Pelatih Kolombia dan Neymar Contoh yang Buruk

1 97

Adahati.com – Pelatih Kolombia Jose Pekerman memberikan contoh yang tidak baik atau buruk pada pertandingan Inggris vs Kolombia dini hari tadi.

Seperti Neymar saja pelatih Kolombia ini.

Mengapa dan apa alasannya pelatih Kolombia Jose Pekerman memberikan contoh yang tidak baik atau buruk seperti Neymar?

Sebelum membahas tentang pelatih Kolombia ini lebih lanjut akan diberikan jalannya singkat pertandingan antara Inggris dan Kolombia di babak 16 besar tadi.

Secara keseluruhan Inggris tampil lebih baik dan unggul 1-0 lewat tendangan pinalti Harry Kane (57′), tapi setelah Yerry Mina menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-1 pada masa injury time, dan akhirnya terjadi perpanjang waktu 2×15 menit keadaan menjadi terbalik, tapi skor tetap imbang sehingga terjadi adu tendangan pinalti. Di sinilah pelatih Kolombia memberikan contoh yang tidak baik atau buruk seperti Neymar.

Memangnya Neymar memberikan contoh buruk seperti apa?

Pada pertandingan Brazil vs Meksiko, ketika Neymar terbaring di pinggir lapangan, kakinya terinjak oleh kaki pemain Meksiko Miguel Layun. Neymar pun meronta kesakitan seperti cacing kepanasan.

“Reaksi Neymar ini menyedihkan. Sangat menyedihkan,” kata Martin O’Neill di sini.

Pelatih Meksiko lain lagi tanggapannya terkait aksi Neymar yang lebay tadi.

“Ini adalah olahraganya laki-laki yang dimainkan dengan intensitas tinggi, bukan dengan menjadi badut seperti itu.”

“Penundaan yang disebabkan oleh satu pemain itu sampai empat menit. Itu bisa menjadi contoh buruk bagi anak-anak yang bermain sepakbola.”

Begitu penilaian pelatih Meksiko Juan Carlos Osorionya terhadap Neymar.

Lalu di mana contoh buruk pelatih Kolombia Jose Pekerman?

Pada saat adu tendangan pinalti, pelatih Kolombia ini terlihat membelakangi gawang atau tidak berani melihat jalannya adu tendangan pinalti antara Inggris dan Kolombia.

Menyedihkan, dan contoh yang tidak baik atau buruk bagi anak-anak yang menyaksikannya. Lihat adu tendangan pinalti saja pelatih Kolombia ini takut.

Kalau alasannya ada mengidap penyakit jantung, mengapa jadi pelatih? Sejak awal pun sudah tahu ada tekanan tinggi pada pertandingan setingkat Piala Dunia.

Di sisi lain, adu tendangan pinalti yang berpengaruh adalah dewi fortuna. Seandainya pelatih Kolombia itu ngumpet di bawah bangku pemain cadangan pun tetap saja Inggris yang lolos ke babak berikutnya.

Yang satu dari generasi muda, yang satunya lagi dari generasi tua, dua-duanya memberikan contoh buruk atau contoh yang tidak baik.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.

Category: BolaTags: