Partai Besutan Tommy Soeharto Dinyatakan Gagal Lolos

 The Lohmenz Institute

Adahati.com – Partai besutan Tommy Soeharto dinyatakan gagal lolos ke tahap verifikasi faktual berdasarkan penilaian administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tahapan verifikasi faktual sendiri akan dimulai pada 15 Desember 2017 yang nantinya diakhiri dengan penetapan parpol peserta pemilu pada 17 Februari 2018.

Berikut ini daftar 12 partai politik yang sudah dinyatakan lolos:

  1. PDIP
  2. Golkar
  3. Gerindra
  4. Demokrat
  5. PKB
  6. PPP
  7. PKS
  8. NasDem
  9. Hanura
  10. PAN
  11. PSI
  12. Partai Perindo

Tidak ada nama partai besutan Tommy Soeharto, yaitu Partai Berkarya.

Biasanya akan ada semacam protes, kecewa, atau tanda tak puas diri. Rhoma Irama contohnya. Tulisan sebelumnya di sini – Rhoma Irama Geram karena Partai Idaman Tak Lolos – , menurut Rhoma Irama, KPU telah bersikap tidak adil.

“Pemilu itu harus jujur dan adil. Jadi perlakukanlah kami secara adil.”

Bagaimana tanggapan dari Partai Berkarya? Partai besutan Tommy Soeharto ini pun akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Segera besok (mengajukan gugatan), kami pastikan paling cepat besok kami datang ke Bawaslu minimal konsultasi bagaimana tahapan tahapan untuk melanjutkan keberatan Bawaslu,” kata Sekjen Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang di sini.

Sampai saat ini belum ada tanggapan langsung dari Tommy Soeharto.

Tapi benarkah gagal lolosnya partai besutan Tommy Soeharto ini pertanda pengaruh politik “keluarga cendana” sudah habis, atau tinggal ampasnya saja?

Sebelumnya pun diberitakan Titiek Soeharto berniat ingin mengajukan diri sebagai ketua umum Partai Golkar. Orang-orang yang sudah tua atau sesepuh pun dikumpulkan – Inikah Ketua Umum Partai Golkar Pengganti Setnov? 

Namun Rapat pleno Partai Golkar (13/12/2017) telah memutuskan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum menggantikan Setnov hingga munaslub nanti.

Meski hanya sementara, tapi cukup banyak pengamat politik yang memperkirakan Ketua Umum Partai Golkar hasil munaslub nanti tinggal ketok palu saja untuk mensahkan Airlangga Hartarto. Partai Golkar ditengarai cukup menderita saat berperan sebagai oposisi, dan ingin kembali menjadi parpol pendukung pemerintah.

Pertimbangan politik yang wajar, masuk akal, atau realistis? Bisa jadi Partai Golkar sudah realistis atau menyadari kesalahannya berperan sebagai oposisi.

Bagaimana dengan “keluarga cendana”? Bukankah Titiek Soeharto pun gagal menjadi ketua umum jika Airlangga Hartarto yang diangkat di munaslub nanti?

Ada atau tiada lagi pengaruh politik “keluarga cendana”, satu hal yang cukup realistis, “kids zaman now” tidak suka dengan sesuatu yang berbau old.

#sumber gambar: youtube.com.