Bos First Travel yang Hidup Mewah Itu Patut Dikasihani

Bos First Travel yang Hidup Mewah Itu Memang Patut Dikasihani

Adahati.com – Bos First Travel, yaitu Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Hasibuan memang patut dikasihani. Bukan lantaran pihak kepolisian telah menyita beberapa aset kekayaannya seperti kantor, mobil, butik dan rumahnya, melainkan kehidupan mewah yang dijalani oleh bos First Travel itu dari hasil menipu.

Apa enaknya hidup dari hasil menipu? Banyak orang lain yang hidupnya jadi susah dan menderita, artinya bos First Travel itu hidup senang di atas penderitaan orang lain.

Berita terakhir menyebutkan bos First Travel memiliki restoran yang terletak di kawasan elite Inggris yang nilainya sekitar 14-15 miliar rupiah yang dibelinya tahun 2016 lalu. Tidak disebutkan berapa meter persegi luas restorannya, juga tidak disebutkan restoran itu menjual jenis makanan apa saja. Mungkin hal ini tidak terlalu penting, makanya berita yang ada hanya mengatakan sebuah restoran di daerah elite Inggris.

Tidak tertutup kemungkinan masih ada aset kekayaan lainnya yang belum terlacak oleh pihak kepolisian. Adapun total kerugian para korban ditaksir sekitar Rp 848,700 miliar, tapi anehnya pada dua rekening perusahaan yang telah dibekukan saldonya tidak seberapa. Entah ke mana larinya uang sebanyak itu, sementara bos First Travel hanya mengatakan “lupa-lupa ingat”.

Mirip lagu dari band “Kuburan” saja, lupa-lupa tapi ingat.

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuma ingat kuncinya
Ingat, aku ingat ingat, cuma ingat kuncinya

Kehidupan mewah bos First Travel dari hasil menipu tadi sudah berakhir, tapi penderitaan orang-orang yang ditipunya entah kapan, masih belum jelas.

Entah apa enaknya hidup dari hasil menipu dan senang di atas penderitaan orang lain. Makanya bos First Travel itu memang patut dikasihani karena ia tidak bisa hidup secara jujur, sederhana dan apa adanya.

The Lohmenz Institute masih mencermati potensi lucu dari kasus penipuan ini, mengingat total kerugian para korban hingga ratusan miliar rupiah, tapi uang yang tersisa di rekening perusahaan hanya sekitar 1,3-1,5 juta rupiah saja.

Sumber gambar.

Category: BebasTags: