Archives

Foto Anies Dibakar dan Amien Rais “Politikus Comberan”?

Foto Anies Dibakar dan Amien Rais “Politikus Comberan”?

Adahati.com – Foto Anies dibakar dalam aksi demo oleh sekelompok orang yang menamakan dirinya Front Aksi Mahasiswa. Aksi demo tersebut terjadi di depan Balai Kota hari ini (16/4/2018), tapi entah mengapa ada foto Anies dibakar segala.

Adakah keuntungan yang didapat dari foto Anies dibakar tadi? Jika ada, apa untungnya? Atau foto Anies dibakar tadi sekadar ingin memperlihatkan dalam aksi demo tersebut ada pertunjukkan teatrikalnya yang cukup menarik untuk ditonton?

Sebenarnya mana yang lebih menarik, aksi demo yang menanyakan realisasi program yang dijanjikan Anies-Sandi atau teatrikal foto Anies dibakar tadi?

Pertanyaan lainnya, mengapa hanya foto Anies yang dibakar, sedangkan foto Sandi tidak? Bukankah yang ditanyakan adalah realisasi program yang dijanjikan oleh mereka berdua? Berita foto Anies dibakar tadi ada di sini.

Apakah cukup menyeramkan berita foto Anies dibakar? Jika ada sebagian pihak yang menganggapnya seperti itu, bagaimana dengan pernyataan Amien Rais yang menyebut “partai setan”, sedangkan setan dianggap cukup menyeramkan?

Di sisi lain setan dianggap cukup menyeramkan menurut sebagian pihak, tapi sebagian pihak lainnya mungkin saja menganggap setan itu lucu, dan lucunya seperti politikus. Tentu tidak semua politikus, supaya tidak dianggap menggeneralisasi.

Apakah cukup menyeramkan ada yang menganggap Amien Rais “politikus comberan”?

“Ucapan Amien Rais tentang ‘partai setan’ tidak ada kaitannya dengan demokrasi, melainkan hanya tingkah laku politikus comberan yang seenak udelnya saja, dan hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia,” kata Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah di sini.

Mungkin kurang tepat jika pernyataan politikus Partai Hanura tadi cukup menyeramkan, karena comberan lebih cenderung menjijikkan.

Namun lebih menjijikkan mana dibanding dengan pernyataan politikus PAN ini?

“Sekarang yang ngomong comberan itulah yang nggak ngerti. Kotoran dia itu,” kata Ketua DPP PAN Ali Taher di sini.

Ada foto Anies dibakar, ada politikus yang bawa-bawa setan, ada istilah “politikus comberan”, ada kotoran disebut juga, apakah semua ini pertanda suhu politik semakin panas, meski Pilpres 2019 baru berlangsung tahun depan?

Ah, biasa saja. Siapa bilang suhu politik semakin panas? Bisa jadi mereka hanya caper (cari perhatian) seperti yang ditudingkan kepada politikus yang telanjang dada itu.


Manchester City Bukan Juara Liga Inggris, Ini Alasannya

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris, Ini Alasannya

Adahati.com – Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini. Entah mengapa berita yang ada mengatakan Manchester City juara Liga Inggris setelah Manchester United kalah 0-1 melawan tim papan bawah WBA beberapa jam lalu.

Manchester City bukan juara Liga Inggris hanya hoaks? Tentu tidak, karena jauh hari sebelum pertandingan antara Manchester United dan WBA tadi pun sudah banyak pihak yang tahu bahwa Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini.

Apakah karena dua kali kalah berturut-turut, baik di leg pertama dan leg kedua babak perempat final Liga Champions (kalah 3-0 dan 2-1) yang menyebabkan Manchester City bukan juara Liga Inggris atau tak layak menyandang gelar tersebut?

Tentu saja tidak. Lalu apa yang menyebabkan Manchester City bukan juara Liga Inggris seperti kata media, bahkan diberitakan Pep Guardiola sedang bermain golf saat Manchester United kalah 0-1 melawan WBA penghuni dasar klasemen?

Banyak penggemar sepakbola lupa atau tidak ingat, juara Liga Inggris musim ini sebenarnya sejak awal sudah diketahui, siapa lagi kalau bukan Jose Mourinho?

Jadi jelas sudah, Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini seperti yang diberitakan, melainkan manajer “parkir bus” Jose Mourinho.

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris (flickr.com)

Manchester City Bukan Juara Liga Inggris (flickr.com)

Bukankah namanya lebih sering dibicarakan dan menghiasi media dibanding yang lainnya, termasuk Manchester City dan Manchester United sendiri?

Hak-hak-hak…mungkin ada sebagian pihak yang tertawa, namun tidak tertutup kemungkinan ada juga sebagian pihak yang merasa kesal dan tertipu, lalu mengatakan sama sekali tidak lucu! Norak, kampungan, dan entah apa lagi bentuk makiannya.

Tapi kalau direnungkan lebih dalam ada benarnya juga Manchester City bukan juara Liga Inggris, melainkan Jose Mourinho yang rendah hati dan tidak sombong.

“Manchester City adalah tim terbaik dan cepat atau lambat mereka akan mendapatkan poin, jadi tidak ada drama ketika tim terbaik berhasil memenangi liga,” ujarnya di sini setelah Manchester United kalah 0-1 melawan tim penghuni dasar klasemen.

Inga-inga, Manchester City bukan juara Liga Inggris musim ini melainkan Jose Mourinho, bahkan perkataannya tadi, yaitu “tidak ada drama” mengingatkan orang pada drama sepakbola yang terjadi di leg kedua babak perempat final Liga Champions antara Real Madrid dan Juventus karena adanya penalti yang kontroversial.

Selamat untuk Jose Mourinho, juara Liga Inggris musim ini dan kemungkinan besar musim depan juga, karena meski gagal pula mempersembahkan gelar juara Piala FA, tapi diperkirakan manajemen Manchester United masih tetap mempertahankannya.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar.


Barcelona Cuci Gudang, Siapa Saja yang Terbuang?

Barcelona Cuci Gudang, Siapa Saja yang Terbuang?

Adahati.com – Barcelona cuci gudang musim depan?

Hal yang wajar dan biasa saja jika Barcelona cuci gudang mengingat cukup banyak pemain yang tak layak berada di klub elit dunia ini, apalagi ketika menyaksikan leg kedua babak perempat final Liga Champions saat menghadapi AS Roma.

Leg pertama Barcelona menang dengan skor akhir 4-1, tapi di leg kedua dipermalukan AS Roma, kalah 0-3 yang menyebabkan Barcelona pun merana dan terhina. Makanya perlu diambil kebijakan Barcelona cuci gudang demi musim depan yang gemilang.

Banyak pengamat bola yang hanya melihat dari satu sisi saja, yakni pemain AS Roma bermain dengan semangat juang tinggi, padahal bukan baru pertama kali atau sudah cukup sering Barcelona menghadapi tim tuan rumah yang bermain seperti AS Roma tadi, tapi mampu keluar dari tekanan lawan, bahkan membalikkan keadaan.

Kemenangan 3-0 AS Roma atas Barcelona di leg kedua tadi, selain pemain AS Roma bermain dengan semangat juang tinggi, di sisi lain banyak pemain Barcelona yang tampil memalukan. Memang Messi tidak dalam kondisi fit, tapi bukan jadi alasan.

Wajar jika Barcelona cuci gudang atau membuang cukup banyak pemain yang ada saat ini, entah karena keputusan manajemen maupun atas keinginan pemain itu sendiri.

Barcelona Cuci Gudang

Barcelona Cuci Gudang

Tapi apakah perlu Barcelona cuci gudang? Ya, jika ingin meraih prestasi yang tinggi di liga domestik dan Liga Champions. Tidak adakah jalan lain selain Barcelona cuci gudang atau membuang pemain yang tidak layak tadi?

Sebaiknya Barcelona cuci gudang saja segera, jangan menunggu terlalu lama yang bisa menyebabkan Barcelona merana dan terhina lagi nantinya.

Berikut ini nama-nama yang termasuk akan dibuang akibat kebijakan Barcelona cuci gudang demi musim depan yang gemilang.

1. Iniesta, Andre Gomes, dan Samuel Umtiti.

Iniesta sudah tua dan lamban, sebaiknya dia pergi ke klub China atau klub lainnya sebelum jadi penghangat baku cadangan sepanjang musim. Pemain yang sudah frustrasi seperti Andre Gomes pun sebaiknya angkat kaki saja. Samuel Umtiti pun sebaiknya terkena kebijakan Barcelona cuci gudang karena percuma saja ditahan dengan iming-iming gaji besar, karena pemain yang sudah ingin pindah ke Manchester United ini – sehingga Messi pun menyemprotnya saat leg kedua melawan AS Roma -, lebih baik dijual daripada jadi duri dalam daging nantinya.

2. Thomas Vermaelen dan Aleix Vidal.

Sebenarnya performa kedua pemain ini tidak buruk, tapi usianya sudah tua, maka wajar saja termasuk pemain yang akan terkena kebijakan Barcelona cuci gudang. Lebih baik manajemen mencari pemain muda berbakat untuk duduk dibangku cadangan daripada mempertahankan pemain yang sudah mulai tua dan lamban.

3. Ousmane Dembele.

Pemain ini sulit menjadi pemain besar karena kurang percaya diri atau mentalnya buruk. Tapi bukankah usianya masih muda dan mentalnya masih bisa ditingkatkan seiring perjalanan waktu? Sulit, dari sorot matanya yang mengesankan seorang peragu atau tidak percaya diri pun bisa dinilai sosok pemain ini sulit bisa menjadi pemain besar. Lebih baik Ousmane Dembele pun terkena kebijakan Barcelona cuci gudang, meski harga jualnya tidak akan setinggi harga belinya yang selangit itu.

4. Lionel Messi dan Luis Suarez.

Messi pun terkena kebijakan Barcelona cuci gudang? Sebaiknya begitu, agar Barcelona tidak ketergantungan lagi dengan sosok pemain yang satu ini, juga mumpung harga jualnya masih tinggi. Luis Suarez? Sudah mulai tua, musim depan umurnya 32 tahun. Tapi kalau dijual harganya masih tinggi, dan bisa membeli penyerang muda berbakat entah dari Brasil, Argentina atau negara lainnya.

5. Ernesto Valverde.

Manajer ini pun layak terkena kebijakan Barcelona cuci gudang karena strategi dan taktiknya biasa saja, kalau tidak ingin dibilang buruk. Puncaknya saat leg kedua melawan AS Roma. Seharusnya sebagai seorang yang berada di luar lapangan, ia bisa mengamati dengan baik jalannya pertandingan dan melakukan pergantian pemain dengan cepat dan tepat, tapi semua itu tidak terlihat. Iniesta yang sudah tua dan Samuel Umtiti yang konsentrasinya sudah terpecah belah karena ingin pindah klub pun masih dimasukkan sebagai pemain utama. Sergio Busquet itu seharus sudah diganti di babak pertama karena tidak bisa meladeni kecepatan pemain lini tengah AS Roma.

Demikianlah nama-nama yang akan terkena kebijakan Barcelona cuci gudang sesuai prediksi dan keinginan penulis. Jika manajemen Barcelona tidak sependapat dan menganggap masih perlu mempertahankan sebagian pemain di atas tadi, silakan saja.

Tapi jangan harapkan Barcelona akan mendapat musim depan yang gemilang.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar. 


Wacana Politik Prabowo Cawapres Jokowi Muncul Lagi

Wacana Politik Prabowo Cawapres Jokowi Muncul Lagi

Adahati.com – Wacana politik kocak ala Srimulat, yaitu Prabowo Cawapres Jokowi terdengar lagi gaungnya atau kembali diangkat ke permukaan.

Pertanyaannya, mengapa wacana politik Prabowo Cawapres Jokowi ini muncul lagi ke permukaan? Padahal gaungnya sudah mulai meredup.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang pertama kali melontarkan wacana politik Prabowo Cawapres Jokowi, kemudian diulanginya lagi di sini. Menurutnya Presiden Jokowi khawatir terjadi kegaduhan yang melebihi Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Beliau menyampaikan, bayangkan gaduhnya republik ini. DKI Jakarta saja yang satu provinsi luar biasa gaung perbedaannya. Kemudian intoleransi meningkat dengan simpul-simpul agama,” katanya.

Tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang air matanya jatuh berlinang dan bercucuran karena terharu mendengar alasan munculnya wacana politik tadi.

Ternyata ada niat yang baik di balik wacana politik Prabowo Cawapres Jokowi ini. Wajar jika ada sebagian pihak yang air matanya jatuh berlinang dan bercucuran, apalagi jika sebagian pihak tadi termasuk bagian atau kelompok “teletubbies romantis melankolis” yang memang pada dasarnya mudah terharu.

Namun tak lama setelah wacana politik Prabowo Cawapres Jokowi ini kembali digaungkan, datang bantahan dari pihak Partai Gerindra.

Menurut Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade memang benar ada tawaran tadi, tapi langsung ditolak, bukan menyambut wacana politik Prabowo Cawapres Jokowi tersebut dengan sikap positif seperti dikatakan oleh Romahurmuziy.

“Itu kan dongeng Romy saja. Kalau Pak Prabowo mau jadi cawapresnya Jokowi, tentu sudah diterima Pak Prabowo. Tidak mungkin Partai Gerindra deklarasi pencapresan Prabowo 11 April kemarin,” katanya di sini.

Dongeng? Apakah dongeng itu termasuk fiksi, seperti halnya kitab suci menurut Rocky Gerung yang masih hangat dibicarakan oleh sebagian pihak hingga saat ini?

Entah siapa yang sedang mendongeng terkait wacana politik kocak ala Srimulat Prabowo Cawapres Jokowi, karena baik Jokowi maupun Prabowo belum memberikan tanggapannya, padahal mereka adalah obyek dalam wacana politik ini.

Kesimpulan sederhana dari dimunculkannya kembali wacana politik Prabowo Cawapres Jokowi ini bisa jadi cuma iseng supaya ada berita dan ada yang namanya masuk berita, baik yang melontarkan maupun pihak yang menanggapinya.

Atau jangan-jangan wacana politik kocak ala Srimulat Prabowo Cawapres Jokowi ini muncul lagi adalah bagian dari strategi dan taktik politik dengan tujuan tertentu, misalnya sekadar meledek kubu Prabowo?

Entah sekadar iseng atau bagian dari strategi dan taktik politik dengan tujuan tertentu, lupakan saja dulu sejenak. Lebih baik markiper (mari kita perhatikan) yang bukan termasuk dongeng, yaitu TPCS (Trik dan Problem Catur yang Sederhana).

Prabowo Cawapres Jokowi

  • Putih giliran melangkah, dan hitam mati dalam dua langkah.
  • Apakah ini sebuah dongeng? TPCS bukan dongeng, tapi entahlah kalau wacana politik kocak ala Srimulat, Prabowo Cawapres Jokowi.

Gens Una Sumus.


Jokowi Dipasangkan dengan Anies Pasti Menang?

Jokowi Dipasangkan dengan Anies Pasti Menang?

Adahati.com – Muncul lagi wacana politik kocak ala Srimulat terkait Pilpres 2019. Jokowi dipasangkan dengan Anies Baswedan? Tidak ada alasannya yang jelas mengatakan Jokowi dipasangkan dengan Anies pasti menang.

Sebelumnya sudah ada beberapa wacana politik kocak ala Srimulat, antara lain:

Memang tidak ada larangan untuk melontarkan wacana politik kocak ala Srimulat seperti Jokowi dipasangkan dengan Anies atau siapapun, tapi di sisi lain juga tidak ada larangan untuk menanggapinya, entah lewat sebuah senyum atau tertawa.

Hidup ini terasa hambar jika tidak ada kelucuan yang bisa membahagiakan manusia, tapi menurut pendapat sebagian pihak, untunglah ada politikus yang lucunya bisa melebihi badut. Makanya tidak perlu heran jika ada politikus yang bicara tentang setan, padahal bisa jadi dirinya sendiri mirip “politikus setan”.

Sebelumnya sudah dikenal istilah “politikus badut”, kini tambah lagi “politikus setan”, dan entah apa lagi nantinya. Bagaimana dengan “politikus bau kencur”?

Adanya “politikus bau kencur” yang ikut memberikan pernyataan terkait “kitab suci adalah fiksi” yang dilontarkan oleh Rocky Gerung seharusnya pun tidak perlu bingung.

Hal yang wajar dan biasa saja jika ada “politikus bau kencur” mengatakan “fiksi adalah fakta yang tertunda”, meski di sisi lain mungkin saja ada sebagian pihak yang tertawa ngakak terbahak-bahak hingga guling-guling di ubin.

Makanya, bersyukurlah ada yang mirip “politikus badut”, “politikus setan”, “politikus bau kencur”, dan entah apa lagi istilah lainnya, karena mereka bisa membuat hidup ini tidak terasa hambar lewat pernyataan-pernyataannya yang lucu. Tentu saja tidak semua politikus seperti itu, supaya jangan dibilang menggeneralisasi.

Kembali lagi bahas wacana politik kocak ala Srimulat, yaitu Jokowi dipasangkan dengan Anies Baswedan, dan hanya berdasarkan yakin saja saat mengatakan Jokowi dipasangkan dengan Anies 100 % menang.

Memangnya siapa yang mengajukan wacana politik kocak ala Srimulat Jokowi dipasangkan dengan Anies Baswedan untuk Pilpres 2019 ini?

Disebutnya seorang pakar politik di sini, dan pakar politik itu pun mengatakan:

“Kalau ingin menang, Jokowi harus mengambil Anies sebagai cawapres, 100 persen menang. Kalau ingin rame ambil TGB,” katanya.

Jokowi dipasangkan dengan Anies Baswedan 100% menang? Serius nih, Jokowi dipasangkan dengan Anies pasti menang? Mudah-mudahan tidak ada yang tertawa ngakak sambil berujar Jokowi dipasangkan dengan sandal jepitpun pasti menang.

Ya, sebagian politikus dan pakar politik membuat hidup ini tidak terasa hambar karena mereka itu lucu, dan bisa membuat orang lain tertawa ngakak terbahak-bahak.


Alasan Wasit Memberikan Penalti untuk Real Madrid

Alasan Wasit Memberikan Penalti untuk Real Madrid

Adahati.com – Alasan wasit memberikan penalti untuk Real Madrid di masa injury time atau menit-menit akhir pada leg kedua babak perempat final Liga Champions yang berlangsung dini hari tadi (12/4/2018) masih menjadi tanda tanya.

Real Madrid menang dengan skor akhir 3-0 di leg pertama babak perempat final, tapi di leg kedua Real Madrid sempat tertinggal 0-3 di menit 61, kemudian terjadilah malapetaka bagi Juventus di masa injury time karena wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Benatia terhadap Vazquez, dan Ronaldo sukses mengeksekusi penalti tadi menjadi sebuah gol.

Madrid pun lolos ke babak berikutnya dengan agregat skor 4-3.

Sila baca: Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Hadiah penalti yang kontroversial di pertandingan yang menentukan ini mendapat kecaman dari sebagian penggemar sepakbola, terutama fans Juventus.

Benarkah telah terjadi pelanggaran berat yang dilakukan oleh Benatia terhadap Vazquez di depan mulut gawang Buffon yang menjadi alasan wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid di masa injury time?

Apakah jika wasit lain yang memimpin pertandingan maka alasan wasit pun akan sama saja? Atau alasan wasit bisa berbeda? Artinya dengan kejadian yang sama keputusan wasit bukan penalti karena alasan wasit berbeda?

Sebenarnya apa sih alasan wasit memberikan hadiah penalti kepada Real Madrid di masa injury time tadi? Benarkah ada “permainan kotor” antara UEFA dan Real Madrid agar tercipta rekor baru, yaitu Real Madrid juara Liga Champions tiga kali berturut-turut?

Diduga alasan wasit memberikan penalti karena wasit sudah lelah memimpin pertandingan setelah berlari ke sana ke mari. Kelelahan wasit ini makin bertambah saja jika terjadi perpanjangan waktu 2×15 menit, belum lagi kemungkinan ada adu penalti.

Makanya, meski berada di luar kotak penalti dan terhalang pandangannya oleh beberapa pemain Juventus, wasit yang sudah lelah tadi langsung menunjuk titik putih agar pertandingannya cepat selesai, dan wasit pun bisa segera istirahat di hotel.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar.


Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Real Madrid Juara Liga Champions dengan 12 Pemain?

Adahati.com – Real Madrid juara Liga Champions musim ini setelah di leg kedua babak perempat final sukses mencetak satu gol di masa injury time atau menit-menit akhir, sekaligus menghempaskan Juventus ke jurang yang menyedihkan.

Sebelumnya “Tim  Zebra Jingkrak” Juventus sempat unggul 3-0 lewat gol yang dicetak oleh Mario Mandzukic (menit 2, 37) dan Blaise Matuidi (61).

Oh mama mia, mama mia, mama mia let me go
Beelzebub has a devil put aside for me – Bohemian Rhapsody (The Queen)

Oh mama mia…mengapa Real Madrid yang lolos ke babak berikutnya, kemudian Real Madrid juara Liga Champions musim ini?

Diperkirakan saat Juventus unggul 3-0 cukup banyak pecinta sepakbola, terutama fans Juventus yang sudah menyiapkan air matanya jatuh berlinang dan bercucuran karena terharu, mengingat pada leg kedua babak perempat final sebelumnya AS Roma sukses menyingkirkan Barcelona dengan agregat gol 4-4.

Namun sebuah penalti yang diberikan wasit di masa injury time tadi karena menilai ada pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Juventus Benatia terhadap Vazquez di depan mulut gawang Buffon dan berhasil dieksekusi oleh Ronaldo menjadi sebuah gol, air mata yang jatuh berlinang dan bercucuran tadi tetap terjadi. Hanya bedanya bukan karena terharu gembira, melainkan terharu yang cenderung sedih dan sewot juga.

Real Madrid dibantu wasit, maka wajar saja Real Madrid juara Liga Champions meski masih ada babak semifinal dan final? Mengapa perlu pemain ke 12 atau wasit demi terwujudnya impian Real Madrid juara Liga Champions?

Pertanyaan di atas tadi mungkin saja terlontar dari sebagian pihak yang merasa heran dan curiga ada “permainan kotor” antara UEFA dan Real Madrid agar bisa terwujud rekor baru, yaitu Real Madrid juara Liga Champions tiga kali berturut-turut.

Tudingan ada “permainan kotor” antara UEFA dan salah satu klub Spanyol ini pernah dialami oleh Barcelona beberapa waktu silam saat Madrid masih dilatih oleh Jose Mourinho, dan sekarang entah bagaimana reaksi fans Madrid menghadapi tudingan tadi.

Apakah sudah siap menerima olokan “Madrid” menjadi “Makdirabit”?

Wasit telah membantu Madrid lolos ke babak semifinal, maka dari itu wajar saja Real Madrid juara Liga Champions musim ini adalah tudingan yang cukup nyelekit dari sebagian penggemar sepakbola, terutama fans Juventus.

Tapi benarkah wasit telah menjadi pemain ke 12 Real Madrid, makanya ada penalti di masa injury time yang mengubah skor akhir antara Real Madrid dan Juventus menjadi 1-3 dan skor agregat pun 4-3? Benarkah telah terjadi pelanggaran berat di dalam kotak penalti?

Jika melihat tayangan lambat di monitor, jawabannya bisa iya, bisa tidak.

Sepakbola adalah drama, dan di dalam drama tadi ada air mata yang jatuh berlinang dan bercucuran karena terharu, tapi bentuk terharunya seperti apa masih belum bisa dipastikan hingga wasit meniup peluit terakhir tanda usai pertandingan.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar. 


Fabiano Caruana Nomor Satu di Turnamen GCC 2018

Fabiano Caruana Nomor Satu di Turnamen GCC 2018

Adahati.com – Fabiano Caruana nomor satu atau pemenang Berlin Candidates beberapa waktu lalu. Tak lama setelah usai Berlin Candidates tadi, ia pun tampil pada turnamen catur Grenke Chess Classic (GCC) 2018 yang diikuti oleh 10 grandmaster, dan kembali Fabiano Caruana nomor satu di sini.

Artikel sebelumnya mengenai GCC 2018 bisa dilihat di bawah ini:

Setelah menghabiskan waktu selama 10 hari (31 Maret – 9 April 2018), GCC 2018 pun berakhir hari ini, dan seperti sudah disebut di atas tadi Fabiano Caruana nomor satu setelah sukses mengumpulkan 6,5 poin dari 9 babak yang dipertandingkan.

Berikut ini klasemen akhir Grenke Chess Classic 2018.

Fabiano Caruana Nomor Satu

Fabiano Caruana Nomor Satu

Beberapa catatan yang cukup menarik dari GCC 2018 tadi dan Fabiano Caruana nomor satu di sini antara lain sebagai berikut:

  • Fabiano Caruana menurut pengakuannya sekadar iseng atau bersenang-senang saja di GCC 2018 ini, tapi bisa nomor satu, apalagi kalau ia serius.
  • Juara dunia Magnus Carlsen seperti halnya Fabiano Caruana dan Levon Aronian tak pernah mengalami kekalahan, tapi gagal tampil sebagai juara, dan selisih satu poin dengan Fabiano Caruana cukup memprihatinkan.
  • Pecatur Armenia Levon Aronian sebelumnya babak belur di turnamen catur Berlin Candidates, tapi di GCC 2018 ini menempati peringkat ketiga.
  • Satu-satunya peserta wanita, yaitu Hou Yifan diperkirakan akan betah berada di peringkat terbawah, namun bisa juga naik dan berada di peringkat kedelapan.
  • Ada 9 babak yang dipertandingkan, dan satu babaknya terdiri dari 5 pertandingan. Total ada 45 pertandingan dan hasilnya 13 partai berakhir dengan menang/kalah, sementara sisanya 32 partai berakhir remis. Menyebalkan, bukan?

Sebagai penutup akan disajikan salah satu partai di GCC 2018 yang baru saja berakhir dan pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana nomor satu di sini.

Fabiano Caruana Nomor Satu

Fabiano Caruana Nomor Satu

Putih unggul satu perwira Gajah, tapi hitam memiliki pion b2 yang selangkah lagi promosi dan Benteng hitam pun masih mendukung dari belakang sesuai prinsip dasar bermain catur. Tapi bagaimana kalau yang terjadi adalah sebaliknya?

  • h4 ….. Kg7
  • Re7 … Rd5
  • Rb7 … Rd2
Fabiano Caruana Nomor Satu

Fabiano Caruana Nomor Satu

Kini Benteng putih sudah berada di belakang pion hitam b2.

  • Ba2 …. Kh6
  • Bxf7
Fabiano Caruana Nomor Satu

Fabiano Caruana Nomor Satu

Pion hitam jatuh satu, nanti jatuh satu lagi, makanya hitam pun menyerah kalah di sini.

Gens Una Sumus.

*Sumber berita dan gambar: chess24.com, chess.com.


Jual Saham Bir, Anies-Sandi pun Mengundang Haru?

Jual Saham Bir, Anies-Sandi pun Mengundang Haru?

Adahati.com – Jual saham bir, belakangan ini cukup hangat beritanya.

Rencana jual saham bir ini pun bukan hanya sebatas rencana, tapi sudah bisa dipastikan akan terjadi mengacu pada pernyataan Anies Baswedan di sini.

Juga disebutkan alasannya mengapa pasti akan jual saham bir milik Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk. “Kalau dibandingkan dengan yang lain nggak (terlalu menguntungkan) lah. Jakarta itu jauh lebih membutuhkan kita berinvestasi kepada air bersih daripada ‘air keras’. Itu pasti tuh,” kata Anies.

Sementara Sandi terkait jual saham bir tadi mengatakan: “Kami sekarang lagi mencoba melakukan beauty contest untuk penasihat keuangan yang bisa memberikan input masukan untuk perkara tentunya investasi kami di Delta Jakarta ini.”

PT Delta Djakarta tbk selama ini memproduksi bir pilsener dan bir hitam seperti Angker, Carlsberg, dan lain-lain. Rutin menyetor dividen yang cukup besar. Tahun 2017 lalu, Pemprov DKI Jakarta menerima setoran dividen sebesar Rp 37,8 miliar. Jika saham 23% milik Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta tbk dijual saat ini diperkirakan Pemprov DKI Jakarta akan mendapat dana sebesar Rp 962 miliar.

Kurang menarik sekilas sejarah PT Delta Djakarta tbk tadi, juga dana yang didapat Pemprov DKI Jakarta dari jual saham bir ini. Tapi alasan Anies-Sandi jual saham bir tadi yang jauh lebih menarik untuk dibahas lebih lanjut.

Mengapa saham yang menguntungkan dijual? Alasan Anies tadi, dibandingkan dengan yang lain tidak terlalu menguntungkan dan Jakarta lebih butuh investasi air bersih. Di sinilah mungkin saja ada sebagian pihak yang merasa bingung dan terharu.

Dibandingkan dengan yang lain itu apa? Berapa banyak Pemprov DKI Jakarta memiliki saham di perusahaan lain seperti PT Delta Djakarta tbk? Mana contohnya? Kasih kek beberapa contoh saham milik Pemprov DKI Jakarta di tempat lain yang jauh lebih menguntungkan dibanding PT Delta Djakarta tbk tadi.

Investasi air bersih itu maksudnya apa? Dipindahkan sahamnya atau membeli saham perusahaan air mineral yang ada di pasaran saat ini? Makanya setelah jual saham bir di PT Delta Djakarta tbk langkah selanjutnya masih belum jelas.

Rasa haru sebagian pihak tadi bisa saja semakin tinggi, terutama bagi orang awam. Ternyata jual saham bir pun ada beauty contest. Kirain semua beauty contest itu sebaiknya jangan ditonton, nanti bisa birahi tinggi lihat yang pakai bikini.

Di sisi lain setelah jual saham bir yang menguntungkan, apakah bir produk PT Delta Djakarta tbk masih tetap beredar dan bisa dibeli oleh masyarakat Jakarta?

Jual saham bir ini masih cenderung gazebo (gak zelas bo), tapi pernyataan pejabat yang cenderung gazebo sekaligus mengundang bingung dan haru itu sudah biasa.


Ganti Presiden, Asal Jangan Prabowo dan Gatot?

Ganti Presiden, Asal Jangan Prabowo dan Gatot?

Adahati.com – Ganti presiden? Boleh saja sebagian pihak mengatakan atau menginginkan hal seperti itu, sama halnya dengan sebagian pihak lainnya yang tidak menginginkan adanya pergantian presiden dengan pertimbangan negara ini akan kembali mundur secara politik dan ekonomi karena para calon potensial pengganti presiden yang ada sekarang ini kemungkinan besar tidak akan lebih baik nantinya.

Presiden Jokowi melontarkan lelucon politik terkait frasa ganti presiden tadi dengan mengatakan masak kaos bisa ganti presiden. Tapi masih ada kata-kata tambahannya, yaitu yang bisa melakukan pergantian presiden adalah rakyat.

Lelucon politik ganti presiden tadi dibalas oleh seorang ketua umum “partai gurem” Yusril Ihza Mahendra dengan lelucon politik lainnya. Masak baju kotak-kotak bisa jadi presiden, mengacu pada bagian kampanye politik Jokowi pada Pilpres 2014 lalu.

Yusril Ihza Mahendra pun terkait frasa ganti presiden tadi mengatakan: “Aspirasi orang ya boleh-boleh saja. Kalau misal dikatakan ada orang bikin kaus #2019GantiPresiden ya sah saja. Aspirasi nggak bisa dihalang-halangi,” ujarnya di sini.

Presiden Jokowi mengatakan yang bisa ganti presiden adalah rakyat, sedangkan Yusril Ihza Mahendra mengatakan sah saja kalau ada orang yang bikin kaos ganti presiden karena hal itu merupakan aspirasi masyarakat.

Pertanyaannya, apakah masih banyak pihak-pihak yang merasa terharu? Air matanya jatuh berlinang dan bercucuran setelah mendengar ungkapan yang bisa menggantikan presiden adalah rakyat, pakai kaos ganti presiden adalah aspirasi masyarakat?

Jika masih ada pihak-pihak yang merasa terharu dan air matanya pun jatuh berlinang serta bercucuran, tidak tertutup kemungkinan lebih banyak lagi pihak-pihak yang merasa heran. Kok begitu saja terharu? Bukankah yang namanya aspirasi rakyat atau aspirasi masyarakat itu sudah ada sejak “zaman kuda gigit besi”?

Pernyataan seperti anti pihak asing, asing sudah menguasai ekonomi, rakyat jadi susah karena pihak asing, bukankah pernyataan seperti ini pun sudah ada sejak “zaman kuda gigit besi”? Meski di sisi lain terpingkal-pingkal karena ada yang yakin dengan pendapat pihak asing, negeri ini akan bubar beberapa tahun lagi.

Tapi itulah lelucon politik.

Jadi, ganti presiden itu boleh saja, asal jangan Prabowo dan Gatot Nurmantyo, itu pun dengan catatan seandainya mereka maju Pilpres 2019.

Apa alasannya? Alasan ini dan alasan itu bisa dicari, tapi kalau sudah merupakan aspirasi rakyat atau aspirasi masyarakat, mau bilang apa?

Makanya, jangan mudah terharu, ketawa aja.


Kasihan Manchester United dan Jose Mourinho

Kasihan Manchester United dan Jose Mourinho

Adahati.com – Kasihan Manchester United, klub yang dulunya pernah sangat disegani di Liga Inggris, bahkan Liga Champions ketika masih di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, tapi kini diragukan, meski hanya sebatas prediksi saja.

Nanti malam (7/4/2018) pukul 23.30 WIB, Manchester United akan menghadapi Manchester City yang beberapa hari lalu kalah telak tiga gol tanpa balas melawan Liverpool di leg pertama babak perempat final Liga Champions, dan diperkirakan beban psikologis pemain asuhan Pep Guardiola ini pun belum hilang, dan kasihan Manchester United karena tidak ada atau hanya sedikit saja pihak yang meramalkannya mampu meraih kemenangan, meski memiliki keuntungan psikologis tadi.

Entah kapan perginya kesan kasihan Manchester United ini, sementara Jose Mourinho belum didepak dari Old Trafford, kecuali sudah bisa dipastikan Setan Merah musim ini tanpa gelar karena Mourinho pun gagal mempersembahkan Piala FA (tapi di sisi lain kasihan Manchester United jika musim ini nihil gelar atau juara).

Tuan rumah Manchester City sebenarnya memiliki beban psikologis yang cukup berat menghadapi Manchester United malam ini. Selain disebabkan kalah telak melawan Liverpool tadi, Manchester City pun wajib mengalahkan lawannya jika ingin memastikan gelar juara Liga Inggris, ditambah lagi beban psikologis beberapa hari kemudian (11/4/2018) melakoni leg kedua menjamu Liverpool dan harus menang dengan selisih lebih dari tiga gol agar tidak tersingkir dari Liga Champions.

Tapi mengapa hanya sedikit saja pihak yang merasa yakin Manchester United mampu mengalahkan Manchester City? Sekali lagi, kasihan Manchester United.

Apakah Manchester United cukup senang dengan hasil imbang, yang penting Manchester City tidak memastikan gelar juara Liga Inggris malam ini?

Kasihan Manchester United karena tidak ada atau hanya sedikit saja pihak yang meramalkannya menang, padahal beban psikologis pemain Manchester City cukup berat saat ini, tapi mudah-mudahan saja Jose Mourinho menemukan racikan baru taktik “parkir bus” yang jitu serta mampu mengalahkan Manchester City, sekaligus menghapus kesan kasihan Manchester United tadi.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar.


Menyebalkan, Babak Keempat dan Kelima GCC 2018

Menyebalkan, Babak Keempat dan Kelima GCC 2018

Adahati.com – Menyebalkan, satu kata ini bisa mewakili apa yang telah terjadi pada turnamen catur Grenke Chess Classic (GCC) 2018 di babak keempat dan kelima.

Sedangkan mengenai babak pertama, kedua dan ketiga bisa dilihat serta dibaca di sini – Grenke Chess Classic 2018, Magnus Carlsen Juara?

Mengapa babak keempat dan kelima GCC 2018 tadi menyebalkan? Bayangkan saja, satu babak terdiri dari 5 partai atau pertandingan, artinya ada 10 pertandingan dalam dua babak tadi, tapi hasilnya sebanyak 9 pertandingan berakhir remis!

Menyebalkan, banyaknya hasil pertandingan yang berakhir remis pada sebuah turnamen catur bisa merusak keindahan olahraga catur, sama halnya dengan taktik “parkir bus” atau sepakbola negatif yang sering dimainkan oleh manajer klub Manchester United saat ini. Tidak perlu disebut namanya, karena manusia yang menyebalkan seperti dia memang tidak perlu namanya ditulis di sini.

Sembilan dari sepuluh pertandingan berakhir remis, bagaimana tidak menyebalkan? Selain taktik “parkir bus” yang sering dimainkan oleh manajer Manchester United tadi, sebenarnya masih ada lagi hal yang menyebalkan lainnya, yaitu Timnas Indonesia tidak pernah juara lagi, bahkan untuk turnamen sepakbola Asia Tenggara sekalipun! Tapi herannya kok masih banyak juga yang senang dan betah menyaksikan liga sepakbola berisikan klub-klub yang boleh dibilang pertandingannya setingkat tarkam.

Menyebalkan, ada turnamen catur yang hasil pertandingannya banyak berakhir remis, ada taktik “parkir bus”, dan Timnas Indonesia yang tidak pernah juara lagi.

Namun sebelum melantur ke mana-mana, sebaiknya kembali lagi membahas babak keempat dan kelima turnamen catur GCC 2018 tadi.

Sembilan dari sepuluh partai berakhir remis dan hanya satu partai saja yang berakhir dengan kemenangan yang terjadi pada pertandingan antara pemenang Berlin Candidates Fabiano Caruana dan Arkadij Naiditsch.

Sila lihat hasil-hasil pertandingannya di bawah ini:

menyebalkan

menyebalkan

Setelah lima babak berakhir dari sembilan babak yang direncanakan, klasemen sementara turnamen catur GCC 2018 adalah sebagai berikut:

menyebalkan

Satu-satunya partai kemenangan pada dua babak tadi dan diraih oleh pemenang Berlin Candidates Fabiano Caruana pun kurang menarik untuk dibahas lebih lanjut, tapi kalau ada sebagian pihak yang masih penasaran sila dilihat di sini.

Gens Una Sumus.


Leg Pertama yang Cenderung Banyak Gol Beruntung

Leg Pertama yang Cenderung Banyak Gol Beruntung

Adahati.com – Leg pertama babak perempat final Liga Champions musim ini sudah berlalu dan hasil-hasil pertandingan dari leg pertama tadi bisa dilihat di bawah ini:

Juventus – Real Madrid 0-3

Sevilla – Bayern Munchen 1-2

Barcelona – AS Roma 4-1

Liverpool – Manchester City 3-0

Ada 14 gol yang tercipta pada leg pertama tadi atau rata-rata 3,5 gol yang bersarang ke gawang pada setiap pertandingan dan tentu saja tingginya rata-rata gol ini akan sulit terjadi jika tim yang bertandang ke kandang lawan menerapkan taktik “parkir bus”.

AS Roma yang kualitas rata-rata pemainnya di bawah Barcelona dan sudah diprediksi sejak awal akan kalah pun tidak menerapkan taktik “parkir bus”, tapi melayani Barcelona dengan gagah berani, juga Manchester City, meski nasibnya sama dengan AS Roma, kalah cukup telak dengan selisih tiga gol.

Juventus dan Bayern Munchen bahkan memetik kemenangan di kandang lawan, dan semua klub yang bermain di kandang lawan pada leg pertama tadi tidak menerapkan taktik “parkir bus”. Penonton pun merasa terhibur dengan terciptanya banyak gol tadi, namun jangan harapkan hal ini bisa terjadi jika banyak manajer yang menyajikan sepakbola negatif yang cenderung mementingkan hasil atau kemenangan.

Memang kemenangan itu penting, tapi bukanlah segalanya, kecuali bagi manajer yang lebih suka “menjaga nama besar” atau senang mencari aman saja, tapi merusak keindahan sepakbola.

Kembali lagi membahas leg pertama babak perempat final yang menghibur penonton dengan 14 gol atau rata-rata ada 3,5 gol pada setiap pertandingannya.

Meski total gol yang tercipta pada leg pertama ini tinggi, tapi cukup banyak juga “gol beruntung”-nya. Berikut ini klasifikasi 14 gol yang tercipta pada leg pertama tadi.

