Prabowo di Posisi Kedua, Jokowi Masih Tetap yang Teratas

 The Lohmenz Institute
Prabowo di Posisi Kedua
Prabowo di Posisi Kedua, Jokowi Masih Tetap yang Teratas

Adahati.com – Prabowo di posisi kedua atau masih di bawah Jokowi elektabilitasnya menurut hasil survei dari beberapa lembaga survei yang ada.

Dalam banyak hal posisi kedua ini tidak mengenakkan. Contohnya menjadi istri kedua, pacar kedua, meski ada juga lagu yang sempat populer dan liriknya antara lain mengatakan “jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia”.

Kemungkinan besar Prabowo tidak bahagia jika masih berada di posisi kedua, karena ia berambisi ingin menjadi presiden.

– Prabowo Disindir dan JK Belum Memberikan Tanggapannya

Tidak tertutup kemungkinan ada pendukung Prabowo yang kecewa setelah tahu Prabowo di posisi kedua, kemudian mengatakan hasil survei dari beberapa lembaga survei tadi tidak benar, survei pesanan, dan seterusnya.

Hasil Survei dari Lembaga Media Survei Nasional (Median) pada 2 Oktober 2017 menempatkan Jokowi pada posisi teratas dengan perolehan suara 36,2%, sedangkan Prabowo di posisi kedua (23,2%).

Survei Indikator Politik (waktu survei 17-24 September 2017) pun menempatkan Jokowi pada posisi teratas (34,2 %), dan Prabowo di posisi kedua (11,5 %).

Prabowo pun masih di posisi kedua dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Berdasarkan hasil top of mind, Presiden Jokowi meraih hasil 38,9%, sedangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 12 % saja.

SMRC pun mengadakan survei dengan metode semiterbuka. Jokowi lagi-lagi unggul dengan perolehan 45,6%, dan Prabowo di posisi kedua dengan 18,7%.

“Dalam 3 tahun terakhir, bagaimana pun simulasinya, elektabilitas Jokowi cenderung naik dan belum ada penantang cukup berarti selain Prabowo. Prabowo pun cenderung tidak mengalami kemajuan,” kata Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan (dikutip dari detik.com, 20/10/17).

Masih layakkah Prabowo berambisi ingin jadi presiden?

Pertanyaan ini jika diajukan kepada Fadli Zon, jawabannya diperkirakan seperti ini. Pertama, masih sangat layak Prabowo jadi presiden. Kedua, masih ada waktu untuk meningkatkan elektabilitas Prabowo. Ketiga, elektabilitas Prabowo di posisi kedua masih bisa berubah (tentu saja bukan berubah ke posisi lebih bawah lagi).

Sedangkan jawaban keempat, kelima dan seterusnya sila tebak atau perkirakan saja, tapi mudah-mudahan Fadli Zon tidak bikin puisi lagi.

Misalnya puisi dengan judul “Prabowo di Posisi Kedua Tidak Bahagia”.

Jadikan aku yang kedua
Buatlah diriku bahagia
Walau pun kau takkan pernah
Kumiliki selamanya – Astrid

*The Lohmenz Institute.

Sumber gambar: youtube.com.