ditangani oleh mantan manajernya sewaktu di Borussia Dortmund, yaitu Jurgen Klopp. Menurutnya Liverpool adalah tim yang kuat dan berbahaya dengan kualitas pemain yang bagus, serta bermain intens dan agresif terutama di bagian barisan penyerangnya. Ia pun meyakini Liverpool akan bermain pada level tertinggi di Liga Champions musim ini jika berhadapan dengan tim terbaik.

Sebelum membahas pernyataan pemain Bayern Munchen tadi ada baiknya terlebih dahulu menyimak jadwal pertandingan Liga Champions di babak perempatfinal nanti.

pemain Bayern Munchen

pemain Bayern Munchen

Pemain Bayern Munchen ini pun mengatakan tidak ada klub yang ingin berjumpa dengan Liverpool, termasuk Bayern Munchen jika lolos ke babak berikutnya.

Benarkah? Apakah tidak terlalu gegabah pernyataan pemain Bayern Munchen yang satu ini? Tidak tertutup kemungkinan pendapat atau pernyataannya tadi karena ia memiliki hubungan yang dekat dengan manajer Liverpool Jurgen Klopp.

“Di antara kami itu seperti keluarga,” kata Mats Hummels. “Tentu saja kami punya masalah dari waktu ke waktu. Satu hari dia akan ada di sana, berteriak ke satu sama lain. Namun hari berikutnya? Semuanya baik-baik saja. Dia mengerti saya, saya mengerti dia,” seperti diutarakannya di sini.

Wajar saja apabila penilaian pemain Bayern Munchen ini bisa salah, bahkan salah besar atau ngawur karena Liverpool bukanlah tim yang berbahaya bagi Manchester City yang sedang naik daun saat ini. Bisa jadi nasib Liverpool pun akan tragis nantinya, terutama jika pada leg pertama babak perempatfinal (5/4/2018) di kandang Liverpool kalah dengan skor selisih dua gol.

Nasib tragis Liverpool ini pun akan mirip dengan Borussia Dortmund yang sempat digadang-gadangkan juara Liga Champions 2013, tapi pada kenyataannya kalah 1-2 melawan Bayern Munchen dan Jurgen Klopp pun gigit jari.

Pemain Bayern Munchen Mats Hummels pun bisa gigit jari jika pada leg pertama (4/4/2018) di kandang Sevilla nanti timnya kalah meski dengan skor selisih satu gol saja. Jika penampilan Sevilla seperti saat menghadapi Barcelona di pekan 30 Liga Spanyol yang berakhir imbang 2-2, Bayern Munchen akan mengikuti jejak Manchester United yang lebih dulu tersingkir dari Liga Champions.

Dengan demikian terlalu berlebihan atau gegabah pernyataan pemain Bayern Munchen Mats Hummels ini. Seharusnya ia tidak perlu khawatir Bayern Munchen akan bertemu dengan Liverpool di babak semifinal, sebab baik Bayern Munchen maupun Liverpool sebelumnya sudah tersisih di babak perempatfinal.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar: pixabay.com.


Barcelona Lolos dari Lubang Jarum Dini Hari Tadi

Barcelona Lolos dari Lubang Jarum Dini Hari Tadi

Adahati.com – Barcelona lolos dari lubang jarum pada laga ke 30 dalam lanjutan kompetisi Liga Spanyol dini hari tadi (1/4/2018) saat bertandang ke kandang Sevilla.

Sevilla yang menyingkirkan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions ini memiliki pertahanan dan penyerangan yang bagus serta merepotkan pemain Barcelona.

Babak pertama menit 36 Sevilla sudah unggul 1-0 berkat gol yang dicetak oleh Franco Vazquez lewat proses yang cenderung mudah karena pertahanan Barcelona begitu lemah. Tidak ada pemain belakang Barcelona yang menjaga Franco Vasquez yang berdiri sekitar 3 meter di depan gawang sehingga bola yang ditendangnya pelan masuk dengan mulus ke dalam gawang yang lolos dari jangkauan Ter Stegen.

Lemahnya lini tengah pertahanan Barcelona ini, dan jika tidak ada perbaikan yang signifikan, Barcelona lolos dari babak perempat final Liga Champions masih besar peluangnya karena lawannya AS Roma, tapi jangan harap Barcelona lolos ke babak berikutnya, apalagi dapat meraih gelar juara Liga Champions musim ini.

Gol Franco Vazquez tadi menjadi satu-satunya gol  yang tercipta di babak pertama, dan Sevilla menambah golnya lewat tendangan Luis Muriel saat babak kedua baru berjalan sekitar 5 menit. Kembali terlihat lemahnya lini pertahanan Barcelona.

Kekalahan pertama di Liga Spanyol terbayang di depan mata, dan Barcelona lolos dari kekalahan pertamanya ini hanya keberuntungan saja yang bisa diharapkan, sebab hingga menit 87 Sevilla masih bermain bagus dan nyaris beberapa kali lewat peluang yang didapatnya mencetak gol ketiga. Hanya karena para pemain depan Sevilla terlalu bernafsu saja maka gol ketiga tersebut gagal tercipta.

Keunggulan dua gol Sevilla hingga menit 87 tadi akhirnya buyar dan Barcelona lolos dari lubang jarum berkat dua gol yang tercipta dalam satu menit lewat tendangan Luis Suarez (menit 88) dan Lionel Messi (89).

Keberuntungan masih berpihak kepada Lionel Messi dkk sehingga Barcelona lolos dan terhindar dari kekalahan pertamanya di kompetisi Liga Spanyol musim ini.

Klasemen sementara papan atas Liga Spanyol setelah usai pertandingan antara Sevilla dan Barcelona yang berakhir imbang 2-2 tadi sbb:

Barcelona Lolos

Barcelona Lolos

*Sumber gambar: youtube.com.


Pemain-pemain Manchester United akan Dibuang

Pemain-pemain Manchester United akan Dibuang

Adahati.com – Pemain-pemain Manchester United akan dibuang oleh Jose Mourinho yang akan melakukan cuci gudang. Setidak-tidaknya ada 6 pemain Manchester United yang akan pergi meninggalkan Old Trafford nantinya.

Adapun keenam pemain-pemain Manchester United tadi adalah Luke Shaw, Chris Smalling, Juan Mata, Daley Blind, Anthony Martial dan Matteo Darmian.

Apakah pemain-pemain Manchester United itu seperti sampah saja yang memang layak dibuang? Atau seperti kata peribahasa habis manis sepah dibuang?

Biasa saja, jika ada pemain-pemain Manchester United atau klub lain yang dibuang oleh manajernya. Hal ini mengacu pada strategi dan taktik yang diinginkan oleh sang manajer agar klub bisa berjaya di liga domestik, Liga Champions dan lainnya.

Apalagi jika manajer tersebut saat menandatangani kontrak sudah ada pemain yang dibeli oleh manajer sebelumnya. Kalau pemain-pemain tersebut ternyata tidak cocok dengan strategi dan taktik sang manajer baru bisa dibuang.

Tapi ada yang mengatakan tipikal manajer seperti Mou bisa membuang pemain yang dibeli atau direkomendasikannya sendiri. Makanya Paul Pogba pun bisa dibuang jika menurut penilaian Mou sudah tidak sesuai dengan strategi dan taktiknya.

Memang pahit rasanya tersingkir dari Liga Champions oleh tim medioker seperti Sevilla. Mou dan pemain-pemain Manchester United pun hanya bisa pasrah melihat gelar juara Liga Inggris musim ini milik “tetangga yang kalem” Manchester City.

Tapi bukankah masih bisa meraih gelar juara Piala FA? Mengapa keenam pemain-pemain Manchester United tadi dibuang? Apakah tidak sebaiknya Mou membuang pemain-pemain tersebut setelah gagal pula mempersembahkan gelar penghibur hati nan lara, juara Piala FA? Ada apa sebenarnya dengan Manchester United?

Seharusnya manajemen membuang Mou terlebih dahulu sebelum ia membuang pemain-pemain Manchester United, karena biang masalahnya itu ada pada Mou, apalagi ada kata-kata bijak yang mengatakan “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi”.

Tapi ada baiknya juga manajemen tetap mempertahankan Mou dan mengikuti kemauannya membuang pemain-pemain Manchester United, kemudian mendatangkan pemain-pemain top dunia yang harganya mahal. Pameo “bola itu bundar, bukan peang” pun masih tetap berlaku, karena meski pemain-pemain pengganti yang harganya mahal tadi sudah didatangkan ke Old Trafford, Manchester United masih saja kalah melawan tim medioker seperti Sevilla atau lainnya, bahkan tim papan bawah.

Jangan buang Mou, buang saja pemain-pemain Manchester United yang tidak diinginkannya agar pameo “bola itu bundar, bukan peang” masih tetap berlaku.

*Sumber gambar: wikimedia.com.


Barcelona Terlihat Percaya Diri atau Terlalu Percaya Diri?

Barcelona Terlihat Percaya Diri atau Terlalu Percaya Diri?

Adahati.com – Barcelona terlihat percaya diri menghadapi tamunya dari Inggris, Chelsea pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar pada Kamis (15/3/2018) dini hari di Camp Nou. Sebuah pertandingan yang diperkirakan akan berjalan seru, tegang dan mecekam karena merupakan “partai neraka” atau pertandingan hidup mati bagi kedua kesebelasan, terutama Chelsea khususnya.

Pada leg pertama skor akhir pertandingan 1-1 yang membuat tim tamu Chelsea harus mencetak gol minimal satu di Camp Nou jika ingin lolos ke babak berikutnya, dengan catatan Barcelona tidak berhasil menceploskan bola ke gawang Chelsea.

Apakah Chelsea mampu melakukannya, atau bisa mencetak satu gol (atau lebih), dan Barcelona mandul sehingga skor akhir leg kedua 0-1 untuk kemenangan Chelsea seperti prediksi sebelumnya di sini, sementara Barcelona terlihat percaya diri?