Gol yang berdasarkan skema serangan yang cukup apik pada leg pertama sebenarnya hanya ada 5 gol saja , yaitu gol pertama dan kedua Ronaldo ke gawang Buffon, gol Gerard Pique, Dzeko dan Mane ke gawang lawan masing-masing.

Sedangkan klasifikasi “gol setengah beruntung” pada leg pertama ada tiga, yaitu gol Marcelo ke gawang Juventus, meski merupakan skema serangan yang cukup apik, tapi lawan yang dihadapinya sudah bermain dengan 10 orang. Begitu juga gol pemain Sevilla Pablo Sarabia ke gawang Munchen yang sebelumnya terjadi hands ball, dan gol tendangan keras Chamberlain ke gawang Manchester City yang lolos dari celah kaki pemain lawan.

Sementara ada 6 “gol beruntung” pada leg pertama ini, antara lain akibat lawan melakukan gol bunuh diri, yaitu gol pertama dan kedua Barcelona, gol pertama Munchen ke gawang Sevilla, juga gol Thiago Alcantara lebih cenderung disebut gol bunuh diri sebab sundulannya tidak terlalu membahayakan, tapi karena menyentuh kaki pemain Sevilla saja makanya berbuah gol. Suarez pun bisa mencetak gol karena beruntung bola mampir ke kakinya setelah menyentuh kaki pemain lawan, seperti halnya Salah yang beruntung bola gagal dihalau pemain Manchester City dan bola jatuh di kakinya.

Sebenarnya skor akhir yang wajar pada leg pertama tadi seperti ini:

Juventus – Real Madrid 0-2

Sevilla – Bayern Munchen 0-0

Barcelona – AS Roma 1-1

Liverpool – Manchester City 1-0

Dengan catatan menghilangkan “gol setengah beruntung” dan “gol beruntung” yang tercipta pada leg pertama tadi, namun tidak salah juga jika ada sebagian pihak yang berpendapat apapun klasifikasi gol pada leg pertama babak perempat final Liga Champions musim ini sebuah gol adalah gol dan tetap disebut sebagai gol!

Penonton pun merasa senang dan terhibur.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

Sumber gambar: pxhere.com.


Gaya Syahrini yang Memesona dengan Pakaian Mahal

Gaya Syahrini yang Memesona dengan Pakaian Mahal

Adahati.com – Gaya Syahrini dengan pakaian mahal yang dikenakannya cukup memesona sebagian pihak. Dikatakan sebagian pihak karena ada sebagian pihak lain yang mempertanyakan dari mana uangnya untuk membeli pakaian yang harganya jutaan tadi sehingga gaya Syahrini pun terlihat memesona.

Namun sebagian pihak yang mempertanyakan uang Syahrini tadi mungkin saja orang-orang yang cenderung sirik, sebab mereka sebenarnya tahu bahwa uang Syahrini entah dari mana pun asalnya bukan uang hasil korupsi, sementara ada orang yang hidupnya mewah dan patut dicurigai dari hasil uang korupsi sama sekali tidak dipertanyakan.

Ada delapan gaya Syahrini yang memesona menurut berita di sini. Mengapa bisa masuk berita, sebaiknya jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang.

Foto pertama menampilkan gaya Syahrini dengan jaket yang dikenakannya saat menjadi saksi di sidang kasus First Travel. Foto berikutnya memperlihatkan gaya Syahrini dengan pakaian saat syuting film perdananya, kemudian berpose di mobil mewahnya, duduk manja di kursi kelas satu sebuah pesawat, saat sedang di Jepang dan masih ada tiga foto gaya Syahrini lainnya yang memesona.

Delapan foto gaya Syahrini tadi bukan berarti Syahrini banyak gaya yang konotasinya negatif, selain itu delapan foto bukan terbilang banyak, kecuali delapan juta foto.

Sebelum Syahrini mengikuti sidang kasus First Travel di Depok sebagai saksi para jaksa baik lelaki maupun perempuan melakukan foto bersama, meskipun foto bareng tersebut terkesan jauh dari gaya Syahrini pada delapan foto di atas tadi.

Syahrini yang mengaku bersimpati dengan para korban penipuan umrah dalam sidang kasus First Travel tadi kepada hakim ada mengatakan seperti ini:

“Kasihan Pak, jangan dibela-belain. Bapak harus bener, jangan bela yang salah, saya hanya jadi saksi saja. Tahun kemarin saya hanya bisa berangkatkan 20 orang, semoga saya bisa berangkatkan lagi,” katanya di sini.

Mungkin saja ada sebagian pihak yang cenderung sirik dan mengatakan Syahrini sedang pamer bahwa dirinya pernah memberangkatkan umrah sebanyak 20 orang.

Demikianlah sekilas info tentang Syahrini dan juga gaya Syahrini yang memesona.

Trik dan Problem Catur yang Sederhana Hari ini:

Gaya Syahrini

  • Putih jelas sudah unggul dan hanya soal waktu saja mematikan Raja hitam.
  • Masalahnya putih harus mematikan Raja hitam hanya dalam dua langkah saja.
  • Bagaimana caranya?
  • Mudah saja, tidak sulit dan rumit.
  • Qd6!

Gaya Syahrini

  • Jika hitam c7xQ, putih Rc1+
  • Jika hitam Rh8, c6 atau b5, Menteri putih yang akan mematikan Raja hitam.

Gens Una Sumus.


Juventus Sekarat dan Berharap Mimpi di Atas Mimpi

Juventus Sekarat dan Berharap Mimpi di Atas Mimpi

Adahati.com – Juventus sekarat setelah dibantai oleh Real Madrid di hadapan pendukungnya sendiri, dan satu hal yang menyebabkan Juventus sekarat tadi tak lain adalah lemahnya lini pertahanan tim “Kuda Jingkrak” ini.

Bukankah tim-tim dari Liga Italia terkenal dengan pertahanan grendel yang sulit ditembus oleh penyerang lawan? Ke mana perginya pertahanan grendel yang ampuh tadi sehingga membuat Juventus sekarat dini hari tadi?

Ronaldo mencetak gol menit ketiga, dan tidak ada pemain Juventus yang mengikuti pergerakannya. Lemahnya lini pertahanan Juventus pun mengakibat Ronaldo bisa mencetak gol lewat tendangan salto menit 64, ditambah lagi para pemain Madrid mudah melakukan permainan satu dua di dalam kotak penalti sehingga Marcelo pun kembali menjebol gawang Buffon menit 72, dan Juventus sekarat seketika.

Tiga gol yang membuat Juventus sekarat ini merupakan kesalahan dari para pemainnya sendiri sehingga wajar saja Juventus menangis karena tak mampu membalas kekalahan 1-4 pada babak final Liga Champions musim lalu.

Namun di sisi lain membuktikan bahwa kemenangan telak Madrid di pertandingan babak final Liga Champions musim lalu, dan kemenangan telak Madrid 3-0 yang membuat Juventus sekarat dini hari tadi bukan karena kebetulan, melainkan perbedaan kualitas pemain secara keseluruhan yang lebih menonjol di sini.

Kualitas memang tidak bisa dibohongi, makanya klub-klub besar seperti Real Madrid, Barcelona dan lain-lain berusaha mendatangkan pemain-pemain berkualitas. Kasus PSG saat ini tidak bisa dijadikan patokan dan enteng saja mengatakan tidak perlu pemain berkualitas yang harganya selangit tapi minim prestasi.

Setelah Juventus sekarat dibantai tiga gol tanpa balas oleh Madrid dini hari tadi, apakah manajemen Juventus akan belanja banyak pemain berkualitas musim depan? Bukankah manajemen Juventus lebih pintar dalam hal menjual pemain bintangnya?

Juventus sekarat dan berharap keajaiban akan datang, dewi fortuna hadir, bola itu bundar bukan peang atau apalah istilahnya agar bisa lolos ke babak berikutnya karena harus mencetak empat gol di leg kedua nanti dan di kandang lawan pula dengan kualitas pemainnya pun masih di bawah pemain lawan.

Kalau kata Ebiet G Ade dalam lagunya “Elegi Esok Pagi” seperti mimpi di atas mimpi.


Juventus akan Menangis Dini Hari Nanti?

Juventus akan Menangis Dini Hari Nanti?

Adahati.com – Juventus akan menangis? Apa yang menyebabkan Juventus akan menangis dini hari nanti? Tak lain terkait dengan leg pertama babak perempatfinal Liga Champions yang akan berlangsung esok pagi (4/4/2018 pukul 01.45 WIB).

Pertemuan antara Juventus dan Real Madrid dini hari nanti tadi mengingatkan Juventus pada kenangan buruk yang terjadi tahun lalu. Di babak final Liga Champions tahun lalu itu bukan lagi Juventus akan menangis, tapi meraung-raung sedih setelah dibantai oleh Real Madrid dengan skor akhir 1-4.

Kenangan buruk tadi harus segera disingkirkan, caranya dengan mengalahkan Real Madrid meski hanya dengan selisih satu gol saja. Memang sulit  mengalahkan Real Madrid dengan skor akhir yang sama seperti babak final tahun lalu, tapi kemenangan tetap sebuah kemenangan terlepas sedikit atau banyak selisih golnya.

Masalahnya Juventus akan menang dan melupakan kenangan buruk tadi atau justru Juventus akan menangis lagi, meraung-raung kembali seperti tahun lalu karena Real Madrid sukses memetik kemenangan di kandang lawan?

Juventus akan menang atau sebaliknya Juventus akan menangis yang menentukan hal tersebut adalah para pemain Juventus sendiri, juga racikan strategi dan taktik yang jitu dari Massimiliano Allegri. Sang manajer “Kuda Jingkrak” ini pun memiliki keyakinan tinggi bahwa tim yang diasuhnya akan menang nantinya, bukan Juventus akan menangis atau kembali dipermalukan oleh Real Madrid.

Menurut pendapatnya mengalahkan dan menyingkirkan klub terbaik di kompetisi Liga Champions seperti Real Madrid adalah sebuah langkah yang besar bagi Juventus.

“Ambisi kami adalah bermain di level yang sama dengan mereka. Kami harus menjaga fokus dan berkomitmen untuk bisa melewati Real Madrid.” katanya di sini.

“Hal tersebut bisa mengantarkan kami semakin dekat ke gelar Liga Champions.”

Mampu menyingkirkan Real Madrid pun masih tanda tanya hingga saat ini, tapi manajer “Kuda Jingkrak” ini sudah bicara tentang gelar juara Liga Champions.

Jangan-jangan “Kuda Jingkrak” berubah menjadi “Zebra Jingkrak” karena bukan lagi Juventus akan menangis, tapi kembali meraung-raung sedih setelah dikalahkan Real Madrid, dan kali ini kalahnya di hadapan pendukungnya sendiri.

Sebenarnya Juventus akan menangis atau Juventus mampu meraih kemenangan sekaligus menghilangkan kenangan buruk yang terjadi pada babak final Liga Champions musim lalu? Tolong berikan prediksinya, karena beberapa jam lagi pertandingan antara Juventus dan Real Madrid ini akan berlangsung.

Berikut ini prediksi leg pertama babak perempatfinal Liga Champions antara Juventus dan Real Madrid. Prediksi ini pun tidak mengindahkan data statistik pertemuan antara kedua tim tadi, juga tidak mengikutsertakan alasan-alasan yang canggih atau dengan kata lain sekadar prediksi saja.

Juventus 1 – 0 Real Madrid atau Juventus 2 – 1 Real Madrid.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar.


Grenke Chess Classic 2018, Magnus Carlsen Juara?

Grenke Chess Classic 2018, Magnus Carlsen Juara?

Adahati.com – Grenke Chess Classic 2018 adalah turnamen catur elit yang diikuti oleh 10 Grandmaster, yaitu juara dunia Magnus Carlsen, pemenang Berlin Candidates Fabiano Caruana, juara Grenke Chess Classic 2017 Levon Aronian, mantan juara dunia Viswanathan Anand, pecatur top Perancis Maxime Vachier-Lagrave, mantan juara dunia wanita Hou Yifan, sedangkan nama-nama lainnya kurang populer, yakni Nikita Vitiugov, Arkadij Naiditsch, Georg Meier, dan Matthias Bluebaum.

Grenke Chess Classic 2018 akan memainkan 9 babak (31 Maret – 9 April 2018), dan pairing yang sudah ditentukan bisa dilihat di sini.

Babak pertama Grenke Chess Classic 2018 pada 31 Maret lalu hasil pertandingan selengkapnya bisa dilihat di bawah ini:

Grenke Chess Classic

Di babak kedua ada empat kemenangan yang diraih dan hanya satu pertandingan saja yang berakhir remis.

Grenke Chess Classic

Sedangkan di babak ketiga Grenke Chess Classic 2018 lebih banyak hasil pertandingannya yang berakhir remis (3) dibanding menang/kalah (2).

Grenke Chess Classic

Ada delapan pertandingan yang berakhir remis setelah tiga babak berlalu, artinya perbandingan partai yang berakhir remis dan menang/kalah masih cukup bagus.

Klasemen sementara Grenke Chess Classic 2018 setelah menyelesaikan tiga babak dari sembilan babak yang direncanakan seperti terlihat di bawah ini:

Grenke Chess Classic

Sekadar rangkuman dari hasil pertandingan tiga babak tadi:

  • Pecatur top Perancis Maxime Vachier-Lagrave memimpin klasemen sementara dengan 2,5 poin setelah meraih dua kemenangan, dan menariknya kemenangan tersebut diraihnya atas mantan juara dunia, Viswanathan dan Hou Yihan.
  • Magnus Carlsen, Fabiano Caruana dan juara Grenke Chess Classic 2017 Levon Aronian memetik satu kali kemenangan, tapi atas pecatur yang cenderung lemah.
  • Levon Aronian yang babak belur di turnamen catur Berlin Candidates hingga saat ini mengumpulkan 2 poin dari tiga babak yang sudah dipertandingkan, tapi apakah hasilnya masih cukup bagus hingga babak kesembilan nanti?
  • Hou Yihan berada di peringkat terbawah dan diperkirakan hingga usai Grenke Chess Classic 2018, satu-satunya peserta wanita ini masih betah di peringkat terakhir.

Bagaimana dengan juara dunia Magnus Carlsen? Apakah ia akan tampil sebagai pemenang Grenke Chess Classic 2018 seperti pada Grenke Chess Classic 2015?

Perjalanan masih jauh, dan ada baiknya sambil menunggu perkembangan lebih lanjut terkait turnamen catur elit Grenke Chess Classic 2018 ini, markiper (mari kita perhatikan) salah satu partai kemenangan yang cukup menarik di bawah ini:

Catatan tambahan: R = Rock (Benteng), B = Bishop (Gajah), N = Knight (Kuda), Q = Queen (Menteri) dan K = King (Raja), sedangkan pion tanpa simbol atau koordinat saja.

Grenke Chess Classic

Langkah hitam selanjutnya, Rxf2!

  • RxR ….. BxR+
  • KxB ….. RxB

Grenke Chess Classic

  • Qxa7 …. Ne4+!
  • Kg1 ……. Ra3!

Grenke Chess Classic

Pertandingan pun berakhir di sini karena diagonal a7-g1 lepas dari pengawasan Menteri putih jika Menteri putih menghindar dari ancaman Benteng hitam.

Ada “skenario mati Raja yang lucu”, jika Menteri putih menghindar dari ancaman Benteng hitam, misalnya Qb7, karena langkah hitam selanjutnya, Qd4+.

  • Kh1 …. Nf2+ (QxR+? Tidak lucu)
  • Kg1 …. Nh3++
  • Kh1 …. Qg1+
  • RxQ …. Nf2+ #
Grenke Chess Classic

Grenke Chess Classic

Tapi “skenario mati Raja yang lucu” seperti ini hanya membuat kagum pecatur tingkat Kelurahan atau tingkat RT/RW saja.

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar dan berita: chess24.com.


Mengapa Liverpool Kalah di Kandang Sendiri?

Mengapa Liverpool Kalah di Kandang Sendiri?

Adahati.com – Liverpool kalah di kandang sendiri? Prediksi ini bisa membuat para pendukung Liverpool pun merasa sedih, gundah dan kecewa.

Bukankah ada lagu “You’ll Never Walk Alone” yang akan berkumandang riuh di Stadion Anfield nantinya, tapi mengapa Liverpool kalah melawan Manchester City?

Leg pertama babak perempatfinal Liga Champions yang akan berlangsung lusa nanti (5/4/2018) di Stadion Anfield antara Liverpool dan Manchester City merupakan pertandingan yang cukup tragis karena Liverpool kalah secara menyakitkan.

Sila baca: Pernyataan Pemain Bayern Munchen Ini Ngawur?

Mengapa Liverpool kalah, bukan sebaliknya? Perkiraan jalannya pertandingan leg pertama babak perempatfinal Liga Champions tadi seperti ini:

Pertama, Liverpool akan mengambil inisiatif penyerangan begitu wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama. Hal yang wajar dan biasa saja mengingat Liverpool bertindak sebagai tuan rumah dan managernya Jurgen Klopp, kecuali jika managernya Jose Mourinho, babak pertama maupun babak kedua “parkir bus” sudah biasa.

Meski Liverpool tampil dengan semangat juang tinggi guna menjebol gawang City, namun para penyerangnya dibuat mati kutu dan jangan heran jika Liverpool kalah.

Bukankah ada Mane, Firmino dan terutama Salah yang sedang on fire, mengapa Liverpool kalah? Mereka memble semua saat berhadapan dengan pemain belakang Manchester City, apalagi Salah yang diharapkan bisa mencetak gol.

Jika Liverpool mampu mencetak gol, kebetulan saja, atau bukan lewat skema penyerangan yang apik. Beruntung kalau ada pemain Liverpool yang bisa mencetak gol ke gawang City pada leg pertama babak perempatfinal Liga Champions nanti.

Kedua, selain para penyerang Liverpool memble, juga barisan pertahanannya, dan hal ini tidak terlalu mengherankan karena sudah biasa terjadi. Kemenangan Liverpool atas Manchester City dengan skor akhir 4-3 (14/1/2018) di Anfield seharusnya bukan dijadikan sebuah referensi yang membanggakan, tapi justru menyedihkan.

Tiga gol tercipta di kandang sendiri dan lawan menguasai pertandingan, bukankah hal ini sesuatu yang menyedihkan? Apalagi City tidak akan mengulangi kesalahannya pada leg pertama babak perempat final Liga Champions nanti, maka wajar saja Liverpool kalah, dan bisa jadi kalahnya dengan selisih dua gol.

Ketiga, musim ini adalah musimnya Pep Guardiola dan Manchester City. Sulit tim liga Inggris manapun yang bisa meraih kemenangan, kecuali ada keberuntungan.

Demikianlah prediksi Liverpool kalah di kandang sendiri, tapi prediksi ini bisa saja ngawur, apalagi ada pameo yang mengatakan bola itu bundar, bukan peang.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar: flickr.com.


Pernyataan Pemain Bayern Munchen ini Ngawur?

Pernyataan Pemain Bayern Munchen ini Ngawur?

Adahati.com – Pemain Bayern Munchen Mats Hummels memiliki pendapat atau pernyataan yang salah, bisa jadi salah besar atau ngawur?

Hal ini terkait dengan klub Liverpool yang ditangani oleh mantan manajernya sewaktu di Borussia Dortmund, yaitu Jurgen Klopp. Menurutnya Liverpool adalah tim yang kuat dan berbahaya dengan kualitas pemain yang bagus, serta bermain intens dan agresif terutama di bagian barisan penyerangnya. Ia pun meyakini Liverpool akan bermain pada level tertinggi di Liga Champions musim ini jika berhadapan dengan tim terbaik.

Sebelum membahas pernyataan pemain Bayern Munchen tadi ada baiknya terlebih dahulu menyimak jadwal pertandingan Liga Champions di babak perempatfinal nanti.

pemain Bayern Munchen

pemain Bayern Munchen

Pemain Bayern Munchen ini pun mengatakan tidak ada klub yang ingin berjumpa dengan Liverpool, termasuk Bayern Munchen jika lolos ke babak berikutnya.

Benarkah? Apakah tidak terlalu gegabah pernyataan pemain Bayern Munchen yang satu ini? Tidak tertutup kemungkinan pendapat atau pernyataannya tadi karena ia memiliki hubungan yang dekat dengan manajer Liverpool Jurgen Klopp.

“Di antara kami itu seperti keluarga,” kata Mats Hummels. “Tentu saja kami punya masalah dari waktu ke waktu. Satu hari dia akan ada di sana, berteriak ke satu sama lain. Namun hari berikutnya? Semuanya baik-baik saja. Dia mengerti saya, saya mengerti dia,” seperti diutarakannya di sini.

Wajar saja apabila penilaian pemain Bayern Munchen ini bisa salah, bahkan salah besar atau ngawur karena Liverpool bukanlah tim yang berbahaya bagi Manchester City yang sedang naik daun saat ini. Bisa jadi nasib Liverpool pun akan tragis nantinya, terutama jika pada leg pertama babak perempatfinal (5/4/2018) di kandang Liverpool kalah dengan skor selisih dua gol.

Nasib tragis Liverpool ini pun akan mirip dengan Borussia Dortmund yang sempat digadang-gadangkan juara Liga Champions 2013, tapi pada kenyataannya kalah 1-2 melawan Bayern Munchen dan Jurgen Klopp pun gigit jari.

Pemain Bayern Munchen Mats Hummels pun bisa gigit jari jika pada leg pertama (4/4/2018) di kandang Sevilla nanti timnya kalah meski dengan skor selisih satu gol saja. Jika penampilan Sevilla seperti saat menghadapi Barcelona di pekan 30 Liga Spanyol yang berakhir imbang 2-2, Bayern Munchen akan mengikuti jejak Manchester United yang lebih dulu tersingkir dari Liga Champions.

Dengan demikian terlalu berlebihan atau gegabah pernyataan pemain Bayern Munchen Mats Hummels ini. Seharusnya ia tidak perlu khawatir Bayern Munchen akan bertemu dengan Liverpool di babak semifinal, sebab baik Bayern Munchen maupun Liverpool sebelumnya sudah tersisih di babak perempatfinal.

Salam bola itu bundar, bukan peang.

*Sumber gambar: pixabay.com.


Grandmaster Kroasia Ivan Saric Menangkan EICC 2018

Grandmaster Kroasia Ivan Saric Menangkan EICC 2018

Adahati.com – Grandmaster Kroasia Ivan Saric berhasil meraih medali emas atau memenangkan European Individual Chess Championship (EICC) untuk kelompok putra.

EICC tahun ini diselenggarakan di Batumi, Georgia, sedangkan EICC sendiri merupakan kejuaraan catur yang diselenggarakan oleh European Chess Union.

EICC pertama kali diadakan pada tahun 2000 di Saint-Vincent, Italia, juga merupakan bagian dari Kejuaraan Eropa (European Championship, kompetisi olahraga internasional tingkat atas antara atlet Eropa atau tim olahraga yang mewakili negara mereka masing-masing atau klub olahraga profesional).

EICC tahun 2018 ini pun berdekatan waktu penyelenggaraannya dengan turnamen catur Berlin Candidates atau FIDE Candidates Tournament.

Sila baca artikel Berlin Candidates yang pernah dibahas sebelumnya:

Apakah masih ada artikel catur Berlin Candidates atau FIDE Candidates Tournament selain yang di atas tadi? Sila dilihat di bawah ini:

Kembali membahas Grandmaster Kroasia Ivan Saric yang meraih medali emas atau memenangkan EICC 2018 di atas tadi. Meski dibayang-bayangi atau waktu penyelenggaraannya berdekatan dengan Berlin Candidates (10-28 Maret), EICC tahun ini (17-28 Maret 2018) untuk kelompok putra diikuti oleh 135 Grandmaster.

Delapan dari peserta tadi memiliki Elo Rating di atas 2700, antara lain Dmitry Jakovenko (2746, Rusia), Radoslaw Wojtaszek (2738, Polandia), David Navara (2737, Ceko), dan pecatur eksentrik Vassily Ivanchuk (2713, Ukraina).

Total hadiah uang yang disediakan memang tidak terlalu besar, hanya 100 ribu Euro (pemenang pertama mendapatkan 20 ribu Euro), namun mereka pun mengincar salah satu dari 23 tempat yang disediakan untuk lolos ke Piala Dunia 2019.

Grandmaster Kroasia Ivan Saric meraih medali emas setelah mengumpulkan 8,5 poin (7x menang, 3x remis dan 1x kalah) dari 11 babak yang dipertandingkan.

Siapa Grandmaster Kroasia Ivan Saric ini? Ia lahir pada 17 Agustus 1990 di Split, Kroasia. Mengenal olahraga catur usia 5 tahun setelah diajari oleh ayahnya, tapi baru serius menekuni olahraga otak ini saat usia 9 tahun.

Gelar Grandmaster diraihnya pada 2008, dan memenangkan dua kali European Youth Chess Championship di bawah usia 18 pada 2007 dan 2008, juga Croatian Chess Championship (2009 dan 2013). Ia pun pernah mengalahkan juara dunia Magnus Carlsen di Olimpiade Catur 2014 (41st Chess Olympiad) di Tromso, Norwegia.

Berikut ini sekilas jalannya pertandingan antara Grandmaster Kroasia Ivan Saric (putih) dan juara dunia Magnus Carlsen (hitam) di Olimpiade Catur 2014 tadi:

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Setelah hitam Bc2 pada langkah 31, diagram caturnya seperti di atas.

  • Re4 …… Rd2
  • Re7 …… Bxd3
  • Bxf7+ … Kf8
Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

  • f6 …… Rd8
  • Bh5 … Kg8
Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Setelah putih Re8+, hitam pun menyerah kalah, mengingat jika hitam RxR, putih f7+.

Catatan tambahan: R = Rock (Benteng), B = Bishop (Gajah), N = Knight (Kuda), Q = Queen (Menteri) dan K = King (Raja), sedangkan pion tanpa simbol atau koordinat saja.

Atas prestasi Grandmaster Kroasia Ivan Saric memenangkan EICC 2018, Garry Kasparov pun mengucapkan selamat lewat akun Twitter-nya. “Congrats from Split to my young Croatian compatriot Ivan Saric, for his big win in the European Championship! And he did in style with a last-round win. Čestitam na osvojenom prvom mjestu!”.

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Ia pun kini menjadi salah satu pecatur yang pernah memenangkan EICC selain pecatur top dunia lainnya seperti Vassily Ivanchuk (2004), Ian Nepomniachtchi (2010), Dmitry Jakovenko (2012) dan Maxim Matlakov (2017).

Elo rating tertinggi yang pernah diraih Grandmaster Kroasia Ivan Saric ini adalah 2680 (November 2014), dan berdasarkan daftar 100 pecatur top dunia yang dikeluarkan oleh Federasi Catur Dunia (FIDE) bulan April 2018 berada di peringkat 64.

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Daftar selengkapnya bisa dilihat di sini.

Sebagai penutup akan ditampilkan tiga partai kemenangan Grandmaster Kroasia Ivan Saric di turnamen catur EICC 2018 yang menunjukkan taktik caturnya yang jitu.

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Langkah putih selanjutnya di babak pertama seperti ini:

  • Ba6! ….. RxN
  • Rxc6+
Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Setelah hitam Kd8, putih Qc3 yang mengancam Benteng hitam di petak a8 (Ra8), dan hitam pun menyerah kalah mengingat posisi buah caturnya sudah sekarat.

Jika hitam b7xR —–> QxRa8+ Kd7, Rb7 Kd6, Qb8+ Kc5, Qxa7 dst.

Jika hitam e5 ——–> Rc8+ Kd7, Rxb7+ Ke6, Rxe7+ NxR, Rxh8, dst

Sedangkan sekilas jalannya partai di babak ketiga yang dimenangkan oleh Grandmaster Kroasia Ivan Saric bisa dilihat pada diagram catur di bawah ini:

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Langkah hitam sebelumnya, Rd5.

  • a5! ………. RxQ
  • a5xQ+ … Kxb6
  • Nd7+
Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Setelah hitam KxR, putih NxR, dan pion hitam f7 jatuh, kemudian pion hitam lainnya e4 pun menjadi sasaran Kuda putih. Permainan babak akhir antara Kuda dan Gajah ini tidak terlalu sulit untuk dimenangkan oleh Grandmaster Kroasia Ivan Saric.

Permainan babak akhir Benteng pun diperagakan dengan baik oleh Grandmaster Kroasia Ivan Saric di babak kesebelas saat menghadapi David Namara.

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

  • Kf1 ….. g2+
  • Kg1 …. Rb1
  • Rd2
Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Selain mengancam pion hitam g2, Benteng putih ini pun melakukan persiapan untuk mendukung dari belakang agar pion putih e3 terus melaju ke petak promosi.

Setelah hitam Rc1.

  • e4 …… Kg3
  • e5 …… Rc6
  • Rd4!
Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Grandmaster Kroasia Ivan Saric

Benteng putih ini membatasi pergerakan Raja hitam agar tidak bisa melewati baris 4 mengejar pion putih e5 yang ingin terus bergerak maju menuju petak promosi e8.

Seharusnya hitam sudah menyerah kalah di sini mengingat:

Jika hitam Ra6 —> Rg4+ Kh3, Re4 Ra1, Re1 Ra7, e6 Re7, Re4! Kg3, Rg4+ Kh3, Rxg2 dst.

Jika hitam Re6 —> Re4 Re7, e6 Kh3, Be2 Kg3, Rg4+ Kh3, Rxg2 dst (Rxe6? Bg4+)

Langkah hitam selanjutnya adalah Rc5, tapi ini pun tidak menolongnya lagi terhindar dari kekalahan. Langkah putih selanjutnya adalah Rg4+ Kh3, Re4 dst.

Kemenangan berharga yang diraih Grandmaster Kroasia Ivan Saric atas Grandmaster Ceko David Navara ini menghasilkan medali emas atau pemenang European Individual Chess Championship 2018 di Batumi, Georgia.

Gens Una Sumus.

Sumber gambar dan berita: chess24.com, wikipedia, youtube.com.

Artikel catur Berlin Candidates lainnya:


Barcelona Lolos dari Lubang Jarum Dini Hari Tadi

Barcelona Lolos dari Lubang Jarum Dini Hari Tadi

Adahati.com – Barcelona lolos dari lubang jarum pada laga ke 30 dalam lanjutan kompetisi Liga Spanyol dini hari tadi (1/4/2018) saat bertandang ke kandang Sevilla.

Sevilla yang menyingkirkan Manchester United di babak 16 besar Liga Champions ini memiliki pertahanan dan penyerangan yang bagus serta merepotkan pemain Barcelona.

Babak pertama menit 36 Sevilla sudah unggul 1-0 berkat gol yang dicetak oleh Franco Vazquez lewat proses yang cenderung mudah karena pertahanan Barcelona begitu lemah. Tidak ada pemain belakang Barcelona yang menjaga Franco Vasquez yang berdiri sekitar 3 meter di depan gawang sehingga bola yang ditendangnya pelan masuk dengan mulus ke dalam gawang yang lolos dari jangkauan Ter Stegen.

Lemahnya lini tengah pertahanan Barcelona ini, dan jika tidak ada perbaikan yang signifikan, Barcelona lolos dari babak perempat final Liga Champions masih besar peluangnya karena lawannya AS Roma, tapi jangan harap Barcelona lolos ke babak berikutnya, apalagi dapat meraih gelar juara Liga Champions musim ini.

Gol Franco Vazquez tadi menjadi satu-satunya gol  yang tercipta di babak pertama, dan Sevilla menambah golnya lewat tendangan Luis Muriel saat babak kedua baru berjalan sekitar 5 menit. Kembali terlihat lemahnya lini pertahanan Barcelona.

Kekalahan pertama di Liga Spanyol terbayang di depan mata, dan Barcelona lolos dari kekalahan pertamanya ini hanya keberuntungan saja yang bisa diharapkan, sebab hingga menit 87 Sevilla masih bermain bagus dan nyaris beberapa kali lewat peluang yang didapatnya mencetak gol ketiga. Hanya karena para pemain depan Sevilla terlalu bernafsu saja maka gol ketiga tersebut gagal tercipta.

Keunggulan dua gol Sevilla hingga menit 87 tadi akhirnya buyar dan Barcelona lolos dari lubang jarum berkat dua gol yang tercipta dalam satu menit lewat tendangan Luis Suarez (menit 88) dan Lionel Messi (89).

Keberuntungan masih berpihak kepada Lionel Messi dkk sehingga Barcelona lolos dan terhindar dari kekalahan pertamanya di kompetisi Liga Spanyol musim ini.

Klasemen sementara papan atas Liga Spanyol setelah usai pertandingan antara Sevilla dan Barcelona yang berakhir imbang 2-2 tadi sbb:

Barcelona Lolos

Barcelona Lolos

*Sumber gambar: youtube.com.


Manchester United Tanpa Gelar, Bergembiralah!

Manchester United Tanpa Gelar, Bergembiralah!

Adahati.com – Manchester United tanpa gelar? Bagaimana mungkin bisa terjadi Manchester United tanpa gelar musim ini sementara manajernya Jose Mourinho?

Setelah disingkirkan dari Liga Champions oleh Sevilla beberapa waktu lalu, maka hanya tersisa satu gelar saja – Piala FA – yang masih bisa diraih oleh Manchester United.

Jika ternyata nantinya gagal pula atau memang benar Manchester United tanpa gelar musim ini, sementara “tetangga yang kalem” Manchester City mampu meraih gelar juara Liga Inggris dan gelar lainnya, entah apa kata dunia nanti.

malu aku malu, pada semut merah
yang berbaris di dinding, menatapku curiga
seakan penuh tanya, mengapa tanpa gelar?

Peluang Manchester United tanpa gelar ini pun cukup besar mengingat lawan yang akan dihadapinya di babak semifinal Piala FA nanti adalah Tottenham Hotspur.

Babak semifinal lainnya antara Chelsea dan Southampton berdasarkan perhitungan di atas kertas The Blues yang akan lolos dan maju ke babak final.

Manchester United melawan Spurs peluangnya fifty-fifty, dan seandainya lolos pun akan menghadapi Chelsea, atau kembali peluangnya fifty-fifty. Artinya Setan Merah dua kali belum meyakinkan peluangnya untuk meraih gelar juara Piala FA yang menunjukkan peluang Manchester United tanpa gelar pun cukup besar di sini.

Meskipun demikian, seandainya Manchester United tanpa gelar musim ini terbukti nantinya, patut disambut dengan suka cita dan hati yang riang gembira! Dunia pun tersenyum sumringah mengingat masa depan Manchester United kembali cerah.

Mengapa? Karena sebenarnya Manchester United tanpa gelar merupakan sebuah anugerah yang tersembunyi atau “a blessing in disguise”.

Tekanan kuat dan bertubi-tubi akan datang menghampiri Jose Mourinho, dan pada akhirnya ia pun akan mengambil keputusan pergi dari Old Trafford. Manajemen pun akan mencari penggantinya, dan diharapkan sang manajer baru yang terpilih nanti, kembali akan menerapkan sepakbola menyerang seperti era Sir Alex Ferguson.

Selain itu, jika Manchester United tanpa gelar musim ini dan Mourinho pun pergi, maka kutukan “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi” berakhir dengan sendirinya.

Sumber gambar: pixabay.com


Tamara Bleszynski dan Lucinta Luna

Tamara Bleszynski dan Lucinta Luna

Adahati.com – Tamara Bleszynski, belasan tahun silam termasuk salah satu artis papan dan memiliki kecantikan yang menggoda sebuah produk sabun untuk menjadikannya sebagai bintang iklan sabun tadi.

Nama Tamara Bleszynski kembali muncul di media sehubungan dengan penyanyi dangdut Lucinta Luna yang sedang tertimpa isu transgender, bahkan sempat dijadikan bahan tulisan berkait dengan Pilpres 2019. Sila baca tulisan tersebut di sini.

Lucinta Luna yang sedang dipermasalahkan status gendernya ini mengklaim punya hubungan baik dengan mantan suami Tamara Bleszynski, Mike Lewis.

Sebuah video yang menunjukkan kemesraan antara Mike Lewis dan Lucinta Luna diunggah ke akun Instagram penyanyi dangdut tadi. Di video tersebut pun ada ditulis oleh Lucinta Luna kata-kata seperti ini: “Do u know him I’m so happy”.

Mantan suami Tamara Bleszynski ini pun membantah dan mengatakan tidak memiliki hubungan apapun, apalagi sampai berpacaran dengan Lucinta Luna.

Mike Lewis yang memiliki seorang anak dari pernikahannya dengan Tamara Bleszynski sempat menjadi bahan olok-olokan di dunia maya gara-gara video tadi.

Tiba-tiba Tamara Bleszynski lewat sebuah foto di akun Instagram-nya bicara tentang anaknya, dan secara tidak langsung memuji Mike Lewis yang dikatakannya sebagai ayah yang hebat bagi anaknya. Mike Lewis pun merasa senang dan memuji balik Tamara Bleszynski mantan istrinya itu (liputan6.com).

Pelajaran yang dapat dipetik dari Tamara Bleszynski dan Mike Lewis ini antara lain:

Pertama, meski sudah bercerai atau berpisah, bukan menjadi suatu halangan untuk tetap menjalin hubungan yang baik.

Kedua, memang ada mantan suami atau istri, tapi tidak ada istilah mantan anak.

Ketiga, hubungan yang baik atau tetap terjalin silaturahmi itu diyakini oleh sebagian pihak bisa memperpanjang umur.

Apakah masih ada yang ingin menambahkan? Silakan, tapi berkait dengan poin ketiga tadi, yaitu memperpanjang umur, rajin mengikuti Trik dan Problem Catur yang Sederhana pun diyakini oleh sebagian pihak bisa memperpanjang umur.

Makdarit (maka dari itu), mari kita perhatikan diagram catur di bawah ini:

Tamara Bleszynski

  • Saat ini putih giliran melangkah.
  • Langkah putih selanjutnya?
  • Rd6!

Tamara Bleszynski

  • Setelah hitam QxR?
  • QxN+ ….. Kf7
  • QxR+!

Tamara Bleszynski

Putih pun unggul satu perwira Kuda.

Gens Una Sumus.


Hubungan PDIP dan Partai Demokrat Memburuk?

Hubungan PDIP dan Partai Demokrat Memburuk?

Adahati.com – Benarkah hubungan PDIP dan Partai Demokrat memburuk?

Berawal dari pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang mengaitkan slogan Partai Demokrat “Katakan Tidak pada Korupsi” dengan dugaan keterlibatan pemerintahan SBY dalam kasus korupsi e-KTP saat menanggapi nama Puan Maharani dan Pramono Anung disebut oleh Setya Novanto menerima uang sebesar USD 500 ribu.

Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik pun terkesan gerah dan mengatakan Hasto Kristiyanto adalah juru bicara yang buruk bagi PDIP.

Artinya buruk juga hubungan PDIP dan Partai Demokrat saat ini?

Politikus PDIP lainnya, Rio Sambodo tak terima atas pernyataan Rachland Nashidik tadi. Menurutnya tidak ada yang salah atas pernyataan Hasto Kristiyanto.

“Apa yang disampaikan Sekjen PDI Perjuangan adalah kebenaran, bahwa PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan, tidak dalam kapasitas desainer kebijakan, dan meminta agar Gamawan Fauzi memberi penjelasan secara gamblang ke rakyat? Apakah pernyataan itu salah?” katanya seperti dikutip dari merdeka.com.

Saling sindir antar politikus beda parpol tadi apakah menandakan hubungan PDIP dan Partai Demokrat kembali kurang harmonis saat ini? Bukankah Presiden Jokowi yang juga merupakan kader PDIP sempat menghadiri Rapimnas Partai Demokrat beberapa waktu lalu yang menandakan hubungan kedua parpol tadi mulai cair?

Diperkirakan ada beberapa politikus PDIP yang kurang senang jika Partai Demokrat merapat ke Presiden Jokowi dan ikut pula memberikan dukungan politiknya untuk Pilpres 2019, tapi sambil “menjual” AHY sebagai cawapres.

Jika hal ini sampai terjadi, sulit mengalahkan AHY nantinya pada Pilpres 2024, sementara PDIP pun tentu ingin juga ada kadernya yang tampil sebagai capres, tapi siapa yang akan mampu mengalahkan AHY pada Pilpres 2024?

Apakah Puan Maharani atau kader PDIP lainnya mampu mengalahkan putra SBY tadi, sementara dalam kurun waktu 2019-2024 nama AHY semakin bersinar saja?

