Tag: Gerindra

Prabowo Bukan Lulusan Harvard, Gosip atau Fakta?

Prabowo Bukan Lulusan Harvard, Gosip atau Fakta?

Adahati.com – Prabowo bukan lulusan Harvard? Sekadar informasi saja, Universitas Harvard (Harvard University) adalah universitas swasta di Cambridge, Massachusetts.

Harvard merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat, juga salah satu universitas terbaik di dunia yang didirikan pada 8 September 1636.

Awalnya bernama New College, kemudian dinamakan ulang menjadi Harvard College pada 13 Maret 1639 untuk menghormati penyumbang terbesarnya, John Harvard, seorang mantan mahasiswa Universitas Cambridge (Wikipedia).

Dan Prabowo bukan lulusan Harvard.

Frasa “bukan lulusan Harvard” ini berawal dari pernyataan Prabowo sendiri.

Partai Gerindra telah resmi mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon gubernur untuk Pilkada Jabar 2018. Keputusan itu disampaikan oleh Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya di Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat (9/12/17).

Menurut Prabowo bukan lulusan Harvard, ia telah kenal lama dengan Sudrajat.

“Sepak terjang beliau juga dikenal di TNI sebagai salah satu perwira paling cerdas. Beliau lulusan Harvard. Tak banyak TNI yang lulusan Harvard. Saya juga pingin ke Harvard. Saya pernah ke Harvard tapi hanya jalan-jalan saja dan enggak dapat ijazah,” kata Prabowo di sini.

Fakta, Prabowo bukan lulusan Harvard.

Namun tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang merasa heran dan bertanya, misalnya seperti ini:

Memangnya kenapa kalau lulusan Harvard? Cukup besar kah pengaruhnya untuk urusan politik seperti Pilkada Jabar 2018? Jika memang cukup besar pengaruhnya, bagaimana dengan Pilkada di tempat lain? Butuh lulusan Harvard juga?

Tapi publik tahunya, pemenang Pilkada ditentukan oleh banyaknya suara rakyat yang memilih, terlepas calon gubernurnya lulusan Harvard atau lulusan antah berantah.

Lulusan atau bukan lulusan Harvard bukan persoalan penting sebenarnya. Prabowo bukan lulusan Harvard tidak mengapa, biasa saja. Jokowi pun bukan lulusan Harvard, apalagi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pujaan hati.

Prabowo bukan lulusan Harvard, begitu pun Jokowi, Susi dan banyak pejabat lainnya. Tapi sekali lagi, lulusan atau bukan lulusan Harvard biasa saja.

Yang luar biasa itu kalau ada lulusan neraka.

Kita pun bisa bertanya, bagaimana sebenarnya keadaan di neraka sana.

– The Lohmenz Institute

*Sumber gambar: youtube.com.


Benarkah Polling Fadli Zon di Twitter Cukup Mengharukan?

Benarkah Polling Fadli Zon di Twitter Cukup Mengharukan?

Adahati.com – Polling Fadli Zon di Twitter soal tingkat kesejahteraan masyarakat menyediakan tiga opsi pendapat, yaitu lebih sulit, lebih mudah dan ‘begitu-begitu saja’. Dari polling Fadli Zon tadi hasilnya sebanyak 66 % menjawab lebih susah, 20 % mengatakan lebih mudah, dan 14 % yang menjawab begitu-begitu saja.

Fadli Zon pun menilai orientasi pembangunan era Jokowi adalah infrastruktur yang mengambil porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sangat besar tapi justru membuat hidup masyarakat kian sulit saja.

Mengetahui ada polling Fadli Zon dan hasilnya tadi, kemudian pernyataan hidup masyarakat semakin sulit saja saat ini, tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang terharu dan air matanya pun jatuh berlinang.

Semakin deras air mata itu jatuh berlinang apabila politikus Partai Gerindra lainnya pun mengikuti jejak Fadli Zon. Dengan demikian bukan hanya ada polling Fadli Zon saja, tapi cukup banyak polling-polling lainnya di Twitter.

Jika Fahri Hamzah pun mengadakan polling, dan diikuti oleh para politisi PKS kemungkinan besar rasa haru tadi semakin membahana, karena hasil pollingnya diperkirakan tidak jauh berbeda atau mendekati hasil polling Fadli Zon.

Terjadi banjir air mata karena banyak yang terharu dengan kehadiran polling-polling politikus di Twitter? Setelah itu akan ada lagi polling-polling berikutnya di Facebook, Google+, dan media sosial lainnya?

Memang tidak ada larangan bagi Fadli Zon mengadakan polling di Twitter, Facebook, Google+, atau media sosial lainnya. Juga tidak ada larangan bagi siapapun yang ingin terharu dengan adanya polling Fadli Zon tadi.

Namun di sisi lain tidak ada larangan juga bagi mereka yang ingin tertawa ngikik.

Sayangnya pernyataan fadli Zon bahwa hidup masyarakat kian sulit saja dibantah oleh Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang menurut pendapatnya ada kemajuan di bidang ekonomi berdasarkan hasil sejumlah lembaga survei dengan metode kuantitatif. “Dari aspek kestabilan (ekonomi) relatif stabil. Mulai nilai kurs, inflasi dan lainnya.” (merdeka.com, 20/10/17)

Mudah-mudahan akibat bantahan dari Andreas Hugo Pareira tadi akan lahir sebuah puisi dari seorang politikus dengan judul yang cukup mengharukan juga.

Misalnya judul puisi tersebut adalah “Hatiku Hancur Berkeping-keping, Malam Bagai Siang, dan Siang Bagai Malam”.

Mengapa ini harus terjadi
Di tengah kebahagiaan
Malam bagai siang
Siang bagai malam

Layu Sebelum Berkembang

*The Lohmenz Institute.