Barcelona terlihat percaya diri dan yakin memenangkan pertandingan ini bisa dilihat dari susunan pemain yang diturunkan pelatih/manajer Ernesto Valverde di bawah ini:

Barcelona Terlihat Percaya Diri

Barcelona Terlihat Percaya Diri

Ada sedikit perubahan susunan pemain Barcelona yang diskenariokan oleh Ernesto Valverde pada leg kedua dibanding leg pertama, yaitu munculnya nama Ousmane Dembele (menggantikan Paulinho), sedangkan Conte menyingkirkan Pedro dan menggantikannya dengan Olivier Giroud.

Karena Barcelona terlihat percaya diri, maka perkiraan jalannya pertandingan leg kedua Liga Champion babak 16 besar antara Barcelona dan Chelsea seperti ini:

Pertama, Barcelona yakin Chelsea akan menerapkan “parkir bus” di Camp Nou, meski skema permainan yang diterapkan 4-3-3 tapi cenderung menjadi 4-5-1 nantinya. Maka dari itu, pelatih/manajer Ernesto Valverde berani menurunkan pemain muda belia Ousmane Dembele pada pertandingan tingkat tinggi dan menentukan ini.

Kedua, Ousmane Dembele diharapkan dapat membuka serangan dan membongkar pertahanan Chelsea dari sayap kanan yang lebih lemah dibanding dari sayap kiri. Kontribusinya dengan umpan-umpan dari sayap kanan ini diharapkan bisa menghasilkan gol lewat Suarez, Messi atau pemain lainnya.

Ketiga, Chelsea akan dikurung habis di babak pertama, dan jika di babak pertama ini Barcelona berhasil mencetak gol, selesai sudah. Barcelona terlihat percaya diri mampu melakukannya, dan unggul minimal dengan selisih satu gol di babak pertama ini.

Keempat, Barcelona terlihat percaya diri mampu mencetak gol di babak pertama dan unggul skor sementara, maka strategi dan taktik Conte pun berantakan atau Chelsea tak mampu membuat Barcelona merana dan terhina di Camp Nou.

Skor akhir pertandingan diperkirakan seperti ini:

Barcelona 2-0 Chelsea.

Tapi sebenarnya Barcelona terlihat percaya diri atau terlalu percaya diri?

*Sumber gambar: youtube.com.

 


Barcelona Merana dan Terhina di Hadapan Pendukungnya?

Barcelona Merana dan Terhina di Hadapan Pendukungnya?

Adahati.com – Benarkah tim tamu Chelsea akan membuat Barcelona merana dan terhina pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar yang akan berlangsung di Camp Nou pada Kamis (15/3/2018) dini hari nanti?

Kalimat “Barcelona Merana dan Terhina” ini sempat populer beberapa waktu lalu karena menjadi judul artikel berseri hingga lebih dari 40 buah artikel. Ada juga situs-situs lain yang menampung artikel Barcelona Merana dan Terhina tadi, misalnya di sini.

Tak perlu heran yang berlebihan jika Barcelona merana dan terhina seperti halnya Manchester United tadi pagi setelah kalah 1-2 melawan Sevilla pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar. “Kutukan untuk Mourinho” yang mengatakan selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, Manchester United tidak akan pernah meraih gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions masih cukup ampuh kutukan itu.

Adakah kutukan lain pada Kamis dini hari nanti yang menyebabkan Barcelona merana dan terhina seperti yang dialami oleh Manchester United tadi pagi?

Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan Barcelona merana dan terhina di hadapan pendukungnya pada leg kedua Liga Champions saat menghadapi Chelsea.

Pertama, Conte diakui sebagai salah satu manajer terbaik karena memiliki strategi dan taktik yang jitu serta melumpuhkan tim-tim manapun, termasuk Barcelona.

Kedua, manajer Chelsea saat ini sedang mengalami krisis terkait prestasi The Blues yang terpuruk dan ada ancaman pemecatan terhadap dirinya. Hal ini akan membuat Conte mengeluarkan seluruh kemampuan strategi dan taktik jitunya tadi agar Barcelona merana dan terhina atau tersingkir dari Liga Champions.

Ketiga, kualitas rata-rata pemain yang dimiliki oleh Barcelona dan Chelsea sebenarnya tidak jauh berbeda atau boleh dibilang setara, dan pemain Chelsea saat ini sedang terluka, juga kemungkinan besar akan kehilangan kesempatan untuk bermain di Liga Champions musim berikutnya lewat jalur peringkat 4 besar Liga Inggris.

Keempat, manajer dan pemain Chelsea sama-sama sedang terluka. Hal ini akan membangkitkan semangat juang yang tinggi. Conte akan memberikan strategi dan taktik yang jitu, sedangkan pemain Chelsea akan menerapkannya sepenuh hati dan harmonis pula hubungan antar pemain di lapangan nanti.

Kelima, strategi Chelsea pada leg kedua diperkirakan tidak jauh berbeda dengan leg pertama. Hanya ada sedikit perubahan taktik terkait siapa penyerang Chelsea yang akan bermain di babak pertama dan kedua. Skor imbang 0-0 di babak pertama menjadi target utama Chelsea, dan di babak kedua setelah pertandingan berjalan sekitar 10-15 menit, pemain Chelsea pun akan bermain terbuka dan menyerang. Sulit bagi Chelsea mencetak dua gol, tapi kalau satu gol saja masih terjangkau.

Lima Faktor di atas tadi bisa membuat Barcelona merana dan terhina. Skor akhir leg kedua pun akan seperti ini:

Barcelona 0 – 1 Chelsea.

Jika prediksi di atas tadi menjadi kenyataan, Barcelona merana dan terhina, tersingkir dari Liga Champions di hadapan pendukungnya.

Masih ada kemungkinan lainnya, yaitu Barcelona akan membantai Chelsea di Camp Nou karena Ernesto Valverde memainkan strategi dan taktik yang tidak biasa, sekaligus menghancurkan strategi dan taktik Conte tadi.

Hal ini akan dibahas pada artikel berikutnya menjelang leg kedua Liga Champions babak 16 besar antara Barcelona dan Chelsea, kalau ada waktu untuk menulisnya.

Harap maklum.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Beruntung Tidak Membeli Pemain PSG Ini

Barcelona Beruntung Tidak Membeli Pemain PSG Ini

Adahati.com – Barcelona beruntung atau ada keuntungan secara tak langsung yang diperolehnya dari pertandingan leg kedua babak 16 besar antara tuan rumah PSG dan tamunya Real Madrid yang berlangsung di Parc des Princes, Paris tadi pagi (7/3/18).

Pertandingan antara PSG dan Real Madrid ini sudah diperkirakan pada tulisan sebelumnya di sini bahwa Madrid akan menyingkirkan PSG dari Liga Champions mengingat pada leg pertama menang 3-1 di Santiago Bernabeu.

Madrid terseok-seok di Liga Spanyol, tapi di ajang Liga Champions sejarah kembali berbicara bahwa Madrid sulit disingkirkan oleh PSG atau tim manapun.

Bukan beruntung Madrid memenangkan leg kedua dengan skor akhir 2-1, tapi mental juara Liga Champions telah membuktikan sekaligus menyingkirkan PSG ke jurang yang cukup memalukan. Seandainya pun Neymar dalam kondisi fit dan bermain pada leg kedua ini tetap saja Madrid sulit untuk disingkirkan.

Mental juara tidak dimiliki oleh pemain PSG dan Barcelona beruntung tidak jadi membeli pemain PSG yang satu ini. Dia adalah Marco Verratti yang memiliki skill individu yang bagus dan sempat diminati oleh Barcelona.

Tipikal pemain gelandang seperti Marco Verratti ini dibutuhkan oleh Barcelona guna memperkuat lini tengah, tapi entah mengapa akhirnya batal dibeli dan Barcelona beruntung karena pemain PSG ini tidak memiliki mental sebagus skill individunya.

Marco Verratti yang sudah diganjar kartu kuning di babak pertama terlihat emosional di menit 66 dan melakukan protes yang berlebihan sambil mengejar wasit. Tanpa ampun diganjar kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan. Frustrasi, karena PSG tertinggal 0-1 dan harus mencetak 3 gol jika ingin menyingkirkan Madrid dari Liga Champions.

Mental buruk Verratti ini hanya akan merugikan tim secara keseluruhan, dan sekali lagi Barcelona beruntung batal merekrutnya meski memiliki skill individu yang bagus.

Mudah emosi dan frustrasi. Barcelona pun pernah memiliki pemain bermental buruk yang mudah emosi dan frustrasi seperti Verratti, yaitu Victor Valdes, dan sejarah mencatat karir sepakbolanya berakhir dengan cukup tragis.

Ya, Barcelona beruntung.tidak jadi membeli Marco Verratti.

*Sumber gambar: youtube.com.


Madrid Singkirkan PSG Itu Pasti, Tidak Salah Lagi?

Madrid Singkirkan PSG Itu Pasti, Tidak Salah Lagi?

Adahati.com – Real Madrid akan menjalani pertandingan hidup mati saat menghadapi Paris Saint Germain (PSG) di Parc des Princes, Paris pada Rabu (7/3/18) pukul 02.45 WIB, dan Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions musim ini?

Sebenarnya bukan hal yang luar biasa jika Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions mengingat pada leg pertama unggul 3-1, namun pengamat dan penggemar sepakbola masih belum yakin Madrid singkirkan PSG tanpa kesulitan yang berarti.

Apakah karena PSG pada leg kedua babak 16 besar nanti bertindak sebagai tuan rumah? Madrid singkirkan PSG masih diliputi tanda tanya karena pemain PSG berambisi juara Liga Champions musim ini? Ketidakyakinan Madrid singkirkan PSG tadi tak lepas dari mental pemain Madrid yang cenderung tidak stabil.

“Hal terpenting adalah bermain sekuat tenaga sepanjang 90 menit atau lebih. Kami harus memikirkan cara bermain di lapangan. Pemain harus siap menderita untuk meraih hasil positif,” kata Zinadine Zidane manajer Real Madrid yang meminta anak asuhnya untuk berkorban di sini (dikutip dari bola.com, 6 Maret 2018).

