Tag: bola

Manchester United Dicela oleh Mantan Pelatihnya Sendiri

Manchester United Dicela oleh Mantan Pelatihnya Sendiri

Manchester United Dicela oleh Pecundang, Mengenaskan!

Adahati.com – Manchester United berjaya selama diasuh oleh Sir Alex Ferquson. Banyak gelar yang diraih, namun semenjak Sir Alex Ferquson pensiun, perlahan tapi pasti Manchester United pun mulai terjun bebas ke lembah kelam.

Entah ke mana perginya filosofi sepakbola menyerang dan semangat juang tinggi hingga titik darah penghabisan yang pernah sekian lama ditanamkan oleh Alex Ferquson. Semua hal yang positif tadi seakan lenyap tak berbekas di tangan pelatih-pelatih Manchester United berikutnya.

Ya, para pelatih pecundang datang silih berganti. Mental juara itu sebenarnya sudah sirna, meski masih berusaha untuk ditutup-tutupi dengan berbagai cara, namun suatu saat nanti bau busuk itu akan tercium jua.

Kekalahan 1-2 di kandang sendiri kemarin – melawan tetangganya yang terus bersinar, siapa lagi kalau bukan Manchester City – menyebabkan Manchester United pun menanggung malu seperti pernah dibahas sebelumnya di sini:

Manchester United Menanggung Malu, Tetangga Gembira!

Langit Manchester sekarang berwarna biru, tiada lagi warna merah meski di saat lembayung senja menghiasi cakrawala. Mengenaskan sekali?

Kritik dan cela pun mengiringi kekalahan 1-2 Manchester United di kandang sendiri atas Manchester City tadi, bahkan seorang pecundang pun melontarkan celaannya.

Ya, Jose Mourinho dan Manchester United dicela oleh seorang pecundang. Menurut si pecundang taktik yang dimainkan Mourinho membosankan! Ia pun lebih senang melihat permainan Manchester City dibanding Manchester United.

Duh, Jose Mourinho dan Manchester United dicela siapa sebenarnya?

Dia adalah Louis Van Gaal yang pernah melatih Manchester United selama dua musim dan hanya mempersembahkan satu piala FA saja.

Entah bagaimana reaksi Mourinho dan para pemain Manchester United setelah dicela oleh Louis Van Gaal tadi. Sampai saat ini belum ada beritanya, tapi mungkin saja akan ada balasan cela yang membuat suasana pun semakin panas.

Manchester City yang sudah unggul 11 poin pun mungkin akan terenyuh dan prihatin dengan keadaan Manchester United saat ini.

Duuuh…tetangga kita makin berisik aja ya…

*Sumber gambar: youtube.com.


Timnas Indonesia Hanya Kurang Beruntung Saja

Timnas Indonesia Hanya Kurang Beruntung Saja

Adahati.com – Timnas Indonesia hanya kurang beruntung saat berhadapan dengan Malaysia di babak semifinal Sea Games 2017. Meski tidak diperkuat tiga pilarnya yang terkena akumulasi dua kartu kuning dan Timnas Indonesia hanya bermain dengan delapan pemain intinya, keberuntungan itu masih ada di babak pertama, yaitu mampu menahan tuan rumah Malaysia imbang tanpa gol 0-0.

Di babak kedua Timnas Indonesia sudah berusaha mempertahankan keberuntungannya tadi, tapi sayangnya hingga menit 86 saja. Jika terjadi perpanjangan waktu 2×15 menit kemungkinan besar tidak akan terjadi gol karena baik pemain Malaysia maupun Indonesia sudah habis tenaganya, dan adu tendangan pinalti pun akan dilakukan.

Lihatlah bagaimana kiper Timnas Indonesia sudah memperlihatkan kepiawainnya menjaga gawang tetap perawan, maka jika terjadi adu tendangan pinalti yang lolos ke babak final bukan Malaysia, tapi sekali lagi sayangnya Timnas Indonesia hanya mampu mempertahankan keberuntungannya hingga menit 86 saja.

Tersingkirnya Timnas Indonesia, berarti kembali gagal juara Sea Games, banyak mendapat pujian dari sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa Timnas Indonesia sudah berjuang mati-matian, terima kasih atas perjuangan yang luar biasa, dan masih banyak pujian lainnya karena Timnas Indonesia hanya kalah satu gol saja.

Timnas hanya kalah satu gol, dan Timnas hanya kurang beruntung saja sebenarnya. Tidak perlu analisis yang panjang karena secara keseluruhan pelatih Timnas Indonesia yang digaji jauh lebih tinggi dibanding pelatih lokal itu bersama anak asuhnya tinggal sekitar 4 menit lagi sukses menjaga keperawanan gawang sendiri maupun keperawanan gawang lawan.

Kurang apa lagi sih sebenarnya selain kurang beruntung?

Tidak benar karena kurang baik pembinaan yang ada, tidak benar kompetisi kurang berjalan dengan baik, tidak benar selama ini sepakbola Indonesia diurus oleh orang-orang yang kurang cakap, tidak benar mental dan skill pemain kurang tinggi, tidak benar pelatih Timnas Indonesia kurang bermutu.

Timnas Indonesia hanya kurang beruntung!

Maka dari itu, lebih fokus untuk mendalami hal ini, atau belajar bagaimana caranya supaya Timnas Indonesia bisa menciptakan hat-trick keberuntungan atau lebih dalam sebuah turnamen. Sejak awal hingga akhir turnamen Timnas Indonesia bisa menjaga keberuntungan sehingga suatu saat nanti tampil sebagai juara, bukan hanya menempati posisi keempat, ketiga atau runner up saja.

Kalah 0-1 dari Malaysia di babak semifinal Sea Games 2017 maupun kekalahan atau kegagalan pada turnamen sebelumnya, semua itu disebabkan Timnas Indonesia hanya kurang beruntung! Terima kasih Timnas Indonesia atas perjuangan keras dan luar biasa yang telah kalian lakukan selama ini demi nusa, bangsa dan negara.

Semoga ke depannya nanti bisa lebih beruntung lagi.

Sumber gambar: youtube.com.


Malaysia Sukses Permalukan Timnas Indonesia

Malaysia Sukses Permalukan Timnas Indonesia

Adahati.com – Malaysia sukses mempermalukan Timnas Indonesia di babak semifinal Sea Games 2017. Setelah istirahat selama 2 hari, penampilan pemain Malaysia rata-rata lincah, gesit dan bertenaga. Berbeda dengan penampilan Timnas Indonesia yang terlihat cepat lelah dan malas menutupi pergerakan pemain Malaysia yang menguasai bola.

