Pencapresan Prabowo dan Catur, Bingung?

0 336

Adahati.com – Pencapresan Prabowo masih diliputi tanda tanya karena ada sebagian pihak yang meragukan, kemudian menyarankan agar pencapresan Prabowo tadi dibatalkan saja. Prabowo lebih baik jadi “king maker”, jangan jadi capres dan melawan Jokowi di Pilpres 2019 karena kemungkinan besar Prabowo kalah.

Pencapresan Prabowo pun dikaitkan dengan logistik yang menyebabkan sebagian pihak tadi semakin tidak yakin Prabowo mampu mengalahkan Jokowi jika kedua sosok ini kembali bertarung. Petinggi Partai Gerindra pun ngotot dan mengatakan Prabowo tetap akan maju sebagai capres, bukan cawapres atau “king maker”.

Terkait dengan logistik tadi, Hasyim Djojohadikusumo baru-baru ini membantah dan mengatakan tidak benar Prabowo memiliki masalah dengan logistik.

“Nggak, siapa bilang itu. Itu fitnah dari lawan,” katanya.

Baca juga: Benarkah Prabowo Sudah Jatuh Miskin?

Maka dari itu, pencapresan Prabowo pun akan jalan terus, seolah ingin meyakinkan mereka yang masih meragukan kemampuan Prabowo memenangkan Pilpres 2019.

Namun ada pernyataan Hasyim tadi yang cenderung gazebo (gak zelas bo).

Itu fitnah dari lawan, katanya. Siapa yang dimaksudnya dengan lawan tadi? Apakah pihak yang berasal dari kubu Jokowi? Sementara publik mengetahui adanya masalah yang berkait dengan logistik ini setelah muncul pernyataan Kivlen Zein beberapa waktu lalu yang lebih mendukung Gatot daripada Prabowo yang maju sebagai capres.

Apakah yang dulunya kawan kini sudah menjadi lawan? Siapa sebenarnya lawan yang dimaksud Hasyim dalam pernyataannya “Itu fitnah dari lawan”? Tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam berita tersebut, makanya cenderung gazebo.

Selain logistik, pencapresan Prabowo ada juga dikaitkan dengan catur. Bingung? Mengapa masalah yang berkait dengan pencapresan Prabowo pun ada catur?

Bermula dari pernyataan Desmond di sini. Menurutnya Prabowo akan mendeklarasikan bakal cawapresnya setelah Jokowi melakukannya terlebih dahulu. “Kan jelas dari statement Pak Prabowo bahwa Pak Prabowo akan mendeklarasikan setelah Pak Jokowi mendeklarasikan wapresnya. Kalau saya sih acuannya kata Pak Prabowo.”

Hendrawan Supratikno pun terkesan bingung. “Apa enggak kebalik? Kalau dalam permainan catur, juara bertahan bisa memilih bidak putih atau bidak hitamnya,” begitu antara lain pernyataan politikus PDIP tadi menanggapi pernyataan Desmond.

Pencapresan Prabowo jadi atau batal, entah siapa pun cawapresnya nanti, mengapa catur dibawa-bawa? Mau numpang ngetop? Atau secara tidak langsung ingin mengatakan politikus pun perlu belajar catur yang tak jauh dari strategi dan taktik yang dibutuhkan dalam dunia politik?

Atau jangan-jangan ada sebuah kerinduan yang terpendam karena selama ini tidak pernah terlihat lagi Trik dan Problem Catur yang Sederhana.

Jika benar alasan yang terakhir, makanya masalah yang berkait dengan pencapresan Prabowo pun catur dibawa-bawa atau disebut dalam hal ini, ya sudah.

Markiper (mari kita perhatikan), Trik dan Problem Catur yang Sederhana di bawah ini:

Pencapresan Prabowo 1

Pencapresan Prabowo 1

  • Putih giliran melangkah, dan mudah memenangkan pertandingan ini seandainya tidak ada pion hitam yang selangkah lagi promosi jadi Menteri.
  • Maka dari itu, dibutuhkan sebuah trik di sini.
  • Nb6+ ….. Kb8
  • Rc3!
Pencapresan Prabowo 2

Pencapresan Prabowo 2

  • Jika hitam b2-b1 M, tiga langkah kemudian putih menang.
  • Bentuk diagram caturnya seperti ini:
Pencapresan Prabowo 3

Pencapresan Prabowo 3

  • Bingung?
  • Lebih bingung masalah pencapresan Prabowo atau catur?

Salam politik itu peang, bukan bundar.

Sumber gambar.

Category: Politic, The Lohmenz InstituteTags: