Category: Bola

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris, Ini Alasannya

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris, Ini Alasannya

Adahati.com – Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini. Entah mengapa berita yang ada mengatakan Manchester City juara Liga Inggris setelah Manchester United kalah 0-1 melawan tim papan bawah WBA beberapa jam lalu.

Manchester City bukan juara Liga Inggris hanya hoaks? Tentu tidak, karena jauh hari sebelum pertandingan antara Manchester United dan WBA tadi pun sudah banyak pihak yang tahu bahwa Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini.

Apakah karena dua kali kalah berturut-turut, baik di leg pertama dan leg kedua babak perempat final Liga Champions (kalah 3-0 dan 2-1) yang menyebabkan Manchester City bukan juara Liga Inggris atau tak layak menyandang gelar tersebut?

Tentu saja tidak. Lalu apa yang menyebabkan Manchester City bukan juara Liga Inggris seperti kata media, bahkan diberitakan Pep Guardiola sedang bermain golf saat Manchester United kalah 0-1 melawan WBA penghuni dasar klasemen?

Banyak penggemar sepakbola lupa atau tidak ingat, juara Liga Inggris musim ini sebenarnya sejak awal sudah diketahui, siapa lagi kalau bukan Jose Mourinho?

Jadi jelas sudah, Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini seperti yang diberitakan, melainkan manajer “parkir bus” Jose Mourinho.

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris (flickr.com)

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris (flickr.com)

Bukankah namanya lebih sering dibicarakan dan menghiasi media dibanding yang lainnya, termasuk Manchester City dan Manchester United sendiri?

Hak-hak-hak…mungkin ada sebagian pihak yang tertawa, namun tidak tertutup kemungkinan ada juga sebagian pihak yang merasa kesal dan tertipu, lalu mengatakan sama sekali tidak lucu! Norak, kampungan, dan entah apa lagi bentuk makiannya.

Tapi kalau direnungkan lebih dalam ada benarnya juga Manchester City bukan juara Liga Inggris, melainkan Jose Mourinho yang rendah hati dan tidak sombong.

“Manchester City adalah tim terbaik dan cepat atau lambat mereka akan mendapatkan poin, jadi tidak ada drama ketika tim terbaik berhasil memenangi liga,” ujarnya di sini setelah Manchester United kalah 0-1 melawan tim penghuni dasar klasemen.

Inga-inga, Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini melainkan Jose Mourinho, bahkan perkataannya tadi, yaitu “tidak ada drama” mengingatkan orang pada drama sepakbola yang terjadi di leg kedua babak perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Juventus karena adanya penalti yang kontroversial.

Selamat untuk Jose Mourinho, juara Liga Inggris musim ini dan kemungkinan besar musim depan juga, karena meski gagal pula mempersembahkan gelar juara Piala FA, tapi diperkirakan manajemen Manchester United masih tetap mempertahankannya.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Barcelona Cuci Gudang, Siapa Saja yang Terbuang?

Barcelona Cuci Gudang, Siapa Saja yang Terbuang?

Adahati.com – Barcelona cuci gudang musim depan?

Hal yang wajar dan biasa saja jika Barcelona cuci gudang mengingat cukup banyak pemain yang tak layak berada di klub elit dunia ini, apalagi ketika menyaksikan leg kedua babak perempat final Liga Champions saat menghadapi AS Roma.

Leg pertama Barcelona menang dengan skor akhir 4-1, tapi di leg kedua dipermalukan AS Roma, kalah 0-3 yang menyebabkan Barcelona pun merana dan terhina. Makanya perlu diambil kebijakan Barcelona cuci gudang demi musim depan yang gemilang.

Banyak pengamat bola yang hanya melihat dari satu sisi saja, yakni pemain AS Roma bermain dengan semangat juang tinggi, padahal bukan baru pertama kali atau sudah cukup sering Barcelona menghadapi tim tuan rumah yang bermain seperti AS Roma tadi, tapi mampu keluar dari tekanan lawan, bahkan membalikkan keadaan.

Kemenangan 3-0 AS Roma atas Barcelona di leg kedua tadi, selain pemain AS Roma bermain dengan semangat juang tinggi, di sisi lain banyak pemain Barcelona yang tampil memalukan. Memang Messi tidak dalam kondisi fit, tapi bukan jadi alasan.

Wajar jika Barcelona cuci gudang atau membuang cukup banyak pemain yang ada saat ini, entah karena keputusan manajemen maupun atas keinginan pemain itu sendiri.

Barcelona Cuci Gudang

Barcelona Cuci Gudang

Tapi apakah perlu Barcelona cuci gudang? Ya, jika ingin meraih prestasi yang tinggi di liga domestik dan Liga Champions. Tidak adakah jalan lain selain Barcelona cuci gudang atau membuang pemain yang tidak layak tadi?

Sebaiknya Barcelona cuci gudang saja segera, jangan menunggu terlalu lama yang bisa menyebabkan Barcelona merana dan terhina lagi nantinya.

Berikut ini nama-nama yang termasuk akan dibuang akibat kebijakan Barcelona cuci gudang demi musim depan yang gemilang.

1. Iniesta, Andre Gomes, dan Samuel Umtiti.

Iniesta sudah tua dan lamban, sebaiknya dia pergi ke klub China atau klub lainnya sebelum jadi penghangat baku cadangan sepanjang musim. Pemain yang sudah frustrasi seperti Andre Gomes pun sebaiknya angkat kaki saja. Samuel Umtiti pun sebaiknya terkena kebijakan Barcelona cuci gudang karena percuma saja ditahan dengan iming-iming gaji besar, karena pemain yang sudah ingin pindah ke Manchester United ini – sehingga Messi pun menyemprotnya saat leg kedua melawan AS Roma -, lebih baik dijual daripada jadi duri dalam daging nantinya.

2. Thomas Vermaelen dan Aleix Vidal.

Sebenarnya performa kedua pemain ini tidak buruk, tapi usianya sudah tua, maka wajar saja termasuk pemain yang akan terkena kebijakan Barcelona cuci gudang. Lebih baik manajemen mencari pemain muda berbakat untuk duduk dibangku cadangan daripada mempertahankan pemain yang sudah mulai tua dan lamban.

3. Ousmane Dembele.

Pemain ini sulit menjadi pemain besar karena kurang percaya diri atau mentalnya buruk. Tapi bukankah usianya masih muda dan mentalnya masih bisa ditingkatkan seiring perjalanan waktu? Sulit, dari sorot matanya yang mengesankan seorang peragu atau tidak percaya diri pun bisa dinilai sosok pemain ini sulit bisa menjadi pemain besar. Lebih baik Ousmane Dembele pun terkena kebijakan Barcelona cuci gudang, meski harga jualnya tidak akan setinggi harga belinya yang selangit itu.

4. Lionel Messi dan Luis Suarez.

Messi pun terkena kebijakan Barcelona cuci gudang? Sebaiknya begitu, agar Barcelona tidak ketergantungan lagi dengan sosok pemain yang satu ini, juga mumpung harga jualnya masih tinggi. Luis Suarez? Sudah mulai tua, musim depan umurnya 32 tahun. Tapi kalau dijual harganya masih tinggi, dan bisa membeli penyerang muda berbakat entah dari Brasil, Argentina atau negara lainnya.

5. Ernesto Valverde.

Manajer ini pun layak terkena kebijakan Barcelona cuci gudang karena strategi dan taktiknya biasa saja, kalau tidak ingin dibilang buruk. Puncaknya saat leg kedua melawan AS Roma. Seharusnya sebagai seorang yang berada di luar lapangan, ia bisa mengamati dengan baik jalannya pertandingan dan melakukan pergantian pemain dengan cepat dan tepat, tapi semua itu tidak terlihat. Iniesta yang sudah tua dan Samuel Umtiti yang konsentrasinya sudah terpecah belah karena ingin pindah klub pun masih dimasukkan sebagai pemain utama. Sergio Busquet itu seharus sudah diganti di babak pertama karena tidak bisa meladeni kecepatan pemain lini tengah AS Roma.

Demikianlah nama-nama yang akan terkena kebijakan Barcelona cuci gudang sesuai prediksi dan keinginan penulis. Jika manajemen Barcelona tidak sependapat dan menganggap masih perlu mempertahankan sebagian pemain di atas tadi, silakan saja.

Tapi jangan harapkan Barcelona akan mendapat musim depan yang gemilang.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar. 


Alasan Wasit Memberikan Penalti untuk Real Madrid

Alasan Wasit Memberikan Penalti untuk Real Madrid

Adahati.com – Alasan wasit memberikan penalti untuk Real Madrid di masa injury time atau menit-menit akhir pada leg kedua babak perempat final Liga Champions yang berlangsung dini hari tadi (12/4/2018) masih menjadi tanda tanya.

Real Madrid menang dengan skor akhir 3-0 di leg pertama babak perempat final, tapi di leg kedua Real Madrid sempat tertinggal 0-3 di menit 61, kemudian terjadilah malapetaka bagi Juventus di masa injury time karena wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Benatia terhadap Vazquez, dan Ronaldo sukses mengeksekusi penalti tadi menjadi sebuah gol.

Madrid pun lolos ke babak berikutnya dengan agregat skor 4-3.

Sila baca: Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Hadiah penalti yang kontroversial di pertandingan yang menentukan ini mendapat kecaman dari sebagian penggemar sepakbola, terutama fans Juventus.

Benarkah telah terjadi pelanggaran berat yang dilakukan oleh Benatia terhadap Vazquez di depan mulut gawang Buffon yang menjadi alasan wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid di masa injury time?

Apakah jika wasit lain yang memimpin pertandingan maka alasan wasit pun akan sama saja? Atau alasan wasit bisa berbeda? Artinya dengan kejadian yang sama keputusan wasit bukan penalti karena alasan wasit berbeda?

Sebenarnya apa sih alasan wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid di masa injury time tadi? Benarkah ada “permainan kotor” antara UEFA dan Real Madrid agar tercipta rekor baru, yaitu Real Madrid juara Liga Champions tiga kali berturut-turut?

Diduga alasan wasit memberikan penalti karena wasit sudah lelah memimpin pertandingan setelah berlari ke sana ke mari. Kelelahan wasit ini makin bertambah saja jika terjadi perpanjangan waktu 2×15 menit, belum lagi kemungkinan ada adu penalti.

Makanya, meski berada di luar kotak penalti dan terhalang pandangannya oleh beberapa pemain Juventus, wasit yang sudah lelah tadi langsung menunjuk titik putih agar pertandingannya cepat selesai, dan wasit pun bisa segera istirahat di hotel.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar.


Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Adahati.com – Real Madrid juara Liga Champions musim ini setelah di leg kedua babak perempat final sukses mencetak satu gol di masa injury time atau menit-menit akhir, sekaligus menghempaskan Juventus ke jurang yang menyedihkan.

Sebelumnya “Tim  Zebra Jingkrak” Juventus sempat unggul 3-0 lewat gol yang dicetak oleh Mario Mandzukic (menit 2, 37) dan Blaise Matuidi (61).

Oh mama mia, mama mia, mama mia let me go
Beelzebub has a devil put aside for me – Bohemian Rhapsody (The Queen)

Oh mama mia…mengapa Real Madrid yang lolos ke babak berikutnya, kemudian Real Madrid juara Liga Champions musim ini?

Diperkirakan saat Juventus unggul 3-0 cukup banyak pecinta sepakbola, terutama fans Juventus yang sudah menyiapkan air matanya jatuh berlinang dan bercucuran karena terharu, mengingat pada leg kedua babak perempat final sebelumnya AS Roma sukses menyingkirkan Barcelona dengan agregat gol 4-4.

Namun sebuah penalti yang diberikan wasit di masa injury time tadi karena menilai ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Juventus Benatia terhadap Vazquez di depan mulut gawang Buffon dan berhasil dieksekusi oleh Ronaldo menjadi sebuah gol, air mata yang jatuh berlinang dan bercucuran tadi tetap terjadi. Hanya bedanya bukan karena terharu gembira, melainkan terharu yang cenderung sedih dan sewot juga.

Real Madrid dibantu wasit, maka wajar saja Real Madrid juara Liga Champions meski masih ada babak semifinal dan final? Mengapa perlu pemain ke 12 atau wasit demi terwujudnya impian Real Madrid juara Liga Champions?

Pertanyaan di atas tadi mungkin saja terlontar dari sebagian pihak yang merasa heran dan curiga ada “permainan kotor” antara UEFA dan Real Madrid agar bisa terwujud rekor baru, yaitu Real Madrid juara Liga Champions tiga kali berturut-turut.

Tudingan ada “permainan kotor” antara UEFA dan salah satu klub Spanyol ini pernah dialami oleh Barcelona beberapa waktu silam saat Madrid masih dilatih oleh Jose Mourinho, dan sekarang entah bagaimana reaksi fans Madrid menghadapi tudingan tadi.

Apakah sudah siap menerima olokan “Madrid” menjadi “Makdirabit”?

Wasit telah membantu Madrid lolos ke babak semifinal, maka dari itu wajar saja Real Madrid juara Liga Champions musim ini adalah tudingan yang cukup nyelekit dari sebagian penggemar sepakbola, terutama fans Juventus.

Tapi benarkah wasit telah menjadi pemain ke 12 Real Madrid, makanya ada penalti di masa injury time yang mengubah skor akhir antara Real Madrid dan Juventus menjadi 1-3 dan skor agregat pun 4-3? Benarkah telah terjadi pelanggaran berat di dalam kotak penalti?

Jika melihat tayangan lambat di monitor, jawabannya bisa iya, bisa tidak.

Sepakbola adalah drama, dan di dalam drama tadi ada air mata yang jatuh berlinang dan bercucuran karena terharu, tapi bentuk terharunya seperti apa masih belum bisa dipastikan hingga wasit meniup peluit terakhir tanda usai pertandingan.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar. 


Kasihan Manchester United dan Jose Mourinho

Kasihan Manchester United dan Jose Mourinho

Adahati.com – Kasihan Manchester United, klub yang dulunya pernah sangat disegani di Liga Inggris, bahkan Liga Champions ketika masih di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, tapi kini diragukan, meski hanya sebatas prediksi saja.

Nanti malam (7/4/2018) pukul 23.30 WIB, Manchester United akan menghadapi Manchester City yang beberapa hari lalu kalah telak tiga gol tanpa balas melawan Liverpool di leg pertama babak perempat final Liga Champions, dan diperkirakan beban psikologis pemain asuhan Pep Guardiola ini pun belum hilang, dan kasihan Manchester United karena tidak ada atau hanya sedikit saja pihak yang meramalkannya mampu meraih kemenangan, meski memiliki keuntungan psikologis tadi.

Entah kapan perginya kesan kasihan Manchester United ini, sementara Jose Mourinho belum didepak dari Old Trafford, kecuali sudah bisa dipastikan Setan Merah musim ini tanpa gelar karena Mourinho pun gagal mempersembahkan Piala FA (tapi di sisi lain kasihan Manchester United jika musim ini nihil gelar atau juara).

Tuan rumah Manchester City sebenarnya memiliki beban psikologis yang cukup berat menghadapi Manchester United malam ini. Selain disebabkan kalah telak melawan Liverpool tadi, Manchester City pun wajib mengalahkan lawannya jika ingin memastikan gelar juara Liga Inggris, ditambah lagi beban psikologis beberapa hari kemudian (11/4/2018) melakoni leg kedua menjamu Liverpool dan harus menang dengan selisih lebih dari tiga gol agar tidak tersingkir dari Liga Champions.

Tapi mengapa hanya sedikit saja pihak yang merasa yakin Manchester United mampu mengalahkan Manchester City? Sekali lagi, kasihan Manchester United.

Apakah Manchester United cukup senang dengan hasil imbang, yang penting Manchester City tidak memastikan gelar juara Liga Inggris malam ini?

Kasihan Manchester United karena tidak ada atau hanya sedikit saja pihak yang meramalkannya menang, padahal beban psikologis pemain Manchester City cukup berat saat ini, tapi mudah-mudahan saja Jose Mourinho menemukan racikan baru taktik “parkir bus” yang jitu serta mampu mengalahkan Manchester City, sekaligus menghapus kesan kasihan Manchester United tadi.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar.


Leg Pertama yang Cenderung Banyak Gol Beruntung

Leg Pertama yang Cenderung Banyak Gol Beruntung

Adahati.com – Leg pertama babak perempat final Liga Champions musim ini sudah berlalu dan hasil-hasil pertandingan dari leg pertama tadi bisa dilihat di bawah ini:

Juventus – Real Madrid 0-3

Sevilla – Bayern Munchen 1-2

Barcelona – AS Roma 4-1

Liverpool – Manchester City 3-0

Ada 14 gol yang tercipta pada leg pertama tadi atau rata-rata 3,5 gol yang bersarang ke gawang pada setiap pertandingan dan tentu saja tingginya rata-rata gol ini akan sulit terjadi jika tim yang bertandang ke kandang lawan menerapkan taktik “parkir bus”.

AS Roma yang kualitas rata-rata pemainnya di bawah Barcelona dan sudah diprediksi sejak awal akan kalah pun tidak menerapkan taktik “parkir bus”, tapi melayani Barcelona dengan gagah berani, juga Manchester City, meski nasibnya sama dengan AS Roma, kalah cukup telak dengan selisih tiga gol.

Juventus dan Bayern Munchen bahkan memetik kemenangan di kandang lawan, dan semua klub yang bermain di kandang lawan pada leg pertama tadi tidak menerapkan taktik “parkir bus”. Penonton pun merasa terhibur dengan terciptanya banyak gol tadi, namun jangan harapkan hal ini bisa terjadi jika banyak manajer yang menyajikan sepakbola negatif yang cenderung mementingkan hasil atau kemenangan.

Memang kemenangan itu penting, tapi bukanlah segalanya, kecuali bagi manajer yang lebih suka “menjaga nama besar” atau senang mencari aman saja, tapi merusak keindahan sepakbola.

Kembali lagi membahas leg pertama babak perempat final yang menghibur penonton dengan 14 gol atau rata-rata ada 3,5 gol pada setiap pertandingannya.

Meski total gol yang tercipta pada leg pertama ini tinggi, tapi cukup banyak juga “gol beruntung”-nya. Berikut ini klasifikasi 14 gol yang tercipta pada leg pertama tadi.

Gol yang berdasarkan skema serangan yang cukup apik pada leg pertama sebenarnya hanya ada 5 gol saja , yaitu gol pertama dan kedua Ronaldo ke gawang Buffon, gol Gerard Pique, Dzeko dan Mane ke gawang lawan masing-masing.

Sedangkan klasifikasi “gol setengah beruntung” pada leg pertama ada tiga, yaitu gol Marcelo ke gawang Juventus, meski merupakan skema serangan yang cukup apik, tapi lawan yang dihadapinya sudah bermain dengan 10 orang. Begitu juga gol pemain Sevilla Pablo Sarabia ke gawang Munchen yang sebelumnya terjadi hands ball, dan gol tendangan keras Chamberlain ke gawang Manchester City yang lolos dari celah kaki pemain lawan.

Sementara ada 6 “gol beruntung” pada leg pertama ini, antara lain akibat lawan melakukan gol bunuh diri, yaitu gol pertama dan kedua Barcelona, gol pertama Munchen ke gawang Sevilla, juga gol Thiago Alcantara lebih cenderung disebut gol bunuh diri sebab sundulannya tidak terlalu membahayakan, tapi karena menyentuh kaki pemain Sevilla saja makanya berbuah gol. Suarez pun bisa mencetak gol karena beruntung bola mampir ke kakinya setelah menyentuh kaki pemain lawan, seperti halnya Salah yang beruntung bola gagal dihalau pemain Manchester City dan bola jatuh di kakinya.

Sebenarnya skor akhir yang wajar pada leg pertama tadi seperti ini:

Juventus – Real Madrid 0-2

Sevilla – Bayern Munchen 0-0

Barcelona – AS Roma 1-1

Liverpool – Manchester City 1-0

Dengan catatan menghilangkan “gol setengah beruntung” dan “gol beruntung” yang tercipta pada leg pertama tadi, namun tidak salah juga jika ada sebagian pihak yang berpendapat apapun klasifikasi gol pada leg pertama babak perempat final Liga Champions musim ini sebuah gol adalah gol dan tetap disebut sebagai gol!

Penonton pun merasa senang dan terhibur.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar: pxhere.com.


Juventus Sekarat dan Berharap Mimpi di Atas Mimpi

Juventus Sekarat dan Berharap Mimpi di Atas Mimpi

Adahati.com – Juventus sekarat setelah dibantai oleh Real Madrid di hadapan pendukungnya sendiri, dan satu hal yang menyebabkan Juventus sekarat tadi tak lain adalah lemahnya lini pertahanan tim “Kuda Jingkrak” ini.

Bukankah tim-tim dari Liga Italia terkenal dengan pertahanan grendel yang sulit ditembus oleh penyerang lawan? Ke mana perginya pertahanan grendel yang ampuh tadi sehingga membuat Juventus sekarat dini hari tadi?

Ronaldo mencetak gol menit ketiga, dan tidak ada pemain Juventus yang mengikuti pergerakannya. Lemahnya lini pertahanan Juventus pun mengakibat Ronaldo bisa mencetak gol lewat tendangan salto menit 64, ditambah lagi para pemain Madrid mudah melakukan permainan satu dua di dalam kotak penalti sehingga Marcelo pun kembali menjebol gawang Buffon menit 72, dan Juventus sekarat seketika.

Tiga gol yang membuat Juventus sekarat ini merupakan kesalahan dari para pemainnya sendiri sehingga wajar saja Juventus menangis karena tak mampu membalas kekalahan 1-4 pada babak final Liga Champions musim lalu.

Namun di sisi lain membuktikan bahwa kemenangan telak Madrid di pertandingan babak final Liga Champions musim lalu, dan kemenangan telak Madrid 3-0 yang membuat Juventus sekarat dini hari tadi bukan karena kebetulan, melainkan perbedaan kualitas pemain secara keseluruhan yang lebih menonjol di sini.

Kualitas memang tidak bisa dibohongi, makanya klub-klub besar seperti Real Madrid, Barcelona dan lain-lain berusaha mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Kasus PSG saat ini tidak bisa dijadikan patokan dan enteng saja mengatakan tidak perlu pemain berkualitas yang harganya selangit tapi minim prestasi.

Setelah Juventus sekarat dibantai tiga gol tanpa balas oleh Madrid dini hari tadi, apakah manajemen Juventus akan belanja banyak pemain berkualitas musim depan? Bukankah manajemen Juventus lebih pintar dalam hal menjual pemain bintangnya?

Juventus sekarat dan berharap keajaiban akan datang, dewi fortuna hadir, bola itu bundar bukan peang atau apalah istilahnya agar bisa lolos ke babak berikutnya karena harus mencetak empat gol di leg kedua nanti dan di kandang lawan pula dengan kualitas pemainnya pun masih di bawah pemain lawan.

Kalau kata Ebiet G Ade dalam lagunya “Elegi Esok Pagi” seperti mimpi di atas mimpi.


Juventus akan Menangis Dini Hari Nanti?

Juventus akan Menangis Dini Hari Nanti?

Adahati.com – Juventus akan menangis? Apa yang menyebabkan Juventus akan menangis dini hari nanti? Tak lain terkait dengan leg pertama babak perempatfinal Liga Champions yang akan berlangsung esok pagi (4/4/2018 pukul 01.45 WIB).

Pertemuan antara Juventus dan Real Madrid dini hari nanti tadi mengingatkan Juventus pada kenangan buruk yang terjadi tahun lalu. Di babak final Liga Champions tahun lalu itu bukan lagi Juventus akan menangis, tapi meraung-raung sedih setelah dibantai oleh Real Madrid dengan skor akhir 1-4.

Kenangan buruk tadi harus segera disingkirkan, caranya dengan mengalahkan Real Madrid meski hanya dengan selisih satu gol saja. Memang sulit  mengalahkan Real Madrid dengan skor akhir yang sama seperti babak final tahun lalu, tapi kemenangan tetap sebuah kemenangan terlepas sedikit atau banyak selisih golnya.

Masalahnya Juventus akan menang dan melupakan kenangan buruk tadi atau justru Juventus akan menangis lagi, meraung-raung kembali seperti tahun lalu karena Real Madrid sukses memetik kemenangan di kandang lawan?

Juventus akan menang atau sebaliknya Juventus akan menangis yang menentukan hal tersebut adalah para pemain Juventus sendiri, juga racikan strategi dan taktik yang jitu dari Massimiliano Allegri. Sang manajer “Kuda Jingkrak” ini pun memiliki keyakinan tinggi bahwa tim yang diasuhnya akan menang nantinya, bukan Juventus akan menangis atau kembali dipermalukan oleh Real Madrid.

Menurut pendapatnya mengalahkan dan menyingkirkan klub terbaik di kompetisi Liga Champions seperti Real Madrid adalah sebuah langkah yang besar bagi Juventus.

“Ambisi kami adalah bermain di level yang sama dengan mereka. Kami harus menjaga fokus dan berkomitmen untuk bisa melewati Real Madrid.” katanya di sini.

“Hal tersebut bisa mengantarkan kami semakin dekat ke gelar Liga Champions.”

Mampu menyingkirkan Real Madrid pun masih tanda tanya hingga saat ini, tapi manajer “Kuda Jingkrak” ini sudah bicara tentang gelar juara Liga Champions.

Jangan-jangan “Kuda Jingkrak” berubah menjadi “Zebra Jingkrak” karena bukan lagi Juventus akan menangis, tapi kembali meraung-raung sedih setelah dikalahkan Real Madrid, dan kali ini kalahnya di hadapan pendukungnya sendiri.

Sebenarnya Juventus akan menangis atau Juventus mampu meraih kemenangan sekaligus menghilangkan kenangan buruk yang terjadi pada babak final Liga Champions musim lalu? Tolong berikan prediksinya, karena beberapa jam lagi pertandingan antara Juventus dan Real Madrid ini akan berlangsung.

Berikut ini prediksi leg pertama babak perempatfinal Liga Champions antara Juventus dan Real Madrid. Prediksi ini pun tidak mengindahkan data statistik pertemuan antara kedua tim tadi, juga tidak mengikutsertakan alasan-alasan yang canggih atau dengan kata lain sekadar prediksi saja.

Juventus 1 – 0 Real Madrid atau Juventus 2 – 1 Real Madrid.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar.


Mengapa Liverpool Kalah di Kandang Sendiri?

Mengapa Liverpool Kalah di Kandang Sendiri?

Adahati.com – Liverpool kalah di kandang sendiri? Prediksi ini bisa membuat para pendukung Liverpool pun merasa sedih, gundah dan kecewa.

Bukankah ada lagu “You’ll Never Walk Alone” yang akan berkumandang riuh di Stadion Anfield nantinya, tapi mengapa Liverpool kalah melawan Manchester City?

Leg pertama babak perempatfinal Liga Champions yang akan berlangsung lusa nanti (5/4/2018) di Stadion Anfield antara Liverpool dan Manchester City merupakan pertandingan yang cukup tragis karena Liverpool kalah secara menyakitkan.

Sila baca: Pernyataan Pemain Bayern Munchen Ini Ngawur?

Mengapa Liverpool kalah, bukan sebaliknya? Perkiraan jalannya pertandingan leg pertama babak perempatfinal Liga Champions tadi seperti ini:

Pertama, Liverpool akan mengambil inisiatif penyerangan begitu wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama. Hal yang wajar dan biasa saja mengingat Liverpool bertindak sebagai tuan rumah dan managernya Jurgen Klopp, kecuali jika managernya Jose Mourinho, babak pertama maupun babak kedua “parkir bus” sudah biasa.

Meski Liverpool tampil dengan semangat juang tinggi guna menjebol gawang City, namun para penyerangnya dibuat mati kutu dan jangan heran jika Liverpool kalah.

Bukankah ada Mane, Firmino dan terutama Salah yang sedang on fire, mengapa Liverpool kalah? Mereka memble semua saat berhadapan dengan pemain belakang Manchester City, apalagi Salah yang diharapkan bisa mencetak gol.

Jika Liverpool mampu mencetak gol, kebetulan saja, atau bukan lewat skema penyerangan yang apik. Beruntung kalau ada pemain Liverpool yang bisa mencetak gol ke gawang City pada leg pertama babak perempatfinal Liga Champions nanti.

Kedua, selain para penyerang Liverpool memble, juga barisan pertahanannya, dan hal ini tidak terlalu mengherankan karena sudah biasa terjadi. Kemenangan Liverpool atas Manchester City dengan skor akhir 4-3 (14/1/2018) di Anfield seharusnya bukan dijadikan sebuah referensi yang membanggakan, tapi justru menyedihkan.

Tiga gol tercipta di kandang sendiri dan lawan menguasai pertandingan, bukankah hal ini sesuatu yang menyedihkan? Apalagi City tidak akan mengulangi kesalahannya pada leg pertama babak perempat final Liga Champions nanti, maka wajar saja Liverpool kalah, dan bisa jadi kalahnya dengan selisih dua gol.

Ketiga, musim ini adalah musimnya Pep Guardiola dan Manchester City. Sulit tim liga Inggris manapun yang bisa meraih kemenangan, kecuali ada keberuntungan.

Demikianlah prediksi Liverpool kalah di kandang sendiri, tapi prediksi ini bisa saja ngawur, apalagi ada pameo yang mengatakan bola itu bundar, bukan peang.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar: flickr.com.


Pernyataan Pemain Bayern Munchen ini Ngawur?

Pernyataan Pemain Bayern Munchen ini Ngawur?

Adahati.com – Pemain Bayern Munchen Mats Hummels memiliki pendapat atau pernyataan yang salah, bisa jadi salah besar atau ngawur?

Hal ini terkait dengan klub Liverpool yang ditangani oleh mantan manajernya sewaktu di Borussia Dortmund, yaitu Jurgen Klopp. Menurutnya Liverpool adalah tim yang kuat dan berbahaya dengan kualitas pemain yang bagus, serta bermain intens dan agresif terutama di bagian barisan penyerangnya. Ia pun meyakini Liverpool akan bermain pada level tertinggi di Liga Champions musim ini jika berhadapan dengan tim terbaik.

Sebelum membahas pernyataan pemain Bayern Munchen tadi ada baiknya terlebih dahulu menyimak jadwal pertandingan Liga Champions di babak perempatfinal nanti.

pemain Bayern Munchen

pemain Bayern Munchen

Pemain Bayern Munchen ini pun mengatakan tidak ada klub yang ingin berjumpa dengan Liverpool, termasuk Bayern Munchen jika lolos ke babak berikutnya.

Benarkah? Apakah tidak terlalu gegabah pernyataan pemain Bayern Munchen yang satu ini? Tidak tertutup kemungkinan pendapat atau pernyataannya tadi karena ia memiliki hubungan yang dekat dengan manajer Liverpool Jurgen Klopp.

“Di antara kami itu seperti keluarga,” kata Mats Hummels. “Tentu saja kami punya masalah dari waktu ke waktu. Satu hari dia akan ada di sana, berteriak ke satu sama lain. Namun hari berikutnya? Semuanya baik-baik saja. Dia mengerti saya, saya mengerti dia,” seperti diutarakannya di sini.

Wajar saja apabila penilaian pemain Bayern Munchen ini bisa salah, bahkan salah besar atau ngawur karena Liverpool bukanlah tim yang berbahaya bagi Manchester City yang sedang naik daun saat ini. Bisa jadi nasib Liverpool pun akan tragis nantinya, terutama jika pada leg pertama babak perempatfinal (5/4/2018) di kandang Liverpool kalah dengan skor selisih dua gol.

Nasib tragis Liverpool ini pun akan mirip dengan Borussia Dortmund yang sempat digadang-gadangkan juara Liga Champions 2013, tapi pada kenyataannya kalah 1-2 melawan Bayern Munchen dan Jurgen Klopp pun gigit jari.

Pemain Bayern Munchen Mats Hummels pun bisa gigit jari jika pada leg pertama (4/4/2018) di kandang Sevilla nanti timnya kalah meski dengan skor selisih satu gol saja. Jika penampilan Sevilla seperti saat menghadapi Barcelona di pekan 30 Liga Spanyol yang berakhir imbang 2-2, Bayern Munchen akan mengikuti jejak Manchester United yang lebih dulu tersingkir dari Liga Champions.

Dengan demikian terlalu berlebihan atau gegabah pernyataan pemain Bayern Munchen Mats Hummels ini. Seharusnya ia tidak perlu khawatir Bayern Munchen akan bertemu dengan Liverpool di babak semifinal, sebab baik Bayern Munchen maupun Liverpool sebelumnya sudah tersisih di babak perempatfinal.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar: pixabay.com.


Barcelona Lolos dari Lubang Jarum Dini Hari Tadi

Barcelona Lolos dari Lubang Jarum Dini Hari Tadi

Adahati.com – Barcelona lolos dari lubang jarum pada laga ke 30 dalam lanjutan kompetisi Liga Spanyol dini hari tadi (1/4/2018) saat bertandang ke kandang Sevilla.

Sevilla yang menyingkirkan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions ini memiliki pertahanan dan penyerangan yang bagus serta merepotkan pemain Barcelona.

Babak pertama menit 36 Sevilla sudah unggul 1-0 berkat gol yang dicetak oleh Franco Vazquez lewat proses yang cenderung mudah karena pertahanan Barcelona begitu lemah. Tidak ada pemain belakang Barcelona yang menjaga Franco Vasquez yang berdiri sekitar 3 meter di depan gawang sehingga bola yang ditendangnya pelan masuk dengan mulus ke dalam gawang yang lolos dari jangkauan Ter Stegen.

Lemahnya lini tengah pertahanan Barcelona ini, dan jika tidak ada perbaikan yang signifikan, Barcelona lolos dari babak perempat final Liga Champions masih besar peluangnya karena lawannya AS Roma, tapi jangan harap Barcelona lolos ke babak berikutnya, apalagi dapat meraih gelar juara Liga Champions musim ini.

Gol Franco Vazquez tadi menjadi satu-satunya gol  yang tercipta di babak pertama, dan Sevilla menambah golnya lewat tendangan Luis Muriel saat babak kedua baru berjalan sekitar 5 menit. Kembali terlihat lemahnya lini pertahanan Barcelona.

Kekalahan pertama di Liga Spanyol terbayang di depan mata, dan Barcelona lolos dari kekalahan pertamanya ini hanya keberuntungan saja yang bisa diharapkan, sebab hingga menit 87 Sevilla masih bermain bagus dan nyaris beberapa kali lewat peluang yang didapatnya mencetak gol ketiga. Hanya karena para pemain depan Sevilla terlalu bernafsu saja maka gol ketiga tersebut gagal tercipta.

Keunggulan dua gol Sevilla hingga menit 87 tadi akhirnya buyar dan Barcelona lolos dari lubang jarum berkat dua gol yang tercipta dalam satu menit lewat tendangan Luis Suarez (menit 88) dan Lionel Messi (89).

Keberuntungan masih berpihak kepada Lionel Messi dkk sehingga Barcelona lolos dan terhindar dari kekalahan pertamanya di kompetisi Liga Spanyol musim ini.

Klasemen sementara papan atas Liga Spanyol setelah usai pertandingan antara Sevilla dan Barcelona yang berakhir imbang 2-2 tadi sbb:

Barcelona Lolos

Barcelona Lolos

*Sumber gambar: youtube.com.


Manchester United Tanpa Gelar, Bergembiralah!

Manchester United Tanpa Gelar, Bergembiralah!

Adahati.com – Manchester United tanpa gelar? Bagaimana mungkin bisa terjadi Manchester United tanpa gelar musim ini sementara manajernya Jose Mourinho?

Setelah disingkirkan dari Liga Champions oleh Sevilla beberapa waktu lalu, maka hanya tersisa satu gelar saja – Piala FA – yang masih bisa diraih oleh Manchester United.

Jika ternyata nantinya gagal pula atau memang benar Manchester United tanpa gelar musim ini, sementara “tetangga yang kalem” Manchester City mampu meraih gelar juara Liga Inggris dan gelar lainnya, entah apa kata dunia nanti.

malu aku malu, pada semut merah
yang berbaris di dinding, menatapku curiga
seakan penuh tanya, mengapa tanpa gelar?

Peluang Manchester United tanpa gelar ini pun cukup besar mengingat lawan yang akan dihadapinya di babak semifinal Piala FA nanti adalah Tottenham Hotspur.

Babak semifinal lainnya antara Chelsea dan Southampton berdasarkan perhitungan di atas kertas The Blues yang akan lolos dan maju ke babak final.

Manchester United melawan Spurs peluangnya fifty-fifty, dan seandainya lolos pun akan menghadapi Chelsea, atau kembali peluangnya fifty-fifty. Artinya Setan Merah dua kali belum meyakinkan peluangnya untuk meraih gelar juara Piala FA yang menunjukkan peluang Manchester United tanpa gelar pun cukup besar di sini.

Meskipun demikian, seandainya Manchester United tanpa gelar musim ini terbukti nantinya, patut disambut dengan suka cita dan hati yang riang gembira! Dunia pun tersenyum sumringah mengingat masa depan Manchester United kembali cerah.

Mengapa? Karena sebenarnya Manchester United tanpa gelar merupakan sebuah anugerah yang tersembunyi atau “a blessing in disguise”.

Tekanan kuat dan bertubi-tubi akan datang menghampiri Jose Mourinho, dan pada akhirnya ia pun akan mengambil keputusan pergi dari Old Trafford. Manajemen pun akan mencari penggantinya, dan diharapkan sang manajer baru yang terpilih nanti, kembali akan menerapkan sepakbola menyerang seperti era Sir Alex Ferguson.

Selain itu, jika Manchester United tanpa gelar musim ini dan Mourinho pun pergi, maka kutukan “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi” berakhir dengan sendirinya.

Sumber gambar: pixabay.com


Pemain-pemain Manchester United akan Dibuang

Pemain-pemain Manchester United akan Dibuang

Adahati.com – Pemain-pemain Manchester United akan dibuang oleh Jose Mourinho yang akan melakukan cuci gudang. Setidak-tidaknya ada 6 pemain Manchester United yang akan pergi meninggalkan Old Trafford nantinya.

Adapun keenam pemain-pemain Manchester United tadi adalah Luke Shaw, Chris Smalling, Juan Mata, Daley Blind, Anthony Martial dan Matteo Darmian.

Apakah pemain-pemain Manchester United itu seperti sampah saja yang memang layak dibuang? Atau seperti kata peribahasa habis manis sepah dibuang?

Biasa saja, jika ada pemain-pemain Manchester United atau klub lain yang dibuang oleh manajernya. Hal ini mengacu pada strategi dan taktik yang diinginkan oleh sang manajer agar klub bisa berjaya di liga domestik, Liga Champions dan lainnya.

Apalagi jika manajer tersebut saat menandatangani kontrak sudah ada pemain yang dibeli oleh manajer sebelumnya. Kalau pemain-pemain tersebut ternyata tidak cocok dengan strategi dan taktik sang manajer baru bisa dibuang.

Tapi ada yang mengatakan tipikal manajer seperti Mou bisa membuang pemain yang dibeli atau direkomendasikannya sendiri. Makanya Paul Pogba pun bisa dibuang jika menurut penilaian Mou sudah tidak sesuai dengan strategi dan taktiknya.

Memang pahit rasanya tersingkir dari Liga Champions oleh tim medioker seperti Sevilla. Mou dan pemain-pemain Manchester United pun hanya bisa pasrah melihat gelar juara Liga Inggris musim ini milik “tetangga yang kalem” Manchester City.

Tapi bukankah masih bisa meraih gelar juara Piala FA? Mengapa keenam pemain-pemain Manchester United tadi dibuang? Apakah tidak sebaiknya Mou membuang pemain-pemain tersebut setelah gagal pula mempersembahkan gelar penghibur hati nan lara, juara Piala FA? Ada apa sebenarnya dengan Manchester United?

Seharusnya manajemen membuang Mou terlebih dahulu sebelum ia membuang pemain-pemain Manchester United, karena biang masalahnya itu ada pada Mou, apalagi ada kata-kata bijak yang mengatakan “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi”.

Tapi ada baiknya juga manajemen tetap mempertahankan Mou dan mengikuti kemauannya membuang pemain-pemain Manchester United, kemudian mendatangkan pemain-pemain top dunia yang harganya mahal. Pameo “bola itu bundar, bukan peang” pun masih tetap berlaku, karena meski pemain-pemain pengganti yang harganya mahal tadi sudah didatangkan ke Old Trafford, Manchester United masih saja kalah melawan tim medioker seperti Sevilla atau lainnya, bahkan tim papan bawah.

Jangan buang Mou, buang saja pemain-pemain Manchester United yang tidak diinginkannya agar pameo “bola itu bundar, bukan peang” masih tetap berlaku.

*Sumber gambar: wikimedia.com.


Tidak Takut, Kata Salah dan Carlo Ancelotti

Tidak Takut, Kata Salah dan Carlo Ancelotti

Adahati.com – Tidak takut, kata Mohammed Salah setelah mengetahui hasil undian babak perempat Liga Champions musim ini yang mempertemukan dua klub Liga Inggris, yaitu Liverpool dan Manchester City.

“Liga Champions selalu bergantung dari hasil undian, tapi kami tak takut kepada lawan manapun, siapapun mereka,” kata pemain Liverpool Mohammed Salah di sini.

Kemenangan Liverpool atas Manchester City pada 14 Januari 2018 lalu di Anfield dengan skor akhir 4-3 meyakinkan dirinya agar tidak takut tadi. Ia pun mengatakan apapun bisa terjadi, seakan merujuk pada pameo “bola itu bundar, bukan peang”.

Tapi Salah tidak mengambil contoh yang terjadi pada Manchester United yang tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 1-2 lawan Sevilla di leg kedua babak 16 besar. Mungkin ia tidak enak hati jika mengambil contoh tadi, atau khawatir ada pendukung Manchester United yang tiba-tiba kejang begitu saja.

Apalagi jika pemain Liverpool itu mengatakan, “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi”.

Jika Mohammed Salah tidak takut menghadapi Manchester City di babak perempat final, lain lagi tidak takut yang diucapkan oleh Carlo Ancelotti. Manajer yang satu ini yakin dua klub Italia, Juventus dan AS Roma lolos ke babak berikutnya.

“Saya yakin satu hal, Roma akan bertarung hingga akhir. Dengan segala hormat kepada Barcelona, tak ada pemain AS Roma yang takut. Suporter di Stadio Olimpico akan sepenuhnya mendukung Roma,” kata Ancelotti di sini.

“Tak ada yang tak mungkin. Jangan lupakan Massmiliano Allegri dan Juventus punya keinginan untuk balas dendam,” katanya menambahkan.

Kembali “bola itu bundar, bukan peang” menghiasi prediksinya tadi.

Memang benar, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Salah pun tidak salah jika ia mengatakan tidak takut menghadapi Manchester City di babak perempat final, tapi khawatirnya Salah yang bermain gemilang di Liga Inggris, ternyata melempem di Liga Champions, meski masih berhadapan dengan klub Liga Inggris juga.

Mati kutu, setengah gol pun tak bisa dicetaknya, atau sama sekali tidak ada peluang emas yang didapat Salah di babak perempat final nanti.

Mengenai prediksi Ancelotti yang mengatakan dua klub Italia, Juventus dan AS Roma lolos ke babak berikutnya, tiba-tiba mata ini kriyep-kriyep 5 watt alias ngantuk!

Kalau Juventus saja yang lolos masih wajar, karena “bola itu bundar, bukan peang”.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Adahati.com – Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Namun sebelum ada fans Barcelona yang kebakaran jenggot atau pihak lain yang riang gembira, ada baiknya tenangkan hati dan pikiran ini terlebih dahulu. Jangan langsung sewot atau riang gembira seperti orang gila.

Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions adalah sebuah prediksi yang diperkirakan cukup jitu berdasarkan hasil undian babak perempat final.

Barcelona Vs AS Roma
Sevilla Vs Bayern Muenchen
Juventus Vs Real Madrid
Liverpool Vs Manchester City

Pada tulisan sebelumnya di sini – Barcelona Terpuruk di Liga Champions Soal Waktu Saja? – ada dikatakan jika hasil undian babak perempat final nanti bertemu dengan Manchester City, Real Madrid atau Bayern Muenchen, maka Barcelona akan terpuruk, kalah, atau Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions.

Namun hasil undian babak perempat final tadi menyebutkan Barcelona akan berhadapan dengan AS Roma. Artinya kemungkinan Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions bukan terjadi di babak itu, melainkan di babak berikutnya.

Jika ada sebagian pihak yang mengatakan “bola itu bundar, bukan peang”, atau belum tentu AS Roma yang terjengkang, tapi bisa saja Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions karena begini dan begitu, maka tidak perlu dibahas lebih lanjut, karena memang benar sampai saat ini bola itu masih bundar, bukan peang.

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Tapi perhitungan di atas kertas berdasarkan prestasi, kualitas permainan dan rata-rata skill individu pemain, Barcelona masih di atas AS Roma, dan wajar saja lolos ke babak berikutnya, meski agregat skor nantinya tidak sampai 5 gol, karena pertandingan antara Barcelona dan AS Roma ini diperkirakan akan berlangsung ketat yang berujung bukan Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions.

Pada pertandingan babak perempat final lainnya juga akan berlangsung ketat, tapi yang berhasil lolos selain Barcelona diperkirakan adalah Bayern Muenchen, Real Madrid dan Manchester City. Inilah empat tim yang akan berada di babak semifinal nanti.

Tapi bukankah Liga Champios selalu menghadirkan kejutan-kejutan? Ya, tapi kejutan yang benar-benar kejutan bukan Juventus menyingkirkan Real Madrid di babak perempat final, melainkan Barcelona juara Liga Champions musim ini.

Bagaimana mungkin Barcelona yang masih memiliki 6 faktor kelemahan seperti sudah dibahas pada tulisan sebelumnya itu, tapi bisa juara? Bukannya Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions di babak semifinal karena akan berhadapan dengan Bayern Muenchen, Real Madrid, atau Manchester City?

Seandainya pun lolos ke babak final karena bertemu dengan Juventus yang sukses menendang Real Madrid, tetap saja Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions atau bukan Barcelona yang akan tampil sebagai juaranya nanti.

Kasihan Messi, jika Barcelona lolos ke babak final tapi tidak juara. Selama ini ia hanya mengalami kepahitan babak final di Piala Dunia dan Copa America saja, namun ternyata bukan hanya terjadi pada dua ajang turnamen itu, di Liga Champions juga.

Dunia ini memang panggung sandiwara, dan ceritanya bisa berubah atau lain lagi ceritanya jika Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions di babak semifinal.

Ceritanya pun makin seru dan tegang saja jika ada kejutan yang benar-benar bisa membuat orang lain terkejut, yaitu Barcelona juara Liga Champions musim ini.

Hidup adalah drama yang tak bertepi, oh yeah.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Terpuruk di Liga Champions Soal Waktu Saja?

Barcelona Terpuruk di Liga Champions Soal Waktu Saja?

Adahati.com – Barcelona terpuruk di Liga Champions, kapan hal itu terjadi?

Tadi pagi Kamis (15/3/2018), Chelsea gagal membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions setelah dibantai tiga gol tanpa balas. Gol cepat Messi di babak pertama pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar tadi membuyarkan strategi dan taktik Conte. Hal ini sudah dibahas pada tulisan sebelumnya di sini.

Chelsea gagal membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions, tapi bukan berarti tidak ada tim lain yang mampu melakukannya, karena Barcelona masih memiliki kelemahan yang berbahaya, meski menang 3-0 atas Chelsea dan melaju ke babak perempat final.

Kelemahan-kelemahan ini yang akan membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions musim 2017-18, entah itu di babak perempat final, semifinal atau babak final, dengan kata lain bukan Barcelona juara Liga Champions musim ini.

Ada 8 tim yang maju ke babak perempat final, yaitu Juventus, Manchester City, Liverpool, Sevilla, Real Madrid, AS Roma, Bayern Muenchen dan Barcelona, sedangkan undian baru akan dilakukan pada Jum’at (16/3/2018) pukul 18.00 WIB.

Barcelona terpuruk di Liga Champions jika hasil undian babak perempat final nanti bertemu dengan Manchester City, Real Madrid atau Bayern Muenchen.

Empat tim lain – Juventus, Liverpool, Sevilla, dan AS Roma – hanya keberuntungan saja yang bisa membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions, meski Barcelona memiliki kelemahan-kelemanan yang cukup berbahaya tadi.

Berikut ini kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh Barcelona yang bisa membuatnya merana dan terhina, atau Barcelona terpuruk di Liga Champions:

Pertama, Barcelona tidak memiliki keseimbangan yang harmonis antara lini belakang, tengah dan depan. Ketidakseimbangan yang harmonis tadi terkait lini tengah Barcelona yang diisi oleh pemain-pemain gelandang yang kurang kreatif menyalurkan bola dari tengah ke depan yang bisa menghasilkan gol.

Kedua, Iniesta masih termasuk gelandang yang kreatif, tapi usianya sudah tua dan fisiknya pun lemah. Sialnya, “kartu mati” Barcelona ini seakan wajib dimainkan karena tidak ada pilihan gelandang kreatif lainnya. Busquets belum setara Iniesta, Rakitic juga, apalagi Paulinho dan Andre Gomes. Ketidakseimbangan yang harmonis di lini tengah ini dapat menyebabkan Barcelona terpuruk di Liga Champions.

Ketiga, Barcelona memiliki kelemahan di sayap kiri karena tidak ada penyerang sayap kiri kelas dunia setelah Neymar dijual, makanya Barcelona cukup sering memainkan pola 4-4-2 dibanding pola permainan biasa 4-3-3. Namun 4 gelandang tadi miskin kreasi serangan, kecuali Iniesta, sedangkan Iniesta yang sudah tua kurang maksimal melindungi lapangan tengah saat lawan menguasai bola.

Keempat, kontribusi umpan-umpan maut dari sayap kanan yang menghasilkan gol kurang terlihat atau tidak mampu dijalani oleh Sergi Roberto dibanding saat Dani Alves masih berada di posisi yang sama. Juga Sergi Roberto cenderung lemah dalam bertahan, dan lawan bisa memanfaatkannya dan membangun serangan lewat sisi kanan ini yang membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions.

Kelima, sisi kiri Barcelona mudah terkena serangan balik karena Jordi Alba sering maju ke depan dan diharapkan mampu memberikan umpan-umpan maut ke kotak pinalti yang menghasilkan gol. Selama ini Jordi Alba menunaikan tugasnya dengan baik, tapi jika datang serangan balik lewat sisi kiri, sementara Iniesta sudah tua dan lemah fisiknya, atau tidak mampu menutupinya, gol lawan yang tercipta dari sisi kiri ini akan mengakibatkan Barcelona terpuruk di Liga Champions.

Keenam, tidak sulit membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions, yaitu matikan Messi. Masalahnya antara teori dan implementasinya sering tidak sejalan. Kalau lawan mampu melakukannya, Barcelona terpuruk di Liga Champions bukan sebuah kejutan.

Kejutan yang sungguh-sungguh kejutan adalah Barcelona juara Liga Champions musim ini, karena diperkirakan hanya soal waktu saja sebenarnya Barcelona terpuruk di Liga Champions, entah itu di babak perempat final, semifinal, atau babak final.

*Sumber gambar: wikimedia.com.


Barcelona Terlihat Percaya Diri atau Terlalu Percaya Diri?

Barcelona Terlihat Percaya Diri atau Terlalu Percaya Diri?

Adahati.com – Barcelona terlihat percaya diri menghadapi tamunya dari Inggris, Chelsea pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar pada Kamis (15/3/2018) dini hari di Camp Nou. Sebuah pertandingan yang diperkirakan akan berjalan seru, tegang dan mecekam karena merupakan “partai neraka” atau pertandingan hidup mati bagi kedua kesebelasan, terutama Chelsea khususnya.

Pada leg pertama skor akhir pertandingan 1-1 yang membuat tim tamu Chelsea harus mencetak gol minimal satu di Camp Nou jika ingin lolos ke babak berikutnya, dengan catatan Barcelona tidak berhasil menceploskan bola ke gawang Chelsea.

Apakah Chelsea mampu melakukannya, atau bisa mencetak satu gol (atau lebih), dan Barcelona mandul sehingga skor akhir leg kedua 0-1 untuk kemenangan Chelsea seperti prediksi sebelumnya di sini, sementara Barcelona terlihat percaya diri?

Barcelona terlihat percaya diri dan yakin memenangkan pertandingan ini bisa dilihat dari susunan pemain yang diturunkan pelatih/manajer Ernesto Valverde di bawah ini:

Barcelona Terlihat Percaya Diri

Barcelona Terlihat Percaya Diri

Ada sedikit perubahan susunan pemain Barcelona yang diskenariokan oleh Ernesto Valverde pada leg kedua dibanding leg pertama, yaitu munculnya nama Ousmane Dembele (menggantikan Paulinho), sedangkan Conte menyingkirkan Pedro dan menggantikannya dengan Olivier Giroud.

Karena Barcelona terlihat percaya diri, maka perkiraan jalannya pertandingan leg kedua Liga Champion babak 16 besar antara Barcelona dan Chelsea seperti ini:

Pertama, Barcelona yakin Chelsea akan menerapkan “parkir bus” di Camp Nou, meski skema permainan yang diterapkan 4-3-3 tapi cenderung menjadi 4-5-1 nantinya. Maka dari itu, pelatih/manajer Ernesto Valverde berani menurunkan pemain muda belia Ousmane Dembele pada pertandingan tingkat tinggi dan menentukan ini.

Kedua, Ousmane Dembele diharapkan dapat membuka serangan dan membongkar pertahanan Chelsea dari sayap kanan yang lebih lemah dibanding dari sayap kiri. Kontribusinya dengan umpan-umpan dari sayap kanan ini diharapkan bisa menghasilkan gol lewat Suarez, Messi atau pemain lainnya.

Ketiga, Chelsea akan dikurung habis di babak pertama, dan jika di babak pertama ini Barcelona berhasil mencetak gol, selesai sudah. Barcelona terlihat percaya diri mampu melakukannya, dan unggul minimal dengan selisih satu gol di babak pertama ini.

Keempat, Barcelona terlihat percaya diri mampu mencetak gol di babak pertama dan unggul skor sementara, maka strategi dan taktik Conte pun berantakan atau Chelsea tak mampu membuat Barcelona merana dan terhina di Camp Nou.

Skor akhir pertandingan diperkirakan seperti ini:

Barcelona 2-0 Chelsea.

Tapi sebenarnya Barcelona terlihat percaya diri atau terlalu percaya diri?

*Sumber gambar: youtube.com.

 


Barcelona Merana dan Terhina di Hadapan Pendukungnya?

Barcelona Merana dan Terhina di Hadapan Pendukungnya?

Adahati.com – Benarkah tim tamu Chelsea akan membuat Barcelona merana dan terhina pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar yang akan berlangsung di Camp Nou pada Kamis (15/3/2018) dini hari nanti?

Kalimat “Barcelona Merana dan Terhina” ini sempat populer beberapa waktu lalu karena menjadi judul artikel berseri hingga lebih dari 40 buah artikel. Ada juga situs-situs lain yang menampung artikel Barcelona Merana dan Terhina tadi, misalnya di sini.

Tak perlu heran yang berlebihan jika Barcelona merana dan terhina seperti halnya Manchester United tadi pagi setelah kalah 1-2 melawan Sevilla pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar. “Kutukan untuk Mourinho” yang mengatakan selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, Manchester United tidak akan pernah meraih gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions masih cukup ampuh kutukan itu.

Adakah kutukan lain pada Kamis dini hari nanti yang menyebabkan Barcelona merana dan terhina seperti yang dialami oleh Manchester United tadi pagi?

Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan Barcelona merana dan terhina di hadapan pendukungnya pada leg kedua Liga Champions saat menghadapi Chelsea.

Pertama, Conte diakui sebagai salah satu manajer terbaik karena memiliki strategi dan taktik yang jitu serta melumpuhkan tim-tim manapun, termasuk Barcelona.

Kedua, manajer Chelsea saat ini sedang mengalami krisis terkait prestasi The Blues yang terpuruk dan ada ancaman pemecatan terhadap dirinya. Hal ini akan membuat Conte mengeluarkan seluruh kemampuan strategi dan taktik jitunya tadi agar Barcelona merana dan terhina atau tersingkir dari Liga Champions.

Ketiga, kualitas rata-rata pemain yang dimiliki oleh Barcelona dan Chelsea sebenarnya tidak jauh berbeda atau boleh dibilang setara, dan pemain Chelsea saat ini sedang terluka, juga kemungkinan besar akan kehilangan kesempatan untuk bermain di Liga Champions musim berikutnya lewat jalur peringkat 4 besar Liga Inggris.

Keempat, manajer dan pemain Chelsea sama-sama sedang terluka. Hal ini akan membangkitkan semangat juang yang tinggi. Conte akan memberikan strategi dan taktik yang jitu, sedangkan pemain Chelsea akan menerapkannya sepenuh hati dan harmonis pula hubungan antar pemain di lapangan nanti.

Kelima, strategi Chelsea pada leg kedua diperkirakan tidak jauh berbeda dengan leg pertama. Hanya ada sedikit perubahan taktik terkait siapa penyerang Chelsea yang akan bermain di babak pertama dan kedua. Skor imbang 0-0 di babak pertama menjadi target utama Chelsea, dan di babak kedua setelah pertandingan berjalan sekitar 10-15 menit, pemain Chelsea pun akan bermain terbuka dan menyerang. Sulit bagi Chelsea mencetak dua gol, tapi kalau satu gol saja masih terjangkau.

Lima Faktor di atas tadi bisa membuat Barcelona merana dan terhina. Skor akhir leg kedua pun akan seperti ini:

Barcelona 0 – 1 Chelsea.

Jika prediksi di atas tadi menjadi kenyataan, Barcelona merana dan terhina, tersingkir dari Liga Champions di hadapan pendukungnya.

Masih ada kemungkinan lainnya, yaitu Barcelona akan membantai Chelsea di Camp Nou karena Ernesto Valverde memainkan strategi dan taktik yang tidak biasa, sekaligus menghancurkan strategi dan taktik Conte tadi.

Hal ini akan dibahas pada artikel berikutnya menjelang leg kedua Liga Champions babak 16 besar antara Barcelona dan Chelsea, kalau ada waktu untuk menulisnya.

Harap maklum.

*Sumber gambar: youtube.com.


Manchester United Tersingkir dari Liga Champions

Manchester United Tersingkir dari Liga Champions

Adahati.com – Manchester United tersingkir dari Liga Champions setelah kalah pada leg kedua babak 16 besar saat menghadapi Sevilla.

Malang nian nasib Manchester United di bawah asuhan manajer Jose Mourinho ini.

Pada leg pertama di kandang Sevilla skor akhir 0-0, seharusnya hal ini menjadi keuntungan bagi Manchester United yang bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua. Namun bukan menang yang diraih, lebih tepatnya menangis, dan Manchester United tersingkir dari Liga Champions secara menyesakkan, kasihan.

Babak pertama pada leg kedua tadi kedua kesebelasan cenderung bermain hati-hati, dan skor sementara masih 0-0 hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya 45 menit pertama, tapi di babak kedua terjadi malapetaka ketika pemain Sevilla, Wissam Ben Yedder berhasil menceploskan bola ke gawang Manchester United menit 74.

Belum hilang kekagetan pemain tuan rumah, empat menit kemudian kembali Wissam Ben Yedder menyundul bola dan masuk ke gawang lawan. Kiper De Gea sempat menepis bola keluar, tapi sebelumnya bola sudah melewati garis gawang.

Sevilla pun unggul 2-0, dan tamat sudah riwayat Setan Merah di sini, atau Manchester United tersingkir dari Liga Champions sudah bisa dipastikan karena sisa pertandingan babak kedua hanya sekitar 12 menit lagi.

Mungkin ada sebagian fans Manchester United yang berharap keajaiban itu datang dengan terciptanya 3 gol ke gawang Sevilla. Lukaku berhasil mencetak gol menit 84. Skor sementara 1-2 dan sisa waktu pertandingan sekitar 6 menit lagi, plus tambahan waktu 3 menit. Masih ada waktu 9 menit untuk mencetak dua gol!

Hai keajaiban, datanglah, kasihan Mourinho. Lihatlah wajahnya ditekuk dan menahan marah di pinggir lapangan. Kasihanilah dia, nanti ada saja alasannya mengapa Manchester United tersingkir dari Liga Champions.

Namun keajaiban yang diharapkan itu tak kunjung datang jua hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, dan Manchester United tersingkir dari Liga Champions di hadapan pendukungnya sendiri. Kasihan, turut prihatin.

Semakin yakin saja dengan “Kutukan untuk Mourinho”. Sebuah kutukan yang mengatakan “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, Manchester United tidak akan pernah meraih gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions”.

Boleh percaya, tidak pun boleh.

*Sumber gambar: Wikimedia.com


Barcelona Beruntung Tidak Membeli Pemain PSG Ini

Barcelona Beruntung Tidak Membeli Pemain PSG Ini

Adahati.com – Barcelona beruntung atau ada keuntungan secara tak langsung yang diperolehnya dari pertandingan leg kedua babak 16 besar antara tuan rumah PSG dan tamunya Real Madrid yang berlangsung di Parc des Princes, Paris tadi pagi (7/3/18).

Pertandingan antara PSG dan Real Madrid ini sudah diperkirakan pada tulisan sebelumnya di sini bahwa Madrid akan menyingkirkan PSG dari Liga Champions mengingat pada leg pertama menang 3-1 di Santiago Bernabeu.

Madrid terseok-seok di Liga Spanyol, tapi di ajang Liga Champions sejarah kembali berbicara bahwa Madrid sulit disingkirkan oleh PSG atau tim manapun.

Bukan beruntung Madrid memenangkan leg kedua dengan skor akhir 2-1, tapi mental juara Liga Champions telah membuktikan sekaligus menyingkirkan PSG ke jurang yang cukup memalukan. Seandainya pun Neymar dalam kondisi fit dan bermain pada leg kedua ini tetap saja Madrid sulit untuk disingkirkan.

Mental juara tidak dimiliki oleh pemain PSG dan Barcelona beruntung tidak jadi membeli pemain PSG yang satu ini. Dia adalah Marco Verratti yang memiliki skill individu yang bagus dan sempat diminati oleh Barcelona.

Tipikal pemain gelandang seperti Marco Verratti ini dibutuhkan oleh Barcelona guna memperkuat lini tengah, tapi entah mengapa akhirnya batal dibeli dan Barcelona beruntung karena pemain PSG ini tidak memiliki mental sebagus skill individunya.

Marco Verratti yang sudah diganjar kartu kuning di babak pertama terlihat emosional di menit 66 dan melakukan protes yang berlebihan sambil mengejar wasit. Tanpa ampun diganjar kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan. Frustrasi, karena PSG tertinggal 0-1 dan harus mencetak 3 gol jika ingin menyingkirkan Madrid dari Liga Champions.

Mental buruk Verratti ini hanya akan merugikan tim secara keseluruhan, dan sekali lagi Barcelona beruntung batal merekrutnya meski memiliki skill individu yang bagus.

Mudah emosi dan frustrasi. Barcelona pun pernah memiliki pemain bermental buruk yang mudah emosi dan frustrasi seperti Verratti, yaitu Victor Valdes, dan sejarah mencatat karir sepakbolanya berakhir dengan cukup tragis.

Ya, Barcelona beruntung.tidak jadi membeli Marco Verratti.

*Sumber gambar: youtube.com.


Madrid Singkirkan PSG Itu Pasti, Tidak Salah Lagi?

Madrid Singkirkan PSG Itu Pasti, Tidak Salah Lagi?

Adahati.com – Real Madrid akan menjalani pertandingan hidup mati saat menghadapi Paris Saint Germain (PSG) di Parc des Princes, Paris pada Rabu (7/3/18) pukul 02.45 WIB, dan Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions musim ini?

Sebenarnya bukan hal yang luar biasa jika Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions mengingat pada leg pertama unggul 3-1, namun pengamat dan penggemar sepakbola masih belum yakin Madrid singkirkan PSG tanpa kesulitan yang berarti.

Apakah karena PSG pada leg kedua babak 16 besar nanti bertindak sebagai tuan rumah? Madrid singkirkan PSG masih diliputi tanda tanya karena pemain PSG berambisi juara Liga Champions musim ini? Ketidakyakinan Madrid singkirkan PSG tadi tak lepas dari mental pemain Madrid yang cenderung tidak stabil.

“Hal terpenting adalah bermain sekuat tenaga sepanjang 90 menit atau lebih. Kami harus memikirkan cara bermain di lapangan. Pemain harus siap menderita untuk meraih hasil positif,” kata Zinadine Zidane manajer Real Madrid yang meminta anak asuhnya untuk berkorban di sini (dikutip dari bola.com, 6 Maret 2018).

Meski Madrid sedang mengalami tekanan tinggi saat ini, tapi diperkirakan tim besar seperti Madrid akan lolos dan mampu mengatasi masalahnya tadi.

Jika jalannya pertandingan leg kedua nanti sesuai perkiraan di bawah ini, maka tidak mengherankan apabila Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions:

  • Zidane cukup memainkan strategi dan taktik standar menghadapi PSG nanti. Pemain Madrid cukup menunggu dan sabar saja memainkan bola.
  • Madrid langsung menekan PSG begitu wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama dengan tujuan membuat pemain PSG panik kecil kemungkinannya taktik ini diterapkan oleh Zidane karena berisiko cukup besar.
  • Cenderung menunggu tapi tidak pasif, perkuat lini tengah, terapkan zona marking yang ketat dan lakukan serangan balik secepatnya saat pemain PSG kehilangan bola sudah cukup bagi Madrid singkir PSG dari Liga Champions.
  • Jika babak pertama skor sementara 1-0 atau 2-1 untuk keunggulan tuan rumah, Zidane dan pemain Madrid masih boleh tersenyum, apalagi jika skornya imbang atau sebaliknya. Keunggulan tipis atau selisih satu gol di babak pertama tadi akan membuat pemain PSG cenderung lebih bernafsu untuk mencetak gol tambahan, dan Madrid bisa memanfaatkan kurangnya konsentrasi bertahan para pemain PSG di sini.

Madrid singkirkan PSG tidak terlalu sulit sebenarnya dan bisa dilihat dari sisi non teknis juga. Perhatikan saja raut wajah kedua pelatih saat pertandingan sedang berlangsung.

Zidane terkesan dingin dan sulit menilai dari wajahnya sedang panik atau gelisah, tapi jika Madrid kebobolan, tertinggal dan tertekan, serta Zidane bertepuk tangan menyemangati anak asuhnya pertanda bukan Madrid singkirkan PSG, tapi sebaliknya.

*Sumber gambar: youtube.com.


Mourinho Terkesan Cengeng dan Menolak Kenyataan?

Mourinho Terkesan Cengeng dan Menolak Kenyataan?

Adahati.com – Pelatih atau manajer Manchester United saat ini, yaitu Jose Mourinho terkesan cengeng. Sosok yang selama ini digadang-gadangkan sebagai salah satu manajer terbaik di dunia ternyata bisa cengeng atau terkesan cengeng juga.

Jose Mourinho terkesan cengeng saat menanggapi berita di media yang menurut pendapatnya tidak adil terhadap Manchester United, para pemain dan juga dirinya. Manchester United sudah bermain baik dan memenangkan banyak pertandingan, tapi media tetap saja menilainya rendah atau terkesan merendahkan.

Ia pun membesarkan hati anak asuhnya terkait perlakuan media yang tidak adil tadi. “Saya harus mengatakan, kami tim yang sangat bagus. Namun, terkadang saya membaca beberapa berita yang menunjukkan kami tidak seperti itu. Kami dianggap bukanlah tim yang hebat. Itulah realitanya,” tutur Mourinho terkesan cengeng di sini.

Media disalahkan? Entah mengapa Jose Mourinho terkesan cengeng begini. Mungkin dia lupa, selama ini namanya bisa menjadi besar karena tak luput dari peran media yang sengaja atau tidak sengaja ikut membesarkan namanya. Padahal, jika dikaji lebih dalam terkait strategi dan taktiknya selama ini cenderung biasa saja.

Jose Mourinho berperan cukup besar di saat awal kejayaan Chelsea, tapi ketika menjadi manajer Inter Milan biasa saja, meski berhasil mempersembahkan treble winner, dan boleh dibilang gagal saat menangani Real Madrid.

Taktik “parkir bus” yang diterapkannya pun menjadi bahan olok-olokan dunia, dan Mourinho terkesan cengeng saat Real Madrid kalah melawan Barcelona. Ada saja alasan yang keluar dari mulutnya. Ia pun pintar memanfaatkan media untuk menyalurkan alasannya tadi sekaligus ikut melambungkan namanya.

Dan kini Mourinho pun menyalahkan media karena menurut pendapatnya bersikap tidak adil? Benarkah Manchester United adalah tim yang hebat di bawah asuhannya?

Ikut Liga Champions musim ini saja karena beruntung dan Manchester United juara Liga Europa. Jangan-jangan ikut Liga Champions musim depan pun karena beruntung lagi disebabkan aturan baru mengatakan urutan 4 Liga Inggris pun langsung lolos.

Saat ini Manchester United berada di urutan 3 klasemen sementara Liga Inggris.

Mourinho Terkesan Cengeng

Mourinho Terkesan Cengeng

Apakah Jose Mourinho terkesan cengeng lagi beberapa bulan kemudian karena Manchester United yang dikatakannya sebagai tim hebat berada di urutan 4 di akhir musim kompetisi? Dan kembali media yang disalahkan, serta menolak kenyataan?

Mudah-mudahan Manchester United bisa juara Liga Inggris musim ini karena Manchester City mengalami 10 kali kekalahan beruntun, begitu juga Liverpool, Tottenham Hotspur, dan tim lainnya yang masih memiliki kans juara, supaya Jose Mourinho terkesan cengeng tadi hilang dengan sendirinya.

Tapi di sisi lain ada yang mengatakan selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Tersingkir dari Liga Champions Bukan Kejutan

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions Bukan Kejutan

Adahati.com – Barcelona tersingkir dari Liga Champions? Biasa saja, bukan sebuah kejutan. Memang pada leg pertama di Stamford Brige (21/2/18) skor akhir imbang 1-1 merugikan Chelsea, tapi sekali lagi bukan kejutan jika Barcelona tersingkir dari Liga Champions dan dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri pada leg kedua nanti.

Tanda-tanda Barcelona tersingkir dari Liga Champions sudah terlihat saat menghadapi Atletico Madrid di Nou Camp tadi malam (4/3/18). Sebelumnya pertandingan ini digadang-gadangkan akan berjalan seru, tegang dan mencekam. Serangan pun akan datang silih berganti. Atletico Madrid yang memiliki tren positif diyakini bisa menyulitkan, bahkan mengalahkan Barcelona. Nama Antoine Griezmann pun disebut dan dijagokan akan mencetak gol yang membuat tuan rumah gigit jari.

Barcelona dianggap performanya menurun pada beberapa pertandingan terakhir sehingga hanya selisih 5 poin saja dengan Atletico Madrid di klasemen sementara. Terakhir melawan tim papan bawah Las Pamas ditahan imbang 1-1. Pemain Barcelona terlihat seperti mati akal mencetak gol kedua guna meraih kemenangan yang berharga, tapi hingga wasit meniup peluit terakhir skor tidak berubah juga.

Atletico Madrid dan Antoine Griezmann yang tadinya diperkirakan bisa membuat Barcelona merana dan terhina dihadapan pendukungnya sendiri ternyata tidak terbukti. Gol tendangan bebas Messi menit 26 menjadi satu-satunya gol pada pertandingan yang jauh dari kesan seru, tegang dan mencekam. Cukup satu kata untuk menggambarkan pertandingan tadi malam, yaitu membosankan!

Kreasi serangannya pun miskin, dan bola hanya berputar di lapangan tengah karena Barcelona dan tamunya terkesan tidak ngotot menembus pertahanan lawan untuk mencetak gol. Atletico Madrid lebih banyak bertahan, sepertinya kedua kesebelasan cukup puas jika hasil pertandingannya berakhir imbang.

Di babak kedua sekitar 15-20 menit menjelang pertandingan usai, baru kedua kesebelasan terlihat bergairah bermain dengan serangan yang datang silih berganti, tapi secara keseluruhan pertandingannya cenderung membosankan.

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Beberapa jam kemudian di belahan bumi lain Chelsea yang akan menjadi lawan Barcelona di leg kedua babak 16 besar Liga Champions kalah melawan tuan rumah Manchester City dengan skor akhir yang sama, 1-0.

Chelsea saat ini sedang bermasalah dan performanya pun menurun, juga belum tentu bisa tampil di Liga Champions musim depan, tapi bukan berarti tidak bisa membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions musim ini. Kesebelasan yang berada dalam posisi nothing to lose bisa sangat berbahaya.

Barcelona sebelum melawan Atletico Madrid diposisikan dalam keadaan berbahaya, tapi seperti biasa mampu keluar dari tekanan pada pertandingan tingkat tinggi. Sebaliknya melawan kesebelasan nothing to lose seperti Chelsea bukan sebuah kejutan jika Barcelona tersingkir dari Liga Champions nantinya.

Leg kedua nanti (14/3/18) diperkirakan Chelsea akan bermain menunggu seperti halnya Atletico Madrid, dan jika bisa menahan skor imbang di babak pertama, kans Chelsea cukup besar untuk membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions, entah lewat pertandingan dengan waktu normal atau adu tendangan pinalti. Mengingat pertahanan Chelsea pun cukup bagus, serta diasumsikan lebih baik dibanding Atletico Madrid, Barcelona akan kesulitan menghasilkan keunggulan gol di babak pertama, dan di babak kedua nanti menjadi babak neraka bagi tim tuan rumah.

Barcelona tersingkir dari Liga Champions bukan sebuah kejutan, tapi di sisi lain Barcelona beruntung dengan cederanya Iniesta yang sudah tua dan lamban. Pemain penggantinya Paulinho akan memberikan keseimbangan di lini tengah. Ernesto Valverde pun akan menerapkan strategi dan taktik yang sama saat melawan Atletico Madrid. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan mengingat sebelumnya ia sempat mengeluhkan padatnya jadwal pertandingan Barcelona.

Sekali lagi Barcelona tersingkir dari Liga Champions bukan kejutan, juga bukan kejutan jika pertandingan leg kedua antara Barcelona dan Chelsea nanti pun membosankan seperti halnya pertandingan antara Barcelona dan Atletico Madrid tadi malam.

*Sumber gambar: youtube.com.


Juergen Klopp, Manajer Pecundang yang Layak Dipecat?

Juergen Klopp, Manajer Pecundang yang Layak Dipecat?

Adahati.com – Juergen Klopp sempat dielu-elukan saat dipastikan dirinya akan melatih Liverpool. Prestasinya menangani Borussia Dormund menjadi indikasi ia akan mampu membawa The Reds kembali meraih gelar juara Liga Inggris.

Memangnya sudah berapa lama Liverpool tak pernah lagi juara Liga Inggris?

Entahlah, tapi kalau ada yang punya bayi baru lahir saat terakhir Liverpool juara Liga Inggris, maka bayinya tadi saat ini sudah kuliah atau sebentar lagi lulus sarjana.

Juergen Klopp sampai saat ini belum berhasil mewujudkan impian Liverpool untuk meraih gelar juara Liga Inggris. Sabar…Juergen Klopp butuh waktu untuk beradaptasi, begitu pembelaan sebagian pihak yang masih yakin dan percaya.

Musim kompetisi Liga Inggris sekarang ini pun Juergen Klopp hanya mampu menempatkan Liverpool pada peringkat lima klasemen sementara setelah melakoni 17 pertandingan dengan 31 poin, atau masih di bawah Spurs, Chelsea, Manchester United dan pimpinan klasemen sementara Manchester City.

Berapa selisih atau perbedaan poin antara Liverpool dan Manchester City? 18 poin, dan hal ini menyebabkan Juergen Klopp seperti orang linglung atau frustrasi.

Menurutnya juara Liga Inggris musim ini akan diraih oleh Manchester City, sedangkan Liverpool diharapkan bisa menempati peringkat tiga atau dua.

“Menjadi yang terbaik di antara sisanya bisa menjadi sebuah target fantastis. Jadi, kami akan berusaha meraih posisi terbaik di klasemen, yang bagi kami adalah posisi ketiga atau kedua,” kata manajer Liverpool Juergen Klopp di sini.

Sama sekali tidak menunjukkan semangat juang yang tinggi. Mungkin masih ada sebagian pihak yang membela dan mengatakan Juergen Klopp realistis.

Apanya yang realistis? Baru melakoni 17 pertandingan, atau masih banyak sisa pertandingan, dan sepakbola bukan matematika. Selalu ada kejutan yang tak terduga. Empat klub di atas Liverpool tadi bisa saja terseok-seok tahun depan.

Lebih baik Juergen Klopp ditendang saja atau dipecat setelah musim kompetisi ini berakhir. Cari manajer lain, misalnya Luis Enrique, mantan pelatih Barcelona.

Jangan sampai bayi di atas tadi yang sebentar lagi lulus sarjana, punya bayi lagi dan kuliah, tapi Liverpool belum juga meraih gelar juara Liga Inggris.

*Sumber gambar: youtube.com.


Manchester United Dicela oleh Mantan Pelatihnya Sendiri

Manchester United Dicela oleh Mantan Pelatihnya Sendiri

Manchester United Dicela oleh Pecundang, Mengenaskan!

Adahati.com – Manchester United berjaya selama diasuh oleh Sir Alex Ferquson. Banyak gelar yang diraih, namun semenjak Sir Alex Ferquson pensiun, perlahan tapi pasti Manchester United pun mulai terjun bebas ke lembah kelam.

Entah ke mana perginya filosofi sepakbola menyerang dan semangat juang tinggi hingga titik darah penghabisan yang pernah sekian lama ditanamkan oleh Alex Ferquson. Semua hal yang positif tadi seakan lenyap tak berbekas di tangan pelatih-pelatih Manchester United berikutnya.

Ya, para pelatih pecundang datang silih berganti. Mental juara itu sebenarnya sudah sirna, meski masih berusaha untuk ditutup-tutupi dengan berbagai cara, namun suatu saat nanti bau busuk itu akan tercium jua.

Kekalahan 1-2 di kandang sendiri kemarin – melawan tetangganya yang terus bersinar, siapa lagi kalau bukan Manchester City – menyebabkan Manchester United pun menanggung malu seperti pernah dibahas sebelumnya di sini:

Manchester United Menanggung Malu, Tetangga Gembira!

Langit Manchester sekarang berwarna biru, tiada lagi warna merah meski di saat lembayung senja menghiasi cakrawala. Mengenaskan sekali?

Kritik dan cela pun mengiringi kekalahan 1-2 Manchester United di kandang sendiri atas Manchester City tadi, bahkan seorang pecundang pun melontarkan celaannya.

Ya, Jose Mourinho dan Manchester United dicela oleh seorang pecundang. Menurut si pecundang taktik yang dimainkan Mourinho membosankan! Ia pun lebih senang melihat permainan Manchester City dibanding Manchester United.

Duh, Jose Mourinho dan Manchester United dicela siapa sebenarnya?

Dia adalah Louis Van Gaal yang pernah melatih Manchester United selama dua musim dan hanya mempersembahkan satu piala FA saja.

Entah bagaimana reaksi Mourinho dan para pemain Manchester United setelah dicela oleh Louis Van Gaal tadi. Sampai saat ini belum ada beritanya, tapi mungkin saja akan ada balasan cela yang membuat suasana pun semakin panas.

Manchester City yang sudah unggul 11 poin pun mungkin akan terenyuh dan prihatin dengan keadaan Manchester United saat ini.

Duuuh…tetangga kita makin berisik aja ya…

*Sumber gambar: youtube.com.


Manchester United Menanggung Malu atas Tetangganya

Manchester United Menanggung Malu atas Tetangganya

Adahati.com – Manchester United menanggung malu setelah kalah melawan tetangganya Manchester City dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris tadi malam.

Dua gol yang dicetak oleh Manchester City di Stadion Old Trafford lewat David Silva (menit 43) dan Nicolas Otamendi (54), sementara hanya satu gol balasan yang dihasilkan oleh Manchester United lewat Marcus Rashford (45) membuat tuan rumah Manchester United menanggung malu, kalah 1-2 di hadapan pendukungnya sendiri.

Manchester United Menanggung Malu

Manchester United Menanggung Malu

Ha-ha-ha…Manchester United menanggung malu, sedangkan pemain Manchester City tertawa dan gembira usai pertandingan. Hal yang wajar dan biasa saja sebenarnya karena mereka kini unggul dengan selisih 11 poin atas tetangganya yang berisik itu.

Manchester United Menanggung Malu

Manchester United Menanggung Malu

Ha-ha-ha…memang benar apa kata pameo atau semacam itu yang mengatakan, bahwa “Selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas angan saja”.

Sila baca di sini: Jose Mourinho Khawatir, Seharusnya Tak Perlu!

Ya, seharusnya pelatih Manchester United Jose Mourinho tak perlu khawatir dan marah-marah terhadap pemain Manchester City yang sedang gembira merayakan kemenangannya di ruang ganti sehingga terjadi cekcok atau adu mulut di sana.

Seperti biasa pula, ada saja alasan Mourinho ketika tim yang dilatihnya kalah.

Menurut pendapatnya Manchester United seharusnya mendapat pinalti di sisa 11 menit pertandingan karena ada pelanggaran Nicolas Otamendi terhadap Ander Herrera.

“Clear penalty. Sorry for us, sorry for Michael [Oliver]. The referee made a mistake which can happen. Last season we had a similar situation, Mr Clattenburg did not give a clear penalty Bravo on Rooney. The referee is a human being, he tried his best. He had a good match but he made one mistake.” (telegraph.co.uk).

Ha-ha-ha…aduh, atit peyuuut…

Ada-ada saja. Inga-inga! Selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas angan saja.

Boleh percaya, tidak pun boleh, namun lebih baik seharusnya percaya.

Sumber gambar: youtube.com.


Kontroversi Gol Messi yang Sedang Hangat Dibicarakan

Kontroversi Gol Messi yang Sedang Hangat Dibicarakan

Adahati.com – Kontroversi gol Messi pada pertandingan ke 13 Liga Spanyol musim ini masih hangat dibicarakan oleh kalangan penggemar sepakbola, khususnya fans Barcelona yang merasa kesal dengan keputusan wasit.

Sebelumnya pertandingan antara Valencia dan Barcelona yang seru, tegang dan mencekam pernah dibahas di sini – Barcelona Tertahan Bukan karena Sial? 

Babak pertama menit 30 sebuah tendangan Messi yang cukup keras berhasil ditahan oleh kiper Valencia, tapi bola tak sepenuhnya terkontrol dengan baik, dan melesat ke dalam gawang. Lumrah atau wajar insting seorang kiper menghalau bola tersebut, tapi tak mungkin sang kiper tidak tahu bola sudah melewati garis gawang.

Kiper tahu dan melihat, tapi tidak demikian halnya dengan wasit maupun hakim garis.

Apakah kiper Valencia, Neto berlari menuju wasit dan memberitahukan hal yang sebenarnya agar tidak terjadi kontroversi gol Messi? Tidak, kiper Barcelona pun jika mengalami hal yang sama tidak memberitahukan wasit telah terjadi gol.

Kemungkinan terbesar dan lebih masuk akal atau sering terjadi adalah para pemain kesebelasan yang merasa dirugikan akan berlari menuju wasit atau hakim garis untuk melakukan sebuah protes dan menumpahkan kekesalannya. Begitu pun dengan pemain Barcelona berkait dengan kontroversi gol Messi tadi.

Kiper Valencia tidak jujur, tidak fair, dan membiarkan kontroversi gol Messi terjadi yang seharusnya bisa dicegahnya jika ia berlari menuju wasit dan memberitahukan bola telah melewati garis gawang atau telah terjadi gol!

Namun di sisi lain keputusan kiper Valencia tadi, dan juga wasit yang tidak mensahkan gol yang menyebabkan terjadinya kontroversi gol Messi itu meramaikan dunia maya dengan berbagai macam komentar.

Kekesalan fans Barcelona yang menuding wasit tidak becus memimpin pertandingan dibalas oleh mereka yang bukan fans Barcelona dengan mengatakan Barcelona dan fansnya koar-koar kalau merasa dirugikan oleh wasit, tapi kalau diuntungkan diam saja.

Padahal Real Madrid dan fansnya atau klub lain pun melakukan hal yang sama. Bukan hanya di Liga Spanyol, begitu pun di Liga Inggris, Italia, Jerman dan lainnya.

Kiper di liga lain pun melakukan hal yang sama, yaitu tidak berlari menuju wasit untuk memberitahukan telah terjadi gol atau bola telah melewati garis gawang.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Tertahan Bukan karena Sial?

Barcelona Tertahan Bukan karena Sial?

Adahati.com – Laju Barcelona tertahan pada pertandingan melawan Valencia yang merupakan pertandingan ke 13 bagi kedua kesebelasan di kompetisi Liga Spanyol musim 2017-18 yang baru saja berakhir.

Baik Barcelona maupun Valencia sampai saat ini belum terkalahkan dan berada di papan atas klasemen sementara Liga Spanyol.

Babak pertama masih belum ada gol yang tercipta sehingga skor sementara 0-0. Gol yang diharapkan dari pertandingan yang seru, tegang dan mencekam ini baru terjadi pada menit 60. Sontekan Rodrigo Moreno di depan mulut gawang setelah menerima umpan dari sisi kanan gawang Barcelona mengubah skor menjadi 1-0.

Setelah unggul, pemain Valencia semakin tinggi semangatnya dan sulit diatasi oleh Barcelona karena kecepatan rata-rata pemain Valencia di atas pemain Barcelona, di samping kerja sama antar pemain pun Valencia masih lebih baik.

Valencia sepertinya akan mencetak gol kedua sekaligus membenamkan Barcelona ke dasar jurang dengan membawa pulang kekalahan yang cukup memalukan.

Namun Messi dan Jordi Alba menjadi penyelamat pada pertandingan ini. Berawal dari bola yang sepenuhnya dikontrol oleh Messi di lapangan tengah, pergerakan Messi yang ingin masuk ke daerah pertahanan lawan diikuti oleh Jordi Alba yang berlari di sayap kiri. Sebuah umpan lambung yang cantik dilepas Messi ke mulut gawang dan disambut dengan sepakan Jordi Alba yang menjebol gawang Valencia menit 82.

Barcelona pun di atas angin, meski serangan Valencia masih mengancam. Gol kedua Barcelona sepertinya tinggal menunggu waktu, namun para pemain belakang Valencia yang berkoordinasi dengan baik sulit ditembus meski Barcelona sudah berusaha melancarkan serangan baik dari sisi kiri maupun kanan. Alhasil hingga peluit akhir dibunyikan wasit skor imbang 1-1 tadi tidak berubah, dan laju Barcelona tertahan.

Barcelona tertahan bukan karena sial? Messi mencetak gol di babak pertama menit 29, tapi wasit tidak mensahkan gol tersebut.

Telah terjadi sebuah drama? Seandainya wasit mensahkan bola yang telah melewati garis gawang tadi menjadi sebuah gol, maka Barcelona pun akan meraih kemenangan?

Sial atau tidak sial, skor akhir imbang 1-1.

Klasemen sementara Liga Spanyol pun seperti ini:

Barcelona Tertahan

Barcelona Tertahan

*Sumber berita: goal.com, sumber gambar: youtube.com.

 


Lionel Messi Raih Sepatu Butut Eropa

Lionel Messi Raih Sepatu Butut Eropa

Lionel Messi Raih Sepatu Butut Eropa

Adahati.com – Siapa yang tak kenal Lionel Messi? Hanya orang yang kuper (kurang pergaulan) saja yang tak kenal pemain yang berasal dari planet lain ini.

Meski sebagian pihak mengecam prestasi yang diberikannya kepada Argentina tidak sebanding Barcelona, tapi masih banyak pihak yang menganggapnya sebagai pemain terbaik di dunia melebihi pemain Real Madrid Christian Ronaldo yang usianya sudah menua dan larinya pun mulai lamban itu.

Perbandingan atau membandingkan kehebatan antara Messi dan Ronaldo seakan tak pernah habis dibicarakan saat ini, tapi suatu saat nanti ketika kedua pemain ini sudah pensiun, dunia pun akan mengakui dan membenarkan memang Lionel Messi jauh lebih hebat dibanding Christian Ronaldo.

Baru-baru ini pun Lionel Messi raih Sepatu Butut sebagai bentuk penghargaan kepada pemain yang mencetak gol terbanyak di Eropa.

Ia mencetak 37 gol di Liga Spanyol musim kompetisi 2016-2017, terbanyak dibanding pemain-pemain lainnya.

1. Lionel Messi (Barcelona) – 37 gol – 74 poin
2. Bas Dost (Sporting CP) – 34 gol – 68 poin
3. Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund) – 31 gol – 62 poin
4. Robert Lewandowski (Bayern Munchen) – 30 gol – 60 poin
5. Edin Dzeko (AS Roma) – 29 gol – 58 poin
6. Harry Kane (Tottenham Hotspur) – 29 gol – 58 poin
7. Luis Suarez (Barcelona) – 28 gol – 56 poin
8. Dries Martens (Napoli) – 28 gol – 56 poin
9. Edinson Cavani (PSG) – 35 gol – 52,5 poin**
10. Andrea Belotti (Torino) – 26 gol – 52 poin

Sebelumnya Lionel Messi raih Sepatu Butut ini pada tahun 2010, 2012, dan 2013.

Ia pun mengatakan penghargaan Sepatu Butut ini diraih atas bantuan tim. “Tanpa rekan setim, saya tidak akan mencetak banyak gol pada musim lalu,” katanya di sini.

Membosankan? Boring…boring…boring.

Messi pun mengeluarkan pernyataan yang membosankan lainnya. Penampilan Real Madrid belakangan ini berantakan dan acak kadut, tapi ia enggan menganggap remeh.

“Saya tidak pernah mengesampingkan Real Madrid, meski mereka tidak menuai hasil positif. Saya tidak pernah meragukan jika Real Madrid akan berjuang sampai akhir untuk memenangi trofi, seperti yang mereka tunjukkan setiap musim,” katanya di sini.

Boring…boring…boring!

Demikianlah sekilas berita tentang Lionel Messi raih Sepatu Butut Eropa.

*Ralat: ternyata yang benar adalah Messi raih Trofi Sepatu Emas Eropa.

*Sumber gambar: youtube.com.


Jose Mourinho Khawatir, Seharusnya Tak Perlu!

Jose Mourinho Khawatir, Seharusnya Tak Perlu!

Adahati.com – Pelatih Manchester United Jose Mourinho khawatir.

Adapun yang membuat Jose Mourinho khawatir berkait dengan salah satu pemain andalannya yang merupakan pemain timnas Perancis, yaitu Paul Pogba.

Cedera hamstring selama dua bulan yang dialaminya membuat The Special One membatasi waktu bermain Pogba di berbagai pertandingan mendatang.

Memang Pogba tampil cukup gemilang setelah sembuh dari cedera hamstringnya tadi, dan laga perdananya setelah sembuh mampu mengantarkan Manchester United menang 4-1 atas lawannya Newcastle United pekan lalu.

Meskipun demikian, Jose Mourinho masih khawatir pemain andalannya itu cedera lagi.

Manchester United akan melakoni jadwal pertandingan yang cukup padat ke depannya nanti karena ada empat pertandingan dalam waktu 11 hari.

Pogba ikut bermain saat Manchester United kalah (0-1) lawan FC Basel di Liga Champions, tapi ia hanya bermain 66 menit saja.

“Dia tidak bisa bermain lebih dari 65 – 70 menit. Dengan begitu banyaknya pertandingan berurutan yang harus kami jalani, kami perlu melindungi pemain penting kami,” kata Jose “The Special One” Mourinho di sini.

Entah mengapa Jose Mourinho khawatir dan menjaga Pogba sedemikian rupa yang seharusnya tak perlu ia lakukan hal itu! Toh, seandainya Pogba dan pemain-pemain Manchester United lainnya dalam kondisi fit sekalipun, Jose Mourinho tak kan pernah membawa Manchester United juara Liga Inggris dan Liga Champions.

Boleh percaya, sebaiknya percaya. Selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas angan saja.

Makanya, untuk apa Jose Mourinho khawatir terhadap kondisi Pogba atau pemain Manchester United lainnya dengan membatasi waktu bermain mereka.

Atau mungkin Mourinho memiliki maksud dan tujuan tertentu?

Semua itu dilakukannya demi meraih gelar juara ecek-ecek karena gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions tak mungkin diraihnya bersama Manchester United?

Jika memang benar seperti itu, wajar saja Jose Mourinho khawatir.

Jangan sampai terjadi gelar juara ecek-ecek pun tak mampu diraihnya jika tak ingin ditendang dari Old Trafford dan mendarat di Perancis atau Italia.

*Sumber gambar: youtube.com.


Liverpool dan Manchester United Jadi Bahan Cemoohan

Liverpool dan Manchester United Jadi Bahan Cemoohan

Liverpool dan Manchester United Jadi Bahan Cemoohan

Adahati.com – Barcelona lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2016-17, meski hanya bermain imbang 0-0 melawan Juventus ((23/11/2017).

Entah meledek atau memandang sebelah mata, pelatih Barcelona tidak memainkan Messi di babak pertama, padahal Juventus bertindak sebagai tuan rumah.

Mungkin dalam pikiran Ernesto Valverde, Juventus hanya “anak kemarin sore”, atau “anak bawang” yang tidak perlu dikhawatirkan. Messi diturunkan nanti saja di babak kedua, itu pun sekadar untuk menghibur penonton yang sudah membeli karcis.

Secara keseluruhan Barcelona menguasai jalannya pertandingan. Mungkin ada sebagian pihak yang curiga dan menduga Barcelona sengaja tidak mencetak gol, makanya pertandingan tersebut berakhir imbang 0-0.

Namun hasil imbang tadi sudah cukup mengantarkan Barcelona untuk tampil sebagai juara Grup D dengan 11 poin dari lima laga, atau unggul tiga poin atas Juventus yang berada di posisi kedua, sedangkan Juventus sendiri wajib menang di markas Olympiakos pada 5 Desember mendatang agar bisa lolos ke babak berikutnya.

Jika Barcelona sudah memastikan lolos ke babak berikutnya, tidak demikian halnya dengan dua tim dari daratan Inggris, yaitu Liverpool dan Manchester United.

Liverpool menjadi bahan cemoohan di dunia maya, karena sempat unggul 3-0 di babak pertama, tapi pulang dengan hanya membawa satu poin saja. Tuan rumah Sevilla berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di babak kedua.

Lebih menyesakkan lagi gol ketiga Sevilla terjadi pada menit-menit akhir ketika pemain Liverpool sudah berangan-angan meraih kemenangan di kandang lawan.

Malang nian nasib Liverpool, dan menjadi bahan cemoohan di dunia maya. Jika mengetik kalimat “Liverpool menjadi bahan cemoohan”, maka Mbah Google akan menampilkan sejumlah berita yang berkait dengan hal itu.

Bukan hanya Liverpool yang menjadi bahan cemoohan, Manchester United juga. Liverpool masih mending pulang dengan membawa satu poin, sementara Manchester United yang dilatih oleh Jose Mourinho lebih apes lagi.

Manchester United kalah 0-1 melawan FC Basel. Memang Manchester United masih memimpin puncak klasemen, tapi masih belum aman, dan pertandingan terakhir bertindak sebagai tuan rumah saat melawan CSKA Moskwa.

Saat ini Liverpool dan Manchester United jadi bahan cemoohan.

*Sumber berita: detik.com, sumber gambar: youtube.com.


Timnas Indonesia Hanya Kurang Beruntung Saja

Timnas Indonesia Hanya Kurang Beruntung Saja

Adahati.com – Timnas Indonesia hanya kurang beruntung saat berhadapan dengan Malaysia di babak semifinal Sea Games 2017. Meski tidak diperkuat tiga pilarnya yang terkena akumulasi dua kartu kuning dan Timnas Indonesia hanya bermain dengan delapan pemain intinya, keberuntungan itu masih ada di babak pertama, yaitu mampu menahan tuan rumah Malaysia imbang tanpa gol 0-0.

Di babak kedua Timnas Indonesia sudah berusaha mempertahankan keberuntungannya tadi, tapi sayangnya hingga menit 86 saja. Jika terjadi perpanjangan waktu 2×15 menit kemungkinan besar tidak akan terjadi gol karena baik pemain Malaysia maupun Indonesia sudah habis tenaganya, dan adu tendangan pinalti pun akan dilakukan.

Lihatlah bagaimana kiper Timnas Indonesia sudah memperlihatkan kepiawainnya menjaga gawang tetap perawan, maka jika terjadi adu tendangan pinalti yang lolos ke babak final bukan Malaysia, tapi sekali lagi sayangnya Timnas Indonesia hanya mampu mempertahankan keberuntungannya hingga menit 86 saja.

Tersingkirnya Timnas Indonesia, berarti kembali gagal juara Sea Games, banyak mendapat pujian dari sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa Timnas Indonesia sudah berjuang mati-matian, terima kasih atas perjuangan yang luar biasa, dan masih banyak pujian lainnya karena Timnas Indonesia hanya kalah satu gol saja.

Timnas hanya kalah satu gol, dan Timnas hanya kurang beruntung saja sebenarnya. Tidak perlu analisis yang panjang karena secara keseluruhan pelatih Timnas Indonesia yang digaji jauh lebih tinggi dibanding pelatih lokal itu bersama anak asuhnya tinggal sekitar 4 menit lagi sukses menjaga keperawanan gawang sendiri maupun keperawanan gawang lawan.

Kurang apa lagi sih sebenarnya selain kurang beruntung?

Tidak benar karena kurang baik pembinaan yang ada, tidak benar kompetisi kurang berjalan dengan baik, tidak benar selama ini sepakbola Indonesia diurus oleh orang-orang yang kurang cakap, tidak benar mental dan skill pemain kurang tinggi, tidak benar pelatih Timnas Indonesia kurang bermutu.

Timnas Indonesia hanya kurang beruntung!

Maka dari itu, lebih fokus untuk mendalami hal ini, atau belajar bagaimana caranya supaya Timnas Indonesia bisa menciptakan hat-trick keberuntungan atau lebih dalam sebuah turnamen. Sejak awal hingga akhir turnamen Timnas Indonesia bisa menjaga keberuntungan sehingga suatu saat nanti tampil sebagai juara, bukan hanya menempati posisi keempat, ketiga atau runner up saja.

Kalah 0-1 dari Malaysia di babak semifinal Sea Games 2017 maupun kekalahan atau kegagalan pada turnamen sebelumnya, semua itu disebabkan Timnas Indonesia hanya kurang beruntung! Terima kasih Timnas Indonesia atas perjuangan keras dan luar biasa yang telah kalian lakukan selama ini demi nusa, bangsa dan negara.

Semoga ke depannya nanti bisa lebih beruntung lagi.

Sumber gambar: youtube.com.


Malaysia Sukses Permalukan Timnas Indonesia

Malaysia Sukses Permalukan Timnas Indonesia

Adahati.com – Malaysia sukses mempermalukan Timnas Indonesia di babak semifinal Sea Games 2017. Setelah istirahat selama 2 hari, penampilan pemain Malaysia rata-rata lincah, gesit dan bertenaga. Berbeda dengan penampilan Timnas Indonesia yang terlihat cepat lelah dan malas menutupi pergerakan pemain Malaysia yang menguasai bola.

Sejak babak pertama pun Malaysia sukses mengepung lini pertahanan Timnas Indonesia yang cenderung bermain bertahan atau hanya mengandalkan serangan balik saja. Namun buruknya penyelesaian akhir, juga terlalu terburu-buru, maka peluang yang sudah minim pun terbuang dengan percuma.

Umpan lambung dari tengah ke depan yang dilepas pemain-pemain gelandang Timnas Indonesia dalam usahanya melakukan serangan balik pun lebih sering gazebo (gak zelas bo) alias ngawur, termasuk umpan-umpan pendek yang sering salah dan bola pun mudah jatuh ke kaki pemain lawan. Satu kata yang menggambarkan kondisi pemain Timnas Indonesia adalah seperti yang dikatakan oleh SBY, yaitu prihatin.

Wajar saja Malaysia sukses mengalahkan sekaligus mempermalukan Timnas Indonesia dengan skor akhir 2-0 di babak semifinal Sea Games 2017.

Namun semua ini masih sebatas prediksi, sebab pertandingan antara Malaysia dan Timnas Indonesia baru akan berlangsung beberapa jam lagi, tepatnya pukul 19.45 WIB.

