Neymar Dibuang, Barcelona pun Merana?

 Bola, NPC
Neymar
Neymar

Adahati.com – Neymar dibuang saja. Pemain Barcelona yang “tengil” satu ini sedang menjadi berita yang hangat sehubungan niat PSG menebus klausal pelepasan kontraknya yang bernilai 222 juta Euro (Rp 3,49 triliun).

Apakah Barcelona akan merana jika Neymar dibuang (dijual) ke PSG? Prestasi Barcelona pun menurun karena ketajaman lini depannya berkurang? Terlalu gegabah jika ada sebagian pihak yang berpendapat seperti itu. Tidak tahukah bahwa Barcelona memiliki motto ‘més que un club’? Klub harus lebih besar dari pemain, sehebat apapun pemain bintang yang dimilikinya.

Memang trisula Barcelona, yaitu Messi, Suarez dan Neymar selama ini sudah menyatu, tapi hal ini bukan menjadi sebuah masalah yang besar jika akhirnya Neymar dibuang. Messi dan Suarez hanya perlu beradaptasi lagi dengan pemain yang akan menempati posisi Neymar.

Pemain yang layak menempati posisi tersebut setelah Neymar dibuang cukup banyak pilihannya. Barcelona tidak pusing dengan masalah finansial. 222 juta Euro bisa membeli pemain yang layak menggantikan posisi Neymar.

Namun masalahnya bukan hanya uang, tapi juga menyangkut pemain yang ingin dibeli itu bersedia atau tidak bergabung dengan Barcelona. Pertimbangan lainnya, apakah pemain tersebut masuk dalam skema pelatih Ernesto Valverde, keterpaduannya dengan Messi dan Suarez sebagai penyerang, serta kecocokannya dengan pemain Barcelona lainnya.

Berita yang beredar saat ini Barcelona justru tertarik untuk merekrut pemain gelandang di tengah rumor Neymar dibuang, bukan lebih fokus mencari pemain penyerang. Sejumlah pemain gelandang bintang seperti Philippe Coutinho (Liverpool), Mesut Ozil (Arsenal), dan Paolo Dybala (Juventus) pun diributkan.

Iniesta dan Sergio Busquets harus diakui sudah beranjak tua dan lemah. Sudah sewajarnya “kaum lemah” dibuang agar tidak mengganggu tim secara keseluruhan. Tahun depan diperkirakan kedua pemain ini akan pergi, mungkin Juventus akan menampungnya. Jika tidak dibuang atau enggan pergi dari Nou Camp harus bersedia duduk di bangku cadangan.

Pemain gelandang yang terkesan diminati oleh Barcelona, juga pelatih Barcelona Ernesto Valverde adalah Coutinho, namun perkembangan terakhir menunjukkan Liverpool tidak ingin menjualnya. Barcelona sebaiknya lupakan saja Coutinho, mungkin musim depan ia baru bersedia pindah setelah Liverpool kembali gagal meraih gelar juara Liga Inggris atau terlempar dari Liga Champions.

Mesut Ozil memiliki visi, skill individu, dan umpan yang baik serta terukur, tapi ia cenderung pemain yang “gemulai” atau tipikal pemain yang kuat menyerang, di sisi lain cenderung lemah dalam bertahan. Barcelona butuh pemain gelandang yang kuat menyerang sekaligus bertahan. Mengapa tidak menjajaki untuk membeli Arturo Vidal (Bayern Muenchen) saja?

Paolo Dybala mengatakan bersedia berenang dari Italia ke Spanyol jika Barcelona serius meminatinya, tapi Juventus baru bersedia melepasnya dengan harga yang tinggi. Barcelona perlu memikirkan lebih matang mengingat pemain ini mentalnya belum stabil, atau jangan sampai membeli kucing dalam karung.

Sudah harga belinya tinggi, gajinya tinggi, tapi kontribusinya untuk klub rendah. Namun bisa saja akhirnya Barcelona memboyong Paolo Dybala ke Nou Camp dengan pertimbangan beberapa pemain Argentina yang ada saat ini dapat mengangkat mental dan kepercayaan dirinya sebagai pemain gelandang bintang masa depan Barcelona.

Barcelona memang butuh juga pemain gelandang bintang setelah Neymar dibuang, tapi penggantinya pun tetap diperlukan. Iniesta sebenarnya bisa menggantikan posisi Neymar, pun Messi dan Suarez tidak akan mengalami kesulitan yang berarti untuk menyatu sebagai trisula baru Barcelona nantinya.

Namun jika Barcelona ingin membeli penyerang sayap kiri, sebaiknya lupakan Angel Di Maria. Pemain ini sering cedera, dan ada kemungkinan akan menjadi “pemain busuk” di Barcelona. Sudah harga beli dan gajinya tinggi, busuk pula.

Siapa pemain penyerang yang layak dibeli oleh Barcelona setelah Neymar dibuang? Alexis Sanchez adalah seorang petarung di lapangan yang bermain dengan sungguh-sungguh. Tipikal seorang pemenang, dan skill individunya pun tak kalah atau beda jauh dengan Neymar. Sebenarnya ia masih ingin bertahan di Barcelona, tapi karena permainannya sedang menurun pada waktu itu terpaksa dijual ke klub lain.

Musim depan klub Inggris yang miskin prestasi lainnya, yaitu Arsenal tidak ikut Liga Champions. Sanchez pun sudah diisukan ingin hengkang, mungkin ke Bayern Muenchen. Ada baiknya petinggi Barcelona segera mendekatinya untuk melakukan negosiasi. Harga belinya bisa ditekan mengingat sang pemain sendiri pun sudah berniat pergi.

Diperkirakan Ernesto Valverde tidak mengalami kesulitan yang berarti memasukkannya ke dalam skema permainan, juga kecocokan dan keterpaduan Sanchez dengan Messi dan Suarez sebagai trisula maut Barcelona nantinya.

Meskipun demikian, ada baiknya menunggu dengan sabar pemain yang akan dibeli oleh Barcelona setelah Neymar dibuang ke Paris Saint Germain. Tidak ada yang perlu dirisaukan oleh Barcelona, meski Neymar dibuang ke laut sekalipun.

Sumber gambar.