Tag: antasari azhar

Kesempatan Terakhir Anies-Sandiaga Malam Ini?

Kesempatan Terakhir Anies-Sandiaga Malam Ini?

Adahati.com – Kesempatan terakhir Anies-Sandiaga mewujudkan harapan yang masih tersisa ada di malam ini (12/4/17). Pasangan cagub ini diperkirakan oleh sebagian pengamat politik beruntung bisa melaju ke putaran kedua, karena ada serangan politik dari mantan Ketua KPK Antasari Azhar di menit-menit akhir yang menyebabkan pasangan cagub Agus-Sylvi pun tersingkir.

Seharusnya Anies-Sandiaga yang beruntung lolos ke putaran kedua berbenah diri, tapi apa lacur, blunder-blunder yang tak perlu dilakukannya, yaitu antara lain rumah DP nol persen atau nol rupiah, semua ormas mendapat dana dari APBD DKI, juga program OKE OCE yang cenderung tidak jelas atau masih di awang-awang.

Harapan Anies-Sandiaga menduduki kursi jabatan gubernur dan wakil gubernur DKI pun menipis. Memang ada survei yang mengatakan masyarakat Jakarta puas dengan kinerja Ahok-Djarot, tapi elektabilitas Anies-Sandiaga sedikit lebih unggul sehingga terjadilah paradoks. Mungkin ada sebagian pihak yang kagum dengan hasil survei tadi, atau sebaliknya. Jika sudah memiliki pelayan (pembantu) yang baik tentu akan mempertahankannya, bukan mencari pelayan baru yang belum jelas kinerjanya.

Blunder-blunder tadi menipiskan harapan, namun masih ada kesempatan terakhir Anies-Sandiaga, dengan catatan harus menang. Imbang, apalagi kalah ke laut sudah. Hal ini pernah dialami oleh Agus-Sylvi. Tidak sedikit pengamat politik yang mengatakan, selain serangan politik Antasari Azhar, juga ketidakpiawaian Agus-Sylvi berdebat menyebabkan mereka harus tersingkir dari Pilkada DKI 2017.

Malam ini debat terakhir cagub akan dipandu oleh Ira Kusno. Kesempatan terakhir Anies-Sandiaga mewujudkan harapan yang masih tersisa. Sekali lagi harus menang, tidak boleh imbang, apalagi kalah. Kemenangan dalam debat cagub terakhir ini bisa menarik para pemilih untuk memberikan suaranya. Maka dari itu, Anies-Sandiaga butuh disuap atau diberi masukan-masukan materi debat yang bagus dari tim suksesnya.

Cukup menarik, bukan? Ya, menurut sebagian pihak, tapi sebagian pihak lainnya justru mengantuk saat menonton “debat teletubbies” yang ada selama ini. Ketika bangun dari tidur yang terdengar saling klaim kemenangan dari ke dua kubu.

Karena bingung, diputuskan saja hasil debatnya berakhir imbang.

Sumber gambar. 


SBY Sebenarnya Ditolong oleh Antasari Azhar?

SBY Sebenarnya Ditolong oleh Antasari Azhar?

Adahati.com – Mantan Ketua KPK Antasari Azhar “berkicau” yang cenderung menyudutkan SBY, seperti pernah ditulis sebelumnya di sini. Tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang merasa prihatin dengan keadaan SBY saat ini.

Terlepas percaya atau tidak, sebenarnya “kicauan” Antasari tadi adalah sebuah pertolongan yang tak terduga, sebab SBY tidak jadi “kehilangan muka” alias malu.

Sebagian pihak menduga SBY rela “mengorbankan” anaknya, Agus Yudhoyono yang memiliki karir militer yang cemerlang untuk ditarik ke dunia politik. Memang SBY dan kubu Partai Demokrat telah memberikan penjelasan, tapi sebagian pihak tadi cenderung lebih percaya bahwa SBY telah “mengorbankan” anaknya demi mewujudkan sebuah ambisi politiknya.

Diperkirakan SBY memiliki kalkulasi politik sendiri, katakanlah “kalkulasi politik kemenangan”. Jika tidak, masak sih SBY sampai rela “mengorbankan” anaknya?

“Kalkulasi politik kemenangan” tadi, meski sudah menjalankan taktik yang menjanjikan kemenangan, buyar menjelang hari H Pilkada DKI karena ada serangan balik politik yang datang. Beberapa hasil survei seperti Litbang Kompas, SMRC, dan Poltracking pun menunjukkan elektabilitas Agus-Sylvi berada di posisi terbawah.

Tanda-tanda kekalahan itu sudah mulai terlihat, meski tidak terlalu mencolok, tapi datang lagi serangan politik lainnya sehari menjelang hari H Pilkada DKI berupa “kicauan” Antasari Azhar, sehingga kekalahan Agus-Sylvi tidak tipis lagi, tapi cukup telak seperti terlihat dari perhitungan cepat Litbang Kompas di bawah ini.


Sebenarnya ada atau tidak ada “kicauan” Antasari Azhar, “kalkulasi politik kemenangan” SBY sudah meleset, atau Agus-Sylvi memang sudah diperkirakan akan kalah dan tersingkir. Hanya bedanya kekalahannya menjadi telak, dan Anies-Sandiaga yang lebih banyak mendapat “muntahan suara” dibanding pasangan cagub Ahok-Djarot.

Makanya “kicauan” Antasari itu ada sisi baiknya, blessing in disguise, sebuah pertolongan yang membuat SBY tidak jadi “kehilangan muka”, dan dimanfaatkan oleh SBY untuk “berkicau” lewat akun Twitternya.

Kalau tidak ada “kicauan” Antasari, Agus-Sylvi tidak akan kalah, seperti itu kira-kira pesan yang ingin disampaikannya. Padahal, sekali lagi, ada atau tidak ada “kicauan” Antasari, Agus-Sylvi tetap kalah dan tersingkir.

Sumber gambar.