Sejak babak pertama pun Malaysia sukses mengepung lini pertahanan Timnas Indonesia yang cenderung bermain bertahan atau hanya mengandalkan serangan balik saja. Namun buruknya penyelesaian akhir, juga terlalu terburu-buru, maka peluang yang sudah minim pun terbuang dengan percuma.

Umpan lambung dari tengah ke depan yang dilepas pemain-pemain gelandang Timnas Indonesia dalam usahanya melakukan serangan balik pun lebih sering gazebo (gak zelas bo) alias ngawur, termasuk umpan-umpan pendek yang sering salah dan bola pun mudah jatuh ke kaki pemain lawan. Satu kata yang menggambarkan kondisi pemain Timnas Indonesia adalah seperti yang dikatakan oleh SBY, yaitu prihatin.

Wajar saja Malaysia sukses mengalahkan sekaligus mempermalukan Timnas Indonesia dengan skor akhir 2-0 di babak semifinal Sea Games 2017.

Namun semua ini masih sebatas prediksi, sebab pertandingan antara Malaysia dan Timnas Indonesia baru akan berlangsung beberapa jam lagi, tepatnya pukul 19.45 WIB.

Faktor tuan rumah, lebih lama istirahat, dan faktor non teknis seperti wasit yang cenderung berpihak kepada tuan rumah, Malaysia sukses mempermalukan Timnas Indonesia kemungkinan besar akan terjadi, tapi semua itu buyar dengan sendirinya jika dewi fortuna masih berpihak kepada Timnas Indonesia.

Tapi benarkah Timnas Indonesia akan meraih keberuntungan ketiga?

Keberuntungan pertama saat melawan Vietnam – di sini seharusnya Timnas Indonesia sudah tersingkir – dan keberuntungan kedua ketika menghadapi Kamboja.

Dewi fortuna akan memperlihatkan keberpihakannya kepada Timnas Indonesia jika di babak pertama skor masih 0-0 atau imbang. Malapetaka pun akan dialami oleh Malaysia di babak kedua, artinya tidak jadi Malaysia sukses karena ada kemungkinan pemain Timnas Indonesia menciptakan satu-satunya gol pada pertandingan ini. Skor akhir 1-0 bukan suatu yang mustahil diraih oleh Timnas Indonesia.

Skenario keberuntungan lainnya adalah Timnas Indonesia lolos ke babak final setelah mengalahkan Malaysia lewat adu tendangan pinalti.

Jika keberuntungan ketiga pun diraih oleh Timnas Indonesia, minimal ada dua potensi lucu di sini. Pertama, Timnas Indonesia sukses mencetak hat-trick keberuntungan dalam sebuah turnamen. Kedua, Malaysia sukses mengalahkan Indonesia hanya sebatas mimpi saja, justru Timnas Indonesia yang sukses mempermalukan Malaysia di kandangnya sendiri.

Entah mana yang benar. Malaysia sukses mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor akhir 2-0 atau 3-0, atau Timnas Indonesia kembali beruntung dan memenangkan pertandingan babak semifinal dengan skor akhir 1-0 atau lewat adu tendangan pinalti.

Prediksi di atas tadi masih bisa salah. The Lohmenz Institute  tidak bertanggungjawab jika ada pihak-pihak yang sengaja maupun tidak sengaja menyalahgunakan prediksi ini.

Sumber gambar.


Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Adahati.com – Barcelona tersingkir dari Liga Champions usai leg kedua babak perempatfinal Liga Champions 2016-17 melawan Juventus dini hari tadi.

Pertandingan antara Barcelona dan Juventus tadi kurang menarik, karena kedua kesebelasan tidak mampu mencetak satu gol pun alias impoten, padahal bertaburan pemain bintang yang dibeli mahal dan digaji tinggi.

Skor akhir imbang 0-0 ini pun otomatis Barcelona tersingkir dari Liga Champions, sebab pada leg pertama kalah 0-3.

Namun herannya, meski impoten, para pemain Juventus terlihat gembira usai pertandingan, sedangkan pemain Barca terlihat sedih, tapi hal ini sesuatu yang wajar karena mereka tahu impoten, baik di leg pertama maupun leg kedua tak mampu mencetak satu gol pun.

Juventus bermain bertahan dan sekali-kali menyerang sudah diperkirakan sebelumnya. Sistim “pertahanan impoten”, atau catennacio, memang cenderung melahirkan pemain-pemain impoten. Di leg pertama pun pemain Juventus bisa subur atau mencetak tiga gol bukan karena macho atau jantan, tapi cenderung karena lini pertahanan Barcelona terbuka sehingga pemain Juventus pun mudah menjebol gawang mereka.

Wasit yang memimpin pertandingan leg kedua antara Barcelona dan Juventus secara keseluruhan bagus, meski ada keputusannya yang merugikan Barcelona tapi tidak terlalu signifikan mengubah hasil akhir pertandingan. Dengan demikian tidak benar sinyalemen yang mengatakan wasit cenderung menguntungkan klub-klub Spanyol seperti pernah dibahas sebelumnya di sini.

Bagusnya kepemimpinan wasit tadi, apakah artinya FIFA malu setelah menerima kritikan? Makanya wasit diinstruksikan tidak berpihak kepada tim tuan rumah? Atau sinyalemen wasit cenderung menguntungkan klub-klub Spanyol hanya berlaku untuk Madrid saja? Pertanyaan-pertanyaan di atas tadi mungkin saja diajukan oleh sebagian pihak, tapi saat ini kenyataan yang ada Barcelona tersingkir dari Liga Champions.

Kalah ya kalah, ke depannya nanti perbaiki penampilan yang buruk tadi, atau pergi ke dokter yang ahli menangani masalah yang ada. Mengapa Barcelona bisa impoten begini, baik di kandang lawan maupun di kandang sendiri?

Kemungkinan besar dokter akan menyarankan supaya beberapa pemain Barcelona dijual saja. Saat kalah 0-3 di leg pertama di kandang Juventus, Rio Ferdinand mengatakan ada 5-6 pemain yang tak pantas menggunakan seragam Barcelona. Terlalu kejam penilaiannya, tapi kalau 3-4 pemain yang layak dijual ada benarnya. Javier Mascherano, Iniesta, Rakitic, dan Sergi Roberto lebih baik dijual mumpung masih ada klub lain yang mau membelinya.

Mascherano sudah tua, dan lambat menutupi pergerakan pemain lawan sehingga lawan bisa mencetak gol. Iniesta pun sudah tua dan lambat, tapi nilai jualnya masih tinggi. Rakitic tidak jelas kontribusinya, begitu juga Sergi Roberto yang bermain sebagai bek kanan, tapi dipindahkan ke tengah pun tidak terlalu berarti.

