Mengapa Megawati Diam Pasca Kekalahan Ahok-Djarot?

 Politik

adahati.com – Megawati diam atau tidak memberikan komentarnya pasca kekalahan telak Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017. Apakah Ketua Umum PDIP ini sedang bingung mengingat cagub yang diusung partainya semakin banyak yang tumbang?

Alasan Megawati diam bukan karena bingung atau belum bisa dipastikan, mengacu pada pernyataan Wakil Sekjen PDIP Achmad Basarah. Menurutnya saat ini Megawati sedang berada di luar kota, dan sampai sekarang belum bertemu, juga belum ada jadwal pembahasan atau evaluasi kekalahan Ahok-Djarot tadi.

Selain itu akan dibahas juga nantinya persiapan menghadapi Pilkada 2018. Ada 5 calon gubernur yang diusung sendiri oleh PDIP, pun Pilpres 2019 dimasukkan ke dalam agenda rapat untuk menyusun road map sebagai acuan untuk menentukan langkah politik atau strategi dan taktik politik PDIP ke depannya nanti.

“Dalam waktu dekat kami akan menyusun road map untuk Pilkada serentak 2018. Mungkin minggu depan sudah dimulai pembahasan Pilkada 2018,” kata Wakil Sekjen PDIP Achmad Basarah (kompas.com, 26/4/2017).

Jika sebagian besar dari 5 calon gubernur yang diusung sendiri oleh PDIP di Pilkada 2018 tadi kalah lagi, apakah kembali Megawati diam? Pamor PDIP pun merosot drastis? Berdampak buruk pada Pilpres 2019, sekaligus memperkecil peluang Jokowi menjabat Presiden Republik Indonesia dua periode?

Megawati diam seharusnya bukan hal yang aneh, karena selama ini Ketua Umum PDIP itu memang dikenal tidak terlalu banyak bicara meski ketua umum parpol besar. Yang mengherankan justru jika ada pentolan ormas atau ketua umum parpol gurem tapi berisiknya lebih nyaring dari penjual obat pinggir jalan.

Terlepas Megawati diam karena bingung atau sebaliknya, tapi kekalahan Ahok-Djarot, dan calon gubernur yang didukung oleh PDIP sebelumnya memang perlu dievaluasi, kemudian mengambil strategi dan taktik yang jitu untuk ke depannya nanti.

Seperti apa bentuk strategi dan taktik politik PDIP sampai saat ini belum ada. Namun kalau ingin mengetahui strategi dan taktik yang jitu pada pertandingan catur antara Wesley So dan Valdimir Kramnik di babak 5 (25 April 2017) “Shamkir Chess 2017” bisa dilihat pada Trik dan Problem Catur yang Sederhana di bawah ini:

Tiga puluh lima langkah sebelumnya: c4 e6, g3 d5, Bg2 Nf6, Nf3 Be7, 0-0 0-0, d4 dxc4, Qa2 a6, a4 Bd7, Qxc4 Bc6, Bf4 a5, Nc3 Nbd7, Qd3 Bb4, Rfe1 Re8, Qc2 Bxf3, Bxf3 c6, Red1 Qe7, Na2 Bd6, Bxd6 Mxd6, Nc1 Nd5, e4 Nb4, Qc3 e5, Nb3 Qe7, Bg2 exd4, Rxd4 Nf8, Rad1 Rfd8, R1d2, Ne6, Rxd8+ Rxd8, Nxa5 Ra8, Nc4 Rxa4, Nd6 Ra1+, Bf1 Na6, Kg2 Nc7, Nf5 Qe8, Bc4 Ra8, Rd6 Qf8, Rd7

Langkah hitam selanjutnya,  Re8.

  • Qe5 …… b5          Ba2 … g6        Ne3 … Re7
  • Rxe7 … Qxe7     Ng4 … Qg5     Nf6+ … Kh8
  • Nd7+ … Qxe5
  • Nxe5

  • Pion hitam c6 diancam oleh putih atau hitam mengorbankan pion f7 agar pion b5 dan c6 bergandengan melangkah ke depan. Hitam memilih mengorbankan pion f7, Nd4.
  • Bxf7c5        f4 …. c4          Kf2 … Kg7
  • Ke3 …. Nb3     g4 … Nc5       h4 ….. Na4
  • b3

  • Pion hitam menyerang di sayap menteri, pion putih menyerang di sayap raja.
  • cxb3
  • Bxb3 … Nc5        Bd1 …. h6         Nc6 … N7a6
  • Kd4 ….. Ne6+     Ke5 …. Nec5     Gc2 … b4
  • Nd4 ….. g5          hxg5 … hxg5

  • Hitam berusaha merusak susunan pion putih di sayap raja.
  • f5 …. Nd7+      Kd6 … Nf6
  • e5 … Nxg4      Ne6+ … Kh6
  • f6 …. Nb8
  • Ba4

  • Tipuan hitam terakhir Nd7 dibendung (f7 Nd7, Kxd7 Nxe5+).
  • Hitam pun menyerah kalah.

Ilustrasi: kompas.com, chess24.com.

Related Posts