Meski Madrid sedang mengalami tekanan tinggi saat ini, tapi diperkirakan tim besar seperti Madrid akan lolos dan mampu mengatasi masalahnya tadi.

Jika jalannya pertandingan leg kedua nanti sesuai perkiraan di bawah ini, maka tidak mengherankan apabila Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions:

  • Zidane cukup memainkan strategi dan taktik standar menghadapi PSG nanti. Pemain Madrid cukup menunggu dan sabar saja memainkan bola.
  • Madrid langsung menekan PSG begitu wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama dengan tujuan membuat pemain PSG panik kecil kemungkinannya taktik ini diterapkan oleh Zidane karena berisiko cukup besar.
  • Cenderung menunggu tapi tidak pasif, perkuat lini tengah, terapkan zona marking yang ketat dan lakukan serangan balik secepatnya saat pemain PSG kehilangan bola sudah cukup bagi Madrid singkir PSG dari Liga Champions.
  • Jika babak pertama skor sementara 1-0 atau 2-1 untuk keunggulan tuan rumah, Zidane dan pemain Madrid masih boleh tersenyum, apalagi jika skornya imbang atau sebaliknya. Keunggulan tipis atau selisih satu gol di babak pertama tadi akan membuat pemain PSG cenderung lebih bernafsu untuk mencetak gol tambahan, dan Madrid bisa memanfaatkan kurangnya konsentrasi bertahan para pemain PSG di sini.

Madrid singkirkan PSG tidak terlalu sulit sebenarnya dan bisa dilihat dari sisi non teknis juga. Perhatikan saja raut wajah kedua pelatih saat pertandingan sedang berlangsung.

Zidane terkesan dingin dan sulit menilai dari wajahnya sedang panik atau gelisah, tapi jika Madrid kebobolan, tertinggal dan tertekan, serta Zidane bertepuk tangan menyemangati anak asuhnya pertanda bukan Madrid singkirkan PSG, tapi sebaliknya.

*Sumber gambar: youtube.com.


Mourinho Terkesan Cengeng dan Menolak Kenyataan?

Mourinho Terkesan Cengeng dan Menolak Kenyataan?

Adahati.com – Pelatih atau manajer Manchester United saat ini, yaitu Jose Mourinho terkesan cengeng. Sosok yang selama ini digadang-gadangkan sebagai salah satu manajer terbaik di dunia ternyata bisa cengeng atau terkesan cengeng juga.

Jose Mourinho terkesan cengeng saat menanggapi berita di media yang menurut pendapatnya tidak adil terhadap Manchester United, para pemain dan juga dirinya. Manchester United sudah bermain baik dan memenangkan banyak pertandingan, tapi media tetap saja menilainya rendah atau terkesan merendahkan.

Ia pun membesarkan hati anak asuhnya terkait perlakuan media yang tidak adil tadi. “Saya harus mengatakan, kami tim yang sangat bagus. Namun, terkadang saya membaca beberapa berita yang menunjukkan kami tidak seperti itu. Kami dianggap bukanlah tim yang hebat. Itulah realitanya,” tutur Mourinho terkesan cengeng di sini.

Media disalahkan? Entah mengapa Jose Mourinho terkesan cengeng begini. Mungkin dia lupa, selama ini namanya bisa menjadi besar karena tak luput dari peran media yang sengaja atau tidak sengaja ikut membesarkan namanya. Padahal, jika dikaji lebih dalam terkait strategi dan taktiknya selama ini cenderung biasa saja.

Jose Mourinho berperan cukup besar di saat awal kejayaan Chelsea, tapi ketika menjadi manajer Inter Milan biasa saja, meski berhasil mempersembahkan treble winner, dan boleh dibilang gagal saat menangani Real Madrid.

Taktik “parkir bus” yang diterapkannya pun menjadi bahan olok-olokan dunia, dan Mourinho terkesan cengeng saat Real Madrid kalah melawan Barcelona. Ada saja alasan yang keluar dari mulutnya. Ia pun pintar memanfaatkan media untuk menyalurkan alasannya tadi sekaligus ikut melambungkan namanya.

Dan kini Mourinho pun menyalahkan media karena menurut pendapatnya bersikap tidak adil? Benarkah Manchester United adalah tim yang hebat di bawah asuhannya?

Ikut Liga Champions musim ini saja karena beruntung dan Manchester United juara Liga Europa. Jangan-jangan ikut Liga Champions musim depan pun karena beruntung lagi disebabkan aturan baru mengatakan urutan 4 Liga Inggris pun langsung lolos.

Saat ini Manchester United berada di urutan 3 klasemen sementara Liga Inggris.

Mourinho Terkesan Cengeng

Mourinho Terkesan Cengeng

Apakah Jose Mourinho terkesan cengeng lagi beberapa bulan kemudian karena Manchester United yang dikatakannya sebagai tim hebat berada di urutan 4 di akhir musim kompetisi? Dan kembali media yang disalahkan, serta menolak kenyataan?

Mudah-mudahan Manchester United bisa juara Liga Inggris musim ini karena Manchester City mengalami 10 kali kekalahan beruntun, begitu juga Liverpool, Tottenham Hotspur, dan tim lainnya yang masih memiliki kans juara, supaya Jose Mourinho terkesan cengeng tadi hilang dengan sendirinya.

Tapi di sisi lain ada yang mengatakan selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Tersingkir dari Liga Champions Bukan Kejutan

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions Bukan Kejutan

Adahati.com – Barcelona tersingkir dari Liga Champions? Biasa saja, bukan sebuah kejutan. Memang pada leg pertama di Stamford Brige (21/2/18) skor akhir imbang 1-1 merugikan Chelsea, tapi sekali lagi bukan kejutan jika Barcelona tersingkir dari Liga Champions dan dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri pada leg kedua nanti.

Tanda-tanda Barcelona tersingkir dari Liga Champions sudah terlihat saat menghadapi Atletico Madrid di Nou Camp tadi malam (4/3/18). Sebelumnya pertandingan ini digadang-gadangkan akan berjalan seru, tegang dan mencekam. Serangan pun akan datang silih berganti. Atletico Madrid yang memiliki tren positif diyakini bisa menyulitkan, bahkan mengalahkan Barcelona. Nama Antoine Griezmann pun disebut dan dijagokan akan mencetak gol yang membuat tuan rumah gigit jari.

Barcelona dianggap performanya menurun pada beberapa pertandingan terakhir sehingga hanya selisih 5 poin saja dengan Atletico Madrid di klasemen sementara. Terakhir melawan tim papan bawah Las Pamas ditahan imbang 1-1. Pemain Barcelona terlihat seperti mati akal mencetak gol kedua guna meraih kemenangan yang berharga, tapi hingga wasit meniup peluit terakhir skor tidak berubah juga.

Atletico Madrid dan Antoine Griezmann yang tadinya diperkirakan bisa membuat Barcelona merana dan terhina dihadapan pendukungnya sendiri ternyata tidak terbukti. Gol tendangan bebas Messi menit 26 menjadi satu-satunya gol pada pertandingan yang jauh dari kesan seru, tegang dan mencekam. Cukup satu kata untuk menggambarkan pertandingan tadi malam, yaitu membosankan!

Kreasi serangannya pun miskin, dan bola hanya berputar di lapangan tengah karena Barcelona dan tamunya terkesan tidak ngotot menembus pertahanan lawan untuk mencetak gol. Atletico Madrid lebih banyak bertahan, sepertinya kedua kesebelasan cukup puas jika hasil pertandingannya berakhir imbang.

Di babak kedua sekitar 15-20 menit menjelang pertandingan usai, baru kedua kesebelasan terlihat bergairah bermain dengan serangan yang datang silih berganti, tapi secara keseluruhan pertandingannya cenderung membosankan.

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Beberapa jam kemudian di belahan bumi lain Chelsea yang akan menjadi lawan Barcelona di leg kedua babak 16 besar Liga Champions kalah melawan tuan rumah Manchester City dengan skor akhir yang sama, 1-0.

Chelsea saat ini sedang bermasalah dan performanya pun menurun, juga belum tentu bisa tampil di Liga Champions musim depan, tapi bukan berarti tidak bisa membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions musim ini. Kesebelasan yang berada dalam posisi nothing to lose bisa sangat berbahaya.

Barcelona sebelum melawan Atletico Madrid diposisikan dalam keadaan berbahaya, tapi seperti biasa mampu keluar dari tekanan pada pertandingan tingkat tinggi. Sebaliknya melawan kesebelasan nothing to lose seperti Chelsea bukan sebuah kejutan jika Barcelona tersingkir dari Liga Champions nantinya.

Leg kedua nanti (14/3/18) diperkirakan Chelsea akan bermain menunggu seperti halnya Atletico Madrid, dan jika bisa menahan skor imbang di babak pertama, kans Chelsea cukup besar untuk membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions, entah lewat pertandingan dengan waktu normal atau adu tendangan pinalti. Mengingat pertahanan Chelsea pun cukup bagus, serta diasumsikan lebih baik dibanding Atletico Madrid, Barcelona akan kesulitan menghasilkan keunggulan gol di babak pertama, dan di babak kedua nanti menjadi babak neraka bagi tim tuan rumah.

Barcelona tersingkir dari Liga Champions bukan sebuah kejutan, tapi di sisi lain Barcelona beruntung dengan cederanya Iniesta yang sudah tua dan lamban. Pemain penggantinya Paulinho akan memberikan keseimbangan di lini tengah. Ernesto Valverde pun akan menerapkan strategi dan taktik yang sama saat melawan Atletico Madrid. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan mengingat sebelumnya ia sempat mengeluhkan padatnya jadwal pertandingan Barcelona.

Sekali lagi Barcelona tersingkir dari Liga Champions bukan kejutan, juga bukan kejutan jika pertandingan leg kedua antara Barcelona dan Chelsea nanti pun membosankan seperti halnya pertandingan antara Barcelona dan Atletico Madrid tadi malam.

