Aksi Bela Rohingya Sekadar Ajang Pencitraan Prabowo?

 Politik
aksi bela rohingya
Prabowo

Adahati.com – Aksi Bela Rohingya disebutnya ketika sejumlah orang hadir di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat hari ini. Prabowo Subianto termasuk salah satu politikus yang hadir di sana, selain Amien Rais dan Presiden PKS Sohibul Iman serta politikus lainnya.

Ia pun sempat berorasi di Aksi Bela Rohingya tadi, tapi hal ini bukan sesuatu yang aneh dan baru. Lucu saja kalau ada politikus, apalagi memiliki jabatan yang cukup tinggi pada sebuah partai politik, tapi tidak bisa berorasi.

Namun perihal orasinya menarik atau tidak, itu soal lain.

Intinya seorang politikus, terlepas siapapun dia, yang memiliki jabatan cukup berpengaruh di sebuah partai politik, ya harus bisa berorasi.

Politikus Prabowo Subianto pada saat berorasi di Aksi Bela Rohingya sempat celingukan mencari kader Partai Gerindra.

“Mana ini ke (kader) Gerindra? Kalau (partai) kebangsaan cari yang adem-adem brengsek itu, jangan mau kalah sama PKS,” katanya di sini.

Kemudian politikus Prabowo Subianto mengaku partainya nasionalis religius, dan Partai Gerindra banyak menyontek dari PKS. Pujian pun dilontarkannya kepada ormas yang hadir di sana, sedangkan kader partainya sendiri yang tidak ikut Aksi Bela Rohingya sempat juga disindirnya.

Apakah politikus Prabowo Subianto sedang melakukan sebuah pencitraan? Benarkah Aksi Bela Rohingya sekadar ajang pencitraan seorang Prabowo?

Gerindra dan PKS dikenal akrab atau sekutu dalam perpolitikan nasional. Cukup banyak kejadian atau peristiwa politik yang menunjukkan kedua parpol tadi merupakan sebuah sekutu, akrab, dan cukup kompak selama ini.

Menurut politikus PKS Hidayat Nur Wahid di sini, partainya harus mempertimbangkan untuk mengusung politikus Prabowo Subianto masuk dalam bursa capres pada Pilpres 2019 nanti, bahkan PKS pun bersedia membantu dalam hal meningkatkan elektabilitasnya.

“Tentu kami juga harus mempertimbangkan faktor Pak Prabowo yang sekutu kami yang selama ini selalu bersama-sama dan berharap persekutuan ini bisa berlanjut, karena Pak Prabowo bisa meningkatkan kinerja Pak Prabowo, meningkatkan elektabilitasnya, meningkatkan ketokohannya sehingga rakyat wajar memberikan pilihan ke Pak Prabowo.”

Meski dikatakannya harus mempertimbangkan, tapi jauh sebelumnya pun sudah banyak pihak yang memperkirakan, bahkan sudah sangat yakin PKS akan mengusung politikus Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2019 nanti.

Kembali bahas orasi Prabowo di Aksi Bela Rohingya di Bundaran Patung Kuda tadi. Ia sempat melontarkan pujian kepada pihak lain, tapi menyindir kader partainya sendiri. Apakah artinya Prabowo sedang melakukan sebuah pencitraan?

Kata “pencitraan” selama ini mudah disematkan kepada pihak lain. Seperti halnya orasi, bukan sesuatu yang aneh dan baru jika ada politikus yang cukup rajin melempar serangan politik berupa kata “pencitraan” ini.

Politikus Prabowo pun melakukan hal yang sama. Pada orasinya di Aksi Bela Rohingya tadi menurut berita di sini, bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia untuk warga etnis Rohingya adalah bentuk pencitraan Presiden Jokowi.

“Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional,” kata politikus Prabowo Subianto.

Siapa sebenarnya yang sedang melakukan pencitraan?

Pertanyaan ini bisa membuat sebagian pihak pun tersenyum simpul.

sumber gambar: youtube.com.