JK Masih Kuat Pengaruh Politiknya?

 Politik
JK Masih Kuat Pengaruh Politiknya
JK Masih Kuat Pengaruh Politiknya

Adahati.com – Benarkah JK masih kuat pengaruh politiknya? Jika dibandingkan dengan politikus gaek lainnya seperti Amien Rais diperkirakan cukup banyak pihak yang masih yakin dan percaya JK masih kuat pengaruh politiknya di negeri ini.

Tapi apakah JK masih kuat pengaruh politiknya di Partai Golkar dan sosok yang menentukan? Saat ini Partai Golkar sedang menjadi sorotan publik berkait kasus dugaan korupsi e-KTP yang menimpa Setya Novanto (Setnov).

Sebagian pihak pun menginginkan agar Setnov dilengserkan dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar. Namun pencopotan atau penggantian Setnov perlu diadakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) terlebih dahulu.

Setnov sudah mengajukan praperadilan dan belum dinyatakan bersalah atas kasus dugaan korupsi e-KTP, tapi nyaris tak terdengar frasa “asas praduga tak bersalah”.

Mungkin mereka yang tadinya nyaring bersuara “asas praduga tak bersalah” menganggap Setnov tak layak menerimanya. Maka dari itu, jangan terlalu percaya omongan politikus yang menyebut frasa “asas praduga tak bersalah” terhadap seorang tersangka karena ada pilih kasih, atau suka-suka saja kapan dibutuhkan.

Tekanan politik dan asumsi sudah bersalah cenderung lebih kuat menimpa Setnov. Meski baru berstatus tersangka, jabatan ketua umum pun digoyang oleh sebagian pihak, termasuk JK yang menginginkan secepatnya diadakan munaslub.

“Boleh bilang ini pasti ada munaslub, memang persetujuan itu, saya kira Desember sudah harus ada pergantian,” begitu antara lain kata JK di sini.

Desember? Tentu maksudnya Desember 2017. Memangnya JK masih kuat pengaruh politiknya? Sebelumnya JK pernah menjabat Ketua Umum Partai Golkar (2004-2009).

Selama ini pun masih cukup banyak pihak yang percaya dan yakin JK masih kuat pengaruh politiknya, bukan hanya di Partai Golkar, dan sebagian pihak pun menduga ada peran JK di balik kemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI lalu.

Pembuktian JK masih kuat pengaruh politiknya bisa dilihat Desember nanti.

Benarkah akan ada munaslub Partai Golkar? Atau Setnov dan loyalisnya akan melakukan perlawanan? Siapa sebenarnya yang lebih kuat antara Setnov dan JK?

Jika ada munaslub di bulan Desember ini, dan Setnov pun tersingkir, maka JK yang lebih “sakti”, atau JK masih kuat pengaruh politiknya di Partai Golkar.

*Sumber gambar: youtube.com.