Tanpa dukungan SBY/Partai Demokrat pun diperkirakan Jokowi dan cawapresnya akan memenangkan Pilpres 2019 atau cukup dengan dukungan politik parpol yang ada saat ini, karena terlalu gemuk pun bisa repot nantinya bagi-bagi “kue kekuasaan”, apalagi jika “kue kekuasaan” itu dalam bentuk wakil presiden.

Terlepas hubungan PDIP dan Partai Demokrat kurang harmonis atau sebaliknya saat ini, ada baiknya juga koalisi parpol pendukung Presiden Jokowi jangan terlalu gemuk, sebab yang gemuk-gemuk itu makannya banyak.

Selain itu, Pilpres 2019 pun kurang menarik lagi jika capres dukungan koalisi parpol lain jumlah parpolnya sedikit, serta kalah telak pula nantinya sehingga dikhawatirkan ada pihak yang galau tingkat tinggi, karena tidak siap menerima kekalahan telak tadi.

“Bubaaaaaaaar…!”

Maksudnya koalisi parpolnya bubar setelah kalah telak di Pilpres 2019.


Fabiano Caruana Vs Magnus Carlsen di London

Fabiano Caruana Vs Magnus Carlsen di London

Adahati.com – Fabiano Caruana Vs Magnus Carlsen, duel antara pecatur Amerika Serikat dan Norwegia ini akhirnya terjadi juga pada November 2018 di London nanti setelah di babak keempatbelas atau babak terakhir turnamen catur Berlin Candidates yang berakhir dini hari tadi, Fabiano Caruana keluar sebagai pemenangnya.

Sebelumnya pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana memimpin klasemen sementara Berlin Candidates dengan 8 poin usai babak ketigabelas dipertandingkan kemarin, dan hanya butuh hasil remis saja melawan pecatur Rusia Alexander Grischuk di babak terakhir agar terwujud duel antara pecatur Amerika Serikat dan Norwegia tadi.

Tiga partai di babak terakhir, yaitu antara Levon Aronian (Armenia) dan Wesley So (Amerika Serikat), Sergey Karjakin (Rusia) dan Ding Liren (China), juga Vladimir Kramnik (Rusia) dan Shakhriyar Mamedyarov (Azerbaijan) lebih dulu usai dan semua partai tadi berakhir remis.

Klasemen sementara menunjukkan Shakhriyar Mamedyarov berada di atas, artinya Fabiano Caruana Vs Magnus Carlsen bisa gagal jika Grischuk yang memegang buah catur putih menundukkan pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana, tapi saat artikel ini sedang ditulis, posisi buah catur hitam Fabi unggul atas pecatur Rusia tadi.

Akhirnya pertandingan di babak terakhir antara Alexander Grischuk dan Fabiano Caruana tadi dimenangkan oleh pemegang buah catur hitam setelah putih menyerah kalah pada langkah 69.

Penambahan satu poin di babak terakhir ini memantapkan posisi Fabiano Caruana di puncak klasemen sekaligus memenangkan turnamen catur Berlin Candidates dengan 9 poin, dan terwujudlah Fabiano Caruana Vs Magnus Carlsen di London pada November 2018 nanti.

Setelah 46 tahun berlalu ada lagi pecatur Amerika Serikat yang menantang juara dunia, terakhir pecatur jenius dan eksentrik Bobby Fischer melakukannya pada 11 Juli 1972 di Reykjavík, Islandia menghadapi pecatur Uni Soviet Boris Spassky yang dikenal sebagai Match of The Century.

Selamat kepada Fabiano Caruana pemenang turnamen catur Berlin Candidates.

Gens Una Sumus.

Artikel catur Berlin Candidates lainnya:


Siapa Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen?

Siapa Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen?

Adahati.com – Siapa penantang juara dunia Magnus Carlsen?

Pertanyaan ini akan terjawab beberapa jam lagi karena babak terakhir turnamen catur Berlin Candidates akan dimulai malam ini pada pukul 21.00 WIB (27/3/2018).

Pemenang turnamen catur Berlin Candidates ini seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya akan menjadi penantang juara dunia Magnus Carlsen, tapi hingga babak keempatbelas atau babak terakhir ini masih ada empat pecatur yang memiliki peluang untuk tampil sebagai pemenang, meski besarnya peluang tadi berbeda.

Berikut ini jadwal pertandingan selengkapnya di babak terakhir tadi:

  1. Alexander Grischuk (6,5 poin) Vs Fabiano Caruana (8 poin)
  2. Sergey Karjakin (7,5) Vs Ding Liren (7)
  3. Vladimir Kramnik (6) Vs Shakhriyar Mamedyarov (7,5)
  4. Levon Aronian (4) Vs Wesley So (5,5)

Tiga partai teratas yang masih menentukan siapa yang akan menjadi penantang juara dunia Magnus Carlsen, tapi peluang Fabiano Caruana yang memegang buah catur hitam pada babak akhir nanti yang terbesar, karena ia cukup bermain remis, meski poinnya sama seandainya Sergey Karjakin dan Shakhriyar Mamedyarov menang.

Jika Fabi kalah, Sergey Karjakin dan Shakhriyar Mamedyarov menang, maka yang akan menjadi penantang juara dunia Magnus Carlsen adalah Shakhriyar Mamedyarov.

Sergey Karjakin akan keluar sebagai pemenang, jika Fabi dan Mamedyarov kalah. Namun apabila Fabi kalah, sementara Karjakin dan Mamedyarov remis maka Shakhriyar Mamedyarov yang keluar sebagai pemenangnya.

Ding Liren pun masih memiliki peluang menjadi penantang juara dunia Magnus Carlsen, jika Fabiano Caruana, Sergey Karjakin dan Shakhriyar Mamedyarov kalah.

Lewat akun Twitter-nya, Susan Polgar menggambarkan kepusingannya atas kondisi di babak akhir ini yang menentukan siapa yang akan menjadi penantang juara dunia Magnus Carlsen di London pada November 2018 nanti.

Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Sekali lagi, sila saksikan siaran langsung babak terakhir ini yang diperkirakan akan berlangsung seru dan menegangkan di chess24.com.

Sebagai penutup sambil menunggu babak keempatbelas atau babak terakhir yang akan dimulai pada pukul 21.00 WIB malam ini, sekaligus menghilangkan kepusingan yang ada, markiper Trik dan Problem Catur yang Sederhana di bawah ini.

Keterangan: R = Rock = Benteng, B = Bishop = Gajah, N = Knight = Kuda, Q = Queen = Menteri, dan K = King = Raja

  1. e4 e5 2. Nf3 Nc6 3. Bc4 Bc5 4. b4 Bxb4 5. c3 Ba5 6. d4 exd4 7. Qb3 Qb6 8. 0-0 Nh6 9. e5! Qg6 10. Ba3 dxc3 12. Nxc3 BxN 13. QxB b6? 14. e6! fxe6

Diagram catur setelah langkah 14 seperti ini:

Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Langkah putih selanjutnya?

15. Bxe6!

Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Langkah hitam selanjutnya, Bb7.

  • Nh4 ……. Qf6
  • Bxd7+ … KxB
  • Qh3+ …. Kd8
  • Rfe1 …… Re8
Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

  • Rad1+ …. Nd4
  • RxN+ …… QxR
  • RxR+ ……. KxR
  • Qe6+
Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Penantang Juara Dunia Magnus Carlsen

Empat langkah kemudian Raja hitam pun mati secara mengenaskan.

Mudah, bukan?

Gens Una Sumus.

Sumber berita: chess24.com.


JK akan Dilibatkan, Apakah Memang Diperlukan?

JK akan Dilibatkan, Apakah Memang Diperlukan?

Adahati.com – JK akan dilibatkan dalam menentukan pasangan calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Presiden Jokowi pada Pilpres 2019. Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Karena diperkirakan pasti ada capres dan cawapres tandingan nantinya, wajar saja kubu Presiden Jokowi menyiapkan pendamping atau cawapres Jokowi, tapi mengenai JK akan dilibatkan dalam hal ini apakah memang diperlukan?

JK akan dilibatkan dalam menentukan pasangan Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 tinggal wacana politik saja seandainya kubu Presiden Jokowi langsung menunjuk ketua umum sebuah parpol yang seperti orang sudah kebelet ingin menjadi cawapres, tapi diperkirakan yang kebelet-kebelet seperti ini tidak akan terpilih nantinya.

Tapi sekali lagi, JK akan dilibatkan terkait masalah cawapres Jokowi ini apakah memang diperlukan? Bukankah siapapun cawapres Jokowi asal tidak memiliki “cacat politik” yang berlebihan sudah bisa dipastikan akan memenangkan Pilpres 2019?

Koalisi parpol pendukung Presiden Jokowi pun tetap solid dan diperkirakan masih tetap solid hingga tiba masa pertarungan politik pada Pilpres 2019 nanti.

Apakah tidak cukup meminta saran dari ketua umum dan petinggi parpol pendukung mengenai siapa pendamping atau cawapres Jokowi? Untuk apa lagi JK akan dilibatkan?

Seandainya bukan lagi hanya sebatas JK akan dilibatkan, tapi memang benar JK terlibat dalam menentukan cawapres Jokowi, maka Pilpres 2019 pun kurang menarik lagi karena semakin mendekati kepastian siapa pemenangnya.

JK terlibat berarti JK pun mendukung Presiden Jokowi untuk menjabat dua periode, kemudian datang lagi SBY/Partai Demokrat menyatakan dukungan politiknya, lalu apalagi yang diharapkan oleh Prabowo atau bakal capres lainnya? Kemenangan pun akan semakin sulit saja diraih oleh Prabowo atau siapapun lawannya Jokowi.

Maka dari itu, bukankah sebaiknya JK dan SBY bersikap netral saja? Agar Pilpres 2019 masih tetap berlangsung seru dan menarik. Usai Pilpres 2019 pun masih seru dan menarik seandainya terulang kembali ada pihak-pihak yang tidak siap menerima kekalahan, meski ujung-ujungnya berakhir dengan cipika-cipiki juga.

Muaaach!

JK akan dilibatkan, apakah memang diperlukan?

*Sumber gambar: youtube.com.


Fabiano Caruana Menang, dan Tantang Juara Dunia?

Fabiano Caruana Menang, dan Tantang Juara Dunia?

Adahati.com – Pecatur Amerikat Serikat Fabiano Caruana menang dan memperoleh satu poin berharga setelah mengalahkan Levon Aronian di babak ketigabelas turnamen catur Berlin Candidates dini hari tadi (27/3/2018), sekaligus mengambil alih pimpinan klasemen sementara dari pecatur Rusia Sergey Karjakin.

Bermain dengan buah catur putih, Fabiano Caruana mengakhiri perlawanan Levon Aronian pada langkah 39 dalam pertarungan Pembukaan Spanyol atau Ruy Lopez.

Levon Aronian pada langkah 26 sudah kalah satu perwira Gajah dengan kompensasi 2 bidak putih, dan analisis komputer mengatakan Fabiano Caruana menang atau unggul mutlak posisi buah caturnya di sini. Namun pertandingan kembali menjadi seru setelah pecatur Amerika Serikat ini melakukan langkah lemah 29. Ne3 yang membuat keunggulan posisi buah caturnya pun menjadi tipis saja.

Tapi kembali analisis komputer mengatakan Fabiano Caruana menang setelah Levon Aronian melakukan langkah blunder 31…e4?

Pengorbanan sebuah Benteng pada langkah 39. Rxh6+ mengakhiri pertandingan di babak ketigabelas ini, dan Fabiano Caruana tinggal selangkah lagi menantang juara dunia Magnus Carlsen di London pada November 2018 nanti.

Berikut ini sekilas jalannya pertandingan antara Fabiano Caruana dan Levon Aronian di babak ketigabelas turnamen catur Berlin Candidates yang berakhir dini hari tadi.

Diagram catur setelah langkah 31:

Fabiano Caruana Menang

Fabiano Caruana Menang

  • Rh1 ….. Rd6
  • Bxe4 … Rg8+
  • Kf1 …… Ne5
  • Qf4 …… c6
Fabiano Caruana Menang

Fabiano Caruana Menang

  • axb5 …… Rg5
  • bxa6 …… Qd8
  • f6+ ……… Ng6
  • Rxh6+ 1-0
Fabiano Caruana Menang

Fabiano Caruana Menang

Fabiano Caruana menang di babak ketigabelas, sementara pimpinan klasemen sementara sebelumnya Sergey Karjakin hanya bermain remis melawan Wesley So, begitu juga partai lainnya antara Ding Liren dan Vladimir Kramnik, sementara pecatur Azerbaijan Shakhriyar Mamedyarov yang menelan kekalahan di babak keduabelas mampu bangkit dan mengalahkan lawannya pecatur Rusia Alexander Grischuk.

Berikut ini hasil pertandingan selengkapnya di babak ketigabelas:

Fabiano Caruana Menang

Fabiano Caruana Menang

Kemenangan Fabiano Caruana atas pecatur Armenia Levon Aronian tadi mengantarnya ke puncak klasemen sementara turnamen catur Berlin Candidates.

Fabiano Caruana Menang

Tinggal satu babak lagi yang tersisa, dan apapun hasil pertandingan yang diperoleh Sergey Karjakin serta Shakhriyar Mamedyarov di babak keempatbelas nanti tidak memengaruhi langkah Fabiano Caruana untuk menantang juara dunia Magnus Carlsen di London pada November 2018 dengan catatan pecatur Amerika Serikat ini mampu memenangkan babak terakhir nanti.

Sedangkan jadwal pertandingan di babak keempatbelas atau babak terakhir sbb:

Fabiano Caruana Menang

Fabiano Caruana Menang

Gens Una Sumus.

Sumber berita dan gambar: chess24.com.


Kaus Kuning yang Dikenakan Presiden Jokowi

Kaus Kuning yang Dikenakan Presiden Jokowi

Adahati.com – Kaus kuning dikenakan Presiden Jokowi saat olahraga pagi bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kebun Raya Bogor, Sabtu (24/3/2018).

Presiden Jokowi pun mengatakan sambil olahraga pagi mereka membahas masalah cawapres untuk Pilpres 2019.

Rupanya ada juga pengamat politik yang mengartikan kaus kuning yang dikenakan Presiden Jokowi tadi sebagai sinyal politik yang cukup kuat bahwa Airlangga Hartarto adalah cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Ada juga politikus Partai Golkar yang mengatakan isu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto cawapresnya Jokowi pun mulai menjadi perbincangan yang serius di Rapat Kerja Nasional Golkar yang digelar pada 22-23 Maret 2018 lalu.

Siapa yang akan menjadi cawapresnya Jokowi pun membuat seorang ketua umum sebuah parpol seperti orang yang sudah kebelet ingin jadi cawapres, dan wara-wiri ke sana ke mari meminta dukungan politik agar kebeletnya tadi bisa tuntas seketika.

Ada yang pakai kaus kuning, ada yang ingin menggiring opini bahwa ketua umum parpolnya layak menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019, dan ada juga ketua umum sebuah parpol seperti orang yang sudah kebelet ingin jadi cawapres.

Kaus kuning dan kebelet?

Ada-ada saja, semuanya bisa dihubung-hubungkan atau dikait-kaitkan. Pilpres 2019 yang baru berlangsung tahun depan ini pun sudah melahirkan beberapa wacana politik kocak ala Srimulat, misalnya Prabowo Cawapres Jokowi.

Presiden Jokowi sendiri pun tidak memberikan keterangan yang begitu jelas mengapa dirinya memakai kaus kuning saat olahraga pagi bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kebun Raya Bogor tadi.

Mungkin saja bukan sebagai sebuah isyarat politik, tapi kebetulan kaus warna lain sedang dicuci, sementara yang ada hanya kaus kuning saja.

Semua kemungkinan masih bisa terjadi, sama halnya dengan pendapat sebagian pihak yang mengatakan mungkin saja Indonesia sudah bubar pada 2030.

Semua serba mungkin atau dimungkin-mungkinkan, sedangkan alasan yang mendukung kemungkinan-kemungkinan tadi bisa dihubung-hubungkan atau dikait-kaitkan seperti halnya kaus kuning yang dikenakan Presiden Jokowi.

Ada yang pakai kaus kuning, ada yang seperti orang sudah kebelet, ada wacana politik kocak ala Srimulat, dan entah ada apa lagi esok atau lusa nanti.


Lucinta Luna Capres atau Cawapres, Mungkin Saja Cair?

Lucinta Luna Capres atau Cawapres, Mungkin Saja Cair?

Adahati.com – Lucinta Luna capres? Lucinta Luna cawapres?

Sampai saat ini belum ada wacana politik kocak ala Srimulat “Lucinta Luna Capres” atau “Lucinta Luna Cawapres”, namun kalau berdasarkan kemungkinan seperti dikatakan oleh sebagian pihak bahwa mungkin saja “Indonesia Bubar 2030”, maka mungkin juga nantinya ada wacana politik “Lucinta Luna Capres” atau “Lucinta Luna Cawapres”.

Dalam politik segala hal masih mungkin bisa terjadi, karena politik itu cair. Bukankah hal ini cukup sering dikatakan oleh para politikus?

Tinggalkan sejenak pameo-pameo tadi, dan kembali bahas kemungkinan adanya wacana politik kocak ala Srimulat “Lucinta Luna Capres” atau “Lucinta Luna Cawapres”.

Tapi siapa sebenarnya Lucinta Luna? Apakah ia seperti “politikus karbitan” yang namanya selama ini tidak pernah beredar di belantara jagat politik nasional, tapi tiba-tiba muncul dan dikatakan layak menjadi cawapres, bahkan capres?

Lucinta Luna bukan seorang politikus, baik politikus yang selama ini sudah dikenal oleh masyarakat maupun “politikus karbitan” yang sedang diusahakan agar dikenal oleh masyarakat, tapi ia hanya seorang penyanyi dangdut yang saat ini namanya sering menghiasi media sehubungan dengan adanya isu transgender.

Lucinta Luna membantah dirinya seorang transgender, juga mengadakan sayembara dengan hadiah Rp 1 miliar. Menurutnya isu-isu tadi telah merugikannya, tapi ia pun kebingungan karena akibat isu transgender tadi dirinya pun kini kebanjiran job.

“Banyak banget tawaran isi acara ini itu. Pusing ya kaka-kaka managerku ditelponin tyuzz” kata Lucinta Luna seperti dikutip dari style.tribunnews.com.

Secara strategi dan taktik boleh dibilang siapapun yang berada di belakang isu transgender Lucinta Luna ini tak kalah, bahkan bisa jadi lebih unggul dari strategi dan taktik politikus yang berkait dengan capres, cawapres dan Pilpres 2019.

Transgender pun mengingatkan masyarakat pada pameo “politik itu cair”, karena bisa berubah-ubah dari lelaki menjadi perempuan atau sebaliknya.

Setelah mengetahui siapa Lucinta Luna, dan kemungkinan adanya wacana politik kocak ala Srimulat “Lucinta Luna Capres” atau “Lucinta Luna Cawapres”, bagaimana dengan tanggapan masyarakat? Diperkirakan sebagian ada yang terkejut, kaget, bisa juga geli sambil mengatakan ada-ada saja, mosok ada wacana politik seperti itu.

Di sisi lain tergantung Lucinta Luna juga. Meski nantinya ada wacana politik kocak ala Srimulat, dan banyak politikus serta parpol yang ingin mengusung Lucinta Luna capres atau cawapres, tapi kalau ia menolak semuanya menjadi sia-sia saja.

Politik itu cair, saking cairnya bisa meluap hingga jauh, akhirnya ke laut.

*****

Artikel politik lainnya:


Sergey Karjakin Mengudeta Peringkat Atas Sementara

Sergey Karjakin Mengudeta Peringkat Atas Sementara

Adahati.com – Pecatur Rusia Sergey Karjakin melakukan kudeta peringkat atas sementara turnamen catur Berlin Candidates tadi pagi.

Sebelumnya sudah cukup lama pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana berada di peringkat teratas klasemen sementara, tapi di babak keduabelas peringkatnya pun turun setelah dikalahkan oleh pecatur Rusia Sergey Karjakin.

Fabiano Caruana yang memegang buah catur hitam pada langkah 25 sudah kalah posisi buah caturnya setelah melakukan langkah lemah Kd8. Sergey Karjakin pun terus menekannya sehingga pada langkah 32 berdasarkan analisis komputer posisi buah caturnya sudah dinyatakan menang, dan Sergey Karjakin pun membuktikannya pada langkah 48, sekaligus mengudeta peringkat atas sementara.

Berikut ini sekilas jalannya pertandingan antara pecatur Rusia Sergey Karjakin dan pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana di babak keduabelas turnamen catur Berlin Candidates yang berlangsung tadi malam (24/3/2018) pukul 21.00 WIB.

Setelah langkah 38 diagram caturnya seperti ini:

Sergey Karjakin

Sergey Karjakin

  • Bxf7 …… Qf5
  • RxR+ …. KxR
  • QxQ …… RxQ
  • g6 ……… Ke7
  • cxb5 ….. Rh5

Sergey Karjakin

  • c4 ……. Rxh
  • a4 ……. Rg4
  • a5 ……..Kd6
  • a6 ……. Kc7
  • Kb3
Sergey Karjakin

Sergey Karjakin

Hitam pun menyerah kalah di sini mengingat kelebihan pion putih di sayap Menteri dan juga pion putih g6 yang dua langkah kemudian promosi.

Kekalahan Fabiano Caruana tadi melorotkan peringkatnya ke posisi kedua, sedangkan peringkat teratas klasemen sementara diambil alih oleh pecatur Rusia Sergey Karjakin.

Sergey Karjakin

Sergey Karjakin

Semakin berat saja langkah pecatur Amerikat Serikat Fabiano Caruana memenangkan turnamen catur Berlin Candidates sekaligus menantang juara dunia Magnus Carlsen di London bulan November 2018, padahal penulis sudah berusaha untuk mengingatkannya melalui akun twitter beberapa jam sebelum pertandingan babak keduabelas ini dimulai, tapi tidak diindahkannya.

Sergey Karjakin

Jika Fabiano Caruana akhirnya gagal memenangkan turnamen catur Berlin Candidates, entah kapan Federasi Catur Amerika Serikat bisa mewujudkan impiannya mencetak juara dunia catur setelah pecatur jenius dan nyentrik Bobby Fischer meraihnya di Reykjavík pada 1972 setelah mengalahkan pecatur Uni Sovyet Boris Spassky.

Hasil pertandingan lainnya di babak keduabelas Ding Liren mencetak kemenangan pertamanya setelah mengalahkan pecatur azerbaijan Shakhriyar Mamedyarov, sedangkan pertandingan antara Alexander Grischuk dan Levon Aronian, juga antara Vladimir Kramnik dan Wesley So berakhir remis.

Gens Una Sumus.

*Sumber berita dan gambar: chess24.com.

Artikel catur Berlin Candidates Lainnya:


Kemenangan Pertama Pecatur China Ding Liren

Kemenangan Pertama Pecatur China Ding Liren

Adahati.com – Kemenangan dalam banyak hal adalah sesuatu yang berharga, dan kemenangan ini akhirnya datang juga menghampiri pecatur China Ding Liren.

Sebelumnya Ding Liren bermain remis selama 11 babak yang telah berlangsung, tapi akhirnya ia mencetak kemenangan yang pertama di turnamen catur Berlin Candidates.

Ding Liren yang memegang buah catur hitam berhasil menambah satu poin yang berharga setelah menundukkan lawannya pecatur Azerbaijan Shakhriyar Mamedyarov di babak kedua belas yang baru selesai dini hari tadi.

Hingga langkah 29 posisi buah catur sebenarnya masih imbang, namun Ding Liren memiliki sedikit keunggulan posisi setelah Shakhriyar Mamedyarov melakukan langkah 30. Bd3. Keunggulan posisi pecatur China ini bertambah lagi setelah pecatur Azerbaijan melakukan langkah lemah dua langkah kemudian,  32. Bc4.

Pada langkah 36 setelah hitam menjalankan a3, analisis komputer mengatakan posisi buah catur Ding Liren sudah menang, tapi mengingat hasil pada babak sebelumnya – sila baca artikel: Ding Liren Tidak Tahu Cara Bermain Menang – masih diragukan apakah benar pecatur China ini bisa mencetak kemenangan.

Tapi akhirnya Ding Liren mampu juga meraih kemenangan setelah pecatur Azerbaijan Shakhriyar Mamedyarov menyerah kalah pada langkah 43.

Merdeka!

Berikut ini sekilas jalannya pertandingan antara Shakhriyar Mamedyarov dan Ding Liren yang tidak berakhir remis, tapi kemenangan bisa diraih oleh buah catur hitam.

Setelah langkah 35 diagram caturnya seperti ini:

Kemenangan

  • axb3 …. a3!
  • b4 …….. Ra8
  • d5 …….. a2
  • dxe6 …. a1 M

Kemenangan

  • exf7+ ….. Bxf7
  • BxB …….. Kh7
  • Qh5+ ….. Qh6
  • Rh5 …….. Qa7+

Kemenangan

Setelah Raja putih bergeser, langkah hitam selanjutnya QxB.

Putih pun akhirnya menyerah kalah, dan pecatur China Ding Liren meraih kemenangan pertamanya di turnamen catur Berlin Candidates setelah sebelas babak yang berlangsung sebelumnya secara berturut-turut berakhir remis.

Merdeka!

Usai mencetak kemenangan di babak keduabelas tadi pecatur China Ding Liren mengumpulkan 6,5 poin, dan ia pun berada pada peringkat ketiga klasemen sementara, sekaligus memperbesar peluangnya untuk tampil sebagai pemenang turnamen catur Berlin Candidates dan menantang juara dunia Magnus Carlsen di London bulan November 2018.

Hasil pertandingan lainnya di babak keduabelas akan dibahas pada artikel berikutnya.

Oh ya, semoga tidak ada guyonan atau lelucon yang mengatakan pecatur China Ding Liren bisa mencetak kemenangan karena memiliki dua Menteri di atas papan catur.

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar dan berita: chess24.com.

Artikel catur Berlin Candidates lainnya:


Puan Maharani Tidak Terlibat, Ini Buktinya?

Puan Maharani Tidak Terlibat, Ini Buktinya?

Adahati.com – Puan Maharani belakangan ini namanya menghiasi berbagai media sehubungan dengan tudingan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang saat ini bersatus terdakwa dugaan kasus korupsi E-KTP.

Menurut Setya Novanto ada aliran uang proyek E-KTP ke Puan Maharani dan Pramono Anung, masing-masing menerima USD 500 ribu. Uang tersebut diberikan oleh Made Oka, orang kepercayaan Setya Novanto, saat Puan Maharani berstatus Ketua F-PDIP dan Pramono Anung Wakil Ketua DPR dari F-PDIP.

“Oka menyampaikan dia menyerahkan uang ke dewan, saya tanya ‘wah untuk siapa’. Disebutlah tidak mengurangi rasa hormat, saya minta maaf, waktu itu ada Andi untuk Puan Maharani 500 ribu dan Pramono 500 ribu dolar,” ujar Setya Novanto di sini.

Puan Maharani dan Pramono Anung pun sudah membantah tudingan Setya Novanto tadi. Hal yang wajar dan biasa saja. Lain cerita jika keduanya membenarkan tudingan tadi, maka jagat raya politik nasional pun bisa heboh seketika.

Presiden Jokowi pun menanggapi tudingan miring kepada dua menterinya tadi cenderung normatif, standar atau biasa saja. Silakan diproses secara hukum kalau memang ada buktinya. Lain cerita jika Presiden Jokowi mengatakan jangan diproses secara hukum, ada atau tiada buktinya.

Tudingan Setya Novanto tidak beralasan kalau tidak ada buktinya, sementara bukti tadi tergantung dari pernyataan Made Oka, sedangkan menurut Puan Maharani, pengusaha Made Oka ini teman dari keluarga Bung Karno.

Sekilas saja bisa diperkirakan Setya Novanto kemungkinan besar tidak memiliki bukti atas tudingannya tadi. Jika ada uang yang mengalir ke Puan Maharani kecil kemungkinannya diberikan lewat transfer antar bank.

Maka dari itu, jika ada anggapan Setya Novanto ingin menjadi Justice Collaborator, lalu ia menuding Puan, apa “modal”-nya? KPK pun tentu tidak sembarang memberi status Justice Collaborator kepada orang yang tidak memiliki “modal”.

Perkiraan Setya Novanto menuding Puan Maharani untuk “mencemarkan” nama baiknya pun tidak efektif karena tidak ada “modal” atau bukti tadi. Beberapa waktu lalu pun Nazaruddin mengatakan memiliki bukti dugaan korupsi Fahri Hamzah, tapi sekarang adem-adem saja atau tidak ada buktinya.

Lalu apa tujuan Setya Novanto menuding Puan Maharani jika buktinya tidak ada? Karena ia sendiri pun untuk memiliki bukti tadi ketergantungan dengan orang lain.

Karena belum atau tidak jelas tujuan Setya Novanto menuding Puan Maharani, juga belum atau tidak jelas ada buktinya, diperkirakan tudingan tadi akan hilang dengan sendirinya kira-kira lama waktunya seperti kejadian tudingan Nazaruddin terhadap Fahri Hamzah, bahkan bisa lebih cepat lagi.

Kasus dugaan korupsi E-KTP ini mengingatkan orang pada syair lagu Bengawan Solo.

air meluap sampai jauh…
dan akhirnya ke lauuut…


Ding Liren Tidak Tahu Cara Bermain Menang

Ding Liren Tidak Tahu Cara Bermain Menang

Adahati.com – Pecatur China Ding Liren tidak tahu cara bermain menang, meski buah caturnya sudah unggul posisi. Ia tahunya bagaimana caranya bermain catur remis.

Guyonan atau lelucon di atas tadi menghiasi kolom komentar saat menyaksikan pertandingan siaran langsung di babak kesebelas turnamen catur Berlin Candidates.

Di babak kesebelas Ding Liren yang memegang buah catur putih menghadapi pecatur Rusia Alexander Grischuk. Pada langkah 37 setelah hitam melakukan langkah Qc6, seharusnya putih mengalahkan lawannya, tapi karena Ding Liren tidak tahu cara bermain menang pertandingannya pun hanya berakhir remis.

Dengan demikian hingga babak kesebelas turnamen catur Berlin Candidates, pecatur China ini bermain remis sebelas kali berturut-turut, meski sudah unggul posisi sekalipun, karena Ding Liren tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan keunggulan posisinya tadi menjadi sebuah kemenangan.

Berikut ini sekilas jalannya pertandingan antara pecatur China Ding Liren dan pecatur Rusia Alexander Grischuk setelah langkah 37.

Ding Liren Tidak Tahu

Ding Liren Tidak Tahu

Langkah putih selanjutnya, 38. Bd4? Seharusnya langkah kemenangan putih seperti ini:

  • QxNf4 …. KxB
  • Be3 …….. Nd3
  • Qf5+ …… Kg8
  • BxB …….. NxR
Ding Liren Tidak Tahu

Ding Liren Tidak Tahu

  • RxN …… gxB
  • Kf1 ……. Re8
  • Qg6+ … Kf8
  • RxR+ …. QxR
  • Qxf+
Ding Liren Tidak Tahu

Ding Liren Tidak Tahu

Setelah hitam Kg8, dan putih Qxa, pecatur China unggul dua pion di sayap Raja, tapi karena Ding Liren tidak tahu cara bermain menang, maka pertandingan di babak kesebelas ini pun akhirnya hanya menghasilkan remis saja.

Jika Ding Liren tidak tahu bagaimana caranya meraih kemenangan, lain halnya dengan Sergey Karjakin saat menghadapi Levon Aronian di papan lainnya. Karjakin dapat memaksimalkan keunggulan posisi buah caturnya untuk meraih satu poin berharga dan menenggelamkan Levon Aronian di peringkat terbawah klasemen sementara.

Kemenangan Sergey Karjakin tadi menaikkan peringkatnya sekaligus memperbesar peluangnya untuk memenangkan Berlin Candidates karena di partai lainnya yang diperkirakan akan berlangsung seru antara Fabiano Caruana dan Vladimir Kramnik berakhir remis, juga Wesley So dan Shakhriyar Mamedyarov.

Ding Liren Tidak Tahu

Berikut ini klasemen sementara Berlin Candidates setelah menyelesaikan sebelas babak dari empat belas babak yang direncanakan atau masih tersisa tiga babak lagi.

Ding Liren Tidak Tahu

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar dan berita: chess24.com.


Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana Ditentukan Malam Ini

Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana Ditentukan Malam Ini

Adahati.com – Juara dunia Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana semakin mendekati kenyataan setelah 10 babak dari 14 babak yang direncanakan berakhir dini hari tadi.

Seperti sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, pemenang Berlin Candidates akan menantang juara dunia Magnus Carlsen di London bulan November 2018.

Masih ada 4 babak yang tersisa sebelum terwujudnya pertarungan Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana ini, namun mengingat dalam pertandingan catur tingkat tinggi dibutuhkan keberuntungan juga, maka Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana bisa saja hanya sebatas mimpi Federasi Catur Amerika Serikat.

Kerinduan Federasi Catur Amerika Serikat melahirkan juara dunia setelah era Bobby Fischer sudah di ubun-ubun, dan diharapkan bisa terwujud melalui pecatur top dunia mereka saat ini, yaitu Fabiano Caruana, Wesley So dan Hikaru Nakamura.

Dua pecatur Amerika Serikat yang mengikuti Berlin Candidates hanya Fabiano Caruana yang diharapkan masih bisa keluar sebagai pemenangnya sekaligus mewujudkan pertarungan Magnus Carlses Vs Fabiano Caruana di London bulan November 2018.

Berikut ini klasemen sementara turnamen catur Berlin Candidates:

Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana

Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana

Tiga pecatur ini, Fabiano Caruana (6,5 poin), Shakhriyar Mamedyarov (6 poin) dan Alexander Grischuk (5,5 poin) yang masih berpeluang besar keluar sebagai pemenang, sedangkan pecatur lainnya (Sergey Karjakin dan Ding Liren) kecil peluangnya.

Rusia ada tiga pecaturnya yang hadir di Berlin Candidates, dan pertarungan Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana masih bisa digagalkan karena pecatur-pecatur Rusia diperkirakan akan “bermain sabun”, sebuah kejadian yang sempat membuat pecatur Amerika Serikat Bobby Fischer mencak-mencak puluhan tahun silam.

Artinya “bermain sabun”, pecatur Rusia akan bermain aman jika berhadapan dengan rekan senegaranya atau memberikan poin kepada pecatur Rusia lainnya yang lebih berpeluang keluar sebagai pemenang, sedangkan saat menghadapi pecatur Amerika Serikat atau negara lainnya akan bertarung habis-habisan.

Hal ini bisa dilihat pada babak kesepuluh antara Grischuk dan Karjakin yang cenderung remis singkat, sedangkan dua pecatur Amerika Serikat bertarung keras di babak kedelapan hingga hanya menyisakan buah catur Raja saja di atas papan catur.

Antara sportifitas dan strategi, entah siapa yang terlihat bodoh nantinya. Amerika Serikat yang lebih menjunjung sportifitas atau Rusia yang mementingkan strategi.

Maka dari itu, jika ingin pertarungan Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana ini terwujud, maka Fabi harus mengalahkan Kramnik di babak kesebelas nanti.

Berikut ini jadwal pertandingan di babak kesebelas turnamen catur Berlin Candidates.

Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana

Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana

Sistem pertandingan yang digunakan adalah double Round Robin atau masing-masing pecatur akan bertemu sebanyak dua kali dengan memegang buah catur hitam dan putih secara bergantian.

Pada babak keempat Fabiano Caruana yang memegang buah catur hitam berhasil mengalahkan Vladimir Kramnik. Perhitungan di atas kertas ia akan memenangkan pertandingan di babak kesebelas nanti karena memegang buah catur putih, tapi lawan yang dihadapinya adalah “pecatur angin-anginan”. Meski sudah menelan empat kali kekalahan, pecatur Rusia Vladimir Kramnik masih mampu menundukkan Levon Aronian di babak kesepuluh dini hari tadi.

Diperkirakan Vladimir Kramnik akan bertarung habis-habisan yang menguras tenaga dan pikiran guna mengalahkan Fabiano Caruana sekaligus memuluskan jalan pecatur Rusia lainnya untuk memenangkan turnamen catur Berlin Candidates.

Jika pecatur Amerikat Serikat ini kalah semakin sulit terwujudnya pertarungan Magnus Carlsen Vs Fabiano Caruana, tapi lain halnya jika yang terjadi sebaliknya.

Maka dari itu, partai antara Fabiano Caruana dan Vladimir Kramnik di babak kesebelas ini merupakan partai yang menentukan atau pertarungan hidup dan mati.

Sila saksikan siaran langsung babak kesebelas ini di chess24.com yang akan berlangsung nanti malam (23/3/2018) mulai pukul 21.00 WIB.

Gens Una Sumus.

*Sumber berita dan gambar: chess.com, chess24.com.


Levon Aronian Blunder karena Sering Baca Novel Fiksi?

Levon Aronian Blunder karena Sering Baca Novel Fiksi?

Adahati.com – Pecatur Armenia Levon Aronian blunder atau melakukan sebuah kesalahan fatal pada langkah 36 di babak kesepuluh turnamen catur Berlin Candidates.

Entah mengapa Levon Aronian blunder atau bisa melakukan sebuah kesalahan yang fatal seperti ini pada pertandingan yang baru saja berakhir dini hari tadi.

Pecatur Armenia ini menghadapi pecatur Rusia Vladimir Kramnik di babak kesepuluh, dan posisi buah caturnya masih imbang hingga langkah 35, tapi Levon Aronian blunder pada langkah berikutnya, 36. … Qc7?, dan ia pun kalah seketika.

Sementara di partai lainnya antara pecatur Azerbaijan Shakhriyar Mamedyarov dan pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana berakhir remis setelah melalui pertarungan yang ketat, dan hanya menyisakan buah catur Raja saja di atas papan catur

Partai catur lainnya antara dua pecatur Rusia, Alexander Grischuk dan Sergey Karjakin berakhir remis setelah 28 langkah, tidak seperti Shakhriyar Mamedyarov dan Fabiano Caruana yang bertarung ketat dan juga merupakan partai terakhir yang selesai.

Pecatur China Ding Liren kembali bermain remis saat berhadapan dengan pecatur Amerika Serikat Wesley So, dan ini merupakan remis kesepuluh secara berturut-turut Ding Liren di turnamen catur Berlin Candidates.

Dengan demikian ada empat kejadian cukup lucu di babak kesepuluh tadi, yaitu:

  1. Levon Aronian blunder, dan empat kali sudah ia kalah di Berlin Candidates serta menemani Vladimir Kramnik yang lebih dulu mengalaminya.
  2. Fabiano Caruana mencetak dua kali pertandingan yang berakhir remis dengan hanya tersisa buah catur Raja di atas papan catur seperti di babak kedelapan saat berhadapan dengan rekan senegaranya, Wesley So.
  3. Dua pecatur Rusia diperkirakan “bermain sabun” dengan remis yang cukup singkat demi menghemat pikiran dan bertarung keras di babak selanjutnya.
  4. Pecatur China Ding Liren hingga babak kesepuluh dari empat belas babak yang direncanakan tidak pernah mengalami menang atau kalah.

Berikut ini jalannya singkat partai antara pecatur Rusia Vladimir Kramnik dan pecatur Armenia yang menunjukkan Levon Aronian blunder pada langkah 36.

Levon Aronian Blunder

Levon Aronian Blunder

Analisis komputer mengatakan pertandingan ini akan berakhir remis seandainya langkah hitam selanjutnya adalah, Rg7!

  • BxB ….. Qc6
  • e4 …….. Rg5
  • Nd7+ … RxQ
  • RxR+ … Kh7
  • Rf7+ …..Kh8
  • Rf8+, dst

Namun Levon Aronian blunder, bukan Rg7 langkah berikutnya, melainkan Qc7?

Levon Aronian Blunder

Levon Aronian Blunder

Setelah putih 37. Ne8+, hitam mati enam langkah kemudian. Levon Aronian blunder dan menyerah kalah di sini tanpa menunggu enam langkah kemudian Rajanya dimatikan oleh pecatur Rusia, mantan juara dunia Vladimir Kramnik.

Levon Aronian Blunder

Levon Aronian Blunder

Mengapa Levon Aronian blunder setelah bermain cukup bagus 35 langkah sebelumnya? Apakah ia sering membaca novel fiksi dan beranggapan bisa membubarkan atau menghancurkan pertahanan lawan?