Faktor tuan rumah, lebih lama istirahat, dan faktor non teknis seperti wasit yang cenderung berpihak kepada tuan rumah, Malaysia sukses mempermalukan Timnas Indonesia kemungkinan besar akan terjadi, tapi semua itu buyar dengan sendirinya jika dewi fortuna masih berpihak kepada Timnas Indonesia.

Tapi benarkah Timnas Indonesia akan meraih keberuntungan ketiga?

Keberuntungan pertama saat melawan Vietnam – di sini seharusnya Timnas Indonesia sudah tersingkir – dan keberuntungan kedua ketika menghadapi Kamboja.

Dewi fortuna akan memperlihatkan keberpihakannya kepada Timnas Indonesia jika di babak pertama skor masih 0-0 atau imbang. Malapetaka pun akan dialami oleh Malaysia di babak kedua, artinya tidak jadi Malaysia sukses karena ada kemungkinan pemain Timnas Indonesia menciptakan satu-satunya gol pada pertandingan ini. Skor akhir 1-0 bukan suatu yang mustahil diraih oleh Timnas Indonesia.

Skenario keberuntungan lainnya adalah Timnas Indonesia lolos ke babak final setelah mengalahkan Malaysia lewat adu tendangan pinalti.

Jika keberuntungan ketiga pun diraih oleh Timnas Indonesia, minimal ada dua potensi lucu di sini. Pertama, Timnas Indonesia sukses mencetak hat-trick keberuntungan dalam sebuah turnamen. Kedua, Malaysia sukses mengalahkan Indonesia hanya sebatas mimpi saja, justru Timnas Indonesia yang sukses mempermalukan Malaysia di kandangnya sendiri.

Entah mana yang benar. Malaysia sukses mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor akhir 2-0 atau 3-0, atau Timnas Indonesia kembali beruntung dan memenangkan pertandingan babak semifinal dengan skor akhir 1-0 atau lewat adu tendangan pinalti.

Prediksi di atas tadi masih bisa salah. The Lohmenz Institute  tidak bertanggungjawab jika ada pihak-pihak yang sengaja maupun tidak sengaja menyalahgunakan prediksi ini.

Sumber gambar.


Menpora pun Khawatir dengan Prediksi Ini?

Menpora pun Khawatir dengan Prediksi Ini?

Adahati.com – Menpora Imam Nahrawi pun terkesan khawatir atas pertemuan antara Timnas Indonesia dan Malaysia di babak semifinal Sea Games 2017 mengingat Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah rivalitas yang tak mengenakkan yang bisa memicu emosi para pemain saat bertanding nanti.

“Kita berharap lebih banyak pemain Indonesia fokus, menahan emosi, dan tidak terpancing provokasi pemain Malaysia karena itu babak yang menentukan. Itu pintu masuk kita ke final, ” begitu antara lain ucapan Menpora Imam Nahrawi di sini.

Tapi apakah benar kekhawatiran Menpora tadi karena ia sudah tahu ada prediksi The Lohmenz Institute yang mengatakan akan terjadi perkelahian pada pertandingan babak semifinal antara Timnas Indonesia dan Malaysia seperti pernah ditulis sebelumnya di sini? Entahlah, sampai saat ini belum ada konfirmasi dari Menpora.

Namun selanjutnya ada ucapan Menpora yang berpotensi lucu, yaitu ketika ia mengatakan, “Karena tidak ada kata lain selain juara. Saya berharap kita menang 2-0 kalau lihat Kamboja tadi emosi harus dikendalikan.”

Tidak ada kata lain selain juara? Tersenyum simpul, mengingat seharusnya Timnas Indonesia sudah tersingkir di babak penyisihan ketika menghadapi Vietnam. Skor akhir 0-0 dengan 10 pemain boleh dibilang sebuah keberuntungan. Saat menghadapi Kamboja kemarin pun kembali Timnas Indonesia beruntung.

Banyak salah passing, sering melakukan umpan lambung ke depan yang gazebo (gak zelas bo), penyelesaian akhir yang cenderung terburu-buru, mirip kesalahan yang dilakukan oleh senior-seniornya. Untunglah Timnas Kamboja bermain dengan 10 orang di babak kedua sehingga Timnas Indonesia pun bisa menang dengan skor akhir 2-0.

Dua keberuntungan sudah diraih, dan jika Menpora ingin Timnas Indonesia juara Sea Games 2017 tidak ada salahnya ia pun berharap ada dua keberuntungan lainnya, yaitu keberuntungan yang terjadi di babak semifinal dan babak final. Dengan demikian Timnas Indonesia pun akhirnya keluar sebagai  juara Sea Games 2017.

The Lohmenz Institute mencatat kemungkinan tadi akan menjadi kenyataan adalah sesuatu yang berpotensi lucu. Empat kali terjadi keberuntungan secara berturut-turut dalam sebuah turnamen. Luar biasa, tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Markirap, mari kita berharap.

Sumber gambar.


Terjadi Perkelahian antara Timnas Indonesia dan Malaysia?

Terjadi Perkelahian antara Timnas Indonesia dan Malaysia?

Terjadi Perkelahian antara Timnas Indonesia dan Malaysia Nantinya?

Adahati.com – Benarkah akan terjadi perkelahian pada pertandingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia di babak semifinal Sea Games 2017?

Sebelumnya ada 3 prediksi di sini. Prediksi pertama, Vietnam mengalahkan Thailand dan keluar sebagai juara Grup B. Prediksi kedua, Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja dan lolos sebagai runner-up Grup B sehingga bertemu Malaysia juara Grup A. Prediksi ketiga, terjadi perkelahian pada pertandingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia.

Memang pertandingan antara Timnas Indonesia dan Kamboja serta Vietnam dan Thailand di Grup B baru akan berlangsung beberapa jam lagi atau tepatnya pada pukul 15.00 WIB hari ini, Kamis (24/8/2017). Namun sebenarnya sudah bisa diperkirakan hasil akhir pertandingan tadi seperti pernah dibahas sebelumnya di sini.

Yakinlah, skor akhir antara Vietnam dan Thailand tidak imbang, juga tidak perlu terlalu khawatir Timnas Indonesia harus menang 3-0 atau lebih dari Kamboja. Cukup bermain menang saja. Di media massa memang kesannya ramai dengan begitu banyak analisis, ucapan atau pernyataan yang terlontar dari berbagai pihak, tapi semua itu cenderung supaya media massa tersebut laku atau banyak dibaca orang.

Bahkan ada yang bernazar seandainya Timnas Indonesia juara Sea Games 2017, tapi nazarnya bukan jalan kaki Yogya-Jakarta atau sebaliknya.

Kembali bahas prediksi ketiga, diasumsikan prediksi pertama dan kedua sudah tepat.

Prediksi akan terjadi perkelahian antara Timnas Indonesia dan Malaysia di babak semifinal latar belakangnya antara lain adanya kasus bendera terbalik, pun selama ini memang sudah cukup panas situasinya. Wajar saja jika ada prediksi akan terjadi perkelahian, entah antar pemain atau pendukung atau keduanya.

The Lohmenz Institute melihat ada potensi lucu di sini jika benar terjadi perkelahian. Apa sih yang diperebutkan? Medali emas cabang olahraga sepakbola Sea Games atau Asia Tenggara? Sudah banyak yang bicara di tingkat dunia tanpa ribut atau berisik, ini cuma Asia Tenggara saja kok sampai terjadi perkelahian?

Mudah-mudahan saja tidak terjadi perkelahian di babak semifinal nanti.

Semua prediksi di atas tadi bisa saja meleset karena bola itu bundar. Namun apabila harapan itu terpenuhi, yaitu tidak terjadi perkelahian pada pertandingan antara Timnas Indonesia dan Malaysia, baik antar pemain maupun pendukung, The Lohmenz Institute akan bernazar jalan kaki dari Yogya ke Jakarta atau sebaliknya, tapi dengan catatan yang sebelumnya bernazar seperti itu sudah melakukannya.

Sumber gambar.


Timnas Indonesia Lolos, tapi Tetap Saja Tidak Juara

Timnas Indonesia Lolos, tapi Tetap Saja Tidak Juara

Timnas Indonesia Lolos, tapi Tetap Saja Tidak Juara

Adahati.com – Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal Sea Games 2017 setelah bermain imbang 0-0 melawan Vietnam tadi malam (22/8/2017).

Prediksi ini berdasarkan pada pertandingan berikutnya Timnas Indonesia yang telah mengumpulkan 8 poin hanya melawan tim lemah Kamboja, sedangkan Vietnam dan Thailand meski masing-masing memiliki 10 poin tapi salah satu dari mereka terancam gagal lolos ke babak berikutnya karena harus saling mengalahkan.

Bagaimana jika Vietnam dan Thailand bermain imbang? Bukankah Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal Sea Games 2017 hanya tinggal mimpi saja jika tidak mampu menang dengan skor 3-0 atau lebih melawan Kamboja?

Tenang saja, Timnas Indonesia cukup menang 1-0, sebab Vietnam dan Thailand kecil kemungkinannya akan bermain imbang atau salah satu dari mereka ada yang kalah.

The Lohmenz Institute sudah memprediksikan hal ini. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal Sea Games 2017 tinggal menunggu waktu saja. Yakinlah, Vietnam dan Thailand tidak akan bermain imbang. Salah satu dari mereka ada yang tersingkir, dan kemungkinan besar akan dialami oleh Timnas Thailand yang terpaksa angkat koper terlebih dahulu.

Prediksi atau ramalan The Lohmenz Institute ini mungkin saja salah atau tidak benar. Meleset, entah meleset sedikit atau meleset jauh sekali jika terjadi hal-hal yang tak terduga nantinya mengingat bola itu masih bundar.

Namun seandainya pun Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal tetap saja tidak juara atau kembali gagal lagi. Nah, jika Timnas Indonesia tidak juara, apa lagi alasan yang bisa menghibur diri? Siapa atau apa yang layak dijadikan kambing hitam? Apakah para komentator televisi yang menyiarkan langsung pertandingan Timnas Indonesia itu sering mengajak berdoa para pemirsa pada momen-momen tertentu?

Entah apa alasannya nanti jika Timnas Indonesia tidak juara, tapi seharusnya bukan sesuatu yang aneh dan baru. Sudah biasa, pun seandainya pada Sea Games berikutnya tidak juara lagi tidak perlu kaget, takjub, atau terperangah sedemikian rupa.

Santai saja, belanda masih jauh.

Sumber gambar. 


Neymar Dibuang, Barcelona pun Merana?

Neymar Dibuang, Barcelona pun Merana?

Adahati.com – Neymar dibuang saja. Pemain Barcelona yang “tengil” satu ini sedang menjadi berita yang hangat sehubungan niat PSG menebus klausal pelepasan kontraknya yang bernilai 222 juta Euro (Rp 3,49 triliun).

Apakah Barcelona akan merana jika Neymar dibuang (dijual) ke PSG? Prestasi Barcelona pun menurun karena ketajaman lini depannya berkurang? Terlalu gegabah jika ada sebagian pihak yang berpendapat seperti itu. Tidak tahukah bahwa Barcelona memiliki motto ‘més que un club’? Klub harus lebih besar dari pemain, sehebat apapun pemain bintang yang dimilikinya.

Memang trisula Barcelona, yaitu Messi, Suarez dan Neymar selama ini sudah menyatu, tapi hal ini bukan menjadi sebuah masalah yang besar jika akhirnya Neymar dibuang. Messi dan Suarez hanya perlu beradaptasi lagi dengan pemain yang akan menempati posisi Neymar.

Pemain yang layak menempati posisi tersebut setelah Neymar dibuang cukup banyak pilihannya. Barcelona tidak pusing dengan masalah finansial. 222 juta Euro bisa membeli pemain yang layak menggantikan posisi Neymar.

Namun masalahnya bukan hanya uang, tapi juga menyangkut pemain yang ingin dibeli itu bersedia atau tidak bergabung dengan Barcelona. Pertimbangan lainnya, apakah pemain tersebut masuk dalam skema pelatih Ernesto Valverde, keterpaduannya dengan Messi dan Suarez sebagai penyerang, serta kecocokannya dengan pemain Barcelona lainnya.

Berita yang beredar saat ini Barcelona justru tertarik untuk merekrut pemain gelandang di tengah rumor Neymar dibuang, bukan lebih fokus mencari pemain penyerang. Sejumlah pemain gelandang bintang seperti Philippe Coutinho (Liverpool), Mesut Ozil (Arsenal), dan Paolo Dybala (Juventus) pun diributkan.

Iniesta dan Sergio Busquets harus diakui sudah beranjak tua dan lemah. Sudah sewajarnya “kaum lemah” dibuang agar tidak mengganggu tim secara keseluruhan. Tahun depan diperkirakan kedua pemain ini akan pergi, mungkin Juventus akan menampungnya. Jika tidak dibuang atau enggan pergi dari Nou Camp harus bersedia duduk di bangku cadangan.

Pemain gelandang yang terkesan diminati oleh Barcelona, juga pelatih Barcelona Ernesto Valverde adalah Coutinho, namun perkembangan terakhir menunjukkan Liverpool tidak ingin menjualnya. Barcelona sebaiknya lupakan saja Coutinho, mungkin musim depan ia baru bersedia pindah setelah Liverpool kembali gagal meraih gelar juara Liga Inggris atau terlempar dari Liga Champions.

Mesut Ozil memiliki visi, skill individu, dan umpan yang baik serta terukur, tapi ia cenderung pemain yang “gemulai” atau tipikal pemain yang kuat menyerang, di sisi lain cenderung lemah dalam bertahan. Barcelona butuh pemain gelandang yang kuat menyerang sekaligus bertahan. Mengapa tidak menjajaki untuk membeli Arturo Vidal (Bayern Muenchen) saja?

Paolo Dybala mengatakan bersedia berenang dari Italia ke Spanyol jika Barcelona serius meminatinya, tapi Juventus baru bersedia melepasnya dengan harga yang tinggi. Barcelona perlu memikirkan lebih matang mengingat pemain ini mentalnya belum stabil, atau jangan sampai membeli kucing dalam karung.

Sudah harga belinya tinggi, gajinya tinggi, tapi kontribusinya untuk klub rendah. Namun bisa saja akhirnya Barcelona memboyong Paolo Dybala ke Nou Camp dengan pertimbangan beberapa pemain Argentina yang ada saat ini dapat mengangkat mental dan kepercayaan dirinya sebagai pemain gelandang bintang masa depan Barcelona.

Barcelona memang butuh juga pemain gelandang bintang setelah Neymar dibuang, tapi penggantinya pun tetap diperlukan. Iniesta sebenarnya bisa menggantikan posisi Neymar, pun Messi dan Suarez tidak akan mengalami kesulitan yang berarti untuk menyatu sebagai trisula baru Barcelona nantinya.

Namun jika Barcelona ingin membeli penyerang sayap kiri, sebaiknya lupakan Angel Di Maria. Pemain ini sering cedera, dan ada kemungkinan akan menjadi “pemain busuk” di Barcelona. Sudah harga beli dan gajinya tinggi, busuk pula.

Siapa pemain penyerang yang layak dibeli oleh Barcelona setelah Neymar dibuang? Alexis Sanchez adalah seorang petarung di lapangan yang bermain dengan sungguh-sungguh. Tipikal seorang pemenang, dan skill individunya pun tak kalah atau beda jauh dengan Neymar. Sebenarnya ia masih ingin bertahan di Barcelona, tapi karena permainannya sedang menurun pada waktu itu terpaksa dijual ke klub lain.

Musim depan klub Inggris yang miskin prestasi lainnya, yaitu Arsenal tidak ikut Liga Champions. Sanchez pun sudah diisukan ingin hengkang, mungkin ke Bayern Muenchen. Ada baiknya petinggi Barcelona segera mendekatinya untuk melakukan negosiasi. Harga belinya bisa ditekan mengingat sang pemain sendiri pun sudah berniat pergi.

Diperkirakan Ernesto Valverde tidak mengalami kesulitan yang berarti memasukkannya ke dalam skema permainan, juga kecocokan dan keterpaduan Sanchez dengan Messi dan Suarez sebagai trisula maut Barcelona nantinya.

Meskipun demikian, ada baiknya menunggu dengan sabar pemain yang akan dibeli oleh Barcelona setelah Neymar dibuang ke Paris Saint Germain. Tidak ada yang perlu dirisaukan oleh Barcelona, meski Neymar dibuang ke laut sekalipun.

Sumber gambar.


Final Liga Champions: Real Madrid Vs Juventus

Final Liga Champions: Real Madrid Vs Juventus

Adahati.com – Final Liga Champions 2016-17 hampir dipastikan akan terjadi pertarungan antara klub Spanyol dan Italia mengingat leg pertama babak semifinal, Madrid dan Juventus membukukan kemenangan yang berharga.

Kemarin Leg pertama babak semifinal Real Madrid yang bertindak sebagai tuan rumah membantai Atletico Madrid dengan skor akhir 3-0. Christian Ronaldo menciptakan hat-trick lewat golnya menit 10, 73 dan 84. Meski leg kedua nanti Atletico Madrid tuan rumah, sulit bagi Atletico mengulangi kemenangan sensasional Barcelona atas PSG dengan skor 6-1 di babak 16 besar.

Dini hari tadi leg pertama lainnya tuan rumah AS Monaco harus mengakui ketangguhan Juventus dan menyerah kalah 0-2. Higuan menjadi pahlawan bagi si “Nyonya Tua” lewat gol yang diciptakannya menit 29 dan 59. Babak final Liga Champions pun sudah di depan mata mengingat leg kedua nanti akan berlangsung di Stadion Juventus. Keajaiban masih mungkin terjadi di Stadion Vicente Calderón kandang Atletico Madrid, tapi nyaris mustahil akan terjadi di Stadion Juventus di leg kedua nanti.

Real Madrid dan Juventus akan melaju ke babak final Liga Champions 2016-17 yang berlangsung di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni 2017.

Real Madrid tahun lalu tampil sebagai juara setelah di babak final Liga Champions 2015-16 mengalahkan Atletico Madrid lewat adu pinalti dengan skor akhir 5-3 setelah imbang 1-1 di pertandingan babak sebelumnya.

Zidane sukses sebagai pemain dan pelatih yang bisa meraih gelar juara Liga Champions, dan jika ia kembali mengantarkan Madrid tampil sebagai juara musim ini, selain memecahkan rekor tak pernah ada klub yang juara dua kali berturut-turut sejak format baru Liga Champions, namanya pun akan semakin harum saja. Begitu juga dengan Ronaldo, kemungkinan besar ia akan meraih Ballon d’Or untuk ke 5 kalinya sekaligus menyamakan perolehan Lionel Messi.

Juventus pun tentu ingin memenangkan pertandingan itu, mengingat si “Nyonya Tua” ini cukup lama tidak pernah merasakan juara lagi. Terakhir tahun 1996 setelah mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 4-2 lewat adu pinalti (sebelumnya skor akhir imbang 1-1).

Sepuluh tahun Juventus tanpa gelar juara Liga Champions, meski sempat tampil di babak final Liga Champions 2014-15 lalu, tapi kalah lawan Barcelona dengan skor akhir 1-3. Tahun ini kesempatan terbaik bagi Juventus untuk mengalahkan Real Madrid di babak final Liga Champions sekaligus meraih gelar juara. Jika tidak, si “Nyonya Tua” akan terlihat semakin tua saja tanpa gelar juara.

Kemenangan Juventus di babak final Liga Champions musim ini pun ada kemungkinan Ballon d’Or bukan diraih oleh Messi atau Ronaldo, tapi Higuan, dengan catatan ia mencetak gol yang menentukan dan mengantarkan Juventus tampil sebagai juara.

Baik Real Madrid maupun Juventus di babak final Liga Champions musim ini mengejar rekor masing-masing, tapi ada kemungkinan pertandingannya akan berlangsung membosankan. Diperkirakan ke dua kesebelasan akan tampil hati-hati bahkan cenderung menunggu lawan berbuat kesalahan yang berujung gol. Madrid memiliki kelebihan dengan kualitas pemain yang dimilikinya, juga kemampuan mencetak gol, tapi Juventus lebih memiliki keseimbangan dalam menyerang maupun bertahan.

Pertandingan akan berjalan menarik atau tidak membosankan, jika di babak pertama tercipta gol, entah Madrid atau Juventus terlebih dahulu yang mencetaknya. Jika skor imbang 0-0 di babak pertama Final Liga Champions yang berlangsung di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni 2017 nanti, diperkirakan akan kembali terjadi adu pinalti seperti tahun lalu untuk menentukan gelar juara Liga Champions musim ini.

Sumber gambar.


Barcelona Kritis dan Tipis Peluangnya Juara Liga Spanyol

Barcelona Kritis dan Tipis Peluangnya Juara Liga Spanyol

Adahati.com –Barcelona kritis, dan peluangnya menjuarai Laliga pun semakin tipis saja, meski memenangkan pertandingan ke 35 musim kompetisi 2016-17 dini hari tadi.

Bertindak sebagai tamu dalam “derby catalan” melawan Espanyol terlihat pemain Barcelona seperti kehilangan akal untuk menembus pertahanan lawan, bahkan Espanyol cenderung menekan dan bermain agresif. Trio penyerang Barcelona – Messi, Neymar dan Suarez – tidak berkutik, dan babak pertama berakhir imbang 0-0.

Jika pertandingan “derbi catalan” ini berakhir imbang, Barcelona kritis mengingat hanya tinggal sisa tiga pertandingan lagi, sementara musuh bebuyutannya Real Madrid semakin besar peluangnya menjuarai Laliga musim ini. Tidak ada kata lain selain memenangkan “derby  catalan” demi menjaga peluang Barcelona sekaligus terus menempel ketat Real Madrid di puncak klasemen.

Di babak kedua permainan Barcelona mulai berkembang dan menekan lawannya. Pertandingan baru berjalan sekitar 5 menit, Luis Suarez berhasil memanfaatkan kesalahan lawan yang melakukan back pass. Bola pun berhasil dicurinya, kemudian dengan mudah menceploskannya ke gawang lawan.

Skor sementara 0-1 sekaligus  menaikkan mental para pemain Barcelona.

Menit 76, solo run Lionel Messi dari lapangan tengah mengacaukan konsenstrasi lini pertahanan lawan. Suarez bergerak ke arah kanan mencari tempat untuk menerima bola, tapi Messi dengan cerdik mengumpan bola ke kiri dan di sana ada Rakitic yang sekali sentuh dengan kaki kirinya memperdaya kiper lawan yang mati langkah. Bola pun bergulir mulus ke pojok kiri gawang Espanyol.

Unggul dua gol tidak membuat Barcelona mengendurkan serangannya, alhasil menit 87 kembali Suarez mencetak gol, memanfaatkan kesalahan pemain belakang lawan yang hendak membuang bola, tapi bolanya justru jatuh ke kaki Suarez yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Skor akhir 0-3 untuk kemenangan Barcelona.

Meski menang, Barcelona kritis dan semakin tipis peluangnya juara Liga Spanyol mengingat sebelumnya Real Madrid yang menjamu Valencia berhasil memetik tiga poin berkat kemenangan 2-1 yang diperolehnya. Ronaldo membuka gol menit 27 lewat sundulan kepalanya setelah menerima umpan lambung dari sisi kanan yang dilepas oleh Dani Carvajal. Babak pertama pun Madrid unggul 1-0.

Namun di babak kedua tendangan bebas pemain Valencia Dani Parejo menit 82 menjebol gawang Real Madrid dan menyamakan kedudukkan menjadi imbang 1-1. Hanya sekitar 8 menit lagi sisa pertandingan, hasil imbang akan merugikan Real Madrid, tapi tak lama kemudian menit 86 Marcelo berhasil membobol gawang lawan, dan skor 2-1 ini pun bertahan hingga wasit meniup peluit terakhirnya.

Kemenangan 2-1 Madrid atas Valencia menaikkan posisinya ke peringkat pertama klasemen, tapi kemenangan 3-0 Barcelona di “derby catalan” kembali melorotkan posisinya dengan menyisakan satu pertadingan lebih dibanding Barcelona.

Berikut lawan-lawan yang akan dihadapi oleh kedua musuh bebuyutan ini di sisa pertandingan kompetisi Liga Spanyol musim 2016-17:

Barcelona Vs: Villareal (K, 6/5/17), Las Palmas (T, 14/5/17), dan Eibar (K, 21/5/17).

Real Madrid Vs: Granada (T, 7/5/17), Sevilla (K, 14/5/17), Malaga (21/5/17) dan satu laga Tandang tunda melawan Celta de Vigo yang belum ditentukan jadwalnya.

Terlihat posisi Barcelona kritis. Seandainya pun Barcelona memenangkan semua pertandingan sisa, juara Laliga diraihnya jika Madrid kehilangan tiga poin, entah kalah satu kali atau imbang tiga kali di pertandingan sisanya.

Mengingat lawan berat Madrid hanya Sevilla, dan itu pun pertandingan kandang, jelas posisi Barcelona kritis dan tipis peluangnya juara Laliga musim ini.

Sumber gambar.


Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Adahati.com – Barcelona tersingkir dari Liga Champions usai leg kedua babak perempatfinal Liga Champions 2016-17 melawan Juventus dini hari tadi.

Pertandingan antara Barcelona dan Juventus tadi kurang menarik, karena kedua kesebelasan tidak mampu mencetak satu gol pun alias impoten, padahal bertaburan pemain bintang yang dibeli mahal dan digaji tinggi.

Skor akhir imbang 0-0 ini pun otomatis Barcelona tersingkir dari Liga Champions, sebab pada leg pertama kalah 0-3.

Namun herannya, meski impoten, para pemain Juventus terlihat gembira usai pertandingan, sedangkan pemain Barca terlihat sedih, tapi hal ini sesuatu yang wajar karena mereka tahu impoten, baik di leg pertama maupun leg kedua tak mampu mencetak satu gol pun.

Juventus bermain bertahan dan sekali-kali menyerang sudah diperkirakan sebelumnya. Sistim “pertahanan impoten”, atau catennacio, memang cenderung melahirkan pemain-pemain impoten. Di leg pertama pun pemain Juventus bisa subur atau mencetak tiga gol bukan karena macho atau jantan, tapi cenderung karena lini pertahanan Barcelona terbuka sehingga pemain Juventus pun mudah menjebol gawang mereka.

Wasit yang memimpin pertandingan leg kedua antara Barcelona dan Juventus secara keseluruhan bagus, meski ada keputusannya yang merugikan Barcelona tapi tidak terlalu signifikan mengubah hasil akhir pertandingan. Dengan demikian tidak benar sinyalemen yang mengatakan wasit cenderung menguntungkan klub-klub Spanyol seperti pernah dibahas sebelumnya di sini.

Bagusnya kepemimpinan wasit tadi, apakah artinya FIFA malu setelah menerima kritikan? Makanya wasit diinstruksikan tidak berpihak kepada tim tuan rumah? Atau sinyalemen wasit cenderung menguntungkan klub-klub Spanyol hanya berlaku untuk Madrid saja? Pertanyaan-pertanyaan di atas tadi mungkin saja diajukan oleh sebagian pihak, tapi saat ini kenyataan yang ada Barcelona tersingkir dari Liga Champions.

Kalah ya kalah, ke depannya nanti perbaiki penampilan yang buruk tadi, atau pergi ke dokter yang ahli menangani masalah yang ada. Mengapa Barcelona bisa impoten begini, baik di kandang lawan maupun di kandang sendiri?

Kemungkinan besar dokter akan menyarankan supaya beberapa pemain Barcelona dijual saja. Saat kalah 0-3 di leg pertama di kandang Juventus, Rio Ferdinand mengatakan ada 5-6 pemain yang tak pantas menggunakan seragam Barcelona. Terlalu kejam penilaiannya, tapi kalau 3-4 pemain yang layak dijual ada benarnya. Javier Mascherano, Iniesta, Rakitic, dan Sergi Roberto lebih baik dijual mumpung masih ada klub lain yang mau membelinya.

Mascherano sudah tua, dan lambat menutupi pergerakan pemain lawan sehingga lawan bisa mencetak gol. Iniesta pun sudah tua dan lambat, tapi nilai jualnya masih tinggi. Rakitic tidak jelas kontribusinya, begitu juga Sergi Roberto yang bermain sebagai bek kanan, tapi dipindahkan ke tengah pun tidak terlalu berarti.

Sebaiknya lihat saja nanti, tapi saat ini Barcelona sudah tersingkir dari Liga Champions 2016-17 yang harus diterima dengan lapang dada.

Sumber gambar.


Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Manchester United Gagal ke Liga Champions?

Adahati.com – Liga Inggris musim kompetisi 2016-17 masih sulit diperkirakan siapa yang akan keluar sebagai juara, setelah Chelsea dikalahkan oleh Manchester United di pekan 33. Memang kekalahan 0-2 Chelsea atas Manchester United tadi tidak mengubah pimpinan sementara klasemen, namun kemenangan telak 4-0 Spurs atas tamunya, Bornemouth menyebabkan persaingan antara Chelsea dan Spurs menuju tangga juara semakin ketat saja, dan masih ada 6 pertandingan yang tersisa.

goal.com

Manchester United mengalahkan Chelsea dengan skor akhir 2-0, tapi bagaimana peluangnya ke Liga Champions? Nyaris tertutup, meski Manchester United masih memiliki 7 pertandingan sisa, karena lawan-lawan yang akan dihadapinya tidak ringan. Meski Mou telah berpikir keras mengatur strategi dan taktik, tapi tetap saja Manchester United gagal ke Liga Champions musim depan?

Berikut ini perkiraan hasil perolehan poin Manchester United di sisa 7 pertandingan tadi:

Burnley Vs Manchester United:

Kemenangan 2-0 atas Chelsea jelas mengangkat moral dan semangat para pemain Manchester United. Meski  tampil sebagai tim tamu, kemenangan akan diraih oleh klub asuhan Jose Mourinho ini.

Manchester City Vs Manchester United:

Pertandingan derbi ini akan berlangsung keras karena kedua tim membutuhkan tiga poin untuk berada atau mempertahankan posisi 4 besar. Namun kembali Mou dan Manchester United gagal mengalahkan strategi dan taktik Pep Guardiola. Beruntung jika hasil akhir pertandingan ini imbang, tapi cenderung Manchester United ke laut atau menelan kekalahan yang cukup menyakitkan.

Manchester United Vs Swansea City:

Kekalahan yang menyakitkan atas Manchester City tadi membuat pemain-pemain Manchester United berusaha membantai lawannya Swansea City di pertandingan berikutnya, tapi tidak semudah yang diperkirakan. Meskipun demikian, kecil kemungkinannya Manchester United gagal meraih 3 poin penting di pertandingan ini.

Arsenal Vs Manchester United:

Kembali terjadi pertandingan yang keras. Mungkin akan ada ketegangan dan sedikit keributan pada pertandingan antara Arsenal dan Manchester United ini. Tapi kali ini Arsenal beruntung bisa mengalahkan Manchester United, dan Arsene Wenger pun tersenyum, sementara Mou terlihat cemberut setelah pertandingan usai.

Tottenham Hotspurs Vs Manchester United:

Malang nian nasib Mou dan Manchester United, kembali berhadapan dengan tim keras lainnya yang sedang berusaha mengejar gelar Juara Liga Inggris. Mental pemainnya pun sedang merosot, makanya Spurs akan memenangkan pertandingan ini, meski tidak mudah kemenangan itu diraihnya.

Dua pertandingan sisanya, yaitu melawan Southampton berakhir imbang, sedangkan menghadapi Crystal Palace dimenangkan oleh Manchester United, meski harus tunggang langgang terlebih dahulu.

goal.com

Dengan demikian dari 7 pertandingan sisa, Manchester United hanya menambah 10 poin, atau total poin yang dikumpulkannya hingga akhir musim kompetisi 70 poin saja. Meski hasil pertandingan tadi ada yang meleset, tapi dibolak-balik pun tetap tidak lebih dari 70 poin, atau dengan kata lain Manchester United gagal untuk tampil di Liga Champions musim depan. Benarkah akan terjadi seperti itu?

Demikian juga Arsenal mengalami nasib yang sama, gagal tampil di Liga Champions.

Ada baiknya Wenger dan Mourinho saling berpelukan sambil curhat satu sama lainnya meratapi kegagalan tampil di Liga Champions yang cukup menyedihkan ini.

Ada prediksi lain yang lebih mantap sebenarnya, yaitu selama Arsenal dilatih Arsene Wenger dan Manchester United dilatih Jose Mourinho, ke dua klub ini tidak akan pernah tampil sebagai juara Liga Inggris lagi.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Real Madrid Seharusnya Sudah Tersingkir

Real Madrid Seharusnya Sudah Tersingkir

Real Madrid Seharusnya Sudah Tersingkir

Adahati.com – Pertandingan antara Real Madrid dan Bayern Muenchen di babak perempatfinal atau babak 8 besar Liga Champions musim 2016-17 leg kedua baru saja berakhir. Sebelumnya pada leg pertama yang berlangsung di kandang Muenchen tak disangka Madrid mampu meraih kemenangan dengan skor akhir 2-1. Wajar apabila optimis tinggi melingkupi para pemain Madrid dan pelatihnya, Zinadine Zidane.

Riuh rendah sorak sorai penonton membahana di Stadion Santiago Bernabeau, semangat bertarung pemain Real Madrid pun tinggi, tapi bukan Bayern Muenchen namanya kalau mental pemainnya jatuh. Dari dulu pun sudah terkenal mental baja para pemain Muenchen ini – dan pemain timnas Jerman umumnya – menghadapi kesebelasan mana pun, entah bertindak selaku tuan rumah maupun tamu.

