Tag: Kapolri Tito Karnavian

Pernyataan Kapolri Tito Karnavian dan Kelompok Saracen

Pernyataan Kapolri Tito Karnavian dan Kelompok Saracen

Adahati.com – Kapolri Tito Karnavian angkat bicara terkait kelompok Saracen yang menurut berita yang ada telah ditangkap ketua dan beberapa anggotanya.

Kelompok Saracen adalah kelompok yang menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan. Sekali pesan tarifnya lumayan besar, yaitu Rp 72 juta, sudah termasuk untuk pembuatan website Rp 15 juta dan membayar 15 buzzer Rp 45 juta/bulan, serta “jatah preman” sang ketua sebesar Rp 10 juta.

Entah seperti apa websitenya hingga dihargai sampai Rp 15 juta. Mungkin canggih sekali, padahal hanya untuk menyebar konten ujaran kebencian. Namun terlepas dari itu semua yang penting pemesan bersedia membayarnya.

Gaji 15 buzzer sebesar Rp 45 juta/bulan atau Rp 3 juta/buzzer/bulan pun terkesan berlebihan. Mosok hitungan hariannya setiap buzzer dibayar Rp 100 ribu? Boleh dibilang ada yang hidup makmur di kelompok Saracen itu setiap kali ada pemesanan.

Presiden Jokowi sudah menginstruksikan Kapolri Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus kelompok Saracen ini karena ulahnya menyebarkan ujaran kebencian dan SARA sangat mengerikan. Maka dari itu harus dituntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Tanggapan dari Kapolri Tito Karnavian?

“Saya sampaikan tangkap-tangkapin saja. Yang mesan, tangkapin. Yang danain, tangkapin. Ada lagi sejenis dengan itu, tangkapin,” ujarnya di sini.

Ya memang, tangkap saja kalau sudah ada bukti yang cukup. Tunggu apa lagi? Mosok harus tunggu perintah dari Kapolri Tito Karnavian? Ada apa sih sebenarnya? Mungkin saja ada sebagian pihak yang merasa heran dan bertanya seperti itu.

Sementara saat ini sudah tersebar isu-isu yang tidak sedap, antara lain ada pemesan ujaran kebencian kepada kelompok Saracen tadi memiliki hubungan yang cukup dekat dengan petinggi parpol tertentu. Isu ini bisa diketahui benar atau tidaknya setelah para pemesan itu ditangkap. Jelas, kalau sudah jelas bukan isu lagi namanya.

Namun ada pernyataan Kapolri Tito Karnavian yang cukup mengherankan. Menurutnya tak mudah menelusuri siapa saja yang terlibat dalam aktivitas kelompok Saracen itu.

“Karena mereka mainnya di cyber space. Maka kita melacaknya juga di cyber space, bukannya di lapangan,” katanya.

Mosok sih tim cyber dari pihak kepolisian kalah canggih dibanding kelompok Saracen sehingga tidak bisa atau sulit melacak, termasuk siapa saja para pemesannya?

Pihak kepolisian pun telah menangkap 4 orang dari kelompok Saracen. Setelah diinterogasi bisa terungkap siapa saja para pemesan itu. Kecil kemungkinannya 4 orang tadi tutup mulut sampai mati seperti dalam film mafia The Godfather atau lainnya. Dengan kata lain cepat atau lambat bakalan “nyanyi” juga.

Seandainya pun sang pemesan tidak bodoh, yaitu tidak melakukan pembayaran lewat transfer, apalagi atas nama rekening sendiri, sepertinya tidak terlalu sulit bagi pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas kasus kelompok Saracen ini.

Jangan-jangan perkataan Kapolri Tito Karnavian tadi – tak mudah menelusuri siapa saja yang terlibat – sekadar trik belaka? Dengan tujuan antara lain membuat para pemesan merasa nyaman dan lengah? Atau pihak kepolisian sedang menunggu bukti yang sudah cukup menjadi lebih dari cukup, atau bukti yang ada pun sudah kuat dan meyakinkan?

Sepertinya para pemesan ujaran kebencian dan berbau SARA kepada kelompok Saracen hanya tinggal menghitung hari saja untuk ditangkap oleh pihak kepolisian.

Sumber berita.

Rizieq Shihab akan Dijemput Paksa

Rizieq Shihab akan Dijemput Paksa

Adahati.com – Rizieq Shihab boss FPI diadukan oleh Soekmawati Soekarnoputri atas tuduhan melecehkan Pancasila. Ia pun dituduh telah menghina kehormatan dan martabat sang proklamator, Bung Karno.

Tidak sedikit pihak yang mengira masalahnya sudah dilupakan, karena beritanya nyaris tak terdengar lagi. Menurut Kapolri, Rizieq Shihab telah dipanggil pada 5 Januari 2017 lalu, tapi tidak datang dengan alasan sakit. Rencananya pemanggilan kedua akan dilakukan 12 Januari 2017 nanti.

Bagaimana kalau Rizieq Shihab masih mangkir? Kapolri menegaskan pihaknya akan melakukan upaya paksa. “Kita lihat, datang atau tidak. Jika datang diperiksa. Jika tidak, sesuai hukum, KUHAP tentu kita lakukan surat perintah membawa,” tegasnya di sini.

Rizieq Shihab termasuk salah satu pihak yang menuntut keras supaya Ahok diproses secara hukum saat merebaknya kasus dugaan penistaan agama. Ahok pun tidak beralasan sakit, dan atas kemauannya sendiri datang ke kantor polisi

Penggemar catur yang baik hati, tidak sakit-sakitan, sehat selalu, juga gemar menabung dan tidak sombong, Tante C cukup tertarik dengan kata “paksa” terkait berita tentang Rizieq Shihab yang dituduh telah menghina Pancasila, juga kehormatan dan martabat proklamator Bung Karno di atas tadi.

Kata “paksa” ini cenderung berkonotasi negatif, tapi tidak selamanya seperti itu. Kapolri Tito Karnavian pun ada mengatakan “sesuai hukum” atau KUHAP yang menjadi dasar menerapkan kata “paksa” tadi.

Bagaimana kalau kata “paksa” ini diterapkan di catur?

Tidak masalah, bahkan bisa meraih kemenangan seperti ditunjukkan pada Trik dan Problem Catur yang Sederhana di bawah ini:

  • Hitam sudah kalah satu perwira Gajah, tapi ia memiliki keunggulan posisi.
  • Gajah hitam di petak c6 mengancam Benteng putih di petak f3.
  • Diagonal c6-f3-h1 dan e2-f1-h3 terlihat pada bentuk bangunan caturnya.

 

  • Langkah hitam selanjutnya? Mudah saja, tidak sulit dan rumit, karena hitam sampai saat ini masih sehat atau tidak sakit-sakitan atau pura-pura sakit.
  • Bg8-g4!

 

  • Langkah hitam tadi pun memaksa putih bertekuk lutut atau menyerah kalah.
  • Karena Menteri putih terhalang pandangannya ke petak f3.
  • Masih bingung juga?
  • Pegangan.

Gens Una Sumus.

sumber gambar: youtube.com.