Dari data biografi Levon Aronian di sini, sama sekali tidak disebutkan ia seorang penggemar novel fiksi, entah itu novel fiksi berdasarkan kajian pakar intelejen, kajian pakar indomie telor pakai kornet dan keju (saosnya sedikit saja), dst.

Gens Una Sumus.


Elektabilitas Prabowo Turun karena “Gol Bunuh Diri”?

Elektabilitas Prabowo Turun karena “Gol Bunuh Diri”?

Adahati.com – Elektabilitas Prabowo masih jauh di bawah elektabilitas Presiden Jokowi dari berbagai hasil survei yang pernah dilakukan. Hal ini menimbulkan wacana politik “Prabowo King Maker” atau jangan Prabowo yang maju dan menantang Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 karena bisa dipastikan akan kalah nantinya.

Sebagian pihak berpendapat masih ada kemungkinan elektabilitas Prabowo akan naik dan elektabilitas Jokowi turun sehingga selisihnya pun tidak terlalu besar. Tapi ada juga yang berpendapat kemungkinan perbedaan elektabilitasnya bisa semakin jauh saja. Bukankan selain ada kemungkinan yang bersifat positif, bisa juga sebaliknya?

Namun menurut Fadli Zon pada tulisan sebelumnya di sini – Benarkah Prabowo Salah Satu Capres pada Pilpres 2019? – tak mungkin Prabowo jadi cawapres atau king maker. Meski ia membenarkan ada pertemuan antara Prabowo dan Gatot Nurmantyo serta tokoh-tokoh lainnya, Fadli Zon mengatakan pertemuan itu silaturahmi biasa saja.

Politik tak lepas dari trik atau taktik. Hal yang wajar saja jika ada seorang politikus yang bermain taktik demi suatu tujuan, misalnya meningkatkan elektabilitasnya.

Pernyataan Prabowo yang mengatakan negara ini bisa bubar pada 2030 yang sedang hangat dibicarakan saat ini diperkirakan hanya sebuah taktik biasa saja dengan tujuan agar elektabilitas Prabowo naik, tapi reaksi masyarakat terlihat cenderung negatif dan menilai pernyataan Prabowo tadi – terlepas sumbernya dari mana – terkesan pesimistis, bahkan ada politikus Partai Demokrat yang menilai “Prabowo Pemimpin Zaman Old“.

Jika yang terjadi bukan elektabilitas Prabowo naik, tapi justru turun, bukankah hal ini sama saja dengan “gol bunuh diri”? Apakah nantinya ada alasan dan desakan yang kuat agar Prabowo tidak maju sebagai capres atau memberikan kesempatan kepada sosok lain, serta menggenapi wacana politik “Prabowo King Maker”?

Tapi benar atau tidaknya elektabilitas Prabowo turun ada baiknya menunggu hasil survei karena diperkirakan akan ada lembaga survei yang merilis hasil surveinya dengan tema “Elektabilitas Prabowo Setelah Pernyataannya Indonesia Bisa Bubar pada 2030”.

Jika hasil surveinya mengatakan elektabilitas Prabowo turun, maka perkiraan di atas tadi benar. Prabowo sendiri pernah mengatakan tidak percaya dengan hasil-hasil survei yang ada, tapi entahlah kalau hasil surveinya menunjukkan elektabilitas Prabowo naik.

Terlepas elektabilitas Prabowo naik atau turun setelah pernyataannya Indonesia bisa bubar pada 2030, juga terlepas ada atau tidak taktik “gol bunuh diri”, bagi mereka yang percaya dengan pernyataan Fadli Zon sebaiknya menunggu hingga April 2018, karena Fadli Zon pernah mengatakan Partai Gerindra akan mengumumkan secara resmi pengusungan Prabowo sebagai capres untuk Pilpres 2019 pada bulan itu.

Bagaimana dengan mereka yang kurang yakin atas pernyataan Fadli Zon dan beranggapan elektabilitas Prabowo semakin turun saja karena adanya “gol bunuh diri”? Apakah sebaiknya tetap menunggu hingga April, sementara ada istilah “April Mop”?

Kata-kata bijak modern mengatakan “orang sabar senyumnya lebar”.


Prabowo Pemimpin Zaman Old, Kata Siapa?

Prabowo Pemimpin Zaman Old, Kata Siapa?

Adahati.com – Prabowo pemimpin zaman old?

Ada-ada saja pernyataan para politikus saat ini. Kadang ingin tertawa ngikik karena lucunya melebihi Srimulat, tapi kadang kagum juga karena bisa menemukan istilah-istilah kocak seperti Prabowo pemimpin zaman old tadi.

Entah siapa yang pertama kali mengeluarkan istilah zaman old yang terkesan sebuah sindiran terhadap pihak-pihak yang ketinggalan zaman atau kuno ini.

Meski ada juga sebagian pihak yang merasa bangga dibilang zaman old, karena menurutnya zaman old lebih baik dibanding zaman now, namun pernyataan Prabowo pemimpin zaman old ini cenderung sebuah sindiran yang tidak menyenangkan.

Siapa politikus yang mengatakan Prabowo pemimpin zaman old?

Dia adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik. Tentu bukan tanpa alasan atau ujug-ujug begitu saja politikus Partai Demokrat ini mengatakan Prabowo pemimpin zaman old, tapi berkait dengan pernyataan Prabowo bahwa Indonesia tidak akan ada lagi pada tahun 2030 berdasarkan kajian dari pihak asing.

Pihak asing? Teringat pernyataan para politikus yang terkesan semangat dan berapi-api ketika bicara tentang pihak asing atau berbau asing.

Saudara-saudara! Negeri ini sudah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing! Pihak asing telah menguasai perekonomian kita, saudara-saudara! Apakah kita akan tinggal diam saja melihat pihak asing itu menguasai negeri kita ini, saudara-saudaraaaaaa…?!

(kebakaran, kebakaraaan…) Begitulah kira-kira ucapannya yang terkesan berapi-api.

Jadi saudara-saudara, apa kata politikus Partai Demokrat tadi selanjutnya tentang Prabowo? “Ia tidak membuat prediksi sendiri. Namun, kelihatannya ia sangat terobsesi dengan studi pihak asing tersebut.” (dikutip dari Kompas.com).

Dibandingkannya pula antara Prabowo dan AHY yang memprediksi Indonesia akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045 nanti.

“Seperti Pak Prabowo, AHY pun mengajak kita lebih memedulikan Indonesia. Bedanya, AHY menawarkan optimisme, bukan menakut-nakuti. Itu beda pemimpin zaman now dari pemimpin zaman old,” kata politikus Partai Demokrat tadi menambahkan.

Jadi kesimpulannya Prabowo pemimpin zaman old, dan AHY pemimpin zaman now?

Saudara-saudara, terlepas Prabowo pemimpin zaman old atau bukan, AHY pemimpin zaman now atau bukan, jadi ingat kata-kata orang bijak yang kepalanya pitak:

“Tukang loak mana ada yang menjelek-jelekkan barangnya sendiri”.

 


Ding Liren Sukses Menghasilkan Remis yang Kesembilan

Ding Liren Sukses Menghasilkan Remis yang Kesembilan

Adahati.com – Pecatur China Ding Liren sukses menghasilkan remis yang kesembilan saat berhadapan dengan pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana.

Delapan babak sebelumnya Ding Liren mencetak delapan kali remis berturut-turut, dan kembali di babak kesembilan bermain remis setelah beruntung tak menelan kekalahan usai menerima gempuran-gempuran dari pecatur Amerika Serikat tadi.

Berdasarkan analisis komputer seharusnya Ding Liren kalah setelah memasuki langkah 57, tapi Fabiano Caruana membuang kesempatan untuk meraih kemenangan sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi Ding Liren.

Ding Liren

Ding Liren

Seharusnya langkah putih berikutnya adalah 57. Be3 Gc4, 58. Bf3 Gxe6, 59. Kf8+, dan Gajah hitam pun melayang, tapi putih melakukan langkah gazebo, 57. Kf8+?

Setelah hitam Rg8, putih hanya unggul tipis posisinya, tapi pada langkah 66 kembali Fabiano Caruana memiliki kesempatan untuk mengalahkan pecatur China Ding Liren.

Ding Liren

Ding Liren

Analisis komputer mengatakan langkah kemenangan putih adalah: 66. Kf8+ Rg8, 61. h6 Gc2, 62. Bxg7+ BxB, 63. GxB Ga4, 64. Re5 Kxe6, 65. KxK, dan seterusnya, tapi kembali putih melakukan langkah gazebo (gak zelas bo), 66. Be5?

Ding Liren pun selamat dari kekalahan setelah melakukan langkah Ge8, dan mencetak remis sembilan kali berturut-turut pada turnamen catur Berlin Candidates.

Pertandingan selengkapnya bisa dilihat di sini.

Partai catur lainnya antara Wesley So dan Alexander Grischuk serta Levon Aronian dan Shakhriyar Mamedyarov pun berakhir remis. Hanya Sergey Karjakin yang meraih kemenangan di babak kesembilan ini setelah mengalahkan Vladimir Kramnik.

Ding Liren

Ding Liren

Pada langkah 20, Kramnik yang memegang buah catur hitam mengorbankan Bentengnya, tapi bukan menang yang diraihnya, melainkan menangis pada langkah 41.

Pertandingan selengkapnya bisa dilihat di sini.

Kekalahan Vladimir Kramnik atas Sergey Karjakin tadi menjadikan dirinya peserta pertama yang menelan empat kali kekalahan pada turnamen catur Berlin Candidates.

Entahlah, apakah ia sengaja atau tidak memberikan kemenangan bagi rekan senegaranya Sergey Karjakin yang kini berada di peringkat empat klasemen sementara.

Tinggal lima babak lagi yang tersisa, dan pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana masih memimpin klasemen sementara Berlin Candidates.

Berikut ini klasemen sementara dan hasil pertandingan di babak kesembilan tadi:

Ding Liren

Gens Una Sumus.

Artikel catur Berlin Candidates lainnya:


Benarkah Prabowo Salah Satu Capres pada Pilpres 2019?

Benarkah Prabowo Salah Satu Capres pada Pilpres 2019?

Adahati.com – Benarkah Prabowo salah satu capres pada Pilpres 2019?

Pertanyaan di atas tadi mungkin saja dilontarkan oleh sebagian pihak yang tidak percaya, ragu atau heran, tapi Fadli Zon berusaha meyakinkan bahwa bisa dipastikan Prabowo salah satu capres pada Pilpres 2019 nanti. Tak mungkin jadi cawapres, apalagi sekadar berperan sebagai king maker bagi pihak lain.

Pernyataan Fadli Zon tadi diperkirakan menanggapi wacana politik “Prabowo Cawapres Jokowi“, sedangkan Prabowo king maker pun sebuah wacana politik yang dilontarkan oleh sebagian pihak yang berasumsi tingginya elektabilitas Presiden Jokowi dibanding Prabowo akan sulit dikalahkan. Maka dari itu, bukan Prabowo salah satu capres yang akan bertarung dengan Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Karena dianggap “Prabowo sudah basi”, perlu sosok lain yang masih “segar” sebagai penggantinya. Belakangan muncul lagi wacana yang mengatakan sosok pengganti yang dinilai tepat adalah Gatot Nurmantyo. Beberapa waktu lalu pun ada pertemuan antara Prabowo dan Gatot Nurmantyo, tapi menurut Fadli Zon hanya silaturahmi biasa saja, dan tidak ada kesepakatan politik terkait Pilpres 2019.

“Ya ada pertemuan. Silaturahmi biasa saja beberapa waktu lalu. Tetapi tidak membicarakan sampai satu kesimpulan. Banyak juga tokoh lainnya ketemu,” katanya.

Benarkah Prabowo tak mungkin jadi king maker-nya Gatot Nurmantyo atau sosok lain seperti kata Fadli Zon? Benarkah sudah bisa dipastikan Prabowo salah satu capres pada Pilpres 2019 seperti kata Fadli Zon? Benarkah pertemuan Prabowo dan Gatot Nurmantyo sekadar silaturahmi biasa saja seperti kata Fadli Zon?

Jika mengikuti pernyataan Amien Rais terkait bagi-bagi sertifikat yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, mungkin saja ada sebagian pihak yang mengatakan seperti ini, misalnya: “Ah, ngibul tuh. Masak cuma silaturahmi biasa saja”.

Sementara banyak tokoh-tokoh lain yang hadir pada pertemuan itu. Jangan-jangan bukan Prabowo salah satu capres pada Pilpres 2019 nanti.

Bagaimana tanggapan Fadli Zon jika ada sebagian pihak yang mengatakan seperti itu?

Menurut Fadli Zon pernyataan Amien Rais itu sebuah kritik, seharusnya Pemerintah mengkaji pernyataan Amien Rais itu, apalagi sekarang adalah era demokrasi.

Seharusnya Fadli Zon mengkaji juga, jika ada pernyataan sebagian pihak tadi, “Ah, ngibul tuh. Masak cuma silaturahmi biasa saja”, dan menilainya sebagai sebuah kritik, bukan pencemaran nama baik, apalagi sekarang era demokrasi.

*Sumber gambar: youtube.com.


Tiga Hal yang Lucu Setelah Babak Kedelapan Berakhir

Tiga Hal yang Lucu Setelah Babak Kedelapan Berakhir

Adahati.com – Ada tiga hal yang lucu atau setidak-tidaknya cukup lucu setelah babak kedelapan turnamen catur Berlin Candidates berakhir tadi malam.

Lucu itu relatif? Mungkin ada sebagian pihak yang mengatakan seperti itu, seperti halnya cantik dan ganteng juga relatif. Tapi anggap saja ada 3 hal yang lucu terkait turnamen catur Berlin Candidates setelah usai babak kedelapan ini.

Babak kedelapan tadi hanya menghasilkan satu kemenangan saja yang terjadi di partai antara dua pecatur Rusia, yaitu Alexander Grischuk dan mantan juara dunia Vladimir Kramnik, sementara tiga partai catur lainnya berakhir imbang atau remis.

Tiga Hal Yang Lucu

Tiga Hal Yang Lucu

Setelah babak kedelapan tadi berakhir pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana pun tetap memimpin klasemen sementara Berlin Candidates.

tiga Hal yang Lucu

tiga Hal yang Lucu

Apakah Fabiano Caruana masih tetap memimpin klasemen hingga babak akhir? Masih ada enam babak yang tersisa, dan jika pecatur Amerika Serikat ini keluar sebagai pemenangnya ,maka ia akan menantang pecatur Norwegia juara dunia Magnus Carlsen di London bulan November 2018 nanti.

Federasi Catur Amerika Serikat sudah merindukan lahirnya juara dunia catur setelah pecatur genius dan eksentrik Bobby Fischer meraih gelar juara dunia tersebut pada tahun 1972 di Reykjavík, Eslandia mengalahkan pecatur Uni Sovyet Boris Spassky.

Adapun tiga hal yang lucu setelah usai babak kedelapan tadi adalah sebagai berikut:

Pertama, ada tiga peserta turnamen catur ini yang telah mengalami tiga kekalahan, yaitu Wesley So, Levon Aronian dan Vladimir Kramnik. Kasihan, terutama Levon Aronian yang sebelumnya diunggulkan akan menantang juara dunia Magnus Carlsen. Pecatur Armenia ini pun menempati peringkat terakhir klasemen sementara.

Kedua, pecatur China Ding Liren delapan kali bermain delapan kali remis! Oh, my god…seharusnya Federasi Catur Dunia (FIDE) menghukum pecatur yang senang bermain remis dengan mengurangi Elo Ratingnya.

Ketiga, pada pertandingan antara dua pecatur Amerika Serikat, yaitu Wesley So dan Fabiano Caruana buah catur yang tersisa di atas papan catur hanya tinggal buah catur Raja saja. Hal ini jarang terjadi pada pertandingan catur tingkat tinggi.

Demikianlah tiga hal yang lucu atau setidak-tidaknya cukup lucu yang terjadi hingga babak kedelapan turnamen catur Berlin Candidates. Namun jika ada sebagian pihak yang menganggapnya sama sekali tidak lucu bisa dimaklumi.

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar: youtube.com.


Senior yang Tidak Jelas Pernyataannya, Siapa Dia?

Senior yang Tidak Jelas Pernyataannya, Siapa Dia?

Adahati.com – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, kata senior memiliki banyak arti, tapi kata senior yang terkait dengan pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan ini kurang lebih artinya adalah “lebih tua dalam usia”.

“Kalau ada senior bilang bahwa ngasih sertifikat itu ngibulin rakyat, apanya yang ngibulin. Dari dulu juga ada pembagian sertifikat tapi prosesnya panjang, lama dan sedikit. Sekarang prosesnya cepat, dan banyak. Lah, salahnya di mana,” kata Luhut.

Masih ada lagi pernyataan Luhut yang dikutip dari Kompas.com ini. “Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosa mu banyak juga kok. Udah lah, diam aja lah. Jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu, memang kamu siapa?”

Siapa senior yang dimaksud Luhut tadi? Mengapa sepertinya ia terlihat kesal dengan senior itu? Tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam berita tadi atau masih tidak jelas.

Entah mengapa masih saja banyak pihak yang terlihat senang dengan ketidakjelasan sebuah omongan atau pernyataan. Istilah gaulnya gazebo (gak zelas bo).

Apakah gazebo ini peninggalan generasi senior yang terus berlanjut hingga saat ini?

Tapi ada juga media lain yang menyebut senior yang dimaksud Luhut tadi ditujukan kepada Amien Rais karena ada ucapannya yang terkesan asbun (asal bunyi) terkait program bagi-bagi sertifikat yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

“Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?” kata politikus gaek Amien Rais yang dikutip dari Tribunnews.com.

Benar-benar gazebo, tapi lucunya dua pernyataan senior yang cenderung gazebo ini dimuat oleh berbagai media dan ditanggapi dengan antusias oleh sebagian pihak.

Berikut ini hal-hal yang cenderung tidak jelas atau gazebo tadi.

Pertama, angka 74 persen yang dikatakan oleh politikus gaek Amien Rais tadi datanya mana, atau dari mana datanya bisa timbul angka sebesar itu?

Kedua, kelompok tertentu itu siapa?

Ketiga, Luhut di awal mengatakan “kalau ada senior”, artinya belum tentu ada karena masih dikatakannya kalau atau belum pasti siapa orangnya.

Dari gazebo yang satu ke gazebo yang lain, kemudian ditanggapi, bahkan dianalisis.

Tapi agar tidak terlihat gazebo, ada juga media yang mengatakan pernyataan Luhut tadi merupakan sebuah ancaman atau kegeraman seorang Luhut, dan Amien Rais telah melontarkan kritik yang keras supaya terlihat seru, tegang dan mencekam.

Padahal bisa saja Luhut sebenarnya bukan mengancam, tapi lebih tepatnya memperingatkan. Begitu juga apa yang dikatakan oleh Amien Rais bukan sebuah kritik, tapi asbun atau astik (asal kritik) yang cenderung gazebo (gak zelas bo).

Jadi ngantuk, kalau ada senior-senior yang gazebo pernyataannya.

*Sumber gambarpxhere.com.


Pecatur Armenia Levon Aronian Mengamuk Malam Ini?

Pecatur Armenia Levon Aronian Mengamuk Malam Ini?

Adahati.com – Pecatur Armenia Levon Aronian menelan kekalahan pada babak ketujuh atas pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana tadi malam.

Kekalahannya ini merupakan kekalahan ketiga pecatur Armenia Levon Aronian yang membuat peringkatnya pun melorot. Saat ini ia menempati peringkat ketujuh dari delapan peserta yang mengikuti turnamen catur Berlin Candidates.

Selain pecatur Armenia Levon Aronian yang telah menelah kekalahan tiga kali masih ada lagi peserta lainnya, yaitu Wesley So yang menempati peringkat terbawah.

Kritikan pun datang menghampirinya setelah ia kalah melawan Fabiano Caruana di babak ketujuh tadi, karena pecatur Armenia Levon Aronian ini dinilai terlalu bernafsu ingin mengalahkan lawannya, juga membuat langkah yang meragukan atau langkah spekulasi dengan memajukan bidak di depan Raja, 16. g4!?

Atas kritikan tadi Levon Aronian pun terkesan kurang senang dan mengatakan:

“Nothing’s really affecting me – I’m not 12 years old! I’ve been losing games before and having disastrous tournaments. I just try to play, try to fight. Probably I’m not in the best shape to do so because the results probably suggest that, but I can’t really change my nature. I’m going to try and win a game despite not really playing my best chess. I hope to bring the luck back”.

I’m not 12 years old! Bisa jadi pecatur Armenia Levon Aronian akan mengamuk sekaligus mengalahkan lawannya pada babak kedelapan yang akan berlangsung malam ini (19/3/2018) pada pukul 21.00 WIB. Pertandingan di babak kedelapan ini pun dapat disaksikan secara langsung di Chess24.com.

Masalahnya ia akan memegang buah catur hitam setelah kemarin di babak ketujuh memegang buah catur putih. Lebih menarik lagi lawan yang akan dihadapinya nanti adalah pecatur China Ding Liren yang selama ini tidak pernah kalah atau menang.

Tujuh babak yang sudah diselesaikan dari empat belas babak yang direncanakan semua partai Ding Liren berakhir remis!

Apakah pecatur Armenia Levon Aronian akan mengamuk dan mengalahkan Ding Liren sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi pecatur China ini?

Atau justru Ding Liren akan memetik kemenangan pertamanya karena kembali pecatur Armenia Levon Aronian terlalu bernafsu ingin mengalahkan lawannya?

Jika pertandingan ini berakhir remis nantinya, maka pecatur China Ding Liren pun mencetak remis delapan kali berturut-turut!

Alamak John…John Travolta, John Tralala, John Trilili.

Artikel catur Berlin Candidates lainnya bisa dilihat di bawah ini:

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar: youtube.com.


Pemain-pemain Manchester United akan Dibuang

Pemain-pemain Manchester United akan Dibuang

Adahati.com – Pemain-pemain Manchester United akan dibuang oleh Jose Mourinho yang akan melakukan cuci gudang. Setidak-tidaknya ada 6 pemain Manchester United yang akan pergi meninggalkan Old Trafford nantinya.

Adapun keenam pemain-pemain Manchester United tadi adalah Luke Shaw, Chris Smalling, Juan Mata, Daley Blind, Anthony Martial dan Matteo Darmian.

Apakah pemain-pemain Manchester United itu seperti sampah saja yang memang layak dibuang? Atau seperti kata peribahasa habis manis sepah dibuang?

Biasa saja, jika ada pemain-pemain Manchester United atau klub lain yang dibuang oleh manajernya. Hal ini mengacu pada strategi dan taktik yang diinginkan oleh sang manajer agar klub bisa berjaya di liga domestik, Liga Champions dan lainnya.

Apalagi jika manajer tersebut saat menandatangani kontrak sudah ada pemain yang dibeli oleh manajer sebelumnya. Kalau pemain-pemain tersebut ternyata tidak cocok dengan strategi dan taktik sang manajer baru bisa dibuang.

Tapi ada yang mengatakan tipikal manajer seperti Mou bisa membuang pemain yang dibeli atau direkomendasikannya sendiri. Makanya Paul Pogba pun bisa dibuang jika menurut penilaian Mou sudah tidak sesuai dengan strategi dan taktiknya.

Memang pahit rasanya tersingkir dari Liga Champions oleh tim medioker seperti Sevilla. Mou dan pemain-pemain Manchester United pun hanya bisa pasrah melihat gelar juara Liga Inggris musim ini milik “tetangga yang kalem” Manchester City.

Tapi bukankah masih bisa meraih gelar juara Piala FA? Mengapa keenam pemain-pemain Manchester United tadi dibuang? Apakah tidak sebaiknya Mou membuang pemain-pemain tersebut setelah gagal pula mempersembahkan gelar penghibur hati nan lara, juara Piala FA? Ada apa sebenarnya dengan Manchester United?

Seharusnya manajemen membuang Mou terlebih dahulu sebelum ia membuang pemain-pemain Manchester United, karena biang masalahnya itu ada pada Mou, apalagi ada kata-kata bijak yang mengatakan “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi”.

Tapi ada baiknya juga manajemen tetap mempertahankan Mou dan mengikuti kemauannya membuang pemain-pemain Manchester United, kemudian mendatangkan pemain-pemain top dunia yang harganya mahal. Pameo “bola itu bundar, bukan peang” pun masih tetap berlaku, karena meski pemain-pemain pengganti yang harganya mahal tadi sudah didatangkan ke Old Trafford, Manchester United masih saja kalah melawan tim medioker seperti Sevilla atau lainnya, bahkan tim papan bawah.

Jangan buang Mou, buang saja pemain-pemain Manchester United yang tidak diinginkannya agar pameo “bola itu bundar, bukan peang” masih tetap berlaku.

*Sumber gambar: wikimedia.com.


Tidak Takut, Kata Salah dan Carlo Ancelotti

Tidak Takut, Kata Salah dan Carlo Ancelotti

Adahati.com – Tidak takut, kata Mohammed Salah setelah mengetahui hasil undian babak perempat Liga Champions musim ini yang mempertemukan dua klub Liga Inggris, yaitu Liverpool dan Manchester City.

“Liga Champions selalu bergantung dari hasil undian, tapi kami tak takut kepada lawan manapun, siapapun mereka,” kata pemain Liverpool Mohammed Salah di sini.

Kemenangan Liverpool atas Manchester City pada 14 Januari 2018 lalu di Anfield dengan skor akhir 4-3 meyakinkan dirinya agar tidak takut tadi. Ia pun mengatakan apapun bisa terjadi, seakan merujuk pada pameo “bola itu bundar, bukan peang”.

Tapi Salah tidak mengambil contoh yang terjadi pada Manchester United yang tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 1-2 lawan Sevilla di leg kedua babak 16 besar. Mungkin ia tidak enak hati jika mengambil contoh tadi, atau khawatir ada pendukung Manchester United yang tiba-tiba kejang begitu saja.

Apalagi jika pemain Liverpool itu mengatakan, “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi”.

Jika Mohammed Salah tidak takut menghadapi Manchester City di babak perempat final, lain lagi tidak takut yang diucapkan oleh Carlo Ancelotti. Manajer yang satu ini yakin dua klub Italia, Juventus dan AS Roma lolos ke babak berikutnya.

“Saya yakin satu hal, Roma akan bertarung hingga akhir. Dengan segala hormat kepada Barcelona, tak ada pemain AS Roma yang takut. Suporter di Stadio Olimpico akan sepenuhnya mendukung Roma,” kata Ancelotti di sini.

“Tak ada yang tak mungkin. Jangan lupakan Massmiliano Allegri dan Juventus punya keinginan untuk balas dendam,” katanya menambahkan.

Kembali “bola itu bundar, bukan peang” menghiasi prediksinya tadi.

Memang benar, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Salah pun tidak salah jika ia mengatakan tidak takut menghadapi Manchester City di babak perempat final, tapi khawatirnya Salah yang bermain gemilang di Liga Inggris, ternyata melempem di Liga Champions, meski masih berhadapan dengan klub Liga Inggris juga.

Mati kutu, setengah gol pun tak bisa dicetaknya, atau sama sekali tidak ada peluang emas yang didapat Salah di babak perempat final nanti.

Mengenai prediksi Ancelotti yang mengatakan dua klub Italia, Juventus dan AS Roma lolos ke babak berikutnya, tiba-tiba mata ini kriyep-kriyep 5 watt alias ngantuk!

Kalau Juventus saja yang lolos masih wajar, karena “bola itu bundar, bukan peang”.

*Sumber gambar: youtube.com.


Pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana Berada di Atas

Pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana Berada di Atas

Adahati.com – Pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana memimpin klasemen sementara Berlin Candidates setelah di babak ketujuh yang berlangsung semalam sukses menundukkan pecatur Armenia Levon Aronian.

Meski bermain dengan buah catur hitam, pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana tetap tenang menghadapi serangan lawan yang bernafsu ingin mengalahkannya.

Levon Aronian terus membombardirnya dengan memajukan pion di depan Raja, tapi pada langkah 37 pecatur Armenia ini akhirnya menyerah kalah.

Kemenangan yang berharga tadi mengantarkan pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana memimpin klasemen sementara Berlin Candidates dengan 5 poin.

Perjalanan masih jauh atau masih ada tujuh babak lagi yang harus dijalaninya untuk menantang juara dunia Magnus Carlsen di London bulan November 2018 nanti, dengan catatan tetap memimpin klasemen hingga babak akhir.

Sementara pecatur Amerika Serikat lainnya Wesley So justru tenggelam di peringkat bawah setelah kalah melawan pecatur Rusia Sergey Karjakin. Hanya 2,5 poin yang berhasil dikumpulkannya hingga saat ini. Sebaiknya ia melupakan mimpinya untuk merebut gelar juara dunia dari pecatur Norwegia, Magnus Carlsen.

Jika Sergey Karjakin meraih kemenangan di babak ketujuh, tidak demikian halnya dengan dua pecatur Rusia lainnya. Alexander Grischuk bermain remis dengan pecatur Azerbaijan Shakhriyar Mamedyarov, sedangkan Vladimir Kramnik yang diperkirakan mampu menundukkan pecatur China Ding Liren remis juga.

Remis lagi, remis lagi…tujuh babak berturut-turut pecatur China Ding Liren hanya bermain remis seakan ingin mengikuti jejak pecatur Belanda Anish Giri yang sering bermain remis pada sebuah turnamen catur. Namun Anish Giri belakangan bisa mencetak kemenangan, tapi kini muncul penggantinya.

Seharusnya Federasi Catur Dunia (FIDE) menghukum pecatur yang bermain remis lima kali berturut-turut pada sebuah turnamen catur resmi yang diselenggarakannya.

Misal, pecatur yang bermain remis lima kali berturut-turut dikurangi Elo Ratingnya sebanyak 5 poin, enam kali dikurangi 10 poin, tujuh kali dikurangi 15 poin.

Jika semua partai yang dimainkannya pada sebuah turnamen catur resmi berakhir remis dikurangi 25 poin dan satu kali tidak boleh ikut turnamen FIDE berikutnya.

Remis lagi, remis lagi…menyebalkan!

Berikut ini klasemen sementara yang menunjukkan pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana berada di atas atau memimpin klasemen sementara Berlin Candidates.

Pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana

Pecatur Amerika Serikat Fabiano Caruana

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar dan berita: chess.com, chess24.com, youtube.com.

Artikel lainnya yang membahas turnamen catur Berlin Candidates:


Pecatur China Kalah atau Pecatur Rusia Termehek-mehek?

Pecatur China Kalah atau Pecatur Rusia Termehek-mehek?

Adahati.com – Benarkah pecatur China kalah sekaligus menelan kekalahan pertamanya, dan terjadi di babak ketujuh turnamen catur Berlin Candidates?

Berlin Candidates atau FIDE Candidate’s Tournament akan memasuki babak ketujuh dari empat belas babak yang direncanakan. Babak ketujuh ini akan berlangsung nanti malam dan disiarkan secara langsung oleh Chess.24.com.

Bukan hanya sepakbola saja yang ada pertandingan siaran langsung, dan sila saksikan pecatur China kalah untuk pertama kalinya nanti malam.

Ding Liren adalah satu-satunya pecatur China yang mengikuti turnamen catur Berlin Candidates. Enam babak yang sudah dijalaninya semua hasil pertandingannya berakhir remis seperti pernah dibahas pada artikel sebelumnya di sini:

5 Hal yang Menarik di Turnamen Catur Berlin Candidates

Jika ada penggemar catur yang baru mengikuti dan masih bingung serta bertanya apa itu Berlin Candidates, sila baca beberapa artikel di bawah ini:

Prediksi pecatur China kalah karena Ding Liren akan menghadapi mantan juara dunia Vladimir Kramnik, pecatur Rusia yang sedang terluka saat ini.

Dua kali pecatur Rusia ini menelan pil pahit yang terjadi di babak keempat dan keenam saat menghadapi Fabiano Caruana dan Shakhriyar Mamedyarov.

Pacatur lainnya yang sudah mengalami dua kali kekalahan selain Vladimir Kramnik adalah Wesley So, Sergey Karjakin dan Levon Aronian.

Di babak ketujuh nanti adalah kesempatan yang baik bagi Vladimir Kramnik untuk kembali bangkit dan membuat pecatur China kalah untuk pertama kalinya.

Berikut ini partai-partai yang akan berlangsung di babak ketujuh nanti malam.

Pecatur China Kalah

Pecatur China Kalah

Bagaimana kalau hasil pertandingan antara Kramnik dan Ding Liren berakhir remis? Bukankah empat kali pertemuan mereka sebelumnya semua berakhir remis?

Terlalu, tujuh kali berturut-turut pecatur China Ding Liren bermain remis.

Jika pecatur Rusia yang kalah atau termehek-mehek?

Sebaiknya Vladimir Kramnik melupakan mimpinya untuk menantang juara dunia Magnus Carlsen di London bulan November 2018 nanti.

Trik dan Problem Catur yang Sederhana Hari Ini:

Pecatur China Kalah

Pecatur China Kalah

  • Putih giliran melangkah, Ka3-b5.
  • Hitam Ga7-g1 (langkah paksaan atau hitam terpaksa melangkah ke petak g1).
  • Re1-f1 … Gg1-h2
  • Rf1-g2 … Gh2-f4 (kembali langkah paksaan)
Pecatur China Kalah

Pecatur China Kalah

  • Langkah putih selanjutnya?
  • Tidak sulit dan rumit.
  • Kd7-f6+
Pecatur China Kalah

Pecatur China Kalah

Gajah hitam pun melayang.

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar: chess.com dan youtube.com.


Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Adahati.com – Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Namun sebelum ada fans Barcelona yang kebakaran jenggot atau pihak lain yang riang gembira, ada baiknya tenangkan hati dan pikiran ini terlebih dahulu. Jangan langsung sewot atau riang gembira seperti orang gila.

Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions adalah sebuah prediksi yang diperkirakan cukup jitu berdasarkan hasil undian babak perempat final.

Barcelona Vs AS Roma
Sevilla Vs Bayern Muenchen
Juventus Vs Real Madrid
Liverpool Vs Manchester City

Pada tulisan sebelumnya di sini – Barcelona Terpuruk di Liga Champions Soal Waktu Saja? – ada dikatakan jika hasil undian babak perempat final nanti bertemu dengan Manchester City, Real Madrid atau Bayern Muenchen, maka Barcelona akan terpuruk, kalah, atau Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions.

Namun hasil undian babak perempat final tadi menyebutkan Barcelona akan berhadapan dengan AS Roma. Artinya kemungkinan Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions bukan terjadi di babak itu, melainkan di babak berikutnya.

Jika ada sebagian pihak yang mengatakan “bola itu bundar, bukan peang”, atau belum tentu AS Roma yang terjengkang, tapi bisa saja Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions karena begini dan begitu, maka tidak perlu dibahas lebih lanjut, karena memang benar sampai saat ini bola itu masih bundar, bukan peang.

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Akhirnya Tersingkir dari Liga Champions

Tapi perhitungan di atas kertas berdasarkan prestasi, kualitas permainan dan rata-rata skill individu pemain, Barcelona masih di atas AS Roma, dan wajar saja lolos ke babak berikutnya, meski agregat skor nantinya tidak sampai 5 gol, karena pertandingan antara Barcelona dan AS Roma ini diperkirakan akan berlangsung ketat yang berujung bukan Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions.

Pada pertandingan babak perempat final lainnya juga akan berlangsung ketat, tapi yang berhasil lolos selain Barcelona diperkirakan adalah Bayern Muenchen, Real Madrid dan Manchester City. Inilah empat tim yang akan berada di babak semifinal nanti.

Tapi bukankah Liga Champios selalu menghadirkan kejutan-kejutan? Ya, tapi kejutan yang benar-benar kejutan bukan Juventus menyingkirkan Real Madrid di babak perempat final, melainkan Barcelona juara Liga Champions musim ini.

Bagaimana mungkin Barcelona yang masih memiliki 6 faktor kelemahan seperti sudah dibahas pada tulisan sebelumnya itu, tapi bisa juara? Bukannya Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions di babak semifinal karena akan berhadapan dengan Bayern Muenchen, Real Madrid, atau Manchester City?

Seandainya pun lolos ke babak final karena bertemu dengan Juventus yang sukses menendang Real Madrid, tetap saja Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions atau bukan Barcelona yang akan tampil sebagai juaranya nanti.

Kasihan Messi, jika Barcelona lolos ke babak final tapi tidak juara. Selama ini ia hanya mengalami kepahitan babak final di Piala Dunia dan Copa America saja, namun ternyata bukan hanya terjadi pada dua ajang turnamen itu, di Liga Champions juga.

Dunia ini memang panggung sandiwara, dan ceritanya bisa berubah atau lain lagi ceritanya jika Barcelona akhirnya tersingkir dari Liga Champions di babak semifinal.

Ceritanya pun makin seru dan tegang saja jika ada kejutan yang benar-benar bisa membuat orang lain terkejut, yaitu Barcelona juara Liga Champions musim ini.

Hidup adalah drama yang tak bertepi, oh yeah.

*Sumber gambar: youtube.com.


Prabowo Memiliki IQ Tinggi dan Ganteng, Kata Siapa?

Prabowo Memiliki IQ Tinggi dan Ganteng, Kata Siapa?

Adahati.com – Prabowo memiliki IQ tinggi dan ganteng, kata siapa?

Sebelum dahi ini berkernyit, entah itu karena bingung, heran, takjub, terpana dan seterusnya, ada baiknya pikiran ini dalam keadaan jernih terlebih dahulu.

Hal ini diperlukan, sebab pikiran yang tidak jernih bisa menyebabkan seseorang tiba-tiba tertawa ngikik yang tidak jelas juntrungannya.

Prabowo memiliki IQ tinggi dan ganteng, bukan sebuah pernyataan yang berasal dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, melainkan pernyataan yang berasal dari Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman.

“Orang bertanya, (calon presiden harus) pintar atau sederhana? Pak Prabowo dua-duanya, IQ 152, Bos. Itu superior. Satunya, IQ bagaimana nggak ngerti, sederhana bisa dipoles,” kata Habiburokhman di sini.

Masih ada pernyataan Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra ini, yaitu: “Semua ada di Pak Prabowo, ganteng iya, merakyat iya. Satunya kan ganteng kita pertanyakan, merakyat kita juga tidak atau apakah itu pura-pura atau bukan.”

Jika pikiran ini sudah jernih dan tahu siapa yang mengatakan Prabowo memiliki IQ tinggi dan ganteng tadi, mari dibahas kedua masalah ini secara santai saja.

Perlu juga diketahui Habiburokhman mengatakan Prabowo memiliki IQ tinggi dan ganteng terkait dengan Prabowo layak untuk menjadi capres pada Pilpres 2019.

Apakah modal Prabowo nyapres karena wajah yang ganteng seperti dikatakan oleh Habiburokhman tadi bisa menarik antusias para pemilih di Pilpres 2019 memberikan suaranya kepada Ketua Umum Partai Gerindra ini?

Diasumsikan Prabowo memang benar termasuk salah satu capres di Pilpres 2019, bukan ditelikung oleh orang lain yang berambisi ingin jadi capres juga.

Istilah ganteng biasanya ditujukan kepada lelaki, sama halnya dengan cantik yang diarahkan kepada perempuan. Tapi bukankah selama ini penilaian mengenai seperti apa perempuan yang cantik itu relatif? Cantik itu relatif, berarti ganteng juga.

Mengenai IQ tinggi, IQ superior dan sejenisnya, teringat ucapan Stephen Hawking, fisikawan top yang baru beberapa hari lalu meninggalkan dunia yang fana ini.

Kata Stephen Hawking, “Orang yang membanggakan IQ mereka adalah pecundang“.

*Sumber gambar: flickr.com


5 Hal yang Menarik di Turnamen Catur Berlin Candidates

5 Hal yang Menarik di Turnamen Catur Berlin Candidates

Adahati.com – Ada 5 hal yang menarik di turnamen catur Berlin Candidates yang telah menyelesaikan enam babak dari empat belas babak yang direncanakan.

Sekadar mengingatkan saja, turnamen catur Berlin Candidates adalah:

  • Turnamen catur yang diikuti oleh 8 pecatur top dunia yang telah lolos seleksi yang ditentukan oleh Federasi Catur Dunia (FIDE).
  • Diselenggarakan di Berlin, Jerman mulai 10 Maret hingga 28 Maret 2018.
  • Berlangsung sebanyak 14 babak, setiap pecatur akan berhadapan dua kali dan bergantian memegang buah catur hitam putih, atau double round robin.
  • Pemenangnya akan berhadapan dengan juara bertahan Magnus Carlsen di London bulan November 2018 guna memperebutkan gelar juara dunia catur.

