Amien Rais Benar, Tumben Kali Ini Amien Rais Benar?

 Politik
Amien Rais Benar
Amien Rais Benar, Tumben Kali Ini Amien Rais Benar?

Adahati.com – Amien Rais benar, atau ada benarnya juga pernyataannya terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Sudah sejak lama keberadaan PT Freeport Indonesia menimbulkan masalah, atau ada saja masalah yang mencuat terkait PT Freeport Indonesia ini, meski masalah tersebut kadang timbul kadang tenggelam.

Sebagian pihak pun sudah lama membahas kontrak yang diberikan ke perusahaan ini, dan mencurigai ada sesuatu yang janggal atau kurang beres di dalamnya.

Namun ada atau tiada yang janggal terkait kontraknya tadi, tahun 2021 selesai. PT Freeport Indonesia harus angkat kaki jika kontraknya tidak diperpanjang lagi.

Apakah ada yang salah jika pemerintah Indonesia tidak memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia tahun 2021 nanti? Tidak ada, ibarat orang sewa rumah, pemilik rumah bisa saja mengatakan rumahnya tidak disewakan lagi.

“Jadi saya melihat ada hal yang sesungguhnya tak masuk akal tapi terjadi. Misalnya Freeport McMoran, andaikata tak diperpanjang tak salahi aturan satu pasalpun dalam undang-undang atau hukum perjanjian internasional,” kata Amien Rais di sini.

Sekali lagi Amien Rais benar, atau ada benarnya juga. Memangnya apa yang perlu dikhawatirkan jika kontrak PT Freeport Indonesia tidak diperpanjang lagi? Akan ada tekanan politik, ekonomi dan lain-lain dari Amerika Serikat?

Jika alasannya seperti itu, bukankah sudah cukup banyak pejabat sipil maupun militer yang mengatakan kita adalah bangsa yang besar! Tidak satupun negara lain yang bisa menekan atau mendikte bangsa ini, karena kita sudah merdeka!

Selain itu bisa saja kemungkinan adanya ancaman atau tekanan dari pihak Amerika Serikat tadi hanya “hantu blau” yang sengaja diciptakan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingannya, atau ada yang hilang “penghasilannya” jika kontrak PT Freeport Indonesia tidak diperpanjang lagi.

Khawatir dengan SDM bangsa Indonesia tidak bisa mengoperasikan atau melanjutkan penambangan di Papua sana jika PT Freeport Indonesia angkat kaki?

Kekhawatiran yang cenderung berlebihan. Bukankah sudah cukup banyak pejabat sipil maupun militer yang mengatakan SDM bangsa ini tidak kalah dengan bangsa lain? Presiden Jokowi sendiri pernah menyayangkan banyaknya orang pintar yang berlabel profesor justru berkarir di luar negeri.

“Saya tidak mau yang berprestasi di negara kita justru karena kita tidak ambil, tidak manfaatkan, justru digunakan oleh negara lain. Atau karena situasi di negara kita yang tak mendukung orang berprestasi (lalu orang tersebut) lari‎ ke negara lain,” katanya di sini.

Ada lagi pernyataan Presiden Jokowi lainnya. ‎

“Kenapa kita tidak gunakan hal yang seperti itu? Profesor kita di Amerika ada 74 orang, itu hanya Amerika belum bicara Korea, Jepang, dan Jerman. Kenapa tidak mereka saja yang bekerja di Indonesia.”

Nah, apa lagi alasannya? SDM yang mampu menangani masalah penambangan di Papua jika PT Freeport angkat kaki bukan masalah yang besar sebenarnya. Bisa gunakan tenaga ahli dari dalam negeri, maupun panggil mereka orang-orang pintar yang bekerja di luar negeri sana seperti kata Presiden Jokowi tadi.

Amien Rais benar, atau ada benarnya juga ketika ia mengatakan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia belum tentu membawa keuntungan bagi negeri ini. Menurutnya belum ada kepastian besaran saham yang diperoleh pemerintah Indonesia untuk menyejahterakan rakyat.

Tumben kali ini Amien Rais benar?

Terlepas tumben atau tidak tumben Amien Rais benar atau ada benarnya juga pernyataannya kali ini, tidak ada aturan dan pasal dalam undang-undang atau hukum perjanjian internasional yang dilanggar oleh pemerintah jika tidak memperpanjang kontrak PT Freeport Indonesia.

Sumber gambar youtube.com.