Sebaiknya lihat saja nanti, tapi saat ini Barcelona sudah tersingkir dari Liga Champions 2016-17 yang harus diterima dengan lapang dada.

Sumber gambar.


Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Adahati.com – Liga Inggris musim kompetisi 2016-17 masih sulit diperkirakan siapa yang akan keluar sebagai juara, setelah Chelsea dikalahkan oleh Manchester United di pekan 33. Memang kekalahan 0-2 Chelsea atas Manchester United tadi tidak mengubah pimpinan sementara klasemen, namun kemenangan telak 4-0 Spurs atas tamunya, Bornemouth menyebabkan persaingan antara Chelsea dan Spurs menuju tangga juara semakin ketat saja, dan masih ada 6 pertandingan yang tersisa.

goal.com

Manchester United mengalahkan Chelsea dengan skor akhir 2-0, tapi bagaimana peluangnya ke Liga Champions? Nyaris tertutup, meski Manchester United masih memiliki 7 pertandingan sisa, karena lawan-lawan yang akan dihadapinya tidak ringan. Meski Mou telah berpikir keras mengatur strategi dan taktik, tapi tetap saja Manchester United gagal ke Liga Champions musim depan?

Berikut ini perkiraan hasil perolehan poin Manchester United di sisa 7 pertandingan tadi:

Burnley Vs Manchester United:

Kemenangan 2-0 atas Chelsea jelas mengangkat moral dan semangat para pemain Manchester United. Meski  tampil sebagai tim tamu, kemenangan akan diraih oleh klub asuhan Jose Mourinho ini.

Manchester City Vs Manchester United:

Pertandingan derbi ini akan berlangsung keras karena kedua tim membutuhkan tiga poin untuk berada atau mempertahankan posisi 4 besar. Namun kembali Mou dan Manchester United gagal mengalahkan strategi dan taktik Pep Guardiola. Beruntung jika hasil akhir pertandingan ini imbang, tapi cenderung Manchester United ke laut atau menelan kekalahan yang cukup menyakitkan.

Manchester United Vs Swansea City:

Kekalahan yang menyakitkan atas Manchester City tadi membuat pemain-pemain Manchester United berusaha membantai lawannya Swansea City di pertandingan berikutnya, tapi tidak semudah yang diperkirakan. Meskipun demikian, kecil kemungkinannya Manchester United gagal meraih 3 poin penting di pertandingan ini.

Arsenal Vs Manchester United:

Kembali terjadi pertandingan yang keras. Mungkin akan ada ketegangan dan sedikit keributan pada pertandingan antara Arsenal dan Manchester United ini. Tapi kali ini Arsenal beruntung bisa mengalahkan Manchester United, dan Arsene Wenger pun tersenyum, sementara Mou terlihat cemberut setelah pertandingan usai.

Tottenham Hotspurs Vs Manchester United:

Malang nian nasib Mou dan Manchester United, kembali berhadapan dengan tim keras lainnya yang sedang berusaha mengejar gelar Juara Liga Inggris. Mental pemainnya pun sedang merosot, makanya Spurs akan memenangkan pertandingan ini, meski tidak mudah kemenangan itu diraihnya.

Dua pertandingan sisanya, yaitu melawan Southampton berakhir imbang, sedangkan menghadapi Crystal Palace dimenangkan oleh Manchester United, meski harus tunggang langgang terlebih dahulu.

goal.com

Dengan demikian dari 7 pertandingan sisa, Manchester United hanya menambah 10 poin, atau total poin yang dikumpulkannya hingga akhir musim kompetisi 70 poin saja. Meski hasil pertandingan tadi ada yang meleset, tapi dibolak-balik pun tetap tidak lebih dari 70 poin, atau dengan kata lain Manchester United gagal untuk tampil di Liga Champions musim depan. Benarkah akan terjadi seperti itu?

Demikian juga Arsenal mengalami nasib yang sama, gagal tampil di Liga Champions.

Ada baiknya Wenger dan Mourinho saling berpelukan sambil curhat satu sama lainnya meratapi kegagalan tampil di Liga Champions yang cukup menyedihkan ini.

Ada prediksi lain yang lebih mantap sebenarnya, yaitu selama Arsenal dilatih Arsene Wenger dan Manchester United dilatih Jose Mourinho, ke dua klub ini tidak akan pernah tampil sebagai juara Liga Inggris lagi.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Jerman Kandidat Juara Piala Eropa 2016

Jerman Kandidat Juara Piala Eropa 2016

Adahati.com – Piala Eropa 2016 Grup C yang terdiri dari Jerman, Polandia, Ukraina dan Irlandia Utara sudah memulai pertandingan pertamanya.

Jerman melawan Ukraina dan Polandia berhadapan dengan Irlandia Utara. Tidak ada hasil imbang, meski jumlah golnya terbilang minim.

Jerman menguasai jalannya pertandingan saat menghadapi Ukraina. Bola terus mengalir ke kiri dan kanan, mengocok lini pertahanan lawan. Mezut Ozil sukses menjalankan perannya sebagai pengatur serangan, dan Jerman pun menang 2-0 atas Ukraina. Gol perdana Jerman di turnamen ini dicetak oleh Shkodran Mustafi menit 19 berkat umpan Tony Kroos yang berasal dari tendangan bebas.

Sebenarnya Ukraina bukan tidak memberikan perlawanan, tapi pintarnya pemain Jerman memainkan tempo, menekan pemain Ukraina yang menguasai bola sehingga bola pun cepat dibuang ke depan dan dikuasai kembali menyebabkan Jerman dominan menguasai jalannya pertandingan. Pemain bintang Ukraina masa lalu, Shevchenko terlihat gemas di bangku cadangan melihat permainan Ukraina, tapi apa hendak di kata, Jerman memang lebih baik penampilannya.

Setelah sejumlah peluang gagal menambah perbendaharaan golnya, Jerman akhirnya berhasil juga mencetak gol tambahan. Kali ini lewat serangan balik yang cepat pada menit terakhir pertandingan. Ozil dari sisi kanan pertahanan Ukraina mengirim umpan lambung ke dalam kotak pinalti, dan disambut dengan tendangan keras Bastian Schweinsteiger yang merobek jala Ukraina menit 92 atau dua menit setelah Schweinsteiger masuk ke lapangan menggantikan Mario Gotze. Skor akhir 2-0, dan Jerman pun layak difavoritkan sebagai salah satu kandidat juara Piala Eropa 2016.

