KPK atau Raisa yang Lebih Mendapat Perhatian?

 The Lohmenz Institute

Adahati.com – KPK atau Raisa? Memang dua hal yang berbeda. Yang satu institusi pemberantas penyakit akut dan kronis bangsa ini, yaitu korupsi, sedangkan satunya lagi artis atau penyanyi yang menurut sebagian pihak lagu dan suaranya biasa saja.

Meski dua hal yang berbeda, tapi belakangan ini baik KPK maupun Raisa cukup hangat dibicarakan. KPK saat ini diduga sedang diusahakan oleh DPR lewat Pansus Angket agar wewenangnya bisa dikebiri, dilumpuhkan, bahkan dibekukan institusinya seperti usulan anggota Pansus Angket KPK, Henry Yosodiningrat di sini.

Sejak awal pembentukan Pansus Angket KPK pun sudah mengundang senyum sebagian pihak. Meski DPR memiliki alasan sendiri mengapa perlu dibentuk Pansus Angket KPK tadi, tapi sebagian pihak tadi masih tetap senyum-senyum saja mengingat Ketua DPR RI, Setya Novanto diduga terlibat kasus korupsi e-KTP dalam jumlah triliunan rupiah.

Menurut dugaan sebagian pihak yang tersenyum itu, uang hasil korupsi yang jumlahnya triliunan rupiah tadi mengalir ke semua parpol, bukan hanya satu dua parpol. Makin tersenyum saja, saat melihat sejumlah parpol walk out bak “pahlawan kesiangan” menyatakan tidak setuju atas pembentukan Pansus Angket KPK.

Masih menurut sebagian pihak tadi, politik memang penuh dengan trik, tapi tergantung kualitas politikusnya juga. Kalau kualitas politikusnya rendah, trik yang dimainkannya pun ikut rendah. Hanya bisa menipu anak kecil atau setara dengan pikiran anak kecil saja.

Tidak harus percaya dengan dugaan atau pendapat sebagian pihak tadi, tapi layak percaya bahwa ada sejumlah parpol yang politikusnya duduk di kabinet saat ini.

KPK sudah menjadi musuh bersama, kata Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Miko Ginting di sini, menanggapi pernyataan Jaksa Agung agar fungsi penuntutan tindak pidana korupsi (tipikor) dikembalikan ke kejaksaan.

Bagaimana dengan Raisa? Menurut sebagian pihak lagu dan suaranya biasa saja, kalau tidak ingin disebut menye-menye, tapi kok bisa terkenal. Ya, Raisa belakangan inipun sedang hangat dibicarakan seperti halnya KPK dari sudut yang berbeda.

Presiden Jokowi pun sempat memberi perhatian atas fenomena Raisa (hueeek…) ini.

“Satu-dua hari yang lalu, saya dikomplain mengenai Raisa,” kata Jokowi di siniKemudian Jokowi menceritakan alasannya. Namun apapun alasannya itu, Raisa mendapat perhatian.

KPK pun mendapat perhatian dari Presiden Jokowi setelah ada wacana pembekuan KPK yang dilontarkan anggota Pansus Angket KPK. “Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak akan membiarkan KPK diperlemah. Oleh sebab itu kita harus sama-sama menjaga KPK,” ujarnya.

KPK atau Raisa yang lebih mendapat perhatian? Jika ada yang bertanya seperti itu, The Lohmenz Institute memperkirakan ada sesuatu yang berpotensi lucu di sini.

Sumber gambar.