SBY Bela Jokowi Pertanda Dukung Jokowi Dua Periode?

 Politik
SBY Bela Jokowi
SBY Bela Jokowi Pertanda Dukung Jokowi Dua Periode?

Adahati.com – Mantan presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat SBY bela Jokowi terkait masa pemerintahan yang dipimpinnya selama tiga tahun. Hal ini berbeda dengan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Fadli Zon justru sampai membuat puisi yang berisi kegagalan-kegagalan yang ada selama 3 tahun masa pemerintahan Jokowi. Memang Fadli Zon tidak menyebut secara jelas siapa yang menjadi “sasaran tembak”-nya dalam puisinya tadi, tapi diduga kuat arahnya menuju sosok orang nomor satu di negeri ini.

Sila baca: Fadli Zon Bikin Puisi (Lagi), Berapa Banyak yang Ngantuk?

Elektabilitas Prabowo menurut hasil survei dari beberapa lembaga survei yang ada menunjukkan masih jauh di bawah elektabilitas Presiden Jokowi, dan Prabowo sendiri pun sudah mengakui bahwa dirinya berambisi ingin menjadi presiden.

Entah panik atau tidak, selain membuat puisi, Fadli Zon pun sampai mengadakan polling di Twitter yang terkesan ingin menyerang dan memojokkan Presiden Jokowi. Secara garis besarnya Fadli Zon mengatakan banyak masyarakat yang hidupnya susah selama 3 tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Baca juga: Benarkah Polling Fadli Zon di Twitter Cukup Mengharukan?

Entah banyak pihak yang bingung atau sebaliknya karena seorang politikus seperti Fadli Zon dengan latar belakang jabatan wakil ketua umum sebuah partai politik dan juga wakil ketua DPR RI sampai mengadakan polling di Twitter hanya untuk menguatkan pendapatnya bahwa banyak masyarakat yang hidupnya susah selama 3 tahun belakangan ini, SBY bela Jokowi dan menilai banyak capaian yang telah dilakukan oleh pemerintah (merdeka.com).

Ada apa gerangan di balik SBY bela Jokowi ini? Apakah artinya SBY dan Partai Demokrat nantinya akan mendukung “Jokowi Dua Periode”?

Bagaimana nasib Prabowo yang berambisi ingin jadi presiden? Apakah Fadli Zon pun kembali akan bikin puisi lagi? Juga sering mengadakan polling di Twitter?

Ada beberapa perkiraan mengapa SBY bela Jokowi saat ini, antara lain:

1. Jokowi dianggap berhasil mempertemukan Megawati dan SBY pada Hari Kemerdekaan RI kemarin. Hal ini melunakkan SBY atau tidak lagi mengecam Jokowi seperti dilakukannya beberapa waktu lalu.

2. SBY bela Jokowi karena menyadari pemerintahan Jokowi lebih banyak berhasilnya dibanding gagalnya selama 3 tahun ini. Sikap politik SBY dan Partai Demokrat yang “netral” dianggap kurang menguntungkan dibanding mendekat atau merapat kepada Jokowi yang diasumsikan akan kembali menjabat presiden.

3. Perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014 lalu sebesar 10,19 % (Partai Gerindra 11,81 %) cukup menguntungkan posisi Jokowi jika SBY dan Partai Demokrat mendukungnya pada Pemilu 2019 nanti.

4. Karena “tidak ada makan siang yang gratis”, SBY dan Partai Demokrat akan “menitipkan” Agus Yudhoyono sebagai cawapresnya Jokowi.

5. Jika tidak memungkinkan sebagai cawapres, Agus akan menjadi salah satu menteri pada kabinet Jokowi yang akan datang. Jabatan menteri yang disandang Agus ini akan memberikan pengalaman politik yang penting dan berharga bagi putra SBY yang masih terbilang “bau kencur” di dunia politik ini, dan nantinya Agus Yudhoyono akan tampil sebagai capres pada Pemilu 2024.

Sumber gambar youtube.com.