Di pertandingan Grup C lainnya, antara Polandia dan Irlandia Utara berakhir dengan skor 1-0. Meski hanya tercetak satu gol, tapi Polandia memperlihatkan permainan yang dinamis, dan semua lini, baik belakang, tengah serta depan terjalin harmonis.

Skill para pemain Polandia pun terbilang tinggi. Satu-satunya gol yang terjadi dicetak oleh penyerang Polandia, Arkadiusz Milik setelah menerima umpan datar dari Jakub Blaszczykowski sekitar 5 meter di depan gawang Irlandia Utara. Bola pun merobek jala lawan setelah melewati dua kaki pemain belakang dan lolos dari jangkauan tangan penjaga gawang Irlandia Utara, Michael McGovern.

Penyerang Polandia sekaligus bintang Bayern Muenchen, Robert Lewandowski tidak mencetak gol dan kurang menggigit penampilannya, tapi di pertandingan berikutnya ia akan menunjukkan kelasnya sebagai salah satu striker terbaik dunia. Memang masih terbilang berat peluang Polandia untuk tampil sebagai juara, tapi Polandia layak disebut ‘Kuda Hitam’ Piala Eropa 2016 yang akan membuat kejutan nantinya.

Bagaimana dengan peluang Ukraina setelah kalah 0-2? Selain Jerman dan Polandia yang akan lolos ke babak selanjutnya, masih adakah kesempatan bagi Ukraina mengikuti jejak kedua kesebelasan tadi, atau lolos sebagai salah satu dari empat tim terbaik urutan 3 grup yang ada? Mudah-mudahan saja lolos, sayang kalau Ukraina harus tersingkir di babak awal, atau babak penyisihan.

Bagaimana dengan Irlandia Utara? Sila angkat koper, cukup sebagai tim penggembira Piala Eropa 2016. Bukannya sinis, tapi nanti kenyataannya memang seperti itu.

Sumber gambar.


Inggris Hanya Sampai Babak 16 Besar Saja

Inggris Hanya Sampai Babak 16 Besar Saja

Inggris Hanya Sampai Babak 16 Besar Saja, Tidak Lebih

Adahati.com – Grup A dan Grup B di Piala Eropa 2016 yang berlangsung di Perancis sekilas telah memperlihatkan kemampuan tim-tim yang berada di grup tersebut setelah usai melakukan pertandingan pertamanya.

Pertandingan pertama antara tuan rumah Perancis dan Rumania di Grup A berakhir dengan skor 2-1, sedangkan pertandingan lainnya antara Swiss dan Albania hanya menghasilkan satu gol saja. Perancis dan Swiss akan lolos ke babak selanjutnya. Rerata kemampuan kedua kesebelasan ini pun masih sedikit di atas Rumania dan Albania.

Sementara di Grup B yang terdiri dari Inggris, Rusia, Wales dan Slovakia pun sudah menyelesaikan pertandingan pertamanya. Wales sukses mengalahkan Slovakia dengan skor akhir 2-1, sementara Inggris ditahan imbang oleh Beruang Merah, Rusia. Setelah melihat sekilas empat tim yang ada di grup ini, Wales lolos ke babak selanjutnya.

Inggris sempat unggul 1-0 hingga menit 92 saat melawan Rusia, tapi akhirnya kemenangan itu pun sirna. Gol Rusia yang membuat skor akhir menjadi imbang 1-1 memang cukup menyakitkan, sekaligus memperlihatkan pemain Inggris tidak fokus hingga akhir pertandingan. Meskipun demikian, The Union Jack masih layak lolos ke babak selanjutnya, yaitu babak 16 besar.

Rusia tidak layak disebut Beruang Merah, mengingat permainannya yang cenderung tidak mengesankan. Lebih cocok disebutnya Beruang Madu, dan Rusia akan menemani Albania angkat koper lebih dulu pulang ke negaranya. Apakah Rusia tidak layak mendapat satu dari empat peringkat 3 terbaik grup agar bisa lolos ke babak selanjutnya? Sudahlah, Beruang Madu lebih baik menemani Putin di Moskwa sana.

Grup A, Perancis dan Swiss yang akan lolos, sedangkan grup B, Wales dan Inggris, tapi 4 kesebelasan ini tidak satupun yang berhasil mencapai babak final. Perancis mentok hingga babak semifinal, sedangkan yang lainnya cukup babak 16 besar saja.

Inggris yang katanya memiliki kompetisi paling ketat di dunia hanya sampai babak 16 besar saja? Apakah tidak bisa lebih baik lagi? Ya sudah, Inggris dan lainnya mentok hingga babak 8 besar. Itupun sudah maksimal, tidak bisa ditawar lagi.

Terakhir, dan yang paling penting adalah, prediksi ini kemungkinan salahnya masih ada.

Sumber gambar.


Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Adahati.com – Argentina kembali mengukir kemenangan di Copa America 2016 setelah mengalahkan Panama dengan skor akhir 5-0. Sebelumnya tim Tango mengalahkan Chile di pertandingan pertamanya dengan skor akhir 2-1. Dua kemenangan berturut-turut ini pun mengantarkan Argentina ke babak selanjutnya. Meskipun demikian, penampilan anak asuh Tata Martino ini masih belum memuaskan.

Messi ‘si pemalas’ tidak bermain saat Argentina berhadapan dengan Chile, dan ia pun baru diturunkan di babak kedua ketika melawan Panama. Memang Messi berhasil mencetak tiga gol atau hat-trick, tapi secara keseluruhan penampilannya biasa saja.

Tujuh gol dalam dua pertandingan, bukan berarti Argentina dan Messi sudah berada pada jalur yang benar, karena terciptanya tujuh gol tadi bukan berasal dari skema serangan yang dibangun secara apik layaknya kesebelasan papan atas dunia.

Pertama, 2 gol Argentina berawal dari bola mati.

Gol ketiga Argentina berkat sundulan Otamendi berasal dari tendangan bebas yang dilepas oleh Di Maria, juga gol kelima Argentina yang dicetak oleh Messi hasil sebuah tendangan bebas, bukan dari skema serangan yang dibangun secara apik.

Kedua, 4 gol Argentina berbau keberuntungan yang cukup besar.

Gol pertama Argentina dicetak oleh Di Maria saat berhadapan dengan Chile. Kans Di Maria untuk mencetak gol sebenarnya kurang dari 50%, tapi beruntung tendangannya dari sudut yang sempit melalui celah kaki penjaga gawang lawan. Begitupun gol kedua yang dicetak oleh Banega. Bola yang ditendangnya terlebih dahulu mengenai kaki pemain belakang Chile sehingga bola berbelok arah.