*Sumber gambar: youtube.com.


Liverpool dan Manchester United Jadi Bahan Cemoohan

Liverpool dan Manchester United Jadi Bahan Cemoohan

Liverpool dan Manchester United Jadi Bahan Cemoohan

Adahati.com – Barcelona lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2016-17, meski hanya bermain imbang 0-0 melawan Juventus ((23/11/2017).

Entah meledek atau memandang sebelah mata, pelatih Barcelona tidak memainkan Messi di babak pertama, padahal Juventus bertindak sebagai tuan rumah.

Mungkin dalam pikiran Ernesto Valverde, Juventus hanya “anak kemarin sore”, atau “anak bawang” yang tidak perlu dikhawatirkan. Messi diturunkan nanti saja di babak kedua, itu pun sekadar untuk menghibur penonton yang sudah membeli karcis.

Secara keseluruhan Barcelona menguasai jalannya pertandingan. Mungkin ada sebagian pihak yang curiga dan menduga Barcelona sengaja tidak mencetak gol, makanya pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.

Namun hasil imbang tadi sudah cukup mengantarkan Barcelona untuk tampil sebagai juara Grup D dengan 11 poin dari lima laga, atau unggul tiga poin atas Juventus yang berada di posisi kedua, sedangkan Juventus sendiri wajib menang di markas Olympiakos pada 5 Desember mendatang agar bisa lolos ke babak berikutnya.

Jika Barcelona sudah memastikan lolos ke babak berikutnya, tidak demikian halnya dengan dua tim dari daratan Inggris, yaitu Liverpool dan Manchester United.

Liverpool menjadi bahan cemoohan di dunia maya, karena sempat unggul 3-0 di babak pertama, tapi pulang dengan hanya membawa satu poin saja. Tuan rumah Sevilla berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di babak kedua.

Lebih menyesakkan lagi gol ketiga Sevilla terjadi pada menit-menit akhir ketika pemain Liverpool sudah berangan-angan meraih kemenangan di kandang lawan.

Malang nian nasib Liverpool, dan menjadi bahan cemoohan di dunia maya. Jika mengetik kalimat “Liverpool menjadi bahan cemoohan”, maka Mbah Google akan menampilkan sejumlah berita yang berkait dengan hal itu.

Bukan hanya Liverpool yang menjadi bahan cemoohan, Manchester United juga. Liverpool masih mending pulang dengan membawa satu poin, sementara Manchester United yang dilatih oleh Jose Mourinho lebih apes lagi.

Manchester United kalah 0-1 melawan FC Basel. Memang Manchester United masih memimpin puncak klasemen, tapi masih belum aman, dan pertandingan terakhir bertindak sebagai tuan rumah saat melawan CSKA Moskwa.

Saat ini Liverpool dan Manchester United jadi bahan cemoohan.

*Sumber berita: detik.com, sumber gambar: youtube.com.


Final Liga Champions: Real Madrid Vs Juventus

Final Liga Champions: Real Madrid Vs Juventus

Adahati.com – Final Liga Champions 2016-17 hampir dipastikan akan terjadi pertarungan antara klub Spanyol dan Italia mengingat leg pertama babak semifinal, Madrid dan Juventus membukukan kemenangan yang berharga.

Kemarin Leg pertama babak semifinal Real Madrid yang bertindak sebagai tuan rumah membantai Atletico Madrid dengan skor akhir 3-0. Christian Ronaldo menciptakan hat-trick lewat golnya menit 10, 73 dan 84. Meski leg kedua nanti Atletico Madrid tuan rumah, sulit bagi Atletico mengulangi kemenangan sensasional Barcelona atas PSG dengan skor 6-1 di babak 16 besar.

Dini hari tadi leg pertama lainnya tuan rumah AS Monaco harus mengakui ketangguhan Juventus dan menyerah kalah 0-2. Higuan menjadi pahlawan bagi si “Nyonya Tua” lewat gol yang diciptakannya menit 29 dan 59. Babak final Liga Champions pun sudah di depan mata mengingat leg kedua nanti akan berlangsung di Stadion Juventus. Keajaiban masih mungkin terjadi di Stadion Vicente Calderón kandang Atletico Madrid, tapi nyaris mustahil akan terjadi di Stadion Juventus di leg kedua nanti.

Real Madrid dan Juventus akan melaju ke babak final Liga Champions 2016-17 yang berlangsung di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni 2017.

Real Madrid tahun lalu tampil sebagai juara setelah di babak final Liga Champions 2015-16 mengalahkan Atletico Madrid lewat adu pinalti dengan skor akhir 5-3 setelah imbang 1-1 di pertandingan babak sebelumnya.

Zidane sukses sebagai pemain dan pelatih yang bisa meraih gelar juara Liga Champions, dan jika ia kembali mengantarkan Madrid tampil sebagai juara musim ini, selain memecahkan rekor tak pernah ada klub yang juara dua kali berturut-turut sejak format baru Liga Champions, namanya pun akan semakin harum saja. Begitu juga dengan Ronaldo, kemungkinan besar ia akan meraih Ballon d’Or untuk ke 5 kalinya sekaligus menyamakan perolehan Lionel Messi.

Juventus pun tentu ingin memenangkan pertandingan itu, mengingat si “Nyonya Tua” ini cukup lama tidak pernah merasakan juara lagi. Terakhir tahun 1996 setelah mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 4-2 lewat adu pinalti (sebelumnya skor akhir imbang 1-1).

Sepuluh tahun Juventus tanpa gelar juara Liga Champions, meski sempat tampil di babak final Liga Champions 2014-15 lalu, tapi kalah lawan Barcelona dengan skor akhir 1-3. Tahun ini kesempatan terbaik bagi Juventus untuk mengalahkan Real Madrid di babak final Liga Champions sekaligus meraih gelar juara. Jika tidak, si “Nyonya Tua” akan terlihat semakin tua saja tanpa gelar juara.

Kemenangan Juventus di babak final Liga Champions musim ini pun ada kemungkinan Ballon d’Or bukan diraih oleh Messi atau Ronaldo, tapi Higuan, dengan catatan ia mencetak gol yang menentukan dan mengantarkan Juventus tampil sebagai juara.

Baik Real Madrid maupun Juventus di babak final Liga Champions musim ini mengejar rekor masing-masing, tapi ada kemungkinan pertandingannya akan berlangsung membosankan. Diperkirakan ke dua kesebelasan akan tampil hati-hati bahkan cenderung menunggu lawan berbuat kesalahan yang berujung gol. Madrid memiliki kelebihan dengan kualitas pemain yang dimilikinya, juga kemampuan mencetak gol, tapi Juventus lebih memiliki keseimbangan dalam menyerang maupun bertahan.

Pertandingan akan berjalan menarik atau tidak membosankan, jika di babak pertama tercipta gol, entah Madrid atau Juventus terlebih dahulu yang mencetaknya. Jika skor imbang 0-0 di babak pertama Final Liga Champions yang berlangsung di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni 2017 nanti, diperkirakan akan kembali terjadi adu pinalti seperti tahun lalu untuk menentukan gelar juara Liga Champions musim ini.

Sumber gambar.


Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Adahati.com – Barcelona tersingkir dari Liga Champions usai leg kedua babak perempatfinal Liga Champions 2016-17 melawan Juventus dini hari tadi.

Pertandingan antara Barcelona dan Juventus tadi kurang menarik, karena kedua kesebelasan tidak mampu mencetak satu gol pun alias impoten, padahal bertaburan pemain bintang yang dibeli mahal dan digaji tinggi.

Skor akhir imbang 0-0 ini pun otomatis Barcelona tersingkir dari Liga Champions, sebab pada leg pertama kalah 0-3.

Namun herannya, meski impoten, para pemain Juventus terlihat gembira usai pertandingan, sedangkan pemain Barca terlihat sedih, tapi hal ini sesuatu yang wajar karena mereka tahu impoten, baik di leg pertama maupun leg kedua tak mampu mencetak satu gol pun.

Juventus bermain bertahan dan sekali-kali menyerang sudah diperkirakan sebelumnya. Sistim “pertahanan impoten”, atau catennacio, memang cenderung melahirkan pemain-pemain impoten. Di leg pertama pun pemain Juventus bisa subur atau mencetak tiga gol bukan karena macho atau jantan, tapi cenderung karena lini pertahanan Barcelona terbuka sehingga pemain Juventus pun mudah menjebol gawang mereka.

Wasit yang memimpin pertandingan leg kedua antara Barcelona dan Juventus secara keseluruhan bagus, meski ada keputusannya yang merugikan Barcelona tapi tidak terlalu signifikan mengubah hasil akhir pertandingan. Dengan demikian tidak benar sinyalemen yang mengatakan wasit cenderung menguntungkan klub-klub Spanyol seperti pernah dibahas sebelumnya di sini.

Bagusnya kepemimpinan wasit tadi, apakah artinya FIFA malu setelah menerima kritikan? Makanya wasit diinstruksikan tidak berpihak kepada tim tuan rumah? Atau sinyalemen wasit cenderung menguntungkan klub-klub Spanyol hanya berlaku untuk Madrid saja? Pertanyaan-pertanyaan di atas tadi mungkin saja diajukan oleh sebagian pihak, tapi saat ini kenyataan yang ada Barcelona tersingkir dari Liga Champions.

Kalah ya kalah, ke depannya nanti perbaiki penampilan yang buruk tadi, atau pergi ke dokter yang ahli menangani masalah yang ada. Mengapa Barcelona bisa impoten begini, baik di kandang lawan maupun di kandang sendiri?

Kemungkinan besar dokter akan menyarankan supaya beberapa pemain Barcelona dijual saja. Saat kalah 0-3 di leg pertama di kandang Juventus, Rio Ferdinand mengatakan ada 5-6 pemain yang tak pantas menggunakan seragam Barcelona. Terlalu kejam penilaiannya, tapi kalau 3-4 pemain yang layak dijual ada benarnya. Javier Mascherano, Iniesta, Rakitic, dan Sergi Roberto lebih baik dijual mumpung masih ada klub lain yang mau membelinya.

