Anies “Kalah Selangkah”, Agus Mainkan Taktik yang Jitu?

 The Lohmenz Institute
Anies "Kalah Selangkah"
Anies "Kalah Selangkah", Agus Mainkan Taktik yang Jitu?

Adahati.com – Anies Baswedan baru saja dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, tapi sudah menuai kontroversi terkait frasa “pribumi”.

Sebagian pihak menyayangkan ucapan “pribumi” dalam pidatonya tadi, dan menganggapnya jauh panggang dari api dengan pernyataannya yang ingin menyatukan warga Jakarta yang terpecah belah akibat Pilkada DKI 2017.

Memang ada juga nada pembelaan dari sebagian pihak lainnya terkait ucapan “pribumi” dari gubernur baru tadi, antara lain mengatakan pengecam Anies adalah mereka atau pihak-pihak yang sampai saat ini belum bisa klakson.

(Sebenarnya “klakson” atau “move on”? Jangan-jangan remason).

Terlepas klakson, move on, atau remason, hal yang biasa terjadi saling kecam dan bela. Politikus PKS Hidayat Nur Wahid pun tak ketinggalan ikut membela Anies. Menurutnya Ketua Umum PDIP Megawati dan Presiden Jokowi pun pernah mengucapkan kata “pribumi”. Anies pun sempat terkesan ngeles dan mengatakan frasa “pribumi” tadi konteksnya penjajahan Belanda.

Tidak tertutup kemungkinan ada sebagian pihak yang teringat dengan pantun jenaka yang pernah populer beberapa tahun silam di mana kalimat pertama dari pantun jenaka tadi menyebutkan “jaka sembung bawa golok”.

Belanda, Megawati, Jokowi, lalu? Jangan-jangan jika blunder lagi akan ada Amerika, Israel, Rusia, Vietnam, Korea Utara, Myanmar, Kamerun, Uganda, Zimbabwe, atau Hasto Kristiyanto, Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, dst?

Terlepas sebagian pihak tadi teringat pantun jenaka atau tidak, Anies cenderung sudah melakukan blunder, tapi tidak demikian halnya dengan putra SBY, Agus Yudhoyono yang diasumsikan telah memainkan taktik yang jitu.

Putra SBY yang satu ini diberitakan mengujungi Ahok di rutan Mako Brimob, Depok, hari ini. Tidak ada yang kontroversial atau menghebohkan atas kunjungan Agus Yudhoyono tadi. Pertemuannya dengan Ahok antara lain berisi saling mendoakan, semoga tetap sehat, silaturahmi dan kata-kata biasa lainnya.

Ahok, Agus dan Anies adalah tiga kandidat gubernur pada Pilkada 2017 lalu. Jika Ahok boleh dibilang sudah “tamat” karir politiknya, tapi Agus dan Anies masih memiliki kans untuk tampil dalam gelanggang politik Pemilu 2019.

Diperkirakan mereka itu masih memiliki kans untuk menjadi cawapres (sila baca Cawapres Jokowi dan Prabowo Subianto di Pilpres 2019).

Biasa saja, tidak ada yang kontroversial atau menghebohkan atas kunjungan Agus Yudhoyono ke rutan Mako Brimob menjenguk Ahok, tapi kalau ditarik ke konteks politik – bukan konteks penjajahan Belanda – apa yang dilakukan oleh putra SBY tadi kemungkinan besar akan menuai simpati.

Apakah artinya Anies sudah “kalah selangkah”? Baru saja dilantik oleh Presiden Jokowi, apalagi nantinya jika benar Anies menghadapi “hari-hari neraka” yang bisa menyebabkan terjadinya blunder-blunder lainnya? Apakah Agus pun kembali memainkan taktik jitu yang bisa mengundang simpati publik?

Jangan-jangan sebentar lagi Anies pun akan berkunjung ke Mako Brimob menjenguk Ahok supaya tidak “kalah selangkah” dengan putra SBY tadi.

Sumber gambar youtube.com.

*The Lohmenz Institute.