Gol keempat Argentina terjadi karena kesalahan pemain belakang Panama yang ingin menyepak bola jauh ke depan, tapi justru bolanya mengenai wajah Higuain dan jatuh di kaki Messi, kemudian dengan mudah menceploskan bola ke gawang lawan. Gol keenam berawal dari salah kirim bola pemain Panama, direbut oleh Marcus Rojo yang menyodorkan bola kepada Messi. Juga saat berhadapan dengan kapten Panama, Filipe Baloy, boleh dibilang beruntung bola liar masih bisa dikuasai Messi.

Ketiga, 1 gol tercipta ketika lawan sudah frustrasi.

Gol ketujuh Argentina adalah satu-satunya gol yang direncanakan dengan cukup baik. Messi ‘si pemalas’ yang memiliki visi bermain bola yang aduhai, dari lapangan tengah melambungkan bola jauh ke depan. Disambut oleh sundulan Rojo yang mengarahkan bola kepada Kun Aguero, dan bola kembali disundul masuk ke gawang Panama, tapi pada saat itu lawan sudah kehilangan konsentrasi dan frustrasi.

Dengan demikian proses terciptanya tujuh gol Argentina tadi cenderung bukan berasal dari skema serangan yang dibangun secara apik layaknya kesebelasan papan atas dunia. Hat-trick Messi pun terjadi pada saat Panama sudah kehilangan satu pemain.

Argentina masih belum memuaskan permainannya, dan perlu memperbaiki kinerjanya, jika tidak ingin kembali gagal meraih gelar juara Copa America 2016.

Sumber gambar.


Daftar Pemain Barcelona yang Sudah Layak Dijual

Daftar Pemain Barcelona yang Sudah Layak Dijual

Adahati.com – Barcelona musim lalu meraih treble winners, yaitu juara Liga Spanyol, Copa del Rey dan Liga Champions. Musim 2015-16 ini pun sempat digadang-gadangkan akan mengulangi kesuksesan musim lalu.

Namun apa daya, sekitar sebulan sebelum kompetisi berakhir, Barcelona keok melawan Atletico Madrid dan tersingkir dari Liga Champions di babak perempat final. Meski akhirnya berhasil menjuarai Liga Spanyol, tapi sempat mengkhawatirkan karena Madrid terus menguntil dari belakang hingga pertandingan terakhir.

Kegagalan di babak perempat final Liga Champions dan sempat mengkhawatirkan meraih gelar juara Liga Spanyol musim ini membuktikan ada yang salah dalam skuad Barcelona, atau perlu perombakan pemain untuk musim kompetisi berikutnya.

Makdarit (maka dari itu), sejumlah pemain Barcelona yang selama ini menyebalkan lebih baik dibuang secepatnya, dan memang sudah layak dijual saja. Misalnya:

1. Gerard Pique

Pemain belakang Barcelona ini dari dulu memang menyebalkan. Postur tubuhnya saja tinggi, tapi dalam duel bola atas tidak terlalu hebat. Makanya Barcelona sering kebobolan lewat sundulan pemain lawan, atau bola atas yang menyebabkan terjadinya gol. Manuvernya pun cenderung lambat saat menghadapi serangan balik.

Memang ia termasuk pemain belakang yang bisa menciptakan gol, tapi Barcelona sebenarnya tidak terlalu membutuhkan pemain belakang seperti ini.

Ia pun belakangan ini acap meledek Real Madrid lewat akun twitter atau ucapan-ucapannya. Hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Jual saja Gerard Pique secepatnya. Manchester United sepertinya tidak menolak untuk menampung pemain ini.

2. Neymar da Silva

Sejak awal didatangkan ke Camp Nou pemain ini sudah bermasalah pembeliannya. Tingkah lakunya pun menyebalkan, dan pemain yang cenderung individualistis. Tadinya diperkirakan karena usia yang masih muda, atau nanti seiring perjalanan waktu akan menjadi pemain dewasa, tapi harapan itu akan sulit terwujud.

Neymar akan tetap menjadi pemain yang tengil, dan ketengilannya itu akan terus berlangsung hingga usia emasnya berakhir. Ia tidak berkutik saat menghadapi Atletico Madrid sehingga Barcelona tersingkir dari babak perempat final Liga Champions. Maka dari itu, jika Real Madrid menginginkannya, jual saja. Penjualan Neymar ke sana akan menguntungkan Barcelona secara finansial, pun Madrid nantinya akan bermasalah menampung pemain tengil yang satu ini.

3. Lionel Messi

Si pemalas! Sering terlihat berjalan santai di lapangan bak pemain golf. Messi memang belum habis, tapi kontribusinya sudah mulai berkurang. Ia pun masih memiliki assis maut yang bisa menciptakan gol bagi rekan-rekannya, namun sebelum benar-benar habis sebaiknya Messi dijual saja ke Manchester City. Pep Guardiola diperkirakan akan mampu mengasah kembali ketajamannya di Liga Inggris sana..

Penjualan Messi ke Manchester City diharapkan nantinya akan memperpanjang derita Manchester United karena puasa gelar Liga Inggris, di samping derita Liverpool, dan tentu saja Arsenal. Juara Liga Inggris untuk 5 tahun ke depan hanya berkutat pada Manchester City dan Chelsea, jika Messi bertemu kembali dengan Pep Guardiola.

Demikianlah daftar pemain-pemain Barcelona yang layak dijual, menurut keinginan penulis. Sebenarnya masih ada 2-3 pemain lagi yang mesti dijual, tapi cukup 3 pemain di atas saja yang disebutkan. Jika keinginan penulis tidak dikabulkan oleh manajemen Barcelona sebenarnya tidak ada masalah, biasa saja.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Liverpool Sukses Tendang Manchester United 2-0

Liverpool Sukses Tendang Manchester United 2-0

Liverpool Tendang Manchester United 2-0 

Adahati.com – Liverpool dan Manchester United pada leg pertama babak 16 besar Liga Eropa menyajikan pertandingan yang berlangsung cukup seru dan keras serta menegangkan, namun Liverpool yang bermain di kandang dan didukung oleh penontonnya yang bersorak riuh akhirnya berhasil memenangkan pertandingan ini.

Kesalahan Depay yang menjatuhkan Nathaniel Clyne di kotak pinalti menit 20 adalah awal bencana dari Manchester United karena wasit mengganjarnya dengan pinalti. Meski kiper De Gea masih sempat menepis bola yang ditendang oleh Sturridge yang diarahkan ke sisi sebelah kanannya, tapi bola tetap melaju dan gawangnya pun jebol.