Mascherano sudah tua, dan lambat menutupi pergerakan pemain lawan sehingga lawan bisa mencetak gol. Iniesta pun sudah tua dan lambat, tapi nilai jualnya masih tinggi. Rakitic tidak jelas kontribusinya, begitu juga Sergi Roberto yang bermain sebagai bek kanan, tapi dipindahkan ke tengah pun tidak terlalu berarti.

Sebaiknya lihat saja nanti, tapi saat ini Barcelona sudah tersingkir dari Liga Champions 2016-17 yang harus diterima dengan lapang dada.

Sumber gambar.


Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Adahati.com – Liga Inggris musim kompetisi 2016-17 masih sulit diperkirakan siapa yang akan keluar sebagai juara, setelah Chelsea dikalahkan oleh Manchester United di pekan 33. Memang kekalahan 0-2 Chelsea atas Manchester United tadi tidak mengubah pimpinan sementara klasemen, namun kemenangan telak 4-0 Spurs atas tamunya, Bornemouth menyebabkan persaingan antara Chelsea dan Spurs menuju tangga juara semakin ketat saja, dan masih ada 6 pertandingan yang tersisa.

goal.com

Manchester United mengalahkan Chelsea dengan skor akhir 2-0, tapi bagaimana peluangnya ke Liga Champions? Nyaris tertutup, meski Manchester United masih memiliki 7 pertandingan sisa, karena lawan-lawan yang akan dihadapinya tidak ringan. Meski Mou telah berpikir keras mengatur strategi dan taktik, tapi tetap saja Manchester United gagal ke Liga Champions musim depan?

Berikut ini perkiraan hasil perolehan poin Manchester United di sisa 7 pertandingan tadi:

Burnley Vs Manchester United:

Kemenangan 2-0 atas Chelsea jelas mengangkat moral dan semangat para pemain Manchester United. Meski  tampil sebagai tim tamu, kemenangan akan diraih oleh klub asuhan Jose Mourinho ini.

Manchester City Vs Manchester United:

Pertandingan derbi ini akan berlangsung keras karena kedua tim membutuhkan tiga poin untuk berada atau mempertahankan posisi 4 besar. Namun kembali Mou dan Manchester United gagal mengalahkan strategi dan taktik Pep Guardiola. Beruntung jika hasil akhir pertandingan ini imbang, tapi cenderung Manchester United ke laut atau menelan kekalahan yang cukup menyakitkan.

Manchester United Vs Swansea City:

Kekalahan yang menyakitkan atas Manchester City tadi membuat pemain-pemain Manchester United berusaha membantai lawannya Swansea City di pertandingan berikutnya, tapi tidak semudah yang diperkirakan. Meskipun demikian, kecil kemungkinannya Manchester United gagal meraih 3 poin penting di pertandingan ini.

Arsenal Vs Manchester United:

Kembali terjadi pertandingan yang keras. Mungkin akan ada ketegangan dan sedikit keributan pada pertandingan antara Arsenal dan Manchester United ini. Tapi kali ini Arsenal beruntung bisa mengalahkan Manchester United, dan Arsene Wenger pun tersenyum, sementara Mou terlihat cemberut setelah pertandingan usai.

Tottenham Hotspurs Vs Manchester United:

Malang nian nasib Mou dan Manchester United, kembali berhadapan dengan tim keras lainnya yang sedang berusaha mengejar gelar Juara Liga Inggris. Mental pemainnya pun sedang merosot, makanya Spurs akan memenangkan pertandingan ini, meski tidak mudah kemenangan itu diraihnya.

Dua pertandingan sisanya, yaitu melawan Southampton berakhir imbang, sedangkan menghadapi Crystal Palace dimenangkan oleh Manchester United, meski harus tunggang langgang terlebih dahulu.

goal.com

Dengan demikian dari 7 pertandingan sisa, Manchester United hanya menambah 10 poin, atau total poin yang dikumpulkannya hingga akhir musim kompetisi 70 poin saja. Meski hasil pertandingan tadi ada yang meleset, tapi dibolak-balik pun tetap tidak lebih dari 70 poin, atau dengan kata lain Manchester United gagal untuk tampil di Liga Champions musim depan. Benarkah akan terjadi seperti itu?

Demikian juga Arsenal mengalami nasib yang sama, gagal tampil di Liga Champions.

Ada baiknya Wenger dan Mourinho saling berpelukan sambil curhat satu sama lainnya meratapi kegagalan tampil di Liga Champions yang cukup menyedihkan ini.

Ada prediksi lain yang lebih mantap sebenarnya, yaitu selama Arsenal dilatih Arsene Wenger dan Manchester United dilatih Jose Mourinho, ke dua klub ini tidak akan pernah tampil sebagai juara Liga Inggris lagi.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Real Madrid Seharusnya Sudah Tersingkir

Real Madrid Seharusnya Sudah Tersingkir

Real Madrid Seharusnya Sudah Tersingkir

Adahati.com – Pertandingan antara Real Madrid dan Bayern Muenchen di babak perempatfinal atau babak 8 besar Liga Champions musim 2016-17 leg kedua baru saja berakhir. Sebelumnya pada leg pertama yang berlangsung di kandang Muenchen tak disangka Madrid mampu meraih kemenangan dengan skor akhir 2-1. Wajar apabila optimis tinggi melingkupi para pemain Madrid dan pelatihnya, Zinadine Zidane.

Riuh rendah sorak sorai penonton membahana di Stadion Santiago Bernabeau, semangat bertarung pemain Real Madrid pun tinggi, tapi bukan Bayern Muenchen namanya kalau mental pemainnya jatuh. Dari dulu pun sudah terkenal mental baja para pemain Muenchen ini – dan pemain timnas Jerman umumnya – menghadapi kesebelasan mana pun, entah bertindak selaku tuan rumah maupun tamu.

Kekalahan 1-2 di leg pertama tadi memicu pemain Muenchen menyerang dan secepatnya mencetak gol, minimal dua gol seperti yang dilakukan Madrid di kandangnya. Namun hingga babak pertama berakhir skor masih imbang 0-0. Babak kedua baru berjalan sekitar 6 menit, pemain Madrid Casemiro melakukan pelanggaran di dalam kotak pinalti terhadap Arjen Robben, dan wasit pun menunjuk titik putih.  Lewandowski sukses melakukan eksekusi pinalti, dan Muenchen pun unggul 1-0.

Pemain Real Madrid mulai ketar-ketir, sebab Muenchen lolos ke babak berikutnya jika mampu mencetak satu gol lagi dan skor akhir 2-0. Tapi Ronaldo membuat gemuruh Stadion Santiago Bernabeau setelah ia sukses menyamakan kedudukan 1-1 lewat sundulan kepalanya menit 76. Tapi sekali lagi para pemain Muenchen memiliki mental baja dan tidak terpengaruh. Pendukung Madrid pun terdiam karena Sergio Ramos mencetak gol bunuh diri menit 77 sehingga skor kembali berubah menjadi1-2.

Mental pemain Real Madrid pun goyah, sementara pemain Muenchen semakin semangat untuk mencetak satu gol lagi yang membuat mereka lolos ke babak semifinal. Sepertinya tinggal menunggu waktu saja Muenchen akan mencetak gol ketiga dan Madrid pun tersingkir, tapi keluarlah keputusan wasit yang kontroversial, yaitu memberikan kartu kuning kedua kepada Arturo Vidal, padahal dalam tayangan lambat kaki Vidal terlebih dahulu menyentuh bola saat menghadang laju pemain Madrid. Meski diprotes oleh pemain Muenchen, wasit tetap pada keputusan kontroversialnya tadi.

Dengan 10 pemain Muenchen masih berhasil mempertahankan kemenangannya, sehingga dilanjutkan dengan babak tambahan 2×15 menit karena agregat gol 3-3. Selanjutnya pertandingan pun kurang menarik lagi, dan Real Madrid pun mencetak 3 gol di babak tambahan tadi. Ronaldo mencetak 2 gol (menit 104 dan 109) serta Marco Asensio satu gol menit 112. Bayern Muenchen pun tersingkir dari Liga Champions.

Seharusnya Real Madrid yang tersingkir, jika tidak ada keputusan wasit yang kontroversial. Wasit telah membantu Madrid lolos dari lubang jarum. Entah ada apa di balik semua ini. Mengapa klub-klub Spanyol cenderung diuntungkan oleh wasit?

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Adahati.com – Dua pertandingan terakhir Liga Spanyol masih terjadi persaingan yang sengit antara Barcelona,  Atletico Madrid (ATM) dan Real Madrid, namun setelah ATM kalah 1-2 melawan Levante di pertandingan berikutnya, sementara Barcelona dan Real Madrid masing-masing mengalahkan Espanyol (5-0) dan Valencia (3-2), klasemen sementara Liga Spanyol pun sebagai berikut:

Real Madrid

 

Barcelona memiliki head to head yang lebih baik dari ATM dan Real Madrid, sehingga penentuan gelar juara Liga Spanyol musim ini hanya menyisakan Barcelona dan musuh bebuyutannya.

Di pertandingan terakhir Madrid wajib menang melawan Deportivo La Coruna, sambil berharap Barcelona kalah agar bisa meraih gelar juara. Barcelona yang akan menghadapi Granada tanggal 14 Mei 2016 nanti memiliki peluang yang lebih besar, tapi segalanya masih mungkin terjadi.

Masih berkait dengan 3 (tiga) klub papan atas Liga Spanyol tadi, Barcelona akan menghadapi Sevilla di babak final Copa del Rey tanggal 22 Mei 2016 di Vicente Calderon, sedangkan tanggal 29 Mei 2016, ATM akan berhadapan dengan Real Madrid di babak final Liga Champions di San Siro Milan, Italia.

Cukup banyak kemungkinan yang akan terjadi setelah tanggal 29 Mei 2016, tapi kemungkinan yang lebih mendekati kenyataan adalah Barcelona juara Liga Spanyol dan Copa del Rey, sedangkan Real Madrid dan ATM akan memperebutkan satu gelar juara Liga Champions 2016.

