Bela Jokowi, Kecenderungan Sikap Para Pengusaha

 Politik
bela Jokowi
Presiden Jokowi

Adahati.com – Mengapa para pengusaha cenderung bela Jokowi?

Nilai tukar Rupiah yang saat ini sudah menembus angka 14.000 perdollar Amerika Serikat (USD) di mata pengusaha ibarat buah simalakama.

Para pengusaha yang mengandalkan ekspor akan lebih bergairah, sedangkan pengusaha yang ketergantungan impor sebaliknya. Maka dari itu, para pengusaha berharap pemerintah secepatnya mengambil kebijakan yang tepat agar kondisi ini tak berlangsung lama.

Namun Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani berpendapat para pengusaha yakin kondisi yang ada saat ini tidak akan sama seperti saat krisis moneter 1998, sebab keterpurukan Rupiah kali ini murni karena perlambatan ekonomi dunia.

Ia pun menambahkan terpuruknya nilai tukar Rupiah saat ini memang sudah diperkirakan sejak lama sebelum Pemerintahan Jokowi-JK.

“Kita sudah bisa memperkirakan terjadi seperti ini. Ini terjadi sudah jauh-jauh hari. Bahkan pada pemerintahan Pak SBY sudah terlihat. Tetapi kita tidak punya langkah untuk antisipasi.”

Ada kesan bela Jokowi dan menyalahkan pemerintahan sebelumnya, atau dengan kata lain pemerintahan SBY ikut andil atas terpuruknya nilai rupiah saat ini.

Diperkirakan SBY tak lama lagi akan membantah pernyataan para pengusaha yang diwakili oleh Ketua Apindo Haryadi Sukamdani tadi. Kira-kira bantahan SBY seperti ini:

“Menurut hemat saya tidak baik menyalahkan pemerintahan yang lalu. Sebaiknya kita mencari solusi bersama agar bangsa ini lepas dari kesulitan ekonomi daripada saling menyalahkan satu dan lainnya. Mudah-mudahan solusi itu bisa memperbaiki kondisi yang ada saat ini, dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika secepatnya akan membaik.”

Atau pernyataan para pengusaha yang cenderung bela Jokowi tadi dan menyalahkan SBY, terlebih dahulu akan dibantah oleh Ruhut Sitompul. “Ah, tidak benar itu!. Sekarang kalian menyalahkan pak SBY, bukannya berterimakasih atas kebijakan-kebijakan pak SBY yang telah membantu para pengusaha. Tahu dirilah, jangan terus menerus kalian menyalahkan pak SBY. Jangan seperti kacang lupa sama kulitnya!”

Terlepas benar atau tidak akan ada bantahan yang mirip seperti di atas tadi, ada dugaan dari sebagian pihak bahwa mantan Presiden SBY telah memasang sebuah tameng, dan bentuknya seperti ini: “Jangan Suka Menyalahkan Pemerintahan yang Lalu”.

Sumber berita merdeka.com, sumber gambar youtube.com.