Anies-Sandiaga dan Skenario Masa Depan

 Politik
anies-sandiaga
Anies-Sandiaga dan Skenario Masa Depan

Adahati.com – Anies-Sandiaga diusung oleh Partai Gerindra pada Pilkada DKI 2017. Tulisan sebelumnya di sini membahas tentang “blunder yang beranak pinak”.

Satu blunder saja sudah bisa mendatangkan kekalahan, apalagi banyak blunder. Perjuangan Partai Gerindra agar Anies-Sandiaga bisa mengalahkan Ahok-Djarot pun kini terasa berat. Belum usai satu persoalan, datang lagi persoalan lainnya. Bermula dari manuver politik Partai Nasdem yang berniat mengusung Ridwan Kamil pada Pilkada Jabar 2018. Bagaimana tanggapan atau reaksi Partai Gerindra?

“Kami tidak mungkin mengusungnya lagi,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum Daerah Partai Gerindra Jabar, Sunatra (merdeka.com, 21/3/17).

Sebab, salah satu kesepakatan tertulis antara Nasdem dan Ridwan Kamil adalah mendukung Jokowi kembali menjadi presiden, sedangkan capres yang akan diusung oleh Partai Gerindra pada Pilpres 2019 adalah Prabowo Subianto.

Diperkirakan Pilpres 2019 nanti merupakan pengulangan Pilpres 2014, atau terjadi lagi pertarungan antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Entah siapa saja parpol yang ada di dalam kedua koalisi, pertarungan yang terjadi masih seperti itu. Baik Pilkada DKI 2017, Pilkada Jabar 2018, dan Pilpres 2019 calon gubernur dan presiden yang diusung tak lepas dari peran PDIP cs, dan Partai Gerindra cs.

Kemungkinan skenario yang terjadi bisa seperti ini:

Pertama, Ahok kembali menjabat gubernur DKI Jakarta, dan Anies Baswedan terpuruk. PDIP cs yang menang, sedangkan Partai Gerindra cs kalah.

Kedua, Ridwan Kamil yang diusung oleh PDIP cs pun memenangkan Pilkada Jabar 2018, dan tampil sebagai gubernur Jawa Barat. Skor sementara 2-0 untuk keunggulan PDIP cs.

Ketiga, Prabowo Subianto kembali gagal menduduki kursi RI satu, dan Jokowi tetap Presiden RI untuk periode 5 tahun berikutnya. Partai Gerindra cs pun menciptakan hat-trick kekalahan, atau tiga kali kalah secara berturut-turut.

Jika skenario di atas tadi menjadi kenyataan, selain “blunder yang beranak pinak”, ada juga “kekalahan yang beranak pinak”?

Sebaiknya kita tunggu saja, sebab tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, satu hal yang sudah pasti, juga demi mengobati kerinduan para penggemar catur yang baik hati, rajin menabung, senang berpikir ke depan dan tidak sombong, di bawah ini ada Trik dan Problem Catur yang Sederhana.

  • Meski hitam unggul satu perwira Gajah, tapi posisi buah caturnya buruk. Putih yang giliran melangkah pun memiliki pandangan jauh ke depan sehingga sukses memenangkan pertandingan ini. Apa langkah putih selanjutnya?
  • Mudah saja, tidak sulit dan rumit.
  • Be1-e6!

  • Bingung?
  • Mudah-mudahan tidak.

Ilustrasi: detik.com.