Real Madrid lebih memiliki mental juara dan yakin mampu mengalahkan ATM, serta menabiskan Zinadine Zidane sebagai pelatih masa depan yang menjanjikan. Ia pun diprediksi akan menjadi pesepakbola, sekaligus pelatih legendaris seperti halnya Johan Cruyff dan Franz Beckenbauer.

Jika Madrid juara Liga Champions 2016, kasihan ATM yang telah bermain apik dan mampu mengalahkan Barcelona serta menyingkirkan Bayern Muenchen.

ATM pun akan mendapat ‘simpati yang bernada kasihan’ dari seluruh penjuru dunia, apalagi di babak final nanti keputusan wasit lcenderung merugikannya.

Dunia pun terasa adil jika setelah tanggal 29 Mei 2016 Barcelona juara Liga Spanyol dan Copa del Rey, ATM juara Liga Champions, sedangkan Real Madrid gigit jari.

*Sumber gambar: youtube.com.

 


Chelsea Tendang Beberapa Pemainnya Musim Depan?

Chelsea Tendang Beberapa Pemainnya Musim Depan?

Adahati.com – Chelsea sudah tersingkir dari Liga Champions 2015-16 setelah ditendang oleh PSG dengan agregat skor 2-4. Kalah di leg pertama dan kedua dengan skor akhir yang sama, yaitu 1-2.

Jika mengamati proses terjadinya dua gol PSG di leg kedua yang berlangsung kemarin di Stamford Bridge terlihat kelemahannya ada di sektor kiri dan kanan lini pertahanannya.

Ibrahimovic dari sektor kiri pertahanan Chelsea memberi umpan ke depan mulut gawang yang diselesaikan dengan manis oleh Adrien Rabiot menit 16, sedangkan gol berikutnya berawal dari umpan Di Maria dari sektor kanan ke depan mulut gawang menit 67. Ibrahimovic pun dengan mudah menceploskan bola menjadi gol.

Lemah sekali lini pertahanan Chelsea. Jika melihat jumlah kemasukan golnya di Liga Inggris sebanyak 39 gol dari 29 pertandingan yang sudah dimainkan menunjukkan lini pertahanan Chelsea memang cenderung lemah. Produktifitas golnya pun tidak jauh berbeda, yaitu 43 gol saja, atau hanya plus 4 gol selisihnya.

Musim ini musim yang menyedihkan bagi Chelsea dan fans si Biru. Manajemen dikhabarkan akan melakukan cuci gudang atau menendang sejumlah pemain.

Eden Hazard, Oscar, Nemanja Matic, Loic Remy, John Terry, Diego Costa, Radamel Falcao, Alexander Pato, dan Pedro Rodriguez adalah nama-nama yang akan dibuang menurut berita yang dikutip dari Daily Express.

Eden Hazard sejak musim lalu memang ingin bermain di Real Madrid, sementara John Terry sudah termakan umur atau tidak bisa diandalkan lagi sebagai palang pintu lina pertahanan untuk menghadapi gempuran dan serangan lawan.

Pedro cenderung tidak bisa beradaptasi dengan sepakbola Inggris, termasuk Radamel Falcao. Diego Costa “sang provokator dan penipu” rentan dan sering mengalami cedera. Memang lebih baik dibuang saja, meski skill dan naluri mencetak golnya tinggi, tapi kelakuan provokator dan penipunya itu hanya mencemarkan nama baik Chelsea saja.

So, jika sejumlah pemain ditendang atau pergi, siapa saja pemain pengganti yang diharapkan bisa mendongkrak prestasi Chelsea musim depan? Siapa pemain bintang yang akan menjadi buruan?. Khabarnya Antonio Conte akan menjadi kandidat pelatih si Biru yang sedang malang ini mulai musim depan nanti.

Radja Nainggolan dan Arturo Vidal diberitakan adalah dua pemain yang sedang diincar oleh Antonio Conte, dan karena ia merupakan pelatih yang berasal dari Italia diharapkan nantinya dapat membenahi lini pertahanan Chelsea agar tidak seburuk musim ini.

Sumber gambar.


Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Adahati.com – Real Madrid mengalahkan AS Roma dengan skor akhir 2-0 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2015-16 kemarin yang memastikan si putih melaju ke babak berikutnya. Leg pertama di kandang AS Roma pun Madrid menang dengan skor akhir yang sama. Dengan demikian Madrid lolos dengan agregat skor 4-0.

Namun keberhasilan Madrid melaju ke babak perempatfinal ini bukan berarti menghilangkan kejengkelan fansnya. Masih ada sebagian fans Madrid yang kecewa atas penampilan beberapa pemain Madrid selama ini, kemudian meminta kepada manajemen klub agar menjual pemain tersebut, termasuk Christian Ronaldo.

Ronaldo dijual? Ramos menyatakan ketidaksetujuan dan menganggap permintaan fans tadi sudah gila. “Bagi saya, itu gila bahwa mereka berpikir dia [Ronaldo] harus pergi meninggalkan Madrid, mengingat dia itu bersejarah.”

Sebelumnya pun sempat tersiar khabar Madrid akan menjual pemainnya yang tidak masuk dalam skenario musim depan pelatih Zinadine Zidane dan Presiden Florentino Perez, termasuk Ramos dan Ronaldo (serta sejumlah pemain bintang Madrid lainnya seperti Isco, James Rodriguez, Toni Kroos, Pepe dan Alvaro Arbeloa).

Beberapa musim terakhir ini Madrid memang sedang mengalami paceklik gelar. Diperkirakan musim ini pun akan terulang kembali mengingat Madrid sudah tersingkir dari Copa del Rey, tertinggal 10 poin dari Barcelona di Liga Spanyol, dan di Liga Champions masih banyak lawan tangguh yang bisa membuyarkan impiannya.

Kemungkinan besar Ronaldo dijual musim depan. Usianya yang sudah 31 tahun (lahir 5 Februari 1985) bukan lagi usia emas seorang pesepakbola, meski penampilannya masih relatif bagus, tapi sudah menurun. Manajemen Madrid pun memiliki strategi atau rencana untuk masa depan klub, selain mengakomodir permintaan fans yang sudah mulai kecewa dan marah atas performa pemain Madrid.

Jika Ronaldo dijual dan Madrid pun melakukan cuci gudang, apakah musim depan pun langsung meraih banyak gelar di kompetisi lokal dan Liga Champions?

Tidak juga, karena Barcelona masih memiliki trisula mautnya, yaitu Messi, Suarez dan Neymar (selain Iniesta) yang bisa meredam ambisi Madrid untuk meraih gelar juara Liga Spanyol dan Liga Champions. Selain Barcelona, di Liga Champion pun klub-klub papan atas Liga Inggris (Manchester City, Arsenal, Chelsea, Manchester United dan Liverpool) diperkirakan akan bangkit dan diperhitungkan kembali kehadirannya.

PSG dan Bayern Muenchen pun jangan dilupakan sebagai tim yang bisa menggagalkan ambisi Madrid untuk meraih gelar juara Liga Champions hingga 3-4 musim ke depan.

Jika benar Ronaldo dijual dan ada perombakan besar besaran pemain yang dilakukan oleh manajemen klub lebih merupakan strategi jangka panjang. Sekitar 4-5 tahun ke depan Madrid baru bisa memetik hasilnya. Itu pun jika pembelian pemain untuk mengganti pemain yang dijual tadi sesuai dengan skenario yang ada.

Manajemen klub menyadari untuk menjuarai kompetisi lokal pun masih sulit diraih dalam rentang waktu 2-3 tahun ke depan, meski pesaing beratnya cenderung hanya 2 klub saja, yaitu Barcelona dan Atletico Madrid, apalagi juara Liga Champions.

Namun perkiraan cuci gudang atau penjualan sejumlah pemain bintangnya tadi batal atau tidak jadi dilakukan jika Madrid berhasil meraih gelar juara Liga Champions musim ini. Seandainya pun ada pemain bintangnya yang dijual hanya 1-2 pemain saja.

Kembali bahas Christian Ronaldo yang diminta oleh sebagian fans Madrid dijual saja mulai musim depan. Ke mana Ronaldo dijual? PSG yang sudah lama tertarik untuk memboyongnya akan menawarkan harga beli dan gaji yang tinggi kepada Madrid dan Ronaldo. Selain butuh pemain bintang, PSG pun ingin menjadikan Ronaldo sebagai icon klub seperti halnya David Beckham beberapa tahun silam.

*Sumber gambar: wikimedia.org.


PSG Kalahkan dan Singkirkan Chelsea dari Liga Champions

PSG Kalahkan dan Singkirkan Chelsea dari Liga Champions

PSG Kalahkan dan Singkirkan Chelsea dari Liga Champions

Adahati.com – PSG akan bertandang ke Stamford Bridge kandang Chelsea guna melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2015-16, Kamis (10/3/16) pukul 02.45 WIB dini hari nanti. Chelsea sebelumnya pada leg pertama kalah 1-2, dan cukup menang dengan skor akhir 1-0 saja sudah lolos ke babak berikutnya.

Pelatih Chelsea Guus Hiddink pun berharap Diego Costa yang baru mencetak satu gol dari 14 kali penampilannya di Liga Champions memberikan kontribusi golnya dalam pertandingan ini. “Sebelumnya ia memiliki masalah mencetak gol, seperti halnya tim ini. Kita lihat saja dan berharap ia bisa mengakhiri pacekliknya di level Eropa juga”.

Sedangkan Gary Cahill memberikan penilaian yang berbeda. Menurutnya William adalah sosok pemain Chelsea yang penting dan bisa menentukan hasil pertandingan.

Musim ini penampilan William dibanding pemain Chelsea lainnya memuaskan atau yang terbaik, dan perannya akan memberikan pengaruh yang cukup besar saat melawan PSG nanti. “Musim ini penampilan terkuatnya selama mengenakan kostum Chelsea dan merupakan salah satu yang menonjol. Ia sangat menarik buat fans untuk datang dan menyaksikan. Kita berikan dia bola dan biarkan dia melakukannya”.