1-0 Liverpool unggul dan para pemainnya pun semakin semangat menekan Manchester United, tapi hingga babak pertama usai skor tadi tidak berubah.

Di babak kedua pun tuan rumah terus menekan pertahanan Manchester United dengan sejumlah peluang yang dimilikinya, di sisi lain Manchester United berusaha untuk menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-1. Meskipun demikian gawang lawannya relatif aman karena serangan Manchester United cenderung tidak membahayakan.

Justru serangan Liverpool yang berawal dari sisi sebelah kirinya menambah jumlah gol kemasukan Manchester United. Bola yang ditendang lemah oleh Carrick mendarat di kaki Lallana, kemudian meneruskan kepada Firmino yang berjarak sekitar 3 m di depan mulut gawang, dan gol pun terjadi lagi pada menit 73.

Setelah tertinggal 0-2 Manchester United mengurung pertahanan tuan rumah dan berusaha memperkecil ketinggalan, tapi sekali lagi minimnya variasi serangan, gol balasan itu tak kunjung tiba. Manchester United pun tersungkur ditendang Liverpool 0-2 yang diiringi sorak-sorai penonton yang menyanyikan lagu “You’ll Never Walk Alone”.

Kunci kemenangan atau keberhasilan Liverpool menendang Manchester United antara lain kekompakan dan ngototnya bermain. Setiap pemain Manchester United yang menguasai bola tidak dibiarkan leluasa, terus dikejar dan ditekan, bahkan cukup sering terlihat 2-3 pemain Liverpool mengurung pemain Manchester United yang menguasai bola tadi, dan pemain Manchester United pun kebingungan.

Liverpool menang 2-0 di leg pertama babak 16 besar Liga Eropa, dan jika tetap konsisten bermain seperti ini di Liga Inggris, maka posisi 4 besar pun akan diraihnya.

Manchester United akan menghadapi Manchester City di pertandingan Liga Inggris berikutnya. Setelah ditendang Liverpool 2-0 sedikit banyak akan memengaruhi penampilannya nanti di kandang lawan. Kalah, atau kehilangan 3 poin semakin berat posisi Manchester United untuk menembus peringkat 4 besar Liga Inggris.

Tidak tertutup kemungkinan Manchester United akan menemani Chelsea yang sedang sekarat, dan hanya bisa menatap dengan pandangan mata yang hampa melihat klub-klub Liga Inggris lainnya bermain di Liga Champions musim depan. Jika hal ini terjadi sudah sewajarnya Louis Van Gaal pun ikut ditendang juga nantinya.

Sumber gambar.


Chelsea Tendang Beberapa Pemainnya Musim Depan?

Chelsea Tendang Beberapa Pemainnya Musim Depan?

Adahati.com – Chelsea sudah tersingkir dari Liga Champions 2015-16 setelah ditendang oleh PSG dengan agregat skor 2-4. Kalah di leg pertama dan kedua dengan skor akhir yang sama, yaitu 1-2.

Jika mengamati proses terjadinya dua gol PSG di leg kedua yang berlangsung kemarin di Stamford Bridge terlihat kelemahannya ada di sektor kiri dan kanan lini pertahanannya.

Ibrahimovic dari sektor kiri pertahanan Chelsea memberi umpan ke depan mulut gawang yang diselesaikan dengan manis oleh Adrien Rabiot menit 16, sedangkan gol berikutnya berawal dari umpan Di Maria dari sektor kanan ke depan mulut gawang menit 67. Ibrahimovic pun dengan mudah menceploskan bola menjadi gol.

Lemah sekali lini pertahanan Chelsea. Jika melihat jumlah kemasukan golnya di Liga Inggris sebanyak 39 gol dari 29 pertandingan yang sudah dimainkan menunjukkan lini pertahanan Chelsea memang cenderung lemah. Produktifitas golnya pun tidak jauh berbeda, yaitu 43 gol saja, atau hanya plus 4 gol selisihnya.

Musim ini musim yang menyedihkan bagi Chelsea dan fans si Biru. Manajemen dikhabarkan akan melakukan cuci gudang atau menendang sejumlah pemain.

Eden Hazard, Oscar, Nemanja Matic, Loic Remy, John Terry, Diego Costa, Radamel Falcao, Alexander Pato, dan Pedro Rodriguez adalah nama-nama yang akan dibuang menurut berita yang dikutip dari Daily Express.

Eden Hazard sejak musim lalu memang ingin bermain di Real Madrid, sementara John Terry sudah termakan umur atau tidak bisa diandalkan lagi sebagai palang pintu lina pertahanan untuk menghadapi gempuran dan serangan lawan.

Pedro cenderung tidak bisa beradaptasi dengan sepakbola Inggris, termasuk Radamel Falcao. Diego Costa “sang provokator dan penipu” rentan dan sering mengalami cedera. Memang lebih baik dibuang saja, meski skill dan naluri mencetak golnya tinggi, tapi kelakuan provokator dan penipunya itu hanya mencemarkan nama baik Chelsea saja.

So, jika sejumlah pemain ditendang atau pergi, siapa saja pemain pengganti yang diharapkan bisa mendongkrak prestasi Chelsea musim depan? Siapa pemain bintang yang akan menjadi buruan?. Khabarnya Antonio Conte akan menjadi kandidat pelatih si Biru yang sedang malang ini mulai musim depan nanti.

Radja Nainggolan dan Arturo Vidal diberitakan adalah dua pemain yang sedang diincar oleh Antonio Conte, dan karena ia merupakan pelatih yang berasal dari Italia diharapkan nantinya dapat membenahi lini pertahanan Chelsea agar tidak seburuk musim ini.

Sumber gambar.


Jose Mourinho, Pep Guardiola, dan Liga Inggris

Jose Mourinho, Pep Guardiola, dan Liga Inggris

Adahati.com – Jose Mourinho pelatih Chelsea yang baru saja dipecat dari jabatannya karena tidak mampu mengangkat John Terry dkk dari klasemen papan bawah Liga Inggris diberitakan sedih, bahkan menangis saat harus menerima kenyataan pahit ia mesti angkat kaki dari Stamford Bridge. Bisa dimaklumi, karena Chelsea sudah dianggap oleh Mou tempat yang nyaman dan menyenangkan sepanjang karir kepelatihannya selama ini.

Sementara dari di liga lain diberitakan Pep Guardiola pelatih Bayern Muenchen sudah memutuskan tidak akan lagi melatih salah satu klub di Bundesliga tersebut.