Sedangkan hadiah yang akan diberikan kepada 8 pecatur top dunia yang mengikuti turnamen catur Berlin Candidates ini sebagai berikut (dalam mata uang Euro):

1st place: 95,000

2nd place: 88,000

3rd place: 75,000

4th place: 55,000

5th place: 40,000

6th place: 28,000

7th place: 22,000

8th place: 17,000

Seperti sudah dikatakan di atas tadi ada 5 hal yang menarik di Berlin Candidates hingga babak keenam – bukan secara keseluruhan – yang berakhir semalam.

Adapun 5 hal yang menarik yang dimaksud tadi seperti ini:

Pertama, hanya satu babak saja semua pertandingannya berakhir remis yang terjadi di babak kelima, sedangkan babak-babak lainnya ada pecatur yang kalah.

Kedua, Rusia menghadirkan 3 pecatur top dunia di Berlin Candidates, terbanyak dibanding negara lainnya, tapi semua pecatur Rusia tadi termehek-mehek.

Ketiga, Wesley So adalah pecatur pertama yang mengalami dua kali kekalahan berturut-turut yang terjadi di babak pertama dan kedua.

Keempat, pecatur China Ding Liren adalah satu-satunya pecatur yang tidak pernah menang/kalah, atau enam pertandingan yang sudah dijalaninya semua berakhir remis.

Kelima, pecatur Amerika Serikat Wesley So mencetak kemenangan pertamanya di babak keenam, dan ia pun kini tidak lagi berada di peringkat terbawah.

Demikianlah 5 hal yang menarik di turnamen catur Berlin Candidates hingga babak keenam dari empat belas babak yang direncanakan.

Sekarang sila simak kemenangan pertama Wesley So tadi setelah mampu mengalahkan pecatur Armenia, Levon Aronian.

5 Hal yang Menarik

5 Hal yang Menarik

  • Langkah hitam sebelumnya, 37…  Kb6xc4.
  • Be2-e6 …. Mf6-g5
  • Kf4-g6+
5 Hal yang Menarik

5 Hal yang Menarik

Menteri hitam terpaksa ditukar dengan Kuda dan Benteng putih, dan pada langkah ke 78 hitam pun menyerah kalah.

Pertandingan selengkapnya bisa dilihat di sini.

Gens Una Sumus.

*Sumber berita dan gambar: chess.com, chess24.com, youtube.com.


Pecatur Rusia Termehek-mehek di Berlin Candidates

Pecatur Rusia Termehek-mehek di Berlin Candidates

Adahati.com – Pecatur Rusia termehek-mehek di turnamen catur Berlin Candidates setelah menyelesaikan babak keenam dari empat belas babak yang direncanakan.

Entah mengapa pecatur Rusia termehek-termehek atau terpuruk begini di Berlin Candidates, padahal Rusia dari dulu dikenal sebagai gudangnya pecatur andal.

Dari delapan peserta yang mengikuti Berlin Candidates, Rusia paling banyak pecaturnya yang hadir dibanding negara lain. Namun meski ada tiga pecaturnya yang ikut turnamen ini semua pecatur Rusia termehek-mehek hingga babak keenam.

Ketiga pecatur Rusia tersebut adalah mantan juara dunia Vladimir Kramnik, Alexander Grischuk dan Sergey Karjakin. Bagaimana mereka bisa lolos seleksi dan mengikuti turnamen catur Berlin Candidates bisa dilihat pada tulisan sebelumnya di sini.

Vladimir Kramnik sempat bermain gemilang dan memimpin klasemen sementara setelah babak ketiga berakhir, tapi di babak selanjutnya mulai memble.

Kekalahan di babak kelima saat melawan Fabiano Caruana rupanya masih membekas atau belum hilang dari ingatan langkah blunder yang dilakukannya itu.

Sila baca tulisan di bawah ini:

Pecatur Paman Sam Ini Memimpin Klasemen Sementara

Di babak keenam yang berlangsung tadi malam saat menghadapi pecatur Azerbaijan Shakhriyar Mamedyarov, kembali Vladimir Kramnik kalah lagi. Peringkatnya pun langsung melorot setelah menelan kekalahan dua kali berturut-turut.

Sila simak jalannya pertandingan antara pecatur Azerbaijan dan Rusia tadi:

Pecatur Rusia Termehek-mehek

Pecatur Rusia Termehek-mehek

Hingga langkah 51 buah catur putih (Shakhriyar Mamedyarov) menekan buah catur hitam (Vladimir Kramnik), dan pasifnya Benteng hitam dimanfaatkan oleh putih.

  • Bh2-d2 …. Bg8-h8
  • Bd2-d7 …. Bh8-h3+
  • Rc3-b2 …. Ga2-d5
  • Bd7xg7 … Rc5-d4
  • Bg7-h7 …. Bh3-g3
  • Bh7-h5
Pecatur Rusia Termehek-mehek

Pecatur Rusia Termehek-mehek

Tujuan langkah putih selanjutnya Bh5-g5. Pion putih g6 tak bisa lagi dicegah menuju petak promosi, dan pecatur Rusia termehek-mehek beberapa langkah kemudian.

Pecatur Rusia lainnya, Alexander Grischuk bermain remis melawan Fabiano Caruana, juga Sergey Karjakin saat menghadapi pecatur China, Ding Liren.

Tiga pecatur Rusia termehek-mehek di Berlin Candidates hingga babak keenam dari empat belas babak yang direncanakan. Peringkat 3 besar klasemen sementara tak satupun pecatur Rusia yang berada di sana.

Berikut ini klasemen sementara setelah babak keenam berakhir.

Pecatur Rusia Termehek-mehek

Pecatur Rusia Termehek-mehek

 

Gens Una Sumus.

*Sumber berita dan gambar: chess.com dan youtube.com.


Pecatur China Ding Liren Belum Pernah Menang Sekalipun

Pecatur China Ding Liren Belum Pernah Menang Sekalipun

Adahati.com – Ada seorang pecatur China dari delapan peserta yang mengikuti turnamen catur Berlin Candidates (10-28 Maret 2018) atau 2018 FIDE Candidates’ Tournament yang saat ini sedang berlangsung di Berlin, Jerman .

Dia adalah Ding Liren, pecatur China yang hadir di Berlin Candidates karena berhasil menjadi runner up Piala Dunia 2017 (FIDE World Chess Cup) pada  2-28 September 2017 di Tblisi, Georgia, sedangkan juaranya adalah Levon Aronian.

Beberapa artikel yang membahas Piala Dunia 2017 tadi bisa disimak di bawah ini:

Bagaimana prestasi pecatur China Ding Liren ini pada turnamen catur Berlin Candidates? Apakah peluangnya cukup besar meraih gelar juara sekaligus menantang juara dunia Magnus Carlsen di London pada November 2018 nanti?

Dari 5 babak yang sudah dipertandingkan tak satu pun pecatur China ini meraih kemenangan. Di babak pertama memegang buah catur hitam menghadapi Levon Aronian hasilnya remis. Di babak kedua memegang buah catur putih melawan Fabiano Caruana, kembali ia bermain remis. Di babak ketiga dan keempat memegang buah catur hitam menghadapi Wesley So dan Alexander Grichuk, remis juga.

Tadi malam di babak kelima (15/3/2018) memegang buah catur putih melawan Shakhriyar Mamedyarov, pecatur China ini remis lagi!

Membosankan pecatur China yang satu ini. Hanya 2,5 poin yang diperolehnya dari lima babak yang sudah dipertandingkan, dan saat ini ia berada di peringkat 4 klasemen sementara Berlin Candidates. Namun peringkat pecatur China ini masih lebih baik dibanding Levon Aronian, Alexander Grischuk, Sergey Karjakin dan Wesley So.

Hasil pertandingan di babak kelima yang berlangsung semalam pun semuanya remis!

Pecatur China

Bukan hanya pecatur China Ding Liren saja yang membosankan, tapi di babak kelima semua pecatur yang mengikuti turnamen Berlin Candidates ini membosankan.

Berikut ini klasemen sementara Berlin Candidates selengkapnya setelah menyelesaikan 5 babak dari 14 babak yang direncanakan.

Pecatur China

Gens Una Sumus.

*Sumber berita dan gambar: chess.com dan youtube.com.


Koalisi Nasional, Wacana Politik Kocak ala Srimulat Juga?

Koalisi Nasional, Wacana Politik Kocak ala Srimulat Juga?

Adahati.com – Koalisi Nasional? Tumbuhan apa lagi itu Koalisi Nasional?

Jika ada sebagian pihak yang mengira Koalisi Nasional adalah sejenis tumbuh-tumbuhan, maka perkiraannya tadi meleset jauh.

Tapi jika ada sebagian pihak lagi yang menganggap Koalisi Nasional adalah wacana politik  kocak ala Srimulat lainnya, mungkin ada benarnya. Tumbuh satu, tumbuh seribu, tapi sekali lagi Koalisi Nasional bukan sejenis tumbuhan.

Saat ini yang berkait dengan Pilpres 2019 sudah menimbulkan beberapa wacana politik kocak ala Srimulat. Meski baru berbulan-bulan lagi Pilpres 2019 diselenggarakan, tapi bukan menjadi halangan untuk menghadirkan wacana politik kocak ala Srimulat lagi. Sebelumnya sudah ada tiga wacana politik kocak ala Srimulat, yaitu Prabowo Cawapres Jokowi, Poros Ketiga, dan Jokowi Capres Tunggal Pilpres 2019.

Ada benarnya juga pendapat sebagian pihak yang mengatakan politikus itu lebih lucu dari pelawak, bahkan ada yang mengatakan tak jauh berbeda dengan badut yang bisa membuat orang tertawa terpingkal-pingkal. Bukan hanya tertawa terpingkal-pingkal di tempat, tapi bisa membuat orang lain tertawa ngakak sampai guling-guling di ubin.

Wacana politik kocak ala Srimulat memiliki alasan, meski alasannya tadi cenderung perbaba (pernyataan basa-basi). Begitu juga dengan alasan keinginan terbentuknya Koalisi Nasional yang secara garis besarnya adalah “demi kepentingan nasional”.

Bwa-ha-ha-ha…sebagian pihak pun tertawa terpingkal-pingkal, namun tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak lainnya yang merasa terharu. Air matanya pun jatuh berlinang dan bercucuran.

Demi kepentingan nasional, oh yeaaah…kata sebagian pihak yang merasa terharu tadi. Mungkin saja saking terharunya lahirlah sebuah puisi yang bisa meraih hadiah Nobel, tapi hadiah Nobel tahun berapa sebaiknya jangan ditanya.

mataku berkaca-kaca dan tangisku pun langsung meledak
ketika kudengar ia mengatakan demi kepentingan nasional
gemuruh di dalam dada ini seperti gelombang yang mendesak
aku pun merasa terharu dengan ucapannya yang sedikit binal

demi kepentingan nasional, oh yeaaah…
demi demokrasi yang rasional, oh yeaaah…

Diperkirakan Koalisi Nasional ini akan memunculkan calon tunggal.

Artinya akan ada wacana politik kocak ala Srimulat yang mendukung wacana politik kocak ala Srimulat yang sudah ada sebelumnya?

Ampun di jeeeeee…

*Sumber gambar: wikipedia.com.


Pecatur Paman Sam Ini Memimpin Klasemen Sementara

Pecatur Paman Sam Ini Memimpin Klasemen Sementara

Adahati.com – Pecatur Paman Sam (Amerika Serikat) saat ini ada tiga bergelar grandmaster super, yaitu Fabiano Caruana, Wesley So dan Hikaru Nakamura.

Mereka dijuluki “The Three Stooges”, atau terjemahan kocaknya “Tiga Cowok Blo’on”.

Dua dari tiga pecatur Paman Sam tadi – Fabiano Caruana dan Wesley So – mengikuti turnamen catur Berlin Candidates dan pemenangnya akan menantang juara dunia Magnus Carlsen di London bulan November 2018.

Federasi Catur Amerika Serikat sudah lama merindukan ada pecatur negaranya yang meraih gelar juara dunia setelah pecatur eksentrik Bobby Fischer berhasil merebut gelar juara dunia dari Boris Spassky (Uni Sovyet) pada tahun 1972.

Empat puluh lima tahun berlalu sudah, makanya salah satu dari tiga pecatur Paman Sam tadi sangat diharapkan dapat memenuhi ambisi Federasi Catur Amerikat Serikat. Namun apakah salah satu dari mereka bisa memenuhi harapan tersebut?

Diperkirakan tidak, hingga mereka pensiun dari dunia catur pun diperkirakan tidak akan berhasil. Makanya disebut “The Three Stooges” atau “Tiga Cowok Blo’on”.

Tapi harapan tadi kembali membuncah karena saat ini Fabiano Caruana berhasil memimpin klasemen sementara Berlin Candidates setelah sukses mengalahkan mantan juara dunia Vladimir Kramnik (Rusia) di babak keempat.

Kramnik sebelumnya bermain gemilang di babak ketiga. Sila baca ulasannya di sini: “Mantan Juara Dunia Bermain Gemilang di Berlin Candidates“.

Kemenangan Fabiano Caruana atas Vladimir Kramnik ini bukannya diraih dengan mudah, tapi melalui pertandingan yang seru, tegang dan mencekam, tapi sebuah blunder yang dilakukan oleh Kramnik pada langkah 59 berujung kekalahan sehingga pecatur Paman Sam tadi pun memimpin klasemen sementara Berlin Candidates.

Pecatur Paman Sam

Pecatur Paman Sam

Vladimir Kramnik melakukan blunder setelah Bentengnya diancam oleh Kuda hitam. Hal ini disebabkan ia mengalami krisis waktu sehingga pada langkah 59 menjalankan Be1-d1?? yang menyebabkan penyesalan yang cukup dalam.

Ulasan pertandingan selengkapnya bisa dilihat di sini.

Klasemen Sementara Berlin Candidates setelah babak keempat sbb:

Pecatur Paman Sam

Pecatur Paman Sam

Mampukah pecatur Paman Sam, Fabiano Caruana keluar sebagai juara Berlin Candidates sekaligus menantang juara dunia Magnus Carlsen?

Perjalanan masih jauh karena masih ada 10 babak lagi yang dipertandingkan.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Terpuruk di Liga Champions Soal Waktu Saja?

Barcelona Terpuruk di Liga Champions Soal Waktu Saja?

Adahati.com – Barcelona terpuruk di Liga Champions, kapan hal itu terjadi?

Tadi pagi Kamis (15/3/2018), Chelsea gagal membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions setelah dibantai tiga gol tanpa balas. Gol cepat Messi di babak pertama pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar tadi membuyarkan strategi dan taktik Conte. Hal ini sudah dibahas pada tulisan sebelumnya di sini.

Chelsea gagal membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions, tapi bukan berarti tidak ada tim lain yang mampu melakukannya, karena Barcelona masih memiliki kelemahan yang berbahaya, meski menang 3-0 atas Chelsea dan melaju ke babak perempat final.

Kelemahan-kelemahan ini yang akan membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions musim 2017-18, entah itu di babak perempat final, semifinal atau babak final, dengan kata lain bukan Barcelona juara Liga Champions musim ini.

Ada 8 tim yang maju ke babak perempat final, yaitu Juventus, Manchester City, Liverpool, Sevilla, Real Madrid, AS Roma, Bayern Muenchen dan Barcelona, sedangkan undian baru akan dilakukan pada Jum’at (16/3/2018) pukul 18.00 WIB.

Barcelona terpuruk di Liga Champions jika hasil undian babak perempat final nanti bertemu dengan Manchester City, Real Madrid atau Bayern Muenchen.

Empat tim lain – Juventus, Liverpool, Sevilla, dan AS Roma – hanya keberuntungan saja yang bisa membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions, meski Barcelona memiliki kelemahan-kelemanan yang cukup berbahaya tadi.

Berikut ini kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh Barcelona yang bisa membuatnya merana dan terhina, atau Barcelona terpuruk di Liga Champions:

Pertama, Barcelona tidak memiliki keseimbangan yang harmonis antara lini belakang, tengah dan depan. Ketidakseimbangan yang harmonis tadi terkait lini tengah Barcelona yang diisi oleh pemain-pemain gelandang yang kurang kreatif menyalurkan bola dari tengah ke depan yang bisa menghasilkan gol.

Kedua, Iniesta masih termasuk gelandang yang kreatif, tapi usianya sudah tua dan fisiknya pun lemah. Sialnya, “kartu mati” Barcelona ini seakan wajib dimainkan karena tidak ada pilihan gelandang kreatif lainnya. Busquets belum setara Iniesta, Rakitic juga, apalagi Paulinho dan Andre Gomes. Ketidakseimbangan yang harmonis di lini tengah ini dapat menyebabkan Barcelona terpuruk di Liga Champions.

Ketiga, Barcelona memiliki kelemahan di sayap kiri karena tidak ada penyerang sayap kiri kelas dunia setelah Neymar dijual, makanya Barcelona cukup sering memainkan pola 4-4-2 dibanding pola permainan biasa 4-3-3. Namun 4 gelandang tadi miskin kreasi serangan, kecuali Iniesta, sedangkan Iniesta yang sudah tua kurang maksimal melindungi lapangan tengah saat lawan menguasai bola.

Keempat, kontribusi umpan-umpan maut dari sayap kanan yang menghasilkan gol kurang terlihat atau tidak mampu dijalani oleh Sergi Roberto dibanding saat Dani Alves masih berada di posisi yang sama. Juga Sergi Roberto cenderung lemah dalam bertahan, dan lawan bisa memanfaatkannya dan membangun serangan lewat sisi kanan ini yang membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions.

Kelima, sisi kiri Barcelona mudah terkena serangan balik karena Jordi Alba sering maju ke depan dan diharapkan mampu memberikan umpan-umpan maut ke kotak pinalti yang menghasilkan gol. Selama ini Jordi Alba menunaikan tugasnya dengan baik, tapi jika datang serangan balik lewat sisi kiri, sementara Iniesta sudah tua dan lemah fisiknya, atau tidak mampu menutupinya, gol lawan yang tercipta dari sisi kiri ini akan mengakibatkan Barcelona terpuruk di Liga Champions.

Keenam, tidak sulit membuat Barcelona terpuruk di Liga Champions, yaitu matikan Messi. Masalahnya antara teori dan implementasinya sering tidak sejalan. Kalau lawan mampu melakukannya, Barcelona terpuruk di Liga Champions bukan sebuah kejutan.

Kejutan yang sungguh-sungguh kejutan adalah Barcelona juara Liga Champions musim ini, karena diperkirakan hanya soal waktu saja sebenarnya Barcelona terpuruk di Liga Champions, entah itu di babak perempat final, semifinal, atau babak final.

*Sumber gambar: wikimedia.com.


Barcelona Terlihat Percaya Diri atau Terlalu Percaya Diri?

Barcelona Terlihat Percaya Diri atau Terlalu Percaya Diri?

Adahati.com – Barcelona terlihat percaya diri menghadapi tamunya dari Inggris, Chelsea pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar pada Kamis (15/3/2018) dini hari di Camp Nou. Sebuah pertandingan yang diperkirakan akan berjalan seru, tegang dan mecekam karena merupakan “partai neraka” atau pertandingan hidup mati bagi kedua kesebelasan, terutama Chelsea khususnya.

Pada leg pertama skor akhir pertandingan 1-1 yang membuat tim tamu Chelsea harus mencetak gol minimal satu di Camp Nou jika ingin lolos ke babak berikutnya, dengan catatan Barcelona tidak berhasil menceploskan bola ke gawang Chelsea.

Apakah Chelsea mampu melakukannya, atau bisa mencetak satu gol (atau lebih), dan Barcelona mandul sehingga skor akhir leg kedua 0-1 untuk kemenangan Chelsea seperti prediksi sebelumnya di sini, sementara Barcelona terlihat percaya diri?

Barcelona terlihat percaya diri dan yakin memenangkan pertandingan ini bisa dilihat dari susunan pemain yang diturunkan pelatih/manajer Ernesto Valverde di bawah ini:

Barcelona Terlihat Percaya Diri

Barcelona Terlihat Percaya Diri

Ada sedikit perubahan susunan pemain Barcelona yang diskenariokan oleh Ernesto Valverde pada leg kedua dibanding leg pertama, yaitu munculnya nama Ousmane Dembele (menggantikan Paulinho), sedangkan Conte menyingkirkan Pedro dan menggantikannya dengan Olivier Giroud.

Karena Barcelona terlihat percaya diri, maka perkiraan jalannya pertandingan leg kedua Liga Champion babak 16 besar antara Barcelona dan Chelsea seperti ini:

Pertama, Barcelona yakin Chelsea akan menerapkan “parkir bus” di Camp Nou, meski skema permainan yang diterapkan 4-3-3 tapi cenderung menjadi 4-5-1 nantinya. Maka dari itu, pelatih/manajer Ernesto Valverde berani menurunkan pemain muda belia Ousmane Dembele pada pertandingan tingkat tinggi dan menentukan ini.

Kedua, Ousmane Dembele diharapkan dapat membuka serangan dan membongkar pertahanan Chelsea dari sayap kanan yang lebih lemah dibanding dari sayap kiri. Kontribusinya dengan umpan-umpan dari sayap kanan ini diharapkan bisa menghasilkan gol lewat Suarez, Messi atau pemain lainnya.

Ketiga, Chelsea akan dikurung habis di babak pertama, dan jika di babak pertama ini Barcelona berhasil mencetak gol, selesai sudah. Barcelona terlihat percaya diri mampu melakukannya, dan unggul minimal dengan selisih satu gol di babak pertama ini.

Keempat, Barcelona terlihat percaya diri mampu mencetak gol di babak pertama dan unggul skor sementara, maka strategi dan taktik Conte pun berantakan atau Chelsea tak mampu membuat Barcelona merana dan terhina di Camp Nou.

Skor akhir pertandingan diperkirakan seperti ini:

Barcelona 2-0 Chelsea.

Tapi sebenarnya Barcelona terlihat percaya diri atau terlalu percaya diri?

*Sumber gambar: youtube.com.

 


Barcelona Merana dan Terhina di Hadapan Pendukungnya?

Barcelona Merana dan Terhina di Hadapan Pendukungnya?

Adahati.com – Benarkah tim tamu Chelsea akan membuat Barcelona merana dan terhina pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar yang akan berlangsung di Camp Nou pada Kamis (15/3/2018) dini hari nanti?

Kalimat “Barcelona Merana dan Terhina” ini sempat populer beberapa waktu lalu karena menjadi judul artikel berseri hingga lebih dari 40 buah artikel. Ada juga situs-situs lain yang menampung artikel Barcelona Merana dan Terhina tadi, misalnya di sini.

Tak perlu heran yang berlebihan jika Barcelona merana dan terhina seperti halnya Manchester United tadi pagi setelah kalah 1-2 melawan Sevilla pada leg kedua Liga Champions babak 16 besar. “Kutukan untuk Mourinho” yang mengatakan selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, Manchester United tidak akan pernah meraih gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions masih cukup ampuh kutukan itu.

Adakah kutukan lain pada Kamis dini hari nanti yang menyebabkan Barcelona merana dan terhina seperti yang dialami oleh Manchester United tadi pagi?

Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan Barcelona merana dan terhina di hadapan pendukungnya pada leg kedua Liga Champions saat menghadapi Chelsea.

Pertama, Conte diakui sebagai salah satu manajer terbaik karena memiliki strategi dan taktik yang jitu serta melumpuhkan tim-tim manapun, termasuk Barcelona.

Kedua, manajer Chelsea saat ini sedang mengalami krisis terkait prestasi The Blues yang terpuruk dan ada ancaman pemecatan terhadap dirinya. Hal ini akan membuat Conte mengeluarkan seluruh kemampuan strategi dan taktik jitunya tadi agar Barcelona merana dan terhina atau tersingkir dari Liga Champions.

Ketiga, kualitas rata-rata pemain yang dimiliki oleh Barcelona dan Chelsea sebenarnya tidak jauh berbeda atau boleh dibilang setara, dan pemain Chelsea saat ini sedang terluka, juga kemungkinan besar akan kehilangan kesempatan untuk bermain di Liga Champions musim berikutnya lewat jalur peringkat 4 besar Liga Inggris.

Keempat, manajer dan pemain Chelsea sama-sama sedang terluka. Hal ini akan membangkitkan semangat juang yang tinggi. Conte akan memberikan strategi dan taktik yang jitu, sedangkan pemain Chelsea akan menerapkannya sepenuh hati dan harmonis pula hubungan antar pemain di lapangan nanti.

Kelima, strategi Chelsea pada leg kedua diperkirakan tidak jauh berbeda dengan leg pertama. Hanya ada sedikit perubahan taktik terkait siapa penyerang Chelsea yang akan bermain di babak pertama dan kedua. Skor imbang 0-0 di babak pertama menjadi target utama Chelsea, dan di babak kedua setelah pertandingan berjalan sekitar 10-15 menit, pemain Chelsea pun akan bermain terbuka dan menyerang. Sulit bagi Chelsea mencetak dua gol, tapi kalau satu gol saja masih terjangkau.

Lima Faktor di atas tadi bisa membuat Barcelona merana dan terhina. Skor akhir leg kedua pun akan seperti ini:

Barcelona 0 – 1 Chelsea.

Jika prediksi di atas tadi menjadi kenyataan, Barcelona merana dan terhina, tersingkir dari Liga Champions di hadapan pendukungnya.

Masih ada kemungkinan lainnya, yaitu Barcelona akan membantai Chelsea di Camp Nou karena Ernesto Valverde memainkan strategi dan taktik yang tidak biasa, sekaligus menghancurkan strategi dan taktik Conte tadi.

Hal ini akan dibahas pada artikel berikutnya menjelang leg kedua Liga Champions babak 16 besar antara Barcelona dan Chelsea, kalau ada waktu untuk menulisnya.

Harap maklum.

*Sumber gambar: youtube.com.


Manchester United Tersingkir dari Liga Champions

Manchester United Tersingkir dari Liga Champions

Adahati.com – Manchester United tersingkir dari Liga Champions setelah kalah pada leg kedua babak 16 besar saat menghadapi Sevilla.

Malang nian nasib Manchester United di bawah asuhan manajer Jose Mourinho ini.

Pada leg pertama di kandang Sevilla skor akhir 0-0, seharusnya hal ini menjadi keuntungan bagi Manchester United yang bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua. Namun bukan menang yang diraih, lebih tepatnya menangis, dan Manchester United tersingkir dari Liga Champions secara menyesakkan, kasihan.

Babak pertama pada leg kedua tadi kedua kesebelasan cenderung bermain hati-hati, dan skor sementara masih 0-0 hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya 45 menit pertama, tapi di babak kedua terjadi malapetaka ketika pemain Sevilla, Wissam Ben Yedder berhasil menceploskan bola ke gawang Manchester United menit 74.

Belum hilang kekagetan pemain tuan rumah, empat menit kemudian kembali Wissam Ben Yedder menyundul bola dan masuk ke gawang lawan. Kiper De Gea sempat menepis bola keluar, tapi sebelumnya bola sudah melewati garis gawang.

Sevilla pun unggul 2-0, dan tamat sudah riwayat Setan Merah di sini, atau Manchester United tersingkir dari Liga Champions sudah bisa dipastikan karena sisa pertandingan babak kedua hanya sekitar 12 menit lagi.

Mungkin ada sebagian fans Manchester United yang berharap keajaiban itu datang dengan terciptanya 3 gol ke gawang Sevilla. Lukaku berhasil mencetak gol menit 84. Skor sementara 1-2 dan sisa waktu pertandingan sekitar 6 menit lagi, plus tambahan waktu 3 menit. Masih ada waktu 9 menit untuk mencetak dua gol!

Hai keajaiban, datanglah, kasihan Mourinho. Lihatlah wajahnya ditekuk dan menahan marah di pinggir lapangan. Kasihanilah dia, nanti ada saja alasannya mengapa Manchester United tersingkir dari Liga Champions.

Namun keajaiban yang diharapkan itu tak kunjung datang jua hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, dan Manchester United tersingkir dari Liga Champions di hadapan pendukungnya sendiri. Kasihan, turut prihatin.

Semakin yakin saja dengan “Kutukan untuk Mourinho”. Sebuah kutukan yang mengatakan “selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, Manchester United tidak akan pernah meraih gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions”.

Boleh percaya, tidak pun boleh.

*Sumber gambar: Wikimedia.com


Poros Pertama (Jokowi) Sedang Berada di Atas Angin?

Poros Pertama (Jokowi) Sedang Berada di Atas Angin?

Adahati.com – Poros pertama diasumsikan sebagai pihak atau kubu Jokowi, sedangkan poros kedua adalah kubu Prabowo Subianto, sementara poros ketiga mengarah kepada kubu SBY. Tiga poros ini entah siapa yang pertama menghembuskannya sebagai wacana politik, tapi hal ini tidak terlalu penting.

Wajar, lumrah, atau hal yang biasa saja timbul wacana-wacana politik mendekati hajatan demokrasi seperti Pilpres 2019. Namun di sisi lain wajar, lumrah atau hal yang biasa juga apabila ada sebagian pihak yang tersenyum geli karena wacana-wacana politik tadi bisa membuat para politikus seperti orang yang sedang kebakaran jenggot.

Normalnya, jika tidak ingin terus menerus dalam keadaan sedang kebakaran jenggot tadi adalah mematikan secepatnya api yang menyala dan membakar jenggot, tapi ada saja pihak lain yang berusaha agar api tersebut tetap menyala. Hal ini pun dianggap wajar, lumrah atau biasa saja karena politik tak lepas dari trik atau taktik.

Saat ini konstelasi politik yang ada diasumsikan poros pertama sedang berada di atas angin karena elektabilitas Jokowi jauh di atas calon-calon lawannya, dan 5 parpol yang sudah menyatakan dukungan politiknya pun tetap solid, sementara poros kedua diisukan sedang mengalami perpecahan, sedangkan poros ketiga masih belum jelas bentuknya.

Terkait isu ada pepecahan di kubu Prabowo atau poros kedua tadi dibantah oleh Fadli Zon. Tidak ada perpecahan antara Partai Gerindra dan PKS terkait capres yang akan diusung nanti. Masih tetap solid, dan akan terus melakukan komunikasi, kata Fadli Zon berusaha meyakinkan atau menepis isu tadi.

Isu yang mengatakan “Prabowo sudah basi” atau semacam itu, dan jika berhadapan dengan Jokowi pada Pilpres 2019 nanti diperkirakan pasti kalah, makanya perlu mengusung capres yang masih “segar”, misalnya Gatot Nurmantyo, menyebabkan ada sebagian pihak yang kebakaran jenggot, padahal isu itu tidak selalu benar.

Situasi saat ini poros pertama masih solid, poros kedua diasumsikan sedang bingung, dan poros ketiga yang belum jelas bentuknya masih menunggu “perjudian politik besar” terkait AHY, apakah masih dipaksakan untuk menjadi cawapres pada Pilpres 2019, atau sabar menunggu Pilpres 2024 dan maju sebagai capres.

Cukup menarik untuk menantikan aksi politik poros pertama atau kubu Jokowi yang sedang berada di atas angin ini. Santai saja menikmati hembusan angin di atas, atau melakukan manuver-manuver politik yang cenderung menekan kubu lawan.

Namun kalau mengikuti salah satu filsafat catur, pilihan kedua adalah pilihan yang terbaik. Jangan biarkan lawan berkembang, karena akan sulit dikalahkan nantinya.

*****

Trik dan Problem Catur yang Sederhana Hari Ini:

chess.com

Poros Pertama

  • Hitam yang giliran melangkah sedang menekan posisi hitam. Bisa dilihat dari posisi perwira-perwira putih yang semuanya berada di baris belakang.
  • Hitam pun menambah tekanannya lewat langkah seperti ini:
  • Bb3xe3!
chess.com

Poros Pertama

  • Pertahanan putih pun berantakan.
  • Tak sempat lagi berkembang.

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar: youtube.com.


Mantan Juara Dunia Bermain Gemilang di Berlin Candidates

Mantan Juara Dunia Bermain Gemilang di Berlin Candidates

Adahati.com – Mantan juara dunia catur yang satu ini bermain gemilang di Berlin Candidates (2018 FIDE Candidates’ Tournament)Meski sudah berumur 43 tahun (25 Juni nanti), namun permainannya masih tajam dan menyengat.

Dia adalah Vladimir Kramnik, mantan juara dunia catur yang meraih gelar setelah mengalahkan Garry Kasparov dengan skor 8,5-6,5 pada tahun 2000 silam.

Pada babak ketiga (12 Maret 2018), mantan juara dunia ini sukses mengalahkan pecatur Armenia, Levon Aronian meski ia memegang buah catur hitam.

Vladimir Kramnik pun memimpin klasemen sementara saat ini.

Berlin Candidates adalah turnamen catur resmi FIDE yang diikuti oleh 8 pecatur yang lolos seleksi kualifikasi yang sudah ditentukan sebelumnya, dan pemenangnya akan menantang juara dunia Magnus Carlsen di London bulan November 2018.

Berikut ini 8 nama peserta turnamen catur Berlin Candidates tadi:

1. GM Shakhriyar Mamedyarov 2814 (Grand Prix)
2. GM Vladimir Kramnik 2800 (Wildcard)
3. GM Wesley So 2799 (Rating)
4. GM Levon Aronian 2797 (World Cup)
5. GM Fabiano Caruana 2784 (Rating)
6. GM Ding Liren 2769 (World Cup)
7. GM Alexander Grischuk 2767 (Grand Prix)
8. GM Sergey Karjakin 2763 (Runner-up 2016)

Berlin Candidates akan berlangsung selama 14 babak (masing-masing pecatur bertemu 2x atau double round robin) dan dimulai pada 10 Maret 2018 lalu serta pemenangnya akan diganjar hadiah sebesar Rp 1,6 milyar.

Pada babak pertama mantan juara dunia Vladimir Kramnik sukses mengalahkan rekan senegaranya Alexander Grischuk, dan bermain remis di babak kedua dengan pecatur Rusia juga, yaitu Sergey Karjakin. Namun di babak ketiga kembali mantan juara dunia Vladimir Kramnik meraih satu poin penuh setelah mengalahkan Levon Aronian.

Hasil-hasil pertandingan dari 3 babak tadi bisa dilihat di bawah ini:

mantan juara dunia

mantan juara dunia

mantan juara dunia

Dari tiga babak yang sudah diselesaikan tadi ternyata ada “pecatur teletubbies” di Berlin Candidates karena hanya sekali bermain remis dan dua kali menelan kekalahan.

Dia adalah salah satu dari “The Three Stooges” atau terjemahan bebasnya “Tiga Cowok Blo’on” yang dimiliki oleh Amerika Serikat.

Ada dua dari “Tiga Cowok Blo’on” yang mengikuti turnamen ini, yaitu Fabiano Caruana dan Wesley So, sedangkan Hikaru Nakamura tidak lolos kualifikasi.

Fabiano Caruana memperoleh 2 poin, sementara Wesley So hanya setengah poin saja, padahal berdasarkan daftar peringkat 100 pecatur top dunia yang dikeluarkan oleh FIDE bulan Maret ini ia berada di peringkat 4 dunia.

Mantan Juara Dunia

Entah ada atau tidak salah satu dari “Tiga Cowok Blo’on” tadi yang akan menantang Magnus Carlsen sekaligus memenuhi ambisi Federasi Catur Amerika Serikat yang merindukan juara dunia setelah era Bobby Fischer berakhir.

Berikut ini klasemen sementara turnamen catur Berlin Candidates yang diadakan di Berlin, Jerman setelah menyelesaikan 3 babak dari 14 babak yang direncanakan:

Mantan Juara Dunia

Sekarang sila simak partai mantan juara dunia Vladimir Kramnik di babak ketiga yang berlangsung seru saat mengalahkan pecatur Armenia, Levon Aronian.

Mantan Juara Dunia

Langkah hitam selanjutnya adalah Ge6-d5!

  • f2-f3 …….. g4xf3
  • f4xGd5 … Me7-e2!
  • Bd1-e1

Mantan Juara Dunia

  • Langkah hitam selanjutnya?
  • Percuma mantan juara dunia kalau tidak tahu langkah kemenangan hitam.
  • Tinggal dorpi (dorong pion) saja.

Mantan Juara Dunia

  • Jika putih Rh1-h2, hitam g2-g1 M++
  • Jika putih Rh1-g1, hitam f3-f2+, dst.

Pertandingan selengkapnya bisa dilihat di sini.

Gens Una Sumus.

*Sumber gambar: chess.com, chess24.com, youtube.com


Prabowo Masih Berpikir Terkait Keputusan Politik SBY?

Prabowo Masih Berpikir Terkait Keputusan Politik SBY?

Adahati.com – Prabowo masih berpikir? Apakah ada kaitannya dengan sikap atau keputusan politik SBY pada Pilpres 2019 nanti?

Sebelumnya pada Rapimnas Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3/2018), terkesan hubungan politik antara SBY dan Presiden Jokowi semakin baik dan cair saja seperti pernah dibahas pada tulisan sebelumnya:

SBY dan Jokowi Sedang Memainkan Drama Politik Ini?

PDIP telah mengumumkan Presiden Jokowi adalah capres yang diusungnya pada Pilpres 2019 nanti, sementara Partai Gerindra belum juga melakukan hal yang sama. Hal ini disebabkan antara lain karena Prabowo masih berpikir.

Jika sebuah kalimat normatif tentu tidak mengherankan “Prabowo masih berpikir” ini, karena pada dasarnya semua manusia normal itu setiap harinya berpikir, bukan hanya Ketua Umum Partai Gerindra saja, tapi kalimat “Prabowo masih berpikir” ini berkaitan dengan Pilpres 2019 tadi.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Prabowo belum tegas menyatakan dirinya akan maju lagi sebagai capres pada Pilpres 2019 nanti meski DPD Gerindra DKI Jakarta sudah mengumumkan namanya sebagai capres pada Minggu (11/3/2018) kemarin disebabkan Prabowo masih berpikir.

Ada 4 hal yang menyebabkan Prabowo masih berpikir tadi, yaitu (1) apakah koalisi Partai Gerindra dan parpol lainnya cukup, (2) apakah rakyat masih menginginkannya, (3) apakah Prabowo masih didukung oleh rakyat, dan (4) Prabowo masih berpikir apakah sanggup memimpin bangsa ini di tengah masalah yang begitu berat.

“Beliau masih berpikir apakah beliau nanti sanggup membangun Indonesia yang berjaya. Oleh karena itu, sebagai orang timur, beliau masih terus berpikir,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani seperti dikutip dari tempo.co.

Poin (1) jika makna kata “cukup” tadi berkaitan dengan persyaratan presidential treshold, bukankah Partai Gerindra dan PKS yang sampai saat ini masih terkesan setia mendukung sudah cukup memenuhi persyaratan tersebut?

Poin (2) dan (3), apakah Partai Gerindra/Prabowo Subianto sudah melakukan survey yang benar, bukan survey abal-abal? Jika survey tadi belum dilakukan, dari mana bisa tahu rakyat masih menginginkan dan mendukung atau tidak?

Sedangkan poin (4) terkesan Prabowo sudah lemah atau ragu-ragu.

Ada apa sebenarnya di balik belum tegasnya Prabowo akan maju lagi sebagai capres pada Pilpres 2019 nanti? Saat DPD Gerindra DKI Jakarta mengumumkan namanya sebagai capres pada Minggu (11/3/2018) kemarin pun tidak dihadirinya.

Sejumlah pertanyaan lainnya mungkin saja masih ada di benak sebagian pihak yang heran terkait alasan “Prabowo masih berpikir” tadi.

Memang tidak disebutkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra alasan “Prabowo masih berpikir” ada kaitannya dengan semakin baik dan cairnya hubungan politik antara SBY dan Jokowi, tapi tidak bisa dipungkiri jika SBY/Partai Demokrat bergabung dengan 5 parpol lainnya yang sudah menyatakan dukungan politiknya kepada Presiden Jokowi, maka bisa dipastikan siapa pemenang Pilpres 2019.

Tidak menarik lagi Pilpres 2019 jika Partai Demokrat pun ikut bergabung, tapi untunglah masih ada politikus Partai Demokrat yang menghembuskan wacana politik kocak ala Srimulat “Poros Ketiga” yang merupakan gabungan parpol yang diperkirakan terdiri dari Partai Demokrat, PKB dan PAN. Masih ada tanda tanya dan kemungkinan lainnya.