Optimisme lainnya datang dari sang kapten John Terry yang sedang mengalami cedera hamstring. Menurutnya Chelsea masih memiliki peluang untuk menyingkirkan PSG, meski di leg pertama kalah 1-2. Di Stamford Bridge pada leg kedua yang sebentar lagi akan berlangsung ini ia yakin Chelsea akan keluar dari kesulitannya.

“Kami pernah comeback dari hasil yang lebih buruk sebelumnya,” katanya.

Optimisme dan harapan pelatih serta pemain Chelsea tadi dimentahkan oleh Laurent Blanc. Katanya Chelsea akan ditendang atau disingkirkan oleh PSG. “Kami punya keuntungan dengan hasil di leg pertama. Ini penting. Kami akan berusaha bermain sesuai gaya kami. Kami tahu target kami dan sudah menerapkannya saat latihan. Selain itu, kami juga perlu pendekatan mental yang tepat”.

Di balik ucapannya tadi tersirat, atau seolah-olah Blanc yakin PSG akan mengalahkan Chelsea di leg kedua nanti dengan selisih dua gol (0-2 atau 1-3 skor akhirnya, Blanc?). Wajar jika Blanc cukup percaya diri. Bukan hanya kemenangan 2-1 di leg pertama saja acuannya. Musim lalu pun Chelsea berhasil ditendangnya sampai nyungsep.

Chelsea musim lalu menahan imbang PSG 1-1 di kandang lawan, namun saat leg kedua di Stamford Bridge Chelsea hanya mampu bermain imbang juga 2-2, padahal lawannya bermain dengan 10 orang setelah Zlatan Ibrahimovic mendapat kartu merah dan diusir oleh wasit. Saat itu pun Chelsea masih dilatih oleh Jose Mourinho.

Musim ini hasil leg pertama lebih buruk dibanding musim lalu, dan pelatih Chelsea pun bukan “The Special One” lagi, melainkan Guus Hiddink yang boleh dibilang hanya pelatih cadangan atau sementara yang nantinya akan ditendang oleh Abramovich.

Chelsea ditendang lagi oleh PSG di Liga Champions musim ini setelah musim lalu ditendang. Musim ini pun pelatihnya ditendang. Di Liga Inggris pun kemungkinan besar Chelsea akan ditendang dari urutan 4 besar atau tidak akan tampil di Liga Champions musim depan. Malang nian nasibnya Chelsea, jika semua kejadian di atas tadi akhirnya menjadi sebuah kenyataan yang memilukan.

Sumber gambar.


Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Adahati.com – Leg pertama babak semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Bayern Muenchen berakhir dengan skor 3-0 sekaligus pembalasan yang nyaris sempurna mengingat 2 tahun yang lalu Barcelona kalah 0-3 di stadion yang sama, dan Barcelona terpuruk dengan agregat skor 0-7 atas Bayern Muenchen.

Messi yang malas menjadi bintang lapangan pada pertandingan leg pertama babak semifinal ini berkat dua gol dan satu asisnya. Pujian pun berhamburan dari pemain Barcelona maupun klub lainnya. Kembali kata-kata “Messi berasal dari planet lain” menghiasi halaman media massa dan dunia maya. Segala puja puji tadi seakan melupakan Messi yang malas dan melempem pada pertandingan itu.

Pemain depan Barcelona yang terdiri dari Messi yang malas, Neymar dan Suarez sepertinya diinstruksikan oleh Luis Enrique untuk menekan pemain Bayern Muenchen yang menguasai bola. Penekanan dilakukan hingga penjaga gawang lawan.

Luis Suarez terlihat rajin berlari dan berusaha terus menekan pemain Bayern Muenchen yang menguasai bola di daerahnya sendiri. Menyenangkan melihat semangatnya merebut bola, dan Suarez patut diacungkan jempol atas semangatnya tadi.

Neymar tidak serajin Suarez, tapi yang terparah atau terkesan paling malas mengejar dan merebut bola dari kaki pemain Bayern Muenchen adalah Messi.

Entah mengapa Messi yang malas seperti kurang semangat dalam pertandingan ini, juga pada beberapa pertandingan di Liga Spanyol setelah posisinya tidak lagi sebagai penyerang tengah. Awalnya trisula Barcelona menempatkan Messi yang malas sebagai penyerang tengah yang didampingi oleh Neymar di posisi sayap kiri dan Suarez di posisi sayap kanan, dan trisula ini kurang tajam dan menyengat.

Justru pada saat Luis Enrique menempatkan Suarez  sebagai penyerang tengah serta menggeser Messi yang malas ke posisi sayap kanan, trisula ini pun semakin tajam dan menakutkan lawan, tapi di sisi lain sepertinya Messi bermain ogah-gahan, kurang semangat dan terkesan malas dengan posisinya saat ini.

Ada apa sebenarnya dengan Messi yang malas? Khawatir kalah bersaing dengan Christian Ronaldo karena posisinya bukan sebagai target man lagi dalam urusan cetak mencetak gol? Suarez memang semakin subur menyumbang gol bagi Barcelona sejak posisinya sebagai penyerang tengah, tapi di sisi lain seperti menghilangkan gairah dan kegembiraan seorang Messi.

Selama 77 menit Messi yang malas terlihat melempem dan memble pada pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions. Jauh dari performa terbaiknya beberapa tahun silam atau saat Pep Guardiola masih sebagai pelatih Barcelona.

Gol pertama yang dicetaknya dan 3 menit kemudian gol kedua yang menjadi pembicaraan hangat di dunia maya berkat aksi tipunya yang mengecoh Boateng serta asisnya kepada Neymar yang berbuah gol ketiga bagi Barcelona adalah Messi yang bergairah bermain bola, bukan Messi yang malas tak bergairah.

Kegembiraannya jelas terlihat pada saat merayakan gol ketiga. Wajahnya sumringah, memeluk Neymar dan menepuk pundaknya sambil berguling di rumput. Praktis hanya sekitar 13 menit plus 4 menit waktu tambahan adalah waktu yang dimiliki oleh Messi untuk memperlihatkan dirinya yang dulu.

Dua gol yang diciptakannya ke gawang Bayern Muenchen seakan melupakan penampilannya yang cenderung malas, melempem dan memble selama 77 menit. Hanya 17 menit terakhir yang memperlihatkan Messi meledak dan mencetak gol.

*Sumber gambar: flickr.com.


Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Adahati.com – Barcelona untuk ke delapan kalinya secara berturut-turut maju ke babak semifinal Liga Champions 2014-15 setelah menyingkirkan Paris Saint Germain (PSG) dengan agregat gol 5-1 (1-3 dan 2-0), sedangkan satu tempat lagi milik Bayern Muenchen setelah menyingkirkan Porto dengan agregat gol 7-4 (1-3 dan 6-1).

Dua tempat semifinalis lainnya akan diperebutkan oleh Real Madrid, Atletico Madrid, Monaco dan Juventus sebentar lagi. Idealnya Real Madrid dan Juventus yang akan maju ke babak selanjutnya sehingga 4 tim semifinalis milik klub-klub besar, tapi Liga Champions selalu menghadirkan kejutan-kejutan di luar dugaan dan perkiraan.

Jika bukan 4 tim besar yang akan mengisi babak semifinal Liga Champions, siapa yang akan menemani Barcelona dan Bayern Muenchen?

Hal yang cukup menarik lainnya adalah di babak perempat final leg kedua tim tuan rumah berhasil memenangkan pertandingan (Barcelona – PSG 2-0, dan Bayern Muenchen – Porto 6-1).

Jika hal ini berulang, maka babak semifinal milik Barcelona, Bayern Muenchen, Real Madrid dan Monaco, tapi hal yang ideal tidak selamanya berlaku di Liga Champions. Artinya ada tuan rumah yang kalah atau tersingkir.

Mungkinkah tuan rumah tersebut AS Monaco? Leg pertama babak perempat final yang berlangsung di kandang Juve, Monaco cukup bermain baik dan Juve hanya mampu menang 1-0 saja. Motivasi pemain Monaco pun cukup tinggi untuk memenangkan pertandingan di leg kedua nanti mengingat rivalnya di Liga Perancis sudah tersingkir.

Jika Monaco berhasil maju ke babak selanjutnya merupakan kebanggaan sendiri sebagai satu-satunya klub perancis yang bisa tembus hingga babak semifinal.

Juve beberapa tahun terakhir ini secara berturut-turut juara Liga Italia, tapi saat ini Liga Italia kompetisinya kurang ketat dibanding Liga Spanyol, Inggris dan Jerman.

Apakah Juve mampu meraih kemenangan atas tuan rumah AS Monaco seperti halnya Arsenal di babak sebelumnya?

Situasi dan kondisi antara Arsenal dan Juve berbeda karena Arsenal berangkat dengan motivasi untuk menebus kekalahannya saat bertindak sebagai tuan rumah, sedangkan Juve datang dengan kemenangan 1-0 yang diraihnya di leg pertama.

Mungkinkah tuan rumah yang kalah atau tersingkir itu Real Madrid?

Situasi dan kondisi Real Madrid mirip Bayern Muenchen, yaitu beberapa pemain intinya cedera, tapi rasanya sulit Real Madrid akan menang dengan skor telak seperti kemenangan yang diraih oleh Bayern Muenchen atas tamunya Porto.

Bayern Muenchen mengamuk saat menjamu Porto setelah kalah 1-3 di leg pertama, sedangkan Real Madrid saat bertandang ke kandang Atletico Madrid mampu membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0.

Selain beberapa pemain intinya mengalami cedera dan tidak bisa diturunkan pada leg kedua nanti, Real Madrid pun dalam beberapa pertandingan terakhir melawan Atletico Madrid menuai hasil yang tidak memuaskan, meski bertindak sebagai tuan rumah.

Atletico seperti batu karang bagi Madrid, mirip saat Madrid di bawah pelatih Jose Mourinho jika berhadapan dengan Barcelona di bawah pelatih Pep Guardiola.