Kekalahan 1-2 di leg pertama tadi memicu pemain Muenchen menyerang dan secepatnya mencetak gol, minimal dua gol seperti yang dilakukan Madrid di kandangnya. Namun hingga babak pertama berakhir skor masih imbang 0-0. Babak kedua baru berjalan sekitar 6 menit, pemain Madrid Casemiro melakukan pelanggaran di dalam kotak pinalti terhadap Arjen Robben, dan wasit pun menunjuk titik putih.  Lewandowski sukses melakukan eksekusi pinalti, dan Muenchen pun unggul 1-0.

Pemain Real Madrid mulai ketar-ketir, sebab Muenchen lolos ke babak berikutnya jika mampu mencetak satu gol lagi dan skor akhir 2-0. Tapi Ronaldo membuat gemuruh Stadion Santiago Bernabeau setelah ia sukses menyamakan kedudukan 1-1 lewat sundulan kepalanya menit 76. Tapi sekali lagi para pemain Muenchen memiliki mental baja dan tidak terpengaruh. Pendukung Madrid pun terdiam karena Sergio Ramos mencetak gol bunuh diri menit 77 sehingga skor kembali berubah menjadi1-2.

Mental pemain Real Madrid pun goyah, sementara pemain Muenchen semakin semangat untuk mencetak satu gol lagi yang membuat mereka lolos ke babak semifinal. Sepertinya tinggal menunggu waktu saja Muenchen akan mencetak gol ketiga dan Madrid pun tersingkir, tapi keluarlah keputusan wasit yang kontroversial, yaitu memberikan kartu kuning kedua kepada Arturo Vidal, padahal dalam tayangan lambat kaki Vidal terlebih dahulu menyentuh bola saat menghadang laju pemain Madrid. Meski diprotes oleh pemain Muenchen, wasit tetap pada keputusan kontroversialnya tadi.

Dengan 10 pemain Muenchen masih berhasil mempertahankan kemenangannya, sehingga dilanjutkan dengan babak tambahan 2×15 menit karena agregat gol 3-3. Selanjutnya pertandingan pun kurang menarik lagi, dan Real Madrid pun mencetak 3 gol di babak tambahan tadi. Ronaldo mencetak 2 gol (menit 104 dan 109) serta Marco Asensio satu gol menit 112. Bayern Muenchen pun tersingkir dari Liga Champions.

Seharusnya Real Madrid yang tersingkir, jika tidak ada keputusan wasit yang kontroversial. Wasit telah membantu Madrid lolos dari lubang jarum. Entah ada apa di balik semua ini. Mengapa klub-klub Spanyol cenderung diuntungkan oleh wasit?

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Pep Guardiola pun Frustrasi Setelah Manchester City Kalah

Pep Guardiola pun Frustrasi Setelah Manchester City Kalah

Adahati.com – Pep Guardiola pun frustrasi setelah pada pekan 19 kompetisi Liga Inggris, Liverpool mengalahkan Manchester City di Stadion Anfield dengan skor akhir 1-0. Satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan dini hari tadi (1/1/2017) terjadi di menit 8 babak pertama lewat sundulan kepala yang indah dari G Wijnaldun.

Kekalahan 0-1 tadi membuat posisi City berada di peringkat 3 dan tertinggal 10 poin dari pimpinan klasemen sementara Liga Inggris, yaitu Chelsea.

Kompetisi Liga Inggris musim 2016-17 masih separuh perjalanan atau masih ada19 pertandingan lagi dengan 57 poin yang bisa dikumpulkan, tapi Pep Guardiola pun frustrasi dan menolak untuk membicarakan tentang gelar juara Liga Inggris. “Jangan membicarakan target untuk menjuarai Liga Primer dan hal-hal sejenisnya,” begitu katanya seperti diberitakan oleh goal.com.

Meski Pep Guardiola pun frustrasi dan terkesan tidak peduli lagi dengan gelar juara Liga Inggris musim ini, namun ia pun berharap anak-anak asuhnya tetap fokus pada pertandingan pertandingan selanjutnya, seolah-olah pada pertandingan sebelumnya City tidak fokus yang berakibat sudah empat kali menelan kekalahan hingga saat ini.

Sementara pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tersenyum lebar menyambut kemenangan 1-0 yang berharga atas Manchester City tadi, meski menurutnya performa Liverpool secara keseluruhan pada pertandingan “big match” tersebut kurang meyakinkan atau tidak seperti yang ia harapkan. Namun pujian diberikannya untuk lini pertahanan Liverpool yang menurutnya bermain apik pada pertandingan itu.

Lini pertahanan Liverpool bermain apik, sementara serangan serangan yang dibangun oleh City terkesan memble atau tidak membahayakan, maka wajarlah hanya satu gol yang tercipta sepanjang 2×45 menit, dan Pep Guardiola pun frustrasi.

Jika di penghujung kompetisi Liga Inggris nanti terbukti City gagal juara Liga Inggris musim kompetisi 2016-17, Pep seharusnya tak perlu frustrasi. Saat pertama kali ia melatih Barcelona dan Bayern Muenchen, ia memang langsung tancap gas dan memenangkan gelar juara, mengingat kompetisi di Liga Spanyol dan Liga Jerman tidak sekeras Liga Inggris. Di sana hanya satu klub saja (Real Madrid dan Borussia Dortmund) pesaing terberatnya, namun di Liga Inggris ada 4-5 klub yang masih berpeluang juara hingga beberapa pertandingan terakhir.

Pada musim Liga Inggris berikutnya mungkin Pep Guardiola baru bisa beradaptasi dengan Liga Inggris, kemudian menjual dan membeli sejumlah pemain yang tepat sesuai skema yang ia inginkan setelah tahu kekuatan dan kelemahan para kompetitor Manchester City di musim ini. Jika musim berikutnya masih juga gagal, tidak ada salahnya Pep pulang kampung saja untuk kembali melatih Barcelona.

Sumber gambar.


Siapa Pelatih Barcelona Berikutnya Setelah Luis Enrique?

Siapa Pelatih Barcelona Berikutnya Setelah Luis Enrique?

Adahati.com – Pelatih Barcelona saat ini, Luis Enrique akan habis kontraknya tahun depan, dan ada kemungkinan tidak akan diperpanjang lagi, tapi bukan karena alasan manajemen Barcelona kecewa musuh bebuyutannya Real Madrid sampai saat ini masih menduduki singasana klasemen sementara Laliga dengan keunggulan 3 poin atas Barcelona dan juga masih menyisakan satu pertandingan lebih.

Alasan lainnya pun bukan karena pelatih Barcelona ini kecewa dengan adanya rencana manajemen akan menjual Arda Turam ke klub Tiongkok, Guangzhou Evergrandre yang dikabarkan tengah menyusun rencana untuk mendatangkan Arda Turam dengan mahar yang cukup fantastis, yaitu sebesar €50 juta.

Hubungan antara Luis Enrique dan manajemen Barcelona saat ini masih baik-baik saja, namun diperkirakan Barcelona ingin melakukan penyegaran, sedangkan Luis Enrique ingin mencari tantangan baru di klub lain.

Siapa pelatih Barcelona berikutnya setelah Luis Enrique pergi? Nama Jorge Sampaoli pelatih Sevilla saat ini masuk sebagai nominator teratas karena dinilai memiliki filosofi yang sesuai dengan permainan Barcelona, selain mental juara Sampaoli, pelatih yang pernah mengantarkan timnas Chile meraih gelar juara Copa America.

Legenda sepakbola Barcelona yang turut mengantarkan klub yang berslogan “Mes que Un Club” meraih gelar juara Liga Champion untuk pertama kalinya (1992), Roenald Koeman pun masuk dalam nominasi pelatih Barcelona berikutnya.

Koeman saat ini masih menjadi pelatih Everton, tapi diperkirakan ia tidak akan menolak apabila manajemen Barcelona menawarkan kursi pelatih untuknya. Kinerja Koeman sebagai pelatih di klub-klub Liga Inggris pun tidak mengecewakan, dan ia pun termasuk seorang legenda, tidak tertutup kemungkinan pelatih Barcelona berikutnya setelah Luis Enrique akan diberikan kepadanya.

Sementara itu ke mana perginya Luis Enrique? Diperkirakan ia akan bertemu sahabat lamanya, Pep Guardiola di Liga Inggris. Arsenal layak mempertimbangkan untuk merekrutnya sebagai pelatih. Selain filosofi bermain sepakbolanya senada dengan Arsenal, Arsene Wenger pun sudah terlalu lama menjadi pelatih, apalagi jika musim ini ia kembali gagal membawa Arsenal tampil sebagai juara Liga Inggris. Peluang Luis Enrique pun cukup besar untuk menjadi pelatih Arsenal musim depan.

Demikianlah info berita, perkiraan dan prediksi sepakbola dunia saat ini.

Sumber gambar, dan sumber berita: goal.com.


Timnas Indonesia Gagal, tapi Masih Dapat Bonus?

Timnas Indonesia Gagal, tapi Masih Dapat Bonus?

Adahati.com – Timnas Indonesia gagal meraih gelar juara Piala AFF 2016. Menang 2-1 di leg pertama melawan Thailand, tapi kekalahan 0-2 di leg kedua memupuskan asa yang sempat membumbung tinggi. Timnas Indonesia pun pulang dengan tangan hampa.

Namun kurang tepat sebenarnya apabila dikatakan pulang dengan tangan hampa. Hal ini mengacu pada pernyataan Menpora Imam Nahrawi.

Sebelum berlaga pada leg kedua, Presiden Jokowi mengatakan akan memberikan bonus sebesar Rp 12 miliar dengan harapan Timnas meraih gelar juara, tapi pada kenyataannya Timnas gagal mewujudkannya.

Apakah bonus tadi hilang dengan sendirinya atau Timnas pulang dengan tangan hampa? Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi masih tetap ada bonus, meski belum jelas berapa jumlah atau besar bonusnya.

“Tetap ada apresiasi dari pemerintah, tetapi jumlahnya akan dibicarakan lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan. Kami sudah melengkapi semua persyaratan administrasi,” kata Menpora Imam Nahrawi di sini.

Dari pernyataan Presiden Jokowi dan Menpora Imam Nahrawi di atas tadi, setidak-tidaknya ada 3 (tiga) hal yang cukup menarik, yaitu:

Pertama, pemerintah tidak memperkirakan kemungkinan Timnas Indonesia gagal. Makanya Presiden Jokowi hanya menyebut bonus Rp 12 miliar dengan harapan Timnas Indonesia sukses menjuarai Piala AFF 2016.

Kedua, tidak dimasukkannya kemungkinan Timnas Indonesia gagal bisa dilihat dari besaran bonus yang masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan seperti dikatakan oleh Menpora tadi

Ketiga, pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan bonus, sekalipun Timnas Indonesia gagal, tapi sengaja tidak disebut oleh Presiden Jokowi guna memicu semangat Timnas meraih gelar juara. Tidak tertutup kemungkinan pernyataan Menpora tadi sekadar basa-basi saja. Sebenarnya sudah ada jumlah atau besar bonusnya, tapi baru akan diungkap oleh Menpora beberapa hari kemudian.

Entah mana yang benar, tapi bonus untuk Timnas Indonesia sudah sewajarnya diberikan, terlepas Timnas berhasil atau gagal meraih gelar juara Piala AFF 2016.

Menpora memang belum mengatakannya, tapi diperkirakan jumlah atau besarnya bonus bagi Timnas Indonesia sekitar 25-50% dari Rp 12 miliar.

Hanya perkiraan saja. Kemungkinan salahnya masih tetap ada.

Berapa sebenarnya jumlah bonus bagi Timnas Indonesia?

Sumber gambar. 


Timnas Indonesia Terkapar di Thailand, Pecat Alfred Riedl?

Timnas Indonesia Terkapar di Thailand, Pecat Alfred Riedl?

adahati.com – Timnas Indonesia terkapar di leg kedua babak final Piala AFF 2016 setelah dikalahkan Thailand 0-2 kemarin (17/12/2016). Sebelumnya sempat ada harapan yang tinggi setelah Timnas sukses menjungkalkan Thailand 2-1 di leg pertama.

Sila baca ulasannya di sini – Babak Final Piala AFF: Pelatih Thailand Gugup -.

Kemenangan 2-1 di leg pertama menjadi sia-sia setelah Timnas kalah 0-2 di leg kedua, dan kegagalan meraih gelar juara ini sudah lima kali. Prihatin? Sebelum prihatin, elus dada atau menangis guling-guling di ubin, ada baiknya mendengar komentar beberapa politikus terkait kekalahan Timnas di leg kedua ini.

Anies Baswedan menyempatkan diri pergi ke Thailand untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Djarot dan Agus pun memberikan komentarnya terkait kegagalan Timnas Indonesia meraih gelar juara. Apakah perlu ditulis komentar mereka di sini? Tidak perlu. Tanpa membaca media pun sudah bisa ditebak atau diperkirakan komentarnya cenderung perbaba!

Perbaba (pernyataan basa-basi) dianggap sudah menjadi kebiasaan para politikus, pejabat dan tokoh-tokoh lainnya. Belum ada komentar Ahok, juga Sandiaga Uno dan Sylvi. Namun seandainya pun nanti ada bisa diperkirakan cenderung perbaba!

Contoh perbaba, Timnas sudah berjuang mati-matian, hargailah perjuangannya, masih ada hari esok yang gilang gemilang, jangan putus asa, berbenah diri lebih baik lagi, kita akan adakan evaluasi, sayang ya Timnas kalah, dan seterusnya.

Basi memang, dan kebasa-basian itu pun sudah menjalar hingga ke komentator televisi. Entah berapa kali para komentator mengucapkan kata dukungan dari seluruh penonton, semoga begini, semoga begitu, tapi akhirnya Timnas kalah lagi, kalah lagi. Capek? Sebenarnya ada kata yang sederhana untuk mengomentari kekalahan dan kegagalan Timnas Indonesia, yaitu kalah ya kalah! Gagal ya gagal!

Gak usah banyak cincong atau perbaba yang menyebalkan…itu!

Pecat Alfred Riedl karena Timnas gagal juara? Perlu ‘kambing hitam’ untuk menutupi kegagalan. Sebelum pecat Alfred Riedl sebaiknya simak berita ini. Beberapa saat menjelang leg kedua berakhir, Abduh Lestaluhu diusir dari lapangan karena menendang bola ke arah pemain Thailand yang berkumpul di bangku cadangan.

“Apa yang saya lihat bahwa dia membuat kesalahan. Ada pemain (Thailand) yang tidak memberikan bola padanya. Pemain itu di dekatnya, jadi dia sedikit marah dan melakukan reaksi yang salah hingga berbuah kartu merah,” ucap Riedl.

Jelas ada pembelaan atau ia tidak ingin menyalahkan sepenuhnya atas reaksi dari pemain Timnas tadi. Sebuah sikap seorang pelatih yang baik sudah ditunjukkannya. Pembelaan terhadap anak asuhnya pun tidak membabibuta. Tapi secara langsung atau tidak langsung Riedl ingin mengatakan jangan salahkan pemain!

Jangan salahkan pemain atas kegagalan meraih gelar juara Piala AFF 2016. Jangan salahkan dan pecat Alfred Riedl, apalagi menyalahkan pendukung Timnas Indonesia.

Siapa yang mesti disalahkan? Cari sendiri sana. Atau salahkan kualitas pemain Timnas Thailand yang setengah tingkat di atas pemain Timnas Indonesia?

Sumber gambar,dan sumber berita: detik.com.


Bintang Film Porno Ini Sebaiknya Tak Perlu Banyak Bicara

Bintang Film Porno Ini Sebaiknya Tak Perlu Banyak Bicara

Adahati.com – Timnas Indonesia butuh dukungan bintang film porno? Empat kali Timnas Indonesia gagal di babak final, dan kali ini harapan masyarakat pecinta sepakbola tanah air pun tumbuh kembali setelah Timnas berhasil mencapai babak final.

Leg pertama harus dimenangkan oleh Timnas Indonesia. Imbang, apalagi kalah akan menjauhkan peluangnya untuk meraih gelar juara Piala AFF 2016.

Penonton adalah ‘pemain ke 12’ bukan istilah baru di dunia sepakbola. Menurut berita yang dirilis oleh liputan6.com, ribuan pendukung sudah antri sejak pukul 02.00 WIB. Markas Garnisun hanya menjual 10.000 tiket kategori III. Mereka berharap dengan antri sejak pagi buta tadi bisa mendapatkan tiket untuk menyaksikan dan mendukung tim kesayangannya bertanding.

Hal yang cukup menarik lainnya adalah tertibnya ribuan penonton yang antri tadi. Pemain Timnas Indonesia harus menghargai antusias dan tertibnya para pendukungnya ini. Bentuk penghargaannya antara lain bermain ngotot, harus menang, dan pasti bisa menang! Bukan hal yang mustahil kemenangan itu akan diraih, mengingat Timnas Indonesia memiliki beberapa keunggulan seperti pernah ditulis sebelumnya di sini – Babak Final Piala AFF: Pelatih Thailand Gugup -.

Kemenangan di leg pertama babak final akan menjatuhkan mental pemain Thailand, setidak-tidaknya menjadi beban pikiran mereka saat menjadi tuan rumah di leg kedua nanti. Maka dari itu, dukungan penonton di Stadion Pakansari bisa menghasilkan hal yang positif berupa kemenangan bagi Timnas Indonesia.

Cukup dukungan penonton di stadion Pakansari, tidak perlu dukungan bintang film porno asal Norwegia yang bernama Vicky Vette. Dari berita yang ada, bintang film porno Vicky Vette sangat mendukung Timnas karena dua alasan. Pertama, ia memiliki penggemar di sini, sedangkan alasan kedua, kagum dengan jersey Timnas Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan bintang film porno ini sekadar cari sensasi saja.

Kata ‘porno’ pun cenderung ‘hanya bawa sial’ saja. Lebih baik diam atau tak usah ada dukungan dari bintang film porno, meski bintang film porno luar negeri sekalipun.

Timnas Indonesia pun harus menghindari ‘bermain porno’ di babak final nanti. Mungkin saja karena terlalu bernafsu mengejar kemenangan, pemain Timnas terpicu ‘bermain porno’, atau bermain jorok dan kasar serta melakukan pelanggaran yang tidak perlu di dalam kotak pinalti, misalnya. Wasit akan menunjuk titik putih dan Thailand pun berpeluang besar menciptakan gol di kandang lawan.

Timnas Indonesia harus mewaspadai hal ini, dan berusaha untuk menghindari ‘bermain porno’ di babak final Piala AFF leg pertama nanti.

Bravo Timnas Indonesia, pasti menang!

Sumber gambar. 


Babak Final Piala AFF 2016: Pelatih Thailand Gugup

Babak Final Piala AFF 2016: Pelatih Thailand Gugup

Adahati.com – Babak final Piala AFF 2016 leg pertama akan berlangsung di Stadion Pakansari. Hal ini jelas sebuah keuntungan bagi Timnas Indonesia untuk meraih kemenangan, dan modal yang berarti untuk meraih gelar juara setelah empat kali gagal di babak final.

Memang Thailand akan menjadi tuan rumah pada leg kedua nanti, tapi setidak-tidaknya secara psikologis akan terganggu jika Timnas mampu meraih kemenangan di leg pertama yang akan digelar hari Rabu, 14 Desember 2016.

Timnas Indonesia maju ke babak final Piala AFF 2016 setelah di babak semifinal mengalahkan Vietnam 2-1 di leg pertama dan bermain imbang 2-2 saat bertandang ke kandang Vietnam. Sementara Thailand sukses menjungkalkan Myanmar dengan agregat 6 gol (2-0 dan 4-0). Apapun hasil pertandingan di babak sebelumnya, termasuk kekalahan Timnas 2-4 atas Thailand, bukan menjadi tolak ukur yang meyakinkan mengingat nuansa babak final yang berbeda.

Thailand memang tim yang paling produktif mencetak gol selama turnamen Piala AFF 2016, dan Timnas Indonesia harus mewaspadai hal ini. Namun bukan berarti Timnas bermain bertahan atau pasrah diserang terus seperti halnya leg kedua babak semifinal saat menghadapi Vietnam. Jika Thailand mendominasi pertandingan di babak final Piala AFF 2016 leg pertama nanti, dan Timnas Indonesia cenderung bermain bertahan, jangan harap gelar juara bisa diraih.

Selaku tuan rumah yang didukung puluhan ribu penonton yang diperkirakan akan terus meneror pemain Thailand sepanjang pertandingan bisa menimbulkan kegugupan bagi tim tamu nantinya. Bukan pemain Thailand saja yang gugup, pelatih Thailand Kiatisuk Senamuang pun sudah mengakui dirinya gugup terkait dukungan fanatik penonton di Stadion Pakansari, Cibinong.

“Pertandingan ini tentu akan sulit karena Indonesia akan kuat di kandang, tak berbeda dengan Vietnam atau Myanmar. Alasannya karena fans ada di belakang para pemain,” kata pelatih Thailand Kiatisuk Senamuang.

Mungkin saja pernyataan kegugupan pelatih Thailand tadi sekadar basa-basi, atau sebuah taktik supaya Timnas Indonesia terlena, tapi rasanya kegugupan Kiatisuk Senamuang ada benarnya, karena Timnas Indonesia memiliki potensi besar meraih kemenangan, mengingat:

Pertama, faktor rumah. Pemain Timnas yang didukung puluhan ribu penonton fanatiknya tentu tidak akan menyiakan kesempatan yang berharga ini, juga terpicu untuk mengeluarkan segenap kemampuannya, apalagi kemungkinan besar Presiden Jokowi akan menyaksikan secara langsung pertandingan tersebut.

Kedua, pemain Timnas Indonesia memiliki kemampuan mencetak gol lewat bola-bola atas dan perlu dilakukan sesering mungkin umpan-umpan silang maut di depan mulut gawang Thailand. Tidak tertutup kemungkinan gol Timnas Indonesia berasal dari sebuah sundulan kepala yang mengoyak gawang Thailand.

Ketiga, sebenarnya ada beberapa pemain Timnas yang memiliki kemampuan menembak bola dari luar kotak pinalti, atau tembakan jarak jauh, tapi sayangnya pemain Timnas masih kurang tenang mengendalikan diri, termasuk masih bermasalah penyelesaian akhirnya. Boaz Salossa memiliki skill individu yang tinggi, dan diharapkan nantinya mampu mengganggu lini pertahanan Thailand serta tembakan jarak jauh dari pemain Timnas lainnya bisa menghasilkan sebuah gol.

Dua gol yang dicetak pemain Timnas Indonesia di babak final Piala AFF 2016 leg pertama diperkirakan akan terjadi lewat sundulan kepala dan tendangan jarak jauh, namun bukan berarti kemenangan akan mudah diraih mengingat Thailand selama turnamen ini berlangsung adalah tim yang paling produktif mencetak gol.

Mungkin saja gol balasan atau gol cepat Thailand akan tercipta nantinya. Maka dari itu, lini pertahanan Timnas Indonesia mesti mewaspadainya. Lengah sedikit saja bisa mendatangkan mimpi buruk, dan kekalahan di leg pertama akan memupuskan harapan Timnas Indonesia untuk meraih gelar juara.

Memang cukup sulit bagi Timnas Indonesia memenangkan pertandingan dengan selisih dua gol atas Thailand, tapi kemenangan 1-0 atau 2-1 di babak final Piala AFF 2016 leg pertama nanti sudah merupakan hasil yang bagus dan modal yang berarti, dan Timnas Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan kemenangan itu.

Sumber gambar, dan sumber berita: liputan6.com.


El Clasico: Kasihan Sekali, Real Madrid Tumbang?

El Clasico: Kasihan Sekali, Real Madrid Tumbang?

Adahati.com – Real Madrid tumbang di Stadion Nou Camp, kandang Barcelona? Hari ini Sabtu, 3 Desember 2016 malam nanti akan terjadi El Clasico yang merupakan pertarungan yang seru, tegang dan mencekam antara dua klub rival abadi di Liga Spanyol.

Hingga pekan 13, Real Madrid belum terkalahkan dan memimpin klasemen sementara berkat 10 kali kemenangan dan tiga kali hasil imbang, atau Madrid berhasil mengumpulkan 33 poin. Sementara Barcelona tertinggal 6 poin di belakangnya dengan 27 poin (delapan kali menang, tiga kali seri dan dua kali kalah).

Tidak sedikit pengamat sepakbola yang mengatakan El Clasico nanti malam akan berlangsung ketat atau sulit ditebak hasil akhirnya. Pelatih Madrid, Zinadine Zidane pun mengatakan peluang kedua kesebelasan sama kuat, fifty-fifty.

“Bagi saya, tak ada yang difavoritkan dalam laga nanti, peluangnya 50-50. Kami sudah mempelajari penampilan Barcelona dan mereka nyaris tanpa titik kelemahan. Mereka adalah tim yang sangat kuat dan kami meyakini akan menghadapi laga sulit melawan tim yang tangguh,” kata Zidane.

Terlepas pernyataan Zidane di atas tadi sekadar basa-basi menjelang pertandingan atau bukan, tapi Barcelona masih tetap sulit dikalahkan di kandangnya sendiri, meski musim sebelumnya Madrid sempat menoreh kemenangan 2-1.

Pernyataan pelatih Barcelona, Luis Enrique pun cenderung basi-basi. Menurutnya, apapun hasil pertandingan nanti, ia tidak yakin sebagai laga penentu gelar Laliga. Alasannya, ini baru pertandingan ke 14.

Boleh saja Luis Enrique mengatakannya seperti itu, tapi ia pasti tahu, kekalahan bukan sekadar semakin banyak poin yang tertinggal, tapi mental pemain Barcelona bisa jatuh dalam melakoni pertandingan-pertandingan berikutnya. Maka dari itu, kemenangan adalah harga mati bagi Barcelona.

Motivasi, merupakan faktor penentu kemenangan Barcelona yang membuat Real Madrid tumbang untuk pertama kalinya. Cederanya Gareth Bale – pemain yang lebih berbahaya dibanding Ronaldo – dan Alvaro Morata jelas mengurangi kekuatan lini penyerang Madrid, sementara Barcelona dikhabarkan bisa memainkan gelandang kreatif Andreas Iniesta yang sebelumnya diberitakan mengalami cedera.

Motivasi yang besar agar Real Madrid tumbang pun dikatakan oleh Javier Mascherano, dan menurutnya Messi akan tampil bergairah pada pertandingan nanti.

Berapa skor akhir kemenangan Barcelona? Meski motivasi tinggi dan bermain di kandang sendiri, tapi bukan berarti Real Madrid tumbang dengan selisih gol lebih dari satu. Barcelona hanya akan menang tipis atau selisih satu gol saja (1-0 atau 2-1?).

Terlepas Real Madrid tumbang dengan skor tipis atau tebal, tetap saja patut dikasihani, sebab pengaruh buruk psikologis pada pertandingan berikutnya masih tetap terasa, dan perjalanan Madrid pun akan tersendat-sendat atau sulit meraih kemenangan lagi, setidak-tidaknya pada 2-3 pertandingan berikutnya.

Demikianlah prediksi Real Madrid tumbang di Camp Nou, kandang Barcelona, dan tentu saja prediksi ini masih bisa meleset mengingat bola itu bundar.

Sumber gambar.


Argentina Melangkah ke Babak Final dengan Mulus?

Argentina Melangkah ke Babak Final dengan Mulus?

Argentina Melangkah ke Babak Final dengan Mulus?

Adahati.com – Argentina memastikan lolos ke babak selanjutnya, atau babak perempat final Copa America 2016 setelah menang  tipis dengan skor akhir 2-1 melawan Chile, dan menang telak 5-0 atas Panama.

Berikut ini klasemen sementara Grup D Copa America 2016.

Argentina

Di pertandingan berikutnya Argentina akan menghadapi Bolivia, dan sudah bisa dipastikan tim Tango akan keluar sebagai juara Grup D, sedangkan Chile dan Panama akan memperebutkan tempat kedua atau runner up agar bisa lolos ke babak perempat final. Sebagai juara Grup D, Argentina akan bertemu dengan runner up Grup C.

Argentina

Meksiko dan Venezuela akan berhadapan esok pagi (14/6/16) pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup C. Hasil imbang sudah cukup untuk mengantarkan Meksiko sebagai juara Grup C, dan Venezuela akan menempati posisi runner up mengingat penampilan Meksiko yang menggairahkan pada dua pertandingan sebelumnya, yaitu saat Meksiko mengalahkan Uruguay (3-1) dan Jamaika (2-0).

Argentina diperkirakan tidak akan mengalami kesulitan yang berarti saat menghadapi Venezuela di babak perempat final nanti, apalagi Messi ‘si pemalas’ sepertinya akan kembali mencetak gol, meski kecil kemungkinannya ia akan mencetak hat-trick lagi.

Dengan demikian Argentina akan melangkah ke babak semifinal setelah mengalahkan Venezuela. Siapa lawan Argentina di babak semifinal nanti?

Kekalahan Kolombia 2-3 atas Kosta Rika di pertandingan babak penyisihan Grup A membawa keberuntungan juga bagi Argentina. Amerika Serikat yang keluar sebagai juara Grup A akan menghadapi runner up Grup B pagi ini (13/6/16).

Berdasarkan hitungan normal di atas kertas, di Grup B Ekuador akan mempecundangi Haiti, dan Brasil mengalahkan Peru. Dengan demikian Brasil akan keluar sebagai juara Grup B, sedangkan Ekuador peringkat kedua. Seandainya pun Peru membuat kejutan dengan mengalahkan Brasil, runner up Grup B tetap akan ditempati oleh Ekuador.

Kemungkinan Brasil runner up Grup B bisa saja, jika Ekuador menang atas Haiti minimal dengan selisih 7 gol, sementara Brasil bermain imbang dengan Peru, atau Ekuador bermain imbang/kalah melawan Haiti, dan Peru sukses mengalahkan Brasil, tapi kemungkinan Brasil menempati posisi runner up Grup B kecil sekali.

Argentina

Ekuador yang lebih besar kemungkinannya menempati posisi runner up Grup B, dan akan berhadapan dengan juara Grup A, yaitu Amerika Serikat di babak perempat final.

Argentina

Baik tuan rumah Amerika Serikat maupun Ekuador yang nantinya maju ke babak semifinal akan berhadapan dengan Argentina.

Sulitkah Messi dan kawan-kawan mengalahkan Amerika Serikat? Sedikit saja, apalagi jika Ekuador yang dihadapinya. Dengan demikian Argentina pun relatif mulus melangkah hingga ke babak final Copa America 2016. Selamat untuk tim Tango!

Tapi sekali lagi, semua perhitungan tadi masih di atas kertas saja.

Sumber gambar. 


Jerman Kandidat Juara Piala Eropa 2016

Jerman Kandidat Juara Piala Eropa 2016

Adahati.com – Piala Eropa 2016 Grup C yang terdiri dari Jerman, Polandia, Ukraina dan Irlandia Utara sudah memulai pertandingan pertamanya.

Jerman melawan Ukraina dan Polandia berhadapan dengan Irlandia Utara. Tidak ada hasil imbang, meski jumlah golnya terbilang minim.

Jerman menguasai jalannya pertandingan saat menghadapi Ukraina. Bola terus mengalir ke kiri dan kanan, mengocok lini pertahanan lawan. Mezut Ozil sukses menjalankan perannya sebagai pengatur serangan, dan Jerman pun menang 2-0 atas Ukraina. Gol perdana Jerman di turnamen ini dicetak oleh Shkodran Mustafi menit 19 berkat umpan Tony Kroos yang berasal dari tendangan bebas.

Sebenarnya Ukraina bukan tidak memberikan perlawanan, tapi pintarnya pemain Jerman memainkan tempo, menekan pemain Ukraina yang menguasai bola sehingga bola pun cepat dibuang ke depan dan dikuasai kembali menyebabkan Jerman dominan menguasai jalannya pertandingan. Pemain bintang Ukraina masa lalu, Shevchenko terlihat gemas di bangku cadangan melihat permainan Ukraina, tapi apa hendak di kata, Jerman memang lebih baik penampilannya.

Setelah sejumlah peluang gagal menambah perbendaharaan golnya, Jerman akhirnya berhasil juga mencetak gol tambahan. Kali ini lewat serangan balik yang cepat pada menit terakhir pertandingan. Ozil dari sisi kanan pertahanan Ukraina mengirim umpan lambung ke dalam kotak pinalti, dan disambut dengan tendangan keras Bastian Schweinsteiger yang merobek jala Ukraina menit 92 atau dua menit setelah Schweinsteiger masuk ke lapangan menggantikan Mario Gotze. Skor akhir 2-0, dan Jerman pun layak difavoritkan sebagai salah satu kandidat juara Piala Eropa 2016.

Di pertandingan Grup C lainnya, antara Polandia dan Irlandia Utara berakhir dengan skor 1-0. Meski hanya tercetak satu gol, tapi Polandia memperlihatkan permainan yang dinamis, dan semua lini, baik belakang, tengah serta depan terjalin harmonis.

Skill para pemain Polandia pun terbilang tinggi. Satu-satunya gol yang terjadi dicetak oleh penyerang Polandia, Arkadiusz Milik setelah menerima umpan datar dari Jakub Blaszczykowski sekitar 5 meter di depan gawang Irlandia Utara. Bola pun merobek jala lawan setelah melewati dua kaki pemain belakang dan lolos dari jangkauan tangan penjaga gawang Irlandia Utara, Michael McGovern.

Penyerang Polandia sekaligus bintang Bayern Muenchen, Robert Lewandowski tidak mencetak gol dan kurang menggigit penampilannya, tapi di pertandingan berikutnya ia akan menunjukkan kelasnya sebagai salah satu striker terbaik dunia. Memang masih terbilang berat peluang Polandia untuk tampil sebagai juara, tapi Polandia layak disebut ‘Kuda Hitam’ Piala Eropa 2016 yang akan membuat kejutan nantinya.

Bagaimana dengan peluang Ukraina setelah kalah 0-2? Selain Jerman dan Polandia yang akan lolos ke babak selanjutnya, masih adakah kesempatan bagi Ukraina mengikuti jejak kedua kesebelasan tadi, atau lolos sebagai salah satu dari empat tim terbaik urutan 3 grup yang ada? Mudah-mudahan saja lolos, sayang kalau Ukraina harus tersingkir di babak awal, atau babak penyisihan.

Bagaimana dengan Irlandia Utara? Sila angkat koper, cukup sebagai tim penggembira Piala Eropa 2016. Bukannya sinis, tapi nanti kenyataannya memang seperti itu.

Sumber gambar.


Inggris Hanya Sampai Babak 16 Besar Saja

Inggris Hanya Sampai Babak 16 Besar Saja

Inggris Hanya Sampai Babak 16 Besar Saja, Tidak Lebih

Adahati.com – Grup A dan Grup B di Piala Eropa 2016 yang berlangsung di Perancis sekilas telah memperlihatkan kemampuan tim-tim yang berada di grup tersebut setelah usai melakukan pertandingan pertamanya.

Pertandingan pertama antara tuan rumah Perancis dan Rumania di Grup A berakhir dengan skor 2-1, sedangkan pertandingan lainnya antara Swiss dan Albania hanya menghasilkan satu gol saja. Perancis dan Swiss akan lolos ke babak selanjutnya. Rerata kemampuan kedua kesebelasan ini pun masih sedikit di atas Rumania dan Albania.

Sementara di Grup B yang terdiri dari Inggris, Rusia, Wales dan Slovakia pun sudah menyelesaikan pertandingan pertamanya. Wales sukses mengalahkan Slovakia dengan skor akhir 2-1, sementara Inggris ditahan imbang oleh Beruang Merah, Rusia. Setelah melihat sekilas empat tim yang ada di grup ini, Wales lolos ke babak selanjutnya.

Inggris sempat unggul 1-0 hingga menit 92 saat melawan Rusia, tapi akhirnya kemenangan itu pun sirna. Gol Rusia yang membuat skor akhir menjadi imbang 1-1 memang cukup menyakitkan, sekaligus memperlihatkan pemain Inggris tidak fokus hingga akhir pertandingan. Meskipun demikian, The Union Jack masih layak lolos ke babak selanjutnya, yaitu babak 16 besar.

Rusia tidak layak disebut Beruang Merah, mengingat permainannya yang cenderung tidak mengesankan. Lebih cocok disebutnya Beruang Madu, dan Rusia akan menemani Albania angkat koper lebih dulu pulang ke negaranya. Apakah Rusia tidak layak mendapat satu dari empat peringkat 3 terbaik grup agar bisa lolos ke babak selanjutnya? Sudahlah, Beruang Madu lebih baik menemani Putin di Moskwa sana.

Grup A, Perancis dan Swiss yang akan lolos, sedangkan grup B, Wales dan Inggris, tapi 4 kesebelasan ini tidak satupun yang berhasil mencapai babak final. Perancis mentok hingga babak semifinal, sedangkan yang lainnya cukup babak 16 besar saja.

Inggris yang katanya memiliki kompetisi paling ketat di dunia hanya sampai babak 16 besar saja? Apakah tidak bisa lebih baik lagi? Ya sudah, Inggris dan lainnya mentok hingga babak 8 besar. Itupun sudah maksimal, tidak bisa ditawar lagi.

Terakhir, dan yang paling penting adalah, prediksi ini kemungkinan salahnya masih ada.

Sumber gambar.


Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Messi dan Argentina Memang Belum Layak Juara

Adahati.com – Argentina kembali mengukir kemenangan di Copa America 2016 setelah mengalahkan Panama dengan skor akhir 5-0. Sebelumnya tim Tango mengalahkan Chile di pertandingan pertamanya dengan skor akhir 2-1. Dua kemenangan berturut-turut ini pun mengantarkan Argentina ke babak selanjutnya. Meskipun demikian, penampilan anak asuh Tata Martino ini masih belum memuaskan.

Messi ‘si pemalas’ tidak bermain saat Argentina berhadapan dengan Chile, dan ia pun baru diturunkan di babak kedua ketika melawan Panama. Memang Messi berhasil mencetak tiga gol atau hat-trick, tapi secara keseluruhan penampilannya biasa saja.

Tujuh gol dalam dua pertandingan, bukan berarti Argentina dan Messi sudah berada pada jalur yang benar, karena terciptanya tujuh gol tadi bukan berasal dari skema serangan yang dibangun secara apik layaknya kesebelasan papan atas dunia.

Pertama, 2 gol Argentina berawal dari bola mati.

Gol ketiga Argentina berkat sundulan Otamendi berasal dari tendangan bebas yang dilepas oleh Di Maria, juga gol kelima Argentina yang dicetak oleh Messi hasil sebuah tendangan bebas, bukan dari skema serangan yang dibangun secara apik.

Kedua, 4 gol Argentina berbau keberuntungan yang cukup besar.

Gol pertama Argentina dicetak oleh Di Maria saat berhadapan dengan Chile. Kans Di Maria untuk mencetak gol sebenarnya kurang dari 50%, tapi beruntung tendangannya dari sudut yang sempit melalui celah kaki penjaga gawang lawan. Begitupun gol kedua yang dicetak oleh Banega. Bola yang ditendangnya terlebih dahulu mengenai kaki pemain belakang Chile sehingga bola berbelok arah.

Gol keempat Argentina terjadi karena kesalahan pemain belakang Panama yang ingin menyepak bola jauh ke depan, tapi justru bolanya mengenai wajah Higuain dan jatuh di kaki Messi, kemudian dengan mudah menceploskan bola ke gawang lawan. Gol keenam berawal dari salah kirim bola pemain Panama, direbut oleh Marcus Rojo yang menyodorkan bola kepada Messi. Juga saat berhadapan dengan kapten Panama, Filipe Baloy, boleh dibilang beruntung bola liar masih bisa dikuasai Messi.

Ketiga, 1 gol tercipta ketika lawan sudah frustrasi.

Gol ketujuh Argentina adalah satu-satunya gol yang direncanakan dengan cukup baik. Messi ‘si pemalas’ yang memiliki visi bermain bola yang aduhai, dari lapangan tengah melambungkan bola jauh ke depan. Disambut oleh sundulan Rojo yang mengarahkan bola kepada Kun Aguero, dan bola kembali disundul masuk ke gawang Panama, tapi pada saat itu lawan sudah kehilangan konsentrasi dan frustrasi.

Dengan demikian proses terciptanya tujuh gol Argentina tadi cenderung bukan berasal dari skema serangan yang dibangun secara apik layaknya kesebelasan papan atas dunia. Hat-trick Messi pun terjadi pada saat Panama sudah kehilangan satu pemain.

Argentina masih belum memuaskan permainannya, dan perlu memperbaiki kinerjanya, jika tidak ingin kembali gagal meraih gelar juara Copa America 2016.

Sumber gambar.


Messi Si Pemalas Cetak Gol ke Gawang Lawan?

Messi Si Pemalas Cetak Gol ke Gawang Lawan?

Messi Si Pemalas Cetak Gol ke Gawang Lawan?

Adahati.com – Argentina sukses meraih kemenangan atas lawannya Chile pada pertandingan perdananya di Copa America 2016, Amerika Serikat dengan skor akhir 2-1, meski tidak diperkuat oleh Messi si pemalas yang sedang cedera.

Pelatih Argentina, Tata Martino kemungkinan besar akan menurunkan Messi si pemalas pada pertandingan kedua melawan Panama esok pagi. Argentina akan berusaha meraih kemenangan yang kedua dan melaju ke babak selanjutnya.

Panama pun di pertandingan perdananya sukses mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1. Higuain pun mengatakan, “Kemenangan 2-1 atas Cile di partai pembuka adalah hasil yang penting, karena ini adalah turnamen yang sangat sulit. Tetapi kami tidak boleh mengabaikan tim mana pun. Panama adalah tim yang kompak. Mereka punya fisik yang kuat, bisa bermain baik, dan akan selalu mengancam.”

Sedangkan pelatih Panama, Hernan Gomez sesumbar dan mengatakan, “Kami tidak takut menghadapi Argentina. Mereka memang berstatus runner-up Piala Dunia [2014] dan Copa America [2015], tetapi hal itu tidak membuat kami gentar. Saya memiliki tim yang sudah kompak selama dua tahun terakhir,” (goal.com).

Perkiraan jalannya pertandingan. Argentina yang memiliki skill pemain rata-rata di atas Panama akan mengatur tempo pertandingan. Bola selama mungkin akan dikuasai, dan hal ini sekaligus meredam kecepatan dan kelincahan para pemain Panama.

Tarian Tango akan membuat Panama frustrasi dan melakukan kesalahan yang tidak perlu. Nyaris tidak ada peluang Panama mencetak gol, meski sudah berusaha menekan setiap pemain Argentina yang menguasai bola, tapi cenderung tiada hasil, karena skill pemain Argentina memang di atas pemain Panama, atau dengan kata lain Argentina akan mendikte Panama pada pertandingan kedua nanti.

Piala Dunia 2014 di Brazil dan Copa America 2015 di Chile, pada pertandingan perdananya Messi si pemalas mampu mencetak gol. Satu gol dicetaknya saat Argentina mengalahkan Bosnia and Herzegovina dengan skor akhir 2-1 di Piala Dunia 2014, dan kembali Messi si pemalas mencetak gol saat Argentina bermain imbang 2-2 melawan Paraguay di Copa America 2015.

Selain itu Messi si pemalas memiliki kemampuan yang aduhai dalam memberikan asis yang memudahkan rekan-rekannya mencetak gol. Higuain atau Di Maria akan mendapat umpan yang manis dari Messi si pemalas, dan menambah perbendaharaan gol Argentina. Selisih dua atau tiga gol kemenangan Argentina atas Panama nanti.

Prediksi ini benar atau tidaknya dapat diketahui setelah usai pertandingan antara Argentina dan Panama esok pagi (Sabtu, 11/6/2016), pukul 08.30 WIB.

Apakah benar Argentina dengan tarian Tangonya akan mendikte sekaligus membantai Panama? Benarkah Messi si pemalas akan mencetak gol pada pertandingan ini?

*Sumber gambar: flickr.com.


Buang Messi, Argentina Juara Copa America 2016?

Buang Messi, Argentina Juara Copa America 2016?

Buang Messi, Argentina Juara Copa America 2016?

Adahati.com – Argentina mengawali pertandingan pertamanya di Copa America 2016 yang berlangsung di Amerika Serikat hari Selasa lalu melawan juara bertahan Chile yang menghempaskannya di babak final Copa America 2015 lewat adu penalti (1-4).

Pelatih Argentina, Tata Martino yang sempat menangani Barcelona selama satu musim memainkan formasi 4-3-3 tanpa kehadiran Messi, tapi bukan karena keberanian taktiknya, melainkan Messi ‘si pemalas’ itu sedang mengalami cedera.

Nicolas Gaitan pemain yang menempati posisi Messi memang penampilannya tidak terlalu menonjol, tapi seandainya Messi pun main, kontribusinya masih diragukan. Bagaimana mungkin Messi bisa memberikan kontribusi yang besar bagi Argentina, jika ia masih saja bertingkah bak pemain golf di lapangan bola?

Lihat saja saat babak final Piala Dunia 2014 di Brazil dan babak final Copa America 2015 di Chile. Dua kali Argentina kalah, dan Messi terlihat seperti pemain yang malas berlari. Di babak final yang menentukan justru penampilannya jauh dari mengesankan.

Buang Messi, jika Argentina kembali tampil di babak final Copa America.

Selain itu berharaplah Angel Di Maria dalam kondisi yang fit. Argentina sial saja di babak final Piala Dunia 2014 saat kalah 0-1 melawan Jerman, pun ketika gagal meraih gelar juara Copa America 2015, karena Di Maria cedera, dan tak bermain selama 2×45 menit.

Tapi kemungkinan besar Tata tidak memiliki keberanian taktik untuk membuang nama Messi dalam skuad Argentina. Belum apa-apa ia sudah berharap Messi bisa dimainkan pada pertandingan kedua (11/6/16) melawan Panama nanti.

“Kami selalu menjadi tim yang lebih baik ketika Messi di tim dan peluang kami memenangi Piala selalu akan menjadi lebih tinggi ketika dia bermain.”

Terlihat jelas ketergantungan Tata Martino terhadap Messi ‘si pemalas’. Okelah, pemain pengganti Nicolas Gaitan tidak terlalu menonjol, tapi ia masih bisa merotasi pemainnya. Erik Lamela yang menggantikan Di Maria cukup bermain bagus. Posisi Di Maria bisa ditukar untuk menempati penyerang sayap kanan yang menjadi posisi Messi saat ini.

Pada pertandingan perdananya Argentina akhirnya sukses mengalahkan Chile 2-1, tapi masih cukup banyak kelemahan tim Tango ini. Dua gol yang dicetak melalui tendangan Di Maria dan Ever Banega belum memperlihatkan proses gol yang cantik.

Di Maria sebenarnya hanya memiliki kans mencetak gol di bawah 50%, tapi beruntung tendangannya dari sudut yang sempit lolos dari celah kaki penjaga gawang lawan. Begitupun gol kedua, lebih berbau keberuntungan lagi. Tendangan Banega berbelok arah karena sebelumnya mengenai kaki pemain belakang Chile.

Selain itu Argentina kebobolan di menit-menit akhir karena blunder penjaga gawangnya, Sergio Romero. Entah apa yang ada di benaknya saat ia memutuskan keluar dari sarangnya untuk menghalau bola lambung sehingga terjadilah gol balasan itu.

Argentina mencetak dua gol melawan Chile, tapi kedua gol tersebut masih berbau keberuntungan yang cukup besar, juga kebobolan satu gol karena blunder yang dilakukan oleh lini belakangnya. Pelatih Tata Martino masih harus bekerja keras untuk membenahi tim Tango ini, jika ingin mencapai babak final Copa America 2016.

Kemungkinan besar Tata Martino tidak berani membuang Messi ‘si pemalas’, jika Argentina tampil di babak final Copa America 2016. Maka dari itu, Tata berharaplah Messi bukan si pemalas lagi atau penampilannya bukan bak pemain golf di lapangan bola seperti ditunjukkannya pada saat babak final Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015. Selain itu Tata berharap juga Di Maria tidak mengalami cedera.

Jika Argentina mencapai babak final, dan Messi bukan lagi si pemalas, serta Di Maria tidak cedera, siapapun lawan yang akan dihadapinya nanti kecil kemungkinannya bisa menghalangi Argentina untuk meraih gelar juara Copa America 2016.

Sumber gambar.


Manchester United Telah Melakukan Sebuah Blunder

Manchester United Telah Melakukan Sebuah Blunder

Adahati.com – Manchester United baru saja secara resmi mengumumkan pemecatan Louis Van Gaal sebagai pelatih terhitung sejak tanggal 23 Mei 2016. Jose Mourinho dikhabarkan sebagai pelatih penggantinya. Van Gaal sendiri sebenarnya sudah tahu sebelum ada pengumuman pemecatannya tadi dari Mou yang menelpon dan memberitahukan sudah dihubungi oleh manajemen Manchester United.

Sejak Alex Ferguson pensiun sebagai pelatih, manajemen Manchester United sepertinya tidak siap untuk mencari pelatih pengganti yang kualitasnya setara atau tidak jauh berbeda. Terlalu lama Ferguson menjadi pelatih, dan manajemen Manchester United terbuai dengan kesuksesan dan kegemilangan yang ada selama ini, padahal klub pesaingnya di Liga Inggris seperti Chelsea dan Manchester City telah melakukan pembenahan besar-besaran.

David Moyes yang ditunjuk sebagai pelatih setelah Ferguson mengundurkan diri hanya bertahan 10 bulan saja. Louis Van Gaal yang menggantikan posisinya hanya menjalani dua musim. Sialnya baik Moyes maupun Van Gaal, meski disediakan dana yang cukup berlimpah untuk membeli pemain, tapi cenderung gagal dan tidak mampu mengangkat performa klub atau tidak berhasil melakukan regenerasi pemain dan pelatih.

Apakah Mourinho yang dikontrak selama 3 musim akan mampu mengubah kecuratmarutan yang ada di Manchester United saat ini? Mou adalah salah satu pelatih terbaik di dunia, tapi dibekali pemain-pemain yang cenderung bukan tipikal pemain yang diinginkannya. Kemungkinan besar Mou akan merombak sebagian besar pemain yang ada saat ini dengan menjual beberapa pemain lama (sekitar 5-6 pemain) dan mendatangkan pemain baru. Artinya ia butuh waktu minimal satu musim kompetisi untuk berbenah. Maka dari itu kecil kemungkinannya Manchester United akan keluar sebagai juara Liga Inggris musim kompetisi 2016-17. Bisa tampil di Liga Champions musim berikutnya adalah target Mou dan Manchester United yang lebih realistis.

Setelah berbenah selama satu musim kompetisi pun masih sulit bagi Mou untuk memberikan gelar juara Liga Inggris mengingat klub-klub pesaingnya pun memiliki pelatih yang berkualitas, begitu juga pemain-pemain peninggalan pelatih sebelumnya.

Pep Guardiola memiliki pemain peninggalan pelatih Pellegrini yang kualitas reratanya masih bagus, atau hanya sekitar 2-3 pemain saja yang diperkirakan akan keluar dan masuk. Maka dari itu, Manchester City musim depan lebih berpeluang meraih gelar juara Liga Inggris dibanding tetangganya. Saat Pep melatih Barcelona dan Mou pelatih Real Madrid, rekor pertemuan dan jumlah piala yang dipersembahkan oleh Pep pun lebih unggul dibanding Mou. Sepertinya derita Manchester United akan bertambah panjang semenjak ditinggal oleh Alex Ferguson.

 

Belum lagi pesaing lainnya, Chelsea yang dilatih oleh Antonio Conte. Kualitas rata-rata pemain Chelsea yang ada saat ini boleh dibilang yang terbaik di Liga Inggris, tapi kendalanya Conte biasa melatih klub dan berkompetisi di Liga Italia yang memiliki karakter yang berbeda dengan Liga Inggris. Diperkirakan Conte butuh setengah musim kompetisi untuk beradaptasi, dan di paruh musim kedua akan membawa Chelsea sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris.

Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp mendatangkan atmosfer yang lebih bergairah, tapi hal ini masih belum cukup. Kualitas rata-rata pemain Liverpool yang ada saat ini ‘tanggung’, dan sulit untuk meraih gelar juara Liga Inggris. Klopp perlu mendatangkan beberapa pemain yang berkualitas, tapi tidak seperti Pep dan Conte yang dibekali dana belanja pemain yang cukup besar, maka ia harus memutar otak untuk menjual dan membeli pemain sesuai strategi dan taktik yang diinginkannya.

Klopp dan Mou dengan permasalahan yang dimilikinya masih sulit untuk mengantar klub yang dilatihnya meraih gelar juara Liga Inggris musim depan. Memang Leicester City musim ini dengan kualitas pemainnya masih di bawah Manchester United dan Liverpool mampu menjuarai Liga Inggris, tapi hal ini mungkin hanya terjadi dalam kurun waktu 40-50 tahun sekali saja.

Bagaimana dengan Arsenal? Arsenal di bawah pelatih Arsene Wenger masih menjadi kandidat kuat juara Liga Inggris musim depan selain Chelsea dan Manchester City, dan mungkin musim terakhir Wenger, jika ia kembali gagal memberikan gelar juara Liga Inggris. Jika Arsenal melakukan penyegaran pelatih, dan tidak ingin mengulangi blunder yang dilakukan oleh Manchester United setelah ditinggal oleh Alex Ferguson, siapa kira-kira pelatih pengganti Arsene Wenger nantinya?

 

Musim depan apapun torehan gelar juara yang dipersembahkan oleh Luis Enrique, diperkirakan ia sudah bosan dan perlu tantangan baru. Barcelona akan ditinggalkannya. Manajemen Arsenal bisa merayu Luis Enrique untuk menjadi pelatih Arsenal.

Luis Enrique diperkirakan tidak akan mengalami kesulitan yang berarti untuk menerapkan tiki-taka Barcelona di Arsenal. Tiki taka yang mengalir lebih cepat dan langsung menuju sasaran, yaitu mencetak gol ke gawang lawan sesuai karakter Liga Inggris, atau katakanlah ‘Tiki Taka Gaya Inggris’. Enrique pun diperkirakan lebih berhasil menerapkannya di Arsenal dibanding Pep Guardiola di Manchester City.

Persaingan merebut gelar juara Liga Inggris pun akan semakin ketat, namun Arsenal lebih berpeluang besar di bawah asuhan Luis Enrique dibanding Arsene Wenger.

Jika Wenger dipecat, tapi manajemen blunder atau tidak tepat mencari pelatih pengganti, maka nasib Arsenal pun seperti Manchester United nantinya.

Sumber gambar.


Daftar Pemain Barcelona yang Sudah Layak Dijual

Daftar Pemain Barcelona yang Sudah Layak Dijual

Adahati.com – Barcelona musim lalu meraih treble winners, yaitu juara Liga Spanyol, Copa del Rey dan Liga Champions. Musim 2015-16 ini pun sempat digadang-gadangkan akan mengulangi kesuksesan musim lalu.

Namun apa daya, sekitar sebulan sebelum kompetisi berakhir, Barcelona keok melawan Atletico Madrid dan tersingkir dari Liga Champions di babak perempat final. Meski akhirnya berhasil menjuarai Liga Spanyol, tapi sempat mengkhawatirkan karena Madrid terus menguntil dari belakang hingga pertandingan terakhir.

Kegagalan di babak perempat final Liga Champions dan sempat mengkhawatirkan meraih gelar juara Liga Spanyol musim ini membuktikan ada yang salah dalam skuad Barcelona, atau perlu perombakan pemain untuk musim kompetisi berikutnya.

Makdarit (maka dari itu), sejumlah pemain Barcelona yang selama ini menyebalkan lebih baik dibuang secepatnya, dan memang sudah layak dijual saja. Misalnya:

1. Gerard Pique

Pemain belakang Barcelona ini dari dulu memang menyebalkan. Postur tubuhnya saja tinggi, tapi dalam duel bola atas tidak terlalu hebat. Makanya Barcelona sering kebobolan lewat sundulan pemain lawan, atau bola atas yang menyebabkan terjadinya gol. Manuvernya pun cenderung lambat saat menghadapi serangan balik.

Memang ia termasuk pemain belakang yang bisa menciptakan gol, tapi Barcelona sebenarnya tidak terlalu membutuhkan pemain belakang seperti ini.

Ia pun belakangan ini acap meledek Real Madrid lewat akun twitter atau ucapan-ucapannya. Hal yang tidak sepantasnya dilakukan. Jual saja Gerard Pique secepatnya. Manchester United sepertinya tidak menolak untuk menampung pemain ini.

2. Neymar da Silva

Sejak awal didatangkan ke Camp Nou pemain ini sudah bermasalah pembeliannya. Tingkah lakunya pun menyebalkan, dan pemain yang cenderung individualistis. Tadinya diperkirakan karena usia yang masih muda, atau nanti seiring perjalanan waktu akan menjadi pemain dewasa, tapi harapan itu akan sulit terwujud.

Neymar akan tetap menjadi pemain yang tengil, dan ketengilannya itu akan terus berlangsung hingga usia emasnya berakhir. Ia tidak berkutik saat menghadapi Atletico Madrid sehingga Barcelona tersingkir dari babak perempat final Liga Champions. Maka dari itu, jika Real Madrid menginginkannya, jual saja. Penjualan Neymar ke sana akan menguntungkan Barcelona secara finansial, pun Madrid nantinya akan bermasalah menampung pemain tengil yang satu ini.

3. Lionel Messi

Si pemalas! Sering terlihat berjalan santai di lapangan bak pemain golf. Messi memang belum habis, tapi kontribusinya sudah mulai berkurang. Ia pun masih memiliki assis maut yang bisa menciptakan gol bagi rekan-rekannya, namun sebelum benar-benar habis sebaiknya Messi dijual saja ke Manchester City. Pep Guardiola diperkirakan akan mampu mengasah kembali ketajamannya di Liga Inggris sana..

Penjualan Messi ke Manchester City diharapkan nantinya akan memperpanjang derita Manchester United karena puasa gelar Liga Inggris, di samping derita Liverpool, dan tentu saja Arsenal. Juara Liga Inggris untuk 5 tahun ke depan hanya berkutat pada Manchester City dan Chelsea, jika Messi bertemu kembali dengan Pep Guardiola.

Demikianlah daftar pemain-pemain Barcelona yang layak dijual, menurut keinginan penulis. Sebenarnya masih ada 2-3 pemain lagi yang mesti dijual, tapi cukup 3 pemain di atas saja yang disebutkan. Jika keinginan penulis tidak dikabulkan oleh manajemen Barcelona sebenarnya tidak ada masalah, biasa saja.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Real Madrid Gigit Jari di Akhir Musim Kompetisi?

Adahati.com – Dua pertandingan terakhir Liga Spanyol masih terjadi persaingan yang sengit antara Barcelona,  Atletico Madrid (ATM) dan Real Madrid, namun setelah ATM kalah 1-2 melawan Levante di pertandingan berikutnya, sementara Barcelona dan Real Madrid masing-masing mengalahkan Espanyol (5-0) dan Valencia (3-2), klasemen sementara Liga Spanyol pun sebagai berikut:

Real Madrid

 

Barcelona memiliki head to head yang lebih baik dari ATM dan Real Madrid, sehingga penentuan gelar juara Liga Spanyol musim ini hanya menyisakan Barcelona dan musuh bebuyutannya.

Di pertandingan terakhir Madrid wajib menang melawan Deportivo La Coruna, sambil berharap Barcelona kalah agar bisa meraih gelar juara. Barcelona yang akan menghadapi Granada tanggal 14 Mei 2016 nanti memiliki peluang yang lebih besar, tapi segalanya masih mungkin terjadi.

Masih berkait dengan 3 (tiga) klub papan atas Liga Spanyol tadi, Barcelona akan menghadapi Sevilla di babak final Copa del Rey tanggal 22 Mei 2016 di Vicente Calderon, sedangkan tanggal 29 Mei 2016, ATM akan berhadapan dengan Real Madrid di babak final Liga Champions di San Siro Milan, Italia.

Cukup banyak kemungkinan yang akan terjadi setelah tanggal 29 Mei 2016, tapi kemungkinan yang lebih mendekati kenyataan adalah Barcelona juara Liga Spanyol dan Copa del Rey, sedangkan Real Madrid dan ATM akan memperebutkan satu gelar juara Liga Champions 2016.

Real Madrid lebih memiliki mental juara dan yakin mampu mengalahkan ATM, serta menabiskan Zinadine Zidane sebagai pelatih masa depan yang menjanjikan. Ia pun diprediksi akan menjadi pesepakbola, sekaligus pelatih legendaris seperti halnya Johan Cruyff dan Franz Beckenbauer.

Jika Madrid juara Liga Champions 2016, kasihan ATM yang telah bermain apik dan mampu mengalahkan Barcelona serta menyingkirkan Bayern Muenchen.

ATM pun akan mendapat ‘simpati yang bernada kasihan’ dari seluruh penjuru dunia, apalagi di babak final nanti keputusan wasit lcenderung merugikannya.

Dunia pun terasa adil jika setelah tanggal 29 Mei 2016 Barcelona juara Liga Spanyol dan Copa del Rey, ATM juara Liga Champions, sedangkan Real Madrid gigit jari.

*Sumber gambar: youtube.com.

 


Liverpool Sukses Tendang Manchester United 2-0

Liverpool Sukses Tendang Manchester United 2-0

Liverpool Tendang Manchester United 2-0 

Adahati.com – Liverpool dan Manchester United pada leg pertama babak 16 besar Liga Eropa menyajikan pertandingan yang berlangsung cukup seru dan keras serta menegangkan, namun Liverpool yang bermain di kandang dan didukung oleh penontonnya yang bersorak riuh akhirnya berhasil memenangkan pertandingan ini.

Kesalahan Depay yang menjatuhkan Nathaniel Clyne di kotak pinalti menit 20 adalah awal bencana dari Manchester United karena wasit mengganjarnya dengan pinalti. Meski kiper De Gea masih sempat menepis bola yang ditendang oleh Sturridge yang diarahkan ke sisi sebelah kanannya, tapi bola tetap melaju dan gawangnya pun jebol.

1-0 Liverpool unggul dan para pemainnya pun semakin semangat menekan Manchester United, tapi hingga babak pertama usai skor tadi tidak berubah.

Di babak kedua pun tuan rumah terus menekan pertahanan Manchester United dengan sejumlah peluang yang dimilikinya, di sisi lain Manchester United berusaha untuk menyamakan kedudukan menjadi imbang 1-1. Meskipun demikian gawang lawannya relatif aman karena serangan Manchester United cenderung tidak membahayakan.

Justru serangan Liverpool yang berawal dari sisi sebelah kirinya menambah jumlah gol kemasukan Manchester United. Bola yang ditendang lemah oleh Carrick mendarat di kaki Lallana, kemudian meneruskan kepada Firmino yang berjarak sekitar 3 m di depan mulut gawang, dan gol pun terjadi lagi pada menit 73.

Setelah tertinggal 0-2 Manchester United mengurung pertahanan tuan rumah dan berusaha memperkecil ketinggalan, tapi sekali lagi minimnya variasi serangan, gol balasan itu tak kunjung tiba. Manchester United pun tersungkur ditendang Liverpool 0-2 yang diiringi sorak-sorai penonton yang menyanyikan lagu “You’ll Never Walk Alone”.

Kunci kemenangan atau keberhasilan Liverpool menendang Manchester United antara lain kekompakan dan ngototnya bermain. Setiap pemain Manchester United yang menguasai bola tidak dibiarkan leluasa, terus dikejar dan ditekan, bahkan cukup sering terlihat 2-3 pemain Liverpool mengurung pemain Manchester United yang menguasai bola tadi, dan pemain Manchester United pun kebingungan.

Liverpool menang 2-0 di leg pertama babak 16 besar Liga Eropa, dan jika tetap konsisten bermain seperti ini di Liga Inggris, maka posisi 4 besar pun akan diraihnya.

Manchester United akan menghadapi Manchester City di pertandingan Liga Inggris berikutnya. Setelah ditendang Liverpool 2-0 sedikit banyak akan memengaruhi penampilannya nanti di kandang lawan. Kalah, atau kehilangan 3 poin semakin berat posisi Manchester United untuk menembus peringkat 4 besar Liga Inggris.

Tidak tertutup kemungkinan Manchester United akan menemani Chelsea yang sedang sekarat, dan hanya bisa menatap dengan pandangan mata yang hampa melihat klub-klub Liga Inggris lainnya bermain di Liga Champions musim depan. Jika hal ini terjadi sudah sewajarnya Louis Van Gaal pun ikut ditendang juga nantinya.

Sumber gambar.


Chelsea Tendang Beberapa Pemainnya Musim Depan?

Chelsea Tendang Beberapa Pemainnya Musim Depan?

Adahati.com – Chelsea sudah tersingkir dari Liga Champions 2015-16 setelah ditendang oleh PSG dengan agregat skor 2-4. Kalah di leg pertama dan kedua dengan skor akhir yang sama, yaitu 1-2.

Jika mengamati proses terjadinya dua gol PSG di leg kedua yang berlangsung kemarin di Stamford Bridge terlihat kelemahannya ada di sektor kiri dan kanan lini pertahanannya.

Ibrahimovic dari sektor kiri pertahanan Chelsea memberi umpan ke depan mulut gawang yang diselesaikan dengan manis oleh Adrien Rabiot menit 16, sedangkan gol berikutnya berawal dari umpan Di Maria dari sektor kanan ke depan mulut gawang menit 67. Ibrahimovic pun dengan mudah menceploskan bola menjadi gol.

Lemah sekali lini pertahanan Chelsea. Jika melihat jumlah kemasukan golnya di Liga Inggris sebanyak 39 gol dari 29 pertandingan yang sudah dimainkan menunjukkan lini pertahanan Chelsea memang cenderung lemah. Produktifitas golnya pun tidak jauh berbeda, yaitu 43 gol saja, atau hanya plus 4 gol selisihnya.

Musim ini musim yang menyedihkan bagi Chelsea dan fans si Biru. Manajemen dikhabarkan akan melakukan cuci gudang atau menendang sejumlah pemain.

Eden Hazard, Oscar, Nemanja Matic, Loic Remy, John Terry, Diego Costa, Radamel Falcao, Alexander Pato, dan Pedro Rodriguez adalah nama-nama yang akan dibuang menurut berita yang dikutip dari Daily Express.

Eden Hazard sejak musim lalu memang ingin bermain di Real Madrid, sementara John Terry sudah termakan umur atau tidak bisa diandalkan lagi sebagai palang pintu lina pertahanan untuk menghadapi gempuran dan serangan lawan.

Pedro cenderung tidak bisa beradaptasi dengan sepakbola Inggris, termasuk Radamel Falcao. Diego Costa “sang provokator dan penipu” rentan dan sering mengalami cedera. Memang lebih baik dibuang saja, meski skill dan naluri mencetak golnya tinggi, tapi kelakuan provokator dan penipunya itu hanya mencemarkan nama baik Chelsea saja.

So, jika sejumlah pemain ditendang atau pergi, siapa saja pemain pengganti yang diharapkan bisa mendongkrak prestasi Chelsea musim depan? Siapa pemain bintang yang akan menjadi buruan?. Khabarnya Antonio Conte akan menjadi kandidat pelatih si Biru yang sedang malang ini mulai musim depan nanti.

