Komitmen Prabowo Masih Bisa Dipegang?

 Politik
komitmen prabowo

Adahati.com – Komitmen Prabowo Subianto disebut oleh salah satu bakal calon gubernur (cagub) Jawa Barat. Entah mengapa disinggungnya masalah komitmen Prabowo ini.

Pilkada Jabar 2018 masih sekitar 9 bulan lagi. Rencananya diadakan pada 27 Juni 2018, tapi sejak Agustus 2017 lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat telah menyatakan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sudah dimulai.

Salah satu bakal cagub yang menurut pengamat politik memiliki kans yang cukup besar untuk memenangkan Pilkada Jabar 2018 adalah Deddy Mizwar.

Partai Gerindra dan PKS digadang-gadangkan akan mengusungnya sebagai cagub berpasangan dengan cawagub Ahmad Shaiku. Namun kemarin Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat menyatakan pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Shaiku ini batal.

Deddy Mizwar pun menyebut tentang komitmen Prabowo. “Saya tetap berpegang pada keputusan dan komitmen ketua umum, dan saya masih percaya dan yakin bagaimana seorang Prabowo Subianto dengan komitmennya. Sangat yakin, semestinya (kalau batal) Pak Prabowo sendiri yang menyampaikan, beliau yang memutuskan,” katanya di sini.

Meski ada dikatakan oleh Deddy Mizwar seperti ini, “saya masih percaya dan yakin bagaimana seorang Prabowo Subianto dengan komitmennya”, tapi apakah perlu disebutnya tentang komitmen Prabowo di depan umum atau media massa?

Ada beberapa hal yang cukup menarik terkait pemberitaan pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Shaiku batal diusung oleh Partai Gerindra dan PKS, yaitu antara lain:

Pertama, alasan pembatalannya kurang jelas. Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi menurut berita di sini salah satu alasannya adalah kerja sama antara Partai Gerindra dan PKS hingga saat ini tidak ada progres yang menggembirakan.

Pertanyaannya, apa susahnya gembira? Belum genap satu bulan usia kesepakatan pimpinan partai antara Gerindra dan PKS yang dilakukan pada17 Agustus 2017 lalu, tapi sudah cepat mengambil kesimpulan tidak ada progres yang menggembirakan?

Kedua, alasan lainnya dikatakan Ahmad Shaiku lebih suka tetap memimpin Kota Bekasi dan merasa namanya belum dikenal di Jawa Barat. Mosok gara-gara ada pernyataan seperti itu jadi batal diusung? Memangnya belum tahu pernah ada pernyataan JK jika Jokowi jadi presiden, negeri ini bakalan hancur? Pada kenyataannya pasangan Jokowi-JK justru yang menghancurkan atau mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta.

Ketiga, politik adalah drama. Semakin mengharukan drama yang dimainkan diharapkan nantinya dapat mengundang banyak simpati. Misal, diberitakan ada yang batal, pisah atau cerai, tapi kemudian rujuk kembali, air mata pun jatuh berlinang dan bercucuran, yeaaah…

Tapi lebih baik tunggu saja perkembangan selanjutnya dari batalnya pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Shaiku diusung oleh Partai Gerindra dan PKS ini.

Benarkah ada drama yang bisa mengundang simpati banyak orang, atau kenyataannya nanti memang batal diusung sehingga Deddy Miswar pun menyebut tentang komitmen Prabowo?

Sumber gambar: youtub.com.