Siapa sebenarnya dua tim lagi yang akan menemani Barcelona dan Bayern Muenchen di babak semifinal Liga Champions 2014-15 nanti?

Sumbar gambar: flickr.com.


Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Adahati.com – Barcelona sebentar lagi akan berhadapan dengan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2014-15 di stadion Nou Camp.

Kemarin tuan rumah Juventus berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor akhir 2-1 pada leg pertama babak semifinal Liga Champions lainnya.

Benarkah Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen?

Sebelum pertandingan antara Barcelona dan Bayern Muenchen ini ada beberapa pernak pernik yang menghiasi wajah atau halaman media massa, antara lain:

1. Kembalinya pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola ke Barcelona.

2. Sambutan meriah diperkirakan akan diberikan penonton kepadanya.

3. Pep Guardiola tahu betul seluk beluk Barcelona karena sebagian besar pemain intinya pernah ditanganinya selama beberapa tahun.

4. Barcelona pernah kalah dengan agregat 0-7 saat bertemu Bayern Muenchen di babak semifinal Liga Champions dua tahun yang lalu.
Strategi dan taktik pelatih Luiz Enrique menghadapi strategi dan taktik pelatih Bayern Muenchen yang pernah menangani Barcelona pun dipertanyakan.

Pernak pernik di atas tadi akan berhenti ketika wasit telah meniup peluit tanda dimulainya leg pertama babak semifinal ini. Tepuk tangan penonton menyambut kedatangan Pep Guardiola, kekalahan Barcelona 0-7 dua tahun yang lalu, strategi dan taktik Luiz Enrique dan Pep Guardiola akan sirna dengan sendirinya.

Kejadian yang ada di lapangan lebih menarik untuk dilihat, bukan pernak pernik itu lagi. Kemungkinan besar Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal Liga Champions mengingat, antara lain:

-Barcelona sedang dalam kondisi yang bagus saat ini. Trisula Messi – Neymar – Suarez adalah tiga penyerang maut yang rajin mencetak gol atau membobol gawang lawan belakangan ini.

-Minimal dua gol akan bersarang di gawang Bayern Muenchen. Porto saja mampu mencetak satu gol, baik di kandang sendiri maupun di kandang Muenchen di babak sebelumnya yang menandakan lini pertahanan Muenchen saat ini tidak bagus.

-Para pemain di lapangan yang berperan besar menentukan hasil akhir pertandingan, sedangkan strategi dan taktik pelatih hanya semacam supplement dan pemain Barcelona sedang dalam kondisi psikologis yang bagus karena sebelum big match ini memenangkan beberapa pertandingan di liga domestik, sedangkan Bayern Muenchen sebaliknya.

-Beberapa pemain inti Bayern Muenchen yang biasa menyumbang gol tidak bisa dimainkan, dan jika dipaksakan untuk bermain pun tidak dalam kondisi yang prima, atau dengan kata lain Muenchen tumpul di depan mengingat cederanya Arjen Robben, Frank Ribery dan Robert Lewandowski.

-Faktor tuan rumah yang menunjukkan bahwa tim tamu tidak pernah menang terhitung sejak babak perempat final Liga Champions, dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga babak semifinal ini.

Dengan demikian kesimpulan sederhananya Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal ini.

Sumber gambar: wikimedia.


Barcelona Pesta Gol di Kandang Lawan

Barcelona Pesta Gol di Kandang Lawan

Adahati.com – Barcelona pesta gol, mengalahkan tuan rumah Cordoba dengan skor akhir 8-0, tapi tak lama berselang Real Madrid pun mengalahkan tuan rumah Sevilla 3-2. Maka dari itu, selisih poin antara Barcelona dan musuh bebuyutan atau rival abadinya Real Madrid masih tetap sama, yaitu 2 poin dan tinggal tersisa 3 (tiga) pertandingan lagi kompetisi Liga Spanyol musim ini.

Madrid masih memberikan tekanan secara psikologis kepada Barcelona, dan berharap klub saingannya ini terpeleset atau satu kali mengalami kekalahan dari tiga sisa pertandingan yang ada. Jika hal itu terjadi, sementara di sisi lain Madrid mampu memenangkan semua tiga pertandingan sisa tadi, Barcelona pun akan menderita karena gagal juara Liga Spanyol musim ini.

Ada pertanyaan yang cukup menarik pada pertandingan antara tuan rumah Cordoba dan Barcelona tadi, yaitu mengapa Barcelona tetap mempertahankan sebagian besar pemain intinya hingga pertandingan usai, meski sudah unggul cukup banyak gol? Apa maksud dan tujuan Barcelona memenangkan pertandingan ini dengan gol sebanyak-banyaknya atau Barcelona pesta gol?

Tekanan psikologis atau semacam itu sedang dimainkan atau dilakukan oleh Barcelona. Selain ditujukan kepada musuh bebuyutan atau rival abadinya Real Madrid yang belum bertanding melawan Sevilla, tekanan psikologis ini pun diarahkan kepada klub dari Jerman, yakni Bayern Muenchen.

Pada pertandingan berikutnya Barcelona akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg pertama babak semifinal Liga Champions tanggal 7 Mei 2015 dini hari nanti.

Tekanan psikologis atau kemenangan dengan skor sangat telak 8-0 melawan Cordoba tadi tidak berhasil menekan Madrid, apakah tekanan psikologis ini akan sukses terhadap Bayern Muenchen yang dua tahun lalu berpesta gol ke gawang Barcelona dengan skor agregat 7-0?

Pertanyaan ini akan dibahas nanti, atau menjelang pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions 2014-15 antara Barcelona dan Bayern Muenchen yang diperkirakan akan berlangsung seru, tegang dan mencekam.

Barcelona butuh kemenangan pada pertandingan tersebut, setidak-tidaknya dengan selisih dua gol, sebab Bayern Muenchen yang akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua nanti adalah tim yang sangat sulit dikalahkan.

Sumber gambar: pixabay.


Barcelona Menang 3-1 atas Paris Saint Germain (PSG)

Barcelona Menang 3-1 atas Paris Saint Germain (PSG)

Adahati.com – Barcelona menang 3-1 atas lawannya tuan rumah PSG di babak perempat final Liga Champions 2014-15 leg pertama yang berlangsung dini hari tadi (Kamis, 16 April 2015), dan 4 gol pada pertandingan tersebut dicetak oleh Neymar (18), Luiz Suarez (67, 79) dan Jeremy Mathieu (82, gol bunuh diri).

Kemenangan ini memudahkan Barcelona untuk melangkah ke babak selanjutnya, apalagi pada leg kedua nanti akan berlangsung di kandangnya sendiri. Namun meski Barcelona menang penampilannya masih belum memuaskan.

Berikut ini beberapa catatan yang menunjukkan hal itu, antara lain:

-Barcelona menang dan lebih dominan menguasai jalannya pertandingan, tapi terasa hambar serangan yang dilakukannya saat ingin menembus pertahanan lawan.

-Bola yang dikuasai lebih banyak berputar di lapangan tengah. Jika ada tekanan yang datang dari pemain lawan, bola sering dikembalikan lagi ke belakang. Hal ini menunjukkan pergerakan pemain Barcelona di depan kurang bervariasi sehingga umpan terobosan pun jarang dilakukan

-Gol pertama yang dicetak oleh Neymar saja yang menunjukkan adanya kerja sama dan permainan tik tak dari pemain Barcelona, sedangkan gol kedua dan ketiga cenderung tercipta karena kelebihan skill individu seorang Luiz Suarez.

-Masih terlihat cepat merasa puas diri ketika Barcelona menang atau sedang unggul. Lini pertahanan mulai kehilangan konsentrasi sehingga pemain PSG memiliki kesempatan untuk menyamakan atau memperkecil ketinggalan gol.

-Gol bunuh diri Jeremy Mathieu seharusnya tidak perlu terjadi, jika pemain Barcelona tidak lengah atau cepat merasa puas diri. Hal ini bisa dilihat dari terciptanya gol ke tiga yang dicetak oleh Luiz Suarez menit ke 79 dan hanya berselang 3 menit kemudian Jeremy Mathieu mencetak gol bunuh diri.

-Messi kurang tampil gemilang, meski gol pertama yang dicetak oleh Neymar berkat assistnya yang memberikan umpan terobosan melewati pemain PSG.

-Penempatan posisi Messi di sayap kanan dan kadang bermain di tengah tidak terlalu mengekploitasi kehebatannya jika dibandingkan posisinya sebagai penyerang tengah.

-Lini tengah yang ditempati oleh Busquet, Rakitic dan Iniesta belum sepadu dan sehebat 5 tahun yang lalu ketika masih ada Xavi Hernadez di sana.

-Ketika Iniesta cedera dan digantikan oleh Xavi, tetap tidak terlihat umpan terobosan maut yang berbuah gol, dan hal ini sekali lagi memperlihatkan pergerakan pemain Barcelona di depan kurang menggigit dan variatif untuk mencari tempat yang kosong.

-Penampilan Pique masih mengkhawatirkan karena lagaknya yang cukup tengil saat menahan dan memberikan bola, tapi untunglah penampilan Javiar Mascherano yang garang dan lugas dapat menutupi lini belakang Barcelona.

-Barcelona menang, tapi PSG tampil tanpa beberapa pemain intinya, dan gol bunuh diri Barcelona menunjukkan penampilannya pada leg pertama babak perempat final ini kurang menjanjikan untuk meraih gelar juara Liga Champions.

Barcelona bisa juara Liga Champions tapi dengan catatan Real Madrid dan Bayern Muenchen tersingkir di leg kedua yang berlangsung di kandangnya sendiri, sebab sisa tim lainnya – Atletico Madrid, Juventus, Monaco dan Porto – bukan halangan yang berarti, meski babak semifinal dan final umumnya berlangsung ketat.

Sebaliknya jika Real Madrid dan Bayern Muenchen berhasil lolos ke babak selanjutnya, Barcelona sulit juara Liga Champions.

Sumber gambar: wikipedia.