Radja Nainggolan dan Arturo Vidal diberitakan adalah dua pemain yang sedang diincar oleh Antonio Conte, dan karena ia merupakan pelatih yang berasal dari Italia diharapkan nantinya dapat membenahi lini pertahanan Chelsea agar tidak seburuk musim ini.

Sumber gambar.


Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Ronaldo Dijual, Real Madrid pun Cuci Gudang

Adahati.com – Real Madrid mengalahkan AS Roma dengan skor akhir 2-0 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2015-16 kemarin yang memastikan si putih melaju ke babak berikutnya. Leg pertama di kandang AS Roma pun Madrid menang dengan skor akhir yang sama. Dengan demikian Madrid lolos dengan agregat skor 4-0.

Namun keberhasilan Madrid melaju ke babak perempatfinal ini bukan berarti menghilangkan kejengkelan fansnya. Masih ada sebagian fans Madrid yang kecewa atas penampilan beberapa pemain Madrid selama ini, kemudian meminta kepada manajemen klub agar menjual pemain tersebut, termasuk Christian Ronaldo.

Ronaldo dijual? Ramos menyatakan ketidaksetujuan dan menganggap permintaan fans tadi sudah gila. “Bagi saya, itu gila bahwa mereka berpikir dia [Ronaldo] harus pergi meninggalkan Madrid, mengingat dia itu bersejarah.”

Sebelumnya pun sempat tersiar khabar Madrid akan menjual pemainnya yang tidak masuk dalam skenario musim depan pelatih Zinadine Zidane dan Presiden Florentino Perez, termasuk Ramos dan Ronaldo (serta sejumlah pemain bintang Madrid lainnya seperti Isco, James Rodriguez, Toni Kroos, Pepe dan Alvaro Arbeloa).

Beberapa musim terakhir ini Madrid memang sedang mengalami paceklik gelar. Diperkirakan musim ini pun akan terulang kembali mengingat Madrid sudah tersingkir dari Copa del Rey, tertinggal 10 poin dari Barcelona di Liga Spanyol, dan di Liga Champions masih banyak lawan tangguh yang bisa membuyarkan impiannya.

Kemungkinan besar Ronaldo dijual musim depan. Usianya yang sudah 31 tahun (lahir 5 Februari 1985) bukan lagi usia emas seorang pesepakbola, meski penampilannya masih relatif bagus, tapi sudah menurun. Manajemen Madrid pun memiliki strategi atau rencana untuk masa depan klub, selain mengakomodir permintaan fans yang sudah mulai kecewa dan marah atas performa pemain Madrid.

Jika Ronaldo dijual dan Madrid pun melakukan cuci gudang, apakah musim depan pun langsung meraih banyak gelar di kompetisi lokal dan Liga Champions?

Tidak juga, karena Barcelona masih memiliki trisula mautnya, yaitu Messi, Suarez dan Neymar (selain Iniesta) yang bisa meredam ambisi Madrid untuk meraih gelar juara Liga Spanyol dan Liga Champions. Selain Barcelona, di Liga Champion pun klub-klub papan atas Liga Inggris (Manchester City, Arsenal, Chelsea, Manchester United dan Liverpool) diperkirakan akan bangkit dan diperhitungkan kembali kehadirannya.

PSG dan Bayern Muenchen pun jangan dilupakan sebagai tim yang bisa menggagalkan ambisi Madrid untuk meraih gelar juara Liga Champions hingga 3-4 musim ke depan.

Jika benar Ronaldo dijual dan ada perombakan besar besaran pemain yang dilakukan oleh manajemen klub lebih merupakan strategi jangka panjang. Sekitar 4-5 tahun ke depan Madrid baru bisa memetik hasilnya. Itu pun jika pembelian pemain untuk mengganti pemain yang dijual tadi sesuai dengan skenario yang ada.

Manajemen klub menyadari untuk menjuarai kompetisi lokal pun masih sulit diraih dalam rentang waktu 2-3 tahun ke depan, meski pesaing beratnya cenderung hanya 2 klub saja, yaitu Barcelona dan Atletico Madrid, apalagi juara Liga Champions.

Namun perkiraan cuci gudang atau penjualan sejumlah pemain bintangnya tadi batal atau tidak jadi dilakukan jika Madrid berhasil meraih gelar juara Liga Champions musim ini. Seandainya pun ada pemain bintangnya yang dijual hanya 1-2 pemain saja.

Kembali bahas Christian Ronaldo yang diminta oleh sebagian fans Madrid dijual saja mulai musim depan. Ke mana Ronaldo dijual? PSG yang sudah lama tertarik untuk memboyongnya akan menawarkan harga beli dan gaji yang tinggi kepada Madrid dan Ronaldo. Selain butuh pemain bintang, PSG pun ingin menjadikan Ronaldo sebagai icon klub seperti halnya David Beckham beberapa tahun silam.

*Sumber gambar: wikimedia.org.


PSG Kalahkan dan Singkirkan Chelsea dari Liga Champions

PSG Kalahkan dan Singkirkan Chelsea dari Liga Champions

PSG Kalahkan dan Singkirkan Chelsea dari Liga Champions

Adahati.com – PSG akan bertandang ke Stamford Bridge kandang Chelsea guna melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2015-16, Kamis (10/3/16) pukul 02.45 WIB dini hari nanti. Chelsea sebelumnya pada leg pertama kalah 1-2, dan cukup menang dengan skor akhir 1-0 saja sudah lolos ke babak berikutnya.

Pelatih Chelsea Guus Hiddink pun berharap Diego Costa yang baru mencetak satu gol dari 14 kali penampilannya di Liga Champions memberikan kontribusi golnya dalam pertandingan ini. “Sebelumnya ia memiliki masalah mencetak gol, seperti halnya tim ini. Kita lihat saja dan berharap ia bisa mengakhiri pacekliknya di level Eropa juga”.

Sedangkan Gary Cahill memberikan penilaian yang berbeda. Menurutnya William adalah sosok pemain Chelsea yang penting dan bisa menentukan hasil pertandingan.

Musim ini penampilan William dibanding pemain Chelsea lainnya memuaskan atau yang terbaik, dan perannya akan memberikan pengaruh yang cukup besar saat melawan PSG nanti. “Musim ini penampilan terkuatnya selama mengenakan kostum Chelsea dan merupakan salah satu yang menonjol. Ia sangat menarik buat fans untuk datang dan menyaksikan. Kita berikan dia bola dan biarkan dia melakukannya”.

Optimisme lainnya datang dari sang kapten John Terry yang sedang mengalami cedera hamstring. Menurutnya Chelsea masih memiliki peluang untuk menyingkirkan PSG, meski di leg pertama kalah 1-2. Di Stamford Bridge pada leg kedua yang sebentar lagi akan berlangsung ini ia yakin Chelsea akan keluar dari kesulitannya.

“Kami pernah comeback dari hasil yang lebih buruk sebelumnya,” katanya.

Optimisme dan harapan pelatih serta pemain Chelsea tadi dimentahkan oleh Laurent Blanc. Katanya Chelsea akan ditendang atau disingkirkan oleh PSG. “Kami punya keuntungan dengan hasil di leg pertama. Ini penting. Kami akan berusaha bermain sesuai gaya kami. Kami tahu target kami dan sudah menerapkannya saat latihan. Selain itu, kami juga perlu pendekatan mental yang tepat”.

Di balik ucapannya tadi tersirat, atau seolah-olah Blanc yakin PSG akan mengalahkan Chelsea di leg kedua nanti dengan selisih dua gol (0-2 atau 1-3 skor akhirnya, Blanc?). Wajar jika Blanc cukup percaya diri. Bukan hanya kemenangan 2-1 di leg pertama saja acuannya. Musim lalu pun Chelsea berhasil ditendangnya sampai nyungsep.

Chelsea musim lalu menahan imbang PSG 1-1 di kandang lawan, namun saat leg kedua di Stamford Bridge Chelsea hanya mampu bermain imbang juga 2-2, padahal lawannya bermain dengan 10 orang setelah Zlatan Ibrahimovic mendapat kartu merah dan diusir oleh wasit. Saat itu pun Chelsea masih dilatih oleh Jose Mourinho.

Musim ini hasil leg pertama lebih buruk dibanding musim lalu, dan pelatih Chelsea pun bukan “The Special One” lagi, melainkan Guus Hiddink yang boleh dibilang hanya pelatih cadangan atau sementara yang nantinya akan ditendang oleh Abramovich.

Chelsea ditendang lagi oleh PSG di Liga Champions musim ini setelah musim lalu ditendang. Musim ini pun pelatihnya ditendang. Di Liga Inggris pun kemungkinan besar Chelsea akan ditendang dari urutan 4 besar atau tidak akan tampil di Liga Champions musim depan. Malang nian nasibnya Chelsea, jika semua kejadian di atas tadi akhirnya menjadi sebuah kenyataan yang memilukan.

Sumber gambar.


Arsenal Kalah, dan Arsene Wenger Berada di Ujung Tanduk

Arsenal Kalah, dan Arsene Wenger Berada di Ujung Tanduk

Adahati.com – Arsenal kalah dengan skor akhir 2-3 atas Manchester United dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris yang diadakan hari Minggu lalu (28/2/16).

Dari 27 pertandingan yang telah dimainkan setelah Arsenal kalah tadi hanya mampu mengumpulkan 51 poin, dan berada di posisi 3 klasemen sementara. Urutan pertama ditempati oleh Leicester City (56 poin), kemudian disusul Tottenham Hotspur (51 poin). Masih tersisa 11 pertandingan sebelum kompetisi Liga Inggris 2015-16 ini berakhir.

Arsenal kalah

Arsenal kalah, dan pertandingannya pun diwarnai dengan sebuah atraksi dari Louis Van Gaal. Ia menjatuhkan diri atau menirukan gaya seorang pemain Arsenal yang melakukan diving di depan asisten wasit Mike Dean. Meskipun demikian pelatih Manchester United ini menolak dirinya disebut badut. “Saya Louis van Gaal, saya manusia biasa dan seorang manajer”. Ia pun dalam konferensi pers setelah usai pertandingan langsung menyatakan permintaan maafnya kepada wasit.

Atraksi Van Gaal yang menjatuhkan diri atau menirukan pemain Arsenal yang melakukan diving tadi tak jauh dari keberadaan Arsene Wenger yang sedang menyimak jalannya pertandingan, namun pelatih Arsenal ini ketika diminta komentarnya tidak bersedia menanggapinya karena masih kecewa dengan hasil akhir pertandingan itu.

Ia pun kecewa atas penampilan Alexis Sanchez setelah Arsenal kalah. Rencananya manajemen dan pelatih akan menjualnya musim depan nanti karena performanya menurun sejak sembuh dari cedera. Terakhir Sanchez mencetak gol tanggal 29/11/2015.

Pemain Arsenal lainnya pun, Theo Walcott tak lepas dari kritik setelah Arsenal kalah 2-3 melawan Manchester United. Menurut penilaian mantan gelandang Tottenham Hotspur Jermaine Jenas, Walcott sebagai pemain senior seharusnya bisa menjadi pemain yang memiliki pengaruh, baik saat di ruang ganti maupun di lapangan, tapi kontribusinya tersebut tidak terlihat pada pertandingan itu.

Gelandang Stoke City Charlie Adam pun sependapat dengan Jermaine Jenas. Menurutnya sat ini Arsenal tidak memiliki pemain berjiwa pemimpin yang bisa memberitahukan pemain yang melakukan kesalahan, dan memberikan motivasi yang tinggi saat Arsenal sedang tertekan. “Tidak ada sama sekali. Mungkin karena mereka fokus bermain bola. Biasanya, ketika ada seorang pemain yang melakukan kesalahan, akan ada rekan setimnya yang meneriakinya”.

Lain lagi pendapat kiper Peter Cech setelah Arsenal kalah dari musuh bebuyutannya itu. Menurutnya Arsenal sudah mengalami kemunduran setelah berhasil mengalahkan Leicester City, apalagi sejumlah pemain pilar Manchester United sedang mengalami cedera dan hanya diperkuat oleh pemain-pemain mudanya.

“Ada kekecewaan besar bagi kami dan merupakan langkah mundur setelah minggu lalu, di mana kami bisa mengatasi defisit melawan Leicester di kandang sendiri,” kata Cech (Goal.com, 1/3/16). Ia pun mengaku frustrasi atas penurunan performa klubnya saat ini, seperti halnya kekecewaan yang dirasakan oleh Arsene Wenger.

Pernyataan yang lebih keras datang dari mantan pemain Arsenal, yaitu Paul Merson. Menurutnya Wenger masih bisa beralasan jika Manchester City yang juara karena memiliki dana yang besar untuk membeli pemain top dunia, tapi jika Leicester City atau Tottenham Hotspur yang juara, Wenger harus pergi dari Emirates Stadium. “Orang bisa mengatakan tak ada yang lebih baik darinya, tapi ada ribuan pelatih di luar sana yang bisa datang dan menempatkan Arsenal di empat besar,” (Goal.com, 1/3/16).

Arsene Wenger terakhir membawa Arsenal juara Liga Inggris tahun 2004, artinya sudah 12 tahun berlalu, dan jika musim ini kembali gagal, kemungkinan besar manajemen akan memecatnya sesuai pernyataan Paul Merson di atas tadi. Manajemen tentu tidak ingin melihat Arsenal menjadi “Liverpool kedua”, klub papan atas lainnya yang bernasib sama tidak pernah lagi merasakan gelar juara Liga Inggris, tapi The Reds kini memiliki Jurgen Klopp yang diperkirakan 2-3 musim ke depan bisa menuntaskan dahaga Liverpool setelah sekian lama puasa gelar juara Liga Inggris.

Bukan hanya Liverpool dengan Jurgen Kloppnya yang perlu diperhatikan oleh Arsenal, klub papan atas lainnya pun memiliki manajer dan pemain yang berkualitas musim depan nanti seperti Manchester City dengan Pep Guardiola, Manchester United yang akan dilatih oleh Jose Mourinho (jika benar Van Gaal diganti), Chelsea yang kemungkinan besar akan dilatih oleh Antonio Conte. Belum lagi Mauricio Pochettino yang kini menangani Tottenham Hotspur akan mendapat dana yang cukup besar untuk membeli pemain jika Spurs lolos atau bermain di Liga Champions musim depan.

Semua ini bisa memperpanjang dahaga gelar juara Liga Inggris bagi Arsenal, dan tidak tertutup kemungkinan hingga 10 tahun yang akan datang pun gelar itu hanya sebatas nyaris juara seperti yang dialami oleh Liverpool saat ini.

Cukup menyedihkan memang, jika Arsene Wenger dipecat atau pergi dari Emirates Stadium seandainya musim ini kembali gagal mempersembahkan gelar juara Liga Inggris. Tidak ada lagi pelatih yang lebih dari 10 tahun menangani sebuah klub di Liga Inggris setelah Alex Ferguson mengundurkan diri dari Manchester United.

Beberapa tahun terakhir ini pun klub papan bawah sudah sulit dikalahkan. Bukan hanya Arsenal, hal yang sama dialami oleh klub papan atas lainnya. Manajer (pelatih) datang silih berganti, dan musim depan klub-klub papan atas yang menjadi saingan Arsenal sudah berbenah diri. Tantangan dan tekanan pun akan semakin tinggi saja.

Tapi benarkah Liga Inggris akan kehilangan Arsene Wenger musim depan?

Masih ada 11 pertandingan sisa. Di pertandingan berikutnya Arsenal akan melawan tim papan bawah urutan 16 klasemen sementara Liga Inggris, yaitu Swansea City. Jika imbang, apalagi sampai Arsenal kalah tekanan itu akan semakin tinggi saja.

Sumber gambar.


Arsene Wenger Optimis Setelah Atraksi Louis Van Gaal

Arsene Wenger Optimis Setelah Atraksi Louis Van Gaal

Arsene Wenger Optimis Setelah Atraksi Louis Van Gaal

Adahati.com – Manchester United berhasil mengalahkan Arsenal 3-2 dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris tadi malam (Minggu, 28/2/16). Kekalahan ini menambah kesedihan fans Arsenal karena sebelumnya, yaitu beberapa hari yang lalu pun kalah 0-2 saat melawan Barcelona di Liga Champions.

Dengan demikian dari dua pertandingan terakhir Arsenal, baik bertindak sebagai tuan rumah maupun tamu hasil akhirnya sama saja, yaitu Arsenal menelah kekalahan.

Namun pelatih Arsenal Arsene Wenger yang sudah tua ini belum bersedia mengibarkan bendera putih tanda menyerah, atau tetap optimis masih bisa mempersembahkan gelar juara Liga Inggris untuk tim yang berjulukan Gudang Peluru ini.

“Gelar juara masih mungkin diraih. Kami akan memberi jawaban dengan cepat dan kuat,” kata pelatih gaek Arsene Wenger (Goal.com, 29/2/16).

Apakah optimisme Arsene Wenger yang menolak untuk mengibarkan bendera putih tadi pertanda Arsenal masih mampu juara Liga Inggris musim ini dan dibuktikannya nanti?

Entahlah, tapi satu hal yang sudah jelas adalah pada pertandingan antara Manchester United dan Arsenal tadi malam ada sebuah atraksi yang dilakukan oleh Louis Van Gaal. Ia dengan sengaja menjatuhkan diri saat melakukan protes kepada asisten wasit Mike Dean karena kesal atas aksi diving pemain Arsenal yang berbuah tendangan bebas.

Apakah Louis Van Gaal sedang caper (cari perhatian) saat melakukan atraksinya tadi?

Dari hasil rekaman dapat ditarik kesimpulannya kesimpulan atraksi Van Gaal tadi cenderung bersifat spontanitas atau bukan dibuat-buat (rekayasa). Mungkin ia khawatir skor sementara 3-2 – saat ia melakukan atraksinya tadi menit 76 – masih bisa berubah menjadi 3-3, dan mungkin saja pertandingan itu dimenangkan oleh lawannya.

Setelah kekalahan melawan Manchester United tadi, langkah Arsenal menuju tangga juara Liga Inggris musim ini semakin berat saja.

Semoga Arsene Wenger pun tidak lagi tersesat dalam menjalankan taktiknya, atau salah menerapkan taktik pada 11 pertandingan yang tersisa musim ini, dan berhasil mengejar ketinggalan 5 (lima) poin dari Leicester City, jika tidak ingin Arsenal kembali gagal dan gagal lagi meraih gelar juara Liga Inggris musim ini. Bukan sekadar optimis saja.

Sumber gambar.


Barcelona Dibantai di Emirates Stadium Kandang Arsenal

Barcelona Dibantai di Emirates Stadium Kandang Arsenal

Adahati.com – Barcelona dibantai? Arsenal akan menjamu Barcelona di Emirates Stadium dalam lanjutan babak perempat final Liga Champions 2015-16.

Bertindak sebagai tuan rumah di leg pertama ini tentu Arsenal tak membuang peluang untuk membantai lawannya tersebut di hadapan para pendukungnya.

Arsenal memiliki play maker kelas dunia, yaitu Mezut Ozil. Umpan-umpannya terukur kepada penyerang Arsenal yang bisa menjebol gawang Barcelona lewat kaki Olivier Giroud, Alexis Sanchez atau pemain Arsenal lainnya.

Dengan kondisi pemain-pemain intinya yang masih bugar, skema permainan 4-2-3-1 dan perkiraan susunan pemain seperti ini: Cech, Monreal, Koscielny, Mertesacker, Bellerin, Ramsey, Coquelin; Sanchez, Ozil, Chamberlain dan Giroud kemungkinan besar Barcelona dibantai di Emirates Stadium nantinya.

Barcelona dengan skema 4-3-3 dan tiki-takanya cenderung dominan menguasai bola. Blunder jika Arsenal menerapkan taktik yang sama. Diperkirakan Arsenal akan fokus memperkuat lini pertahanan dan mengandalkan serangan balik yang cepat. Wenger pun akan menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan pemain Barcelona yang menguasai bola dan melewati garis tengah lapangan.

Dengan menyisakan Olivier Giroud di depan, kemudian memaksimalkan kelengahan pemain Barcelona, serangan balik Arsenal akan membuahkan gol lewat kreasi dan umpan manis Ozil kepada Giroud. 1-0 Arsenal unggul.

Barcelona berusaha menyamakan kedudukan, namun pertahanan Arsenal sangat sulit ditembus, bahkan serangan balik Arsenal lewat Sanchez yang lolos dari jebakan off-side berhasil menjebol gawang lawan. Barcelona dibantai 2-0.

Mezut Ozil pun mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan yang mengubah skor akhir menjadi 3-0. Benar benar Barcelona dibantai, dan para pemainya pulang dengan wajah lesu setelah kalah 3 gol tanpa balas di Emirates Stadium.

Skor akhir yang sulit dipercaya mengingat sebelum leg pertama babak perempat final ini Barcelona lebih difavoritkan untuk memenangkan pertandingan.

Apakah masalah paspor Luiz Suarez yang nyaris membatalkan keberangkatannya ke London adalah pertanda Barcelona dibantai atau kalah telak melawan Arsenal?

Takhayul, mimpi di siang bolong jika sampai Barcelona dibantai Arsenal.

Bisa saja Barcelona dibantai Arsenal, tapi dengan catatan trisula maut Barcelona (Messi, Suarez dan Neymar) sakit perut dan dipaksakan untuk bermain.

Tak heran jika Arsenal menang telak 3-0, tapi bagaimana jika Barcelona turun dengan susunan pemain Ter Stegen; Alves, Mascherano, Pique, Alba, Rakitic, Busquets, Iniesta, Messi, Suarez, Neymar dan trisula mautnya tidak sakit perut?

Mungkin hasil akhir pertandingannya menjadi terbalik. Bukan Barcelona dibantai, melainkan Arsenal yang dipermalukan di kandangnya sendiri.

Tapi untuk memastikan skor akhir pertandingan yang benar sebaiknya saksikan saja leg pertama babak perempat final Liga Champions antara Arsenal dan Barcelona di Emirates Stadium pada Rabu (24/2/16) pukul 02.45 WIB.

#Sumber gambar: youtube.com.


Jose Mourinho, Pep Guardiola, dan Liga Inggris

Jose Mourinho, Pep Guardiola, dan Liga Inggris

Adahati.com – Jose Mourinho pelatih Chelsea yang baru saja dipecat dari jabatannya karena tidak mampu mengangkat John Terry dkk dari klasemen papan bawah Liga Inggris diberitakan sedih, bahkan menangis saat harus menerima kenyataan pahit ia mesti angkat kaki dari Stamford Bridge. Bisa dimaklumi, karena Chelsea sudah dianggap oleh Mou tempat yang nyaman dan menyenangkan sepanjang karir kepelatihannya selama ini.

Sementara dari di liga lain diberitakan Pep Guardiola pelatih Bayern Muenchen sudah memutuskan tidak akan lagi melatih salah satu klub di Bundesliga tersebut.

Memang banyak rumor yang berkembang berkait hengkangnya Pep dari Jerman ini, dan sampai saat ini pun Pep belum menjelaskan alasan yang sebenarnya.

Pada saat Jose Mourinho menangani Inter Milan dan Real Madrid serta Pep melatih Barcelona beberapa kali terjadi pertarungan antara dua sosok pelatih yang berbeda karakter ini. Head to head antara keduanya menunjukkan Jose Mourinho masih kalah dibanding Pep.

Jose Mourinho hanya menang 3x, sedangkan Pep 7x, dan 4 pertandingan sisanya berakhir dengan remis, maksud saya imbang atau draw. Jumlah gol yang dicetak oleh anak asuhnya pun Jose Mourinho masih kalah, yaitu 16 gol berbanding 26 gol.

Pep pergi dari Spanyol karena tidak ingin memperpanjang kontraknya dengan Barcelona, sedangkan Jose Mourinho dipecat oleh Real Madrid. Boleh dibilang Mou banyak kalahnya, dan saat ini pun ia kalah lagi berkait jumlah manajemen klub di Liga Inggris yang menginginkan tanda tangannya sebagai pelatih di klub tersebut.

Berdasarkan berita yang berkembang saat ini hanya klub Manchester United saja yang ingin dilatihnya, sedangkan klub Liga Inggris yang memburu tanda tangan Pep ada tiga, yaitu Manchester United, Manchester City dan Chelsea.

Kesedihan Jose Mourinho akan bertambah seandainya Pep menerima tawaran Manchester United, karena tidak ada lagi klub Liga Inggris yang menginginkannya sebagai pelatih. Mou pun akan bertambah sedih seandainya ia menjadi pelatih Manchester United, tapi di sisi lain Pep tertarik dengan tawaran Abramovich untuk menjadi pelatih The Blues, padahal Chelsea sudah dianggap seperti rumahnya sendiri.

Agar Jose Mourinho tidak bertambah sedih sebaiknya Pep melatih Manchester City saja.

Sumber gambar.


Mou Terlambat Mengambil Keputusan yang Tepat

Mou Terlambat Mengambil Keputusan yang Tepat

Adahati.com – Mou (Jose Mourinho) dipecat, menghiasi berbagai media massa. Untuk kedua kalinya pelatih yang pernah mengklaim dirinya “Special One” ini harus angkat kaki dari Stamford Bridge. Hal ini tak lepas dari buruknya performa Chelsea, dan kekalahan 1-2 dari Leicester City merupakan pintu masuk datangnya pemecatan itu.

Manajemen Chelsea lewat situs resminya memberikan pernyataan seperti ini. “Chelsea Football Club dan Jose Mourinho hari ini telah mengumumkan perpisahan dengan disertai kesepakatan dari kedua belah pihak.”. Pun masih ada pernyataan lainnya. “Semua pihak di Chelsea mengucapkan terima kasih kepada Jose atas kontribusinya sejak kembali menjadi manajer pada musim panas 2013.”

Isu pemecatan Jose Mourinho sebelumnya sudah menimbulkan perdebatan, pro dan kontra dari berbagai pihak entah pemain, mantan pemain, pelatih dan mantan pelatih serta pengamat sepakbola. Sebagian pihak ada yang mengatakan wajar jika Mou dipecat karena Chelsea saat ini sedang terpuruk di papan bawah.

Sebagian pihak lagi, termasuk legenda Chelsea Frank Lampard berpendapat bukan keputusan yang tepat memecat Mou, atau beri kesempatan kepadanya untuk memperbaiki hingga akhir musim ini. Namun Roman Abramovich rupanya sudah tidak sabar lagi. Meski Chelsea harus memberikan kompensasi sebesar 40 juta poundsterling (Rp 845 milyar) jika memecatnya keputusan itu tetap dilakukan.

Di mana salahnya Mou?. Padahal 7 bulan yang lalu ia berhasil mengantar Chelsea juara Liga Inggris. Memang cukup mengherankan, Chelsea yang bertaburan pemain bintang sering mengalami kekalahan. Alasan menurunnya performa sejumlah pemain bintangnya kurang masuk akal mengingat terlalu lama waktu itu berjalan.

Kecurigaan adanya disharmonisasi antara Jose Mourinho dan para pemain bintangnya lebih bisa diterima, meski selama ini ia, manajemen, dan pemain Chelsea cukup berhasil menyembunyikannya, tapi bau busuk itu cepat atau lambat akan tercium jua. Kelakuan Diego Costa yang sudah cenderung kurang ajar memperlihatkan hal itu kepada publik saat ia melempar rompi yang nyaris mengenai dirinya.

Mou boleh saja mengatakan tidak menanggapi serius kejadian itu, tapi publik semakin yakin adanya disharmonisasi antara Mou dan sejumlah pemain bintangnya. Apa lagi yang diharapkan?. Manajemen Chelsea hanya memiliki dua kemungkinan, yaitu mempertahankan Mou (dan menuruti kemauannya) atau sebaliknya.

Kabar terakhir Jose Mourinho mengajukan permohonan kepada manajemen Chelsea agar membeli pemain baru dan menjual pemain lama (ditengarai pemain yang sudah tidak cocok lagi dengan dirinya) bulan Januari 2016 nanti. Jika dikabulkan artinya Mou dipertahankan, tapi kenyataannya manajemen Chelsea lebih memilih untuk memecatnya.

Boleh dibilang Mou terlambat, dan hal ini tak terlepas dari sikap komprominya. Mungkin Mou belajar dari kejadian atau kasus yang dialaminya saat melatih Real Madrid. Sikap kerasnya berkait sejumlah pemain bintang yang berani menentang kebijakannya sebagai pelatih membuat dirinya gusar dan membangkucadangkan Iker Casillas.

Mou telah mempermalukan Casillas sebagai kiper nomor dua, tapi ia tetap berpegang teguh pada prinsipnya. Pelatih adalah orang yang berkuasa dan menentukan, bukan pemain, sehebat apapun pemain itu. Sikap keras kepalanya, prestasi Madrid yang kurang cemerlang, lebih utamanya telah terjadi disharmonisasi di tubuh Madrid yang menyebabkan manajemen pun akhirnya mengambil keputusan memecatnya.

Tapi kesedihan Jose Mourinho tidak berlangsung lama, sebab manajemen Chelsea masih percaya kualitasnya sebagai pelatih. Mou pun kembali ke rumah atau tempat yang paling berkesan selama karirnya. Hal ini bukan sekali dua kali pernah diucapkannya. Salah satu obsesi atau mimpinya ingin seperti Alex Ferquson di Manchester United dan mempersembahkan segudang prestasi untuk Chelsea.

Mou pun mulai melunak mengingat obsesi atau mimpinya tadi, tapi ia masih keras kepala saat menolak pinangan Real Madrid yang tertarik untuk merekrut Eden Hazard di awal musim ini. Bisa dipahami mengingat Hazard salah satu pemain bintang yang diandalkannya, apalagi ia pernah dipecat oleh Real Madrid.

Di sisi lain ia telah melakukan kesalahan, karena ditengarai Hazard sudah ingin hengkang ke Real Madrid. Hazard pun kecewa dan membalasnya dengan performa yang buruk.

Seandainya Mou menjual pemain yang sudah ogah-ogahan membela klubnya mungkin ceritanya akan lain, plus sedikitnya rekrutan pemain baru yang berkualitas di musim ini. Apalagi kekalahan-kekalahan Chelsea musim ini Mou enggan disalahkan dan cenderung menyalahkan pemain. Sakit hatilah sebagian para pemain bintangnya, dan disharmonisasi pun sudah mulai timbul di sini.

Kecil kemungkinan Mou tidak tahu siapa saja pemain bintang Chelsea yang sudah tidak suka di bawah kepemimpinannya, tapi ia masih sabar menghadapi pembangkangan ini dan lebih mengedepankan sikap komprominya mengingat kejadian yang pernah dialaminya dengan sejumlah pemain bintang Real Madrid, ditambah obsesi atau mimpinya tadi.

Sikap komprominya antara lain ditunjukkan lewat pemilihan pemain yang akan diturunkan dalam sebuah pertandingan. Jika Mou masih bersikap keras seperti dulu seharusnya pemain yang mulai membangkang atau melawan kebijakannya lebih baik dibuang saja selamanya.

Sulit mengatakan Diego Costa tidak sengaja melempar rompi yang nyaris mengenai tubuhnya, tapi lihatlah, Mou masih memainkannya selama 90 menit saat Chelsea melawan Leicester City yang berujung kekalahan 1-2. Salah satu contoh sikap kompromistisnya, meski di sisi lain ia pun masih memerlukan pemain bintangnya.

Seandainya sejak awal Mou membuang pemain yang sudah tidak sepenuh hati membela klub, membangkucadangkan pemain yang berani membangkang atau melecehkannya – terlepas ada atau tiada pernyataan Mou yang membuat sakit hati sebagian para pemain bintangnya -, dan lebih memilih pemain Chelsea lapis kedua yang masih memiliki semangat serta menghormatinya, mungkin ia belum terlambat untuk memperbaiki kinerja Chelsea.

Pernyataan Mou yang menilai pemainnya tidak bergairah saat menghadapi Leicester City yang berujung kekalahan 1-2 dan merasa dirinya dikhianati sudah terlambat. Termasuk permintaannya kepada manajemen Chelsea agar membeli pemain baru selain menjual pemain lama bulan Januari nanti. Abramovich dan manajemen Chelsea sudah tidak percaya lagi. Mou pun terpaksa angkat kaki dari Stamford Bridge.

Kepergiannya yang kedua ini tidak seperti yang pertama di mana publik dan fans Chelsea masih cenderung berpihak kepadanya serta lebih menyalahkan Abramovich, tapi kali ini Mou pergi dengan duka yang mendalam, dan mengingat usianya yang sudah terbilang cukup tua nyaris mustahil ia akan kembali ke Chelsea untuk yang ketiga kalinya.

Sumber berita: Kompas.com, sumber gambar.


Madrid Lemas Kebobolan Empat Gol Tanpa Balas

Madrid Lemas Kebobolan Empat Gol Tanpa Balas

Adahati.com – Tuan rumah Real Madrid lemas pada El Clasico tanggal 22 November 2015 yang baru saja berakhir. Para pemainnya seperti kehilangan arah dan gairah.

Memang Barcelona bermain apik, tapi tak bisa dipungkiri Madrid tampil buruk dan lemah lini pertahanannya. Lini tengah pun porak poranda, sedangkan lini depan Madrid yang ditempati oleh Ronaldo, Benzema dan Bale tak mampu mencetak satu gol pun.

Menit 11 pemain Barcelona Sergi Roberto yang menempati posisi sayap kanan bergerak cepat dari tengah menusuk lini pertahanan Madrid dan memberi umpan matang kepada Luis Suarez yang berdiri bebas.Tanpa ampun Suarez melepaskan tendangan keras yang bersarang di pojok kanan yang tidak terjangkau oleh kiper Madrid Keylor Navas.