Namun jika pada akhirnya SBY dan Jokowi saling berpelukan dan cipika-cipiki pertanda dukungan politik Partai Demokrat diberikan kepada Presiden Jokowi, apalagi PKB pun ikut bergabung karena manuver politik PKB yang menginginkan Cak Imin sebagai cawapres diperkirakan hanya “gertak sambal politik” semata, maka wajar saja Prabowo masih berpikir untuk maju lagi sebagai capres pada Pilpres 2019 nanti.

Meskipun demikian, sebagian pihak masih percaya konstelasi politik bisa berubah karena politik itu cair. Saking cairnya bisa meluap dan mengalir jauh hingga ke laut.

Mata airmu dari Solo, terkurung gunung seribu
Air meluap sampai jauh, akhirnya ke laut

Bengawan Solo…
Riwayatmu ini

*Sumber gambar: youtube.com.


SBY dan Jokowi Sedang Memainkan Drama Politik Ini?

SBY dan Jokowi Sedang Memainkan Drama Politik Ini?

Adahati.com – SBY dan Jokowi kembali bertemu, kali ini bertemunya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3/2018).

Presiden Jokowi yang diundang oleh Agus Harimukti Yudhoyono beberapa hari lalu pun menyempatkan diri untuk menghadiri acara Partai Demokrat tersebut.

Apakah SBY dan Jokowi sedang memainkan sebuah drama politik, katakanlah drama politik “teletubbies romantis melankolis”?

Diperkirakan semakin banyak saja penganut paham “teletubbies romantis melankolis” ini, padahal cenderung tidak jelas, muter-muter kayak gangsing atau kalau ngomong gak langsung pada tujuan, kadang terlihat seru, tegang dan mencekam saat berbeda pandangan, tapi ujung-ujungnya tetap berpelukan dan cipika-cipiki juga.

Tapi sekali lagi, apakah benar SBY dan Jokowi sedang memainkan sebuah drama politik “teletubbies romantis melankolis”?

Presiden Jokowi saat memberikan kata sambutan dalam Rapimnas Partai Demokrat tadi mengatakan dirinya adalah seorang demokrat, sama halnya dengan SBY. Tepuk tangan pun langsung bergemuruh, tapi entahlah ada atau tidak kader Partai Demokrat yang airmatanya jatuh berlinang dan bercucuran saking terharunya.

SBY pun dalam kata sabutannya memberikan sebuah sinyal bahwa partainya akan berkoaliasi dengan partai pengusung Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

“Jika Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama Bapak (Jokowi),” ujar SBY di sini.

Tapi ada syaratnya, kata SBY menambahkan. Syaratnya pun standar atau biasa saja, yaitu membangun kebersamaan, memiliki visi dan misi yang sama, serta koalisinya pun harus berjalan harmonis, saling percaya dan menghargai.

Terlihat hubungan politik SBY dan Jokowi semakin baik dan cair. Diperkirakan hanya tinggal menunggu waktu saja dukungan politik Partai Demokrat akan diberikan kepada Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019 nanti. Sialnya, SBY pun mengatakan capres yang didukung oleh partainya baru akan diumumkan berbulan-bulan kemudian.

Kubu sebelah pun pusing dan bapernya bisa berbulan-bulan juga, karena masih berharap Partai Demokrat akan mengalihkan dukungan politiknya, tapi diperkirakan ujung-ujungnya masih tetap sama saja, yaitu SBY dan Jokowi pada akhirnya akan saling berpelukan dan cipika-cipiki juga…muaaach!

Sakitnya hati ini…
Namun aku rindu – Diana Nasution.

*Sumber gambar: youtube.com.


Pernyataan Amien Rais Ini Benar dan Layak Didukung

Pernyataan Amien Rais Ini Benar dan Layak Didukung

Adahati.com – Pernyataan Amien Rais ini benar?

Pernyataan Amien Rais, Ketua Majelis Kehormatan PAN belakangan ini dinilai cukup kontroversial jika menyangkut pemerintah atau Presiden Jokowi.

Sebagian pihak tidak setuju jika pernyataan Amien Rais tadi dinilai cenderung negatif. Hal yang biasa dan wajar saja di negara demokrasi jika Amien Rais atau warga negara lainnya melontarkan kritik kepada pemerintah atau Presiden Jokowi.

Namun sebagian pihak lagi bersikukuh dan mengatakan Amien Rais bukannya mengkritik, tapi asbun (asal bunyi) saja. Beda antara kritik dan asbun.

Apakah pernyataan Amien Rais kali ini benar atau asbun?

Menurut Amien Rais, PAN tidak akan mendukung Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019, dan menutup kemungkinan untuk itu. Rupanya Amien Rais pun tidak setuju dengan wacana politik kocak ala Srimulat “Jokowi Capres Tunggal Pilpres 2019”.

Ia pun mengaku sudah bertemu dengan pimpinan Partai Amanat Nasional, dan partainya siap berkompetisi dengan partai politik pendukung Jokowi.

“Yang jelas, saya sudah ketemu pimpinan PAN, tidak mungkin mendukung yang ada sekarang ini supaya timbul kompetisi,” begitu pernyataan Amien Rais di sini.

Ya, pernyataan Amien Rais tadi benar! Tanpa kompetisi atau persaingan, maka hidup ini pun akan terasa hambar dan menjemukan. Bukan hanya di bidang politik saja yang butuh kompetisi atau persaingan tadi, juga di bidang lainnya.

Tak perlu mengingatkan dan mengatakan “persaingan yang sehat” seperti yang biasa diucapkan oleh sebagian pihak penganut paham “teletubbies romantis melankolis”.

Tanpa disebut pun persaingan itu memang sehat, kecuali bagi mereka para teletubbies yang takut bersaing atau berkompetisi. Maunya berpelukan terus dan cipika-cipiki, kemudian bersembunyi di balik frasa “persaingan yang sehat”.

Pernyataan Amien Rais tadi benar! Semoga saja didengar oleh pihak-pihak yang berkepentingan sama dan juga direalisasikan, bukan hanya asbun (asal bunyi).

Maka dari itu, silakan Amien Rais, PAN, dan parpol lainnya mengusung pasangan capres idaman hati (jika memang ada), sekaligus menghapus wacana politik kocak ala Srimulat “Jokowi Calon Tunggal Pilpres 2019“.

Hidup tanpa kompetisi atau persaingan ibarat sayur busuk kurang garam.

*Sumber gambar: youtube.com.


Ada Apa Sebenarnya di Balik Ucapan Presiden Jokowi Ini?

Ada Apa Sebenarnya di Balik Ucapan Presiden Jokowi Ini?

Adahati.com – Ucapan Presiden Jokowi cukup sering ditanggapi secara berlebihan, terutama oleh lawan-lawan politiknya. Sekitar seminggu lalu pun ada ucapan Presiden Jokowi yang sempat membuat sebagian pihak seperti orang yang sedang kebakaran jenggot berkait dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Setelah Ketua Umum PSI Grace Natalie dan pengurus lainnya bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan pada Kamis (1/3/2018), Grace mengatakan seperti ini:

“Kami silaturahmi dan Pak Jokowi memberikan tips-tips bagaimana agar PSI dapat mencapai target menang Pemilu 2019.” (dikutip dari kompas.com). “Tadi beliau banyak kasih ide-ide dan seru-seru, keren-keren idenya,” kata Grace menambahkan.

Kebakaran…kebakaraaaaaaan…!

Ya, ada yang kebakaran jenggot.

Lucunya, sebagian pihak yang kebakaran jenggot tadi adalah politikus-politikus yang berasal dari parpol yang lebih besar dibanding PSI yang baru disahkan sebagai salah satu parpol peserta Pemilu 2019. Artinya PSI itu belum pernah ikut Pemilu, baru nanti pada tahun 2019, sedangkan para politikus yang kebakaran jenggot tadi entah berapa kali parpolnya pernah ikut Pemilu. Siapa yang gak geli?

Menurut Grace, Presiden Jokowi memberikan ide-ide yang seru dan keren. Tentunya ada ucapan Presiden Jokowi yang keluar, tapi tidak diucapkan secara langsung, dalam hal ini Grace yang menyampaikannya ke media, itu pun tidak diuraikannya secara detail.

Bayangkan, bukan ucapan Presiden Jokowi secara langsung, tapi lewat perantara, pun tidak diuraikan secara detail, tapi ada saja politikus yang kebakaran jenggot.

Termakan trik atau taktik PSI, padahal trik atau taktik yang dimainkan oleh pengurus PSI tadi – diasumsikan trik atau taktiknya bertujuan mendongkrak nama PSI agar lebih dikenal oleh masyarakat – sederhana dan biasa saja.

Masih berkait dengan ucapan Presiden Jokowi, kali ini diucapkannya secara langsung ke media menanggapi keinginan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendampinginya sebagai cawapres pada Pilpres 2019, seperti ini ucapan Presiden Jokowi:

“Bagus, bagus. Semakin banyak calon semakin bagus.” 

Mungkin saja ada sebagian pihak yang berlebihan menanggapi ucapan Presiden Jokowi ini, juga terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Ada apa sebenarnya di balik ucapan Presiden Jokowi tadi? Pertanda Cak Imin yang akan menjadi cawapresnya pada Pilpres 2019 nanti?

Bukankah ada tiga kali kata “bagus” diucapkan oleh Presiden Jokowi?

Hadeuuuuuh…capek deh!


AHY dan Jokowi Bertemu Hanya “Iseng-iseng Berhadiah”?

AHY dan Jokowi Bertemu Hanya “Iseng-iseng Berhadiah”?

Adahati.com – AHY dan Jokowi bertemu di Istana Kepresidenan pada Selasa (6/3/18) lalu. Pertemuan antara putra sulung mantan Presiden SBY, Agus Harimukti Yudhoyono atau AHY dan Jokowi ini menimbulkan dugaan, spekulasi, opini terkait kemungkinan terbentuknya pasangan capres Jokowi-AHY untuk Pilpres 2019.

Jauh hari sebelum pertemuan antara AHY dan Jokowi tadi, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan AHY memenuhi kriteria sebagai pendamping Jokowi pada Pilpres 2019. Tak lama setelah AHY dan Jokowi bertemu, ada lagi pernyataan dari politikus Partai Demokrat lainnya.

“Ya semua kemungkinan di politik kan terbuka. Anything possible (apapun mungkin), gitu lho,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto.

Sebelumnya sudah ada tiga wacana politik kocak ala Srimulat, yaitu Prabowo Cawapres Jokowi, Poros Ketiga, dan Jokowi Calon Tunggal Pilpres 2019.

Apakah nantinya akan ada lagi politikus yang menghembuskan wacana politik kocak ala Srimulat lainnya, “Jokowi-AHY Pasangan Capres Ideal”?

Ada-ada saja. Benar juga pendapat yang mengatakan politikus itu lebih lucu dari pelawak. Entah lucu atau tidak, kemudian timbul frasa “politik itu cair”.

Mungkin saja ada sebagian pihak yang bertanya seperti ini: Bukankah ingus juga cair?

Entah apa lagi yang cair, tapi satu hal yang sudah jelas adalah pertemuan antara AHY dan Jokowi di Istana Kepresidenan pada Selasa lalu terkait Rapimnas Partai Demokrat (10-11 Maret 2018). Presiden Jokowi diundang untuk hadir pada acara tersebut.

Ada juga sebagian pihak yang mengatakan AHY dan Jokowi bertemu hanya “iseng-iseng berhadiah” atau mirip peribahasa “sambil menyelam minum air”.

Di satu sisi pertemuan antara AHY dan Jokowi tadi terkait undangan Rapimnas Partai Demokrat, sedangkan di baliknya ada sebuah maksud dan tujuan, yaitu hubungan antara SBY dan Megawati diharapkan nantinya pun akan cair.

Politik itu cair, ingus juga cair, hubungan antara SBY dan Megawati pun nantinya cair? Partai Demokrat pun pada akhirnya akan cair atau bergabung dengan lima parpol lainnya mendukung Jokowi untuk menjabat Presiden RI periode berikutnya?

Ya amplop, ternyata cair itu berbahaya juga. Jangan-jangan kubu sebelah sedang kebakaran jenggot. Mosok jenggotnya pun ikut cair?

*Sumber gambar: youtube.com.


Partai Gerindra Ingin Menghapus Wacana Politik Kocak?

Partai Gerindra Ingin Menghapus Wacana Politik Kocak?

Adahati.com – Partai Gerindra sudah lama memberi isyarat akan kembali mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2019.

Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, menurut pendapat sebagian pihak, entah sekadar menghibur atau menyemangati diri untuk terus berjuang meraih kemenangan yang gemilang hingga titik darah yang penghabisan.

Jika mengutip frasa yang pernah populer pada zaman Orde Baru, ada “Semangat 45”.

Getar jiwa pun membahana
Mengusir mendung yang ada
Kekalahan hanya kemenangan yang tertunda
Merdeka, merdeka, merdeka!

Serukan semangat empat lima
Jangan ragu, laksanakan segera!
Delapan penjuru mata angin jadi saksi
Kemenangan itu datang sudah pasti (oh, yeaaah…)

Entah mengapa frasa “Semangat 45” yang sempat populer di zaman Orde Baru nyaris tak terdengar lagi saat ini. Tapi zaman memang sudah berubah, teknologi dan informasi berkembang pesat, serta manusia pun tak lepas dari rasa bosan.

Apakah Partai Gerindra tidak bosan mengajukan Prabowo sebagai capres? Jika menyimak pernyataan para petinggi Partai Gerindra di media, tidak demikian halnya, bahkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menggunakan istilah “rematch”.

“Ya Pak Jokowi kan incumbent. Lalu Pak Prabowo. Mungkin enggak tahu ada calon ketiga atau ini lagi. Rematch,” kata Fadli Zon di sini.

Rematch! Sepertinya ada “Semangat 45” yang menggetarkan jiwa, namun seiring perjalanan waktu semangat tadi diasumsikan telah memudar mengingat antara lain:

  • Elektabilitas Presiden Jokowi jauh di atas elektabilitas Prabowo.
  • Manuver politik PDIP yang mengumumkan Jokowi sebagai capres di Denpasar, Bali beberapa waktu lalu menimbulkan sentimen politik positif bagi Jokowi, sedangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebaliknya.
  • Wacana politik kocak ala Srimulat “Prabowo Cawapres Jokowi” pun dikumandangkan oleh politikus dari parpol pendukung Jokowi yang terkesan melecehkan dan memurukkan bakal capres Partai Gerindra tadi.

Semakin berkembang wacana politik kocak ala Srimulat tadi akan semakin memurukkan nama Prabowo. Cara yang mudah untuk mengatasinya adalah segera mengumumkan Prabowo sebagai capres yang diusung oleh Partai Gerindra.

“Waktu saja tetapi maksimal akhir Maret ini kan kita sudah jelas deklarasi calon presiden dari Gerindra,” kata politikus Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di sini.

Jadi juga rematch? Wacana politik kocak ala Srimulat “Prabowo Cawapres Jokowi” sudah tidak ada lagi bulan April nanti? Begitu juga wacana politik kocak ala Srimulat lainnya “Jokowi Calon Tunggal Pilpres 2019“?

Ternyata masih ada juga “Semangat 45” itu.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Beruntung Tidak Membeli Pemain PSG Ini

Barcelona Beruntung Tidak Membeli Pemain PSG Ini

Adahati.com – Barcelona beruntung atau ada keuntungan secara tak langsung yang diperolehnya dari pertandingan leg kedua babak 16 besar antara tuan rumah PSG dan tamunya Real Madrid yang berlangsung di Parc des Princes, Paris tadi pagi (7/3/18).

Pertandingan antara PSG dan Real Madrid ini sudah diperkirakan pada tulisan sebelumnya di sini bahwa Madrid akan menyingkirkan PSG dari Liga Champions mengingat pada leg pertama menang 3-1 di Santiago Bernabeu.

Madrid terseok-seok di Liga Spanyol, tapi di ajang Liga Champions sejarah kembali berbicara bahwa Madrid sulit disingkirkan oleh PSG atau tim manapun.

Bukan beruntung Madrid memenangkan leg kedua dengan skor akhir 2-1, tapi mental juara Liga Champions telah membuktikan sekaligus menyingkirkan PSG ke jurang yang cukup memalukan. Seandainya pun Neymar dalam kondisi fit dan bermain pada leg kedua ini tetap saja Madrid sulit untuk disingkirkan.

Mental juara tidak dimiliki oleh pemain PSG dan Barcelona beruntung tidak jadi membeli pemain PSG yang satu ini. Dia adalah Marco Verratti yang memiliki skill individu yang bagus dan sempat diminati oleh Barcelona.

Tipikal pemain gelandang seperti Marco Verratti ini dibutuhkan oleh Barcelona guna memperkuat lini tengah, tapi entah mengapa akhirnya batal dibeli dan Barcelona beruntung karena pemain PSG ini tidak memiliki mental sebagus skill individunya.

Marco Verratti yang sudah diganjar kartu kuning di babak pertama terlihat emosional di menit 66 dan melakukan protes yang berlebihan sambil mengejar wasit. Tanpa ampun diganjar kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan. Frustrasi, karena PSG tertinggal 0-1 dan harus mencetak 3 gol jika ingin menyingkirkan Madrid dari Liga Champions.

Mental buruk Verratti ini hanya akan merugikan tim secara keseluruhan, dan sekali lagi Barcelona beruntung batal merekrutnya meski memiliki skill individu yang bagus.

Mudah emosi dan frustrasi. Barcelona pun pernah memiliki pemain bermental buruk yang mudah emosi dan frustrasi seperti Verratti, yaitu Victor Valdes, dan sejarah mencatat karir sepakbolanya berakhir dengan cukup tragis.

Ya, Barcelona beruntung.tidak jadi membeli Marco Verratti.

*Sumber gambar: youtube.com.


Jokowi Calon Tunggal Pilpres 2019 Yakinlah Tidak Benar!

Jokowi Calon Tunggal Pilpres 2019 Yakinlah Tidak Benar!

Adahati.com – Jokowi calon tunggal Pilpres 2019 boleh dibilang sebuah wacana politik kocak ala Srimulat seperti pernah dibahas sebelumnya di sini.

Selain Jokowi calon tunggal Pilpres 2019 tadi masih ada lagi wacana politik kocak ala Srimulat lainnya, yaitu “Poros Ketiga” dan “Prabowo Cawapres Jokowi“.

Diperkirakan masih akan ada wacana politik kocak selanjutnya mengingat saat ini masih bulan Maret 2018, tapi sudah ada tiga wacana politik kocak yang digulirkan.

Ada benarnya juga pendapat sebagian pihak yang mengatakan politikus itu sebenarnya lebih lucu dari pelawak.

Wacana politik kocak Jokowi calon tunggal pilpres 2019 ini jika benar nantinya menjadi kenyataan tidak tertutup kemungkinan akan ada sebagian pihak yang merasa geli dan sebagian pihak lainnya setuju sambil menganggukkan kepalanya mirip bebek.

Meski Undang-Undang membolehkan Jokowi calon tunggal Pilpres 2019, tapi entah apa kata dunia nanti. Apakah sudah hilang jiwa petarung itu? Tidak ada lagi rasa malu membiarkan Jokowi sendiri dan bertarung dengan kotak kosong? Padahal sebelumnya nyaring koar-koar soal kejantanan, kegagahan, atau mirip seperti itu yang bisa membuat air mata jatuh berlinang dan bercucuran saking terharunya.

Tapi untunglah wacana politik kocak tadi kemungkinan besar tidak akan menjadi kenyataan setelah ada pernyataan dari Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto yang cenderung menolak Jokowi calon tunggal Pilpres 2019.

“Bukan karena benci Pak Jokowi. Kalau semua ke Pak Jokowi bisa calon tunggal. Kita enggak mau calon tunggal. Calon tunggal malah enggak elok,” katanya di sini.

PAN pun akan mengajukan calon alternatif. “Sampai hari ini kecenderungan kuat itu di atas 80 persen, ya kita ingin menghadirkan calon alternatif.”

Meski tidak disebut siapa calon alternatifnya tadi, tapi bisa dipastikan bukan Amien Rais mengingat usianya sudah tua, tidak memiliki pengaruh politik lagi dan mampu bertarung serta mengalahkan Jokowi pada Pilpres 2019.

Tapi entah siapapun calon alternatifnya nanti, wacana politik kocak ala Srimulat “Jokowi Calon Tunggal Pilpres 2019” kemungkinan besar tidak akan menjadi kenyataan mengacu pada pernyataan politikus PAN di atas tadi.

Baguslah!

*Sumber gambar: youtube.com.


Madrid Singkirkan PSG Itu Pasti, Tidak Salah Lagi?

Madrid Singkirkan PSG Itu Pasti, Tidak Salah Lagi?

Adahati.com – Real Madrid akan menjalani pertandingan hidup mati saat menghadapi Paris Saint Germain (PSG) di Parc des Princes, Paris pada Rabu (7/3/18) pukul 02.45 WIB, dan Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions musim ini?

Sebenarnya bukan hal yang luar biasa jika Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions mengingat pada leg pertama unggul 3-1, namun pengamat dan penggemar sepakbola masih belum yakin Madrid singkirkan PSG tanpa kesulitan yang berarti.

Apakah karena PSG pada leg kedua babak 16 besar nanti bertindak sebagai tuan rumah? Madrid singkirkan PSG masih diliputi tanda tanya karena pemain PSG berambisi juara Liga Champions musim ini? Ketidakyakinan Madrid singkirkan PSG tadi tak lepas dari mental pemain Madrid yang cenderung tidak stabil.

“Hal terpenting adalah bermain sekuat tenaga sepanjang 90 menit atau lebih. Kami harus memikirkan cara bermain di lapangan. Pemain harus siap menderita untuk meraih hasil positif,” kata Zinadine Zidane manajer Real Madrid yang meminta anak asuhnya untuk berkorban di sini (dikutip dari bola.com, 6 Maret 2018).

Meski Madrid sedang mengalami tekanan tinggi saat ini, tapi diperkirakan tim besar seperti Madrid akan lolos dan mampu mengatasi masalahnya tadi.

Jika jalannya pertandingan leg kedua nanti sesuai perkiraan di bawah ini, maka tidak mengherankan apabila Madrid singkirkan PSG dari Liga Champions:

  • Zidane cukup memainkan strategi dan taktik standar menghadapi PSG nanti. Pemain Madrid cukup menunggu dan sabar saja memainkan bola.
  • Madrid langsung menekan PSG begitu wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama dengan tujuan membuat pemain PSG panik kecil kemungkinannya taktik ini diterapkan oleh Zidane karena berisiko cukup besar.
  • Cenderung menunggu tapi tidak pasif, perkuat lini tengah, terapkan zona marking yang ketat dan lakukan serangan balik secepatnya saat pemain PSG kehilangan bola sudah cukup bagi Madrid singkir PSG dari Liga Champions.
  • Jika babak pertama skor sementara 1-0 atau 2-1 untuk keunggulan tuan rumah, Zidane dan pemain Madrid masih boleh tersenyum, apalagi jika skornya imbang atau sebaliknya. Keunggulan tipis atau selisih satu gol di babak pertama tadi akan membuat pemain PSG cenderung lebih bernafsu untuk mencetak gol tambahan, dan Madrid bisa memanfaatkan kurangnya konsentrasi bertahan para pemain PSG di sini.

Madrid singkirkan PSG tidak terlalu sulit sebenarnya dan bisa dilihat dari sisi non teknis juga. Perhatikan saja raut wajah kedua pelatih saat pertandingan sedang berlangsung.

Zidane terkesan dingin dan sulit menilai dari wajahnya sedang panik atau gelisah, tapi jika Madrid kebobolan, tertinggal dan tertekan, serta Zidane bertepuk tangan menyemangati anak asuhnya pertanda bukan Madrid singkirkan PSG, tapi sebaliknya.

*Sumber gambar: youtube.com.


Mourinho Terkesan Cengeng dan Menolak Kenyataan?

Mourinho Terkesan Cengeng dan Menolak Kenyataan?

Adahati.com – Pelatih atau manajer Manchester United saat ini, yaitu Jose Mourinho terkesan cengeng. Sosok yang selama ini digadang-gadangkan sebagai salah satu manajer terbaik di dunia ternyata bisa cengeng atau terkesan cengeng juga.

Jose Mourinho terkesan cengeng saat menanggapi berita di media yang menurut pendapatnya tidak adil terhadap Manchester United, para pemain dan juga dirinya. Manchester United sudah bermain baik dan memenangkan banyak pertandingan, tapi media tetap saja menilainya rendah atau terkesan merendahkan.

Ia pun membesarkan hati anak asuhnya terkait perlakuan media yang tidak adil tadi. “Saya harus mengatakan, kami tim yang sangat bagus. Namun, terkadang saya membaca beberapa berita yang menunjukkan kami tidak seperti itu. Kami dianggap bukanlah tim yang hebat. Itulah realitanya,” tutur Mourinho terkesan cengeng di sini.

Media disalahkan? Entah mengapa Jose Mourinho terkesan cengeng begini. Mungkin dia lupa, selama ini namanya bisa menjadi besar karena tak luput dari peran media yang sengaja atau tidak sengaja ikut membesarkan namanya. Padahal, jika dikaji lebih dalam terkait strategi dan taktiknya selama ini cenderung biasa saja.

Jose Mourinho berperan cukup besar di saat awal kejayaan Chelsea, tapi ketika menjadi manajer Inter Milan biasa saja, meski berhasil mempersembahkan treble winner, dan boleh dibilang gagal saat menangani Real Madrid.

Taktik “parkir bus” yang diterapkannya pun menjadi bahan olok-olokan dunia, dan Mourinho terkesan cengeng saat Real Madrid kalah melawan Barcelona. Ada saja alasan yang keluar dari mulutnya. Ia pun pintar memanfaatkan media untuk menyalurkan alasannya tadi sekaligus ikut melambungkan namanya.

Dan kini Mourinho pun menyalahkan media karena menurut pendapatnya bersikap tidak adil? Benarkah Manchester United adalah tim yang hebat di bawah asuhannya?

Ikut Liga Champions musim ini saja karena beruntung dan Manchester United juara Liga Europa. Jangan-jangan ikut Liga Champions musim depan pun karena beruntung lagi disebabkan aturan baru mengatakan urutan 4 Liga Inggris pun langsung lolos.

Saat ini Manchester United berada di urutan 3 klasemen sementara Liga Inggris.

Mourinho Terkesan Cengeng

Mourinho Terkesan Cengeng

Apakah Jose Mourinho terkesan cengeng lagi beberapa bulan kemudian karena Manchester United yang dikatakannya sebagai tim hebat berada di urutan 4 di akhir musim kompetisi? Dan kembali media yang disalahkan, serta menolak kenyataan?

Mudah-mudahan Manchester United bisa juara Liga Inggris musim ini karena Manchester City mengalami 10 kali kekalahan beruntun, begitu juga Liverpool, Tottenham Hotspur, dan tim lainnya yang masih memiliki kans juara, supaya Jose Mourinho terkesan cengeng tadi hilang dengan sendirinya.

Tapi di sisi lain ada yang mengatakan selama Manchester United dilatih oleh Jose Mourinho, gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions hanya sebatas mimpi.

*Sumber gambar: youtube.com.


Barcelona Tersingkir dari Liga Champions Bukan Kejutan

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions Bukan Kejutan

Adahati.com – Barcelona tersingkir dari Liga Champions? Biasa saja, bukan sebuah kejutan. Memang pada leg pertama di Stamford Brige (21/2/18) skor akhir imbang 1-1 merugikan Chelsea, tapi sekali lagi bukan kejutan jika Barcelona tersingkir dari Liga Champions dan dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri pada leg kedua nanti.

Tanda-tanda Barcelona tersingkir dari Liga Champions sudah terlihat saat menghadapi Atletico Madrid di Nou Camp tadi malam (4/3/18). Sebelumnya pertandingan ini digadang-gadangkan akan berjalan seru, tegang dan mencekam. Serangan pun akan datang silih berganti. Atletico Madrid yang memiliki tren positif diyakini bisa menyulitkan, bahkan mengalahkan Barcelona. Nama Antoine Griezmann pun disebut dan dijagokan akan mencetak gol yang membuat tuan rumah gigit jari.

Barcelona dianggap performanya menurun pada beberapa pertandingan terakhir sehingga hanya selisih 5 poin saja dengan Atletico Madrid di klasemen sementara. Terakhir melawan tim papan bawah Las Pamas ditahan imbang 1-1. Pemain Barcelona terlihat seperti mati akal mencetak gol kedua guna meraih kemenangan yang berharga, tapi hingga wasit meniup peluit terakhir skor tidak berubah juga.

Atletico Madrid dan Antoine Griezmann yang tadinya diperkirakan bisa membuat Barcelona merana dan terhina dihadapan pendukungnya sendiri ternyata tidak terbukti. Gol tendangan bebas Messi menit 26 menjadi satu-satunya gol pada pertandingan yang jauh dari kesan seru, tegang dan mencekam. Cukup satu kata untuk menggambarkan pertandingan tadi malam, yaitu membosankan!

Kreasi serangannya pun miskin, dan bola hanya berputar di lapangan tengah karena Barcelona dan tamunya terkesan tidak ngotot menembus pertahanan lawan untuk mencetak gol. Atletico Madrid lebih banyak bertahan, sepertinya kedua kesebelasan cukup puas jika hasil pertandingannya berakhir imbang.

Di babak kedua sekitar 15-20 menit menjelang pertandingan usai, baru kedua kesebelasan terlihat bergairah bermain dengan serangan yang datang silih berganti, tapi secara keseluruhan pertandingannya cenderung membosankan.

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Beberapa jam kemudian di belahan bumi lain Chelsea yang akan menjadi lawan Barcelona di leg kedua babak 16 besar Liga Champions kalah melawan tuan rumah Manchester City dengan skor akhir yang sama, 1-0.

Chelsea saat ini sedang bermasalah dan performanya pun menurun, juga belum tentu bisa tampil di Liga Champions musim depan, tapi bukan berarti tidak bisa membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions musim ini. Kesebelasan yang berada dalam posisi nothing to lose bisa sangat berbahaya.

Barcelona sebelum melawan Atletico Madrid diposisikan dalam keadaan berbahaya, tapi seperti biasa mampu keluar dari tekanan pada pertandingan tingkat tinggi. Sebaliknya melawan kesebelasan nothing to lose seperti Chelsea bukan sebuah kejutan jika Barcelona tersingkir dari Liga Champions nantinya.

Leg kedua nanti (14/3/18) diperkirakan Chelsea akan bermain menunggu seperti halnya Atletico Madrid, dan jika bisa menahan skor imbang di babak pertama, kans Chelsea cukup besar untuk membuat Barcelona tersingkir dari Liga Champions, entah lewat pertandingan dengan waktu normal atau adu tendangan pinalti. Mengingat pertahanan Chelsea pun cukup bagus, serta diasumsikan lebih baik dibanding Atletico Madrid, Barcelona akan kesulitan menghasilkan keunggulan gol di babak pertama, dan di babak kedua nanti menjadi babak neraka bagi tim tuan rumah.

Barcelona tersingkir dari Liga Champions bukan sebuah kejutan, tapi di sisi lain Barcelona beruntung dengan cederanya Iniesta yang sudah tua dan lamban. Pemain penggantinya Paulinho akan memberikan keseimbangan di lini tengah. Ernesto Valverde pun akan menerapkan strategi dan taktik yang sama saat melawan Atletico Madrid. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan mengingat sebelumnya ia sempat mengeluhkan padatnya jadwal pertandingan Barcelona.

Sekali lagi Barcelona tersingkir dari Liga Champions bukan kejutan, juga bukan kejutan jika pertandingan leg kedua antara Barcelona dan Chelsea nanti pun membosankan seperti halnya pertandingan antara Barcelona dan Atletico Madrid tadi malam.

*Sumber gambar: youtube.com.


Jangan Biarkan Jokowi Menjadi Calon Tunggal Pilpres 2019

Jangan Biarkan Jokowi Menjadi Calon Tunggal Pilpres 2019

Adahati.com – Jangan biarkan Jokowi menjadi calon tunggal pada Pilpres 2019 nanti. Entah apa artinya jika Pilpres 2019 tidak ada capres lainnya selain Jokowi.

Meski sekarang ini sudah ada wacana politik kocak ala Srimulat, yaitu “Prabowo Cawapres Jokowi” dan “Poros Ketiga”, sebaiknya calon tunggal tidak termasuk bagian dari kelucuan Pilpres 2019 berikutnya.

Kalau memang masih ada jiwa petarung itu, jangan biarkan Jokowi sendiri. Tolong hentikan segera cipika-cipiki ala “teletubbies romantis melankolis” yang sering bersembunyi di balik kata-kata puitis seperti demi kedamaian, keamanan, persatuan, dan kesatuan serta segala tetek bengek-bengek tetek lainnya.

Sebelumnya Presiden PKS Sohibul Iman melontarkan wacana poros ketiga: “Dan ini mengulang koalisi DKI, asyik kan? Asyik menurut saya. Ada PKS-Gerindra, ada Istana, kemudian ada Cikeas, mungkin kurang PPP karena sudah ke sana. Kenapa tidak dipikirkan seperti itu?”, katanya di sini.

Apakah ukuran semakin sehat sebuah demokrasi karena ada tiga pasangan capres? Atau wacana poros ketiga ini sekadar wacana “teletubbies romantis melankolis”?

Dua atau tiga poros, kelucuan yang berkait dengan Pilpres 2019 diyakini oleh sebagian pihak masih akan ada lagi setelah wacana politik kocak ala Srimulat “Prabowo Cawapres Jokowi” dan “Poros Ketiga”. Ternyata tidak meleset keyakinan sebagian pihak tadi karena kini ada lagi wacana atau pendapat tentang “Calon Tunggal”.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo justru memiliki pendapat yang bertolak belakang dengan Presiden PKS Sohibul Iman tadi. Menurutnya tidak ada tiga poros, tapi satu poros saja, yaitu poros pendukung Presiden Jokowi. “Kalau saya masih yakin tidak ada poros baru, hanya ada poros Jokowi aja” katanya dikutip dari Tempo.co (3/3/18).

Masih menurut pendapat Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, calon tunggal bukan sebuah masalah, justru calon tunggal berguna untuk mensejahterakan rakyat.

Ampun di jeee…jangan biarkan Jokowi menjadi calon tunggal atau tidak ada lawannya di Pilpres 2019 nanti karena nyali bertarung itu sudah hilang.

Kelucuan apa lagi berkait dengan Pilpres 2019 setelah wacana politik kocak ala Srimulat “Prabowo Cawapres Jokowi”, “Poros Ketiga” dan kini “Calon Tunggal”.

*Sumber gambar: youtube.com.


Anies Baswedan Dapat Pelajaran dan Hikmah

Anies Baswedan Dapat Pelajaran dan Hikmah

Adahati.com – Anies Baswedan mengaku kaget terkait fotonya saat menemani dan meninjau kompleks Wisma Atlet di Kemayoran bersama Presiden Jokowi beberapa hari lalu masuk dalam berita sebuah koran. Fotonya yang sedang bertolak pinggang di sebelah Presiden Jokowi itu pun sempat viral di dunia maya.

“Iyalah, kaget. sebelum jadi headline kan juga sudah jadi berita. Ini tuh kayak gerakan kita lagi gerak gini tahu-tahu ‘cetret‘ memang harus hati-hati. Pelajarannya adalah setiap detik itu bisa jadi difoto, setiap detik bisa jadi, tapi ya juga ya buat saya sih pelajaran saja, hikmah,” kata Anies dikutip dari detik.com (2/3/18).

Jika menyimak dari penuturan Anies Baswedan tadi, bisa ditarik kesimpulan seperti ini:

  • Anies Baswedan tak sengaja melakukan hal itu.
  • Gestur tolak pinggangnya hanya spontanitas saja.
  • Sebuah foto belum tentu mendeskripsikan keadaan yang sesungguhnya.

Pembahasan masalah foto Anies Baswedan sedang bertolak pinggang di sebelah Presiden Jokowi dan sempat viral di dunia maya, bahkan menjadi headline di sebuah koran tadi cenderung lebay!

Tidak ada masalah besar sebenarnya, apalagi sampai mengambil kesimpulan Anies tak sopan dan santun terkait gestur tubuhnya yang bertolak pinggang di sebelah Presiden Jokowi tadi. Biasa saja, hanya orang-orang lebay (berlebihan) yang memasalahkannya.

Dulu pun Ahok sempat bermasalah dengan frasa “sopan dan santun” terkait omongannya yang dinilai keras, nyablak, terus terang apa adanya atau tanpa tendeng aling ketika mengomentari atau membalas komentar pihak lain atau lawan politiknya. Ada saja sebagian pihak yang membelanya dan mengatakan hal yang wajar, biasa saja, bukan berarti Ahok tidak sopan dan santun.

Lucu, jika sebagian pihak yang membela Ahok tadi kemudian menyerang Anies Baswedan karena gestur tubuhnya yang sedang bertolak pinggang di sebelah Presiden Jokowi dinilai tidak sopan dan santun.

Biasa saja, tidak ada yang perlu dimasalahkan sebenarnya.

Untunglah Anies hanya mengatakan dapat pelajaran dan hikmah dari kasus di atas tadi. Tidak ada pernyataan minta maafnya tertulis di berita tersebut, dan memang Anies tidak perlu minta maaf kok!

Lebay, sikit-sikit minta maaf, sikit-sikit minta maaf, padahal tidak ada yang perlu dimasalahkan sebenarnya.

Biasa saja.

*Sumber gambar: youtube.com.


Poros Ketiga Hanya Sebuah Wacana Politik Kocak Lainnya?

Poros Ketiga Hanya Sebuah Wacana Politik Kocak Lainnya?

Adahati.com – Wacana poros ketiga saat ini sedang berusaha ditawarkan, dan entah apa keuntungan yang akan diperoleh dari wacana politik yang terkesan kocak ini.

Batas akhir pendaftaran pasangan capres untuk Pilpres 2019 bulan Agustus nanti sekitar 5 bulan lagi, dan sampai saat ini bakal capres 2019 yang sudah diumumkan secara resmi oleh sebuah parpol baru Presiden Jokowi saja.

Manuver politik PDIP yang mengumumkan bakal capres yang diusungnya tidak menjelang batas akhir pendaftaran pasangan capres tadi menuai sentimen politik positif bagi Jokowi dan PDIP, sementara bakal capres kubu seberang, yaitu Prabowo Subianto sebaliknya.

Sentimen politik positif ini makin tinggi saja dengan dihembuskannya wacana politik kocak ala Srimulat, yaitu “Prabowo Cawapres Jokowi” yang terkesan melecehkan, meski diimbuhi dengan kata-kata puitis seperti pasangan Jokowi-Prabowo akan menghadirkan kedamaian, persatuan, dan kesatuan serta tetek bengek lainnya.

Wacana politik kocak ala Srimulat ini akan hilang dengan sendirinya jika Prabowo sudah diumumkan sebagai capres oleh koalisi parpol yang memenuhi syarat presidential threshold. Namun sampai saat ini koalisi tersebut belum jelas atau masih di awang-awang, dan semakin tidak jelas dengan munculnya wacana poros ketiga.

Diasumsikan poros pertama adalah koalisi parpol pendukung Jokowi, poros kedua Partai Gerindra dan PKS, sedangkan poros ketiga Partai Demokrat, PKB dan PAN. Strategi dan taktik politik apa yang ditawarkan dari wacana poros ketiga ini?

Menurut Presiden PKS Sohibul Iman, demokrasi di Indonesia akan semakin sehat, dan ia pun menyamakannya dengan Pilkada DKI 2017.

“Dan ini mengulang koalisi DKI, asyik kan? Asyik menurut saya. Ada PKS-Gerindra, ada Istana, kemudian ada Cikeas, mungkin kurang PPP karena sudah ke sana. Kenapa tidak dipikirkan seperti itu?” katanya di sini.

Apakah ukuran semakin sehat sebuah demokrasi karena ada tiga pasangan capres? Atau wacana poros ketiga ini sekadar wacana “teletubbies romantis melankolis”?

Jangan-jangan sebuah bentuk ungkapan frustrasi karena elektabilitas Presiden Jokowi jauh di atas Prabowo, apalagi figur tokoh lainnya? Atau masih bingung bagaimana caranya menghambat langkah Jokowi untuk kembali menjabat presiden periode berikutnya, maka ide yang ada dan ditawarkan adalah poros ketiga?