Memang banyak rumor yang berkembang berkait hengkangnya Pep dari Jerman ini, dan sampai saat ini pun Pep belum menjelaskan alasan yang sebenarnya.

Pada saat Jose Mourinho menangani Inter Milan dan Real Madrid serta Pep melatih Barcelona beberapa kali terjadi pertarungan antara dua sosok pelatih yang berbeda karakter ini. Head to head antara keduanya menunjukkan Jose Mourinho masih kalah dibanding Pep.

Jose Mourinho hanya menang 3x, sedangkan Pep 7x, dan 4 pertandingan sisanya berakhir dengan remis, maksud saya imbang atau draw. Jumlah gol yang dicetak oleh anak asuhnya pun Jose Mourinho masih kalah, yaitu 16 gol berbanding 26 gol.

Pep pergi dari Spanyol karena tidak ingin memperpanjang kontraknya dengan Barcelona, sedangkan Jose Mourinho dipecat oleh Real Madrid. Boleh dibilang Mou banyak kalahnya, dan saat ini pun ia kalah lagi berkait jumlah manajemen klub di Liga Inggris yang menginginkan tanda tangannya sebagai pelatih di klub tersebut.

Berdasarkan berita yang berkembang saat ini hanya klub Manchester United saja yang ingin dilatihnya, sedangkan klub Liga Inggris yang memburu tanda tangan Pep ada tiga, yaitu Manchester United, Manchester City dan Chelsea.

Kesedihan Jose Mourinho akan bertambah seandainya Pep menerima tawaran Manchester United, karena tidak ada lagi klub Liga Inggris yang menginginkannya sebagai pelatih. Mou pun akan bertambah sedih seandainya ia menjadi pelatih Manchester United, tapi di sisi lain Pep tertarik dengan tawaran Abramovich untuk menjadi pelatih The Blues, padahal Chelsea sudah dianggap seperti rumahnya sendiri.

Agar Jose Mourinho tidak bertambah sedih sebaiknya Pep melatih Manchester City saja.

Sumber gambar.


Mou Terlambat Mengambil Keputusan yang Tepat

Mou Terlambat Mengambil Keputusan yang Tepat

Adahati.com – Mou (Jose Mourinho) dipecat, menghiasi berbagai media massa. Untuk kedua kalinya pelatih yang pernah mengklaim dirinya “Special One” ini harus angkat kaki dari Stamford Bridge. Hal ini tak lepas dari buruknya performa Chelsea, dan kekalahan 1-2 dari Leicester City merupakan pintu masuk datangnya pemecatan itu.

Manajemen Chelsea lewat situs resminya memberikan pernyataan seperti ini. “Chelsea Football Club dan Jose Mourinho hari ini telah mengumumkan perpisahan dengan disertai kesepakatan dari kedua belah pihak.”. Pun masih ada pernyataan lainnya. “Semua pihak di Chelsea mengucapkan terima kasih kepada Jose atas kontribusinya sejak kembali menjadi manajer pada musim panas 2013.”

Isu pemecatan Jose Mourinho sebelumnya sudah menimbulkan perdebatan, pro dan kontra dari berbagai pihak entah pemain, mantan pemain, pelatih dan mantan pelatih serta pengamat sepakbola. Sebagian pihak ada yang mengatakan wajar jika Mou dipecat karena Chelsea saat ini sedang terpuruk di papan bawah.

Sebagian pihak lagi, termasuk legenda Chelsea Frank Lampard berpendapat bukan keputusan yang tepat memecat Mou, atau beri kesempatan kepadanya untuk memperbaiki hingga akhir musim ini. Namun Roman Abramovich rupanya sudah tidak sabar lagi. Meski Chelsea harus memberikan kompensasi sebesar 40 juta poundsterling (Rp 845 milyar) jika memecatnya keputusan itu tetap dilakukan.

Di mana salahnya Mou?. Padahal 7 bulan yang lalu ia berhasil mengantar Chelsea juara Liga Inggris. Memang cukup mengherankan, Chelsea yang bertaburan pemain bintang sering mengalami kekalahan. Alasan menurunnya performa sejumlah pemain bintangnya kurang masuk akal mengingat terlalu lama waktu itu berjalan.

Kecurigaan adanya disharmonisasi antara Jose Mourinho dan para pemain bintangnya lebih bisa diterima, meski selama ini ia, manajemen, dan pemain Chelsea cukup berhasil menyembunyikannya, tapi bau busuk itu cepat atau lambat akan tercium jua. Kelakuan Diego Costa yang sudah cenderung kurang ajar memperlihatkan hal itu kepada publik saat ia melempar rompi yang nyaris mengenai dirinya.

Mou boleh saja mengatakan tidak menanggapi serius kejadian itu, tapi publik semakin yakin adanya disharmonisasi antara Mou dan sejumlah pemain bintangnya. Apa lagi yang diharapkan?. Manajemen Chelsea hanya memiliki dua kemungkinan, yaitu mempertahankan Mou (dan menuruti kemauannya) atau sebaliknya.

Kabar terakhir Jose Mourinho mengajukan permohonan kepada manajemen Chelsea agar membeli pemain baru dan menjual pemain lama (ditengarai pemain yang sudah tidak cocok lagi dengan dirinya) bulan Januari 2016 nanti. Jika dikabulkan artinya Mou dipertahankan, tapi kenyataannya manajemen Chelsea lebih memilih untuk memecatnya.

Boleh dibilang Mou terlambat, dan hal ini tak terlepas dari sikap komprominya. Mungkin Mou belajar dari kejadian atau kasus yang dialaminya saat melatih Real Madrid. Sikap kerasnya berkait sejumlah pemain bintang yang berani menentang kebijakannya sebagai pelatih membuat dirinya gusar dan membangkucadangkan Iker Casillas.

Mou telah mempermalukan Casillas sebagai kiper nomor dua, tapi ia tetap berpegang teguh pada prinsipnya. Pelatih adalah orang yang berkuasa dan menentukan, bukan pemain, sehebat apapun pemain itu. Sikap keras kepalanya, prestasi Madrid yang kurang cemerlang, lebih utamanya telah terjadi disharmonisasi di tubuh Madrid yang menyebabkan manajemen pun akhirnya mengambil keputusan memecatnya.

Tapi kesedihan Jose Mourinho tidak berlangsung lama, sebab manajemen Chelsea masih percaya kualitasnya sebagai pelatih. Mou pun kembali ke rumah atau tempat yang paling berkesan selama karirnya. Hal ini bukan sekali dua kali pernah diucapkannya. Salah satu obsesi atau mimpinya ingin seperti Alex Ferquson di Manchester United dan mempersembahkan segudang prestasi untuk Chelsea.

