Presiden Jokowi Sedang Menyindir Wakil Presiden JK Secara Halus?

 PolCat

Benarkah Presiden Jokowi sedang menyindir Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)?

Pilkada DKI 2017 telah usai dengan kekalahan pasangan cagub Ahok-Djarot, namun meski Anies-Sandiaga menang, sebagian pihak menyindir kemenangannya hanya kebetulan saja karena Ahok tertimpa kasus penghinaan agama. Pun tidak sedikit pihak yang menilai banyak intrik-intrik busuk politik yang telah terjadi di Pilkada DKI 2017 tadi.

Intrik-intrik busuk politik cenderung dilakukan oleh politikus busuk, juga mereka yang busuk meski sebenarnya bukan politikus tapi melacurkan diri dalam politik.

Busuk tetap busuk, meski ada juga sebagian pihak yang mengatakan tak peduli dengan busuk asal bisa meraih kemenangan karena kemenangan adalah sesuatu yang sangat berharga baginya. Berapapun harga yang harus dibayar tak mengapa.

Setelah Pilkada DKI 2017 berlalu, Ahok diputuskan bersalah oleh pengadilan yang tak lama kemudian hakim-hakimnya mendapat promosi jabatan, Rizieq Shihab kabur atau pergi ke luar negeri dan belum kembali meski pihak kepolisian sudah beberapa kali menghimbau agar datang sebagai saksi “kasus chat mesum”, terjadi bom bunuh diri di Kampung Melayu yang selanjutnya disebut Bom Kampung Melayu.

Rentetan peristiwa di atas tadi menarik perhatian masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Khusus Bom Kampung Melayu yang dilakukan oleh teroris dan diakui oleh ISIS, perhatian masyarakat pun tertuju kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden JK yang datang bersamaan meninjau lokasi tempat kejadian Bom Kampung Melayu tadi.

Tumben akrab, bukankah selama ini ada perpecahan?

Dibantah oleh Presiden Jokowi. Tidak ada perpecahan antara dirinya dan JK, pun tidak benar roda pemerintahan “dijalankan sendiri-sendiri” selama ini.¬†“Itu kan menghabiskan energi kita. Sebetulnya saya juga inginnya tidak masukkan ke pikiran. Tapi kalau semakin berkembang semakin berkembang dan kita tidak jelaskan, itu akan menghabiskan energi kita. Rakyat juga terbawa masuk ke sana,” kata Presiden Jokowi.

Tudingan dan bantahan hal yang biasa dalam politik. Ada yang menuding, ada yang membantah. Media massa tinggal meyajikan tudingan dari pihak yang satu, kemudian menyajikan bantahan dari pihak lainnya atas tudingan tadi. Tak perlu terharu.

Namun ada pernyataan Presiden Jokowi yang terkesan sedang menyindir Wakil Presiden JK secara halus. Presiden Jokowi mengakui memang ada perbedaan pandangan politik antara dirinya dengan JK pada Pilkada DKI 2017 lalu.

Presiden Jokowi dengan tegas memosisikan diri tidak memihak ke pasangan calon manapun, sementara JK memilih untuk mendukung pasangan Anies-Sandiaga.

Jokowi netral, JK berpihak, bahasa sederhananya seperti itu.

Trik dan Problem Catur yang Sederhana hari ini

  • Putih giliran melangkah.
  • Jika putih Bc5xKe5, hitam Bb6xGa6.¬†Hitam pun tersenyum karena merasa dirinya tidak kalah satu perwira. Tapi senyum hitam tadi menjadi kecut setelah disindir secara halus oleh putih lewat langkah seperti ini:
  • Ga6-d3!

Gens Una Sumus.

Ilustrasi dan sumber berita: kompas.com.

Leave a Reply

4 × 1 =