Terlepas ada dua atau tiga poros nantinya, kelucuan yang berkait dengan Pilpres 2019 diyakini oleh sebagian pihak belum berhenti atau masih ada lagi setelah wacana politik kocak ala Srimulat “Prabowo Cawapres Jokowi” dan kini “Poros Ketiga”.

*Sumber gambar: youtube.com.


Benarkah Prabowo Sedang Berada di Persimpangan Jalan?

Benarkah Prabowo Sedang Berada di Persimpangan Jalan?

Adahati.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkesan kurang tegas saat menanggapi wacana politik kocak “Prabowo Cawapres Jokowi”.

Wacana politik kocak ala Srimulat atau sindiran politik tadi belakangan ini semakin kencang dihembuskan oleh politikus atau pihak-pihak yang cenderung mendukung Jokowi untuk menjabat presiden periode berikutnya.

Selain terkesan kurang tegas atau menolak wacana dirinya dijadikan cawapres Jokowi, Prabowo pun cenderung melontarkan “kata-kata standar” atau perbaba (pernyataan basa-basi). “Saya katakan, tentunya saya adalah mandataris partai. Jadi ya kita akan mendengarkan suara partai,” ujarnya di sini.

Menurut pengakuannya, ia terlebih dahulu akan meminta masukan dari sahabat dan kerabat sebelum mengambil keputusan untuk maju pada Pilpres 2019, tapi apapun keputusan yang akan diambilnya nanti semata-mata untuk kepentingan rakyat dan negara. “Yang terbaik untuk rakyat itu yang akan kita lakukan,” ujarnya.

Kembali sebuah pernyataan yang cenderung perbaba. Entahlah, ada atau tidak sebagian pihak yang terharu, air matanya jatuh berlinang dan bercucuran setelah mendengar pernyataan Prabowo yang cenderung perbaba tadi.

Berbeda dengan pernyataan Fadli Zon yang secara tegas menolak wacana politik kocak ala Srimulat tadi. Menurut Fadli Zon sudah merupakan harga mati Prabowo jadi capres, bukan cawapres. “Ya (harga mati), jadi calon presiden lah,” katanya.

Tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang heran dan bertanya seperti ini:

  • Ada apa dengan Prabowo? Mengapa ia tidak tegas menolak wacana politik kocak ala Srimulat itu?
  • Benarkah Prabowo mulai bimbang dan ragu untuk maju sebagai capres mengingat elektabilitasnya masih jauh di bawah elektabilitas Presiden Jokowi?
  • Selain itu parpol-parpol yang ingin diajak berkoalisi dengan Partai Gerindra dan mengusungnya sebagai capres pun belum jelas sampai saat ini?
  • Jika dipaksakan maju dan menantang Jokowi kemungkinan besar akan kalah? Daripada kalah untuk yang kedua kalinya lebih baik jadi wakil presiden saja yang sudah pasti ada di tangan? Bukankah menjadi wakil presiden pun bisa melakukan hal yang terbaik bagi rakyat, negara, nusa, dan bangsa?

Sejumlah pertanyaan lainnya mungkin masih ada di benak mereka yang heran dengan tanggapan Prabowo yang terkesan kurang tegas, tidak langsung menolak seperti halnya Fadli Zon terkait wacana politik kocak ala Srimulat “Prabowo Cawapres Jokowi”.

Namun di sisi lain, perlu diingat juga bahwa politik tak jauh dari trik atau taktik. Di depan mungkin terlihat lemah, bimbang, dan ragu, atau seperti sedang berada di persimpangan jalan, tapi sebenarnya sedang menyusun kekuatan, strategi dan taktik politik yang diperlukan untuk Pilpres 2019 nanti.

Apakah bulan Maret ini, atau paling lambat pertengahan Mei nanti akan ada pengumuman secara resmi atau deklarasi Prabowo capres 2019?


Prabowo dan Partai Gerindra Menunggu Saat yang Tepat?

Prabowo dan Partai Gerindra Menunggu Saat yang Tepat?

Adahati.com – Prabowo dan Partai Gerindra diperkirakan saat ini sedang menunggu momentum sehubungan dengan pengumuman secara resmi atau deklarasi Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2019 nanti. Arti kata “momentum” sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online adalah “saat yang tepat”.

PDIP sebelumnya dalam rapat kerja nasional di Denpasar, Bali (23/2/2018) secara resmi mengumumkan Jokowi capres 2019. Manuver politik PDIP ini menuai sentimen politik positif, tapi di sisi lain membuat kompetitor Jokowi di Pilpres 2014 lalu terpuruk.

Sejak semula sudah banyak pengamat politik yang memprediksi akan terulang pertarungan antara Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019, namun hingga saat ini elektabilitas Prabowo masih jauh di bawah Jokowi.

Jauhnya perbedaan elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo ini – meski ada sebagian pihak mengatakan wajar saja elektabilitas inkuben lebih unggul, atau Prabowo masih memiliki waktu untuk mengejar ketinggalan elektabilitasnya tadi – menghasilkan sentimen politik negatif terhadap Prabowo Subianto.

Selain itu Prabowo dan Partai Gerindra pun bermasalah berkait dengan Presidential Threshold. Koalisi perlu dibangun, tapi parpol yang bersedia bergabung baru PKS yang terlihat jelas sikap politiknya. PAN kemungkinan besar akan ikut bergabung, sementara PKB dan Partai Demokrat masih mengambang. PKB akan bergabung jika ketua umumnya Muhaimin Iskandar dijadikan cawapres Prabowo, tapi Partai Demokrat arah angin politiknya cenderung mendukung Presiden Jokowi mengingat hubungan antara SBY dan Megawati tidak sekaku dulu atau mulai mencair.

Jika koalisi yang terbentuk nantinya hanya terdiri dari Partai Gerindra, PKS dan PAN saja kecil kemungkinannya pasangan capres yang diusung bisa memenangkan Pilpres 2019. PKB ikut bergabung pun tidak terlalu besar pengaruh politiknya karena suara pemilih dari kalangan NU diperkirakan masih lebih banyak diberikan kepada Jokowi dibanding Prabowo. Hal ini menyebabkan Partai Demokrat memiliki posisi, pengaruh dan peran yang cukup besar atas kuatnya kedudukan politik koalisi ini.

Maka dari itu untuk mengimbangi kekuatan politik koalisi parpol pendukung Jokowi, koalisi ini sebaiknya terdiri dari Partai Gerindra, PKS, PAN, PKB dan Partai Demokrat. Jika PKB dan Partai Demokrat bersikap politik netral koalisinya masih lemah, apalagi jika kedua parpol ini bergabung dengan koalisi parpol pendukung Jokowi.

Saat ini Prabowo dan Partai Gerindra sedang menjalani “penderitaan politik” terkait Pilpres 2019 yang disebabkan antara lain:

  • Rendahnya elektabilitas Prabowo dibanding elektabilitas Presiden Jokowi.
  • Koalisi yang ingin dibangun belum jelas kekuatan politiknya.
  • PDIP yang di luar dugaan melakukan manuver politik dengan mengumumkan Jokowi capres 2019 di bulan Februari lalu atau bukan menjelang batas akhir pendaftaran pasangan capres menghasilkan sentimen politik positif bagi Presiden Jokowi dan PDIP, sementara Prabowo dan Partai Gerindra sebaliknya.

“Penderitaan politik” yang dialami oleh Prabowo dan Partai Gerindra akibat masalah di atas tadi melahirkan lelucon politik “Prabowo Cawapres Jokowi” yang dilontarkan oleh politikus yang berasal dari parpol pendukung Presiden Jokowi.

Lelucon politik ini harus segera dihentikan karena hanya akan menimbulkan dan menambah sentimen politik negatif bagi Prabowo dan Partai Gerindra. Semakin lama dibiarkan semakin terpuruk Prabowo dan Partai Gerindra nanti, sebab kemungkinan besar akan ada politikus lain dari parpol pendukung Presiden Jokowi yang sengaja kembali mengulang dan mengulang lelucon politik ini sambil berlindung di balik kata-kata puitis seperti demi kedamaian, keamanan, persatuan dan kesatuan bangsa, dst.

Lelucon politik “Prabowo Cawapres Jokowi” akan berhenti dengan sendirinya jika Prabowo diumumkan secara resmi atau dideklarasikan sebagai capres 2019. Pertanyaannya, kapan hal ini akan dilakukan? Jika menjelang batas akhir pendaftaran pasangan capres bulan Agustus 2018 nanti, maka “penderitaan politik” Prabowo dan Partai Gerindra pun akan berlangsung selama itu.

Prabowo dan Partai Gerindra diperkirakan sedang menunggu momentum (saat yang tepat) untuk mendeklarasikan Prabowo sebagai capres 2019, dan kemungkinan besar tidak dilakukan menjelang batas akhir pendaftaran pasangan capres.

Dari capres menjadi cawapres bagi lawan politiknya, seindah apapun alasan atau kata-kata puitis yang diutarakan nantinya tetap saja seluruh dunia akan tertawa.

*Sumber gambar: youtube.com.


Ada Hujan Cawapres Hingga Bulan Agustus Nanti

Ada Hujan Cawapres Hingga Bulan Agustus Nanti

Adahati.com – Setelah PDIP secara resmi mengumumkan Jokowi capres 2019 di Denpasar, Bali beberapa hari lalu, turunlah Hujan Cawapres.

Maksudnya Hujan Cawapres di sini adalah berhamburan turun nama-nama tokoh yang diperkirakan layak untuk menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.

Tokoh-tokoh yang sudah termasuk dalam Hujan Cawapres ini antara lain Menko Polhukam Jenderal (purn) Wiranto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Namun yang paling fenomenal dicalonkan sebagai pendamping Jokowi di Pilpres 2019 nanti adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Wacana “Prabowo Cawapres Jokowi” pun menjadi topik pembicaraan yang hangat di kalangan masyarakat. Ada sebagian pihak yang menganggapnya serius, tapi ada juga sebagian pihak yang menilainya sekadar lelucon ala Srimulat.

Mereka yang menganggap sekadar lelucon ala Srimulat tadi berangkat dari pernyataan Wakil Ketua DPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang mengatakan “Jangan berpikir Pak Prabowo mau disandingkan dengan Pak Jokowi”.

Tapi masih saja ada politikus yang mengulang lelucon politik ini lewat pernyataannya di media yang mengatakan setuju dengan pasangan Jokowi-Prabowo. Entah apa maksud dan tujuannya, padahal Fadli Zon sudah jelas mengatakan tidak akan terjadi.

Mungkin politikus atau sebagian pihak yang masih mengulang dan mengulang lelucon politik “Prabowo Cawapres Jokowi” ini sengaja melakukan hal itu agar Fadli Zon sewot, kesal, dan uring-uringan. Mudah-mudahan saja mereka tidak dihujani puisi yang tajam dan menyengat, atau jangan sampai terjadi “Hujan Puisi” nantinya.

Entah siapa lagi tokoh lainnya yang akan masuk dalam Hujan Cawapres yang diperkirakan masih berlangsung hingga bulan Agustus 2018 yang merupakan batas akhir pendaftaran pasangan capres dan cawapres untuk Pilpres 2019.

Sebaiknya kita tunggu saja, dan nikmati dulu Hujan Cawapres yang ada saat ini, serta berharap masih banyak lelucon-lelucon politik yang lebih lucu lagi.

Sudah kukatakan tak mungkin akan terjadi
Masih saja ada pihak yang belum mengerti
Bingung, dan tak habis pikir diriku ini
Diulang dan diulang lagi wacana basi 

Membuatku kesal dan darah tinggi saja
Mereka lakukan semua ini secara sengaja
Lelucon politik yang menyebalkan dan tak berarti
Entah mengapa pernyataanku tak dianggap sama sekali

*Sumber gambar: youtube.com.


Prabowo Cawapres Jokowi Meniru Adegan Srimulat?

Prabowo Cawapres Jokowi Meniru Adegan Srimulat?

Adahati.com – Sindiran politik atau wacana Prabowo Cawapres Jokowi masih saja diulang dan diulang oleh sebagian pihak, padahal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto secara garis besarnya pernah mengatakan bahwa ia akan maju Pilpres 2019 jika rakyat menginginkan dan parpol-parpol mendukungnya. Tentu saja sebagai capres, dan Prabowo belum pernah mengatakan akan maju sebagai cawapres.

Sindiran politik Prabowo Cawapres Jokowi ini pun semakin kencang ditiupkan oleh sebagian pihak tadi setelah PDIP secara resmi mengumumkan Jokowi capres 2019.

Meski Fadli Zon sudah mengatakan “Jangan berpikir Pak Prabowo mau disandingkan dengan Pak Jokowi”, tapi entah mengapa wacana politik kocak ini masih saja dihembuskan, termasuk oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

“Ya, sudah, kalau Pak JK tidak boleh, yang ideal adalah pasangan Jokowi-Prabowo.”

Sebelumnya pun Ketua Umum PPP Romahurmuziy setuju dengan wacana Prabowo Cawapres Jokowi, dan diulangi lagi oleh Sekjen PPP Arsul Sani.

“Setuju (Jokowi-Prabowo). Itu pernah didiskusikan antara Pak Jokowi dengan Ketum PPP Mas Romy (Muhammad Romahurmuziy) ketika bertemu,” katanya di sini.

Ada benarnya juga pendapat yang mengatakan politikus itu lebih lucu dari pelawak.

Teringat Srimulat pada zaman keemasannya dengan figur seperti Tarzan, Timbul, Kadir, Bambang Gantolet, Tessy, dan lainnya yang mengocok perut penonton, meski adegan Srimulat yang mengundang gelak tawa tadi hanya pengulangan saja.

Contoh, Tessy duduk di kursi dan satu kakinya dilipat. Setelah ngobrol sejenak dengan lawan mainnya, tiba-tiba Tessy terperanjat kaget. “Mana kaki saya? Kaki saya mana satu lagi?” sambil celingak-celinguk seperti orang yang sedang kebingungan mencari kakinya yang satu lagi hilang! Penonton pun tertawa terbahak-bahak, padahal adegan itu hanya pengulangan atau sudah pernah dilakoni sebelumnya.

Entah apa maksud dan tujuan dari sebagian pihak yang masih saja mengulang sindiran politik atau wacana Prabowo Cawapres Jokowi, meski Fadli Zon sudah mengatakan “Jangan berpikir Pak Prabowo mau disandingkan dengan Pak Jokowi.”

Jangan-jangan politikus atau sebagian pihak yang masih mengulang sindiran politik Prabowo Cawapres Jokowi ini termasuk penggemar Srimulat juga?

Masih diulang dan diulang karena penonton masih menganggapnya lucu?

Jadi kangen dengan Srimulat.

*Sumber gambar: youtube.com.


Seandainya Ahok Bebas, Ini yang akan Dilakukannya?

Seandainya Ahok Bebas, Ini yang akan Dilakukannya?

Adahati.com – Ahok bebas? Bisa iya, bisa juga tidak.

Nama Ahok kembali menjadi bahan pembicaraan sehubungan dengan pengajuan PK yang merupakan haknya. Meskipun haknya, namun ada saja sebagian pihak yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, padahal zaman dan teknologi sudah sedemikian maju.

Kepentingan itu memang bisa membutakan.

Kepentingan yang mendasari sebagian pihak yang tak senang atas pengajuan PK Ahok tadi antara lain khawatir seandainya Ahok bebas, ia akan ikut Pilpres 2019 sekaligus menjadi pendamping atau cawapres Jokowi.

Khawatirnya seperti itu? Dalam hidup ini tak lepas dari trik atau taktik, apalagi jika sudah menyangkut politik. Bisa saja di depan mengatakan khawatir, tapi sebenarnya justru mengharapkan apa yang dikhawatirkannya tadi menjadi kenyataan.

Seandainya Ahok bebas, kecil kemungkinannya akan maju Pilpres 2019 seperti yang dikhawatirkan oleh sebagian pihak tadi. Ahok, Jokowi dan orang-orang di sekitarnya tidak akan melakukan hal itu karena terlalu beresiko secara hitung-hitungan politiknya, dan kekalahan pada Pilpres 2019 bisa saja terjadi.

Ada tiga kemungkinan seandainya Ahok bebas, dan maju Pilpres 2019 atau menjadi cawapres Jokowi tidak termasuk salah satu dari tiga kemungkinan tadi.

Adapun tiga kemungkin tersebut adalah:

Pertama, seandainya Ahok bebas, maka Ahok sementara akan menjauh dari dunia politik. Urus bisnis saja yang akan menjadi pilihan utama Ahok nantinya.

Kedua, jika Ahok bebas dan masih tetap berkecimpung di dunia politik, maka ia akan menjadi salah satu jurkam atau Tim Sukses Jokowi pada Pilpres 2019.

Ketiga, Ahok akan giat belajar catur agar pengetahuannya terkait trik atau taktik bisa digunakannya untuk kepentingan bisnis atau politik. Ahok pun akhirnya menyadari bahwa kesalahan sekecil apapun akan dihukum, dan hukumannya bisa pahit sekali.

Sebagai catatan terakhir, tolong abaikan kemungkinan yang ketiga. Sebab, segiat apapun Ahok belajar catur, dikhawatirkan ia tidak akan mengalami kemajuan yang berarti, dan akibatnya masih mudah terpancing atau termakan trik yang dimainkan oleh orang lain yang memiliki kepentingan atas dirinya.

Misal, di depan bilang khawatir, tapi sebenarnya ingin apa yang dikhawatirkannya tadi menjadi kenyataan, dan dari situ memetik keuntungan sesuai yang direncanakan.

*Sumber gambar: youtube.com.


Cawapres Jokowi Bukan Prabowo Subianto, Ini Alasannya

Cawapres Jokowi Bukan Prabowo Subianto, Ini Alasannya

Adahati.com – Siapa cawapres Jokowi saat ini sedang menjadi pembicaraan yang cukup hangat di kalangan masyarakat sejak PDIP secara resmi menyatakan dukungan politiknya sekaligus mengusung Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019 nanti.

Sila baca artikel sebelumnya yang terkait dengan “Cawapres Jokowi”.

1. Wiranto Jadi Cawapres, Siapa yang Gelisah?

2. Blunder, PDIP Umumkan Dukung Jokowi Capres 2019

3. Pertemuan Jokowi dan Megawati Ternyata Blunder

4. JK Sedang Diledek atau Disindir oleh Puan Maharani?

Siapa pendamping Jokowi yang layak, pas, cocok, sekaligus mudah memenangkan Pilpres 2019 karena memiliki kriteria yang bagus?

Sejumlah nama pun bermunculan dan dianggap memenuhi kriteria tadi, termasuk nama Prabowo Subianto. Meski sudah berulang kali dijelaskan bahwa nama Prabowo dimasukkan sebagai cawapres Jokowi lebih cenderung sebuah ledekan atau sindiran politik yang cukup lucu, tapi masih saja ada sebagian pihak yang yakin dan percaya wacana Prabowo menjadi cawapres Jokowi sesuatu yang serius dan layak untuk dipertimbangkan.

Seperti biasa alasan mereka yang berjiwa “Teletubbies Romantis Melankolis” yang bisa mengundang air mata jatuh berlinang dan bercucuran dijadikan acuan, antara lain jika Prabowo menjadi cawapres Jokowi, maka negeri ini akan damai, aman dan tenteram sekaligus menyatukan pendukung kedua belah pihak yang selama ini terpecah belah.

Namun JK memiliki kriteria sendiri untuk pendamping Jokowi, dan kriteria yang disebut JK ini semakin menegaskan Prabowo bukan cawapres Jokowi.

Menurut JK ada dua kriteria yang harus dipenuhi oleh cawapres Jokowi, yaitu:

1. Calon orang nomor dua tersebut bisa meningkatkan elektabilitas.

2. Tokoh yang berpengalaman di pemerintahan.

“Kalau tidak punya pengalaman di pemerintahan, juga nanti sulit mengatur di dalam pemerintah (itu sendiri),” kata JK di sini.

Nama Prabowo Subianto diyakini oleh banyak pihak dapat meningkatkan elektabilitas Jokowi, tapi hanya satu kriteria ini saja yang memenuhi, sedangkan kriteria lainnya tidak, atau dengan kata lain hanya 50% saja memenuhi kriteria yang disebut oleh JK.

Apakah dua kriteria yang harus dipenuhi oleh cawapres Jokowi versi JK tadi mengarah pada satu nama, yaitu Jenderal (purn) Wiranto?

*Sumber gambar: youtube.com


JK Sedang Diledek atau Disindir oleh Puan Maharani?

JK Sedang Diledek atau Disindir oleh Puan Maharani?

Adahati.com – JK sedang diledek atau disindir oleh Puan Maharani? Tapi sebenarnya hal yang biasa saja jika terjadi ledek meledek atau sindir menyindir dalam dunia politik. Belakangan ini pun sudah terjadi hal seperti itu.

Contohnya ledekan atau sindiran yang ditujukan kepada Prabowo Subianto. Selain disindir sebaiknya menjadi cawapres Jokowi, Prabowo pun diledek oleh sebagian pihak tidak akan maju Pilpres 2019, tapi sekadar menjadi king maker saja.

Sindiran pertama kepada Prabowo tadi pun dibumbui kata-kata nan syahdu yang bisa membuat air mata jatuh berlinang, yaitu jika Prabowo menjadi cawapres Jokowi, maka Indonesia pun akan kembali aman dan damai serta menyatukan pendukung kedua belah pihak yang selama ini terpecah belah. Sedangkan sindiran kedua memiliki alasan yang manis sekaligus romantis, yakni Prabowo menjadi king maker bagi Anies Baswedan dengan harapan bisa mengulangi kemenangan Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 lalu.

Lucunya, ledekan atau sindiran politik kepada Prabowo tadi masih ada sebagian pihak yang menganggapnya serius, atau bukan sebuah sindiran.

Kini giliran JK sedang diledek atau disindir oleh Puan Maharani?

Menurut berita di sini, PDIP sedang mengkaji kemungkinan JK menjadi cawapres Jokowi. Bukannya Puan tidak tahu Pasal 7 UUD 1945, tapi ia beralasan, “Ini kan menjadi satu kajian karena kalau UU Pemilu yang juga menjadi pembahasan KPU walau sudah ada hitam di atas putih, implementasinya berubah-ubah.”

Politikus senior PDIP Tjahyo Kumulo pun pernah melontarkan wacana JK Ketua Tim Sukses Jokowi pada Pilpres 2019 yang dianggap sebagai sebuah sindiran agar JK tidak mencalonkan diri sebagai capres maupun menjadi king maker bagi pihak lain.

JK pun menolak wacana tadi. Ia pun membenarkan Pasal 7 UUD 1945 menghalanginya untuk tampil atau maju lagi sebagai cawapres. Selain itu, JK pun mempertimbangkan faktor umur untuk tidak mencalonkan diri lagi. “Saya sudah katakan, saya ini mempertimbangkan juga segi umur, biarkan yang lebih muda,” kata JK di sini.

Apakah Puan Maharani jarang baca berita? Tak tahu JK pernah mengatakan hal seperti itu? Atau sudah pernah baca, tapi masih kurang yakin JK tidak akan mencalonkan diri sebagai capres atau menjadi king maker bagi pihak lain?

Benarkah JK sedang diledek atau disindir oleh Puan Maharani yang mengatakan partainya sedang mengkaji kemungkinan JK menjadi cawapres Jokowi?

Sejak PDIP resmi mendukung Jokowi sebagai capres 2019 makin banyak saja lelucon yang berhamburan dari para politikus, entah berupa ledekan atau sindiran, bahkan di saat serius pun masih bisa mengundang gelak tawa. Tak salah jika ada sebagian pihak yang mengatakan politikus itu sebenarnya lebih lucu dari pelawak.

*Sumber gambar: youtube.com.


Pertemuan Jokowi dan Megawati Ternyata Blunder?

Pertemuan Jokowi dan Megawati Ternyata Blunder?

Adahati.com – Pertemuan Jokowi dan Megawati cukup sering terjadi, dan hal ini bukan sesuatu yang aneh mengingat keduanya berasal dari partai politik yang sama.

Publik pun masih ingat, Jokowi bisa menjadi presiden karena Megawati yang memiliki hak prerogratif menentukan capres PDIP akhirnya memilih Jokowi, meski sempat ragu atau belum yakin dengan kapasitas dan sosok seorang Jokowi pada waktu itu.

Tak kenal maka tak sayang, dan rasa sayang bisa timbul karena sering bertemu.

Pertemuan Jokowi dan Megawati selanjutnya kembali terjadi di Istana Batu Tulis, Bogor pada Selasa (20/2/2018) malam yang merupakan awal dari blunder PDIP.

Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada pertemuan Jokowi dan Megawati di atas tadi ada dibicarakan soal Pilpres 2019, meski tidak secara khusus dibahas.

“Tidak secara khusus tapi saya sendiri ya tidak tahu ketika pertemuan di Batu Tulis apakah hal itu dibahas atau tidak karena saat itu saya mendampingi makan malam. Setelah itu ibu Mega dan bapak Jokowi bertemu secara khusus hampir dua jam.”

Khusus atau tidak khusus, pertemuan Jokowi dan Megawati di Istana Batu Tulis, Bogor tadi menghasilkan sebuah blunder di Bali tiga hari kemudian.

 – Blunder, PDIP Umumkan Dukung Jokowi Capres 2019 

Blunder PDIP tadi menyebabkan Pilpres 2019 tidak seru, tegang, dan mencekam lagi seperti halnya Pilpres 2014, tapi sayangnya tidak dimanfaatkan oleh Partai Gerindra yang justru melakukan blunder lainnya.

Partai Gerindra terkesan panik setelah PDIP secara resmi mengumumkan Jokowi adalah capres 2019. Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, “Setelah ini, semua pengurus turun ke bawah rebut kemenangan. Minta Prabowo untuk teguh jadi presiden dimulai dari permintaan Provinsi Banten.”

Memaksakan Prabowo menjadi capres sementara elektabilitasnya diperkirakan tidak akan mampu menyaingi elektabilitas Jokowi hingga hari H Pilpres 2019 ibarat menabur garam ke laut. Rebut kemenangan? Kecil peluangnya berhasil, apalagi jika Partai Demokrat secara resmi menyatakan dukungan politiknya kepada Presiden Jokowi, dan bukan hal yang kebetulan jika saat ini sedang dilakukan negosiasi politik antara PDIP dan Partai Demokrat lewat perantara putra Megawati dan putra SBY.

Gerindra blunder memaksakan Prabowo bertarung dengan Jokowi di Pilpres 2019, kecuali ada kejadian politik luar biasa yang dapat memutarbalikkan keadaan dan menguntungkan posisi Prabowo, sedangkan Jokowi sebaliknya.

Keberuntungan memang bisa datang kapan saja, tapi mengharapkan keberuntungan tadi hadir sekaligus mewujudkan impian yang ada ibarat orang linglung yang mengira bumi berguncang, padahal langkahnya saja yang sempoyongan.

Diperkirakan Anies Baswedan pun sudah tahu dan menyadari sia-sia saja Prabowo merebut kemenangan atau mengalahkan Jokowi, makanya saat ditanya perihal peluangnya mendampingi Prabowo di Pilpres 2019, jawaban Anies pun singkat saja.

“Enggaklah, enggak,” kata Anies di sini.

Jika Anies mengatakan, “Iyalah, iya”, berarti ada blunder lainnya setelah blunder PDIP dan blunder Partai Gerindra tadi.

*Sumber gambar: youtube.com.


Blunder, PDIP Umumkan Dukung Jokowi Capres 2019

Blunder, PDIP Umumkan Dukung Jokowi Capres 2019

Adahati.com – PDIP telah melakukan sebuah langkah blunder? Pada pembukaan Rakernas III PDIP di Denpasar, Bali (23/2/18), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan Jokowi sebagai capres 2019. “Dengan ini saya nyatakan calon presiden dari PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo, Metal! Metal! Pasti menang total.”

Dukungan politik PDIP kepada Jokowi untuk maju kembali pada Pilpres 2019 memang hanya tinggal soal waktu saja, tapi seharusnya tidak sekarang ini, melainkan menjelang penutupan pendaftaran capres agar suasana politik tetap ramai dan menggairahkan.

Prabowo Subianto diyakini akan kembali menantang Jokowi pada Pilpres 2019, tapi sampai saat ini elektabilitasnya masih rendah atau jauh di bawah Presiden Jokowi. Maka dari itu timbul ledekan atau sindiran politik yang mengatakan Prabowo lebih pantas jadi cawapres Jokowi, dan Prabowo tidak akan mencalonkan diri, tapi hanya sebagai king maker saja.

Entah ledekan atau sindiran politik apa lagi yang akan diterima oleh Prabowo nantinya, sementara jumlah parpol yang mendukung Jokowi diperkirakan akan terus bertambah, dan hanya menyisakan Partai Gerindra serta PKS saja yang mendukung Prabowo. PAN mungkin masih bisa diharapkan, tapi Partai Demokrat tetap akan memainkan politik dua kaki sambil melihat ke mana arah angin berhembus, atau masih ada kemungkinan yang cukup besar dukungan politik SBY/Partai Demokrat akan diberikan kepada Presiden Jokowi nantinya.

Meski sejumlah pengamat politik atau lembaga survei sudah berusaha merekayasa dan meyakinkan diri bahwa elektabilitas Prabowo akan meningkat menjelang Pilpres 2019 sekaligus bisa mendekati elektabilitas Jokowi, apalagi jika dipasangkan dengan Anies Baswedan, tapi diperkirakan Jokowi dan pasangannya (Wiranto?) sulit untuk dikalahkan, terlepas Prabowo mencalonkan diri lagi maupun sekadar menjadi king maker tidak memengaruhi keunggulan posisi Jokowi untuk menjabat Presiden RI periode berikutnya.

Sebagian pihak pun meyakini Pilpres 2019 tidak akan seramai dan seriuh Pilpres 2014. Jomplang, keunggulan perolehan suara Jokowi terlalu jauh dibanding Prabowo atau anti klimaks Pilpres 2019 nanti.

Seharusnya PDIP mengumumkan dukungan politiknya kepada Prabowo Subianto sebagai capres pada pembukaan Rakernas III PDIP tadi. Konstelasi politik pun berubah, dan menarik serta Pilpres 2019 pun menjadi seru dan menegangkan seperti Pilpres 2014 dengan selisih perolehan suara yang tipis siapapun pemenangnya.

*Sumber gambar: youtube.com.


Wiranto Jadi Cawapres Jokowi, Siapa yang Gelisah?

Wiranto Jadi Cawapres Jokowi, Siapa yang Gelisah?

Adahati.com – Siapa cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 nanti?

Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Jenderal (purn) Wiranto diusulkan menjadi cawapres pada Pilpres 2019. “Berdiri saudara-saudara, nyatakan Pak Wiranto sebagai calon Wapres dari Partai Hanura,” kata Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang di sini.

Meski tidak dijelaskan siapa capresnya, publik bisa menebak dengan mudah. Perkiraan yang paling mendekati kebenaran adalah Wiranto akan diusulkan untuk menjadi cawapres Jokowi.

Presiden Jokowi sudah bisa dipastikan akan maju pada Pilpres 2019, dan tidak sedikit pihak yang menjagokannya akan kembali menjabat Presiden Republik Indonesia. Maka dari itu, frasa “Jokowi Dua Periode” pun nyaring terdengar dan menghiasi media.

Meski Jokowi dijagokan akan kembali menjabat presiden, sampai saat ini publik masih bertanya-tanya siapa wakil presiden yang pas dan cocok untuk mendampinginya.

Sejumlah nama pun bermunculan dan diwacanakan, bahkan nama Prabowo pun disebut, entah serius atau sekadar meledek (ngeyek). Tapi sekali lagi siapa cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 nanti masih menjadi pembicaraan yang menarik perhatian masyarakat.

Munculnya nama Wiranto menjadi cawapres, dan seandainya benar menjadi cawapres Jokowi memiliki keuntungan strategi dan taktik antara lain terkait hal ini:

  • Usia Wiranto yang lebih tua dan berpengalaman di bidang pemerintahan diyakini pas dan cocok untuk mendampingi Jokowi seperti halnya JK yang lebih tua dan berpengalaman mendampingi Jokowi pada periode 2014-2019.
  • Sosok Jenderal (purn) Wiranto pun diyakini bisa memberikan ketenangan dan stabilitas keamanan yang lebih baik lagi pada periode 2019-2024.
  • Penampilan Wiranto yang tenang menghadapi persoalan bangsa selama ini, ditambah sudah berpengalaman di bidang pemerintahan tadi dianggap mendukung penampilan Jokowi yang tenang, sederhana, dan juga tidak grasa-grusu.
  • Wiranto jadi cawapres Jokowi bisa mengakomodir pendapat pihak-pihak yang menginginkan pemimpin yang berasal dari kalangan militer atau mantan pejabat tinggi militer, apalagi senioritas Wiranto cukup menjanjikan untuk mendulang suara pada Pilpres 2019 nanti.

Meski Wiranto yang dianggap publik dekat dengan Presiden Jokowi ini berasal dari partai kecil atau bukan partai besar, tapi yang dibutuhkan adalah figur atau sosok yang pas dan cocok untuk menjadi pendamping Jokowi pada periode berikutnya.

Kritikan dan kecaman terhadap Wiranto sebagai cawapres Jokowi pada Pilpres 2019, dan diungkap kelemahan-kelemahannya nanti bukan hal yang terlalu mengkhawatirkan, sebab siapapun cawapres Jokowi akan mengalami hal yang sama.

Usulan Wiranto menjadi cawapres, dan jika nantinya terbukti menjadi cawapres Jokowi, pasangan Jokowi-Wiranto ini merupakan strategi dan taktik yang jitu untuk memenangkan Pilpres 2019, juga menggelisahkan atau tidak membuat nyaman sebagian pihak.

Siapa yang gelisah atau tidak nyaman tadi jika Wiranto jadi cawapres Jokowi?

*Sumber gambar: youtube.com.


Komitmen Anies Baswedan-Sandiaga Uno Diragukan?

Komitmen Anies Baswedan-Sandiaga Uno Diragukan?

Adahati.com – Komitmen? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online arti komitmen adalah perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) mencuatkan kata komitmen ini yang ditujukan kepada Pemda DKI terkait nama 36 diskotek di Jakarta yang terlibat peredaran narkoba.

Nama 36 diskotek di atas tadi akan dibuka oleh Buwas, tapi syaratnya ada komitmen. “Kalau ada komitmen dari Pemda (DKI) kalau itu pasti ditutup, saya kasih tahu. Kalau nggak akan ditutup saya nggak kasih tahu,” begitu antara lain kata Buwas di sini.

Masalah penyalahgunaan barang haram narkoba ini sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keamanan nasional, dan lebih jelas bahayanya dibanding omongan Fahri Hamzah yang diduga korupsi oleh Nazaruddin, kemudian menuding KPK dan Nazaruddin telah bersekongkol yang membahayakan keamanan nasional.

Belakangan ini pun beberapa artis atau seleb telah ditangkap oleh pihak kepolisian karena menggunakan barang haram narkoba. Sandiaga Uno pun pernah mengatakan, “Narkoba sudah menjadi ancaman serius. Dalam beberapa hari ini ada artis yang ketangkep karena narkoba. Kita jangan mau dirusak karena narkoba.”

Klop sudah, tinggal tunggu waktunya saja Anies Baswedan-Sandiaga Uno atau Pemda DKI Jakarta bekerjasama dengan Buwas atau Badan Narkotika Nasional untuk memberantas peredaran narkoba yang terjadi pada 36 diskotek di atas tadi.

Tunggu apa lagi? Tinggal dilaksanakan saja kerjasama tadi tanpa perlu banyak omong yang tidak jelas, kelat-kelit sana sini yang membuang banyak waktu dengan percuma.

Namun di sisi lain timbul pertanyaan. Mengapa Buwas meminta komitmen terlebih dahulu? Mengapa tidak langsung saja diberikan nama 36 diskotek tadi? Apakah Buwas meragukan komitmen Anies Baswedan-Sandiaga Uno atau Pemda DKI Jakarta?

Biarlah pertanyaan di atas tadi tinggal pertanyaan, karena masih ada yang jauh lebih penting, yaitu kerjasama Pemda DKI dan Badan Narkotika Nasional bisa terjalin dalam waktu dekat ini sehingga 36 diskotek di atas tadi secepatnya ditutup.

Waktu jua yang akan membuktikan, apakah ada atau tidak komitmen yang diminta oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso (Buwas).

*Sumber gambar: youtube.com.


Presiden Jokowi Untung, Memangnya Siapa yang Rugi?

Presiden Jokowi Untung, Memangnya Siapa yang Rugi?

Adahati.com – Presiden Jokowi untung, tapi hal ini tidak terkait dengan dagang barang atau sejenis itu, melainkan untung secara politik.

Tidak diajak atau dicegahnya Anies Baswedan ke podium saat penyerahan Piala Presiden kemarin rupanya masih saja hangat atau dihangat-hangatkan oleh sebagian pihak, padahal masalah ini boleh dibilang hanya masalah sepele saja.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI dan juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon heran terkait masalah di atas tadi. Rupanya bukan hanya Fadli Zon saja yang berkomentar atau memberikan pernyataannya di media massa, pun Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria yang mengatakan kecewa dengan kejadian itu.

“Kami kecewa dengan sikap Paspampres. Pertanyaannya, siapa yang meminta dan memerintahkan Paspampres? Apakah iya ini inisiatif Paspampres? Kenapa melarang? Apa dasar dan alasannnya?” ujarnya di sini.

Kemarin ada yang heran, sekarang ada yang kecewa, besok apa lagi? Tak salah jika banyak pihak yang menilai Presiden Jokowi untung secara politik dengan bertebarannya pernyataan-pernyataan seperti itu, dan bukan salah Presiden Jokowi jika semakin populer dan meningkat saja elektabilitasnya karena media memuat pernyataan-pernyataan yang cenderung cengeng atau semacam itu.

Presiden Jokowi untung, dan keuntungannya semakin besar saja karena bukan hanya Fadli Zon, Ahmad Riza Patria, atau Partai Gerindra yang melakukannya, tapi juga PKS melalui pernyataan kadernya Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di sini.

Atas kejadian atau masalah yang cenderung sepele tadi, yaitu Anies Baswedan tak diajak atau dicegah ke podium saat penyerahan Piala Presiden, ia pun mengatakan seperti ini:

“Pak Jokowi rugi dengan kejadian ini karena publik kian menyaksikan ada ketidakadilan dan perlakuan semena-mena. Publik mudah bersimpati pada mereka yang mendapat perlakuan semena-mena. Secara politik, Pak Jokowi rugi besar dengan kejadian ini.”

Presiden Jokowi untung besar atau rugi? Memangnya masih laku taktik playing the victim yang kuno itu? Memosisikan diri sebagai pihak yang terzolimi atau semacam itu masih laku? Oh, air mata pun jatuh berlinang dan berderai-derai.

Terharu.

*Sumber gambar: youtube.com.


Fadli Zon Heran Gara-gara Anies Baswedan Tak Diajak

Fadli Zon Heran Gara-gara Anies Baswedan Tak Diajak

Adahati.com – Fadli Zon heran gara-gara Anies Baswedan tak diajak. Entah mengapa Fadli Zon heran terkait masalah yang boleh dibilang sepele ini.

Bermula dari video Anies Baswedan yang tak diajak mendampingi Presiden Jokowi saat penyerahan Piala Presiden untuk Persija yang viral di media sosial.

Karena Fadli Zon heran, ia pun mengatakan seperti ini: “Harusnya yang ditanya Pak Jokowi ya, kenapa nggak diajak. Cukup mengherankan juga.”

Pengen ketawa ngikik, tapi lucunya di mana? Gak ketawa, tapi rasanya kok ada yang lucu. Mengapa Presiden Jokowi yang jadi sasaran dan seharusnya ditanya?

Kembali Fadli Zon heran, kemudian mengeluarkan pernyataan lainnya di sini. “Saya nggak tahu apakah ini ada kaitannya apa tidak (dengan politik). Tanyalah ke pihak Istana. Seharusnya dilepaskan dari urusan pribadi. Urusan protokoler itu ada Undang-Undang protokolernya.”

Tadi katanya tanya Presiden Jokowi, kok berubah jadi tanya ke pihak istana?

Ketua Panitia Piala Presiden Maruarar Sirait menegaskan, memang tak semua pejabat negara harus ikut saat penyerahan piala oleh Presiden Jokowi. Menurutnya tidak ada masalah antara Presiden Jokowi dan Anies Baswedan.  Ia pun menghibau agar masyarakat tidak berpikir yang aneh-aneh, juga jangan ada upaya mengadu domba.

