Agus Yudhoyono Terkena Serangan Balik Politik yang Cukup Menyakitkan?

 Politik

adahati.com – Agus Yudhoyono terkena serangan balik politik? Media massa memberitakan Sylvi terseret kasus dugaan korupsi pembangunan masjid Al-Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, kemudian terseret lagi terkait kasus dugaan korupsi Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Pemprov DKI Jakarta di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014 dan 2015.

Bagaimana tanggapan Agus Yudhoyono?

Ia melihat ada tindakan atau upaya yang kental dengan unsur politik untuk menjatuhkan dirinya dan Sylvi. “Inilah yang memang sangat saya sayangkan. Rasa-rasanya aroma politiknya terlalu tinggi, mencari-cari sesuatu yang tidak ada,” katanya di sini.

Jika benar seperti kata Agus tadi, apakah saat ini Agus Yudhoyono terkena serangan balik politik? SBY sempat dianggap memanas-manasi situasi politik beberapa hari menjelang aksi 4 November lalu dan dianggap ikut terlibat. SBY dan Partai Demokrat membantahnya, tapi sebagian pihak menganggap SBY telah melakukan serangan politik. Maka dari itu, akan ada serangan politik balasan atau serangan balik politik.

Serangan balik politik tersebut dilakukan sekarang? Makanya Agus Yudhoyono terkena serangan balik politik baru sekarang? Menjelang hari H Pilkada DKI 2017 serangan balik politik tadi akan semakin gencar saja? Mengapa serangan balik politiknya berupa kasus dugaan korupsi? Karena masyarakat masih ingat elit kader Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi yang membuat perolehan suaranya anjlok pada Pilpres 2014 lalu?

Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya, mengacu pada pernyataan Agus Yudhoyono di atas tadi bahwa ia melihat ada tindakan atau upaya yang kental dengan unsur politik. Tapi sekali lagi, apakah benar saat ini Agus Yudhoyono terkena serangan balik politik? Apakah benar pernyataannya tentang kentalnya aroma politik pada kasus dugaan korupsi yang menyeret Sylvi?

“Enggak ada,” tegas Kabagpenum Divhumas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul. Pemanggilan Sylvi merupakan sikap Polri menindaklanjut laporan masuk dari masyarakat, dan polisi memiliki kewajiban untuk memproses laporan itu.

Di atas tadi Agus Yudhoyono antara lain mengatakan, “Rasa-rasanya aroma politiknya terlalu tinggi, mencari-cari sesuatu yang tidak ada.”

Rasa-rasanya?

Ilustrasi: merdeka.com

Related Posts