Presiden Jokowi yang Salah, Rizieq Shihab yang Benar?

 Politik
Presiden jokowi yang salah
Presiden jokowi

Adahati.com – Presiden Jokowi yang salah, tapi salahnya di mana?

Entah sudah berapa lama pentolan FPI, yaitu Rizieq Shihab tak kembali ke tanah air setelah pergi keluar negeri dengan alasan umrah.

Mungkin ada sebagian pihak yang rajin menghitung berapa lama, kemudian dijadikan sebuah lelucon. Misalnya lelucon tersebut mengatakan Rizieq Shihab belum pulang juga karena selama ini nyasar mulu.

Sekadar mengingatkan, Rizieq Shihab telah dijadikan tersangka dan dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Pihak kepolisian pun telah menetapkan Firza sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran percakapan dan foto pornografi.

Namun menurut berita di sini, seolah-olah atau terkesan Presiden Jokowi yang salah nantinya mengapa Rizieq Shihab belum pulang juga hingga saat ini.

Pengacara Rizieq Shihab, yaitu Eggy Sudjana mengatakan kliennya akan pulang ke tanah air, tapi terlebih dahulu menunggu pernyataan Presiden Jokowi bahwa polisi tidak akan menangkapnya dan menjamin keamanan kondisi Rizieq Shihab setelah berada di Indonesia.

“Habib dengan sadar mau pulang, kalau datang tidak ditangkap, tidak terjadi kerusuhan dan hal-hal lain,” kata Eggy Sudjana pengacara Rizieq Shihab, dan masih ada pernyataan lainnya, tapi semua itu cenderung membingungkan.

Pertama, Eggy Sudjana meminta terlebih dahulu ada pernyataan dari Presiden Jokowi atau berupa sebuah garansi. Pertanyaannya, bukankah Rizieq Shihab hanya pentolan sebuah ormas? Ada ribuan ormas di negara ini, dan mereka pun akan menuntut hal yang sama jika Presiden Jokowi mengabulkan permintaan pengacara Rizieq Shihab tadi setiap ada masalah yang berkaitan dengan hukum. Bisa habis waktu presiden hanya mengurus hal seperti ini.

Kedua, Presiden Jokowi pun bisa dituduh ikut campur masalah hukum jika mengeluarkan pernyataan seperti yang diminta oleh pengacara Rizieq Shihab tadi.

Ketiga, Eggy Sudjana beralasan demi menjaga persatuan Indonesia maka kliennya akan tetap berada di luar negeri jika tidak ada garansi dari Presiden Jokowi karena Rizieq Shihab tak mampu mencegah daya radikalisme para pengikutnya atau pihak lain yang mendompleng situasi. Seolah-olah atau terkesan Polri dan TNI tak mampu menangani jika masalah itu memang benar terjadi. Seandainya pun banyak jatuh korban bukan merupakan pelanggaran HAM selama Polri dan TNI menangani masalahnya secara prosedural. 

Keempat, pengacara Rizieq Shihab mengatakan, “Tindak pidana yang dituduhkan pada Habib Rizieq jelas hoax, artinya tidak benar dan tidak ada satu pun yang dilakukan Rizieq dalam pengertian sex chat dengan Firza.” Kalau memang yakin seperti itu tinggal dibuktikan saja di pengadilan. Pamor Rizieq pun akan naik dengan sendirinya jika nanti pengadilan memutuskan dirinya tak bersalah. Mengapa tidak dimanfaatkan kesempatan yang baik ini, jika yakin Rizieq Shihab tidak melakukan hal yang dituduhkan oleh pihak kepolisian?

Wajar saja jika ada sebagian pihak yang bingung dengan alasan pengacara Rizieq Shihab tadi. Jika berharap ada asumsi masyarakat bahwa Presiden Jokowi yang salah nantinya mengapa Rizieq Shihab belum pulang karena tidak ada garansi yang diberikan, sebaiknya lupakan saja harapan itu. Tidak baik bermimpi di siang bolong. Trik murahan playing the victim bukan lagi sesuatu yang canggih.

Tolong mainkan trik yang lebih canggih!

Bisa saja sebagian pihak yang bingung tadi meminta pengacara Rizieq Shihab melakukan hal itu, bukan hanya ia saja yang bisa meminta sesuatu kepada Presiden Jokowi berupa sebuah garansi atau semacam itu.

Sumber gambar.