Benarkah Prabowo Mulai Panik, atau Sedang Berusaha Menenangkan Diri?

 PolCat, Politik

adahati.com – Prabowo mulai panik? Benarkah Ketua Umum Partai Gerindra ini mulai panik, atau sedang berusaha menenangkan diri karena ada kemungkinan pasangan cagub Anies-Sandiaga akan kalah pada Pilkada DKI 2017 putaran kedua nanti?

Tanda-tanda kekalahan Anies-Sandiaga semakin terlihat karena blunder-blunder yang dilakukannya. Tidak jelas program-program yang ditawarkan, contohnya rumah DP nol persen atau nol rupiah itu. Taktik politik basi yang hanya mengumbar janji dan memberikan angin surga yang tidak jelas arahnya.

Sementara terkait taktik yang dimainkan Ahok-Djarot ada perubahan atau kemajuan. Djarot lebih sering tampil di media massa, dan Ahok sekali-kali menyerang lawan politiknya. Diperkirakan taktik ini sesuai nasehat atau saran Megawati.

Aksi 313 yang cenderung merupakan aksi politik mendukung pasangan cagub Anies-Sandiaga pun gagal total, bahkan berujung dugaan makar terhadap pentolannya yang tidur di hotel mewah sehari sebelum aksi 313 itu berlangsung.

Maka dari itu, Prabowo mulai panik? Banyak pengamat politik yang memperkirakan Pilkada DKI 2017 merupakan “batu loncatan” untuk Pilpres 2019. Kemungkinan besar pertarungan yang terjadi di Pilpres 2019 nanti masih antara Jokowi dan Prabowo. Kalah di Pilkada DKI 2017 akan membawa dampak yang buruk. Perlu alasan untuk menutupi kekalahan itu.

Karena Prabowo mulai panik, ia pun mengklaim Anies-Sandiaga akan memenangkan Pilkada DKI 2017 putaran kedua, jika tidak terjadi kecurangan. “Yang kami waspadai adalah usaha-usaha yang tidak baik. Usaha-usaha curang. Siapapun yang menang, asal tidak curang tidak apa-apa,” ujarnya (kompas.com, 1/4/2017).

“Menang jika tidak terjadi kecurangan”, atau “menang kalau tidak dicurangi” ini taktik politik basi yang bisa dijadikan alasan untuk menutupi dampak buruk dari sebuah kekalahan. Tapi kalah tetap kalah. Sebaiknya tidak membiasakan diri mencari alasan yang tidak jelas dari sebuah kekalahan. Kebiasaan buruk tidak mengakui kekalahan sebaiknya dihilangkan.

Apakah benar Prabowo mulai panik? Karena Prabowo mulai panik, maka lahirlah frasa “menang jika tidak terjadi kecurangan” atau “menang kalau tidak dicurangi”?

Tentu saja yang bisa menjawab dengan pasti adalah Prabowo sendiri. Namun terlepas benar atau tidaknya, Tante C sekadar menyarankan saja. Usahakan dalam keadaan seperti apapun sebaiknya hindari yang namanya panik diri tadi.

Kalau panik tidak akan menyelesaikan masalah atau problem yang ada.

  • Putih giliran melangkah, dan dituntut harus menang, tidak boleh remis, apalagi kalah. Apakah semua ini membuat putih menjadi panik?
  • Ah tidak, biasa saja.
  • Kf4-e6!

  • Bingung?
  • Pegangan.

Ilustrasi: radarlampung.co.id.

Leave a Reply

1 × 5 =