Apakah pernyataan Ketua Panitia Piala Presiden Maruarar Sirait tadi cukup mengharukan? Tapi di sisi lain tidak tertutup kemungkinan ada pertanyaan seperti ini, misalnya: Mengapa masyarakat yang dihimbau, bukan pejabat negara seperti anggota DPR?

Fadli Zon heran hanya gara-gara masalah sepele saja, yakni Anies Baswedan tak diajak ke podium bersama Presiden Jokowi saat penyerahan Piala Presiden (bukan Piala Gubernur), padahal ia seorang Anggota DPR RI, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, juga seorang public figure. Di sisi lain cukup sering terdengar pernyataan bahwa pejabat negara atau public figure seharusnya menjadi panutan atau contoh yang baik bagi masyarakat. Tapi apanya yang mesti dijadikan panutan kalau hanya masalah yang sepele saja heran?

Fadli Zon heran, nanti ada lagi yang heran karena tertular “virus heran”, akhirnya banyak yang heran.

*sumber gambar: youtube.com.


Artis Ini Hanya Meniru Kelakuan Elit Parpol?

Artis Ini Hanya Meniru Kelakuan Elit Parpol?

Adahati.com – Artis ini beberapa hari lalu sempat menjadi berita hangat karena bertepatan dengan hari kasih sayang atau Valentine Day ditangkap oleh pihak kepolisian di rumahnya karena diduga menggunakan barang haram narkoba.

Siapa artis ini? Dia adalah Roro Fitria seorang disk jockey (DJ), dan juga model seksi. Entah siapa lagi artis atau seleb yang akan ditangkap oleh pihak kepolisian atau Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ditangkapnya seorang artis atau seleb pun bukan peristiwa baru, tapi sudah sering terjadi. Artis ini artis itu, seleb ini seleb itu, terus berulang-ulang. Maka dari itu, tinggal tunggu waktu saja atau masih ada kemungkinan besar di kemudian hari ada artis atau seleb lain yang ditangkap karena kasus narkoba. Hal ini bisa disimak dari pernyataan Roro Fitria di sini. Menurut pengakuannya, ia sering menggunakan narkoba bareng kawan-kawannya sesama artis.

Siapa saja artis ini? “Maaf kalau itu saya tidak bisa jawab,” katanya.

Timbul pertanyaan. Adakah kemungkinan yang cukup meyakinkan bahwa pihak kepolisian dan BNN bisa memiliki daftar artis-artis yang selama ini masih menggunakan narkoba, meski Roro Fitria tadi mengatakan tidak bisa jawab, tidak tahu, atau tidak mengenalnya?

Roro Fitria pun menangis, ketika disinggung soal dirinya yang sering memberikan penyuluhan terkait pencegahan narkoba, tapi ia sendiri melanggarnya. “Saya sangat menyesal. Sekarang punya beban berat, kenapa saya yang biasanya gerakkan (anti narkoba) sekarang malah pakai. Tanggungjawab itu tidak bisa saya emban dengan baik.”

Munafik, atau semacam itu bukan sesuatu yang baru dan mengejutkan. Tapi siapa yang menularkan kemunafikan ini hingga sampai ke artis, seleb dan figur lainnya? Apakah mereka tertular “virus munafik” yang disebar oleh elit parpol?

Beberapa tahun silam ada parpol dengan jargon “Katakan Tidak Pada Korupsi”. Poster besar di jalan-jalan pun dipajang, dan juga menampilkan sosok elit kadernya, tapi ternyata elit kadernya itu korupsi. Ada lagi parpol yang koar-koar partai agama, tapi justru kelakuan orang nomor satunya, presiden, atau ketua umum parpol tersebut tidak mencerminkan sebagai seorang yang agamis, korupsi dan munafik juga.

Masih banyak contoh “virus munafik” lainnya.

Apakah artis ini artis itu, seleb ini seleb itu, dan figur lainnya yang munafik, mereka hanya meniru kelakuan elit parpol?

*sumber gambar: youtube.com.


Dukung Sandiaga Uno untuk Masalah yang Satu Ini

Dukung Sandiaga Uno untuk Masalah yang Satu Ini

Adahati.com – Dukung Sandiaga Uno untuk masalah yang satu ini, mengapa tidak?

Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik beberapa bulan lalu ini mengatakan, “Narkoba sudah menjadi ancaman serius. Dalam beberapa hari ini ada artis yang ketangkep karena narkoba. Kita jangan mau dirusak karena narkoba”, begitu antara lain kata Sandiaga Uno di sini.

Entah mengapa, masih saja ada artis atau selebritis yang bandel meski sudah berulang kali diingatkan dan disosialisasikan tentang bahaya narkoba. Tulisan sebelumnya di sini – Artis yang Ditangkap karena Kasus Narkoba – membahas tentang Roro Fitria seorang disk jockey(DJ), dan juga model seksi yang ditangkap oleh polisi di rumahnya dengan barang bukti 2 gram sabu-sabu.

Kemarin (Jumat, 16/2/18) dini hari pukul 00.30 WIB, pihak kepolisian kembali menangkap pengguna narkoba lainnya. Kali ini putra-putri Elvy Sukaesih, dan juga menantunya yang sedang berpesta sabu-sabu di kediaman Elvy Sukaesih di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur.

Entah artis atau selebritis siapa lagi yang akan ditangkap oleh polisi di kemudian hari terkait penyalahgunaan narkoba ini. Bandel, bebal, tidak jera-jera juga, atau masih saja senang bergaul dengan barang haram yang bisa bikin lemot (lemah otak) dan membahayakan generasi muda.

Maka dari itu, dukung Sandiaga Uno yang mengingatkan mereka yang masih saja bandel, bebal, dan betah bergaul dengan narkoba. Lepaskan dulu segala perbedaan pandangan politik yang ada, sebab masalah penyalahgunaan narkoba sudah sangat serius dan mengkhawatirkan. Jangan lagi dipandang enteng atau ringan, karena bahaya narkoba saat ini bisa jadi lebih berbahaya dibanding terorisme.

Untuk pernyataan Sandiaga Uno atau Anies Baswedan lainnya yang cenderung retorika, menyebalkan, tong kosong nyaring bunyinya, bikin ngantuk saja atau sejenis itu bolehlah terjadi perbedaan pandangan politik, tapi dukung Sandiaga Uno dan Anies Baswedan untuk masalah yang satu ini.

Sekali lagi, dukung Sandiaga Uno, dukung Anies Baswedan, atau siapapun pejabat yang mengingatkan tentang betapa berbahayanya barang haram narkoba yang bisa bikin lemot (lemah otak) dan menghancurkan generasi muda.

*Sumber gambar: youtube.com.


Presiden Jokowi yang Sederhana dan Membumi

Presiden Jokowi yang Sederhana dan Membumi

Adahati.com – Penampilan Presiden Jokowi yang sederhana dan membumi cukup sering dinyinyirkan oleh sebagian kecil pihak yang sirik, iri, dengki, tak bahagia atau semacam itu dan menudingnya hanya pencitraan semata. Jika hanya sekali dua kali mungkin masih bisa dibenarkan tudingan tadi, namun kenyataannya tidak begitu, atau sering terlihat penampilan Presiden Jokowi yang sederhana dan membumi.

Media pun dituding menjadi biang kerok atas meningkatnya elektabilitas Presiden Jokowi, karena penampilan Presiden Jokowi yang sederhana dan membumi tadi dianggap berita yang cenderung remeh temeh, bahkan ada yang menuding sebagai “berita murahan”, “berita bayaran” atau semacam itu seperti pernah ditulis sebelumnya di sini –  Jokowi Tak Tertandingi, Dua Periode Sudah Pasti? –

Entah apa lagi kata orang sirik, nyinyir, iri, tak bahagia dan sejenisnya tadi atas berita yang masih terkait dengan penampilan Presiden Jokowi yang sederhana dan membumi ini.

Pada masa Pilkada DKI 2012 dan selama menjabat Gubernur DKI Jakarta, Jokowi memiliki supir yang bernama Bejo. Hari ini (Jum’at, 16/2/18), mantan supirnya tadi mengundang Jokowi yang kini menjabat Presiden RI untuk menghadiri pernikahan anaknya.

Presiden Jokowi pun hadir, meski harus melewati bantaran gang kecil dan kali di sisinya untuk menuju tempat pernikahan anak mantan supirnya dengan memakai batik serta ditemani oleh istrinya Iriana, dan tentu saja para Paspampres.

Presiden Jokowi pun menyalami kedua pengantin. Meski kehadirannya hanya sebentar saja, pihak pengantin yang merupakan rakyat kecil pasti senang dan bahagia atas kehadiran Presiden Jokowi yang sederhana dan membumi ini.

Memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepada rakyat kecil tadi, apakah Presiden Jokowi salah? Kemudian dituding macam-macam seperti hanya pencitraan saja? Salah Jokowi juga jika media meliputnya?

Bukan hanya Presiden Jokowi saja sebenarnya, tapi pejabat-pejabat lainnya pun boleh memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepada rakyat kecil, seperti menghadiri pernikahan anak mantan supir atau acara lainnya. Daripada sirik, iri, nyinyir, dan senang menuding Presiden Jokowi yang sederhana dan membumi hanya pencitraan semata, mengapa tidak melakukan hal yang sama?

* Sumber gambar: youtube.com.


Presiden Jokowi Tak Tertandingi, Dua Periode Sudah Pasti?

Presiden Jokowi Tak Tertandingi, Dua Periode Sudah Pasti?

Adahati.com – Presiden Jokowi tak tertandingi lagi, dan sudah bisa dipastikan akan menjabat sebagai presiden Republik Indonesia untuk kedua kalinya mengingat lawan-lawan politiknya sampai saat ini belum juga menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan mampu mengalahkannya pada Pilpres 2019 nanti.

Elektabilitas Presiden Jokowi pun masih tetap teratas dan unggul jauh dibanding bakal kandidat presiden lain yang dianggap oleh sebagian pengamat politik dapat mengganggu mulusnya langkah Jokowi untuk menduduki kursi nomor satu.

Pun Jokowi tak tertandingi terkait elektabilitasnya. Media dituding sebagai biang kerok atas tingginya elektabilitas Presiden Jokowi karena sering memberitakannya, termasuk hal yang remeh temeh, padahal sudah biasa atau bukan yang sesuatu yang aneh dan baru. Negara lain pun medianya melakukan hal yang sama. Justru yang patut dipertanyakan adalah mengapa lawan-lawan politik Jokowi tidak mampu melakukannya? Bikin kek sesuatu yang remeh temeh, kemudian media meliputnya. Tapi ada kemungkinan sudah dilakukan, namun media malas memberitakannya, atau dianggap bukan sesuatu yang menarik untuk dijadikan berita.

Prabowo Subianto yang merupakan lawan beratnya pada Pilpres 2014 lalu pun elektabilitasnya masih rendah, bahkan ada yang menganggapnya tidak layak untuk ikut Pilpres 2019, tapi hanya sebagai king maker saja.

Tapi siapa yang mesti dielus-elus jika Prabowo jadi king maker? Apakah elusannya cukup mantap untuk mengalahkan Jokowi? Bagaimana kalau elusannya kurang mantap, dan bakal kandidat presiden yang dielus justru tertidur?

Ada pula lembaga survey yang mengatakan Anies Baswedan bisa dielus seandainya Prabowo jadi king maker. Entah apa dasarnya nama Anies Baswedan dimasukkan sebagai bakal kandidat presiden, padahal banyak pihak yang mengatakan ia hanya “menang kebetulan” saja pada Pilkada DKI 2017 lalu. Elektabilitasnya pun masih rendah. Ada yang mengatakan kalau dielus-elus nanti bisa meningkat, tapi bagaimana kalau elektabilitasnya justru makin tidur atau malah turun setelah dielus?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pun ada yang menjagokannya sebagai bakal kandidat presiden, tapi pendapat tadi dianggap terlalu berlebihan, karena Gatot Nurmantyo diasumsikan sudah “masuk kotak”, bahkan untuk cawapresnya pun tidak ada kandidat presiden yang akan meliriknya.

Maka dari itu, Pilpres 2019 nanti tidak lagi seseru Pilpres 2014, atau dianggap anti klimaks.

*Sumber gambar: youtube.com.


Sri Sultan Hamengkubuwono X Mohon Maaf

Sri Sultan Hamengkubuwono X Mohon Maaf

Adahati.com – Sri Sultan Hamengkubuwono X mohon maaf kepada Romo Prier saat menjenguknya di RS Panti Rapih (Minggu, 11/2/2018).

“Saya mohon maaf terlambat mengamankan walaupun sudah ada aparat di dalam,” ucap Sri Sultan Hamengkubuwono X di sini.

Sebelumnya telah terjadi sebuah peristiwa yang memalukan ketika Pastor dan umat di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta yang sedang melakukan sebuah misa diserang dengan menggunakan pedang pada Minggu (11/2/2018) pukul 07.30 WIB.

Suliyono masuk ke dalam gereja dari pintu selatan sambil mengayunkan pedang dan melukai kepala beberapa orang, bahkan ia tak bisa dicegah saat hendak menuju altar lalu melukai Pastor Prier yang sedang memimpin misa. Ia baru bisa dilumpuhkan setelah polisi yang ditelepon seorang umat datang ke lokasi.

Meski sejumlah berita yang ada tidak menyebutkan secara rinci, tapi diperkirakan cukup lama berlangsungnya peristiwa yang memalukan tadi, yaitu sejak Suliyono masuk ke dalam gereja, mengamuk dengan sebilah pedang dan ditembak kakinya oleh polisi.

Beberapa saat setelah peristiwa yang memalukan tadi, mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) menyatakan kekecewaannya.

“Harus ditelusuri betul siapa orangnya, apakah ada kelompok atau bergerak sendiri. Saya betul-betul kecewa berat,” katanya di sini.

Pihak kepolisian yang mendatangi rumah orang tua Suliyono sempat ditolak dan ibunya pun histeris serta membanting badannya ke lantai. Lalu ada lagi pernyataan yang bisa membuat sebagian pihak tersenyum. Orang tuanya sempat meminta agar Suliyono pulang dan tinggal di Banyuwangi untuk menikah.”Saya suruh pulang, nikah saja. Tapi enggak mau, katanya mau nikah sama bidadari,” kata Mistadji, ayah kandung Suliyono di sini.

Beberapa tokoh masyarakat pun menyatakan keprihatinannya, mulai dari Ketua DPR RI hingga politikus PKS, dan masih banyak tokoh lainnya. Sri Sultan Hamengkubuwono X pun antara lain mengatakan keheranannya ada orang yang tidak berperi kemanusiaan dan menyerang orang yang sedang beribadah. “Jelas itu bukan karakter kita masyarakat Jogja. Saya sangat sedih dan menyesali,” tuturnya.

Bukan hanya Sri Sultan Hamengkubuwono X saja yang menyatakan mohon maaf tanda menyesal atau merasa bersalah, begitu pun Romo Prier yang mengalami cedera. “Saya melihat orang itu mengancam tapi saya tidak lari. Kena pukulan. Itulah salah saya.”

Kesimpulan sederhananya, banyak pihak yang merasa prihatin, menyesal, marah, dan merasa bersalah atas peristiwa yang terjadi di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta pada Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 7.30 WIB.

Sumber gambar: youtube.com.


Carlsen Juara Catur Kilat di Riyadh, Arab Saudi

Carlsen Juara Catur Kilat di Riyadh, Arab Saudi

Adahati.com – Carlsen juara catur kilat di Riyadh, Arab Saudi, dan menerima hadiah sebesar $ 250.000,- sebelum dikurangi jatah preman 20%.

King Salman World Chess Championship 2017 (24-31 Desembar) total hadiahnya menggiurkan. Terbagi dalam dua jenis pertandingan, yaitu catur cepat (rapid games) dan catur kilat (blitz games). Makdarit, dinamakan King Salman Rapid & Blitz 2017.

Mengenai aturan pertandingan (rapid and blitz), sila baca aturan FIDE di sini.

Carlsen juara catur kilat, tapi gagal juara catur cepat dan hanya menempati peringkat 5.

King Salman World Chess Championship 2017 dimulai dengan pertandingan catur cepat yang diikuti oleh 134 peserta dan berlangsung sebanyak 15 babak selama 3 hari (26-28 Desember, atau sehari ada 5 babak yang dipertandingkan).

Viswanathan Anand yang keluar sebagai juara dunia catur cepat. Ia pun berhak atas hadiah sebesar $ 250.000,- (sila lihat peringkat selengkapnya).

Esoknya dilanjutkan dengan pertandingan catur kilat (29-30 Desember), dan Carlsen juara di sini setelah mengumpulkan 16,5 poin dari 21 babak yang dipertandingkan (hari pertama 10 babak, dan hari kedua 11 babak), mengungguli Sergey Karjakin (14,5), Viswanathan Anand (14,5), Wang Hao (14), dan Levon Aronian (14).

Carlsen juara

Carlsen juara

Peringkat selengkapnya bisa dilihat di sini.

Anand juara catur cepat dan Carlsen juara catur kilat serta masing-masing menerima hadiah sebesar $ 250.000,-. Berapa besar hadiah yang diterima peringkat lainnya?

Carlsen juara Carlsen juara

Sebulan sebelum turnamen King Salman World Chess Championship 2017 ini dimulai, pihak penyelenggara harus mentransfer total hadiah di atas tadi ke rekening FIDE, dan sebanyak 20% merupakan “jatah preman” Federasi Catur Dunia.

Lumayan besar jatah premannya, tapi Anand dan Carlsen tidak memasalahkannya. Memang sudah biasa, di setiap turnamen catur elit ada jatah preman FIDE, antara lain guna mengembangkan olahraga otak yang satu ini.

Sebagai penutup akan disajikan salah satu partai kemenangan yang diraih oleh Carlsen pada pertandingan catur kilat (blitz games) di mana Carlsen juara di sini.

Hitam baru saja melakukan langkah Ge8-b5. Seperti biasa dalam pertandingan catur kilat ada saja langkah kocak atau blunder, meski sudah menyandang gelar Grandmaster dengan elo rating 2759 seperti pecatur India Pentala Harikrishna.

  • Bc4-c5 ….. Gb5xe2
  • Rg2-g3 ….. Ge2-d3
  • Rg3-f4 …… Re6-d6?

carlsen juara carlsen juara

Kali ini giliran Carlsen yang dapat jatah preman.

Gens Una Sumus.

*Sumber berita dan gambar: chess.com, chess24.com, youtube.com.


Tingkat Kepuasan Kinerja Presiden Jokowi 75,8 Persen!

Tingkat Kepuasan Kinerja Presiden Jokowi 75,8 Persen!

Adahati.com – Tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi tinggi sekali! Tentu hal ini sesuatu yang menggembirakan bagi rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Sebuah prestasi sudah seharusnya diberikan pujian, acungan jempol atau ucapan selamat sebagai tanda menghargai prestasi tersebut. Bukan main, tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi sebesar 75,8 persen!

Tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi yang paling dianggap menonjol adalah soal pembangunan infrastruktur. Terbukti, ada pembangunan selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi dengan terciptanya infrastruktur tadi, dan bukan hanya sekadar ada, tapi pembangunan infrastruktur itu pun lebih cepat, atau tidak lelet seperti keong, apalagi dibiarkan terbengkalai begitu saja di tengah jalan.

Lembaga Survei PolMark Indonesia merilis hasil tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi pada tahun 2017, dan berikut ini hasil survei dari lembaga tersebut:

1. Pembangunan infrastruktur lebih cepat 51,8 persen

2. Warga lebih sejahtera 7,1 persen

3. Layanan kesehatan lebih baik dan terjangkau 6,3 persen

4. Korupsi berkurang 6,2 persen

5. Layanan pendidikan leboih baik dan terjangkau 4,2 persen

6. Kebutuhan pokok tersedia dan harga terjangkau 2,7 persen

7. Hukum lebih ditegakkan 2,7 persen

8. Kehidupan Warga lebih rukun dan harmonis 2,5 persen

9. Warga lebih mudah mendapatkan pekerjaan 1,1 persen

10. Lainnya 1,0 persen

11. Tidak tahu/tidak jawab 14 persen

*Sumber Berita

Selamat kepada Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri yang ada di dalam kabinet sekarang ini atas prestasi yang sudah diraih dengan angka yang cukup fantastis, yaitu tingkat kepuasan kinerja sebesar 75,8 persen!

Ssssst…tolong jangan keras-keras menyebut tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi sebesar 75,8 persen tadi. Khawatir nanti ada yang kebakaran jenggot.

Bagaimana tanggapan, komentar, atau pernyataan dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, dan juga Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon?

Sampai saat ini belum ada beritanya, tapi diperkirakan hanya masalah waktu saja. Cepat atau lambat akan ada komentar Fadli Zon terkait hasil survei tadi yang mengatakan tingkat kepuasan kinerja Presiden Jokowi sebesar 75,8%!

Sambil menunggu komentar Fadli Zon – jika memang ada nantinya -, mari kita simak sejenak lagu lama yang pernah dilantunkan oleh Yuni Shara.

Judulnya “Desember Kelabu“.

Sinar cinta seterang rembulan
Kini pudar sudah
Desember kelabu selalu menghantui
Setiap mimpiku

*Sumber gambar: youtube.com.


Guyon Presiden Jokowi Tidak Lucu, Justru Menyedihkan!

Guyon Presiden Jokowi Tidak Lucu, Justru Menyedihkan!

Adahati.com – Hal yang biasa jika Presiden Jokowi guyon untuk mencairkan suasana, tapi kali ini guyon Presiden Jokowi tidak lucu, justru menyedihkan.

“Hadirin yang kami hormati, selanjutnya marilah kita dengar dan simak sambutan dari Presiden Republik Indonesia. Kepada Bapak Presiden Joko Widodo, kami persilakan,” kata pembawa acara Munaslub Partai Golkar lewat pengeras suara.

Munaslub (musyawarah nasional luar biasa) Partai Golkar telah dibuka kemarin (Senin, 18 Desember 2017) di Jakarta Convention Center, Senayan.

Tulisan sebelumnya di sini – JK Masih Kuat Pengaruh Politiknya? -, menanyakan pengaruh politik JK setelah ia cukup yakin akan ada Munaslub Partai Golkar.

“Boleh bilang ini pasti ada munaslub, memang persetujuan itu, saya kira Desember sudah harus ada pergantian,” begitu antara lain kata JK pada 28 November 2017. Pernyataannya tadi sehubungan dengan wacana penggantian Setnov sebagai ketum.

Terbukti, Munaslub Partai Golkar terlaksana di bulan Desember yang menandakan pengaruh politik JK masih kuat di partai politik berlambang pohon beringin ini.

Para hadirin di Munaslub Partai Golkar pun riuh bertepuk tangan ketika nama Presiden Jokowi dipanggil oleh pembaca acara tadi. Di sinilah ia sempat guyon, tapi sayangnya guyon Presiden Jokowi tidak lucu, justru menyedihkan!

Dalam sambutannya Presiden Jokowi berguyon agar Partai Golkar tak perlu khawatir akan menjadi parpol nomor tiga di bawah PDIP dan Partai Gerindra.

“Saya meyakini tidak (Golkar tidak akan jadi partai nomor tiga), hanya enggak tahu kalau bersaing dengan PDI Perjuangan, seperti apa saya enggak tahu,” katanya di sini. Guyon Presiden Jokowi tidak lucu, tapi kader-kader Partai Golkar tertawa.

Apakah Partai Golkar bisa mengalahkan PDI Perjuangan di Pemilu 2019? “Saya enggak bisa menjawab karena Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan ada di sini,” ucapnya menambahkan, dan kembali guyon Presiden Jokowi tidak lucu.

Tulisan sebelumnya di sini – Pencitraan Seorang Prabowo Sekitar 2-3 Bulan Lagi? – menyebutkan hal yang berkait dengan deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden oleh Partai Gerindra. Tentunya Partai Gerindra masih berharap Prabowo yang menang di Pemilu 2019 sekaligus menjabat Presiden Republik Indonesia.

Maka dari itu, guyon Presiden Jokowi tidak lucu bagi kubu Partai Gerindra dan pendukung Prabowo, sebab Partai Golkar dan Presiden Jokowi terlihat semakin akrab saja. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang hadir di acara pembukaan munaslub pun disambut meriah oleh kader-kader Partai Golkar. Beberapa hari sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun menghadiri acara Rakornas PDI Perjuangan di Tangerang, Banten (16 Desember 2017).

Guyon Presiden Jokowi tidak lucu, Partai Golkar semakin akrab dengan Presiden Jokowi tidak lucu, Ketua Umum PDIP dan Golkar terlihat mesra tidak lucu, Golkar mendukung Jokowi di Pemilu 2019 pun tidak lucu, justru menyedihkan kubu seberang karena frasa “Jokowi Dua Periode” semakin dekat menjadi kenyataan.

*Sumber gambar: youtube.com.


Pencitraan Seorang Prabowo Sekitar 2-3 Bulan Lagi?

Pencitraan Seorang Prabowo Sekitar 2-3 Bulan Lagi?

Adahati.com – Benarkah pencitraan seorang Prabowo akan dilakukan sekitar 2-3 bulan ke depan atau sebentar lagi? Seperti apa bentuk pencitraan seorang Prabowo itu?

Beberapa waktu lalu Prabowo pernah mengatakan bantuan pemerintah kepada rakyat Rohingya hanya pencitraan, dan sebentar lagi akan ada pencitraan seorang Prabowo?

Pemilu 2019 ada yang beranggapan sebentar lagi, ada juga sebagian pihak yang mengatakan masih cukup lama. Tapi sepertinya menurut Partai Gerindra relatif sebentar lagi. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade pun mengatakan Prabowo akan dideklarasikan sebagai capres sekitar 2-3 bulan lagi.

“Teman-teman media tunggu dalam 2-3 bulan lagi insya Allah bapak Prabowo akan resmi akan diusung oleh Partai Gerindra menjadi calon Presiden,” katanya di sini.

Terharu? Air mata pun jatuh berlinang? Atau Anda menanggapinya biasa-biasa saja pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade di atas tadi? Atau mungkin Anda senyum-senyum simpul, karena entah kapan pun dideklarasikannya tetap saja Prabowo bukan pilihan Anda, melainkan Presiden Jokowi?

Terlepas apapun tanggapan Anda terkait dideklarasikannya Prabowo Subianto sebagai capres pada Pemilu 2019 nanti, semuanya terserah Anda. Yang penting Anda jangan darah tinggi saja, atau tensi Anda tiba-tiba naik.

Menurut Andre Rosiade, setelah dideklarasikan sebagai capres, Prabowo akan turun gunung atau melakukan sosialisasi kepada rakyat. Langkah ini dilakukan untuk menunjukkan Prabowo adalah figur yang dekat dengan rakyat.

Maksudnya akan ada pencitraan seorang Prabowo? Bentuk pencitraan seorang Prabowo hanya seperti itu saja? Apakah tidak ada bentuk pencitraan seorang Prabowo yang jauh lebih menarik, atau lain daripada yang lain?

Sekadar bertanya saja.

Terlepas pencitraan seorang Prabowo atau bukan, ada baiknya kita simak sejenak lagu Bang Oma, Raja Dangdut dan Ketua Umum Partai Idaman.

Kata Bang Oma, santai…jangan mendadak darah tinggi atau tiba-tiba tensi Anda naik.

Yuk kita santai agar syaraf tidak tegang
Yuk kita santai agar otot tidak kejang

*Sumber gambar: youtube.com.

Artikel Sebelumnya:

  1. Ridwan Kamil Kalah
  2. Juergen Klopp, Manajer Pecundang yang Layak Dipecat?
  3. Partai Besutan Tommy Soeharto Dinyatakan Gagal Lolos

Ridwan Kamil Kalah Lawan Rumput?

Ridwan Kamil Kalah Lawan Rumput?

Adahati.com – Wali Kota Bandung dan salah satu calon gubernur pada Pilkada Jabar 2018, juga diprediksi akan memenangkan Pilkada tersebut sekaligus menjadi gubernur Jawa Barat, ternyata Ridwan Kamil kalah lawan rumput.

Menyedihkan sekali? Lawan rumput saja kalah. Jika lawan rumput saja Ridwan Kamil kalah, apa lagi lawan lulusan Harvard seperti Mayjen (Purn) Sudrajat?

Tulisan sebelumnya di sini – Prabowo Bukan Lulusan Harvard, Gosip atau Fakta? -, Partai Gerindra secara resmi telah mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon gubernur pada Pilkada Jabar 2018, dan menurut Prabowo Subianto:

“Sepak terjang beliau juga dikenal di TNI sebagai salah satu perwira paling cerdas. Beliau lulusan Harvard. Tak banyak TNI yang lulusan Harvard. Saya juga pingin ke Harvard. Saya pernah ke Harvard tapi hanya jalan-jalan saja dan enggak dapat ijazah.”

Berita terbaru mengatakan Partai Golkar yang sedang bermasalah karena Setnov menjadi tahanan KPK mencabut dukungan politiknya kepada Ridwan Kamil.

Ketua Bappilu Golkar Jawa Barat Iswara tidak tahu persis alasan pencabutan dukungan politik terhadap Ridwan Kamil tadi. Hanya informasi yang diterimanya dari Wasekjen Golkar, Ratu Diah Hatifah mengatakan bahwa sampai tanggal 25 tidak ada komunikasi dari Ridwan Kamil dengan DPD Partai Golkar.

Menurut Wasekjen Golkar Ratu Diah Hatifah, pencabutan dukungan politik terhadap Ridwan Kamil tadi dilakukan atas berbagai pertimbangan, dan Ridwan Kamil dinilai tidak menjalankan amanah yang diberikan Partai Golkar dengan baik.

Dukungan politik terhadap Ridwan Kamil pun masih menjadi polemik hingga saat ini di kalangan kader Partai Golkar. “Penolakan-penolakan di akar rumput juga jadi pertimbangan kami,” kata Ratu Diah Hatifah di sini.

Ridwan Kamil kalah lawan rumput? Menyedihkan sekali, tapi sebaiknya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tak perlu cemas atau khawatir yang berlebihan.

Saat ini rumput tetangga tak sehijau dulu.

Tulisan sebelumnya bisa disimak di bawah ini:

  1. Partai Besutan Tommy Soeharto Gagal Lolos
  2. Prabowo Bukan Lulusan Harvard, Gosip atau Fakta?
  3. Kaesang, Putra Bungsu Presiden Jokowi Jualana Pisang
  4. Ketua Umum Partai Golkar Pengganti Setnov

 


Juergen Klopp, Manajer Pecundang yang Layak Dipecat?

Juergen Klopp, Manajer Pecundang yang Layak Dipecat?

Adahati.com – Juergen Klopp sempat dielu-elukan saat dipastikan dirinya akan melatih Liverpool. Prestasinya menangani Borussia Dormund menjadi indikasi ia akan mampu membawa The Reds kembali meraih gelar juara Liga Inggris.

Memangnya sudah berapa lama Liverpool tak pernah lagi juara Liga Inggris?

Entahlah, tapi kalau ada yang punya bayi baru lahir saat terakhir Liverpool juara Liga Inggris, maka bayinya tadi saat ini sudah kuliah atau sebentar lagi lulus sarjana.

Juergen Klopp sampai saat ini belum berhasil mewujudkan impian Liverpool untuk meraih gelar juara Liga Inggris. Sabar…Juergen Klopp butuh waktu untuk beradaptasi, begitu pembelaan sebagian pihak yang masih yakin dan percaya.

Musim kompetisi Liga Inggris sekarang ini pun Juergen Klopp hanya mampu menempatkan Liverpool pada peringkat lima klasemen sementara setelah melakoni 17 pertandingan dengan 31 poin, atau masih di bawah Spurs, Chelsea, Manchester United dan pimpinan klasemen sementara Manchester City.

Berapa selisih atau perbedaan poin antara Liverpool dan Manchester City? 18 poin, dan hal ini menyebabkan Juergen Klopp seperti orang linglung atau frustrasi.

Menurutnya juara Liga Inggris musim ini akan diraih oleh Manchester City, sedangkan Liverpool diharapkan bisa menempati peringkat tiga atau dua.

“Menjadi yang terbaik di antara sisanya bisa menjadi sebuah target fantastis. Jadi, kami akan berusaha meraih posisi terbaik di klasemen, yang bagi kami adalah posisi ketiga atau kedua,” kata manajer Liverpool Juergen Klopp di sini.

Sama sekali tidak menunjukkan semangat juang yang tinggi. Mungkin masih ada sebagian pihak yang membela dan mengatakan Juergen Klopp realistis.

Apanya yang realistis? Baru melakoni 17 pertandingan, atau masih banyak sisa pertandingan, dan sepakbola bukan matematika. Selalu ada kejutan yang tak terduga. Empat klub di atas Liverpool tadi bisa saja terseok-seok tahun depan.

Lebih baik Juergen Klopp ditendang saja atau dipecat setelah musim kompetisi ini berakhir. Cari manajer lain, misalnya Luis Enrique, mantan pelatih Barcelona.

Jangan sampai bayi di atas tadi yang sebentar lagi lulus sarjana, punya bayi lagi dan kuliah, tapi Liverpool belum juga meraih gelar juara Liga Inggris.

*Sumber gambar: youtube.com.


Partai Besutan Tommy Soeharto Dinyatakan Gagal Lolos

Partai Besutan Tommy Soeharto Dinyatakan Gagal Lolos

Adahati.com – Partai besutan Tommy Soeharto dinyatakan gagal lolos ke tahap verifikasi faktual berdasarkan penilaian administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tahapan verifikasi faktual sendiri akan dimulai pada 15 Desember 2017 yang nantinya diakhiri dengan penetapan parpol peserta pemilu pada 17 Februari 2018.

Berikut ini daftar 12 partai politik yang sudah dinyatakan lolos:

  1. PDIP
  2. Golkar
  3. Gerindra
  4. Demokrat
  5. PKB
  6. PPP
  7. PKS
  8. NasDem
  9. Hanura
  10. PAN
  11. PSI
  12. Partai Perindo

Tidak ada nama partai besutan Tommy Soeharto, yaitu Partai Berkarya.

Biasanya akan ada semacam protes, kecewa, atau tanda tak puas diri. Rhoma Irama contohnya. Tulisan sebelumnya di sini – Rhoma Irama Geram karena Partai Idaman Tak Lolos – , menurut Rhoma Irama, KPU telah bersikap tidak adil.

“Pemilu itu harus jujur dan adil. Jadi perlakukanlah kami secara adil.”

Bagaimana tanggapan dari Partai Berkarya? Partai besutan Tommy Soeharto ini pun akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Segera besok (mengajukan gugatan), kami pastikan paling cepat besok kami datang ke Bawaslu minimal konsultasi bagaimana tahapan tahapan untuk melanjutkan keberatan Bawaslu,” kata Sekjen Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang di sini.

Sampai saat ini belum ada tanggapan langsung dari Tommy Soeharto.

Tapi benarkah gagal lolosnya partai besutan Tommy Soeharto ini pertanda pengaruh politik “keluarga cendana” sudah habis, atau tinggal ampasnya saja?

Sebelumnya pun diberitakan Titiek Soeharto berniat ingin mengajukan diri sebagai ketua umum Partai Golkar. Orang-orang yang sudah tua atau sesepuh pun dikumpulkan – Inikah Ketua Umum Partai Golkar Pengganti Setnov? 

Namun Rapat pleno Partai Golkar (13/12/2017) telah memutuskan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum menggantikan Setnov hingga munaslub nanti.

Meski hanya sementara, tapi cukup banyak pengamat politik yang memperkirakan Ketua Umum Partai Golkar hasil munaslub nanti tinggal ketok palu saja untuk mensahkan Airlangga Hartarto. Partai Golkar ditengarai cukup menderita saat berperan sebagai oposisi, dan ingin kembali menjadi parpol pendukung pemerintah.

Pertimbangan politik yang wajar, masuk akal, atau realistis? Bisa jadi Partai Golkar sudah realistis atau menyadari kesalahannya berperan sebagai oposisi.

Bagaimana dengan “keluarga cendana”? Bukankah Titiek Soeharto pun gagal menjadi ketua umum jika Airlangga Hartarto yang diangkat di munaslub nanti?

Ada atau tiada lagi pengaruh politik “keluarga cendana”, satu hal yang cukup realistis, “kids zaman now” tidak suka dengan sesuatu yang berbau old.

#sumber gambar: youtube.com.

 


Grand Chess Tour 2017 dan Catatan Kecil LCC 2017

Grand Chess Tour 2017 dan Catatan Kecil LCC 2017

Adahati.com – Grand Chess Tour 2017 adalah serangkaian turnamen catur elit yang diadakan pada tahun ini. Ada pun turnamen-turnamen catur elit yang termasuk dalam Grand Chess Tour 2017 tadi sebagai berikut:

  1. Paris GCT
  2. Your Next Move
  3. Singuefield Cup
  4. Saint Louis Rapid & Blitz
  5. London Chess Classic

Mengenai Grand Chess Tour 2017 dan sebelumnya, tidak dijelaskan secara rinci pada tulisan ini. Sila buka artikel-artikel lama jika ingin mengetahuinya lebih lanjut, atau tanya Mbah Google yang ramah, baik hati, dan tidak sombong.

Tapi intinya Grand Chess Tour 2017 akan memberikan poin-poin tertentu untuk setiap peringkat pada peserta yang mengikuti lima turnamen catur elit di atas tadi, dan pemenangnya adalah pecatur yang mengumpulkan poin terbanyak.

Dengan selesainya LCC 2017 (London Chess Classic 2017), seperti pernah dibahas pada tulisan sebelumnya di sini – Fabiano Caruana Juara London Chess Classic 2017 –, maka pemenang Grand Chess Tour 2017 sudah bisa ditentukan.

Dari hasil penjumlahan poin-poin yang sudah dikumpulkan tadi, juara dunia Magnus Carlsen tampil sebagai pemenang Grand Chess Tour 2017.

Selamat untuk juara dunia Magnus Carlsen pemenang Grand Chess Tour 2017.

Demikianlah sekilas tentang Grand Chess Tour 2017, dan kini sekilas bahas tentang LCC 2017 (London Chess Classic 2017) yang baru saja berakhir dengan beberapa catatan kecil di dalamnya. Agar lebih jelasnya, sila buka kembali artikel ini:

 – Fabiano Caruana Juara London Chess Classic 2017 –

Berikut ini beberapa catatan kecil seputar LCC 2017:

1. Dari 10 peserta yang mengikuti LCC 2017, ada lima pecatur atau setengahnya tidak pernah kalah, bahkan ada pecatur yang tidak pernah menang dan kalah alias remis semua dari sembilan babak yang dipertandingkan, yaitu Hikaru Nakamura.

2. Dominannya pertandingan berakhir remis pada catur standar (klasik) cenderung menjemukan atau membosankan. Maka dari itu, perlu perbaikan format waktu agar catur lebih menarik untuk disaksikan. Misalnya waktu pertandingan catur standar 30-45 menit, bukannya 1 jam 40 menit seperti sekarang ini. Kelamaan, ngantuk nontonnya.

3. Pecatur Rusia Ian Nepomniachtchi menciptakan hat-trick atau tiga kemenangan berturut-turut pada turnamen catur elit ini, dan salah satu korbannya adalah juara dunia Magnus Carlsen. Sayang pada pertandingan Tie-breaks melawan Fabiano Caruana kalah sehingga gagal menjadi juara LCC 2017.

4. Mantan juara dunia Viswanathan Anand menjadi peserta LCC 2017 yang paling banyak mengalami kekalahan (selain pecatur terlemah dalam turnamen catur elit ini, yaitu Michael Adams). Tiga kali kekalahan dialami oleh Anand yang sudah tua, dan berada di peringkat bawah LCC 2017. Pada peringkat Grand Chess Tour 2017 pun Anand berada di posisi terbawah. Mungkin sudah saatnya Anand pensiun, atau ia akan terus bermain catur hingga usia 80 an seperti Viktor Korchnoi?

5. Fabiano Caruana tampil sebagai juara LCC 2017 tanpa terkalahkan, dan mengingat permainannya yang stabil, maka wajar ia mendapat hadiah sebesar $ 62.500,-.

Demikianlah beberapa catatan kecil seputar LCC 2017 (London Chess Classic 2017).

Gens Una Sumus.

* Sumber berita dan gambar: chess.com, chess24.com dan youtube.com.