Kematangan seorang Suarez dalam mencetak gol lewat skill yang cukup tinggi dan bola ditembak dengan kaki kanan sebelah luar membawa Barcelona unggul 1-0 atas rival abadinya. Madrid lemas dan semakin menderita di kandangnya sendiri ketika Neymar mencetak gol tambahan menit 40. Barcelona pun unggul 2-0 hingga babak pertama usai.

Babak kedua baru berjalan kurang dari 10 menit Madrid sudah kebobolan lagi. Kali ini Iniesta dari dalam kotak pinalti lawan menembak bola yang cukup keras dan bersarang di pojok kiri yang mengantar Barcelona untuk sementara unggul 3-0 menit 53. Pemain Madrid pun semakin tenggelam dan tak berdaya di hadapan pendukungnya.

Gol kedua Barcelona terjadi berkat permainan satu dua antara Iniesta dan Neymar, begitu juga gol ketiga yang memperlihatkan buruknya lini pertahanan Madrid. Sebagian pendukungnya pun mulai melambaikan “bendera putih” tanda kecewa.

Messi yang baru sembuh dari cedera diturunkan menit 57 menggantikan Rakitic, padahal Barcelona sudah unggul 3-0. Mungkin pelatih Luis Enrique ingin memberi kesempatan kepadanya untuk “menendang bola” karena sudah lama tidak merasakan hal itu.

Madrid lemas dan semakin menderita setelah Luis Suarez yang lolos dari jebakan offside kembali mencetak gol bagi Barcelona menit 74. Hancur lebur Madrid di kandangnya sendiri, apalagi seorang pemainnya, yaitu Isco diganjar kartu merah oleh wasit menit 84 karena menendang Neymar dari belakang.

Penonton pun semakin banyak yang melambaikan “bendera putih” atas buruknya penampilan Madrid. Rafael Benitez pun merasakan panasnya kursi pelatih. Entah apa yang dicatat pada kertas di tangannya setiap Barcelona berhasil mencetak gol ke gawang Madrid.

Skor akhir pertandingan pun 4-0. Sepertinya Benitez perlu banyak kertas lagi untuk “catatan harian”nya, jika tidak ingin dipecat oleh manajemen Madrid.

Sumber gambar: youtube.com.


Air Mata Jose Mourinho Nyaris Jatuh Menetes

Air Mata Jose Mourinho Nyaris Jatuh Menetes

Adahati.com – Air mata Jose Mourinho nyaris jatuh menetes. Bukan air mata keharuan, tapi cenderung kemarahan setelah menyaksikan video clip saat ia diwawancara di mixed zone untuk memberikan pandangan atau pendapatnya setelah pertandingan usai.

Tiga kali jemari Mou mengusap sudut mata kirinya dalam wawancara yang berlangsung selama 54 detik itu. Meski ia berusaha tenang, tapi terlihat jelas raut wajahnya yang tegang dan keruh setelah Chelsea kalah 1-3 melawan Liverpool yang merupakan kekalahan Chelsea yang ke 6 dari 11 pertandingan Liga Inggris musim ini.

Jika air mata Jose Mourinho nyaris jatuh menetes, sebaliknya Juergen Klopp mengaku senang atas kemenangan perdananya di Liga Inggris. “Kami masih bisa tampil jauh lebih baik lagi dari hari ini. Kami telah meraih kemenangan yang pantas dan marilah pulang,”.

Menjelang pertandingan berakhir beberapa kali kamera televisi menyorot wajah muram dan kesal Jose Mourinho, sementara fans Liverpool dengan sumringah menyanyikan lagu “You’ll Never Walk Alone” di Stadion Stamford Bridge.

Kalah 1-3 di kandang sendiri melawan Liverpool, Chelsea pun terpuruk di papan bawah klasemen sementara Liga Inggris, yaitu peringkat 15 dari 20 klub yang mengikuti kompetisi. Mou pun berada di ujung tanduk. Namun bukan hanya Mou yang harus bertanggungjawab atas hasil buruk yang diperoleh Chelsea, para pemain pun ikut andil di sini.

Mou adalah seorang manajer kelas dunia, atau salah satu yang terbaik. Ia pun dikenal fanatik membela klub dan pemain. Sila simak saat ia menjadi pelatih Real Madrid. Ada saja pembelaannya ketika kalah melawan Barcelona seperti bukan sikap seorang gentleman. Tapi itulah Mou yang mencurahkan segenap hatinya untuk membela klub dan para pemainnya.

Apakah Mou sekarang sudah berubah? Atau para pemain Chelsea cenderung sudah tidak mendukungnya lagi sebagai manajer klub sehingga tidak berjuang mati-matian untuk meraih kemenangan dan mengamankan posisi Mou yang saat ini sedang berada di ujung tanduk? Ada apa sebenarnya antara Mou dan para pemain Chelsea?

Keharmonisan seorang pelatih dan pemain cenderung menghasilkan atau berbuah hasil yang baik. Kemenangan pun akan mudah diraih, tapi apabila sebaliknya patut dipertanyakan seberapa jauh keharmonisan yang ada itu. Selama ini tidak terdengar tentang ketidakharmonisan antara Mou dan para pemain, tapi di sisi lain mungkin saja kepintaran manajemen klub, Mou dan pemain Chelsea untuk menutupinya.

Benarkah? Benar, jika Mou dipecat tak lama lagi, tapi sebaliknya, jika manajemen klub tetap mempertahankannya sambil berharap performa Chelsea akan terus meningkat ke depannya nanti, tapi tak dipungkiri lagi kehadiran Chelsea di Liga Champions musim depan semakin jauh dari pandangan mata setelah kalah 1-3 dari Liverpool.

Sumber berita: kompas.com, sumber gambar.


Argentina Gagal Juara Copa America 2015 di Chile

Argentina Gagal Juara Copa America 2015 di Chile

Adahati.com – Copa America 2015 berakhir sudah, dan Argentina gagal juara.

Babak final antara tuan rumah Chile dan Argentina tidak menghasilkan sebuah gol pun selama kurun waktu 2×45 menit plus babak tambahan 2×15 menit.

Chile yang didukung puluhan ribu penonton yang memadati stadion Estadio Nacional Julio Martínez Prádanos, Santiago bertarung dengan penuh semangat bak seekor singa. Penonton menjadi pemain ke 12 yang sejak awal hingga akhir pertandingan mendukung tim kesayangannya.

Luar biasa, baik dukungan penonton maupun penampilan pemain Chile di babak final Copa America 2015. Meski secara keseluruhan rata-rata kualitas pemain Chile masih di bawah Argentina, namun kekompakan dalam bermain plus semangat bertanding yang tinggi mampu membuat Argentina kocar-kacir dan tidak berkembang sama sekali di babak pertama.

Sementara pemain Argentina yang bermain luar biasa di babak semifinal saat berhadapan dengan Paraguay hilang entah ke mana bentuk permainannya.

Apa yang salah sehingga Argentina gagal juara? Tidak ada yang salah, pelatih Tata pun sudah benar memainkan skuad yang ada. Tapi mengapa penampilan Argentina cenderung buruk di babak final Copa America 2015 ini?

Meski harus diakui pemain Chile bertarung dengan semangat yang tinggi dan didukung penuh oleh penonton, tapi apabila Argentina bermain seperti di babak semifinal, dominasi Chile di lapangan tidak terlalu mencolok.

Pastore bermain seperti ingin pamer diri, Messi mati kutu, Aquero tidak membantu pertahanan – hanya lari-lari yang tak jelas -, dan lapangan tengah pun praktis dikuasai lawan. Sementara Di Maria yang bermain cukup bagus sialnya mengalami cedera di babak pertama.

Teringat di babak final Piala Dunia 2014 ketika Argentina tidak diperkuat Di Maria karena cedera yang dialaminya di babak sebelumnya.

Hancur lebur Argentina di babak pertama final Copa America 2015. Lapangan tengah seperti tak bertuan, dan para pemain Chile pun begitu leluasa memainkan bola dan mengatur serangan di sana.

Meski di babak kedua penampilan Argentina lebih baik dibanding babak pertama, tapi secara keseluruhan jalannya pertandingan masih didominasi oleh Chile.

Ada beberapa peluang emas yang bisa menghasilkan gol yang dimiliki oleh kedua kesebelasan sepanjang waktu pertandingan 2×45 menit maupun waktu tambahan 2×15 menit, tapi tak satu gol pun yang tercipta.

Adu pinalti cenderung keberuntungan yang lebih berbicara di sini, dan Chile yang menang saat dilakukan adu pinalti dengan skor akhir 4-1.

Semua mata pun memandang ke arah Messi. Hanya bagus bermain untuk Barcelona, tapi tidak untuk Argentina. Setelah Argentina gagal juara Piala Dunia 2014 di Brazil, kembali Argentina gagal juara Copa America 2015 di Cile.

Sumber gambar youtube.com.


Sanksi FIFA Sebenarnya Menguntungkan Bagi Indonesia?

Sanksi FIFA Sebenarnya Menguntungkan Bagi Indonesia?

Adahati.com – Sanksi FIFA (Federasi sepakbola dunia) yang diketuai oleh Sepp Blatter – 5x berturut-turut – akhirnya secara resmi dijatuhkan kepada Indonesia.

Sanksi FIFA bagi PSSI tadi langsung diberlakukan dan jangka waktunya tidak ditentukan sampai PSSI bisa mematuhi peraturan Pasal 13 dan 17 Statuta FIFA.

Selama kena sanks FIFAi, PSSI kehilangan hak keanggotaan (c.f Pasal 12 ayat 1 Statuta FIFA) dan seluruh wakil asal Indonesia (timnas maupun klub) dilarang melakukan hubungan internasional, termasuk terlibat di kompetisi FIFA dan AFC (c.f khususnya Pasal 14 ayat 3 dari Statuta FIFA). Sumber

Sanksi FIFA yang berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan ini boleh dibilang “Hari Kemerdekaan Sepakbola Indonesia”. Selama puluhan tahun sepakbola Indonesia dijajah secara batiniah berupa rasa malu yang berkepanjangan karena timnas Indonesia tidak berprestasi, meski di tingkat Asia Tenggara sekalipun!

Jika tahun 70 an timnas Indonesia masih setingkat atau tidak jauh kelasnya dibanding Korea, sekarang bedanya ibarat bumi dan langit. Negara lain makin maju, sementara di sini sepakbola yang merupakan olahraga nomor satu dengan pendukung yang cukup fanatik justru semakin lama semakin tertinggal.

Malu, melihat timnas main bolanya sering melakukan tendangan jauh ke depan dalam usahanya mencetak gol, tapi ngawur atau bolanya jatuh di sana, sedangkan pemain yang dituju berada jauh dari tempat jatuhnya bola tadi.

Malu, sudah tahu postur tubuh pemain rata-rata tidak tinggi, tapi justru sering main bola atas. Begitu sulitnya memahami main bola bawah, padahal banyak stasiun televisi sudah sering menyiarkan secara langsung pertandingan yang menyuguhkan bagaimana cara bermain bola bawah yang baik dan benar.

Malu, tidak pernah juara, gagal terus, dan entah kapan bisa hadir di pentas Piala Dunia. Seperti tersiksa dan terjajah saja batin ini jika menyaksikan secara langsung pertandingan timnas Indonesia melawan negara lain. Entah berapa banyak kaca televisi yang pecah jika diri ini tidak sabar atau disabar-sabarkan.

Terima kasih atas sanksi FIFA, karena terlepas PSSI diduga sudah dikuasai oleh mafia atau tidak, prestasi timnas Indonesia jeblok selama puluhan tahun adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Saksi FIFA ini patut diapresiasi atau diberikan pujian. Hal ini antara lain disebabkan sebagai berikut:

1. Untuk beberapa tahun ke depan tidak ada lagi rakyat Indonesia yang merasa tersiksa dan terjajah batinnya berupa rasa malu karena timnas Indonesia selalu gagal, kalah, atau sama sekali tidak berprestasi.

2. Sepakbola Indonesia akan melakukan introspeksi diri ke dalam atau melakukan pembenahan yang lebih serius sambil mencari biang kerok sesungguhnya penghambat prestasi timnas Indonesia.

3. Klub adalah penyumbang pemain timnas dan menjadi masalah terbesar saat ini. Pohon yang kuat karena memiliki akar yang kuat, begitupun sebaliknya. Sanksi FIFA yang tidak ditentukan batas waktunya tadi bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membenahi klub-klub yang ada saat ini.

Sanksi FIFA sebenarnya menguntungkan bagi Indonesia.

*****

Sumber gambar: Kompas.com, sumber gambar youtube.com.


Barcelona Juara Liga Spanyol Musim Kompetisi 2014-15

Barcelona Juara Liga Spanyol Musim Kompetisi 2014-15

Adahati.com – Barcelona juara Liga Spanyol musim kompetisi 2014-15 setelah mengalahkan Atletico Madrid di kandangnya sendiri dengan skor akhir 1-0.

Pertandingan antara Atletico dan Barcelona ini merupakan pertandingan yang menentukan. Jika Barcelona menang tak mungkin lagi jumlah poinnya terkejar oleh Madrid yang pada saat bersamaan menghadapi tuan rumah Espanyol.

Saat ini Barcelona berada di puncak klasemen dengan 90 poin, sementara Real Madrid 86 poin, dan kompetisi tinggal tersisa dua pertandingan saja.

Trisula maut Barcelona tidak bisa tampil pada pertandingan yang menentukan ini karena Luiz Suarez masih mengalami cedera. Meskipun demikian Barcelona mengontrol jalannya pertandingan dengan penguasaan bola sekitar 70 %. Atletico Madrid seperti terpaksa mengikuti irama yang dimainkan oleh Barcelona.

Babak pertama berlangsung lambat dan skor masih 0-0. Hasil akhir imbang pun sudah mengantarkan Barcelona juara Liga Spanyol. Di babak kedua baru tercipta gol yang memecahkan kebuntuan setelah Messi dan Neymar melakukan kerja sama satu dua di dalam kotak pinalti, dan Messi menceploskan bola ke sudut kiri dari penjaga gawang lawan yang tidak bisa menjangkaunya.

Supporter Barcelona pun bersorak gembira karena Barcelona juara Liga Spanyol sudah berada di depan mata. Tak lama kemudian semakin riuh sorak sorai tadi kerena pada pertandingan lain Madrid yang sudah unggul 1-0 kebobolan. Skor sementara antara Espanyol dan Madrid pun menjadi imbang 1-1.

Barcelona semakin percaya diri setelah unggul 1-0, dan Neymar nyaris mencetak gol beberapa menit kemudian ketika Messi yang menggiring bola memasuki kotak pinalti menyodorkan bola kepada Neymar yang berdiri bebas di sisi sayap kiri. Tinggal berhadapan dengan penjaga gawang dan jaraknya cukup dekat, tapi apa lacur tendangan Neymar melambung tinggi di atas tiang gawang.

Pedro pun nyaris menambah gol Barcelona tak lama berselang, tapi tendangannya dari tengah kotak pinalti melenceng ke sebelah kiri tiang gawang lawan.

Barcelona hanya unggul 1-0 hingga akhir pertandingan, sementara Madrid menang 4-1 atas tuan rumah Espanyol. Namun kemenangan yang diraih Madrid tadi tak bisa lagi menghalangi Barcelona juara musim ini.

Ada kejadian yang cukup menarik pada saat pertandingan sudah memasuki waktu tambahan 3 menit. Barcelona mendapat tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Atletico Madrid. Messi dan Neymar menghadapi bola mati, dan terkesan mengulur waktu. Wasit pun memberi kartu kuning kepada Neymar yang memperlambat tempo, dan entah mengapa setelah itu pemain Atletico sewot.

Mungkin ada gerakan tubuh Neymar yang membuat pemain Atletico emosi sehingga terjadi keributan. Saling dorong dan para pemain pun berkerumun. Sebagian ada yang masih emosi, sebagian lagi berusaha menenangkan.

Messi pun terlihat cekcok dengan seorang pemain Atletico Madrid. Kedua pemain yang saling ngotot ini pun diganjar kartu kuning oleh wasit.

Akibat keributan atau cekcok yang terjadi tadi waktu tambahan terus bergulir, dan tak lama berselang wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Para pemain Barcelona, dan Luis Enrique pun melompat kegirangan.

Gol semata wayang yang dicetak Lionel Messi tadi mengantarkan Barcelona juara Liga Spanyol musim kompetisi 2014-15.

Sumber gambar youtube.com.


Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Messi yang Malas Berasal dari Planet Lain

Adahati.com – Leg pertama babak semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Bayern Muenchen berakhir dengan skor 3-0 sekaligus pembalasan yang nyaris sempurna mengingat 2 tahun yang lalu Barcelona kalah 0-3 di stadion yang sama, dan Barcelona terpuruk dengan agregat skor 0-7 atas Bayern Muenchen.

Messi yang malas menjadi bintang lapangan pada pertandingan leg pertama babak semifinal ini berkat dua gol dan satu asisnya. Pujian pun berhamburan dari pemain Barcelona maupun klub lainnya. Kembali kata-kata “Messi berasal dari planet lain” menghiasi halaman media massa dan dunia maya. Segala puja puji tadi seakan melupakan Messi yang malas dan melempem pada pertandingan itu.

Pemain depan Barcelona yang terdiri dari Messi yang malas, Neymar dan Suarez sepertinya diinstruksikan oleh Luis Enrique untuk menekan pemain Bayern Muenchen yang menguasai bola. Penekanan dilakukan hingga penjaga gawang lawan.

Luis Suarez terlihat rajin berlari dan berusaha terus menekan pemain Bayern Muenchen yang menguasai bola di daerahnya sendiri. Menyenangkan melihat semangatnya merebut bola, dan Suarez patut diacungkan jempol atas semangatnya tadi.

Neymar tidak serajin Suarez, tapi yang terparah atau terkesan paling malas mengejar dan merebut bola dari kaki pemain Bayern Muenchen adalah Messi.

Entah mengapa Messi yang malas seperti kurang semangat dalam pertandingan ini, juga pada beberapa pertandingan di Liga Spanyol setelah posisinya tidak lagi sebagai penyerang tengah. Awalnya trisula Barcelona menempatkan Messi yang malas sebagai penyerang tengah yang didampingi oleh Neymar di posisi sayap kiri dan Suarez di posisi sayap kanan, dan trisula ini kurang tajam dan menyengat.

Justru pada saat Luis Enrique menempatkan Suarez  sebagai penyerang tengah serta menggeser Messi yang malas ke posisi sayap kanan, trisula ini pun semakin tajam dan menakutkan lawan, tapi di sisi lain sepertinya Messi bermain ogah-gahan, kurang semangat dan terkesan malas dengan posisinya saat ini.

Ada apa sebenarnya dengan Messi yang malas? Khawatir kalah bersaing dengan Christian Ronaldo karena posisinya bukan sebagai target man lagi dalam urusan cetak mencetak gol? Suarez memang semakin subur menyumbang gol bagi Barcelona sejak posisinya sebagai penyerang tengah, tapi di sisi lain seperti menghilangkan gairah dan kegembiraan seorang Messi.

Selama 77 menit Messi yang malas terlihat melempem dan memble pada pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions. Jauh dari performa terbaiknya beberapa tahun silam atau saat Pep Guardiola masih sebagai pelatih Barcelona.

Gol pertama yang dicetaknya dan 3 menit kemudian gol kedua yang menjadi pembicaraan hangat di dunia maya berkat aksi tipunya yang mengecoh Boateng serta asisnya kepada Neymar yang berbuah gol ketiga bagi Barcelona adalah Messi yang bergairah bermain bola, bukan Messi yang malas tak bergairah.

Kegembiraannya jelas terlihat pada saat merayakan gol ketiga. Wajahnya sumringah, memeluk Neymar dan menepuk pundaknya sambil berguling di rumput. Praktis hanya sekitar 13 menit plus 4 menit waktu tambahan adalah waktu yang dimiliki oleh Messi untuk memperlihatkan dirinya yang dulu.

Dua gol yang diciptakannya ke gawang Bayern Muenchen seakan melupakan penampilannya yang cenderung malas, melempem dan memble selama 77 menit. Hanya 17 menit terakhir yang memperlihatkan Messi meledak dan mencetak gol.

*Sumber gambar: flickr.com.


Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Kejutan Liga Champions Kembali Terjadi Lagi?

Adahati.com – Barcelona untuk ke delapan kalinya secara berturut-turut maju ke babak semifinal Liga Champions 2014-15 setelah menyingkirkan Paris Saint Germain (PSG) dengan agregat gol 5-1 (1-3 dan 2-0), sedangkan satu tempat lagi milik Bayern Muenchen setelah menyingkirkan Porto dengan agregat gol 7-4 (1-3 dan 6-1).

Dua tempat semifinalis lainnya akan diperebutkan oleh Real Madrid, Atletico Madrid, Monaco dan Juventus sebentar lagi. Idealnya Real Madrid dan Juventus yang akan maju ke babak selanjutnya sehingga 4 tim semifinalis milik klub-klub besar, tapi Liga Champions selalu menghadirkan kejutan-kejutan di luar dugaan dan perkiraan.

Jika bukan 4 tim besar yang akan mengisi babak semifinal Liga Champions, siapa yang akan menemani Barcelona dan Bayern Muenchen?

Hal yang cukup menarik lainnya adalah di babak perempat final leg kedua tim tuan rumah berhasil memenangkan pertandingan (Barcelona – PSG 2-0, dan Bayern Muenchen – Porto 6-1).

Jika hal ini berulang, maka babak semifinal milik Barcelona, Bayern Muenchen, Real Madrid dan Monaco, tapi hal yang ideal tidak selamanya berlaku di Liga Champions. Artinya ada tuan rumah yang kalah atau tersingkir.

Mungkinkah tuan rumah tersebut AS Monaco? Leg pertama babak perempat final yang berlangsung di kandang Juve, Monaco cukup bermain baik dan Juve hanya mampu menang 1-0 saja. Motivasi pemain Monaco pun cukup tinggi untuk memenangkan pertandingan di leg kedua nanti mengingat rivalnya di Liga Perancis sudah tersingkir.

Jika Monaco berhasil maju ke babak selanjutnya merupakan kebanggaan sendiri sebagai satu-satunya klub perancis yang bisa tembus hingga babak semifinal.

Juve beberapa tahun terakhir ini secara berturut-turut juara Liga Italia, tapi saat ini Liga Italia kompetisinya kurang ketat dibanding Liga Spanyol, Inggris dan Jerman.

Apakah Juve mampu meraih kemenangan atas tuan rumah AS Monaco seperti halnya Arsenal di babak sebelumnya?

Situasi dan kondisi antara Arsenal dan Juve berbeda karena Arsenal berangkat dengan motivasi untuk menebus kekalahannya saat bertindak sebagai tuan rumah, sedangkan Juve datang dengan kemenangan 1-0 yang diraihnya di leg pertama.

Mungkinkah tuan rumah yang kalah atau tersingkir itu Real Madrid?

Situasi dan kondisi Real Madrid mirip Bayern Muenchen, yaitu beberapa pemain intinya cedera, tapi rasanya sulit Real Madrid akan menang dengan skor telak seperti kemenangan yang diraih oleh Bayern Muenchen atas tamunya Porto.

Bayern Muenchen mengamuk saat menjamu Porto setelah kalah 1-3 di leg pertama, sedangkan Real Madrid saat bertandang ke kandang Atletico Madrid mampu membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0.

Selain beberapa pemain intinya mengalami cedera dan tidak bisa diturunkan pada leg kedua nanti, Real Madrid pun dalam beberapa pertandingan terakhir melawan Atletico Madrid menuai hasil yang tidak memuaskan, meski bertindak sebagai tuan rumah.

Atletico seperti batu karang bagi Madrid, mirip saat Madrid di bawah pelatih Jose Mourinho jika berhadapan dengan Barcelona di bawah pelatih Pep Guardiola.

Siapa sebenarnya dua tim lagi yang akan menemani Barcelona dan Bayern Muenchen di babak semifinal Liga Champions 2014-15 nanti?

Sumbar gambar: flickr.com.


Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Barcelona akan Mengalahkan Bayern Muenchen?

Adahati.com – Barcelona sebentar lagi akan berhadapan dengan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2014-15 di stadion Nou Camp.

Kemarin tuan rumah Juventus berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor akhir 2-1 pada leg pertama babak semifinal Liga Champions lainnya.

Benarkah Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen?

Sebelum pertandingan antara Barcelona dan Bayern Muenchen ini ada beberapa pernak pernik yang menghiasi wajah atau halaman media massa, antara lain:

1. Kembalinya pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola ke Barcelona.

2. Sambutan meriah diperkirakan akan diberikan penonton kepadanya.

3. Pep Guardiola tahu betul seluk beluk Barcelona karena sebagian besar pemain intinya pernah ditanganinya selama beberapa tahun.

4. Barcelona pernah kalah dengan agregat 0-7 saat bertemu Bayern Muenchen di babak semifinal Liga Champions dua tahun yang lalu.
Strategi dan taktik pelatih Luiz Enrique menghadapi strategi dan taktik pelatih Bayern Muenchen yang pernah menangani Barcelona pun dipertanyakan.

Pernak pernik di atas tadi akan berhenti ketika wasit telah meniup peluit tanda dimulainya leg pertama babak semifinal ini. Tepuk tangan penonton menyambut kedatangan Pep Guardiola, kekalahan Barcelona 0-7 dua tahun yang lalu, strategi dan taktik Luiz Enrique dan Pep Guardiola akan sirna dengan sendirinya.

Kejadian yang ada di lapangan lebih menarik untuk dilihat, bukan pernak pernik itu lagi. Kemungkinan besar Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal Liga Champions mengingat, antara lain:

-Barcelona sedang dalam kondisi yang bagus saat ini. Trisula Messi – Neymar – Suarez adalah tiga penyerang maut yang rajin mencetak gol atau membobol gawang lawan belakangan ini.

-Minimal dua gol akan bersarang di gawang Bayern Muenchen. Porto saja mampu mencetak satu gol, baik di kandang sendiri maupun di kandang Muenchen di babak sebelumnya yang menandakan lini pertahanan Muenchen saat ini tidak bagus.

-Para pemain di lapangan yang berperan besar menentukan hasil akhir pertandingan, sedangkan strategi dan taktik pelatih hanya semacam supplement dan pemain Barcelona sedang dalam kondisi psikologis yang bagus karena sebelum big match ini memenangkan beberapa pertandingan di liga domestik, sedangkan Bayern Muenchen sebaliknya.

-Beberapa pemain inti Bayern Muenchen yang biasa menyumbang gol tidak bisa dimainkan, dan jika dipaksakan untuk bermain pun tidak dalam kondisi yang prima, atau dengan kata lain Muenchen tumpul di depan mengingat cederanya Arjen Robben, Frank Ribery dan Robert Lewandowski.

-Faktor tuan rumah yang menunjukkan bahwa tim tamu tidak pernah menang terhitung sejak babak perempat final Liga Champions, dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga babak semifinal ini.

Dengan demikian kesimpulan sederhananya Barcelona akan mengalahkan Bayern Muenchen pada leg pertama babak semifinal ini.

Sumber gambar: wikimedia.


Barcelona Pesta Gol di Kandang Lawan

Barcelona Pesta Gol di Kandang Lawan

Adahati.com – Barcelona pesta gol, mengalahkan tuan rumah Cordoba dengan skor akhir 8-0, tapi tak lama berselang Real Madrid pun mengalahkan tuan rumah Sevilla 3-2. Maka dari itu, selisih poin antara Barcelona dan musuh bebuyutan atau rival abadinya Real Madrid masih tetap sama, yaitu 2 poin dan tinggal tersisa 3 (tiga) pertandingan lagi kompetisi Liga Spanyol musim ini.

Madrid masih memberikan tekanan secara psikologis kepada Barcelona, dan berharap klub saingannya ini terpeleset atau satu kali mengalami kekalahan dari tiga sisa pertandingan yang ada. Jika hal itu terjadi, sementara di sisi lain Madrid mampu memenangkan semua tiga pertandingan sisa tadi, Barcelona pun akan menderita karena gagal juara Liga Spanyol musim ini.

Ada pertanyaan yang cukup menarik pada pertandingan antara tuan rumah Cordoba dan Barcelona tadi, yaitu mengapa Barcelona tetap mempertahankan sebagian besar pemain intinya hingga pertandingan usai, meski sudah unggul cukup banyak gol? Apa maksud dan tujuan Barcelona memenangkan pertandingan ini dengan gol sebanyak-banyaknya atau Barcelona pesta gol?

Tekanan psikologis atau semacam itu sedang dimainkan atau dilakukan oleh Barcelona. Selain ditujukan kepada musuh bebuyutan atau rival abadinya Real Madrid yang belum bertanding melawan Sevilla, tekanan psikologis ini pun diarahkan kepada klub dari Jerman, yakni Bayern Muenchen.

Pada pertandingan berikutnya Barcelona akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg pertama babak semifinal Liga Champions tanggal 7 Mei 2015 dini hari nanti.

Tekanan psikologis atau kemenangan dengan skor sangat telak 8-0 melawan Cordoba tadi tidak berhasil menekan Madrid, apakah tekanan psikologis ini akan sukses terhadap Bayern Muenchen yang dua tahun lalu berpesta gol ke gawang Barcelona dengan skor agregat 7-0?

Pertanyaan ini akan dibahas nanti, atau menjelang pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions 2014-15 antara Barcelona dan Bayern Muenchen yang diperkirakan akan berlangsung seru, tegang dan mencekam.

Barcelona butuh kemenangan pada pertandingan tersebut, setidak-tidaknya dengan selisih dua gol, sebab Bayern Muenchen yang akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua nanti adalah tim yang sangat sulit dikalahkan.

Sumber gambar: pixabay.


Barcelona Menang 3-1 atas Paris Saint Germain (PSG)

Barcelona Menang 3-1 atas Paris Saint Germain (PSG)

Adahati.com – Barcelona menang 3-1 atas lawannya tuan rumah PSG di babak perempat final Liga Champions 2014-15 leg pertama yang berlangsung dini hari tadi (Kamis, 16 April 2015), dan 4 gol pada pertandingan tersebut dicetak oleh Neymar (18), Luiz Suarez (67, 79) dan Jeremy Mathieu (82, gol bunuh diri).

Kemenangan ini memudahkan Barcelona untuk melangkah ke babak selanjutnya, apalagi pada leg kedua nanti akan berlangsung di kandangnya sendiri. Namun meski Barcelona menang penampilannya masih belum memuaskan.

Berikut ini beberapa catatan yang menunjukkan hal itu, antara lain:

-Barcelona menang dan lebih dominan menguasai jalannya pertandingan, tapi terasa hambar serangan yang dilakukannya saat ingin menembus pertahanan lawan.

-Bola yang dikuasai lebih banyak berputar di lapangan tengah. Jika ada tekanan yang datang dari pemain lawan, bola sering dikembalikan lagi ke belakang. Hal ini menunjukkan pergerakan pemain Barcelona di depan kurang bervariasi sehingga umpan terobosan pun jarang dilakukan

-Gol pertama yang dicetak oleh Neymar saja yang menunjukkan adanya kerja sama dan permainan tik tak dari pemain Barcelona, sedangkan gol kedua dan ketiga cenderung tercipta karena kelebihan skill individu seorang Luiz Suarez.

-Masih terlihat cepat merasa puas diri ketika Barcelona menang atau sedang unggul. Lini pertahanan mulai kehilangan konsentrasi sehingga pemain PSG memiliki kesempatan untuk menyamakan atau memperkecil ketinggalan gol.

-Gol bunuh diri Jeremy Mathieu seharusnya tidak perlu terjadi, jika pemain Barcelona tidak lengah atau cepat merasa puas diri. Hal ini bisa dilihat dari terciptanya gol ke tiga yang dicetak oleh Luiz Suarez menit ke 79 dan hanya berselang 3 menit kemudian Jeremy Mathieu mencetak gol bunuh diri.

-Messi kurang tampil gemilang, meski gol pertama yang dicetak oleh Neymar berkat assistnya yang memberikan umpan terobosan melewati pemain PSG.

-Penempatan posisi Messi di sayap kanan dan kadang bermain di tengah tidak terlalu mengekploitasi kehebatannya jika dibandingkan posisinya sebagai penyerang tengah.

-Lini tengah yang ditempati oleh Busquet, Rakitic dan Iniesta belum sepadu dan sehebat 5 tahun yang lalu ketika masih ada Xavi Hernadez di sana.

-Ketika Iniesta cedera dan digantikan oleh Xavi, tetap tidak terlihat umpan terobosan maut yang berbuah gol, dan hal ini sekali lagi memperlihatkan pergerakan pemain Barcelona di depan kurang menggigit dan variatif untuk mencari tempat yang kosong.

-Penampilan Pique masih mengkhawatirkan karena lagaknya yang cukup tengil saat menahan dan memberikan bola, tapi untunglah penampilan Javiar Mascherano yang garang dan lugas dapat menutupi lini belakang Barcelona.

-Barcelona menang, tapi PSG tampil tanpa beberapa pemain intinya, dan gol bunuh diri Barcelona menunjukkan penampilannya pada leg pertama babak perempat final ini kurang menjanjikan untuk meraih gelar juara Liga Champions.

Barcelona bisa juara Liga Champions tapi dengan catatan Real Madrid dan Bayern Muenchen tersingkir di leg kedua yang berlangsung di kandangnya sendiri, sebab sisa tim lainnya – Atletico Madrid, Juventus, Monaco dan Porto – bukan halangan yang berarti, meski babak semifinal dan final umumnya berlangsung ketat.

Sebaliknya jika Real Madrid dan Bayern Muenchen berhasil lolos ke babak selanjutnya, Barcelona sulit juara Liga Champions.

Sumber gambar: wikipedia.