Mengapa Gubernur DKI Jakarta Masih Tetap Ahok?

 Politik
Gubernur DKI Jakarta Masih Tetap Ahok
Mengapa Gubernur DKI Jakarta Masih Tetap Ahok?

Adahati.com – Gubernur DKI Jakarta masih tetap Ahok? Bukankah pada Pilkada DKI 2017 lalu akibat isu agama yang ditiupkan begitu gencarnya oleh sebagian pihak menyebabkan pasangan Ahok-Djarot pun kalah telak?

Kenyataannya memang benar pasangan Anies-Sandiaga yang memenangkan Pilkada DKI 2017, dan KPU DKI pun sudah mensahkannya. Tapi sah tadi mungkin saja bukan menjadi tolak ukur utama menurut sebagian pihak, dan mereka pun menganggap gubernur DKI Jakarta masih tetap Ahok.

Bisa pusing kepala Anies? Karena sebagian warganya menganggap gubernur DKI Jakarta masih tetap Ahok? Ajakan untuk bersatu sudah dilontarkannya di sini, dan ia yakin bisa menyatukan kembali warga yang sempat terpecah belah akibat Pilkada DKI 2017 beberapa bulan lalu.

“Jalankan amanat dengan baik bahwa tugas seorang gubernur menjalankan semua Undang-undang, peraturan, dan rencana kerja, serta merespons problem-problem di masyarakat dengan kebijaksanaan, karena itu saya berniat akan melakukan itu,” kata Anies Baswedan yang cenderung normatif.

“Maka dari itu, kami akan mulai bekerja dan mengajak semua bekerja bersama-sama,” ujarnya lagi, dan masih juga normatif. Biasa diucapkan oleh pejabat, bahkan sejak Orde Baru pun sudah tidak asing lagi, atau bukan sesuatu yang aneh dan baru mendengar pernyataan-pernyataan yang normatif seperti itu.

Kemungkinan besar jika Anies yakin bisa menyatukan warga DKI yang terkotak-kotak akibat Pilkada DKI 2017, tapi hanya mengandalkan pernyataan-pernyataan yang normatif saja, keyakinannya tadi cenderung omong kosong belaka.

Maka dari itu, wajar dan biasa saja jika ada sebagian warga yang menganggap gubernur DKI Jakarta masih tetap Ahok, meski KPU DKI Jakarta telah mensahkan kemenangannya dan Presiden Jokowi pun sudah melantiknya.

Anies pun selama menjabat gubernur DKI Jakarta akan terus dibayang-bayangi oleh sosok Ahok. Kinerjanya pun akan terus disorot dan dibanding-bandingkan dengan gubernur sebelumnya. Stigma “menang kebetulan saja” di Pilkada DKI 2017 lalu semakin melekat di benak warga.

Kasihan Anies jika mengalami hal seperti itu, karena tidak enak hidup di bawah bayang-bayang orang lain yang dianggap sukses dan telah berhasil melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi kota Jakarta.

Agar Anies tidak dikasihani oleh orang lain, ia harus menunjukkan kinerjanya lebih baik dari Ahok, bukan hanya pintar melontarkan pernyataan-pernyataan normatif yang cenderung membosankan dan menjemukan itu.

Pertanyaannya, apakah Anies bisa menunjukkan kinerjanya lebih baik dari Ahok meski sudah diberi waktu dan kesempatan yang cukup?

Jika ia tidak mampu melakukannya, jangan salahkan apabila masih ada sebagian warga yang menganggap gubernur DKI Jakarta masih tetap Ahok yang lebih baik.

Sumber gambar youtube.com.