Mou pun mulai melunak mengingat obsesi atau mimpinya tadi, tapi ia masih keras kepala saat menolak pinangan Real Madrid yang tertarik untuk merekrut Eden Hazard di awal musim ini. Bisa dipahami mengingat Hazard salah satu pemain bintang yang diandalkannya, apalagi ia pernah dipecat oleh Real Madrid.

Di sisi lain ia telah melakukan kesalahan, karena ditengarai Hazard sudah ingin hengkang ke Real Madrid. Hazard pun kecewa dan membalasnya dengan performa yang buruk.

Seandainya Mou menjual pemain yang sudah ogah-ogahan membela klubnya mungkin ceritanya akan lain, plus sedikitnya rekrutan pemain baru yang berkualitas di musim ini. Apalagi kekalahan-kekalahan Chelsea musim ini Mou enggan disalahkan dan cenderung menyalahkan pemain. Sakit hatilah sebagian para pemain bintangnya, dan disharmonisasi pun sudah mulai timbul di sini.

Kecil kemungkinan Mou tidak tahu siapa saja pemain bintang Chelsea yang sudah tidak suka di bawah kepemimpinannya, tapi ia masih sabar menghadapi pembangkangan ini dan lebih mengedepankan sikap komprominya mengingat kejadian yang pernah dialaminya dengan sejumlah pemain bintang Real Madrid, ditambah obsesi atau mimpinya tadi.

Sikap komprominya antara lain ditunjukkan lewat pemilihan pemain yang akan diturunkan dalam sebuah pertandingan. Jika Mou masih bersikap keras seperti dulu seharusnya pemain yang mulai membangkang atau melawan kebijakannya lebih baik dibuang saja selamanya.

Sulit mengatakan Diego Costa tidak sengaja melempar rompi yang nyaris mengenai tubuhnya, tapi lihatlah, Mou masih memainkannya selama 90 menit saat Chelsea melawan Leicester City yang berujung kekalahan 1-2. Salah satu contoh sikap kompromistisnya, meski di sisi lain ia pun masih memerlukan pemain bintangnya.

Seandainya sejak awal Mou membuang pemain yang sudah tidak sepenuh hati membela klub, membangkucadangkan pemain yang berani membangkang atau melecehkannya – terlepas ada atau tiada pernyataan Mou yang membuat sakit hati sebagian para pemain bintangnya -, dan lebih memilih pemain Chelsea lapis kedua yang masih memiliki semangat serta menghormatinya, mungkin ia belum terlambat untuk memperbaiki kinerja Chelsea.

Pernyataan Mou yang menilai pemainnya tidak bergairah saat menghadapi Leicester City yang berujung kekalahan 1-2 dan merasa dirinya dikhianati sudah terlambat. Termasuk permintaannya kepada manajemen Chelsea agar membeli pemain baru selain menjual pemain lama bulan Januari nanti. Abramovich dan manajemen Chelsea sudah tidak percaya lagi. Mou pun terpaksa angkat kaki dari Stamford Bridge.

Kepergiannya yang kedua ini tidak seperti yang pertama di mana publik dan fans Chelsea masih cenderung berpihak kepadanya serta lebih menyalahkan Abramovich, tapi kali ini Mou pergi dengan duka yang mendalam, dan mengingat usianya yang sudah terbilang cukup tua nyaris mustahil ia akan kembali ke Chelsea untuk yang ketiga kalinya.

Sumber berita: Kompas.com, sumber gambar.


Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Adahati.com – Barcelona sebentar lagi akan berhadapan dengan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2014-15 di stadion Nou Camp.

Kemarin tuan rumah Juventus berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor akhir 2-1 pada leg pertama babak semifinal Liga Champions lainnya.

Benarkah Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen?

Sebelum pertandingan antara Barcelona dan Bayern Muenchen ini ada beberapa pernak pernik yang menghiasi wajah atau halaman media massa, antara lain:

1. Kembalinya pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola ke Barcelona.

2. Sambutan meriah diperkirakan akan diberikan penonton kepadanya.

3. Pep Guardiola tahu betul seluk beluk Barcelona karena sebagian besar pemain intinya pernah ditanganinya selama beberapa tahun.

4. Barcelona pernah kalah dengan agregat 0-7 saat bertemu Bayern Muenchen di babak semifinal Liga Champions dua tahun yang lalu.
Strategi dan taktik pelatih Luiz Enrique menghadapi strategi dan taktik pelatih Bayern Muenchen yang pernah menangani Barcelona pun dipertanyakan.

Pernak pernik di atas tadi akan berhenti ketika wasit telah meniup peluit tanda dimulainya leg pertama babak semifinal ini. Tepuk tangan penonton menyambut kedatangan Pep Guardiola, kekalahan Barcelona 0-7 dua tahun yang lalu, strategi dan taktik Luiz Enrique dan Pep Guardiola akan sirna dengan sendirinya.

Kejadian yang ada di lapangan lebih menarik untuk dilihat, bukan pernak pernik itu lagi. Kemungkinan besar Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal Liga Champions mengingat, antara lain:

-Barcelona sedang dalam kondisi yang bagus saat ini. Trisula Messi – Neymar – Suarez adalah tiga penyerang maut yang rajin mencetak gol atau membobol gawang lawan belakangan ini.

-Minimal dua gol akan bersarang di gawang Bayern Muenchen. Porto saja mampu mencetak satu gol, baik di kandang sendiri maupun di kandang Muenchen di babak sebelumnya yang menandakan lini pertahanan Muenchen saat ini tidak bagus.

-Para pemain di lapangan yang berperan besar menentukan hasil akhir pertandingan, sedangkan strategi dan taktik pelatih hanya semacam supplement dan pemain Barcelona sedang dalam kondisi psikologis yang bagus karena sebelum big match ini memenangkan beberapa pertandingan di liga domestik, sedangkan Bayern Muenchen sebaliknya.

-Beberapa pemain inti Bayern Muenchen yang biasa menyumbang gol tidak bisa dimainkan, dan jika dipaksakan untuk bermain pun tidak dalam kondisi yang prima, atau dengan kata lain Muenchen tumpul di depan mengingat cederanya Arjen Robben, Frank Ribery dan Robert Lewandowski.

-Faktor tuan rumah yang menunjukkan bahwa tim tamu tidak pernah menang terhitung sejak babak perempat final Liga Champions, dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga babak semifinal ini.

Dengan demikian kesimpulan sederhananya Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal ini.

Sumber gambar: wikimedia.