Tag: Aksi Bela Rohingya

Prabowo Terharu karena Dikangeni oleh Kader PKS?

Prabowo Terharu karena Dikangeni oleh Kader PKS?

Adahati.com – Benarkah Prabowo terharu? Tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang bingung dan bertanya apa penyebab Prabowo terharu.

Pada Pilpres 2014 lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung pasangan capres Prabowo-Hatta saat menghadapi Jokowi-JK, tapi untuk Pilpres atau Pemilu berikutnya masih belum ada keputusan tetap dan sah.

Hal ini dikatakan oleh Sekjen PKS Mustafa Kamal di sini, namun menurutnya kader PKS masih kangen dengan sosok seorang Prabowo.

“Kader sudah cukup akrab dengan Pak Prabowo lah ya dan itu sudah dilakukan semenjak Pilpres yang lalu. Masih kangen juga dengan Pak Prabowo,” katanya.

Prabowo terharu setelah mendengar pernyataan Sekjen PKS tadi? Siapa yang tidak terharu dan luluh hatinya karena masih dikangeni oleh banyak orang, bukan hanya satu dua orang saja? Semua ini cenderung merupakan sebuah pujian. Wajarkah apabila Prabowo terharu karena masih dipuji dan dikangeni?

Mengenai pujian ini sekilas balik sejenak pada kejadian beberapa waktu lalu. Politikus Prabowo pada saat berorasi di Aksi Bela Rohingya sempat celingukan mencari kader Partai Gerindra. “Mana ini ke (kader) Gerindra? Kalau (partai) kebangsaan cari yang adem-adem brengsek itu, jangan mau kalah sama PKS.”

Pujian pun dilontarkannya kepada ormas yang hadir di sana, sedangkan kader partainya sendiri yang tidak ikut Aksi Bela Rohingya sempat disindirnya. Prabowo pun mengaku Partai Gerindra banyak menyontek dari PKS.

Selengkapnya – Aksi Bela Rohingya Sekadar Ajang Pencitraan Prabowo? -.

Prabowo memuji kader PKS, dan menurut Sekjen PKS Mustafa Kamal kader partainya masih kangen dengan sosok Prabowo, apakah semua ini pujian yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, atau sekadar basa-basi politik saja?

Terlepas tulus atau tidaknya, sekadar basa-basi politik atau bukan, tidak ada yang aneh dan baru jika dua pihak atau lebih saling memuji, apalagi dilakukan oleh para politisi. Bukan sesuatu yang aneh dan baru juga bila terjadi tikam menikam di belakang, meski di depan terkesan saling memuji satu sama lainnya.

Hal yang biasa di dalam politik, dari dulu pun sudah ada. Meski Brutus pernah ditolong, tapi Julius Caesar tetap ditikamnya juga, bukan?

Sampai saat ini belum ada tanggapan dari Ketua Umum Partai Gerindra atas pernyataan Sekjen PKS tadi bahwa kader PKS masih kangen dengan Prabowo.

Di sisi lain kata “kangen” tadi mengingatkan pada sebuah band lokal, dan salah satu lagunya yang cukup terkenal adalah Yolanda.

Kamu di mana, dengan siapa
Semalam berbuat apa
Kamu di mana, dengan siapa
Di sini aku menunggumu dan bertanya

*The Lohmenz Institute.

Sumber gambar youtube.com.


Nama Prabowo Kembali Disebut, Ada Apa Sebenarnya?

Nama Prabowo Kembali Disebut, Ada Apa Sebenarnya?

Adahati.com – Nama Prabowo Subianto kembali disebut oleh bakal kandidat gubernur Jawa Barat. Sebelumnya politikus Prabowo sempat mengeluarkan pernyataan dalam sebuah orasinya di Aksi Bela Rohingya beberapa waktu lalu.

Menurutnya bantuan kemanusiaan Indonesia untuk warga etnis Rohingya adalah bentuk pencitraan Presiden Jokowi. Nama Prabowo pun langsung menghiasi berbagai media massa terkait hal ini. Kecaman pun datang, dan timbul pertanyaan, siapa sebenarnya yang sedang melakukan pencitraan?

Kali ini nama Prabowo kembali disebut oleh media berdasarkan kutipan pernyataan bakal kandidat gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. “Yang ngomong Pak Prabowo, yang cabut harus Pak Prabowo. Pak Prabowo udah mencabut belum?” katanya di sini.

Sekilas seperti ada kesan “menantang” dari ucapan Deddy Mizwar tadi, terutama pada frasa “yang cabut harus Pak Prabowo”.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi sebelumnya di sini – Komitmen Prabowo Masih Bisa Dipegang? – mengatakan bahwa pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Shaiku batal diusung oleh Partai Gerindra, dan Deddy Mizwar pun menyebut nama Prabowo terkait dengan komitmen, antara lain dikatakannya, “saya masih percaya dan yakin bagaimana seorang Prabowo Subianto dengan komitmennya.”

Ada apa sebenarnya? Seolah-olah atau terkesan Deddy Mizwar sedang “menekan” secara halus dengan kembali menyebut nama Prabowo.

Deddy Mizwar diperkirakan memiliki kans yang cukup besar untuk menduduki kursi 1 Jawa Barat pada Pilkada Jabar 2018 nanti. Dukungan politik dari PKS tidak ada masalah, sebab kader PKS Ahmad Shaiku disandingkan sebagai bakal cawagub, tapi Deddy Mizwar sendiri pada dasarnya bukan kader Partai Gerindra sejak awal. Lalu, apa untungnya Gerindra?

Pasangan cagub Ahok-Djarot yang didukung oleh PDIP babak belur di Pilkada DKI 2017 lalu saat berhadapan dengan pasangan cagub Anies-Sandiaga di putaran kedua. Nama Prabowo pun kembali harum setelah sekian lama menyandang predikat “si kalah” akibat gagal meraih kursi presiden pada Pilpres 2014. Di sisi lain kekalahan Ahok-Djarot tadi menambah derita PDIP karena daftar pasangan cagub yang diusungnya kalah semakin panjang saja.

Bukankah jika kembali pasangan cagub yang diusung Partai Gerindra mampu mengalahkan pasangan cagub yang diusung oleh PDIP di Pilkada Jabar 2018 nanti, nama Prabowo pun akan semakin harum dan modal yang cukup bagus untuk menghadapi Pilpres 2019? Bukankah secara politis sebenarnya menguntungkan?

Jangan-jangan semua ini hanya trik belaka, mengingat politik adalah drama yang bisa mengundang keharuan dan air mata yang jatuh bercucuran. Awalnya disebut batal, tapi akhirnya jadi juga diusung. Mungkin saja setelah terharu makin banyak pihak yang jatuh simpati kepada pasangan bakal cagub tadi sekaligus memenangkan Pilkada Jabar 2018.

Tapi kalau menyimak pernyataan Deddy Mizwar yang terkesan atau seolah-olah “menekan” dan kembali menyebut nama Prabowo di atas tadi, jangan-jangan memang lagi ada masalah, makanya Deddy Mizwar-Ahmad Shaiku pun batal diusung oleh Gerindra?

Jika benar seperti itu, siapa pasangan yang akan diusung sekaligus bisa mengalahkan pasangan cagub yang diusung oleh PDIP? Jika kalah, bukankah nama Probowo pun kembali turun pamornya dan hal ini jelas akan merugikannya pada Pilpres 2019 nanti?

Untung atau rugi, rugi atau untung, politikus itu seperti pedagang saja.

Sumber gambar: youtube.com